[Oneshot] Hug Me Once

hug-me1

BumbleBee @ Cafe Poster

HUG ME ONCE

Hug Me For The Last Time

Author : MeiKim

Length : Oneshot

Genre : Angst

Rating : G

Cast : Kim Taehyung (BTS), Min Yeri (OC), Jeon Jungkook (BTS)

Catch me on my personal blog http://www.exokingdomfanfict.wordpress.com jusseyo ❤

*******

Yaa!!! Kim Taehyung!!!!” Teriak seorang gadis dari tempatnya berdiri, di sebuah dapur yang sangat berantakan, siapa lagi yang berbuat selain seseorang yang gadis itu serukan namanya.

“Wae geurae?” Ucap Taehyung yang sedang menikmati ramyunnya yang baru saja ia buat.

YAA!!! Kau apakan dapurku, TAE!!!!!!!” Gadis itu tiada hentinya meneriaki Taehyung yang asik makan sendiri.

“Akan kubereskan nanti. Jangan marah seperti itu, kau terlihat seperti nenek sihir Yeri-a” ucap Taehyung santai.

“Ish! Jika kau hanya ingin membuat apartemenku berantakan, sebaiknya kau tidak perlu kemari!”

“Apa sulitnya kau merapihkan itu untukku?” Tanya Taehyung yang mulai jengah diteriaki oleh gadis yang sedari tadi menatapnya tajam itu.

“Aku bukan pembantumu, Tae!!”

“Aish! Arrasseo!!” Taehyung bangkit dari tempat duduknya, membawa semangkuk ramyun yang masih tersisa banyak, membuangnya begitu saja dan membersihkan dapur yang berantakan itu.

Setelah membersihkan dapur yang berantakan, Taehyung segera mengambil jaketnya dan hendak pergi meninggalkan apartemen Yeri.

“Kau mau kemana?” Tanya Yeri

Taehyung memutar tubuhnya malas menatap Yeri “Menurutmu?”

Seketika ekspresi wajah Yeri berubah, garis bibirnya tertarik ke arah bawah, wajahnya menyiratkan kesedihan. “Kau marah padaku, Tae?”

Taehyung menghela nafasnya kasar “Aku mau pulang. Wae? Kau mau memarahiku lagi, eoh?!”

Yeri menundukkan kepalanya. Ia sadar jika kini Taehyung marah padanya karena sudah meneriakinya hanya karena hal sepele.

Mianhae” gumam Yeri

“Bisakah kau berhenti meneriakiku!? Setiap hari setiap saat kita bertemu kau selalu seperti itu! Aku ini kekasihmu atau orang yang hanya bisa kau sentak dan teriaki setiap harinya, eoh!?”

Yeri terdiam. Kepalanya masih tertunduk, bahunya bergerak naik turun. Yeri menangis. Hal yang bisa ia lakukan setiap kalinya bertengkar bersama kekasihnya itu, Taehyung.

Taehyung yang melihatnya mulai jengah. Sekesal apapun pada Yeri, ia tetap tak bisa melihat kekasihnya itu menangis, terlebih dari itu, yang membuat Yeri menangis adalah dirinya.

Taehyung berjalan mendekati Yeri. Menghela nafasnya berat lalu mengusap lembut kepala Yeri yang sedari tertunduk.

Ulljimma

Mianhae, Taehyung-a” ucap Yeri di sela tangisannya

Taehyung menangkup wajah Yeri membuatnya kini saling berpandangan. Taehyung menyeka air mata yang mengakui dari setiap sudut mata Yeri.

“Setelah menjadi nenek sihir, sekarang kau berubah menjadi anak kecil yang cengeng” goda Taehyung

Yeri mengerucutkan bibirnya.

“Sekarang kau berubah menjadi bebek. ” Ejek Taehyung

YAA!”

Wae? Berubah lagi jadi nenek sihir, eoh?”

Yeri kembali mengerucutkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya dengan cepat. Hal itu justru membuat Taehyung merasa gemas pada kekasihnya itu.

“Ish kau iniii” Taehyung mencubit kedua pipi Yeri dengan gemas membuat pemiliknya meringis kesakitan.

Appoo” rengek Yeri

Taehyung tertawa seraya mengacak rambut Yeri hingga sedikit berantakan.

“Jangan pulang” pinta Yeri

Waeyo? Kenapa aku tidak boleh pulang hm?”

Yeri terdiam.

Melihat Yeri yang terdiam membuat Taehyung kembali jengah. Saat ia hendak berlalu, Yeri dengan cepat menarik lengan Taehyung.

“Taehyung-a!”

Wae?”

“Apa kau tidak Merindukanku?” Tanya Yeri

Taehyung berdecak kesal dan kembali menghampiri kekasihnya itu, memeluknya erat dan hangat. “Apa sulitnya mengakui dirimu jika rindu padaku, Yeri-a

Ya begitulah Taehyung dan Yeri. Mereka terkadang bersikap selayaknya anak-anak, padahal usia mereka sudah menginjak 21tahun sudah seharusnya mereka bersikap dewasa.

Mereka akan bertengkar dengan saling berteriak, diakhiri dengan Yeri yang menangis dan Taehyung yang meminta maaf. Kemudian kembali bermesraan, lalu bertengkar, berbaikan lagi, terus seperti itu.

Yeri berbeda dengan gadis lainnya yang akan mudah mengatakan ‘saranghae‘, ‘bogosipho‘ pada kekasihnya. Yeri tak bisa mengatakan ataupun mengakui perasaannya itu pada kekasihnya sendiri. Egonya terlalu besar.

Taehyung sendiri adalah tipe namja yang sangat manja pada kekasihnya. Ia selalu ingin menempel pada Yeri, hal itulah yang selalu membuat Yeri jengah akan sikap Taehyung yang kekanakan.

Mereka menjalin kasih sudah genap 6bulan lamanya. Keduanya memang saling mencintai, namun sifat dan sikap merekalah yang bertolak belakang yang membuat keduanya berselisih paham.

Seperti saat ini.

Yeri lebih menyukai namja yang bersikap dewasa, berbicara tak terlalu banyak dan terkesan cool, berpakaian rapih dengan pakaian casual, namun perhatian, seperti Jeon Jungkook misalnya, namja satu pekerjaan dengan Yeri, namja idaman Yeri.

Berbanding terbalik dengan Taehyung. Ia sangat cerewet dan banyak bicara, berpakaian sesukanya dengan kaos dan jeans yang terkesan santai, berisik, kekanakan, namun tak kalah perhatian dari Jungkook, terlebih dari itu Taehyung sangat mencintai Yeri.

Bagaimana dengan perasaan Yeri?

Ya, Yeri pun sangat mencintai Taehyung. Walaupun banyak hal yang tak disukainya dari sosok Taehyung, namun ia sendiri tak akan mampu berpisah atau kehilangan Taehyung sekalipun.

Hanya egonya, lagi-lagi egonya yang terlalu tinggi.

*

Yaaa!! Kim Taehyung! Neo eodigayo!?” Seru Yeri pada seseorang di sebrang sana

Aku di tempat latihan, chagiya. Bisakah kau berhenti berteriak? Ada apa?”

“Kau lupa menjemputku, huh? Lagi!?”

“Mianhae, chagiya, uri Yeri-a. Jadwalku padat sekali akhir-akhir ini. Tolong mengerti ya?”

Geez!! I Hate You, Tae!!”

PIP

Yeri tak ada habisnya mengumpat dan merutuki Taehyung. Bagaimana bisa Taehyung melupakan hari ini? Hari Anniversary mereka? Begitulah yang ada di benak Yeri saat ini.

How dare you, Taehyung!

Yeri menghentak-hentakkan kakinya kesal. Tiada habisnya ia merutuki Taehyung kekasihnya itu.

“Yeri-ssi?”

Suara itu mengejutkan Yeri, sontak membuatnya membalikan tubuhnya dan kembali terkejut melihat siapa yang kini bertatapan dengannya.

“Ju-jungkook-ssi?”

“Sedang apa kau disini, Yeri-ssi? Tidak pulang?” Tanya Jungkook

“Um.. aku.. aku baru akan pulang”

“Kalau begitu kita pulang bersama saja, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan”

Ne?” Yeri membulatkan matanya seketika.

Jeon Jungkook mengantarku pulang!? Jinjja!?.. Batin Yeri.

Kajja?”

Yeri menganggukan kepalanya dan berjalan beriringan menuju mobil Chevrolet Cameron merah milik Jungkook.

Sepanjang perjalanan Yeri dan Jungkook hanya saling diam. Yeri tak tahu apa yang harus ia bicarakan untuk menjadi bahan pembicaraan.

“Kemana kekasihmu? Dia tidak menjemputmu?”

Pertanyaan Jungkook memecah keheningan diantara mereka. Sesekali Jungkook melirik kearah Yeri yang terdiam tak menjawab pertanyaannya.

“Hm, dia sibuk”

“Ahh pantas saja dia tidak menjemputmu”

Yeri menyengir tak jelas sambil sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.

“Memangnya kekasihmu itu sibuk apa?” Tanya Jungkook

“Dia seorang trainee di sebuah agensi. Dia seorang penyanyi” jelas Yeri

Jungkook mengangguk-anggukan kepalanya “Ahh.. pantas saja kekasihmu itu sibuk, dia seorang trainee

Yeri tersenyum masam ketika mengingat betapa sibuknya Taehyung hingga terkadang selalu melupakan Yeri.

*

Belakangan ini Taehyung jauh lebih sibuk, karena ia sudah mulai rekaman dengan single nya. Walaupun baru single, namun Taehyung sudah sangat antusias karena akhirnya segala kerja kerasnya selama ini terbayarkan sudah. Dan terlebih dari itu, Taehyung sendiri yang menulis lirik lagu single nya itu.

Dan Yeri?

Ia mulai jengah dengan kesibukan Taehyung. Hingga akhirnya Yeri lebih sering menghabiskan waktu bersama dengan Jungkook.

Pulang bersama, makan bersama, bahkan pergi berjalan-jalan bersama. Tanpa sepengetahuan Taehyung.

Bagaimana jadinya jika Taehyung mengetahuinya?

Hari ini adalah tepat satu tahun hubungan Yeri dan Taehyung. Yeri tak berharap lebih mengenai hari terpentingnya ini, mengingat Taehyung yang sibuk. Mereka sudah lama sekali tidak bertemu, bahkan 2minggu sekali mereka baru bertemu, itupun hanya sebentar. Yeri bosan dan jengah, ia butuh Taehyung disisinya, namun nyatanya Taehyung terlalu sibuk.

Hingga akhirnya Jungkook benar-benar menjadi pelarian Yeri. Yeri dan Jungkook selalu menempel kemanapun. Parahnya, bahkan Yeri dan Jungkook pernah berciuman. Dan ingat, tanpa sepengetahuan Taehyung.

Betapa sakitnya Taehyung jika mengetahuinya? Kalian bisa bayangkan sendiri.

Hari ini, 7 November 2014, hari jadi mereka. Tepat satu tahun hubungan mereka.

Yeri berjalan menyusuri jalanan Itaewon. Niatnya adalah membeli beberapa kue untuk merayakan hari jadinya bersama Taehyung, entah Taehyung bisa datang atau tidak.

Namun nampaknya Dewi Fortuna tidak mendukung Taehyung dan Yeri.

Saat memasuki cafe yang ia tuju, betapa terkejutnya Yeri saat melihat Taehyung sedang memeluk seorang yeoja asing, dan Taehyung yang terlihat bahagia memeluk yeoja asing itu.

“T-Taehyung!?”

Dengan sigap Taehyung melepas pelukannya pada yeoja itu dan segera menghampiri Yeri yang berdiri di depan pintu masuk cafe.

“Yeri-a

“Jadi ini yang kau katakan sibuk!? Sibuk bersama yeoja lain maksudmu!?”

“Yeri sayang, kau salah paham, aku bisa menjelaskannya”

“Menjelaskan!? Apalagi!? Aku melihatmu memeluk yeoja itu!”

“Yeri-a, ini tidak seperti yang kau pikir. Aku hanya—“

“Cukup, Taehyung! Aku mau mulai sekarang kita putus!! Aku membencimu, Kim Taehyung!”

Yeri melangkahkan kakinya keluar dari cafe, berlari meninggalkan Taehyung.

“Yeri-a!”

Taehyung berlarian mengejar Yeri. Sulit baginya untuk membuat Yeri mendengar penjelasannya, mengingat Yeri yang begitu keras kepala.

“Yeri-a!!”

BRUKKK

Suara itu menggelegar. Membuat semua orang terkejut. Seorang pemuda melintasi jalanan yang padahal trafficlight sudah berubah menjadi warna hijau, namun pemuda itu nekad menerobos, dan pemuda itu adalah Taehyung.

Semua orang mulai berkerumunan, bersimpati dan sibuk menelepon ambulance.

Rasanya sekujur tubuh Yeri Melemas. Rasanya ia tak merasakan tulang pada tubuhnya. Tubuhnya begitu lemas ketika melihat kerumunan orang.

Ia berlari secepat mungkin menerobos kerumunan. betapa terkejutnya ia ketika melihat Taehyung yang sudah tak sadarkan diri dengan kepala yang bersimbah darah.

“TAEHYUNG-A!!!!” Jerit Yeri histeris

Ia berhamburan memeluk Taehyung. Tangisnya pecah ketika melihat wajah pucat pasi Taehyung.

Mianhae, Taehyung-a. Irreonna! Jebal irreonna!!!”

Taehyung-a!!!!! KIM TAEHYUNG!!!”

Yeri menangis sejadi-jadinya. Ia tak ingin kehilangan Taehyung. Sungguh tak mau. Ia mencintai Taehyung, betapa bodohnya ia mengkhianati taehyung, kekasihnya.

*

Semenjak kejadian itu, Taehyung kini terbaring lemah di sebuah ruangan serba putih, ia masih belum melewati masa kritisnya. Taehyung belum tersadar sudah lebih dari 3 bulan ini.

Yeri tak ada lelahnya menunggu dan menemani Taehyung. Ia merasa jika ia lah penyebab Taehyung seperti ini.

Andai saja ia mau mendengar penjelasan Taehyung saat itu. Andai saja ia tidak keras kepala. Semua tidak akan terjadi.

Yeri merasa dirinya egois. Ia terlalu bodoh. Ia terlalu keras kepala. Menuduh Taehyung berselingkuh, padahal dirinya lah yang me khianati Taehyung selama itu.

Flashback

PLAKK

Tamparan itu mendarat mulus di pipi Yeri, suaranya begitu nyaringnya terdengar. Jika saja Hoseok tidak melerai kedua gadis itu, pasti keadaan sudah semakin rumit.

Seminggu setelah kejadian Taehyung, gadis yang dipeluk Taehyung itu datang menghampiri Yeri dan menampar ya begitu saja, membuat Hoseok–sunbae Taehyung– begitu terkejut melihatnya.

“Seharusnya Taehyung tidak mencintai gadis sepertimu!!!”

“Nara hajjimma” pinta Hoseok

“Kenapa kau disini !? Siapa kau!? Kenapa beraninya kau kemari!!!” Sentak Yeri

Nara membuang nafasnya kasar, menatap Yeri dengan kilatan kemarahan yang tak tertahankan.

“Lalu untuk apa yeoja tak tahu diri sepertimu kemari, eoh!? Apa kau tak sadar dengan apa yang kau lakukan selama ini pada Taehyung!? Yeoja tak tahu diri!!” Sentak Nara

Chagiya hajjimma” pinta Hoseok

Ch-chagiya?” Yeri membulatkan matanya, tak percaya.

“Dia kekasihku, Yeri-ssi.” Ucap Hoseok

Oh, Yeri sudah salah paham pada Nara yang nyatanya adalah kekasih Hoseok, Nara sudah seperti nuna-nya sendiri bagi Taehyung.

“Kau salah paham, Yeri-ssi. Taehyung sudah menganggap Nara sebagai nuna-nya sendiri. Nara adalah kekasihku, bukan selingkuhan Taehyung. Saat itu, Taehyung begitu senang hingga memeluk Nara. Ia begitu antusias ketika Nara memberikan ini padanya” jelas Hoseok seraya memberikan sebuah kepingan CD pada Yeri.

“Single-nya sudah selesai. Perilisannya akhir bulan ini. Lagu itu, dia yang membuatnya sendiri, untukmu, Yeri-ssi” sambung Hoseok.

Yeri menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Tak percaya jika sudah sejauh ini ia salah paham pada Taehyung. Belakangan ini Taehyung sibuk karena menyiapkan lagu yang ia buat khusus untuk Yeri, namun Yeri menganggapnya lain-lain. Ia menyesal.

“Taehyung adalah namja yang baik. kenapa ia bisa jatuh cinta pada seorang yeoja yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya! Bahkan Taehyung hanya diam ketika tahu kau bersama namja lain!” Sentak Nara

Yeri tersentak. Bagai hantaman keras pada hati Yeri. Taehyung mengetahuinya?

“Kau tahu? Ia bahkan menangis ketika menceritakan kau bermesraan dengan namja lain. Namun apa yang ia lakukan? Ia hanya diam. Seolah tak tahu. Seolah semua tak terjadi. Dan kau tahu apa alasannya? Karena dia mencintaimu teramat sangat!” Sentak Nara yang kini mulai terisak.

Yeri terisak. Histeris. Ia tak menyangka jika Taehyung nyatanya mengetahui semuanya. Perselingkuhannya bersama Jungkook. Dan apa yang dilakukan Taehyung? Hanya diam. Menahan sakit sendirian.

“Sekarang apa kau sadar betapa bodohnya dirimu, Min Yeri-ssi!?” Sentak Nara

Chagiya, hajjimma. Jebal” Hoseok berusaha menenangkan Nara yang tersulit karena emosi.

“Apa yang bisa kau lakukan sekarang!? Menyesal huh!? Terlambat!” Sentak Nara lagi.

Yeri tak menjawab. Ia hanya terus menangis terisak menyalahi dirinya sendiri. Andai semua bisa diputar kembali, ia tidak mau menyia-nyisa kan Taehyung seperti ini.

Melihat Yeri yang semakin terpuruk, Hoseok menarik Nara keluar dari ruangan mereka sat ini. Hoseok tak tega melihat Yeri yang merasa terpuruk seperti ini.

“Nara sudahlah jangan seperti ini” pinta Hoseok

“Tapi yeoja itu harus tahu kebebanarnnya, Hoseok-a! Taehyung sudah banyak menderita selama ini”

“Sudahlah. Yeri juga menderita sekarang karena kondisi Taehyung yang seperti ini. Biarkan dia tenang dan menata hatinya dulu”

Nara menghembuskan nafasnya kasar lalu menganggukan kepalanya dan berlalu bersama Hoseok. Namun baru beberapa langkah, mereka berpapasan dengan namja bertubuh tinggi, wajah dingin, berambut hitam, Jungkook.

Nara mengenalnya. Nara menatapnya tidak suka. bagaimanapun namja itu adalah penybab hubungan Yeri dan Taehyung renggang.

Jungkook berlalu begitu saja mengacuhkan tatapan tidak suka Nara dan tatapan kebingungan Hoseok. Ia memasuki ruangan dimana Taehyung terbaring lemah.

Ia melihat Yeri yang terduduk di lantai sambil terus terisak, memeluk sebuah kotak persegi kecil berisikan kepingan CD.

“Yeri-a”

Yeri menengadahkan kepalanya menatap Jungkook yang kini sudah berdiri disampingnyaa, mengulurkan tangannya pada Yeri.

“Untuk apa kau kemari?” Tanya Yeri

“Memastikan bahwa kau baik-baik saja” jawab Jungkook

“Aku sedang tidak baik-baik saja. Tinggakalkan aku sendiri, Kookie”

Jungkook menghela nafasnya berat. Ia bersimpuh di hadapan Yeri. Menangkup wajah Yeri agar menatapnya.

“Mianhae” lirih Jungkook

Yeri terdiam. Alisnya saling bertautan, tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Jungkook. Maaf? Bukankah seharusnya Yeri yang mengatakan itu?

“Seharusnya aku tidak sejauh ini. Seharusnya aku mengatakan ini sebelumnya padamu”

“Apa yang kau bicarakan?” Tanya Yeri

“Taehyung kekasihmu itu.” Jungkook menatap Taehyung sekilas lalu kembali menatap Yeri “Pernah menemuiku”

Mata Yeri membulat, ia terkejut dengan pengakuan Jungkook.

“Ia memohon, ia meminta padaku, untuk selalu disisimu, membuatmu bahagia. Ia bilang, jika kau selalu terlihat bahagia bersamaku dibandingkan dengannya. Ia memintaku untuk tidak menyakitimu. Tapi, ia tak pernah ingin mengakhiri hubungannya denganmu. Karena ia mencintaimu. Aku tidak mau munafik. aku senang mendengarnya karena aku yang juga mencintaimu. Tapi, seharusnya aku tidak seperti ini. Maafkan aku, Yeri-a

Kini hati Yeri bagai tertimpa benda tajam berkali-kali. Bagai luka yang ditaburi garam. Ia menyesalinya.

Oh astaga!!! Bahkan Taehyung menemui Jungkook dan memintanya bahkan memohon padanya agar terus membuat Yeri bahagia?

Betapa sakitnya Taehyung saat mengucapkan dan meminta hal itu pada namja lain untuk membuat kekasihnya tetap bahagia? Bisakah bayangkan?

Yeri kembali terisak. Menangis sejadi-jadinya.

Betapa egois dirinya. Betapa bodohnya ia. Menyia-nyiakan namja sebaik Taehyung. Yeri teramat sangat bodoh.

“Yeri-a mianhae” ucap Jungkook

“Pergi! Jangan pernah temui aku lagi Jungkook!!” Sentak Yeri

“Yeri-a–“

“PERGI JUNGKOOOK!!!!!” Sentak Yeri

Jungkook mengembuskan nafasnya berat. Ia segera berlalu meninggalkan Yeri. Menyisakan Yeri yang terisak histeris meratapi kebodohannya selama ini.

“Taehyung-a mianhae. Mianhae. Mianhae”

Tiada hentinya ia meminta maaf pada Taehyung. Berdoa agar Taehyung segera sadar. Yeri tak ingin kehilangan Taehyung.

FLASHBACK END

Yeri memutar CD lagu milik Taehyung. Lagu yang Taehyung buat untuk Yeri. Isi hati Taehyung yang dicurahkan didalamnya.

Yeri menatap Taehyung pada layar televisinya. Taehyung yang menyanyi dengan sungguh-sungguh. Seperti Taehyung yang memohon agar Yeri tak pernah pergi dari hidupnya.

seoreoun mameul mot ikyeo jam mot deuldeon eodun bameul tto kyeondigo nae jeolmanggwahn sanggwahneobshi mushimha-gedo achimeun nal kka-eune

sang-cheoneun saenggakboda sseurigo apeumeun saenggakboda gipeo-ga neol won-mang-hadeon sumanheun bami nae-gen jiokkata

nae gyeote isseojwo nae-ge meomu-lleojwo ne soneul jabeun nal nohchiji marajwo ireohke ni-ga hankeo-reum meo-reojimyeon nae-ga hankeo-reum deo kamyeon dweh-janha

haruedo sucheonbeonsshik ni moseubeul dwehnwehigo saengga-khaesseo nae-ge haet-deon mojin maldeul keu ssaneurhan nunbit cha-ga-un pyojeongdeul.

neon cham yeppeun saram iyeot-janha neon cham yeppeun saram iyeot-janha jebal nae-ge ireoji marajwo neon nal jal al-janha

nae-gen nae-ga eop-seo nan jashini eop-seo ni-ga eom-neun haru kyeondil suga eop-seo ijen mwol eotteohke haeya hal-ji moreugesseo ni-ga eom-neun nan..

keunyang nal anajwo nareul jom anajwo amu mal mal-goseo nae-ge tallyeowah-jwo wehrob-go buranhagiman han mameuro ireohke neol kidarigo it-janha

nan neoreul sarang-hae nan neoreul sarang-hae gin chimmuk so-geseo sori nae wehchil-ke eoriseokko nayakhagiman han nae ma-eumeul

Air matanya menelusuk keluar. Yeri tak tahan lagi. Ia sudah sangat menyakiti Taehyung. Ia yang salalu beranggapan bahwa Taehyung tidak mencintainya, nyatanya ia salah, Taehyung teramat sangat mencintainya melebihi apapun, bahkan rela berkorban untuk membuat Yeri tetap bahagia.

Min Yeri. Kau terlalu bodoh.

Menyesal?

Sudah terlambat!

Lalu apa yang harus dilakukan?

Menyesali tiada hentinya.

*

4bulan sudah terlewati. Taehyung masih belum melewati masa komanya.

Lagu single nya sudah dirilis. Lagu berjudul hug me menempati peringkat 1 di chart musik manapun. Lagu tersedih di musim dingin, lagu curahan hati penyanyinya sendiri, lagu untuk kekasihnya.

“Taehyung-a, Irreonna. Lihat, lagumu sudah dirilis. Kau bahagia bukan? Kau pasti sangat bahagia karena ini impianmu. Taehyung-a mianhae. Jeongmal mianhae. Aku menyesal. Maafkan aku. Saranghae taehyung-a..”

Yeri mengecup singkat kening Taehyung. Yeri merindukannya. Merindukan Taehyung yang selalu membuat dapurnya berantakan. Merindukan Taehyung yang sangat cerewet. Merindukan berselisih paham dengan Taehyung. Merindukan segala sesuatu bersama Taehyung.

“Aku mencintaimu Taehyung. Sangat mencintaimu. Kau dengar kan?”

Yeri mengaitkan jemarinya pada jemari Taehyung. Mengecup punggung tangan Taehyung bekali-kali. Menyesal dan menyalahi dirinya tak cukup untuk menebus segala kesalahan pada Taehyung.

Yeri tiada hentinya menangis. Meracau. Merutuki dirinya sendiri.

Hingga akhirnya ia merasakan jemari Taehyung bergerak. Menandakan pemiliknya telah melalui masa-masa tersulitnya.

Betapa bahagianya Yeri yang mendapati Taehyung membuka kedua matanya. Yeri berhamburan dan segera memeluk Taehyung erat penuh kerinduan.

“Yeri-a

Suara itu.

Suara yang sangat dirindukannya.

Suara milik taehyung, kekasihnya.

Ne taehyung-a?”

“Kau sungguh mencintaiku?”

Yeri tersentak. Mungkinkah Taehyung mendengar ucapannya? Bagaimana bisa? Apa ia masih tetap bisa mendengar disaat masa komanya?

Yeri mengangguk, ia kembali terisak. “Aku sangat mencintaimu Taehyung-a. Aku Merindukanmu. Maafkan aku. Maafkan aku Taehyung-a

Taehyung tersenyum. Ia begitu senang kata itu akhirnya keluar dari bibir mungil Yeri. Bahwa Yeri mencintainya.

Nado saranghae, Yeri-a

Yeri tersenyum. Menyeka air matanya.

“Bolehkah.. aku meminta sebuah pelukan hangat darimu?” Pinta Taehyung

Yeri menganggukan. Dengan cepat ia memeluk tubuh Taehyung yang sedang terbaring dengan sangat erat, seperti enggan melepaskannya sedikit saja.

“Maafkan aku tidak bisa membuatmu bahagia”

Yeri menggeleng cepat. “Tidak. Aku bahagia bersamamu. Maafkan aku sudah membuatmu tersakiti selama ini. Aku mencintaimu”

Taehyung tersenyum lega. “Terimakasih, Kim Yeri-ku…”

Bertepatan dengan itu, terdengar suara dari layar pendeteksi jantung Taehyung. Garis lurus.

Garis lurus!!?

Yeri mengguncang-guncang tubuh Taehyung tiada henti. Meracau. Berteriak sebisanya. Memanggil-manggil nama Taehyung sebanyak-banyaknya. Meminta Taehyung untuk tidak meninggalkannya.

“Taehyung-aaa!!!!!! Andwaeeee!!!!”

Taehyung telah pergi dengan damai, Yeri.

Apa yang bisa kau lakukan sekarang?

Sesalilah sebanyak yang kau bisa.

*

Setahun setelah kepergian Taehyung, Yeri tiada hentinya menyalahi dirinya sendiri, ia masih begitu merindukan sosok Taehyung, begitu mencintai Taehyung.

Kini ia berada di tempat penyimpanan abu Taehyung. Berdoa untuk kedamaian Taehyung. Menyalurkan rasa rindu nya pada Taehyung.

“Taehyung-a. Kau bahagia disana? Kuharap jawaban mu iya. Maafkan aku. Selama ini aku menyesalinya, tiada hentinya menyesali perbuatan ku Padamu. Kau, namja yang benar-benar baik. Aku mencintaimu Kim Taehyung. Maafkan kekasihmu yang bodoh ini. Tenanglah disana, Taehyung-a

Yeri menyeka air matanya. Lalu meninggalkan tempat itu.

Seberapa banyak ia menyesal, tetap tak akan merubah keadaan. Taehyung telah pergi dengan damai.

Sebuah pelukan terakhir dan kata cinta dari Yeri yang mengantarkan Taehyung ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Yeri menatap lurus ke langit biru yang mempercantik bumi. Matanya berkaca-kaca.

Semoga suatu saat nanti, kita dipertemukan dan dipersatukan kembali, Taehyung-a.. batin Yeri.

Bagaimanapun yang terjadi, kehidupan tetaplah berjalan. Yeri berusaha keras menggapai segala impiannya agar bisa menjadi seperti Taehyung yang dapat menggapai impiannya sendiri.

Yeri berjanji akan menjadi penulis berbakat dan terkenal, berjanji pada dirinya dan juga Taehyung.

2tahun kemudian impiannya benar-benar terwujud. Ia menjadi penulis terkenal di korea selatan. Bukunya terjual laris. Buku berjudul ‘Hug Me Once’ yang menceritakan kisah cintanya bersama Taehyung yang berakhir dengan sebuah penyesalan.

Biarlah Yeri hidup dengan penyesalannya. Sebagai balasan atas apa yang telah ia prbuat pada Taehyung dulu.

Karena cinta akan menemukan jalannya sendiri..

~ THE END ~

Advertisements

One thought on “[Oneshot] Hug Me Once

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s