[Series] Cliché : La Douleur Exquise

tumblr_inline_nomn1g17ar1s6kpug_540

a story by jeonbyhanna

Cast: Chanyeol (EXO), Dara (2NE1) || Genre: Romance, Family, slight!Incest, AU || Rate: PG-15

La Douleur Exquise – Ya’aburnee – Komorebi – Kilig – Duende – Tingo – Meraki

la douleur exquise

(n.) the exquisite pain of wanting the affection of someone you know you can never have

.

.

Chanyeol sedang membaca buku yang kemarin Jum’at ia beli tatkala seseorang mengetuk pintu kemudian membukanya dengan perlahan. “Kau sudah tidur?” tanya orang itu yang dibalas gelengan perlahan dari Chanyeol. Orang–gadis itu lalu tersenyum dan kembali bertanya. “Mau cokelat panas?”

“Hn.” Jawab Chanyeol singkat. Ia menaruh bukunya di nakas sebelah ranjangnya dan menyibakkan selimut yang menutupinya sampai paha. Turun dari ranjang dan mendekati gadis yang berdiri di ambang pintu kamarnya. “Niatmu ingin membuatkanku cokelat panas atau tetap berdiri di sini saja?” tanyanya dengan nada sindiran ketika melihat gadis itu malah hanya memperhatikan wajahnya saja.

“Oh, maaf.” gadis yang sering dipanggil ‘Dara’ itupun memimpin jalan untuk turun ke dapur. Kamarnya dan kamar Chanyeol bersebelahan dan berada di lantai dua. “Kenapa kau belum tidur?” tanya Dara.

“Jangan terlalu banyak bertanya dan cepatlah, nuna,” Chanyeol menatap punggung gadis pendek itu dengan tatapan tak suka. Dara yang mendengar itupun hanya bis mempercepat langkahnya dan mengusap tengkuknya dengan canggung.

Mereka sudah sampai di dapur dan Chanyeol menarik kursi dari meja makan dan duduk diatasnya. Sementara itu, Dara menyiapkan dua gelas dan beberapa bubuk kokoa. “Chanyeol, apa kau sudah punya kekasih? Kau tak mau menghabiskan masa mudamu tanpa kehidupan percintaan, bukan?” Dara mencoba mencairkan suasana canggung yang terjadi antara dirinya dan Chanyeol. Gadis itu kemudian menuangkan air panas kedalam gelas. Berbeda dengan Dara yang merasa pertanyannya biasa saja, Chanyeol sekarang kelabakan, ia bingung ingin menjawab itu.

Sial, topik sensitif.

“Aku tak peduli dengan hal-hal kekanakan seperti itu,” jawab Chanyeol. Masih dengan nada dinginnya. Dara lalu menaruh gelas milik Chanyeol di depan lelaki jangkung tersebut kemudian menarik kursi untuk dirinya sendiri.

“Woah, benarkah? Ternyata adikku sudah dewasa. Dara lalu tersenyum kemudian menyeruput cokelat panasnya. Kemudian memandang Chanyeol yang masih belum menyentuh gelasnya. “Eh, kau tak meminum cokelat panasmu?”

“Nanti,” lelaki itu kemudian mengeluarkan ponselnya. Memainkannya tanpa mempedulikan Dara yang masih menatapnya dengan senyum yang masih terkembang di bibirnya. “Nuna,” panggilnya tiba-tiba. Dara yang merasa terpanggil itupun menoleh kearah Chanyeol. “Aku pikir kau tak seharusnya menikah dengan Jiyong hyung,”

“Eh? Pernikahannya kan berlangsung seminggu lagi, dan kurasa, kau juga sudah bersedia menjadi adik ipar Jiyong. Mengapa tiba-tiba seperti ini?” tanya Dara penasaran. Chanyeol kemudian menunjukkan layar ponselnya.

“Temanku seorang pekerja paruh waktu di kafe ini dan ia melihat Jiyong hyung berkencan dengan seseorang.” air muka Chanyeol masih datar meskipun air muka Dara sudah berubah. Sepertinya sedih, marah, dan cemburu bercampur menjadi satu. Rasanya dunianya sudah hancur, rasanya seperti dunia telah kiamat. Dara terisak. Ia menangkup wajahnya dengan tangannya sendiri.

Well, Chanyeol memang tak seharusnya menunjukkan foto itu pada Dara yang sedang kasmaran, namun, Dara harus tahu faktanya agar ia tak merasakan sakit yang lebih dalam daripada ini. Chanyeol kemudian menurunkan ponselnya dan menaruhnya diatas meja. Ia lalu berdiri, berjalan mendekati Dara dan menarik Dara dalam rengkuhannya.

“A-aku tak tahu ingin berkata apa, tetapi ini benar-benar menyakitkan. Maksudku, dia bahkan berkata bahwa ia mencintaiku sepenuh hatinya. tetapi, mengapa ia malah begini?” Dara menangis dalam pelukan Chanyeol.

Nuna. Ada seseorang yang rasa sakitnya melebihi rasa sakit yang kau rasakan,” Chanyeol dengan ragu-ragu mengelus kepala Dara. Gadis itu tak mengerti sejak kapan kepribadian Chanyeol menjadi hangat seperti ini, namun yang ia tahu pasti adalah, Chanyeol mencoba menenangkannya.

“Siapa?” tanya Dara. Sedikit mendongak, mencoba menatap wajah Chanyeol yang tengah merengkuhnya.

“Seseorang yang selalu mengikutimu kemanapun kau pergi. Seseorang yang selalu cemburu melihatmu bermesraan dengan kekasihmu. Seseorang yang selalu ada di sampingmu. Seseorang yang bahkan di setiap mimpi basahnya selalu memimpikanmu.” Jujur saja, suara Chanyeol agak serak tatkala mengucapkan kalimat yang terakhir itu. “Dan kau tahu itu siapa?” Dara menggeleng dan Chanyeol merasakannya. “Itu, aku.” Mata Chanyeol mulai berkaca-kaca.

“Kau tahu, aku bahkan sudah terlalu sakit melihat Jiyong hyung mengecup bibirmu. Aku, aku hanya ingin kasih sayang yang lebih darimu, itu saja.”

-fin


 

A/N: Heloooh, ini FF series ku yang pertama disinii :v Maap banyak kurangnya, soalnya Ty ini bukan orang :v Maap kalo jelek, emangnya kapan sih Ty itu bikin ff yang ga jelek? :v

NO SILENT READER!!

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s