[Series] Cliché : Komorebi

tumblr_mtrbsuRyYN1s3u61no1_500

a story by jeonbyhanna

Cast: LuHan (Actor), Bomi (APink) || Genre: Romance, Fluff || Rate: PG-13

La Douleur ExquiseYa’aburneeKomorebi – Kilig – Duende – Tingo – Meraki

komorebi

(n.) sunlight that filters through the leaves of trees.

.

.

 “Siapapun yang sampai paling terakhir di puncak adalah pecundang!” teriakan Luhan menggema di lereng gunung yang ditumbuhi banyak pohon besar itu. Ia membuat langkahnya menjadi besar-besar meninggalkan gadis–Bomi di belakangnya yang tengah mengerucutkan bibirnya.

“Jangan karena kakimu lebih jenjang daripada milikku, kau lalu memperbesar langkahmu begitu saja, Lu!” ia lalu membetulkan posisi tas gunungnya. “Ayo kita lanjutkan lagi permainannya!” teriakan Bomi yang terakhir membuat Luhan membalikkan badannya. Tangannya sudah bersiap-siap. “Batu, gunting, kertas!” Luhan membentuk tangannya menjadi sebuah batu, sedangkan Bomi membentuk tangannya menjadi sebuah gunting. “Ah, sial!”

Bye-bye, Bomi!” Luhan kembali berjalan dengan langkah besar-besar yang dibuat-buatnya. Membuat Bomi kembali mengerucutkan bibirnya. Lelaki bersurai cokelat madu itu kemudian membalikkan badannya. “Kau masih kuat kan, Bomi?” yang ditanya hanya mengangguk sembari terus mengerucutkan bibirnya.

“Batu, gunting, kertas!” Luhan membentuk tangannya menjadi kertas sedangkan Bomi membentuk tangannya menjadi sebuah batu. Luhan pun tertawa penuh kemenangan dan kembali berjalan dengan langkah besar-besarnya. Melihat itu, Bomi tak lagi mengeluarkan ekspresi sebalnya seperti tadi. Sekarang, ia malah berjongkok dan menyembunyikan wajahnya diantara tangannya.

“Aku lelah, Lu.” Oh tidak. Ini bukan pertanda yang bagus bila Bomi sudah merajuk. Harusnya Luhan ingat tata krama ketika bermain ‘batu-gunting-kertas’ bersama seorang wanita; ia harus mengalah. Luhan kemudian berlari mendekati Bomi yang masih sama seperti lima belas menit yang lalu. “Kau tahu, kan? Bila kita harus sampai di puncak tepat waktu? Mengapa kau malah menyia-nyiakan waktu dengan bermain permainan kekanakan seperti ini?” ucap Bomi sedikit terisak.

“Kau bilang tadi tak apa jika kita sedikit bermain?” Luhan agak meninggikan nada suaranya, namun bukan berarti ia membentak Bomi. Tapi, sepertinya Bomi salah mengartikannya.

“Kenapa kau jadi membentakku? Ah, aku benci padamu!” Bomi tiba-tiba berdiri lalu berlari meninggalkan Luhan. Yang lelaki itupun kemudian mengejar Bomi. Luhan berlari dengan cukup cepat sehingga dalam tiga menit, tangannya bisa merangkul pundak Bomi.

“Hey, hey. Jangan marah, honey.” Tangannya lalu tergerak untuk membelai pipi Bomi. Namun, sang pemilik pipi itu masih mengerucutkan bibirnya. “Mau kuberitahu sesuatu?” Bomi yang merasa penasaran itupun akhirnya sedikit menengok kearah Luhan.

“Apa?” Bomi merutuki dirinya sendiri karena mempertaruhkan harga dirinya hanya untuk sesuatu yang mungkin tak berguna baginya. Luhan kemudian menunjuk kearah sinar matahari yang menembus sela-sela dedaunan. “Apa sih?” Bomi masih gusar.

“Kau tahu, mengapa sinar matahri itu bisa menembus dedaunan yang lebat itu?” Bomi yang masih enggan berpikir itupun hanya mengendikkan bahunya. “Itu karena ada celah-celah yang memberinya kesempatan untuk masuk. Sama seperti hatimu,” mata Bomi terbelalak ketika sadar bahwa hatinya sedang disamakan dengan dedaunan.

“Maksudmu? Jangan konyol, Lu.” Luhan kemudian menarik kepala Bomi untuk mendekat kemudian ia mengecup kening Bomi sekilas.

“Hatimu adalah dedaunannya, dan sinar matahari itu adalah cintaku. Hatimu yang tertutup rapat itu, memberi celah untuk masuk dan entah kenapa, cintaku langsung menyerbu semua celah hatimu hingga tak ada yang tersisa lagi, Bomi.”

-fin


A/N: Helooohh :v Oh ya, ini ff diyakini jelek banget dannnnn absurd total hahahahaha :v

NO SILENT READER!!

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s