Crazy Little Thing Called Love [Chapter 9]

new CLTCL

Crazy Little Thing Called Love

Author: 

RainBi365

Genre: 

Romance, School Life, Drama, Comedy

Lenght: Chapter

Cast:

Oh Sehun [EXO]

Wendy Son [Red Velvet]

Luhan

Kim Taehyung [BTS]

Jeon Jungkook [BTS]

Other cast :

Find by Your Self

Happy Reading ^^

Chapter sebelumnya…

“Aku merindukanmu !!” Wendy terus mengajukan protesnya pada sosok itu. Ia memukul dada lelaki itu berkali-kali berharap lelaki itu akan mengerti betapa dia begitu kehilangan sosok nya selama ini.

Sosok itu hanya diam. Ia terus melihat Wendy yang menumpahkan segala perasaannya bersamaan dengan air matanya yang mengalir begitu deras layaknya sungai. Di dalam dirinya lelaki itu berteriak keras memaki dirinya sendiri karena telah membuat gadis itu kembali menangis karena dirinya.

“Maaf..” Wendy menghentikan pukulannya begitu mendengar apa yang di ucapkan lelaki itu.

“Aku tak bermaksud membuatmu seperti ini… Aku hanya..”

“Ingin kau aman. Jangan menangis lagi.” lelaki itu mengusap air mata Wendy lembut berharap gadis itu akan berhenti menangis dan dapat mengerti alasan ia menyembunyikan keberadaannya.

Sementara itu, Sehun hanya dapat melihat pemandangan itu dengan pasrah. Ia mengerti bagaimana perasaan Wendy setelah mendengar penjelasan gadis itu tentang sosok yang di juluki Sehun ‘si malaikat’ itu. Jika Sehun tahu bahwa sosok yang dicari Wendy adalah ternyata peri pelindung gadis itu mungkin sudah sejak dulu dia memberi tahu bahwa dia mengenal sosok itu bahkan jauh sebelum dirinya berubah berkat ‘hadiah’ darinya.

“Kau jahat, Jeon Jungkook !”

Crazy Little Thing Called Love [Chapter 9]

Taehyung mengepal tangannya kuat. Ia merasa dirinya akan meledak sekarang begitu melihat apa yang terjadi didepan matanya. Dalam hatinya ia mengumpat marah atas apa yang ia lihat.

Wendy

Jungkook

Mereka bertemu dan….

Berpelukan.

Terbakar. Itulah yang Taehyung rasakan sekarang. Ia mengepal tangannya semakin kuat seakan mencoba menahan amarahnya berusaha tidak membuat keributan didepan Wendy.

Taehyung memukul tembok tempat dia bersembunyi. Tak sia-sia dia mengikuti Wendy sejak gadis itu keluar menuju rumah Sehun tadi. Ya. Taehyung telah menguntit Wendy semenjak gadis itu keluar dari gerbang rumahnya hingga ia berada disini sekarang. Di tempat dimana orang yang sudah di cap nya sebagai mantan sahabat tinggal.

Taehyung melihat pintu apartment Jungkook sudah tertutup. Taehyung melirik pintu yang tertutup itu dengan tatapan tidak suka terlebih Wendy dan Jungkook kembali bertemu dan ada satu lagi.. Sehun. Lelaki itu merasa akan semakin sulit mendapatkan Wendy jika kini ada dua lelaki lagi yang masuk ke dalam kehidupan gadis itu. Sial !

“Dia milikku.”

“Aku takkan membiarkan kalian merebutnya. Lihat saja !” ucap Taehyung dingin dengan segala kepercayaan dirinya. Lelaki itu menggunakan hoodie hitamnya kemudian pergi meninggalkan tempat itu sebelum keberadaannya diketahui.
.
.
.
.

Jungkook dan Wendy bertukar cerita mengenai pengalaman masing-masing selama tidak bertemu dan Sehun menjadi pendengar yang cukup baik. Sehun mengerti seberapa rindu Wendy terhadap Jungkook meski jujur ia merasa cemburu karena jujur saja bahkan hubungannya dengan gadis itu mungkin tidak terlihat seakrab itu meski mereka cukup dekat.

“Ku lihat kalian sudah sangat dekat..” ucap Jungkook kemudian membuat Wendy melirik Sehun sekilas kemudian tersenyum kikuk dengan wajah yang merona.

“Apa kami terlihat cocok ?” tanya Sehun kemudian membuat Wendy terkejut dengan wajahnya yang semakin memerah. Jungkook yang melihat betapa merahnya wajah Wendy tertawa. Ia mengusap kepala gadis itu lembut kemudian tersenyum menatap Sehun.

“Tentu ! Wendy sepertinya menjadi matahari yang baik.. Dia bahkan berhasil membuatmu mencair…” jawab Jungkook membuat Wendy bingung karena tak mengerti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu.

“Dia lebih dingin dariku, bukan, Olaf ?”

“Aish. Aku tak mengerti apa yang kalian bicarakan !”

“Benarkah ? Ah sepertinya Olafku berpura-pura polos sekarang…” goda Jungkook lagi.

“Ya ! Jeon Jungkook !!” dan satu lemparan bantal sofa berhasil mengenai tubuh Jungkook membuat Sehun tertawa tapi tawa lelaki itu terhenti ketika Wendy berdiri dan mencoba melempar salah satu bantal ke arahnya.

“Oh Sehun, Jeon Jungkook kalian menyebalkan !!” dan lengkingan suara Wendy membuat perang bantal dimulai dengan tawa yang pecah dari mereka bertiga.

‘Harusnya kau disini, sobat…’
.
.
.
.

“Taehyung !” Wendy berlari mengejar Taehyung yang berada beberapa meter didepannya. Lelaki itu menatap Wendy heran begitu gadis itu sudah tepat berada dihadapannya dengan nafas yang terengah-engah.

“Ada apa, dear ?” Wendy tersenyum ke arah Taehyung kemudian menarik tangan lelaki itu menuju suatu tempat dengan begitu tergesa.

“Kita mau kemana ?”

“Ke tempat seseorang !” ucap Wendy dengan nada riangnya. Taehyung tersenyum dengan respon Wendy terhadapnya sekarang terlebih kini gadis itu tengah menggenggam tangannya erat.

‘Hangat..’

Wendy dan Taehyung naik ke atap. Gadis itu mebuka pintu yang menghubungkan gedung sekolahnya dengan atap memperlihatkan sosok seorang murid lelaki yang membelakangi mereka berdua.

“Jungkook !” Jungkook menoleh ketika suara Wendy mengintrupsi pendengarannya. Ia melihat Wendy menarik Taehyung dengan bergenggaman tangan.

Taehyung tersenyum remeh begitu melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang terlebih ketika salah satu tangan Wendy juga menggenggam tangan Jungkook membuat Taehyung semakin terbakar api cemburu.

“Lama tak bertemu… Sobat..” ucap Jungkook sedikit ragu meski pada akhirnya ia tersenyum pada lelaki yang kini memandangnya dingin itu.

“Ya.. Sudah 3 tahun..” jawab Taehyung kemudian balas tersenyum. Jungkook yang tadinya merasa tidak akan mendapat respon dari lelaki itu tersenyum takjub kemudian ia memeluk Taehyung senang seperti saudara yang lama tak bertemu.

Wendy yang melihat pemandangan indah yang terjadi antara sahabat lelaki nya itu menghembuskan nafas lega. Gadis itu tersenyum bangga karena merasa Taehyung yang sekarang bukan lagi Taehyung yang ia lihat 3 tahun lalu. Taehyung si arogan.

“Ah aku senang melihat kalian seperti ini !” ucap Wendy riang kemudian menepuk-nepuk punggung kedua sahabatnya dengan semangat yang menggebu membuat keduanya meringis menahan pukulan super yang diberikan gadis itu.

“Jangan bertengkar lagi, mengerti ?”

“Tentu, Olaf…” ucap Jungkook gemas dengan apa yang dikatakan gadis itu. Kau selalu manis… Ku harap ini semua takkan jadi kacau.

‘Itu sulit, dear. Dia mencoba merebutmu dariku !’

“Tentu. Apapun untukmu, dear…”

“Ah kalian benar-benar sahabat kesayanganku !” pekik Wendy senang kemudian memeluk keduanya dengan hangat.

“Aku menyayangi, kalian…”
.
.
.
.

Luhan dan Chanyeol berjalan dikoridor sekolah. Kedua lelaki itu nampak begitu akrab semenjak latihan pertama bersama mereka. Mereka terlihat tertawa bersama dan saling melempar lelucon layaknya sahabat pada umumnya.

“Kau menyukainya ?” ucap Chanyeol begitu menyadari langkah Luhan terhenti begitu ia melihat seorang gadis menawan dengan surai coklat itu.

“Aku ? Bagaimana bisa ?”

“Bisa saja… Lagipula kalian cukup dekat, bukan ?” Luhan melirik gadis itu sekilas kemudian menggeleng membuat Chanyeol mengernyit bingung.

“Tidak juga. Dia sedikit… Kau tahu ? Pendiam.”

“Bukankah itu menarik ?”

“Entahlah. Dia sedikit sulit…”

“Semakin sulit gadis itu maka membuat semuanya semakin menarik, kau tahu ?”

“Huh ? Sepertinya kau yang tertarik padanya.”

“Aku ? Tidak bodoh ! Jika aku mengencaninya mungkin kekasihku akan merebusku digunung merapi. Dan kau tahu ? Itu mengerikan !”

“Itu berlebihan !”

“Aku tahu.. Ayo ! Kita bisa terlambat !” Chanyeol merangkul Luhan kemudian menyeret lelaki itu menuju ruang kumpul para anggota tim sepak bola.
.
.
.
.

Jungkook membenarkan letak kacamatanya yang turun kemudian kembali fokus pada guru Lee yang tengah menerangkan pelajaran sastra Korea.

“Aku fikir kau takkan pernah datang, sobat lama…”

Jungkook kembali teringat dengan apa yang dikatakan Taehyung ketika Wendy pergi meninggalkan mereka berdua untuk saling bicara. Ia dapat dengan jelas melihat pancaran ketidak sukaan Taehyung terhadap keberadaannya.

“Kau ingin merebutnya dariku ?”

“Dengan berpura-pura manis ? Cih ! Apa kau benar-benar sahabatku ?”

“Kau seharusnya tahu posisimu. Dia tak pernah menganggapmu lebih selain sahabatnya, Tae.. Kau tahu itu, bukan ?”

“Aku tahu. Tapi aku tak peduli ! Aku mencintainya dan kau takkan bisa menghalangiku !”

“Kau dan obsesimu itu berlebihan !”

“Ini bukan obsesi sialan seperti yang selalu kau katakan ! Aku mencintainya ! Aku menginginkannya ! Dia milikku !!”

“Sebagai sahabat-”

“Sahabat ? Apa kau akan menghalangiku ? Seperti 3 tahun lalu ?”

“Kau tahu, Tae ? Kau bukan dirimu ! Lupakan Wendy dan biarkan dia bahagia bersama yang lain !”

“Dia hanya akan bahagia bila bersamaku, kau mengerti ?”

Jungkook menggenggam pensil yang ia gunakan untuk mencatat hingga patah begitu kata-kata Taehyung di atap tadi berputar-putar memnuhi pikirannya. “Kau tidak berubah..” gumam Jungkook pelan pada dirinya.

“Jungkook, kau baik-baik saja ?” Jungkook menoleh ke arah Taemin, teman sebangkunya, ia tersenyum lalu berkata ‘Aku baik’ tanpa bersuara pada lelaki itu. “Baiklah, kau membuatku sedikit takut.” ucap Taemin sepelan mungkin agar guru Lee tak mendengar apa yang mereka ucapkan sebelum akhirnya keduanya kembali fokus pada pelajaran.
.
.
.
.
.
Wendy menyelesaikan giliran piketnya seorang diri tidak ada Luhan ataupun Irene yang bersamanya karena keduanya tengah sibuk dengan jadwal masing-masing, Luhan yang sibuk latihan bola dan Irene yang sibuk dengan les matematikanya. Sementara Sehun atau Dongwoon, mereka sibuk berlatih untuk pertandingan terakhir sang kakak yang sebentar lagi akan melaksanakan ujian masuk universitas.

Wendy membereskan meja para siswa yang berantakan layaknya sehabis dilanda angin topan sambil sesekali meniup poninya yang menghalangi penglihatannya. Gadis itu mengikat rambutnya asal kemudian melirik sekilas ke arah lingkungan sekolah yang mulai sepi.

“Akhirnya selesai !” teriak gadis itu senang setelah 30 menit menyelesaikan tugasnya.

Wendy merapikan barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas. Gadis itu mengeluarkan earphone dari saku roknya kemudian memasangnya ditelinga setelah memutar lagu favoritnya. Ia berjalan keluar kelas dengan langkahnya yang ringan dan perasaan gembira.

“Hmppphh !” Wendy pingsan. Gadis itu disekap seseorang sebelum akhirnya dibawa pergi menuju suatu tempat.

#

Lelaki bermata tajam itu terus memperhatikan Wendy dari kejauhan. Lelaki itu sudah mengecek jadwal Wendy dan orang-orang terdekatnya sebelumnya jadi dia tahu kapan Wendy akan berada seorang diri disekolah yang sudah mulai sepi ini.

Dia terus memperhatikan Wendy yang bergerak kesana kemari merapikan kekacauan yang ada dikelasnya. Tangan pria itu mengepal kuat mengingat semua yang terjadi didepan matanya beberapa hari yang lalu. Membuat ia marah dan geram hingga akhirnya harus mengambil keputusan sejauh ini.

“Wendy, aku mencintaimu !!” Sehun berteriak keras begitu pertandingan persahabatan antar sekolahnya usai membuat seluruh penonton berteriak kagum dan bahkan ada yang kecewa karena merasa iri dengan keberanian wakil ketua tim basket yang menyatakan perasaannnya secara terang-terangan didepan umum.

Irene dan Luhan yang ikut menonton pertandingan itu mendorong Wendy hingga keluar dari barisan penonton dan membawanya kehadapan Sehun. Wajah Wendy bersemu begitu merah kala itu membuat gadis itu menutupi wajahnya untuk menyembunyikan rona merahnya.

“Adikku sudah besar rupanya..” desis Dongwoon begitu melihat pemandangan didepannya – Sehun dan Wendy- membuat para anggota tim basket menepuk pundak ketua tim seakan memberikan semangat atau olokan kecil karena kini karisma sang ketua dimata adiknya sudah terkalahkan oleh karisma sang wakil. Dongwoon yang malang.

“Wendy, meskipun aku baru menyadarinya tapi jujur aku sudah menyukaimu ah tidak bahkan mencintaimu sejak pertama kita bertemu !” ungkap Sehun jujur kemudian meraih tangan yang menutupi wajah gadis itu. “Kemenangan ini untukmu… Maukah kau membalas perasaanku ?”

“Princess, kau harus menjawabnya jangan hanya diam !” goda Luhan membuat para penonton juga berteriak ‘Jawab’ seakan juga ikut penasaran dengan jawaban yang akan gadis itu berikan.

“Aku-”

“Maafkan aku…” gumam lelaki itu kemudian membekap gadis itu.

“Hmmpph !” Wendy tak sadarkan diri. Lelaki itu mengangkat tubuh ramping gadis itu kemudian membawanya pergi melewati ruang evakuasi sekolah yang jarang dilalui murid menuju suatu tempat.

#

Jungkook yang mendapat giliran piket kini tengah sibuk memilah sampah untuk dibuang ke tempatnya. Lelaki itu sesekali mengumpat karena harus melakukan tugas paling terlarang, menurutnya. Bagi Jungkook tak ada lagi hal yang paling menyebalkan selain tugas piket memilah sampah, kecerewetan Wendy dan juga ambisi Taehyung yang membuatnya harus selalu waspada. Menyebalkan !

Ketika dia merasa begitu kesal ia sesekali menendang sampah-sampah itu membuatnya terpental jauh kemudian ia akan berlari untuk mengambilnya. Jungkook bodoh ! Itu bahkan lebih melelahkan !

Ketika Jungkook menendang kaleng Cola, tak sengaja ia menendang nya hingga terpental begitu jauh ke dekat tangga evakuasi sekolah. Ia tak sengaja melihat seseorang seperti menggendong seorang gadis menuju sebuah mobil audi hitam dan sepertinya orang itu terlihat begitu tergesa-gesa.

Jungkook mengangkat bahunya seakan tak peduli dengan apa yang baru saja lelaki itu lakukan. Ia berjalan memungut kaleng itu tapi ketika dia berbalik menuju tempat sampah langkahnya tiba-tiba saja terhenti.

Tunggu ! Apa aku tidak salah lihat ? Jungkook memiringkan kepalanya seakan berpikir mengingat apa yang baru saja ia lihat.

Oh tidak ! Mungkinkah ?! Jungkook segera memutar tubuhnya menuju tempat mobil audi hitam itu terparkir. Nihil. Mobil itu sudah tidak berada disana !

“Aish. Sial !”

“Ya !!!” Jungkook melempar kaleng Cola itu kemudian segera berlari sekuat tenaga berusaha menemukan mobil itu berharap belum meninggalkan lingkungan sekolah.

Jungkook meremas rambutnya kesal, merasa frustasi dengan kebodohannya yang terlambat mengenali sosok gadis yang dibawa lelaki misterius itu. Dia mengambil nafas dengan cepat berusaha meraup semua oksigen yang ada disekitarnya karena nyaris kehabisan nafas.

“Jeon Jungkook kau idiot !!” teriak Jungkook kesal kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya. Menghubungi seseorang.

“Nomor yang anda hubungi-”

“Aish. Sial !” dia mematikan panggilannya kemudian mencoba lagi berkali-kali tapi tetap saja hasilnya sama. Hanya operator yang menjawab panggilannya.

“Oke, aku harus tenang.” gumam Jungkook pada dirinya kemudian kembali menelpon ke nomor yang ia rasa bisa membantunya mengatasi masalah ini.

“Halo ?”

“Kau dimana ?”

“Ruang ganti. Ada apa ?”

“Wendy !”

“Ada apa dengannya ?”

“Dia.. Diculik !!!”

“Apa ?!”

TBC

Cuap-cuap Author : hei-hei maaf baru post kkk~ soalnya aku baru dapet feelnya dibagain ini setelah nyaris menyelesaikan 3 cerita untuk chapter 9 ini hehehe :’D moga kalian suka ya ? oh ya adakah yang HunDy atau WenHun shipper ?? aku punya video FMV buatan aku sendiri *promo dikit. kalau ada yang suka bilang aja ya nanti aku post ke channel aku hehehehe…. Dan jangan lupa buang komentar kalian dikolom komentar dibawah ini /tunjuk bawah

19 thoughts on “Crazy Little Thing Called Love [Chapter 9]

  1. Eonni, aku telat baca. Aku baca dari chap 1 90 menit yang lalu (disambil novi) HUEE!!! YES! I’M WENHUN SHIPPER, WENJIN SHIPPER, WENKOOK SHIPPER, WENHAN SHIPPER, AND I LOVE THIS FF! *alay*. Kasih aku link FMV nya thor!! Kasihh!! *baper* oke, ini alay, aku hampir gila baca nih ff. Apalagi ada momen2 couple yang aku sukai :”) cuma kurang Jin ajah. Nice ff

  2. Ahahaha……….. akhirnya aku komen jga………(Lho?).. aduh makin belibet ya……. wen-hunnya nih…. bentar, next chap semoga banyak aku baca dulu ah mumpung udah ada…………

  3. wah suka bi tapi kok lama amat sih postnya? hahaha aku tunggu deh lanjutannya 🙂 ahh agak kesel sih aku sama kamu udah enak baca2 malah tbc uhuuuhh -,-

  4. Ceritanya bagus seru…….
    Tapi kok makin kesana-sini ya? terus yg adegan nembak kaya cuma lewat, itu padahal bagus buat jadi inti cerita mengingat main castnya sehun.
    Wen-Hunnya jadi biasa aja, gak kaya sebelumnya….
    Maaf ya sebelumnya, tapi bagus kok…. terusin ya… lebih deep aja… hehe….
    Semangatt ya………….

    • hehe makasih sarannya… iya emang aku ngerasa kalo ceritanya makin kurang greget mungkin karena faktor mood yang akhir-akhir ini naek turun karena mikirin ujian… kedepannya aku bakal usahain buat yang lebih bagus lagi kok ^_^

  5. Cie Luhaen kamu naksir siapa hayooooo
    irene kah? Irene dong ya, awas aja kalo bukan irene #edisimaksa *biarin aja yang penting luhan-irene*
    Jadi sehun sama jungkook udh saling kenal? Ahahaaaaaaa kanebo cemburuuuu
    akhirnya sehun nembak wendy juga
    yang culik pasti KTH deh, kalo bukan siapa lagi?
    sehunaaaa, pacaran belom sampe 24 jam masa cewekmu dah diculik, gimana sih kaneboo
    Ditunggu next chapternya 😀
    ps. WanHun shipper garis keras authornim bhuehehehe, ditunggu fmv-nya ^^

    • wkwk ngakak aku pas baca komen kamu /liatin lantai yang tertindas.

      wkwkwk sama kayak aku dong /tepok jidatnya. kkkk~ nanti aku kasih linknya ya tapi gak bisa dishare disini soalnya bukan bagian dari ff hehehe 😀

  6. akhirnya di post juga, udh di tunggu2 lho unn.. crtanya makin bikin penasaran.. di tunggu chap selanjutnya unn

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s