1st Anniversary – Mysterious Event [End?No.] (Chapter 4 – END)

wpid-req-chunniest

Tittle: Mysterious Event
END? NO.
Written by LEESINHYO

Poster by : LAYKIM @ IFA

Main Cast:
* Kim Jinhwan (iKON)
* Krystal as Jung Soo-jung (F(X))
* Jin as Kim Seok Jin (BTS)
* Jung Eunji (APINK) as Kim Eunji

Support Cast Chapter 4 :
* Kim Taehyung (BTS)
* Bae Suzy (Miss A)

*Jongdae (EXO

Genre : Horor, romance

Length: Multi – Chapter

Rating : G

Disclaimer:
This FF is presented for Indo Club Anniversary
THIS IS STORYLINE IS BELONG TO LEESINHYO

DON’T PLAGIAT!
DON’T BE A SILENT READERS!!!!!
Happy Reading ^-^

“OPPAAAA!!!”

Eunji bangun dari tidur setelah sekian lama, terperanjak kemudian membelakkan matanya yang teratup kantung sekian lama, sontak ibunya yang tengah berkutat dengan selang infus terperangah melihat sosok anaknya yang selama ini tak siuman, bangun dan berteriak, sungguh sebuah kebahagian bagi nona Kim.

“Eunjissi~”

Ibunya menghamburkan sebuah pelukan hangat yang selama ini sangat Eunji rindukan, tapi yeah, ia rasa ini bukanlah saat yang tepat untuk kembali bernostalgia, sebab Jinhwan kakak yang sangat ia cintai kini tengah terjebak di dunia astral, dan sedang dalam situasi bahaya.

“Eomma, Jinhwan oppa, eomma jebal, tolong dia…”Lirih Eunji tak henti menangis dalam dekap sang ibu. Ya, mana tau menau nona Kim tentang kejadiaan selama ini, ia hanya dapat menautkan alisnya bingung.

“Gwenchanayo? Apa kau tersesat dalam mimpi? Apa yang terjadi selama ini sayang? Dokter bilang bahkan kau hanya tertidur, eomma benar-benar senang kau sudah siuman.”Eunji bahkan tak menghiraukan sedikitpun perkataan ibunya yang tengah berdialog panjang, satu-satunya hal yang ada dipikiran Eunji adalah, Jinwan.

“Bukan saatnya eomma, Jinhwan oppa, dia dalam bahaya, sesosok roh mengininkan tubuhnya, kumohon dia dalam bahaya, selamatkan Jinhwan oppa.”Eunji tak henti memohon, namun sayang, perkataanya dianggap omong kosong belaka oleh ibunya, mungkin mengigau, benak nyonya Kim.

“Tenangkan dirimu, kau ini kenapa? Bangun dari tidur sekian lama dan berteriak, serta menceritakan hal-hal tak wajar.”Ibunya tak henti menanyakan keadaan Eunji, bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

“Ah sudahlah, aku harus pergi.”

Tanpa persetujuan dari ibunya Eunji menarik paksa selang infus agar leluasa berlari dan terlepas dari pergelangan tangannya. Tujuan Eunji adalah sekolah, ya tempat dimana Soojung berada. Ia hanya dapat menggantungkan harapan kepadanya.

“Eunji kau mau kemana??? Dokter, suster..”Ibunya panik melihat tindakan aneh putrinya. Sayang sekali suster yang tengah mengejar eunji tidak cekatan hingga kehilangan jejak di tikungan halaman rumah sakit, begitupun ibunya yang memang tak lihi berlari.

Ah syukurlah, bahkan aku masih mengingat rute jalan, Eunji membatin mensyukuri setidaknya sedikit kesempatan yang ada. Berlari sekencang mungkin, itulah yang sedang Eunji usahakan, jujur saja sekalipun tubuhnya hanya berbaring, tapi penat berlari dan berteriak didalam mimpi sangat membekas dipergelangan kaki dan kerongkongan. Sayangnya penat itu harus tersingkir sebentar akibat kepanikan yang ada.

Eunji berhenti sejenak mengatur nafasnya yang tersenggal akibat berlari. Kini ia tengah berdiri didepan pagar sekolah kakaknya, Jinhwan. Sudah menjadi hal yang familiar bagi Eunji, ia tau persis denah sekolah ini ia sudah terlalu sering berkeliaran mencari Soojung untuk meminta pertolongan, lagi pula ini juga sekolah lamanya. Kembali ia menarik nafas dan berlari menuju kelas Soojung yang jaraknya cukup jauh dari pagar sekolah. Eunji berlari menyusuri koridor, membiarkan terusan biru rumah sakit terhempas angina, serta mengabaikan tiap pandangan yang bertanya-tanya ada apa dengannya, siapa dia, dan lainnya.

Ketika sampai di ambang pintu, Eunji membelakkan mata, melihat kakanya Jinhwan masih terbaring lemah dikelilingi beberapa teman.

“O…Oppa..”Lirih Eunji menahan isak tangis.

“Eun, Eunji kau sudah sadar. Bagaimana dengan Jinhwan? Dimana ia berada? Apa dia baik-baik saja?”Soojung terkejut bukan main melihat sosok gadis yang selama ini meminta pertolongan padanya tepat ada didepannya. Namun ia juga bertanya-tanya akan keberadaan Jinhwan. Jika Eunji sudah bangun dari tidurnya, lalu dimana Jinhwan? Batin Soojung.

“Eonnie, Jinhwan oppa dalam bahaya, jebal tolong dia, ia masih terperangkap didunia astral, aku terlambat menyelamatkannya, aku terlanjur siuman, kumohon aku takut terjadi sesuatu padanya.”Eunji memohon, memandang dua manik Soojung yang balik menatapnya intens.

“Eunji, maafkan aku, bahkan aku tidak tau bagaimana caranya.”Soojung mendekap tubuh Eunji yang gemetar akibat tangisan.

“Perlu bantuanku?”Seokjin melerai tangis mencoba membantu, sekalipun faktanya ia juga tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.

“Maaf bukan ikut campur, sebenarnya apa yang terjadi disini, dan dia siapa Soojung-ah?”Taehyung memandang Soojung dan eunji bingung menautkan alisnya.

“Tolong, siapapun, kakaku Jinhwan terjebak didunia astral, ia dalam bahaya, seorang iblis menginginkan tubuhnya, kumohon siapapun.”Tangis Eunji tak juga kandas.

Beberapa anak terperanjak mendengar seuntai kalimat yang sejujurnya tidak masuk akal itu. Beberapa diantara mereka menyisihkan perasaan prihatin dan beberapa lagi menganggap ini omong kosong biasa. Lagi pula dijaman teknologi ini, orang telah melupakan hal-hal mistis, apalagi terperangkap didalam mimpi, iblis yang menginginkan tubuh manusia, ah itu hanya berlaku difilm dan mitos lampau saja.

“Okey sebentar, apa kamu adik Jinhwan yang selama ini dalam kondisi koma, yang menghantuiku sewaktu aku dekat dengan Jinhwan dulu?”

Suzy angkat bicara, ia merasa bahasan ini bukanlah omong kosong, ia pernah mendengar semua ini, ia yakin betul 4 bulan silam adik Jinhwan meminta tolong padanya untuk menyelamatkan Jinhwan, tapi kala itu Suzy tak kuasa menahan tiap hujaman makhluk astral yang mengahampirinya. Alhasil, Suzypun memutuskan untuk menjauhi hubungan apapun dengan Jinhwan, kontak mata, media social, apa lagi berkontak fisik.

Eunji menyeka air matanya,mengontrol nafasnya dan mulai berbicara, “Sejak aku berbaring dan dalam kondisi koma, aku selalu mengusik kalian, maafkan aku, aku tidak tau harus meminta tolong pada siapa, iblis itu mengurungku, menyiksaku, membuatku tertekan, yang ia inginkan adalah oppa, ia menginginkan tubuhnya, ia menjatuhkan pilihan itu padanya dan membuatku menjadi alat pancingnya, dan kini ruhnya belum dapat kembali, aku yakin makhluk itu menahannya.” Soojung mengusap pucuk kepala Eunji lembut, membuat surai coklat gadis manis itu bergerak pelan.

“Kami akan membantu mengeluarkan Jinhwan bagaimanapun caranya, kau tidak perlu bersedih, dan kawan-kawan ini alasanku lancang menghentingkan event ini, sayangnya ini sudah terjadi maka kita perlu mencari solusinya, Jinhwan kan teman kita, dan kita perlu campur tangan soal masalah ini.”Soojung menghela nafas berat, bahkan ia tak menemukan setitik pun cahaya terang dalam pikirannya, buntu, ia berharap ada sgelintir teman yang menyarankan ide brilian, setidaknya mencoba, dan yah, disemua masalah pasti ada solusi.

“Ekhem, boleh aku mengajukan ide?”Jongdae angkat bicara, ia agak ragu dengan pengajuan ini, karena sebelumnya ia tak pernah mengatakan hal semacam ini, ini rahasia keluarga, tapi apa boleh buat, ia harus membuka kedoknya untuk menyelamatkan Jinhwan.

“Selalu.”Soojung tersenyum simpul.

“Aku bisa membuka jalan astral jika kau mau.”Semua mata tertuju padanya, menunjukan sebuah tanda tanya besar atas perkataan tersebut.

“Maksudmu?”Seokjin menautkan alisnya, lagi-lagi terkejut akan situasi yang sedari tadi dihadapi.

“Em, well yeah, aku dapat memasukkan manusia pada dunia astral, ini biasa dilakukan untuk mencari para pemimpi yang tersesat dan tak tau arah jalan pulang.”Jelasnya singkat, dibarengi anggukan mantap Soojung.

“Seperti difilm insidious bukan?”Soojung memastikan.

“Tepat sekali.”ucap Jongdae.

“Itulah yang kualami, tolong masukkan aku kembali kedunia itu, aku harus menyelematkannya.”Pinta Eunji.

“Jangan gegabah begitu, kondisimu bahkan belum baik,bisa saja malah kalian berdua terperangkap disana, bibirmu pucat, kau juga keliatan sangat lelah biar aku saja.”Soojung menelan salivanya menetralisir kembali perkataannya. Apa benar aku bisa? Apa aku tidak salah dengan pengajuan diri ini? Soojung membatin resah.

“Aku akan menemanimu.”Seokjin tersenyum simpul meraih bahu Soojung.

“Tapi maaf, aku hanya dapat membukakan satu jalur dan hanya diperuntungkan untuk satu orang saja. Ilmuku belum setinggi itu.”Taehyung membulatkan mata mendengar perkataan sahabatnya. Bagaimana bisa lelaki kuper satu ini memiliku kekuatan super? Taehyung membatin masih menganga.

“Kalau begitu aku saja, cepat Jongdae, aku khwatir terjadi apa-apa dengannya.”eunji menautkan tangannya pada tangan Soojung, “Terimakasih unnie.”Soojung hanya menjawab dengan anggukan. Sejujurnya ia benar-benar meragukan keputusan ini, tapi apa boleh buat.

“Kurasa kalian semua harus keluar, kita sterilkan ruangan ini, kumohon yang lain jaga diluar, aku butuh ketenangan untuk membuat lingkaran astral.” Semua menganguk dan segera pergi, mereka tak mampu berkata apa-apa. Terheran akan situasi aneh ini, dan takjub akan kemampuan tersembunyi Jongdae.

“Soojung berbaringlah didekat Jinhwan, jika lingkaran sudah terbentuk kau akan tertidur dan terlepas dari tubuhmu, aku hanya dapat melakukan ini sekali dalam satu waktu, kuharap kamu berhasil. Lingkaran astral akan menjaga tubuh kalian agar tidak dapat dimasuki oleh makhluk apapun. Kau harus relax, jangan panik dan takut.”Jongdae mengakhiri perkataanya, segera Soojung menurut dan berbaring didekat tubuh Jinhwan. Eunji menatap Soojung penuh rasa terimakasih, bahkan ia tidak tau harus berterima kasih dengan cara apa. Jongdae memperbolehkan Eunji dan Seokjin tetap berada diruangan, karena mereka adalah orang terdekat Soojung dan Jinhwan, Jongdae beropsi, orang yang dekat dan dapat menenangkan hati orang didekatnya dapat membuat arwah yang tersesat kembali melalui perasaan hangat yang akan menuntunnya.

“Kau siap?”Tanya Jongdae, disauti anggukan Soojung. “Jangan pergi terlalu jauh, mimpi itu memiliki lapisan dimensi kau bisa terjebak kedimensi lain, berhati-hatilah.”Jongdae memperingati.

“Berhati-hatilah, aku percaya kau pasti bisa. “Seokjin tersenyum memandang dua manik mata Soojung yang kini terlihat resah.

“Baiklah kita mulai.”

Soojung merasa kepalanya sedikit berat, seperti terantuk benda keras. Kini ia terbangun dan segera membulatkan mata melihat tubuhnya sendiri terbaring ditemani Jongdae yang tengah memejamkan mata berfokus mempertahankan lingkaran astral.

“Jalan terus, jika kau berada di ruang hitam pekat, yang perlu kau lakukan hanya berjalan lurus.”bisikan itu menulusup kekuping Soojung, suara khas nyaring milik Jongdae.

Aku harus cepat, Soojung membatin. Ia tak tau harus kemana, yang ia perlu lakukan sekarang adalah mencari Jinhwan dan membawanya pulang. Soojung berlari kecil, ia tak lagi berada dikelas tempat tubuhnya berada, ia berlari kearah yang tak menentu, anehnya suasana semakin gelap, bahkan tak lagi ada cahaya, persis seperti perkataam Jongdae. Situasi ini pernah Soojung alami, ya, ketika ia mendapati pintu merah itu.

Soojung tak sendiri, ia benar-benar tak sendiri, disebelah kanannya, kirinya, dibelakangnya, banyak sekali makhluk yang Soojung tak ketahui jenisnya. Ketakutan? Soojung rasa ini bukan waktu yang tepat untuk mengkhawatirkan itu, asal mereka semua tidak membahayakan, Soojung rasa tak apa.

Nafasnya tersenggal-senggal ia merasa sangat lelah, berlari bukanlah kebiasannya, apalagi hobinya. Detik itu juga, ketika Soojung tengah berhenti sejenak melepaskan peluh, terdengar suatu suara derap langkah mendekatinya, ruangan hampa gelap ini menghembuskan angin semilir yang membuat bulu kuduk Soojung menegak.

“Siapa disana?”Soojung mulai resah.

Derap langkah itu terdengar semakin dekat, sangat dekat. Soojung mengempulkan seluruh keberanian yang ada dan segera menoleh kebelakang. Syukurlah tidak ada apa-apa, Soojung bernafas lega. Ia kembali menoleh keposisi semula, dan terperanjak hingga tersungkur ketanah.

Parkercrane

Sosok makhluk astral tepat ada didepan wajahnya, menarik ujung sudut bibirnya, membentuk senyum yang sangat lebar, dan mampu membuat Soojung terpental. Sosok itu terus mendekati Soojung yang terus menyeret tubuh mungilnya menjauh. Soojung rasa kakinya terkilir.

“ja, jangan mendekat, apa maumu?”Ia mengumpulkan nyali yang tersisa, dan menanyakan sepatah kalimat tersebut dengan getaran disetiap hurufnya, memancarkan ketakutan yang tengah menyerang Soojung hingga ubun-ubun kepala.

Sosok itu meredam senyum yang awalnya membuat Soojung terkejut, lalu sosok wanita bergaun hitam itu memasang wajah murung, ia menyeret gaunnya mendekati Soojung. Soojung terus menjauh kala sosok itu mendekatinya.

“Apa yang kau inginkan? Jangan mendekat..”Degup jantung gadis itu belum juga terbenahi, masih dengan ritme dentum kencang, ia mencoba bernafas tenang. Sungguhlah sulit bagi Soojung untuk bernafas, rasanya ada sesuatu yang mencekat ditenggorokan membuat karbon dioksida dalam tubuh terus berputar menghimpit oksigen masuk.

“Apa salah, aku ingin berkenalan?”Suaranya lantang seperti sosok lelaki tua, wajahnya menyeramkan, bahkan ia berbicara seakan sangat membenci sosok manusia dihadapannya.

Soojung mencoba tenang, ingat kata Jongdae, aku harus tenang, tenang Soojung tenang, ia hanyalah sosok makhluk tidak bernyawa. Soojung memberanikan diri untuk berdiri dan mengulurkan tangannya, pikirannya buntu, satu-satunya cara adalah memperlakukan semuanya seperti layaknya memperlakukan manusia.

“A, Aku Soojung, tadi kau mau berkenalan bukan?”Soojung bahkan tak berani menatap mata hitam pekat dihadapannya yang menatapnya intens penuh makna.

“Yeah, kalau kau mau menjabat tanganku, aku sangat senang, dan kau tak perlu tau namaku. Cukup panggil aku Bride.”Intonasi itu membuat bulu kuduk Soojung kembali berdiri untuk kesekian kalinya.

Tangan renta berkeriput dengan jari hitam berukuran sangat panjang mencengkram tangan Soojung dan membuat gadis itu segera menarik tangannya paksa dan memanjatkan doa-doa.

“Kau menyesal bukan mengajakku berjabat tangan?”Soojung hanya bungkam.

“Mencari Jinhwan?”Kalimat singkat itulah yang membuat Soojung memberanikan diri menatap dua manik intens dihadapannya,menautkan alis dan angkat bicara, “Bagaimana kau tau?”

Apa semua makhluk didunia astral ini mengenal Jinhwan? Apa mereka semua mengincar Jinhwan? Kekhawatiran Soojung semakin memuncak, bahkan pikirannya seakan berlari-lari mengeruk logikanya dalam-dalam.

“Aku bukan makhluk jahat, aku hanya terlihat jahat. Oh ya, aku akan membantumu menemukan Jinhwan, tapi ada syaratnya.”Sosok itu mengeluarkan kunci perunggu dari balik gaun hitamnya.

“Apa syaratnya?”

“Kau tau pintu merah, ruang merah, dan hantu merah itu? Pasti kau tau.”Soojung mengiyakan dengan anggukan singkat. “Kau harus mengunci ruangan itu, sosok merah itu adalah iblis yang menghancurkan mimpi semua makhluk didunia astral, memimpin seenaknya, membawa manusia, dan menyeret para pemimpi yang tersesat.”Jelasnya.

“Bagaimana cara aku menemukan pintu merah itu? Apa Jinhwan ada disana?”

“Em, kurasa begitu, tapi jangan sampai kau tinggalkan Jinhwan diruangan itu dalam keadaan terkunci, jadi ingat selamatkan lelaki itu, dan baru kau kunci, soal pintu merah, aku akan mengantarmu. Ingat kata Jongdae? Lurus…”Sudah cukuplah Soojung terkejut, kini ia pun mengetahui nama temannya Jongdae, yah mungkin dia tau semua nama silsilah keluargaku, gurau Soojung untuk menyirnakan rasa tegang.

“Baiklah terimakasih.”

Sosok pria berbusana pengantin itu memberikan kunci pada Soojung. Kala ini Soojung sudah mulai merasa tenang dan nyaman berada didekat sosok makhluk ini. Setidaknya ia tak berniat jahat, malah berbalik membantunya.

“Apa aku boleh bertanya?”Soojung memberanikan diri, masih dengan getaran disetiap inci katanya.

“Tentu.” Suaranaya tertekan, seperti tengah tercekik.

“Eum, apa ada kemungkinan, jika aku tidak berhasil kembali kedalam tubuhku, akan ada makhluk lain yang menetap disana.”

“Sangat mungkin, tapi kurasa temanmu Jongdae tak akan membiarkan lingkaran astral goyah, yang kau perlukan adalah mempercayainya.”Ungkapnya tersenyum lebar.

Soojung menarik nafas dalam-dalam, berangan bila saja hal itu benar terjadi. Apa jika aku tidak kembali, arwah kuterperangkap disini dan disiksa persis seperti Eunji? Ia bergidik ngeri, menakuti hal apa yang akan dia alami di waktu dekat ini.

“Yang perlu kau lakukan hanya percaya, berani, kau harus menyelamatkan lelaki itu, dan membayarkan janjimu padaku. Jika tidak, aku yang akan mendekapmu disini, atau aku akan memasuki tubuhmu, hahahaha”Sosok itu menatap Soojung penuh harap ketika pintu merah telah bersanding ditengah mereka. Soojung menelan saliva susah payah akibat perkataan bride.

“Lalu apa yang akan kamu lakukan?”Tanya Soojung.

“Menunggu.” Dan kala itu sosok hitam yang sedari tadi menemaninya hilang bak kepulan asap.

Kini gadis bersurai cokelat itu sendiri, mengatur nafasnya yang tidak karuan. Degupan jantungnya terasa sangat kencang membuat kupingnya mendingin, kengerian itu mulai menyuruak dalam diri Soojung

Apa bila Jinhwan tidak berada diruangan ini, maka apa yang terjadi padaku, bagaimana kalau aku yang malah terjebak disini. Kalimat itu terpampang diotak Soojung dengan sangat jelas,tarikan nafas beratnya mengakhir kebimbangan itu. Ia menarik gagang pintu merah itu dengan gerakan cepat. Merah, semuanya, ruangan ini dipenuhi interior merah, proporsi sedang, beraroma bunga mawar.

Soojung mengedarkan pandangan keseluruh penjuru ruangan, mencari sosok Jinhwan. Ia melangkahkan kakinya ragu. Tepat disamping lemari kayu pinus tertunduk seorang laki-laki, berseragam persis sepertiku, kuharap ia Jinhwan.

“Jin, Jinhwan….”Lelaki yang menunduk merasa nama nya disebut, tapi ia berpikir dua kali untuk menengadahkan kepalanya untuk melihat siapa yang memanggil namanya.

“Apa kau Jinhwan?”Soojung kembali bertanya dan mulai mendekatkan diri pada lelaki yang ia terka sebagai Jinhwan.

Jinhwan memutuskan untuk mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang memanggil namanya, ia menerima resiko apapun itu. Baru sekitar 5 menit yang lalu, tubuhnya diseret paksa oleh makluk merah mengerikan.

Saat dirumah sakit, makhluk itu memaksa Jinhwan memberitahukan dimana tubuhnya, tapi Jinhwan bersikeras bungkam, bahkan ia berucap “Aku tak akan membiarkan seseorangpun masuk kedalam tubuhku, apalagi iblis hina sepertimu! Aku lebih memilih bungkam didunia astral ini.” Kalimat itu membuatnya harus terseret menahan pedih dan diikat diruangan yang ia tidak tau menau sama sekali.

“K..Kau Soojung?”Jinhwan terbelak melihat sosok didepannya, Soojung tak kuasa menahan air mata dan segera menghamburkan pelukan hangat pada sosok lelaki yang ia cintai.

“Bagaiman kau bisa disini?”Kedua mata itu bertaut, menyiratkan kekhawatiran yang sedari tadi Soojung bendung.

“Aku bersyukur kau baik-baik saja Jinhwan-ah, kita harus segera keluar dari sini, yang jelas aku kesini untuk menyelamtkanmu.”Senyum simpul itu menyirnakan setidaknya sedikit rasa takut yang baru saja Jinhwan alami.

“Bagaimana kau bisa berada disini?”Kembali Jinhwan bertanya.

“Itu bukanlah hal yang penting, yang terpenting sekarang adalah, kita kembali dengan selamat.” Soojung berdiri dan memberikan tangannya untuk Jinhwan. Segera ia gapai dan berjalan keluar dari ruangan serba merah itu. Ah sampai lupa, benak Soojung.

“Apa yang kau lakukan.”

“Mengunci pintu, seorang makhluk memberikan ku ini, iya bilang ini dapat mengunci makhluk merah menyeramkan itu juga.” Jelasnya setelah usai menguncinya.

“Bagaimana bisa kau mengunciku kalau aku saja tidak berada didalam ruangan itu.”

Suara itu, berat tertekan, hingga mampu membuat daun kuping Soojung bergidik nyeri. Suara yang menit lalu membuat dada Jinhwan berdegup tidak karuan, yang menit lalu menyeret Jinhwan. Makhluk itu datang.

“AAAAA.” Terpotong. Jinhwan menoleh kebelakang dan menatap Soojung hangat.

“Ssst kau tak perlu takut dan berteriak, aku disini, menemanimu, dan menjagamu, kita pasti bisa melewati ini, manusia lebih kuat dari makhluk tidak bernyawa.”Ucapnya diakhiri anggukan mengerti Soojung.

“Muak. Manusia memang bodoh, bagaimana bisa mengunci arwahku padahal aku tak ada didalamnya!”Suara itu, meledek, keras dan terdengar menggema di kuping kedua manusia didepannya.

“Apa yang harus kita lakukan?? “ Lirih Soojung kebingungan.

“Masuk kedalam ruangan, lalu kunci. Mengerti? Dalam hitungan ke 3.”Bisik Jinhwan.

Mereka berdua melangkah mundur untuk meraih gagang pintu. Sialnya mahkluk itu ikut melangkah seiring gerak mundur. Tepat, kini Soojung sudah memegang gagang pintu serta memasukan kunci kelubangnya, makhluk itu tak dapat melihat hal yang Soojung lakukan akibat terhalang tubuh Jinhwan.

“1……..”Makhluk itu menautkan alis tipisnya yang bahkan hampir tak terlihat.

“2……..”Soojung menelan Saliva.

“3!” BRAKKK

“Manusia Brengsek!”

Kata itu terdengar samar, Soojung membuka matanya dan megulur nafas lega menjatuhkan tubuhnya kelantai.

“Soojung-ah kau tak apa?”Jinhwan kaget melihat Soojung yang langsung terkulai lemas dilantai yang kini menyautinya dengan anggukan.

“tak apa.”

Syukurlah makhluk itu kini tengah berada diluar menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Sedangkan Jinhwan dan Soojung harus mencari cara untuk keluar.

“Kita tak mungkin terus berada disini bukan.”Frustasi Soojung memeluk kakinya.

“Ya… tentu saja.”Jinhwan berucap asal menenangkan Soojung.

BRAK BRAK BRAK

Makhluk itu kini lelah menunggu dan menggedor keras pintu dengan kakinya. Soojung merapatkan jaraknya dengan Jinhwan, kini ia sangat ketakutan, bahkan ia tengah menahan tangisnya, ia menyesali keputusannya, tapi setidaknya ada Jinhwan di sampingnya, opsi Soojung terisak.

Ditempat lain, Jongdae membuka matanya, mengedarkan pandagan pada dua wajah yang tengah melihatnya intens. “Genggam tangan mereka.” Eunji dan Seokjin menurut. Jongdae merasakan suatu hawa yang mencekik dibatang tengorokannya.

Genggaman tangan kedua orang yang menyayangi mereka menurunkan ketakutan Soojung dan Jinhwan yang awalnya menegak, hangat, itulah yang mereka berdua rasakan.

“Mereka dalam bahaya. Mereka tak dapat kembali kesini.” Kalimat itu membuat air mata Eunji kembali tumpah.

“Oppaaaaa, jebal kembalilah….”Eunji menggenggam erat tangan Jinhwan sambil terus menangis, dan Seokjin terpana melihat sosok perempuan didepannya yang selalu menyinari harinya, yang selalu menghangatkannya, yang sangat ia cintai. Apa jadinya bila kau tak lagi menyinari hariku? Seokjin membatin sesak.

“Apa tidak ada cara lain? Mereka bisa kembali kan?”Notasi Seokjin meninggi, kekhawatiran dan panik kini bercampur.

Jongdae menarik nafas, membuka jalur astral bukanlah hal yang mudah, itu sungguhlah melelahkan. “Ada. Tetapi…”

“Tetapi apa?”Seokjin terus mendesak Jongdae

“Ia harus berkorban sebentar.”

“jelaskan padaku! Aku akan menyelamatkan mereka! Bagaimanapun caranya.” Jongdae menelan saliva mendengar keputusan Seokjin.

“Baiklah, kini aku berada di mata Soojung. Mereka terkunci diruangan berproporsi sedang mencari cahaya terang untuk kembali. Aku akan meletakkan arwahmu disana Seokjin, namun kau tidak dapat dilindung lingkaran astral, aku tak bisa menahan dua orang sekaligus, kau akan kukirim dengan lilin. Ketika lilin kunyalakan, kau akan terkirim ke tempat dimana Soojung dan Jinhwan berada, maka ketika itu, kau harus merelakan mereka pergi lebih dahulu.”Seokjin mengangguk, ia sudah bulat dengan keputusan ini, bagaimana pun resikonya.

“Soojung masih terikat janji, ia harus mengunci pintu itu. Maka kau harus merelakan diri, memancing perhatiaan makhluk yang ada disana dan menerima apapun perlakuan yang makhluk itu berikan kepadamu. Kala itu Jinhwan dan Soojung akan kembali dan mencari jalan pulang, dan kamu akan terkunci didalam bersama makhluk itu, dan akan kembali jika lilin ini sudah habis. Maka, kau harus bergerak cepat sebelum lilin ini habis dan menunggu jika lilin ini tidak kunjung habis. Kuharap kau adalah orang yang berani dan tegar akan kepercayaan tuhan, dengan itu makhluk manapun akan susah masuk kedalam tubuhmu. Oh ya, jika mahkluk itu menyakitimu, membuat tubuh mu memar, atau bahkan parahnya menusukmu dan melukaimu lebih dalam, ingat manusia bernyawa selalu lebih kuat, luka itu tak akan terjadi sungguhan kala kau siuman, mungkin hanya sedikit nyeri.”

“baiklah aku akan melakukannya. Aku akan menerima resiko apapun itu”

Eunji menggambil sebuah lilin disudut kelas dan meberikannya kepada Jongdae.

Seokjin berbaring disebelah kedua temannya, menarik nafas dalam-dalam, ia rela mengorbankan dirinya untuk Soojung, untuk kebahagian Soojung, merelakan Soojung dengan Jinhwan.

“Siap?”Seokjin mengangguk.

Menyala.

“Seokjin!” Panggilan dengan notasi terkejut itu yang membuat Seokjin membuka matanya.

“Soojung! Jinhwan!” Seokjin begitu senang melihat kedua sahabatnya dalam kondisi baik-baik saja, ia ingin memeluknya, tapi Seokjin tau ini bukan waktunya, yang utama, mereka berdua selamat.

“Baiklah tidak ada waktu lagi. Kalian buka pintunya dan aku akan berdiri didepan pintu memukul makhluk apapun itu, dan kalian harus segera keluar dan mengunci pintu, carilah tubuh kalian.”Seokjin mengakhirinya dengan senyuman.

“lalu bagaimana denganmu?”Khawatir Soojung.

“Aku akan menetap sebentar diruangan ini.”Jelas Seokjin kembali tersenyum.

“bagaimana caramu kembali?”Jinhwan ikut khawatir.

“Aku hanya tinggal menunggu lilin itu habis.”

“lilin? “

“Ah sudahlah, lakukan saja.”Seokjin bangkit dari posisinya, dan menarik naas.

“Bagaimana jika ia menyakitimu Seokjin?”Jinhwan bertanya lagi.

“Yang jelas aku tidak akan mati.”Soojung menangis mendengar itu.

“Bukan waktunya Soojung, cepatlah.”

Ketiga sahabat itu memposisikan diri mereka, Seokjin diambang pintu siap melempar sebuah gelas kearah makhluk itu, sedangkan Jinhwan dan Soojung berada disisi pintu untuk sigap berlari.

Soojung memasukn kunci dilubangnya, memutarnya perlahan dan membuka pintu itu cepat.

“Hey iblis bajingan, kemari jika kau punya nyali!”Seokjin agak terkejut setelah melemparkan gelas itu, makhluk yang ia pikirkan tak semenyeramkan ini tapi bukan saatnya untuk menjadi takut.

Sosok merah itu membulatkan matanya, tanduknya teracung jelas, makhluk itu segera melangkahkan kakinya cepat masuk kedalam ruangan . Ketika sosok itu telah melewati ambang pintu, dengan cekatan Soojung dan Jinhwan berlari keluar dan menutup pintu, dan menguncinya. KLEK

“SEOKJINNNNNNN……” Soojung berteriak histeris, kala itu Seokjin tengah dicengkram kerahnya, dan memasrahkan apapun yang akan terjadi padanya.

“Soojung… ia akan baik-baik saja, kita harus percaya padanya. Sekarang kita harus mencari tubuh kita .” Ujar Jinhwan menenangkan Soojung.

“Baiklah ayo epat, kita harus segera menyelamatkan Seokjin, Jongdae pasti tau soal lilin itu, pasti Jongdae yang mengasumsikan cara ini.”

Mereka berdua berlari dan terus berlari. Kegelapan mulai hilang, tiap tapakan kaki mereka memudarkan hitam yang tadi mereka pijak.

“Sialan! Ulahmu membuatku terperangkap selamanya.”

Sosok menyeramkan itu mengejar tubuh kecil Seokjin yang kini berlarian memutari ruangan menghindari pukulan sosok itu. Ia berlari terseok-seok, menahan sakit pukulan yang tadi tepat menghantam didadanya sangat kencang, terasa seperti paru-parunya runtuh. Makhluk itu siap melayangkan sofa merah, Seokjin tertunduk diujung ruangn.

Aku terima, apapun resikonya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Soojung terbangun dengan berteriak, begitupun Seokjin.

“OPPA!!”Eunji menghamburkan pelukan ketika melihat Jinhwan yang bangun dari tidurnya, bukan main hatinya sangat senang.

Disisi lain, Soojung menangis melihat sosok Seokjin masih terbaring tak sadarkan diri disebelahnya.

“Jongdae….. Kenapa Seokjin tak juga kembali?” Isak tangis membuat perkataanya tersendat.

“Kita harus menunggu lilin ini habis..” Jongdae menunduk sedih.

“Apa yang sekarang terjadi dengan Seokjin??!!!”Soojung kini sangat mengkhawatirkan keadaan Seokjin.

“I… Ia dalam keadaan kurang baik. Makhluk itu menyiksanya.”Jelas Jongdae di hiasi raut wajah sedih.

Tangisan Soojung tak juga kandas, Seokjin dan Eunji turut bersedih.

“Eonnie, kamsahamnida telah menolong Jinhwan oppa, aku minta maaf karena Seokjin oppa juga belum kembali.”

“Soojung terimakasih banyak… Aku tidak tau bagaimana harus berterimakasih padamu.”

“Kalian tidak perlu berterimakasih padaku, berterima kasihlah pada Jongdae dan Seokjin.” Soojung menyeka air matanya.

Lilinnya. Habis.

“SEOKJINNN!!!!!”

EPILOG

“Eunjiiii~ ini ice cream untukmu..” Seru Seokjin menyerahkan secone ice cream untuk Eunji, yang disauti senyuman oleh gadis itu.

“Nanti, mau pulang dengan oppakan?”Seokjin melirik genit kepada gadis disebelahnya.

“Selalu..”Sahut Eunji riang.

“Yak! Yak jangan menggoda adikku, dia tidak mau berpacaran dengan namja badung sepertimu Seokjin!”Sorak Jinhwan yang tiba-tiba datang dengan Soojung.

“Hey, ini impas! Kau merebut Soojung dariku. Relakan eunji untukku PABO!” Sungut Seojin kepada empu suara yang tadi meneriakinya.

“Hahahah iya, iya… Tapi lihat, aku tak mau kau memberikan makanan yang ternodai daric acing dijari-jarimu yang panjang dan hitam itu! Segeralah potong kuku pabo! Sebelum Eunji masuk rumah sakit karena menderita cacingan!”Gurau lelaki yang tengah menggenggam pergelangan Soojung, yang disauti anggukan bisu dari Seokjin.

“Ekhem, SoojungJinhwan, boleh minta waktu sebentar?”Jongdae menelusup masuk diantara mereka.

“Tentu.”

Keduanya berjalan beriringan mengikuti Jongdae kearah kelas, ketika sampai disebelah ambang pintu, Jongdae menatap mereka berdua dengan intens.

“Yak! Ada apa? Kau terlihat menyeramkan babo-ya!”Olok Soojung.

“Ingat kejadian 8 bulan lalu? Menjelajahi dunia astral?”

Jinhwan menghela nafas dalam.

“apa harus dibahas lagi?”Tanyanya jenuh.

“Sangat dan harus. Aku melupakan sesuatu.”Ia tertunduk menyesali kelalaiannya sebagai para normal.

“Wae?”

“Seokjin…. Apa kukunya hitam dan panjang, tidak sewajarnya seorang manusia?”

“Mwoya? Sebentar, aku baru tadi membahasnya, dan ya, itu agak terlalu panjang dan runcing untuk seseorang manusia.”Jelas Seokjin diangguki Soojung.

Jongdae menelan salivanya susah payah. “Ia… Bukan Seokjin.”

fin

Anyyeong reader sekalian, mau cipika cipiki bwahaha, thanks banget buat kalian yang udah ngikutin ff berantai satu ini nde ^^ uuuhhh seneng banget bias nimbrung sama senpai-senpai author, cause sinhyokan gak banget kalu nulis ff, apalagi horror, ramudeng lah, ramudeng, angkat kaki sajah. Tapi karena ini ff berantai maka aku mengerahkan semua tenagaku /eak eak eak/ sooooo guys! Jangan lupa comment, maaf endingnya jadi berantakan gak jelas begini XD karena bored sama happy ending dan sad ending jadi endingnya kugantungin aja nde jangan timpuk akuuuu, mianhaeyooo TAT

Advertisements

12 thoughts on “1st Anniversary – Mysterious Event [End?No.] (Chapter 4 – END)

  1. Wahh… Sinhyo kau sudah menggantungku karena cerita ini. Tapi kuakui q merinding yg baca apalagi pas si iblisnya muncul. Senangnya Tim 2 yang sekarang menjadi tim 1 bisa menyelesaikan ff berantai ini. Gomawo untuk Hana, Mey Kim dan Sinhyo yang sudah bekerjasama dengan author baru ini. Maaf jika awal cerita yang kubuat membuat kalian kesusahan. GOMAWO SEMUANYA……..

    • KAK CHUNNI MIANHAE ENDNYA BEGINI AHHH TAT, amasa sih? ini pertama kali aku bukan genre horror, kumerasa ini hancur sangad astagaaaa XD tapi makasih senpainim, yeyeyey iyaaa sama2 makasih jug kak chunni udh buat first part yang seru abizzz, dan gak bingung kok, emang dasarnya sinhyo yang dodol bwahha, makasih kak hana, kak mey kim jugak 😀 we already work hard hihi jadi belajar banyak dari kalian… GOMAWO SEMUANYA.. ❤ YEYY WE DID IT HOORAY!

  2. NJIR KENAPA GAMBARNYA 😑😑😑 aku paling takut hantu ituu DX . Hantu pengantin hergh -_- eh tapi seokjin gak kembali 😦 aigoo 😥 . Adain lagi kayak insidious 2 XD . Jujur pertama baca ini udah kayak insidious dan aku selalu percaya film itu nyata heuh -_- eh tapi yang ketiga gak terlalu serem X) #curhat. Overall ini bagus kok XD tapi aku gk mudeng, yang jongdae manggil ._. Dia manggil seokjin sm soojung, tapi dia ngomongin kukunya seokjin itu pake kata “kukunya” bukan “kukumu” terus yang ngomong “dia bukan seokjin” kan seokjin ada didepan jongdae, kenapa gak ngomong “kau bukan seokjin” ? Eh aku bingung bhaks XD tapi ini bagus kok hehe

    • BWAHAHA MAAPKAN AUTHOR HINA INI /sujud/ maafkan dirikuh, iya sih emg rada serem, iya emg dari chap 1 yg buat Udh terinspirasi sama insidious dan dilanjutin terus kayak insidious ekkekekk, IYAA yg ketiga gak serem sama sekali disbanding 1 sama 2 /lahh ikutan curhat-_-/
      WAHHHHH GOMAPTA aku tuh bener2 ketuker jinhwan ama seokjin, dah kubenerin Makasihhhh banget, Tampa mu apalah dayaku, jadi seharusnya sijongdae itu manggil soojung sama jinhwan 😀 ihihihi sekalai gomawoo Muach muach?

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s