[Ficlet] Of Your Expectation

of your expectation

Of Your Expectation

VIXX Han Sanghyuk | OC
Ficlet (619 words) | School Life | G

Cuaca hari ini panas sekali, tetapi kemudian aku melihat Han Sanghyuk.

Menjadi sie dokumentasi dalam acara pekan bahasa tahunan sekolah mau tak mau memaksaku untuk terus berkeliling—mengabadikan tiap momen dengan sebuah benda berat dileher yang bernama kamera. Jangan lupakan terpaan sinar mentari yang cerahnya keterlaluan. Rasanya aku ingin pulang dan berendam didalam bak mandi berisi jus jeruk dan es crystal.

Aku mengamati sekeliling melalui lensa kameraku, mencari kejadian yang memang patut diabadikan. Seperti sekarang, Pak Kepala Sekolah sedang memberikan sambutan diatas panggung dengan gayanya yang khas—kemeja berwarna biru muda dan celana yang dinaikkan hingga menutupi pusar. Aku melangkah maju kedepan panggung, membidik wajah Pak Kepala Sekolah dari sudut yang pas, kemudian menekan tombol shutter.

Saat kulihat hasilnya—lumayan, tidak terlalu buruk. Pak Kepala Sekolah nampak cukup tampan, meskipun tidak setampan Lee Jong Suk.

Kali ini fokusku beralih pada kerumunan adik kelas yang tengah mengerumuni salah satu stan mading. Sekali lagi aku menekan tombol shutter kameraku, mengabadikan momen tersebut kedalam kameraku.

Oh, aku melihat sesuatu—lebih tepatnya seseorang. Han Sanghyuk—si adik kelas super kece (menurutku, sih)—sedang berkeliling sambil membagi-bagikan pamflet. Aku tidak boleh melewatkan momen ini. Langsung kuarahkan fokus tersebut padanya dan langsung kutekan tombol shutter saat ia tengah menyerahkan selembar pamflet kepada salah satu siswi sambil tersenyum lebar.

Mungkin senyuman Sanghyuk merupakan foto terbaik yang bisa kudapat hari ini.

Sekali lagi aku mengarahkan fokus kameraku kearahnya. Namun kali ini—astaga! Ia menyadari keberadaan kameraku. Seketika Sanghyuk langsung mengangkat tangan kanannya yang membentuk tanda ‘peace’ sambil tersenyum kearah kameraku.

Sempurna, batinku saat melihat hasil fotonya. Sungguh sempurna.

Namun saat aku mengalihkan pandanganku kearah Sanghyuk lagi, ia sudah menghilang dari tempatnya. Aku menghela napas. Tidak ada kepingan surga yang bisa kulihat lagi.

Cuaca yang terik membuatku berhenti sejenak dan beristirahat dibawah sebuah pohon dipinggir lapangan. Aku mengeluarkan selembar kertas dari tas kecilku dan menggunakannya sebagai kipas. Setidaknya aku mendapat foto dari salah satu junior paling keren disekolah secara eksklusif. Ah.. Mengingatnya saja mampu membuatku tersenyum sendiri.

Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku. Mungkin cuaca yang terlampau panas membuat kadar kewarasanku sedikit menguap. Seharusnya aku menjalankan tanggung jawabku sebagai seorang sie dokumentasi, bukannya malah berleha-leha dibawah pohon seperti ini.

Aku langsung bangkit dari bangku, namun kepalaku malah terasa pusing dan pandanganku berkunang-kunang. Ugh.. Sepertinya aku dehidrasi. Tubuhku langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh kebelakang. Tetapi aku merasa ada seseorang yang menangkap tubuhku.

Sunbae tidak apa-apa?”

Aku langsung berdiri tegak sambil mengerjap-ngerjapkan mata. Saat kesadaranku benar-benar kembali, aku baru menyadari bahwa orang yang baru saja menangkapku adalah Sanghyuk.

Ulangi, Han Sanghyuk.

Sunbae?” tanyanya sekali lagi.

“Oh a—aku tidak apa-apa,” jawabku gelagapan lalu duduk kembali dibangku.

Sanghyuk ikut mengambil posisi duduk disampingku sembari menyodorkan sebotol air mineral. “Sunbae pasti lelah sejak tadi berkeliling sambil menenteng-nenteng kamera,” ucapnya.

Oke, aku sedikit salah tingkah. Berarti sejak tadi ia memperhatikanku yang sedang memperhatikannya. Jadi sekarang.. siapa yang sedang memperhatikan siapa sih?

Aku menerima air yang disodorkan Sanghyuk kemudian meminumnya hingga tinggal separuh. “Terimakasih ya, Sanghyuk.”

“Sama-sama sunbae,” jawabnya.

Keadaan menjadi hening dan aku hanya mendengar suara angin yang berhembus. Haruskah aku memulai pembicaraan? Misalnya dengan bertanya ‘Bagaimana acara tadi? Menyenangkan?’ Patut dicoba.

“Ba—“

Sunbae.

Ucapanku terputus dengan pertanyaan Sanghyuk barusan. Aku melihat kearahnya. Ia sedang menggigit bagian bawah bibirnya. Ada apa dengannya? Apakah dia gugup? Memangnya apa yang hendak ia utarakan?

Sanghyuk akhirnya angkat suara lagi. “Kalau sunbae tidak keberatan, aku ingin—“

Ingin apa? Aigoo.. Lama-lama aku ingin menjitak kepalamu Sanghyuk-ah. Tidak usah malu-malu. Katakan saja pada sunbae.

“—meminta fotoku tadi dari kamera sunbae. Boleh tidak?”

Ah, jadi itu. “Tentu saja boleh, akan kuberikan padamu besok,” jawabku.

Sebuah senyuman langsung terlukis diwajah Sanghyuk. “Terimakasih sunbae! Kau memang yang terbaik! Aku akan menemuimu besok,” ujarnya riang kemudian beranjak dari tempat duduk dan meninggalkanku sendirian.

Aku menghela napas. Salah sendiri berekspektasi terlalu tinggi. Duh.

-fin.


Another words vomit. Maafkan kalo ceritanya nggak jelas. Maaf juga kalo ada typo ehe. Terimakasih sudah mau membaca 😀

14 thoughts on “[Ficlet] Of Your Expectation

  1. Heyya americadoo!

    Your newest reader is here, Nita 97l! ^^
    Lagi jalanjalan di blog ini dan nyari tag Vixx akhirnya nemu ff mu ini dan ulala ulala pengen nabok Sanghyuk dengan kasih sayang/? soalnya unyu banget lah dia><

    Dan aku juga ikut berduka cita/? pada sang sunbae yang udah kegeeran mampus/? wkwkwk pengalaman pribadi sih ini huhuhu T_T

    Anyway, ff nya nyaman bgt buat dibaca dan perasaan nervous dan geernya si sunbae berasa bgt dari kata-kata yg kamu gunakan. Nice ff americadoo!! 😀

    P.s: nama pena kamu unyuu sekaliiii :3

    • halooo kak nita 😀 panggil aja rahma, 98liner. salam kenal kak c:
      sanghyuk emang unyu sangat kak x’) pingin bawa pulang rasanya. Sebenernya ini sedikit banyak juga terinspirasi dari pengalaman pribadi juga sih ehehehehe:””) terimakasih banyak kak nita sudah membaca <3<3 wah padahal aku pingin ganti penname huhu

  2. aaaaaaaa aku sudah lama ga melihat kamu
    dan sekarang membawa sanghyuk :3 duh akuy baper /salah
    ini ceritanya mengingatkanku sama apaaayyaaaaa
    haha pengen aja komen karena castnya sambil meninggalkan jejak
    sekian. ^^

    • haloo kak hilda :3 long time no see long time no see *nyanyi doom dada*
      hayoloh mengingatkan pada apa hayoloh kak jangan baper, belum buka/?
      terimakasih kak sudah meninggalkan jejak, pokoknya jangan meninggalkan luka dihati aja/?

  3. Nemuin ada yg nullis fic dede hyuk langsung baca deh *lambai-lambai*
    kayanya hyuk ga cuma pengen minta fotonya, tapi ada modus gitu biar ketemuan lagi besok, jadi minta foto itu alasan doang yekan yekaaaan XDXD
    keep writing americadoooooooo

  4. haloo! Kenalan dulu :3 Sebut saja Ay/Ayu dari garis 00 :3

    kadang yang bgituan suka bikin kepedean. Sama saya juga :v tapi emang kebanyakan yang cakep adik kelas atogak kakak kelas, nah yang satu angkatan cakepnya macem kiwil :”3 .ga (boleh kok nenggelim aku dilautan cintanya mas cahyo) (cahyo itu canyeol lho) (mas seno juga boleh kok) (soalnya seno itu sehun) (lalu saya tertendang dan terlempar jauh sekali) *abaikan ini* Bahasanya enak dibaca alurnya jadi halus deh fiksi sejenis kek enaena(?)

    Keep writing and goodluck,
    xx, Ay

    P.S: maaf kebanyakan capcin tapi capcin lumayanlah buat berbuka :3
    P.S.S: Mohon maklumi saya yang cerewet ini, terimakasih :”””””)

    • Aloo Ay (duh manggilnya berasa manggil sayang) (eaak) Panggil saja diriku Rahma, atau Rah, atau Ra, terserah lah se ena enamu. Diriku garis 98 😀
      Nah iya yang bening-bening biasanya kakak kelas atau adek kelas, sedih:’) Yang seangkatan mah mukanya macem remahan peyek semuanya.
      Terimakasih sudah membaca ay ❤ Jangan ena ena dulu, belum waktunya buka, sabaaar /?

      • Halo kak Rahma, btw nama panjangku Rahma Yunita loh kak wkwkw (gada yang tanya) (tenggelemin saya dilautan cintanya mas seno)

        Iya sama kek pletikan minyak jelantah :”) ((aduh berasa kualat sama teman seangkatan)) Sama-sama kak ‘-‘b 2 Tahun lagi kak bisa baca enaena, lah kakak udah baca enaena berarti :v kak Bulan puasa Istighfar kak :v ((ambigu hiks))

        • Yaudah deh kalo gitu panggil aja aku Suzy biar nggak samaan namanya *slapped* x’)
          Pletikan minyak jelantah :’) Sedih bat yaw huhuhu.
          Aku gasuka baca yang enaena, sukanya nonton (NO) (ABAIKAN) ((istighfar 98743576542671kali))

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s