[Ficlet] Skinship

Xenovia @ HSG

Skinship

Luhana120

| Jung Ilhoon (BTOB), You |

| Romance, Fluff, Ficlet |

| Teen |

| Sorry for many typos and mainstream idea |

Poster by Xenovia@HSG, thanks!

.

“Aku tak akan meminta lagi.”

.

Ini bulan ketiga.

Tiga bulan yang lalu, aku mendapat sebuah pernyataan yang membuatku terkejut. Aku adalah gadis yang bisa dibilang sangat biasa, atau bahkan tak memenuhi standar seorang Jung Ilhoon, lelaki yang di incar banyak gadis, yang selalu keren, yang tak punya kekurangan, dan yang selalu aku cintai. Entah berapa kali aku mengatakan ini dalam hati, apakah ini mimpi?

Ia menyatakan cinta padaku. Jujur saja, tentunya aku sangat senang. Aku yang selalu ingin mengerti keadaannya setiap saat dan memastikan dia baik-baik saja tak pernah sebahagia ini. Siapa yang tak bahagia jika cintanya terbalas?

Tetapi, sekarang aku ragu akan cintanya.

“Hoonie oppa.”

“Apa?”

“Kau mau es krim?”

“Pastikan itu coklat.”

Aku berjalan menyusuri jalan setapak menuju penjual es krim. Aku memikirkan sesuatu. Dia sangat dingin. Sangat. Dia seperti terus membangun tembok es setebal satu meter untuk mengelilinginya. Termasuk denganku. Ia tak banyak bicara. Aku tak mengerti sama sekali, ini cinta atau hanya dare dari teman-temannya?

Bagaimana perasaanmu jika kekasihmu tak pernah menggenggam tanganmu ketika pergi jalan-jalan, meski cuaca  saat itu dingin? Menyakitkan bukan? Itu yang ku alami. Selama tiga bulan ia tak pernah menyentuhku. Bahkan menggenggam tanganku saja tak pernah.

“Ini es krimnya. Gamsahamnida~”

Aku menganggukan kepalaku sekilas sembari memasang senyuman kecil, kemudian berbalik. Kulihat disana, Hoonie oppa yang sedang duduk dan menggosokkan kedua tangannya agar hangat. Tangan yang selalu ingin ku genggam.

Sayangnya, aku sudah menyerah.

Aku berjalan menuju lelaki itu. Ia menyambutku dengan senyuman kecil. Aku memberikan es krim coklat favoritnya dan duduk di sebelahnya. “Terima kasih.”

Aku mulai bosan dengan semua ini. Terbesit di otakku untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Aku lelah. Aku seperti bukan siapapun untuknya. Tetapi, setiap melihat wajahnya, aku tak mampu. Aku masih belum menyerah. Argh, aku lelah!

Oppa, aku mau pulang.”

Aku menatap Hoonie oppa dan memasang senyum kecil. Ia menghentikan kegiatan memakan es krimnya dan ikut menatapku. “Ada es krim di sudut bibirmu.”

Jangan berharap lebih. Ia hanya memberitahuku, selebihnya, ia tak melakukan apapun. Aku membersihkan sudut bibirku dengan ibu jariku. “Ayo.” Lelaki itu berdiri dan berjalan lebih dahulu. Aku berjalan mengikutinya di belakang.

Ini bukan pasangan.

Aku melihat tangan yang sedikit memucat itu dengan sayu. Setengah mati aku menahan diri untuk tidak menyambar tangannya. Dia benci skinship, sekecil apapun. Meski dia tak pernah menyakitiku, rasa bencinya terhadap skinship yang secara tak langsung membuatku tersiksa. Aku tak merasakan adanya cinta disini. Perlahan, aku mulai menyesal mengapa aku menerima ungkapan cintanya tiga bulan yang lalu.

Tanpa sadar, air mataku menetes. Aku tak mampu menahannya. Aku membiarkannya jatuh. Tak apa, jika itu bisa membuatku lebih baik. Aku mengusapnya kasar dengan telapak tanganku dan berusaha tak mengeluarkan suara sekecil apapun. Jika ia tahu aku menangis, ia akan memarahiku karena aku menangis tanpa alasan.

Bukannya tanpa alasan, sebenarnya alasan itu adalah kau.

“Hoonie oppa, sampai sini saja. Aku harus ke supermarket untuk membeli sesuatu.”

Aku berhenti di perempatan dan memintanya untuk pulang—secara tak langsung. Aku berusaha tersenyum dan ia hanya mengangguk kecil di balik wajah datarnya. Ia berjalan menjauh dari ku, dan aku melanjutkan jalanku ke rumah. Supermarket hanya alasan. Aku sudah tak kuat melihat wajah datar nan dinginnya. Terlalu menyiksa.

Sesampainya di rumah, aku langsung menuju kamar. Jangan berharap aku akan menelpon teman dan mencurahkan isi hatiku. Aku tak punya teman. Semua teman menjauhiku karena aku berpacaran dengan Ilhoon oppa. Aku sendirian. Selalu sendiri. Disaat sedih pun, aku selalu disini sendiri. Merenungkan segalanya. Entah berapa banyak dan apa saja yang sudah ku korbankan hanya untuk lelaki itu.

“Apa dia benar-benar menyukaiku?”

“Apa aku lebih baik mengakhiri ini?”

“Mengapa ia tetap saja dingin?”

Aku menangis sejadi-jadinya. Tak peduli bantalku yang mulai basah, aku sangat lelah. Orang yang selalu kusukai, selalu kucintai, seperti menyiksaku diam-diam. Aku ingin mengakhiri ini.

Oppa, hari ini aku ada rapat di sekolah, jadi tak perlu menungguku.

Aku mengirim pesan kepada Hoonie oppa untuk tidak menungguku setelah pulang nanti. Mungkin aku lupa mengatakan kepada kalian, ia selalu pulang bersamaku sepulang sekolah. Ia berbeda satu tingkat denganku. Dia kelas 12, aku masih kelas 11. Hari ini, aku ada rapat dengan anggota OSIS. Well, aku adalah ketua OSIS.

“Ketua!”

Aku menoleh dan mendapati wakil ketua OSIS, Zelo sedang berlari ke arahku. “Rapat segera di mulai, ayo segera ke ruang OSIS!” Aku mengangguk kecil dan mengikutinya. Bahasan kali ini adalah event untuk merayakan ulang tahun sekolah.

“Baiklah, rapat dimulai. Mengenai event untuk ulang tahun sekolah, apakah sudah di tetapkan?” tanyaku dengan langsung ke inti. Rapat ini mendadak, berjarak dua hari dengan hari ulang tahun sekolah.

“Kami memutuskan untuk melakukan dua event. Pertunjukan bakat di pagi hari, kemudian festival kembang api di malam hari.”

“Oke. Kurasa itu akan menarik. Lalu, panitia pelaksana?”

“Panitia pelaksana sudah terbentuk. Youngmin, Kwangmin, Wendy, dan Seolhyun.”

“Baiklah. Lalu, apa yang belum tertuntaskan?”

Rapat berjalan cukup panjang. Hari ini, semua harus tuntas. Besok, tim OSIS akan mulai membuat dekorasinya. Jadi, segala persiapan dan perencanaan harus selesai hari ini.

Rapat selesai cukup sore. Aku pun segera membereskan buku dan pulang.

Aku menata aula serapi mungkin. Semua anggota OSIS bekerja. Semuanya hampir selesai. Dan waktu sudah hampir gelap. “Ketua!” Tiba-tiba, ada siswa yang memanggilku. Dapat kulihat dari kejauhan, name tagnya bertuliskan Park Jimin.

“Ada apa?”

“Ikut aku, ada yang belum terselesaikan,”

Aku mengikutinya. Ia menuju belakang aula yang sepi. Apanya yang belum selesai? Disini tak ada apapun. “Apa yang belum selesai, Jimin.”

“Urusanku denganmu ketua.”

Jimin mencengkram kedua tanganku dan menempelkan tubuhku di tembok. Aku terkejut dengan apa yang dilakukan lelaki ini. Kulirik badgenya, dia kelas 10. Apa dia anggota OSIS? Aku tak ingat jika aku punya anggota OSIS seperti ini.

Oh, yang terpenting bukan itu sekarang. Yang terpenting adalah apa yang akan dia lakukan padaku saat ini?! Sialnya, aku tak bisa bergerak, kakiku seperti di kunci. “Kau itu seksi.” Mataku membulat seketika ketika ia melempar tatapan mesumnya. Oh Tuhan bantu aku.

“Kau mau bermain denganku?”

Aku takut. Aku menutup mataku ketika wajahnya mulai mendekati wajahku. Ini tidak benar. Kumohon seseorang tolong―

Bugh

“Beraninya kau menyentuh kekasihku,”

Itu… Tak bisa di percaya… Ilhoon oppa… Disini? Ia memukul Jimin hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah. “Sialan kau!” Jimin berusaha memukul Ilhoon oppa, tetapi untunglah, kemampuan beladiri lelaki itu tak bisa diragukan. Semua serangan Jimin meleset.

“Aku saja menahan diri untuk tidak menyentuhnya, kau seenaknya saja. Lebih baik kau mati.”

Jimin yang sudah babak belur melarikan diri. Dengan terengah-engah Ilhoon oppa menatap Jimin yang lari dengan datar. “O-op—“

Tiba-tiba saja, ia menempelkan bibirnya di bibirku. Sedikit melumat, tetapi lembut. T-tunggu? Dia menciumku?! Berarti dia…

“Apa kau tahu? Aku selalu menahan diri untuk tak menyentuhmu…” Sialan. Ia melakukan posisi yang sama dengan apa yang dilakukan Jimin tadi. “…karena aku tak ingin kecanduan olehmu.” Suara beratnya terdengar jelas di samping telingaku. Jadi ia tak menyentuhku sama sekali karena…

“Maaf, aku tak memberi tahumu.”

Ia memelukku dengan erat. Tuhan, inilah pelukan hangat yang selalu kutunggu. Akhirnya aku mendapatkannya. Aku membalas pelukannya. Hangat. Tetapi, tiba-tiba membisikkan sesuatu yang benar-benar membuatku jantungan.

“Dan jangan salahkan aku jika aku kecanduan dengan bibirmu.”

Fin

Eaa, author kembali setelah beberapa minggu gak ngepost. Maapin author ya, author baru aja ngelepas stress UKK. Tengs ya gaes, udah mau baca sampe bawah. Pai pai~

Advertisements

2 thoughts on “[Ficlet] Skinship

  1. astaga saeng, salam kenal yaa.. ini pertama kalinya aku baca ff yang castnya ilhoon btob^^ ternyata alasan ilhoon sok dingin seperti itu tuh, biar dia gak ketagihan sama bibir pacarnya. omo! aku suka sama sifat ilhoon disini, walaupun awalnya kesel juga sih kalo punya pacar dingin bak kulkas, kaya ilhoon gini kkk. sequel.. bolehkan? ditunggu.. ^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s