1st Anniversary – Mysterious Event [Chapter 3]

wpid-req-chunniest

Tittle: Mysterious Event
THE DEVIL EXIST
Written by MeiKim

Poster by : LAYKIM @ IFA

Main Cast:
* Kim Jinhwan (iKON)
* Krystal as Jung Soo-jung (F(X))
* Jin as Kim Seok Jin (BTS)
* Jung Eunji (APINK) as Kim Eunji

Support Cast Chapter 1 :
* Kim Taehyung (BTS)
* Luna (F(X))

Genre : Horor, romance

Length: Multi – Chapter

Rating : G

Disclaimer:
This FF is presented for Indo Club Anniversary
Storyline in this chapter is mine

DON’T PLAGIAT!
DON’T BE A SILENT READERS!!!!!
Happy Reading ^-^

Saat sedang mengangkat kue dari oven, saat itu juga Jinhwan mendengar suara teriakan seseorang. Hal itu sontak membuatnya terlonjak kaget dan segera belari mencari sumber teriakan itu.

Kini Jinhwan berdiri tepat di depan pintu kamar Eunji-adiknya, matanya menangkap Soojung yang sedang berdiri kaku memejamkan matanya dan terus berteriak.

“Soojung!”

Jinhwan berhamburan menghampiri Soojung, mengguncangkan tubuh Soojung yang masih terdiam kaku dan terus berteriak ketakutan.

“Soojung, hey!”

Guncangan pada tubuh Soojung semakin kuat, kini ia memberanikan dirinya untuk membuka matanya yang sedari tadi ia pejamkan rapat-rapat. Saat berhasil membuka kedua matanya, ia menangkap sosok Jinhwan yang sudah berdiri dihadapannya menatapnya dengan tatapan kebingungan.

“Jinhwan” lirih Soojung

Soojung mengedarkan pandangannya, sosok mengerikan yang ia lihat sebelumnya sudah menghilang dari pandangannya, tergantikan oleh sosok Jinhwan yang membuatnya tenang dan bernafas lega.

“Apa yang kau lakukan dikamar adikku!?”

Soojung kembali diam, pandangannya tak lepas dari wajah Jinhwan yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam dan mengintimidasi. Ia tahu jika Jinhwan pasti akan sangat marah jika ia memasuki kamar adiknya tanpa permisi.

“Jinhwan.. Tadi aku—“

Seolah mengerti arah pembicaraan Soojung, Jinhwan dengan cepat memotong pembicaraan Soojung “Keluar!”

“Jinhwan, dengarkan aku dulu! Eunji membutuhkan pertolongan, Eunji—“

Jinhwan menarik nafasnya panjang-panjang dan menghembuskannya dengan kasar, ia kembali menatap Soojung dengan tatapan tidak suka “Kubilang keluar, Soojung!!”

Perkataan Jinhwan seperti sebuah benda tajam yang menusuk hati Soojung. Ya, ia sendiri lupa jika Jinhwan sangat sensitif jika sudah menyangkut mengenai adiknya-Eunji. Soojung juga merasa Jinhwan akan sangat marah padanya karena Soojung sudah tidak sopan dengan memasuki kamar Eunji tanpa permisi.

Namun, Soojung hanya ingin membantu Jinhwan dan juga Eunji. Ia sangat yakin bahwa Eunji kini sedang ketakutan dan membutuhkan pertolongannya. Eunji terjebak, ia sangat yakin karena baru saja tersadarkan dan teringatkan akan sebuah DVD Insidious yang jatuh secara misterius berulang-ulang kali di kamar Eunji tadi.

Saat itu juga Soojung melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar Eunji, setengah berlari menuju ruang tamu, mengambil tasnya dan segera meninggalkan rumah Jinhwan.

*******

Soojung melangkahkan kakinya dengan gontai menuju kelasnya. Wajahnya terlihat pucat dengan lingkaran hitam di kedua matanya menandakan bahwa ia kurang tidur. Tentu saja, semalam Soojung tidak bisa tidur nyenyak, bagaimana tidak? Bukan hanya Eunji, arwah lainnya juga terus mengganggunya hingga membuatnya terus-menerus merasa ketakutan dan tidak bisa tidur tenang.

Kedua manik mata Seokjin menangkap sosok sahabatnya yang kini sedang terduduk lemas di bangkunya. Walaupun ia masih merasa kecewa pada Soojung, tetap saja ia mengkhawatirkan sahabatnya itu. Perlahan Seokjin melangkahkan kakinya menghampiri Soojung, memastikan keadaan sahabatnya itu.

“Soojung-ah

Soojung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah sumber suara yang menyerukan namanya itu.

“Seokjin?”

Gwaenchannayo?” tanya Seokjin tanpa basa-basi

Soojung menganggukan kepalanya dan tersenyum simpul pada Seokjin yang kini duduk di depan bangkunya, menatapnya khawatir.

Tapi bukan Seokjin namanya jika ia dengan mudahnya percaya dengan kebohongan yang baru saja dilontarkan Soojung. Ia tahu pasti jika Soojung tidak dalam keadaan baik-baik saja, sesuatu pasti terjadi.

“Wajahmu tidak menampakkan jika kau baik-baik saja. Katakan ada apa dan berhenti berbohong” kini Seokjin menatapnya dengan tatapan mengintimidasi, ia tak pernah melihat Soojung seperti ini sebelumnya, tidak pernah, sebelum Soojung dekat dengan Jinhwan.

Soojung menarik nafasnya dalam-dalam, menghembuskannya dengan berat. Berkali-kali ia mencoba menyembunyikannya dari Seokjin, itu tak akan pernah berhasil. Seokjin sangat mengenalnya sejak dulu, bahkan jika ia berbohongun, Seokjin akan dengan mudahnya mengetahuinya.

“Seokjin..” lirih Soojung

Ne?”

Soojung menggigit bibir bawahnya, ia berkali-kali meyakinkan dirinya untuk mengatakan hal ini pada sahabatnya itu, Seokjin. “Apa kau percaya padaku?”

Seokjin mengernyitkan dahinya, tak mengerti dengan arah pembicaraan Soojung.

“Apa kau akan mempercayaiku?” Soojung kembali bertanya setelah jeda yang cukup lama.

Seokjin menganggukan kepalanya dengan mantap. Ya, ia memang selalu mempercayai sahabatnya itu sejak dulu hingga saat ini. “Jadi, ada apa sebenarnya?” kini Seokjin kembali berbicara setelah berdiam beberapa saat tadi.

“Ini.. mengenai—“

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, dengan cepat dan mantap Seokjin memotongnya “Jinhwan?”

Soojung cukup terkejut dengan ucapan Seokjin, bagaimana Seokjin mengetahui jika ini menyangkut Jinhwan.

Soojung menganggukan kepalanya mantap dan kembali menatap Seokjin.

“Sudah kukira. Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Seokjin

“Ini mengenai adiknya, Eunji. Kau tau bukan jika Jinhwan memiliki seorang adik perempuan yang sedang koma sejak lama?” tanya Soojung.

Seokjin menganggukan kepalanya. Ia memang sudah mengetahui hal itu dari beberapa siswi yang sering bergosip di sekolah.

“Roh Eunji, terjebak. Dia membutuhkan pertolonganku, Seokjin-ah” jelas Soojung

Seokjin kembali mengernyitkan dahinya, menatap Soojung tak mengerti. Bagaimana bisa manusia menyelamatkan roh? Itu tak masuk akal. Begitulah yang ada dipikiran Seokjin saat ini.

 “Apa kau pernah menonton film Insidious? Apa yang terjadi di dalam film itu persis dengan yang dialami Eunji saat ini” jelas Soojung

“Kenapa rasanya ucapanmu ini tak masuk akal, Soojung-ah” ucap Seokjin yang kini semakin merasa Soojung berbicara tak masuk akal

“Seokjin! Aku sungguh-sungguh. Aku sering melihat Eunji yang ketakutan dan meminta pertolonganku. Dan terlebih dari itu, aku tahu apa yang membuatnya ketakutan, Seokjin-ah.”

Seokjin menggelengkan kepalanya, ia menaruh telapak tangannya pada kening Soojung. Ia berpikir jika Soojung sedang sakit hingga ucapannya tidak masuk akal. “Kau sakit?”

Kini Soojung merasa kesal karena Seokjin menyangkanya sakit dan berbicara tidak masuk akal. Soojung menepis telapak tangan Seokjin yang sengaja ditaruhnya di kening Soojung.

“Jika kau saja tidak mempercayaiku, lalu siapa yang akan mempercayaiku, Seokjin?” Soojung berucap dengan suara yang bergetar.

Selama ini, jika tidak ada satupun yang mempercayai Soojung, hanya Seokjin lah satu-satunya yang akan mempercayainya dan hal itu cukup membuat Soojung merasa dipercayai. Begitu pula saat ini, ia sangat berharap jika Seokjin mempercayainya seperti sebelum-sebelumnya, walaupun ini terdengar tidak masuk akal.

Seokjin menghela nafasnya berat setelah diam cukup lama, ia kembali menatap wajah Soojung dengan intens. “Jadi, apa yang ingin kau lakukan? Dan apa yang bisa ku bantu?”

Rasanya seperti sebuah balon yang pecah. Soojung merasa senang karena sahabatnya kini mempercayainya lagi seperti sebelum-sebelumnya.

“Aku harus menolongnya, Seokjin-ah

“Tapi, bagaimana? Bagaimana kau menyelamatkan roh Eunji yang kau katakan tersesat itu, eoh?!” Seokjin berucap dengan nada yang sedikit kesal.

Soojung terdiam sejenak.

Bahkan Soojung sendiripun tidak tahu bagaimana caranya untuk menolong Eunji. Ia hanya merasa iba saat teringat akan Eunji yang terlihat ketakutan.

Hentikan event rumah hantu itu

Event itu!” ucap Soojung tiba-tiba

“Apa maksudmu?” tanya Seokjin tak mengerti

“Seokjin-ah, kita harus hentikan event rumah hantu itu. Kumohon, kita harus menghentikannya!” pinta Soojung

Seokjin tertegun, ia semakin tak mengerti dengan apa yang dibicarakan Soojung.

Mwo?! Apa hubungannya Eunji dan event rumah hantu ini? Kenapa kita harus menghentikannya? Itu tidak masuk akal, Soojung-ah. Kita tidak mungkin menghentikannya secara tiba-tiba. Teman-teman kita semua telah mempersiapkannya susah payah, dan menggantinya pun tidak mungkin. Kita tidak punya cukup waktu sampai besok, Soojung!” tukas Seokjin

“Tapi Seokjin—“

“Tidak!” sergah Seokjin dengan cepat. “Kau sendiri tidak tahu apa alasannya untuk menghentikan event itu bukan? Lalu bagaimana kau akan menjelaskannya pada teman-teman kita nanti, eoh? Tidak Soojung”

Soojung kembali terdiam. Apa yang dibicarakan Seokjin benar, apa alasan yang akan ia jelaskan pada teman-temannya untuk menghentikan event rumah hantu itu. Terlebih dari itu, ini mengenai Jinhwan.

Jinhwan akan sangat membenci jika alasan itu adalah karena Eunji, adiknya.

Kemarin saja Jinhwan sangat marah ketika Soojung memasuki kamar Eunji tanpa permisi, dan semakin marah ketika Soojung menyangkutkan mengenai Eunji.

Soojung mengacak rambutnya frustasi. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menolong Eunji. Bahkan ini adalah pertama kalinya Soojung melihat sesuatu yang tidak masuk akal seperti ini. Bertemu dengan roh dan dimintai tolong oleh roh yang tersesat.

“Bukankah kau tadi mengatakan bahwa Eunji selalu menemuimu?” ucap Seokjin tiba-tiba

Soojung menatap Seokjin dan menganggukan kepalanya.

“Kenapa kau tidak meminta Eunji untuk menemuimu dan menanyakan padanya bagaimana caranya untuk menolongnya?”

Soojung terdiam dan berfikir sejenak.

Mungkinkah? Apa itu terdengar masuk akal?

Soojung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tidak! Tidak ada yang masuk akal selama ini. Mengenai roh Eunji yang terjebak, mengenai roh Eunji yang meminta pertolongannya.

Mungkin perkataan Seokjin ada benarnya juga. Mengapa ia tidak meminta Eunji untuk menemuinya, menanyakan pada Eunji dimana sebenarnya ia berada, bagaimana caranya untuk menolong Eunji agar rohnya kembali pada tubuhnya.

“Kupikir itu masuk akal. Aku akan menunggunya menemuiku” ucap Soojung

“Lalu bagaimana dengan Jinhwan? Apa dia tahu soal ini?” tanya Seokjin

Soojung menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya berat.

“Ia tak mempercayai hal seperti ini, Seokjin. Ia tak akan mungkin mempercayaiku” nada suara Soojung melemah setiap kali ia mengingat Jinhwan. Jinhwan yang tidak akan mungkin mempercayai ucapannya mengenai Eunji, adik yang paling disayangi Jinhwan.

Seokjin tersenyum simpul. Satu hal yang hampir ia lupa, hal yang kini dapat membuat Soojung berubah menjadi aneh dan sedih secara bersamaan adalah Jinhwan. Hanya Jinhwan alasannya. Karena Soojung menyukai Jinhwan. Kenyataan yang membuat Seokjin seperti berkali-kali dihantam beribu benda tajam, terlalu sakit.

“Kau pasti bisa melewati ini semua. Aku akan selalu ada saat kau membutuhkan. Semua ini akan segera berakhir, Soojung-ah. Kau pasti bisa melewatinya!” Seokjin berusaha menyemangati Soojung yang terlihat menyedihkan seperti ini.

Soojung tersenyum senang ketika mendengar perkataan yang terlontar dari sahabatnya itu. Setidaknya, dengan Seokjin yang mempercayainya saja sudah terlebih dari cukup. Seokjin memang selalu ada disaat Soojung membutuhkannya.

Gomawo, Seokjin-ah

Seokjin tertawa ringan seraya mengacak pelan rambut Soojung, membuat pemilikny berdecak kesal dan mengerucutkan bibirnya. Bersamaan dengan itu, kedua manik mata Soojung menatap kehadiran Jinhwan, Jinhwan yang berjalan melalui Soojung begitu saja dan menduduki dirinya di bangkunya.

Soojung merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan lalu mengangkat tubuhnya. Perlahan ia berjalan mendekati Jinhwan yang sedang terdiam menatap ponselnya dengan serius. Saat itu juga, Seokjin memilih kembali ke bangkunya.

“Ji-Jinhwan..” sapa Soojung

Jinhwan yang sedari tadi terfokus pada layar ponselnya kini mengalihkan pandangannya menatap pada sosok yeoja yang berdiri dihadapannya, Soojung.

“Jinhwan, aku—“

“Jika kau ingin membahas hal yang terjadi kemarin, lupakanlah.” Jinhwan memotong pembicaraan Soojung begitu saja.

“Aku minta maaf. Aku tidak seharusnya memasuki kamar Eunji tanpa meminta izinmu. Maafkan aku, aku sungguh menyesal” kini Soojung menundukkan kepalanya, nyalinya menciut begitu saja ketika teringat betapa emosinya Jinhwan kemarin saat mendapatinya sedang berada di dalam kamar Eunji.

“Aku sudah memaafkanmu. Jangan membahas soal itu lagi. Maafkan aku karena aku sudah terlalu emosi”

Soojung kembali mengangkat kepalanya dan menggelengkan kepalanya dengan cepat “Tidak, aku yang salah. Kau tak perlu meminta maaf. Aku yang tidak sopan sudah memasuki kamar adikmu”

Jinhwan menghela nafasnya berat, kembali menatap Soojung dengan intens “Jangan dibahas lagi. Anggap saja itu tidak terjadi. Aku sudah memaafkanmu, Soojung-ah

Seulas senyuma terukir di wajah cantik Soojung. Ia merasa lega karena Jinhwan sudah memaafkannya dan tidak lagi marah padanya.

Gomawo, Jinhwan-ah” ucap Soojung riang yang dibalas dengan senyuman hangat milik Jinhwan.

Beda halnya dengan Soojung dan Jinhwan yang bertukar senyum, Seokjin hanya bisa menatap mereka berdua dengan senyum hambar. Seseorang yang dapat membuat hati Soojung berubah-ubah secara bersamaan dan seseorang yang dapat membuat wajah Soojung memerah hanyalah Jinhwan, bukanlah Seokjin yang selama ini selalu ada untuk Soojung.

Tetaplah tersenyum seperti itu. Aku akan selalu berada disampingmu dan tetap mempercayaimu, Soojung-ah. Kau pasti bisa melewati semua ini. Walaupun alasanmu melakukan ini adalah untuk Jinhwan.. batin Seokjin.

*******

Hari ini, tepat dimana hari event rumah hantu itu akan berlangsung. Semua murid-murid di kelas sudah berdatangan sejak pagi untuk mempersiapkan event mereka, yang padahal akan dibuka menjelang sore hari.

Berbeda dengan Soojung, jika yang lainnya terlihat sangat antusias, Soojung justru terlihat sangat cemas. Seokjin yang melihat Soojung sudah mengerti apa yang membuatnya seperti itu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Seokjin

Soojung menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis pada Seokjin.

“Kau tau apa yang harus kau lakukan jika membutuhkanku, bukan?” tanya Seokjin

Soojung kembali menganggukan kepalanya “Aku tahu, Seokjin. Gomawo

Seokjin mengelus lembut pucuk kepala Soojung, berharap dapat memberikan ketenangan sesaat bagi sahabatnya yang sedang khawatir itu. “Lebih baik kau bantulah yang lain dari pada kau terus duduk disini tidak jelas”

Soojung menatap Seokjin kesal seraya mengerucutkan bibirnya.

“Jelek sekali. Cepatlah, jangan diam saja disini” ejek Seokjin

YA!” gerutu Soojung

“Soojung-ah!”

Terdengar seseorang menyerukan nama Soojung, tak jauh dari tempatnya, suara yang sangat dikenal Soojung, suara milik Jinhwan. Dengan cepat Soojung memutar tubuhnya dan tersenyum menatap Jinhwan.

“Bisakah kau membantuku?” ucap Jinhwan yang sedang memegang lampu-lampu kecil

Ne!” ucap Soojung riang, lalu segera berlarian menghampiri Jinhwan meninggalkan Seokjin sendirian, menatap Soojung yang begitu riang ketika bersama Jinhwan. Hatinya tersayat lagi.

“Benarkah kau tidak apa naik disana? Taehyung sedang sibuk dengan kostumnya, dan begitu juga yang lain” ucap Jinhwan

Soojung menganggukan kepalanya dengan mantap. Memasang lampu-lampu kecil di sudut atas tembok mengenakan tangga itu bukanlah hal yang sulit baginya, terlebih Jinhwan lah yang memintanya bantuan, ia akan dengan senang hati melakukannya.

“Berikan padaku! Aku akan memasang disini, ‘kan?” tanya Soojung

Ne, kau pasang yang disini. Dan aku yang akan pasang disebelah sana” jawab Jinhwan

Soojung segera mengambil beberapa lampu kecil di tangan Jinhwan dan segera mengerjakan pekerjaannya. Entah apa yang membuatnya terlihat begitu bersemangat ketika bersama Jinhwan.

“Selesai!” ucap Soojung riang ketika sudah menyelesaikan pekerjaannya

Saat hendak menuruni tangga yang menjadi pijakannya itu, tiba-tiba saja ia menangkap sosok perempuan yang berdiri tepat di sudut ruangan, menatapnya dengan tatapan yang tak dapat dijelaskan.

Eunji.

Soojung begitu terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya “HUWAA!!!”

Beberapa detik kemudian Soojung kehilangan keseimbangannya dan terjatuh dari atas tangga

BRUKK

Semua mata tertuju pada sumber suara itu dan segera berlarian menghampiri Soojung yang sudah tak sadarkan diri.

“SOOJUNG!!” pekik Luna

Mendengar satu nama tersebut, dengan sigap Seokjin dan Jinhwan berlarian dan menerobos kerumunan teman-teman sekelasnya.

“Soojung!?” pekik Jinhwan dan Seokjin bersamaan.

Dengan sigap Seokjin mengangkat tubuh Soojung dan membawanya ke ruang UKS. Jinhwan terdiam mematung. Ia merutuki dirinya sendiri, berfikir bahwa tidak seharusnya ia meminta Soojung untuk memasang lampu itu, dan kejadian ini mungkin tidak akan terjadi.

******

Gelap.

Hanya itulah yang mampu dilihat Soojung saat ini.

Terlalu gelap hingga Soojung tak dapat melihat apapun. Tak ada apapun selain kegelapan yang menyelimutinya.

“Seokjin-ah” seru Soojung

Hanya keheningan yang dapat menjawab setiap kata yang diucapkan Soojung, tak ada suara apapun.

“Jinhwan-ah

Hening.

Soojung hanya bisa terus berjalan tak tentu arah. Ia tak bisa melihat apapun, seperti berada di ruangan hampa dengan kegelapan. Tak ada hal lain selain kegelapan dan keheningan.

Hingga akhirnya ia melihat suatu yang begitu terang, bukan cahaya lampu yang menerangi. Melainkan sebuah pintu. Pintu berwarna merah di dalam kegelapan.

poster insidious 2

Soojung menghentikan langkahnya, ia terdiam sejenak. Entah mengapa ia merasa begitu takut luar biasa ketika melihat pintu yang ada dihadapannya. Bulu kuduknya berdiri, nyalinya menciut begitu saja. Ingin rasanya berlari, namun Soojung tak tahu harus berlari kemana di dalam kegelapan tanpa sedikitpun cahaya seperti ini.

“Soojung-ssi

Suara itu terdengar samar-samar di telinga Soojung. Suara seorang perempuan yang berkali-kali menyerukan namanya.

Eunji.

Hanya itulah yang ada di dalam pikirannya. Siapa lagi selain Eunji yang selalu menyerukan namanya.

“Eunji-ssi? Kau kah itu? Eodigayo?” ucap Soojung

Namun tak ada jawaban dari Eunji. Soojung hanya mendengar namanya terus-menerus dipanggil, entah dari arah mana. Namun ia yakin jika sumber itu dari balik pintu merah dihadapannya.

Soojung menarik nafasnya panjang-panjang, mengumpulkan segala keberanian yang ia miliki dan memantapkan langkahnya menuju pintu berwarna merah yang tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang.

Perlahan namun pasti, ia memberanikan dirinya untuk membuka pintu itu.

Terbuka.

Soojung mengedarkan pandangannya, memperhatikan setiap sudut ruangan yang berada di balik pintu merah misterius itu.

“Berhenti!”

Suara itu mengejutkan Soojung yang tengah melangkahkan kakinya masuk lebih jauh ke dalam ruangan itu, ruangan serba merah tanpa sedikitpun penerangan, ruangan yang membuat bulu kuduknya berdiri tiada hentinya.

Soojung mengalihkan pandangannya, dan kini menatap sosok yeoja yang tak asing baginya.

“Eunji-ssi!?” Soojung terlonjak kaget ketika melihat Eunji berdiri tepat dihadapannya entak sejak kapan.

Eunji terdiam, wajahnya menggambarkan ketakutan yang teramat dalam, seolah meminta pertolongan Soojung.

“Ada apa? Tolong katakan padaku, dimana ini?” ucap Soojung

“Jinhwan” lirih Eunji

Soojung mengernyitkan dahinya, tak mengerti dengan apa yang baru saja dibicarakan Eunji. “Jinhwan? Ada apa? Katakan padaku? Bagaimana aku bisa membantumu, Eunji-ssi?”

Eunji menggelengkan kepalanya dengan cepat, cairan bening keluar dari kedua sudut matanya, Eunji menangis.

“Tolong selamatkan Jinhwan oppa. Hentikan dia, kumohon” lirih Eunji

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, Eunji-ssi. Berbicaralah dengan jelas”

“Dia menginginkan Jinhwan oppa.” Ucap Eunji di sela-sela tangisannya

“Dia? Dia siapa maksudmu?”

Tak sempat mendengar jawaban Eunji, kedua manik mata Soojung menangkap sesosok yang sangat menyeramkan berdiri tepat dibelakang tubuh Eunji. Sosok berwarna merah derah, menjulang tinggi, terlihat dua tanduk kecil dikepalanya, giginya yang runcing, sempurna membuat sosok itu terlihat sangat menyeramkan.

Soojung membulatkan matanya ketika melihat sosok menyeramkan itu menyeringai padanya, membuat sosok itu seribu kali terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya.

“PERGI!!” jerit Eunji pada Soojung

Bertepatan dengan saat itu juga, sosok Eunji ditarik paksa dan menghilang dari hadapan Soojung.

Jantung Soojung seolah berhenti berdetak saat itu juga. Sosok itu terlalu mengerikan baginya, dan kini Eunji dibawa pergi oleh makhluk menyeramkan itu. Beberapa detik kemudian Soojung segera berlari keluar dari dalam ruangan itu, berlari entah menuju kemana, hanya kegelapan yang berada di sekelilingnya.

******

Seokjin dan Jinhwan kini terduduk di sebuah bangku di ruang UKS. Menunggu Soojung yang tersadar dari tidurnya. Keduanya terlihat sangat khawatir pada keadaan Soojung saat ini. Beberapa jam lagi, event akan segera dimulai. Keduanya enggan meninggalkan Soojung sendirian.

“Seokjin-ah. Kau akan tetap disini? Lalu bagaimana dengan event kita?” tanya Taehyung yang baru tiba di ruangan itu berniat meminta Seokjin untuk segera ke kelas.

“Aku tidak bisa meninggalkan Soojung” ucap Seokjin singkat

“Jika kau disini, lalu siapa yang akan mengkontrol event rumah hantu kita?” tanya Taehyung

“Biar aku saja” Jinhwan mengajukan dirinya

Ya, Jinhwan tahu jika Seokjin tidak akan bisa meninggalkan Soojung yang tengah pingsan saat ini. Seokjin sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu. Jinhwan menyadari jika ini adalah salahnya, maka dari itu ia berusaha menebusnya dengan menggantikan posisi Seokjin untuk bertanggung jawab atas event kelas mereka.

“Lebih baik kau disini, karena Soojung mungkin lebih membutuhkanmu” ucap Jinhwan dan segera berlalu meninggalkan ruangan bersamaan dengan Taehyung.

“Baguslah, jika kau mengerti” lirih Seokjin

Jinhwan berjalan menuju kelasnya untuk bersiap-siap, karena hanya tinggal beberapa menit lagi event itu harus segera dibuka.

Sesampainya di kelas, ia meminta teman-temannya untuk segera bersiap-siap. Namun sebelum meminta teman-temannya untuk pergi menuju posisi masing-masing, Jinhwan memilih untuk mengecek terlebih dahulu rumah hantu yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari itu.

Dengan sebuah senter ditangannya, Jinhwan melangkahkan kakinya memasuki rumah hantu itu untuk mengecek keadaan di dalamnya, memastikan bahwa sesuai dengan ekspektasinya dan teman-teman lainnya.

*****

“Eunji!” pekik Soojung

Saat itu juga terbangun, membuat Seokjin sempat terlonjak kaget ketika mendengar Soojung yang tiba-tiba saja berteriak.

“Soojung-ah? Ah! Kau membuatku benar-benar khawatir” ucap Seokjin yang kini mendudukan dirinya di tepi ranjang yang ditiduri Soojung.

“Seokjin-ah, dimana Jinhwan?”

Seokjin yang mendengar ucapan Soojung hanya bisa mengernyitkan dahinya, tangannya mengepal begitu saja. “Kau baru saja bangun, kenapa kau menanyakannya?”

“Seokjin, tadi aku bertemu Eunji. Dia ketakutan dan menangis. Ia memintaku menyelamatkan Jinhwan!” jelas Soojung

“Menyelamatkan? Jinhwan? Bukankah yang harusnya kau selamatkan itu adalah Eunji?” tanya Seokjin

Dengan cepat Soojung menggelengkan kepalanya “Tidak! Jinhwan lah yang diinginkan makhluk menyeraman itu, Eunji hanyalah sebagai umpan!”

“Apa maksudmu? Umpan? Umpan bagaimana maksudmu?”

“Jinhwan dalam bahaya, Seokjin! Makhluk itu mengincarnya, mengincar tubuhnya!” jelas Soojung frustasi

MWO!?” pekik Seokjin

“Dimana Jinhwan sekarang?”

“Dia di kelas, dia sedang mengecek rumah hantu kelas kita” jelas Seokjin

MWORAGO!?”

Saat itu juga Soojung segera turun dari ranjang dan berlarian menuju kelasnya. Seokjin yang melihatnya hanya bisa mengikuti Soojung dari belakang.

“JINHWAAN!” seru Soojung setibanya di dalam kelas, membuat seluruh teman-temannya menatapnya kebingungan.

“Soojung? Kau sudah baik-baik saja?” tanya Luna

“Luna, dimana Jinhwan? Cepat katakan padaku!”

“Jinhwan?” Luna mengernyitkan dahinya, ia mengarahkan tatapannya dan mengangkat tangannya menunjuk rumah hantu. “Dia ke dalam untuk mengecek keadaan”

Dengan sigap, Soojung mengambil sebuah senter dari tangan Luna dan berlarian masuk ke dalam rumah hantu itu untuk mengejar Jinhwan. Seokjin yang melihatnya pun tidak tinggal diam, ia berlari menyusul Soojung yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah hantu itu. Membuat semua orang menatapnya tidak mengerti.

“Jinhwan!!” seru Soojung sambil terus berlari

Soojung dan Seokjin tak henti-hentinya menyerukan nama Jinhwan. Namun tak ada jawaban dari Jinhwan. Ketakutan kembali menyelubungi diri Soojung, ia takut jika Jinhwan sekarang benar-benar dalam keadaan bahaya.

“JIN—ASTAGA! JINHWAN!” pekik Soojung

Jinhwan terkapar tak sadarkan diri, entah apa penyebabnya yang membuat Jinhwan seperti itu. Soojung dan Seokjin segera memapah Jinhwan keluar dari dalam rumah hantu itu, membawanya ke sudut ruangan kelas yang diperuntukkan untuk staf panitia kelas mereka.

Semua ikut terkejut ketika melihat Jinhwan yang sudah tak sadarkan diri. Jinhwan pingsan.

“Apa yang terjadi?!” tanya Taehyung

“Taehyung, batalkan event ini. Nyalakan semua lampu sekarang juga” perintah Seokjin”

Mwo!?” pekik Luna

“Tapi kenapa? Kita sudah mempersiapkan semua ini, kenapa harus dibatalkan?” tanya Taehyung dengan tatapan kebingungan.

“Kubilang lakukan sekarang, Taehyung!” perintah Seokjin sekali lagi.

Taehyung menganggukan kepalanya dan segera berlari untuk menutup rumah hantu yang sudah dipersiapkan, lalu menyalakan lampu kelas.

Soojung menatap Seokjin, tindakannya untuk menghentikan event ini sudah sangat tepat, seolah mengerti Seokjin menganggukan kepalanya.

“Jinhwan-ah, irreonna!”

Soojung terus-menerus menepuk kedua pipi Jinhwan, berkali-kali mengguncangkan tubuh Jinhwan agar pemiliknya segera tersadar.

“Jinhwan! Kumohon!!”

*******

Oppa

Suara itu cukup mengejutkan Jinhwan yang tengah berjalan memasuki rumah hantu itu. Suara yang sangat dikenalinya, suara yang sudah lama sekali tak ia dengar, suara milik Eunji.

Namun dengan cepat Jinhwan menggelengkan kepalanya, ia menepis segala dugaannya. Tak mungkin itu suara Eunji, yang ia tahu Eunji masih berada di rumah sakit dan tidak sadarkan diri sudah sejak lama.

Oppaa, tolong aku”

Namun suara itu kembali terdengar di telinga Jinhwan. Entah mengapa, Jinhwan memilih untuk terus mengikuti arah sumber suara itu, semakin ia melangkahkan kakinya, suara itu semakin terdengar dengan jelas.

“Eunji-ah? Apa itu benar suaramu?”

Jinhwan memang tidak mempercayai hal-hal gaib seperti kebanyakan orang. Tapi, entah mengapa, kini ia seolah mempercayai bahwa itu adalah suara adiknya yang berusaha memanggilnya dan meminta pertolongannya.

Entah sudah seberapa jauh ia berjalan, setahunya rumah hantu ini tidaklah luas, ia sudah berjalan begitu jauh namun ia tidak menemukan pintu keluar juga. Hingga akhirnya kini ia berdiri tepat di depan pintu, sebuah pintu berwarna merah darah.

Jinhwan mengernyitkan dahinya, ia tak pernah tahu sejak kapan ada pintu berwarna merah di dalam rumah hantu ini. Dan sepertinya baru kali inilah Jinhwan melihatnya. Karena rasa pensaran yng begitu besar, Jinhwan memilih untuk membuka pintu berwarna merah itu. Saat berhasil membukanya, ia begitu dikejutkan dengan ruangan yang berada dibaliknya. Ruangan bernuansa merah dan gelap. Hanya kobaran api yang menerangi ruangan itu samar-samar.

Ia perlahan memasuki ruangan itu, mengamati segala hal di dalam ruangan itu. Ia sangat yakin bahwa ia tidak pernah melihat pintu dan ruangan ini. Saat tengah bergelut dengan segala pemikirannya, ia begitu dikejutkan dengan suara tangisan seseorang. Tangisan yang membuat semua orang yang mendengarnya merasa kasihan.

Jinhwan terus melangkahkan kakinya mencari sumber suara tangisan itu. Betapa terkejutnya Jinhwan ketika melihat apa yang ada dihadapannya saat ini. Seorang yeoja sedang terduduk memeluk kakinya dan terisak dalam tangisnya. Postur tubuh itu, rambut itu dan suara itu, Jinhwan sangat mengenalnya.

“Eunji!?” pekik Jinhwan tak percaya

Mendengar namanya dipanggil, Eunji menengadahkan kepalanya menatap ke arah sumber suara itu. Eunji pun tak kalah terkejut ketika kini melihat Jinhwan berdiri tak jauh darinya.

OPPA!?”

Jinhwan berlarian menghampiri Eunji yang sedang terduduk dengan kaki dan tanganya yang terikat. Berusaha melepaskan ikatan pada tangan dan kaki Eunji.

Oppa? Kenapa kau bisa berada disini?” tanya Eunji

“Aku tidak tahu. Aku mendengar kau memanggilku, aku mengikuti suaramu hingga kemari” jelas Jinhwan

Oppa” kini Eunji menggenggam pergelangan tangan Jinhwan dengan erat “Pergi sekarang juga!”

Mwo? Pergi dan meninggalkanmu disini? Shirreo!”

Oppa, kau dalam bahaya. Kumohon dengarkan aku dan pergi sekarang juga, oppa!” tukas Eunji

“Apa alasanku untuk meninggalkanmu sendirian disini, Eunji-ah. Kita akan kembali bersama.”

Oppa, dia menginginkan tubuhmu, dan menyekap rohmu disini agar tak kembali. Kumohon percaya padaku, kembalilah kumohon!” pinta Eunji

“Dia? Dia siapa maksudmu? Kenapa dia menginginkanku? Apa yang sebenarnya kau bicarakan Eunji-ah!”

“Dia ingin memiliki tubuhmu, dan kembali hidup menjadi manusia. Aku tidak mau, oppa! Aku ingin oppa kembali” tukas Eunji

Apa yang dikatakan Eunji benar. Makhluk itu menginginkan tubuh Jinhwan. Karena Jinhwan adalah sosok yang kuat dan aura pada tubuh Jinhwan menarik makhluk itu untuk menginginkan tubuh Jinhwan. Sebenarnya makhluk itu bisa dengan mudah memiliki tubuh Jinhwan jika saja Jinhwan bukan seseorang yang tidak percaya mengenai hal gaib. Hal itulah yang membuat Jinhwan tetap kuat dari gangguan para roh dan makhluk gaib. Makhluk gaib tidak mudah untuk menakuti atau bahkan berusaha merebut tubuh manusia, jika manusia itu berani dan tidak percaya akan hal seperti itu. Dan Jinhwan memiliki hal itu.

Dan mengenai Eunji yang bisa tersesat seperti ini bukanlah kesalahan makhluk itu. Eunji bermimpi dan pergi terlalu jauh, hingga ia tersesat dan tidak tahu jalan kembali menuju tubuhnya. Hingga akhirnya sampai saat ini Eunji koma dan rohnya terjebak tak bisa kembali.

“Aku tak perduli, Eunji-ah! Kita berbeda dengannya. Kita lebih kuat dan kita bisa kembali bersama-sama” ucap Jinhwan

Jinhwan berhasil membuka ikatan pada kedua tangan dan kaki Eunji, bertepatan dengan itu, makhluk menyeramkan berwarna merah darah itu sudah berdiri tepat dibelakang Jinhwan, Eunji yang melihatnya hanya bisa menjerit ketakutan dan menutupi wajahnya, membuat Jinhwan dengan sigap memutar tubuhnya untuk melihat apa yang membuat adiknya ketakutan seperti itu.

Jinhwan membulatkan matanya. Rasanya seketika jantungnya berhenti berdetak untuk beberapa saat. Apa yang dilihatnya membuatnya benar-benar terkejut. Ia tak pernah melihat makhluk sebegitu menyeramkannya seperti yang saat ini ia lihat. Hampir saja pertahanannya lumpuh, jika saja ia tidak mengingat bahwa ia dan Eunji harus kembali.

Manusia lebih kuat dibandingkan makhluk tak bernyawa.

Selintas teringat sebuah perkataan yang pernah dikatakan ibunya saat ia masih kecil. Ia memejamkan matanya sesaat, mengumpulkan keberaniannya yang sedikit menghilang karena melihat makhluk menyeramkan itu. Eunji adalah prioritasnya. Setelah mementapkan dirinya, dengan sigap Jinhwan menarik lengan Eunji dan berlari kencang meninggalkan tempat itu.

“Terus berlari dan jangan melihat ke belakang Eunji-ah!” ucap Jinhwan yang terengah-engah karena terus berlari tak tentu arah.

Oppa, aku takut” lirih Eunji

Jinhwan menghentikan langkahnya sesaat, menangkup wajah Eunji dan menatapnya lekat “Oppa disini bersamamu. Kau tak perlu takut, Eunji-ah. Kau ingat, sejak kecil oppa selalu menjauhkan apapun yang membuatmu takut? Kali ini, oppa akan melakukannya juga. Kau harus percaya pada oppa

Eunji menganggukan kepalanya, dan kembali berlari bersama Jinhwan. Genggamannya semakin erat pada tangan Jinhwan, seolah tak ingin siapapun melepaskannya.

Setelah cukup lama berlari, Jinhwan begitu terkejut ketika melihat tubuhnya sendiri yang sedang terbaring di atas meja. Ia tak mengerti mengapa ia bisa melihat tubuhnya sendiri, namun beberapa detik kemudian ia dapat memahami bahwa rohnya keluar dari dalam tubuhnya hingga ia dapat bertemu dan menyelamatkan adiknya, Eunji.

Oppa” lirih Eunji

“Kita harus ke rumah sakit. Kau harus kembali”

Eunji menggelengkan kepalanya dengan cepat “Tidak! Aku tidak mau kembali jika tidak bersama oppa!”

“Diam dan ikuti perkataanku! Kau harus kembali, Eunji-ah!”

Jinhwan segera menarik lengan Eunji dan kembali berlari. Terus berlari jauh dari tubuh Jinhwan. Ia hanya ingin adiknya kembali hidup walaupun taruhannya adalah dirinya sendiri.

Hingga akhirnya mereka tiba disebuah ruangan, dimana ruangan itu terdapat tubuh Eunji yang sedang terbaring. Jinhwan menatap wajah Eunji lekat-lekat “Kembalilah”

Eunji menggelengkan kepalanya dan kembali terisak dalam tangisnya “Shirreo! Aku tidak ingin kembali tanpamu, oppa!”

“Eunji, dengarkan oppa. Apapun yang terjadi, oppa akan kembali. Oppa berjanji padamu.”

Oppa berjanji? Oppa tidak akan mengingkarinya bukan?”

Jinhwan menganggukan kepalanya “Oppa tidak pernah ingkar janji sejak dulu, bukan?”

Eunji memeluk Jinhwan begitu erat lalu berlalu menuju tubuhnya. Saat hendak memasuki tubuhnya seutuhnya, ia melihat sosok makhluk menyeramkan itu menyerang Jinhwan.

Eunji ingin sekali berlari menolong Jinhwan, namun terlambat, ia sudah kembali masuk pada tubuhnya, ia terbangun dari komanya.

OPPAAAA!!!” pekik Eunji

to be continued..

***

Maaf banget updatenya lama banget TT
Sibuk gara-gara revisi skripsi jadi baru bisa update sekarang.
Maaf juga kalau ga bagus TT
review jusseyo ❤

9 thoughts on “1st Anniversary – Mysterious Event [Chapter 3]

  1. WAAAA MAAFKAN SINHYO BARU KOMENN jadi ceritanya kemarin tuh dah baca tapi belum komen /alasan saja/
    keren bangte sumpahhhhh, sampe chap ini yakk bahasanya baku and enak dibaca, the endnya sinhyo?? whut? apa jadinyaaaaa?? ;;;;A;;;; okey lah fighting!

  2. UUWWAAHHHH…… akhirnya keluar juga. Maaf merusuh sebentar. Ni lanjutannya keren abiss…. bikin deg2 ser…. Sinhyo lanjutan terakhirnya jangan lama2 ya…. penasaran….

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s