[Ficlet] My Eden ~Songfict EXO Angel~

My Eden

Title : My Eden || Author : Arra Cast : Byun Baek Hyun EXO as himself | Kim Hana as OC|| Leght : Oneshoot || Genre : Fantasy || Rating : General || Desclaimer : Nama cast hanya memijam saja, kecuali OC. Cerita ini tidak bermaksud mengubah karakter aslinya. Karena ini hanya fiktif belaka. Tolong tinggalkan jejak setelah membaca. Pernah di post di fb. FF ini adalah songfict dari lagu EXO – ANGEL (INTO YOUR WORLD)

=HAPPY READING=

Semua telah terbawa oleh angin lembut masuk ke dalam dunia Kim Hana. Kebaikan maupun keburukan sudah didapatkan. Hana tengah berjalan di keramain Kota Seoul dengan tongkat kecil menjadi penunjuk arah. Sebagai gadis buta, ia memiliki ingatan yang kuat. Otaknya cukup hafal daerah sekitar tempat tinggalnya.

Hana mempercepat langkah kakinya, karena mungkin ia sudah ditunggu oleh seseorang. Di ujung jalan ini ada rumah megah dengan perkarangan luas. Namun, tempat itu sangat sunyi baginya. Langkah kakinya menjadi sedikit lamban, karena ia membawa makanan kesukaan Angel yang cukup berat.

Mungkin bagi Hana sendiri, kehidupannya tidak berarti lagi karena kebutaan yang dialami beberapa tahun lalu. Tetapi, bagi seseorang yang biasa hidup sendiri, Hana sangat berarti. Bahkan orang itu merasa terlahir kembali sebagai anak kecil yang tidak tahu apa-apa, saat menatap mata teduh Hana.

 

“Kau membelinya lagi?” tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dan berjalan selaras dengan Hana.

“Eoh? Hm, aku membelinya lagi. Angel sangat menyukai ini,” sahut Hana seraya berhenti berjalan dan meraba-raba udara untuk mencari orang itu.

“Aku di sini,” ujar orang itu yang memegang tangan Hana untuk berhenti meraba.

“Baekhyun-ah,” panggil Hana.

“Hm, ada apa?” sahut Baekhyun seraya berjalan menuntun Hana.

“Kau tiba-tiba saja datang dalam hidupku dan selalu di sampingku. Setiap waktu aku selalu bertanya, kau berasal dari mana?” tanya Hana dengan polosnya.

“Itu rahasia. Kau tidak boleh tahu,” ujar Baekhyun seraya tersenyum hangat pada Hana.

“Mengapa aku tidak boleh tahu?” tanya Hana lagi.

“Aku tidak ingin kau tahu dari mana aku berasal. Berada di sampingmu adalah hal terindah untukku. Aku ingin terus seperti ini selamanya, maka semua jalan dan kehidupan yang kita lewati akan menjadi surga.”

Hana terkekeh mendengar jawaban Baekhyun. “Apa tadi kau mencoba merayuku?” tanya Hana dengan ukiran senyum yang indah.

 

.

.

“Aku sungguh sudah terperangkap dalam pesonanya. Bahkan keindahan Sang Malaikat [Michael] terkalahkan olehmu. Seandainya aku bisa menjadi orang seperti itu, maka duniamu adalah surgaku.”

.

.

 

Baekhyun hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari Hana. Kepolosan gadis inilah yang berhasil membuat Baekhyun terjatuh dalam dunia baru. Ia begitu ingat saat pertama kali melihat gadis ini menangis sendiri dalam kegelapan malam. Ketika bulan dan bintang saling berebut untuk menghiasi langit, tetapi kepedihan berlomba datang pada Hana.

.

.

.

Malam itu, Baekhyun tengah mengelilingi angkasa seperti malam-malam kemarin. Merentangkan sayap dan melihat dunia manusia dari atas tanpa ada hal yang menarik. Tetapi saat Baekhyun melihat Hana bersedih, tiba-tiba saja tubuhnya menjadi kaku dan tidak bisa berucap sama sekali. Tanpa pikir panjang ia turun dan berdiri di hadapan Hana, gadis itu tidak tahu kehadiran Baekhyun karena kebutaannya. Tepat saat itu, Baekhyun seperti orang yang berdoa agar Hana tidak terlalu lama tersiksa dalam lembah keputus-asaan.

“Hey, mengapa kau bersedih?” tanya Baekhyun seraya duduk berjongkok di hadapan Hana.

Hana mendongakkan kepala. “Siapa yang bertanya padaku?” sahut Hana kebingungan.

“Aku, di depanmu,” ujar Baekhyun.

“Aku tidak bisa melihatmu,” ucap Hana.

“Oh, maaf.”

“Tidak apa-apa. Ini memang hidupku, gelap dan sunyi. Bahkan semua orang berbalik pergi meninggalkanku,” sahut Hana kembali menangis.

“Janganlah menangis,” ujar Baekhyun seraya menghapus air mata Hana.

Gadis ini terdiam saat sentuhan jari Baekhyun terasa oleh kulit wajahnya.

“Mulai sekarang, biarkan aku berada di sampingmu dan melangkah bersama denganmu. Jadi janganlah bersedih hati mulai sekarang.”

.

.

.

Baekhyun berhenti melangkahkan kaki saat mereka telah sampai di rumah Hana. Inilah yang dilakukan Baekhyun untuk Hana. Malaikat ini hanya bisa memberitahu keberadaannya pada Hana, tidak untuk orang lain.

“Sudah sampai. Cepatlah, kau harus memberi makan pada Angel, sepertinya dia kelaparan. Lagipula aku harus pergi,” ujar Baekhyun yang sudah mengeluarkan sayap dari punggungnya.

“Tunggu, kau jangan pergi dulu. Ada yang ingin kutanyakan,” sahut Hana seraya menggenggam pergelangan tangan Baekhyun, menyebabkan ia tidak bisa pergi begitu saja.

“Apa yang ingin kau tanyakan.”

“Mengapa malam itu kau tiba-tiba muncul di hadapanku? Lalu, kapan aku bisa melihatmu?”

“Ini seperti permulaan saat aku pertama kali menginjakkan kaki di taman Eden. Kau seperti sebuah sinar kehidupan yang kutemukan saat kepedihan datang padamu. Meskipun ini konyol, aku tidak akan pernah menyusahkanmu. Sebaliknya, aku ingin selalu bersamamu walaupun ada badai menerjang. Melindungimu sekuat yang kubisa, jadi jangan tanyakan lagi mengapa aku datang ke dalam hidupmu. Lalu, kapan kau akan melihatku? Biarkan waktu yang akan menjawabnya. Sekarang, cepatlah masuk. Aku harus pergi,” ujar Baekhyun kemudian melepaskan genggaman tangan Hana dan melesat terbang menuju angkasa.

“Baekhyun-ah, aku benar-benar masih bingung denganmu. Siapa kau,” gumam Hana.

 

Ia pun kembali melangkah bersama tongkat kecilnya. Terdengar gonggongan  anak anjing.

 

“Benar kata Baekhyun. Kau sudah lapar, Angel,” ujar Hana seraya meraba untuk mencari anjing kecilnya. Seolah mengerti pemiliknya tidak bisa melihat, Angel menghampiri dan membiarkan dirinya dibelai oleh Hana.

.

.

.

“Meskipun aku kehilangan kehidupan kekalku, tetapi aku tetap bahagia. Karena cintaku menjadi abadi bersamamu.”

.

.

.

Three years later ….

.

.

.

 

Hana menutup matanya, ia ingin melakukannya kegiatan yang biasa dilakukan ketika ia buta. Berbelanja makanan untuk Angel dan dituntun oleh tongkat kecil. Berharap Baekhyun akan datang, karena sudah tiga tahun pria itu tidak membantunya berjalan. Sekarang, ia sudah bisa melihat lagi.

 

“Kurasa ia melupakanku,” gumam Hana sedih, kemudian menyebrang jalan dengan hati-hati.

 

“Dalam tiga tahun ini, semua kembali ke tempat semula. Keluargaku kembali menyayangiku dan aku tidak buta lagi. Tapi, orang yang berada di sampingku saat aku buta, tidak ada ketika aku bisa melihat.”

 

Hana telah sampai di rumahnya, ia menatap bangunan megah itu. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya, ia pun menoleh. Orang itu memberikan sebuah kertas pada Hana yang bertuliskan, ‘Hi, namaku Baekhyun.’ Hana menatap orang itu dengan senyuman yang sangat indah.

.

.

.

“Saat ini aku ingin menutup mataku dan membukanya lagi, berharap ini bukanlah mimpi. Kembali di sisinya dengan wujud yang berbeda. Aku telah meninggalkan keabadian dan sayapku.Tidak ada tempat untukku kembali, karena gadis inilah tempatku menepi. Mulai sekarang, apapun yang kulakukan akan tertuju pada gadis ini. Kim Hana,” gumam Baekhyun dalam hati.

.

.

.

Tiada kata yang terucap, hanya lengkungan manis tercipta dari dua insan itu sudah dapat menggambarkan kebahagian yang mereka rasakan.

 

END#

3 thoughts on “[Ficlet] My Eden ~Songfict EXO Angel~

  1. Ciee gue ama si baekhyun… Wihh… Tapi kenapa gue buta -,-” hemehhh… Tapi kgk napa2 lah penting bisa liat lagi noh.. Eh tunggu kenapa baekhyun kgk ngomong aja kalo nama dia baekhyun kenapa pakek tulisan?? Wah2 penuh misteri ini /ala2 detektif/ oke2 dah dari pada gue komen kepanjangan mending gue kasih jempol dah buat karya lu.. Keep writing yahhh

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s