That’s Mannequin Is My Girl [Chapter 16-END]

That Mannequin Is My Girl

Title : That Mannequin, Is My Girl [Chapter 16-END]
Author : MeiKim

Poster by : LAYKIM @ IFA
Length : Chapter

Rating : PG-13
Genre : Fantasy, Comedy, Romance
Cast : Song Yoorin (OC)
Kim Jongin as Kai
Other Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kyungsoo, etc
Disclaimer : is REAL My Imagination. Don’t be a PLAGIAT! Happy Reading Chingudeul ^^

PREVIOUS CHAPTER :

| Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 | Chapter 14 | Chapter 15 |

***

**

*

Kai POV

“Kau tidak mengerti, Taehyung-ah. Perasaan ini tidak akan pernah bisa hilang. Perasaan cintaku ini terus bertambah dari hari ke hari, tidak pernah pudar sedikitpun, walaupun Kai tidak mengingatku, walaupun Kai selalu mengacuhkanku, walaupun Kai bersikap kasar padaku. Perasaanku tidak akan pernah bisa berubah. Aku masih sangat mencintainya”

“Terlebih dari itu.. ia segalanya bagiku. Ia yang mengajarkanku segalanya. Mencari, menemukan dan merasakan cinta. Ia lebih mengetahuiku dari siapapun, ia mengerti aku dari siapapun. Aku tak tau harus menunggu sampai berapa lama, tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan tetap berusaha dan menunggu Kai sampai dia benar-benar mengingat dan kembali padaku”

Aku benar-benar terkejut ketika mendengar ucapan Yoorin pada namja yang bersamanya itu, Taehyung. Apa sebesar itu perasaannya padaku? 2 tahun? Selama itukah? Dan dia tak pernah berpaling sedikitpun? Dia benar-benar mencintaiku?

Aku kembali melihat Yoorin dan Taehyung, apa-apaan ini?! Dia memeluk Yoorin? Bahkan Yoorin hanya diam saja? Dan sekarang.. dokter amatir itu hendak mencium Yoorin? Gadis itu hanya diam? Haish.. gadis macam apa!

Aku setengah berlari menghampiri Yoorin dan segera menarik tangannya sehingga membuat mereka berdua benar-benar terkejut dengan kedatanganku.

“Kai?!” ucap Yoorin menatapku dengan tatapan terkejutnya. Aku beralih menatap Taehyung dengan tatapan yang sangat tajam. Jika saja tidak ada seorang gadis bersamaku saat ini, mungkin sudah kuhajar namja yang berada dihadapanku saat ini juga. Aku menggenggam lengan Yoorin semakin erat, aku tak akan membiarkan namja dihadapanku ini membawa Yoorin pergi.

“Jangan mendekatinya lagi” ucap ku.

“Kai..” ucap Yoorin

“Dia tak akan mencintai siapapun selain aku. Jadi, menyerahlah” ucap ku. Entahlah terbesit dari mana, sehingga aku bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu.

Aku tak akan membiarkan kau mencium Yoorin lagi untuk kedua kalinya.. batin ku.

Saat itu juga aku segera menarik tangan Yoorin dan membawanya pergi, meninggalkan namja itu sendirian. Aku mendengar Yoorin terus-menerus memanggil namaku dan memintaku untuk berhenti dan berhenti melepaskan tangannya. Entahlah rasanya aku sangat emosi kali ini, akupun tak tahu kenapa aku bisa seperti ini.

“Kai, tanganku sakit” ucap Yoorin. Aku segera menghentikan langkahku dan melepaskan genggaman tanganku. Aku melihat dia memegang lengannya yang memerah akibat ulahku tadi.

“Apa yang kau lakukan, Kai? Kenapa kau membawaku pergi dan meninggalkan Taehyung sendirian?” tanya Yoorin

“Lalu kau ingin bersamanya?! Kau ingin dia tadi itu menciumu, eoh?!” ucapku emosi

“K-kau ini kenapa” ucapnya

“Kau bilang tidak mencintainya. TAPI KENAPA KAU DIAM SAJA SAAT DIPELUK OLEHNYA!? DAN KENAPA KAU DIAM SAJA SAAT DIA INGIN MENCIUMU?!” ucapku penuh emosi. Aku hanya melihatnya terdiam menatapku tanpa menjawabku

“KATAKAN SESUATU! JANGAN DIAM SAJA!!”

“Jika kau hanya mencintaiku. Jangan lakukan itu bersama orang yang tidak kau cintai! JANGAN PERNAH KAU LAKUKAN HAL SEPERTI TADI LAGI!!”

GREPP

Aku terkejut ketika tiba-tiba saja Yoorin memelukku dengan sangat erat. Ia tak menjawab pertanyaanku, dan sekarang ia malah memelukku. Ada apa dengan gadis ini?! Dia benar-benar sulit ditebak.

“Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku!” ucapku

“Setidaknya, ini yang akan menenangkanmu jika kau sedang emosi” ucapnya

Mwo?”

“Hanya ini yang kau butuhkan saat kau emosi. Aku merindukanmu. Merindukanmu bersikap seperti ini padaku. Akhirnya aku menemukan sisimu yang dulu” ucapnya dengan suara yang bergetar

Ada apa dengan gadis ini? Dia bukannya takut atau marah karena kuperlakukan seperti tadi, tapi dia malah memelukku dan berkata jika ia merindukan sikapku yang seperti ini? Apa dulu aku selalu seperti ini padanya? Tapi.. dia benar. Aku merasa tenang dan nyaman ketika dia memelukku saat aku sedang benar-benar tenggelam dalam emosiku tadi.

“Aku tidak akan melakukannya lagi. Sungguh. Maafkan aku sudah membuatmu marah lagi seperti ini. Aku tidak akan mengulanginya lagi” ucapnya

Dan sekarang? Bahkan dia meminta maaf padaku? Bukankah seharusnya aku yang meminta maaf padanya? Aku merasakan bajuku basah, sepertinya gadis ini menangis. Apa aku terlalu kasar padanya sehingga ia seperti ini? Aku segera melepaskan pelukannya dan menatap gadis yang sedang menangis dihadapanku.

Ulljimma” ucapku

“Maafkan aku terlalu emosi” sambungku

“Tidak, aku bukan menangis karena kau bersikap seperti itu padaku. Aku hanya terlalu senang” ucapnya

Mwo?” ucapku terkejut

“Aku senang melihatmu cemburu padaku. Aku sudah lama sekali tidak melihatmu seperti ini” ucapnya tersenyum padaku

Mwo?! aku? Cemburu?! Yaa! aku tidak cemburu! Enak saja” gerutuku. Tapi ia hanya tersenyum dan tertawa kecil menatapku

“Kau masih sama seperti dulu” ucapnya

“Jika kau tidak cemburu, untuk apa kau menarikku dan memarahiku seperti tadi” sambungnya

“Aku tadi. Aku hanya.. ah! Sudahlah tidak usah dibahas!” gerutukku. Aku saja tak tau harus menjawab dan menyangkal apalagi, mungkin dia memang benar, aku cemburu, tapi kenapa aku cemburu? Aku bahkan tak tau kenapa.

“Yoorin” ucapku

“Rasanya sudah lama sekali kau tak memanggil namaku” ucapnya kembali tertawa kecil

Yaa! sudahlah, aku sedang ingin bicara serius. Kenapa kau terus seperti itu” gerutuku

Mian” ucapnya tersenyum padaku

“Maafkan aku sudah kasar padamu. Sudah membentakmu. Maafkan atas perkataanku yang sudah-sudah. Aku rasanya terlalu sering berlaku kasar padamu. Aku memang belum mengingat ingatanku yang hilang. Aku memang belum mengingat siapa kau di masa laluku. Tapi, entah kenapa aku tak suka kau terlalu dekat dengan Taehyung. Aku tau mungkin aku egois, karena sebelumnya aku memintamu untuk menjauhiku, namun sekarang aku bertingkah seperti ini padamu. Maafkan aku”

Gwaenchanna. Aku tak memaksamu untuk mengingatnya, aku tau itu sangat sakit ketika kau berusaha mengingatnya. Yang terpenting saat ini, aku sudah menemukan sisimu yang dulu lagi. Sisi seorang Kai yang sangat aku rindukan.” Ucapnya

“Mungkin aku tak bisa mengingatnya. Aku tak tau seberapa indahnya dulu saat kau bersamaku. Tapi, apakah kau mau memulainya dari awal lagi bersamaku?” ucapku

“Hm.. aku mau” ucapnya tersenyum padaku. Aku segera memeluknya dengan erat. Ya, mungkin aku tak bisa mengingat masa laluku bersamanya, tapi mungkin aku bisa memulainya dari awal. Memulai untuk mencintainya lagi.

Gomawo, Kai. Kau sudah mau membuka hatimu lagi untukku. Kau sudah memberiku kesempatan untuk kembali bersamamu” ucapnya

Ani. Seharusnya aku yang berterimakasih karena kau masih terus mencintaiku sampai saat ini, tak perduli dengan apa yang sudah ku lakukan padamu. Kau tidak pernah menyerah sekalipun padaku. Aku berjanji untuk berusaha mengingat segalanya, aku berusaha semampuku” ucapku

“Tidak perlu mengingatnya, sekarang kita sudah kembali bersama. Ini sudah lebih dari cukup bagiku” ucapnya

Aku segera melepas pelukanku. Aku menatap wajah gadis dihadapanku, menatapnya dengan tatapan yang dalam, perlahan aku memajukan wajahku dan perlahan bibirku menyentuh bibir mungil milik Yoorin. Saat aku mengecup bibirnya, ada rasa yang aneh, aku tak tau apa perasaan aneh ini. Aku segera melepasnya dan kembali menatapnya.

Ini sudah sangat larut, aku melepaskan mantelku dan memakaikan ditubuhnya. Lalu aku mengantarnya pulang menuju apartemen Luna. Sesampainya disana, aku mengantar Yoorin sampai di depan pintu kamar apartemennya lalu aku segera pamit pulang.

**

Semenjak kejadian kemarin, rasanya hari-hariku kini lebih bersemangat. Setiap kali aku memikirkan Yoorin rasanya senyuman selalu terukir diwajahku. Ya.. mungkin mulai saat ini, aku akan belajar menerima dan mencintai Yoorin. Gadis yang benar-benar tulus mencintaiku tak perduli apapun yang terjadi.

Setiap harinya, aku selalu menjemput Yoorin saat pulang kerja. Walaupun sebenarnya aku lelah karena urusan diperusahaanku, tapi aku selalu menyempatkan untuk menjemput Yoorin. Ya karena aku selalu bersemangat melakukannya dan aku tidak mau dokter amatiran itu yang mengantar kekasihku pulang. Ya, Yoorin kini kekasihku.

Hari ini aku kembali menjemput Yoorin, aku berencana menjemputnya lebih awal karena aku ingin mengajaknya berjalan-jalan sebentar dan makan malam. Sesampainya di rumah sakit St. Marry, aku menunggu Yoorin di lobby seperti biasa. Tak lama, Yoorin datang menghampiriku dengan senyuman yang terukir di wajahnya, aku menyambutnya dengan senyuman. Namun tiba-tiba saja senyumanku berubah menjadi kecut ketika melihat ia datang tidak sendiri, ia bersama Taehyung.

“Kai, kau sudah menungguku lama?” tanya Yoorin

Ani, aku baru beberapa menit disini” ucapku

Kajja, kita pulang” ucapnya

“Kau duluan saja, aku nanti menyusul” ucapku. Ia hanya mengangguk dan segera berlalu meninggalkanku

Neo!” seruku pada Taehyung

Wae!?” ucapnya dan menatapku tak suka

“Sebaiknya kau menyerah mulai detik ini juga. Jangan mendekati Yoorin lagi” ucapku

“Cih.. kau pikir aku akan menyerah hanya karena kau memintaku? Tidak!” jawabnya

“Kau tidak akan pernah berhasil. Yoorin adalah kekasihku. Berhentilah. Apa yang kau lakukan tidak akan pernah berhasil” ucapku segera berlalu meninggalkannya dan segera menghampiri Yoorin yang sudah menungguku.

Aku segera membawa Yoorin menuju Myeongdong, mungkin bisa dibilang ini adalah kencan pertama kami. Aku melihat Yoorin selalu tersenyum, sepertinya ia nampak bahagia. Baguslah, setidaknya itu membayar kesalahanku selama ini padanya. Membuatnya tersenyum seperti itu, membuatku senang juga.

“Kenapa kita kemari Kai?” tanya Yoorin

“Kita berkencan” ucapku tersenyum pada Yoorin

“Kencan?” tanya Yoorin

“Hm.. kau tidak ingin kencan denganku?” tanyaku

“Ah bukan begitu. Maksudku, kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya jika kita akan pergi berkencan? jika kau mengatakan sebelumnya aku pasti memilih pakaian yang lebih bagus” ucapnya

Aigoo.. begini saja kau sudah cantik, baby” godaku

“Ah! Aku merasa kau sudah kembali seutuhnya, Kai!” ucapnya

“Kau ini kenapa?” tanyaku

“Kau selalu memanggilku dengan sebutan itu, sebutan ‘baby’, sebutan yang terkadang membuatku risih, tapi aku menyukainya” ucapnya

“Kau benar-benar masih mengingat semua tentangku dengan jelas ya?” tanyaku. Ia hanya tersenyum dan mengangguk. Aku segera menggenggam tangannya dan berjalan bersama, menikmati suasana malam di Myeongdong. Dan akhirnya kami menepi di sebuah restaurant untuk makan malam. Aku segera memesan beberapa makanan, sambil menunggunya, aku dan Yoorin banyak sekali bercerita tentang masa laluku dengannya. Gadis ini benar-benar mengingat dengan jelas, seperti tidak ada satupun yang terlupakan tentangku di masa lalu. Dia terlihat sangat antusias dan bahagia setiap kali menceritakan kenangannya bersamaku dulu. Tapi, kenapa aku masih tak bisa mengingatnya juga.

Jujur saja, aku memang tidak mengingat apapun tentang Yoorin. Tapi, kini aku merasakan kenyamanan yang berbeda dengan Yoorin. Aku tak pernah senyaman ini ketika bersama seorang yeoja, dan Yoorin memang berbeda dengan yeoja lainnya. Ia terlihat polos namun sebenarnya ia memiliki pendirian yang kuat dan tidak mudah ditebak, tidak seperti yeoja-yeoja yang pernah kutiduri dan kupermainkan. Dia itu sangat cantik, pasti banyak yang mengejarnya, namun ia masih tetap saja mencintaiku dan tak berpaling dariku. Gadis ini memang benar-benar sesuatu.

Yaa! kenapa kau memandangku seperti itu?” ucapnya padaku yang memang sedang menatapnya

“Kau cantik” ucapku

“Aku tidak suka kau mengatakan itu” dengusnya

“Memangnya kenapa? Kau memang cantik” ucapku

“Tapi aku tidak suka kau puji seperti itu” ucapnya mempoutkan bibirnya sehingga benar-benar terlihat sangat lucu. Aku hanya tertawa dan mencubit kedua pipinya dengan gemas

“Ingatanmu memang hilang, tapi kelakuan dan sikapmu masih saja sama seperti dulu” ucapnya

“Jadi, bantu aku untuk kembali mengingatnya, eoh?” ucapku

Ani.. aku tidak ingin memaksamu untuk mengingatnya, cukup seperti ini saja, memulai dari awal lagi bukan?” ucapnya

“Kenapa kau benar-benar seperti ini. Tidak bisakah kau bersikap sedikit galak atau jahat padaku?” ucapku

“Kenapa aku harus bersikap seperti itu? aku tidak ingin melakukan apa yang membuat orang tersakiti” ucapnya

“Jangan-jangan, kau juga begitu pada Taehyung ya?” tanyaku penuh selidik

“Begitu bagaimana maksudmu?” ucapnya

“Ya bersikap baik padanya, memperhatikannya sebagaimana kau memperhatikanku” ucapku

“Tentu saja iya” jawabnya

Mwo?! jadi apa bedanya aku dan dia jika kau memperlakukanku sama dengannya?!” tanyaku

“Jelas saja berbeda, aku mencintaimu dan aku tidak mencintai Taehyung” ucapnya

“Tetap saja kau tidak boleh memperlakukan dia sama dengan memperlakukanku. Kau harus menjaga jarak dengannya!” pintaku

“Mana mungkin aku menjaga jarak dengannya, dia kan temanku, dan dia juga parter kerjaku” jelasnya

Haish.. gadis ini benar-benar polos atau bodoh sih?! Bagaimana bisa dia memperlakukan Taehyung sama denganku. Bagaimana dia bisa memperhatikan Taehyung sama seperti memperhatikanku. Jika begitu, aku tak ada bedanya dengan si dokter amatir itu.

“Ahh! Kau membuatku lama-lama gila! Aku harus selalu memperhatikan dan mengawasimu agar kau tidak dekat-dekat dengan Taehyung!” ucapku

“Memangnya kenapa? Dia itu kan hanya temanku, sama seperti yang lainnya” ucapnya

“Tapi dia mencintaimu, Yoorin! Dia menginginkanmu, dan ingin merebutmu dariku” gerutuku

“Tapi kan aku hanya mencintaimu. Jadi dia tidak akan merebutku darimu” ucapnya

Yaa! kenapa susah sekali sih menjelaskan padamu, eoh? jika kau berdekatan dengannya, aku akan selalu merasa emosi.” Ucapku

“Kenapa kau merasa emosi? Aku kan tidak melakukan apa-apa dengan Taehyung, kau tidak perlu emosi seperti itu. ahh.. kau cemburu ya?” tanyanya

“Bodoh! Ya tentu saja aku cemburu! Kau ini!” gerutuku

Arrasseo.. Arrasseo” ucapnya tertawa. Benar-benar gadis yang sulit ditebak. Menyebalkan tapi membuatku selalu rindu.

Aku berjanji untuk mengingat semuanya, Yoorin. Apapun yang terjadi aku berjanji untuk mengingat dan mencintaimu lagi seperti dulu. Atas apa yang kau lakukan selama ini, aku harus membayar semuanya. Kau saja bisa mempertahankan cintamu selama 2 tahun ini padaku, aku juga pasti bisa berusaha untuk mengingat semuanya. Aku berjanji.

Kai POV End

Author POV

Chanyeol, Saemi, Kyungsoo, Nayeon, Baekhyun dan Luna sudah mengetahui bahwa akhir-akhir ini Yoorin dan Kai sudah memperbaiki hubungan mereka, mereka berdua sudah terlihat bersama lagi, membuat yang lainnya ikut senang melihatnya. Walaupun Kai masih tidak mengingatnya dengan jelas, tapi setidaknya Kai mau berusaha untuk memulai dari awal lagi.

Hari ini Yoorin terpaksa harus lembur, karena pekerjaannya yang menumpuk. Tentu saja Yoorin tidak sendiri, Taehyung rela menemani Yoorin sampai Yoorin benar-benar selesai menyelesaikan pekerjaannya. Taehyung masih melakukan berbagai cara agar ia bisa meluluhkan hati Yoorin dan mendapatkan cinta Yoorin.

“Yoorin, sebaiknya kau pulang saja, aku yang akan menggantikanmu mengurusi berkas-berkas ini” ucap Taehyung

“Tidak apa-apa. Kau sebaiknya pulang saja, Taehyung. Tidak usah menungguku” ucap Yoorin

“Tidak, aku tidak akan membiarkanmu sendirian ini sudah larut, biar aku yang mengantarmu pulang” ucap Taehyung

“Tidak perlu, nanti Kai yang akan menjemputku. Kau tidak usah khawatir, Taehyung-ah” ucap Yoorin

“Kalau begitu, biar aku menemanimu sampai Kai menjemputmu” ucap Taehyung

Waktu sudah menunjukan pukul 1 malam, akhirnya pekerjaan Yoorin selesai. Taehyung membantu membereskan berkas-berkas yang berantakan di meja kerja Yoorin. Lalu mereka berjalan bersama untuk keluar dari gedung rumah sakit. Taehyung memakaikan mantelnya pada tubuh mungil Yoorin agar Yoorin merasa tetap hangat. Tapi tiba-tiba saja, Taehyung menarik tangan Yoorin dan dengan kecepatan kilat, Taehyung segera mengecup bibir Yoorin, membuat sang pemiliknya benar-benar terkejut dengan perlakuan Taehyung.

Tanpa Yoorin sadari, sepasang mata mengamati mereka berdua. Melihat dengan jelas jika Yoorin sedang berciuman dengan Taehyung. Ya, Kai mengamati mereka berdua. Kai yang baru memasuki gedung rumah sakit yang hendak menyusul Yoorin menuju ruangannya, tiba-tiba langkahnya terhanti ketika melihat pemandangan yang tidak enak dihadapannya. Taehyung melakukan itu bukan karena tidak sengaja, tapi ia melihat sosok Kai yang hendak memasuki gedung rumah sakit, jadi ia segera menarik Yoorin dan menciumnya agar membuat Kai benar-benar emosi, Taehyung ingin menunjukkan bahwa Yoorin bukan sepenuhnya milik Kai.

Yoorin segera melepaskan Taehyung. Ia menatap tak percaya jika Taehyung berani melakukan itu padanya. Namun Taehyung hanya terdiam dan tersenyum menatap Yoorin seolah tak ada yang terjadi.

“Jadi ini yang kau bilang lembur?!” ucap Kai memecah keheningan. Yoorin yang mendengarnya benar-benar terkejut mendapati Kai yang berdiri tak jauh dari tempatnya, menatapnya benar-benar tajam.

“Kai?!” ucap Yoorin terkejut

“Ah, aku mengerti sekarang. Tidak perlu berpura-pura terkejut” ucap Kai segera meninggalkan Yoorin dan Taehyung

“Kai!” seru Yoorin, ia hendak mengejar Kai namun Taehyung menahannya agar tak mengejar Kai. Yoorin berhenti dan menatap Taehyung tak percaya.

PLAKK

Tangan halus Yoorin mendarat di pipi kiri Taehyung. Membuat Taehyung tak menyangka jika Yoorin akan melakukan itu padanya

“Apa yang kau lakukan!” ucap Yoorin emosi

“Aku..”

“Jangan pikir kau dapat mendapatkan cintaku hanya karena kau melakukan hal seperti tadi! kau mungkin dapat menghancurkan hubunganku dengan Kai, tapi kau tidak dapat memudarkan cintaku pada Kai” ucap Yoorin dan segera berlari meninggalkan Taehyung.

Disisi lain, Kai pergi tanpa memperdulikan Yoorin yang terus memanggil-manggilnya. Kini ia merasa sangat marah dan kecewa pada Yoorin. Ia sudah berusaha mempercayai Yoorin, tapi kejadian yang baru saja dilihatnya benar-benar membuatnya kecewa. Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia berkali-kali berteriak frustasi dan akhirnya menangis karena tidak bisa menerima kejadian yang tadi ia lihat, Yoorin berciuman dengan Taehyung.

Kai segera menuju apartemennya. Ia ingin menenangkan dirinya. Ia tak mau lagi pergi ke club untuk minum-minum, karena ia pasti pulang dengan keadaan luka lebam yang memenuhi wajahnya, ia tak ingin mengecewakan ayahnya.

Sesampainya di apartemen ia terduduk dan meminum soju, ia terus meracau tak jelas dan melempar apapun yang ada didekatnya. Merusak apapun yang ingin dirusak, memecahkan barang-barang yang tersimpan rapih di meja.

Yoorin yang masih sangat panik mencoba untuk menyusul Kai ke apartemennya, ia meminta petugas apartemennya untuk membuka apartemen Kai, karena ia sangat takut sesuatu terjadi pada Kai. Ia berusaha meyakinkan para petugas keamanan di apartemen itu bahwa dia adalah orang yang berniat baik bukan untuk melakukan kejahatan.

“Kau bisa menyimpan tanda pengenalku bahkan ponselku. Aku benar-benar harus masuk ke kamar itu. aku takut sesuatu terjadi pada pemilik apartemen itu. tolong aku” ucap Yoorin

“Baiklah kalau begitu, untuk sementara barang-barang dan tanda pengenalmu akan disimpan disini sebagai jaminan” ucap petugas keamanan itu. lalu segera memberi kartu kamar apartemen Kai pada Yoorin. Setelah menerima itu, Yoorin segera berlari menuju kamar apartemen Kai. Sesampainya disana, ia segera membuka pintu apartemen Kai, ia benar-benar terkejut ketika melihat keadaannya benar-benar berantakan. Ia mendengar racauan tak jelas dari kamar Kai, ini yang ia takutkan.

“Kai” ucap Yoorin mengetuk pintu kamar Kai, namun tak ada jawaban dari Kai, hanya terdengar suara-suara pecahan dari dalam kamar

Dari dalam kamar, Kai mendengar suara Yoorin yang terus memanggilnya tanpa masuk ke dalam kamar yang padahal pintunya tak terkunci. Kau terdiam dan terduduk di tepi ranjangnya, dengan tangan yang terluka karena tadi ia memukul cermin kamarnya. Ia duduk termenung dengan tatapan yang kosong, hanya mendengar Yoorin yang memanggil-manggil namanya, dan isakan tangis yang samar-sama terdengar dari luar kamar.

– Kau tidak bisa berbohong. Kau tidak baik-baik saja. Walaupun aku tak bisa membaca pikiranmu, tapi aku bisa melihat semuanya dengan jelas dari matamu. Berhenti bersikap seolah kau baik-baik saja. –

– KUBILANG JANGAN MENGGANGGU AKU!! –

– Ey.. Baby, berhenti memperlakukanku seperti anak kecil. kau tidak perlu membuatkanku susu setiap malam –

– Lalu kau akan pergi meninggalkanku? –

– Lalu siapa yang patut disalahkan disini? Apa aku? Karena aku sudah mencintaimu? Apa kau? Yang sudah mencintaiku? –

– Mannequin ini menyusahkan! –

– Aku mencintaimu, kai –

Tiba-tiba Kai mengerang kesakitan, ia memegangi kepalanya yang terasa teramat sakit. Rasanya seperti kaset rusak itu kembali memaksanya untuk berjalan mundur, mengingatkan pada masa lalunya. Kai terjatuh dari tepi ranjang dan tidak sadarkan diri.

Yoorin mendengar suara gaduh dari dalam kamar dan setelahnya menjadi sangat hening. Yoorin segera membuka pintu kamar Kai yang ternyata tak dikunci itu, ia melihat banyak pecahan kaca di kamar Kai, dan yang membuatnya benar-benar terkejut adalah Kai yang tertidur di lantai kamarnya dan tak sadarkan diri.

“KAAAI!!” teriak Yoorin panik

Ia segera menghubungi taksi untuk membawa Kai menuju rumah sakit. Yoorin terus terisak dalam tangisnya karena benar-benar takut melihat Kai yang tak sadarkan diri seperti ini. Tak lama taksipun datang, beberapa petugas keamanan membantu Yoorin untuk membawa Kai menuju taksi, lalu Yoorin segera membawa Kai menuju rumah sakit.

Sesampainya disana, Kai segera ditangani oleh beberapa dokter yang bertugas malam saat itu. Untung saja masih ada yang berjaga, biasanya selarut ini jarang sekali dokter yang berjaga malam. Dan terlebih dari itu, Yoorin tidak bisa menangani Kai langsung karena kini ia merasa sangat panik dan itu tidak akan membuatnya bisa fokus menangani Kai. Setelah selesai ditangani, Yoorin segera menghampiri Yoon uisa yang menangani Kai.

“Dia tidak apa-apa. Hanya ada sedikit guncangan dipikirannya, mungkin ada sesuatu yang membuatnya tertekan.” Jelas Yoon uisa

“Terimakasih, sunbaenim” ucap Yoorin

“Kau tidak perlu khawatir, ia hanya perlu istirahat” ucap Yoon uisa. Yoorin hanya mengangguk dan segera menghampiri Kai yang sedang tertidur tak sadarkan diri. Yoorin melihat perban yang melilit di telapak tangan Kai. Ia benar-benar merasa sangat bersalah sehingga membuat Kai seperti ini.

Mianhae, Kai. Aku sudah membuatmu kecewa lagi” ucap Yoorin terisak dalam tangisnya

Yoorin terus mengusap-usap rambut Kai, memperhatikan wajah Kai yang sedang tertidur, kekhawatiran terus menyelubungi dirinya. Ia hanya takut sesuatu terjadi pada Kai. Lama kelamaan, Yoorin memejamkan kepalanya dan tertidur dengan kepala berada di tepi ranjang Kai.

Keesokan harinya, Yoorin terbangun dari tidurnya karena Baekhyun membangunkannya. Yoorin kembali menatap Kai yang masih belum tersadar, ia menghela nafasnya berat dan segera membersihkan tubuhnya dan segera mengganti pakaiannya, karena mau tak mau ia tetap harus bekerja.

“Kau tenang saja, aku akan menangani Kai. Dan aku akan mengabarimu jika Kai sudah sadar” ucap Baekhyun

Gomawo, Baekhyun” ucap Yoorin dan segera meninggalkan Baekhyun dan Kai

Saat Yoorin sedang bekerja, ia kembali bertemu lagi dengan Taehyung. Kejadian kemarin membuatnya sangat kesal pada Taehyung. Ia terus menghindari Taehyung, karena ia tak mau lagi Taehyung melakukan hal yang sama seperti kemarin.

“Yoorin, maafkan aku” ucap Taehyung

“Sudahlah, jangan ganggu aku lagi” ucap Yoorin

“Aku sungguh menyesal, Yoorin. Maafkan aku sudah seperti itu. Tolong jangan membenciku, maafkan aku” ucap Taehyung

“Taehyung, sudah cukup. Ini jam kerja, jangan membahas masalah disaat jam kerja” ucap Yoorin

“Yoorin kumohon, maafkan aku” ucap Taehyung

“Yoorin!” seru seseorang memanggil Yoorin, membuat Taehyung dan Yoorin berhenti berbicara dan mengedarkan pandangannya pada sumber suara yang memanggil Yoorin

“Baekhyun?” tanya Yoorin

“Kai sudah sadar, Yoorin” ucap Baekhyun

“Benarkah? Aku akan segera kesana” ucap Yoorin segera berlari menuju ruangan Kai. Baekhyun menatap Taehyung sebentar dan ia segera pergi menyusul Yoorin.

Saat diruangan Kai, teman-temannya sudah berkumpul untuk menengok keadaan Kai. Mereka meluangkan waktu mereka yang benar-benar sibuk hanya untuk memastikan bahwa kondisi Kai baik-baik saja.

“Hey, bodoh! Ada apalagi sehingga kau seperti ini” ucap Saemi

“Aku sedang sakit begini kau malah mengataiku bodoh?!” gerutu Kai

“Apa yang terjadi Kai? Tanganmu terluka, dan kau masuk rumah sakit seperti ini. Ada apa?’ tanya Kyungsoo

“Tapi aku juga tidak tau kenapa aku bisa disini” ucap Kai

“Kau benar-benar bikin khawatir saja, Kai” ucap Chanyeol

Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba Yoorin memasuki ruangan, semua menatap Yoorin dan mereka keluar satu persatu dari ruangan, membiarkan Yoorin dan Kai untuk berbicara berdua. Yoorin berjalan perlahan mendekati Kai. Namun Kai mengalihkan pandangannya dan enggan menatap Yoorin.

“Kai..” ucap Yoorin. Namun Kai tidak menatap Yoorin, ia terus mengalihkan pandangannya

Mianhae.. karena aku kau jadi seperti ini” sambung Yoorin

“Aku tau kau pasti marah dan sangat kecewa padaku. Maafkan aku. Aku sungguh tak tau kenapa dia melakukan itu padaku. Aku tidak tau jika..”

“Lalu kenapa kau diam saja?” ucap Kai memotong pembicaraan Yoorin

“Tidak, Kai. Aku langsung melepaskannya.” Ucap Yoorin

“Tapi apa yang aku lihat tidak seperti itu” ucap Kai

“Kai, sungguh, aku benar-benar tidak tau jika Taehyung akan melakukan itu padaku” ucap Yoorin

“Bukankah sudah kubilang untuk menjaga jarak dengannya? Tapi kenapa kau tidak mendengarku, dan semalam kau malah berciuman dengannya?” ucap Kai

“Pergilah.” Sambung Kai

“Kai, tapi aku tidak..”

“KUBILANG PERGI!” ucap Kai kini menatap Yoorin dengan tatapan yang tajam

Yoorin terkejut karena lagi-lagi Kai membentaknya, ia segera keluar dari kamar Yoorin. Teman-temannya yang lain sangat mengkhawatirkan Yoorin, karena mereka barusan mendengar Kai berteriak pada Yoorin.

“Eonnie, gwaenchannayo?” ucap Nayeon memegang lengan Yoorin. Yoorin hanya tersenyum dan mengangguk

“Katakan pada kami, sebenarnya ada masalah apalagi? Kenapa kalian seperti ini?” tanya Saemi

“Aku yang salah” ucap Yoorin yang lalu terisak dalam tangisnya, ia tak bisa lagi menahan tangisnya saat itu. ia merasa sangat bersalah pada Kai karena sudah membuat Kai kecewa padanya.

“Yoorin” ucap Saemi segera memeluk Yoorin dan menenangkannya

Wae? Katakan pada kami. Jangan menangis seperti itu, aku jadi bingung” ucap Luna

“Haish.. kau ini diam dulu, bodoh! Biarkan dia menangis dulu” ucap Baekhyun setengah berbisik pada Luna. Luna yang mendengarnya hanya mempoutkan bibirnya yang dibalas dengan pukulan kecil dari Baekhyun.

“Aku membuatnya marah, aku membuatnya kecewa” ucap Yoorin

“Kenapa? Apa yang membuatnya marah padamu?” tanya Saemi

“Semalam.. semalam Kai..” ucap Yoorin terus terisak dalam tangisnya

“Semalam Kai melihat Taehyung menciumku” sambung Yoorin

MWO?!” ucap Teman-temannya terkejut mendengar ucapan Yoorin

“Taehyung? Taehyung partner kerjamu itu?” tanya Kyungsoo

Mwo?! si Taehyung itu berani menciummu?!” ucap Baekhyun tak percaya

Yaa! ini gara-gara kembaranmu itu Baekhyun!” gerutu Chanyeol

“Dia benar-benar menciummu, Yoorin?” tanya Luna

Yaa! diam dulu, dengar dulu penjelasan Yoorin! Kalian ini” gerutu Saemi

“Jelaskan pada kami, bagaimana kejadiannya” ucap Saemi

“Aku tak tau, aku sedang berjalan dan tiba-tiba Taehyung menarikku dan menciumku. Aku segera melepasnya dan tiba-tiba saja Kai sudah berada disitu melihatnya, dan dia salah paham” ucap Yoorin kembali terisak

Jinjja?! Haish.. dokter satu itu benar-benar” gerutu Luna

“Dia pasti sengaja melakukan ini untuk merusak hubungan kalian” ucap Baekhyun

“Kembaranmu sama menyebalkannya denganmu, Bacon” gerutu Chanyeol

“Dia bukan kembaranku, pabbo! Seenaknya saja! Aku lebih imut daripada dia” dengus Baekhyun

“Ey.. rasanya aku ingin muntah mendengarmu berbicara seperti itu” gerutu Luna pada Baekhyun. Baekhyun segera mendaratkan pukulan kecil dikepala Luna, membuat Luna meringis.

Eonnie.. ulljimma” ucap Nayeon mengusap punggung Yoorin untuk menenangkannya

“Biarkan Kai tenang dulu, setela emosinya mereda, kau baru bicarakan masalah ini lagi” ucap Kyungsoo

**

Setelah kejadian hari itu, Kai tidak mau bertemu dulu dengan Yoorin. Ia masih sangat sakit hati jika mengingat kejadian malam itu, ketika Taehyung mengecup bibir Yoorin dihadapannya. Sedangkan Yoorin, ia selalu menghindari Taehyung, ia tidak membenci Taehyung, tapi ia hanya tidak ingin Taehyung mengulangnya lagi. Ini sudah hampir seminggu Kai tidak ingin menemui Yoorin, dan sudah hampir seminggu juga Yoorin menjauhi Taehyung. Yoorin selalu memikirkan Kai yang selalu menghindarinya akhir-akhir ini.

Hari ini adalah hari libur Yoorin. Ia memilih untuk berjalan-jalan, sekedar menghirup udara segar dan menenangkan pikirannya. Ia berjalan menuju sebuah taman kota. Tempat yang paling Yoorin sukai, karena selain udaranya yang segar, tempat itu juga membawa ketenangan untuk Yoorin.

Yoorin mendudukan dirinya disebuah bangku, tempat yang sepi, yang membuat pikirannya benar-benar tenang. Ia menengadahkan kepalanya dan menatap langit yang sangat cerah, menghirup udara segar, merasakan angin yang berhembus, ia memejamkan matanya untuk menikmati udara disitu. Setelah beberapa menit memejamkan matanya, ia membuka matanya dan hendak untuk pergi.

“Oh astaga!” ucap Yoorin terkejut ketika ia membuka matanya, ia melihat Kai ada dihadapannya, entah sejak dari kapan Kai sudah berdiri dihadapan Yoorin.

“A-apa yang kau lakukan disini?” tanya Yoorin salah tingkah, ia segera menundukkan kepalanya. Kai hanya tersenyum dan mendudukan dirinya disamping Yoorin

“Jadi aku tidak boleh menemui kekasihku sendiri?” tanya Kai. Perkataan Kai sontak membuat Yoorin terkejut, Yoorin segera mengalihkan pandangannya dan menatap Kai yang berada disampingnya

“Kau sudah tidak marah lagi padaku?” tanya Yoorin. Kai hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya

Jinjja?” tanya Yoorin

“Hm.. mana mungkin aku sanggup berlama-lama mendiamimu, baby” ucap Kai mencubit kedua pipi Yoorin dengan gemas

“Aku tau, yang melakukannya itu adalah Taehyung dan kau tidak tau apa-apa. Aku terlalu cemburu dan emosi, mian” ucap Kai. Yoorin hanya tersenyum mendengar perkataan Kai

“Sudah seharusnya aku mempercayaimu. Karena kau hanya mencintaiku, mencintai Kai, nappeun namja, yang selalu bersikap kasar padamu, yang selalu membentakmu, tapi sangat menyayangi dan mencintaimu. Ah! Satu lagi, tampan” ucap Kai terkekeh

“Ey.. masih saja percaya diri” ucap Yoorin

“Maafkan aku sudah kasar padamu selama ini. Aku sudah banyak menyakitimu belakangan ini. Aku berjanji tak akan menyakitimu lagi, aku akan menahan emosiku agar tidak selalu membentakmu dan membuatmu takut. Maafkan aku” ucap Kai. Yoorin hanya tersenyum dan mengangguk

“Jangan pernah pergi lagi, jangan pernah meninggalkanku lagi. Tetaplah disini bersamaku. Aku tak akan membiarkan siapapun membawamu pergi dan menyakitimu lagi” ucap Kai

Mwo?!” ucap Yoorin kebingungan

“Aku sudah mengingat semuanya, baby” ucap Kai. Yoorin masih terdiam dan hanya menatap Kai tidak percaya

“Aku sudah mengingatnya sekarang, kau adalah alien” goda Kai

Mworago?! Kau bilang tadi aku ini apa, eoh?!” dengus Yoorin

“Hahaha.. dan kau tidak suka jika aku memanggilmu seperti itu. Kau adalah mannequin. Dan mannequin itu adalah kekasihku. Aku sudah mengingat semuanya, baby” ucap Kai tersenyum

Jinjja? Kau benar-benar sudah mengingatnya? Sungguh?” ucap Yoorin tak percaya. Kai hanya mengangguk dan tersenyum. Yoorin segera memeluk Kai dengan sangat erat.

“Ternyata kau kembali kesini untukku, Yoorin” ucap Kai membalas pelukan Yoorin

“Kau juga kembali untukku, kau sudah kembali mengingatku” ucap Yoorin

“Jangan pernah pergi lagi” ucap Kai melepas pelukan Yoorin dan menatapnya dengan dalam

“Tidak, aku tidak akan pernah kembali lagi. Aku akan disini bersamamu” ucap Yoorin

“Sejak kapan kau mengingatnya, Kai?” tanya Yoorin

“Sejak malam itu, saat aku melihatmu berciuman dengan Taehyung. Aku merasakan kepalaku pusing, dan seperti ada sebuah kaset rusak yang kembali berjalan mundur mengulang masa lalu. Saat besoknya aku tersadar, aku sudah mengingatnya lagi. Ajaib bukan?” ucap Kai

“Keajaiban memang akan hadir dalam cinta kita, Kai” ucap Yoorin tersenyum

“Lalu kenapa saat aku kehilangan ingatanku, kau tidak menyembuhkanku?” tanya Kai

“Ah.. kau belum tau soal itu. Saat aku kembali ke bumi, aku sudah melepaskan semuanya, dan aku sudah menjadi manusia seutuhnya, sama sepertimu” jelas Yoorin

Mwo?! jinjja?!” tanya Kai terkejut

“Hm, sekarang aku tidak seperti dulu lagi. Aku tidak punya kekuatan, aku sekarang hanyalah manusia Kai” ucap Yoorin

“Itu artinya kau akan terus disini? Tidak akan pernah pergi lagi kan?” tanya Kai

“Tidak, Kai. Tidak akan pernah” ucap Yoorin tersenyum. Kai sangat puas mendengar ucapan Yoorin, ia segera mengecup singkat bibir milik Yoorin, lalu kembali memeluknya.

Saranghae, jeongmal saranghae” ucap Kai

Nado, saranghae” ucap Yoorin

Mereka terduduk di bangku taman, bersenda gurau, melepas kerinduan mereka selama ini. Yoorin benar-benar sangat senang karena Kai sudah kembali mengingatnya. Dan Kai juga benar-benar sangat senang bisa bersama Yoorin, yeoja yang sangat dicintainya.

DRRT.. DRRT.. DRRT..

Tiba-tiba saja ponsel milik Yoorin berdering, ia merogoh ponselnya di dalam tasnya dan melihat pada layar ponsel siapa yang menghubunginya.

Nugu?” tanya Kai

“Ta-Taehyung” ucap Yoorin terbata-bata karena takut jika Kai marah lagi padanya

“Angkat saja” ucap Kai

Mwo?” ucap Yoorin tak percaya

“Sudah angkat saja, aku tidak akan marah” ucap Kai tersenyum. Yoorin mengangguk dan segera mengangkat panggilan masuk pada ponselnya itu

“Yeoboseyo”

“….”

“Ada apa Taehyung?”

“….”

“Sekarang? Memangnya ada apa?”

“….”

“Baiklah, aku akan segera kesana”

PIP

Yoorin segera mematikan ponselnya dan mengalihkan pandangannya menatap Kai

“Ada apa?” tanya Kai

“Taehyung memintaku menemuinya di bandara Incheon sekarang, bersamamu” ucap Yoorin

“Bersamaku? Untuk apa?” tanya Kai

“Aku juga tidak tau, tadi dia hanya mengatakan itu” ucap Yoorin

“Yasudah, kajja” ucap Kai menarik tangan Yoorin

“Kemana?” tanya Yoorin

“Kau bilang tadi Taehyung meminta kita menemuinya” ucap Kai

“Tapi, apa tidak apa?” tanya Yoorin khawatir

“Sudahlah. Aku tak akan mempermasalahkannya lagi. Mungkin dia ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu” ucap Kai

Mereka segera menuju bandara Incheon seperti yang diminta Taehyung. Sesampainya disana, mereka segera menemui Taehyung yang sedang terduduk di kursi dengan beberapa koper.

“Taehyung-ah” seru Yoorin. Taehyung segera menghela nafasnya berat dan tersenyum pada Yoorin

“Ada apa? Kau mau kemana?” tanya Yoorin

“Aku akan kembali ke L.A. Aku akan kembali bekerja disana” ucap Taehyung

“Tapi kenapa? Kenapa mendadak sekali?” tanya Yoorin

“Sudah waktunya. Yoorin, maafkan aku, atas apa yang sudah kulakukan padamu. Maafkan aku atas kejadian waktu itu. karenaku, hubunganmu dengan Kai menjadi berantakan” ucap Taehyung

Gwaenchanna, kau tidak perlu membahasnya lagi” ucap Yoorin

“Kai” ucap Taehyung, Kai hanya dia dan menatap Taehyung

Mianhae, sudah merusak hubungan kalian. Aku sudah berlebihan, aku salah jika dapat merebut Yoorin darimu. Nyatanya itu tidak akan pernah berhasil. Kau memang pantas untuk Yoorin. Maafkan aku” ucap Taehyung

Gwaenchanna. Aku yang harusnya berterimakasih padamu, karena saat kau melakukan itu pada Yoorin, aku kembali mengingat semua ingatan yang hilang. Ingatanku kembali pulih” ucap Kai tersenyum

“Baguslah. Setidaknya, kau sudah kembali mengingat Yoorin. Jagalah dia baik-baik, dia yeoja yang sangat baik, jangan pernah menyakitinya. Jika aku mendengar dia disakiti olehmu, aku akan kembali dan merebutnya darimu” ucap Taehyung terkekeh

“Itu tidak akan pernah terjadi” ucap Kai tertawa dan menepuk pundak Taehyung

“Baguslah, itu tidak seharusnya terjadi bukan?” ucap Taehyung tertawa

“Baiklah, aku akan pergi sekarang. Yoorin jaga dirimu baik-baik” ucap Taehyung

“Jaga dirimu baik-baik juga, jangan lupa untuk memberi kabar padaku, bagaimanapun, kau juga tetap temanku” ucap Yoorin

“Pasti, aku akan mengabarimu. Kai, aku pergi dulu. Yoorin, kajja” ucap Taehyung menarik tangan Yoorin untuk menggoda Kai

Yaa!” dengus Kai. Taehyung hanya membalasnya dengan tawa karena sudah berhasil mengerjai Kai, Kaipun membalas tawa Taehyung.

“Hati-hati” ucap Yoorin melambaikan tangannya pada Taehyung. Kai dan Yoorin terus menatap kepergian Taehyung, yang semakin lama semakin menghilang dari pandangan mereka.

“Semoga dia menemukan yeoja yang lebih baik” ucap Yoorin

“Hm.. kajja, kita pulang” ucap Kai menggenggam tangan Yoorin

***

Hari-hari setelah kepergian Taehyung, Yoorin dan Kai kembali menjalani kehidupannya seperti biasa. Keduanya kini semakin dekat dan sulit terpisahkan. Bahkan terkadang Kai selalu datang disaat Yoorin sedang menangani pasien-pasiennya.

Aigoo.. Younmin-yya kau harus makan agar kau cepat sembuh, apa kau tidak bosan disini terus?” ucap Yoorin

“Aku tidak mau, uisa

“Kalau kau tidak mau, nanti kau akan terus disini dan tidak bisa bermain kelaur. Apa kau mau?’ ucap Yoorin

Wae? Youngmin tidak mau makan lagi?” ucap Kai yang tiba-tiba datang ke dalam ruangan Youngmin dan menghampiri Yoorin yang sedang memaksa Youngmin untuk makan.

“Kalau kau makan, aku akan memberikan hadiah” ucap Kai

“Apa?” tanya Youngmin

“Ta-da~” ucap Kai mengeluarkan sebuah satu set mobil-mobilan dari balik tangannya

“Wahhh.. daebak!” ucap Youngmin

“Aku akan memberikan ini, asalkan kau mau makan” ucap Kai

“Baiklah, uisa aku mau makan” ucap Youngmin. Yoorin hanya tersenyum dan segera menyuapi Youngmin.

Youngmin adalah anak laki-laki berumur 8 tahun, yang sudah hampir 1 tahun dirawat disitu karena penyakitnya. Youngmin adalah pasien yang selalu ditangani Yoorin, sehingga Yoorin sangat dekat dengan Youngmin, begitu juga dengan Kai.

“Aku sudah selesai makan!” seru Youngmin. Kai hanya tersenyum dan memberikan mainan yang tadi sengaja dibelinya untuk Youngmin

“Wah.. daebak. Ini pasti harganya sangat mahal kan, ahjushi?” tanya Youngmin pada Kai

Yaa! jangan panggil aku ahjushi, panggil aku hyung saja oke?” ucap Kai. Youngmin hanya tersenyum dan mengangguk

“Tentu saja itu mahal. Kau harus membayarnya” ucap Kai. Youngmin yang mendengarnya sangat terkejut dan segera menatap Kai

“Kenapa? Bahkan aku tidak memiliki uang” ucap Youngmin

“Kau tidak perlu membayarnya dengan uang. Tapi kau membayarnya dengan janji” ucap Kai

“Janji? Janji untuk apa, hyung?” tanya Youngmin

“Kau harus berjanji untuk makan tepat waktu dan cepat sembuh” ucap Kai tersenyum

Ne, hyung!” ucap Youngmin. Yoorin yang mendengarnya hanya tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepala Youngmin.

“Jika kita menikah nanti, anak kita pasti tampan seperti Youngmin” ucap Kai setengah berbisik pada Yoorin

“Ey.. percaya diri sekali” ucap Yoorin

Uisa, apa kau akan menikah dengan hyung ini?” tanya Youngmin

Mwo?” ucap Yoorin kebingungan

“Tentu saja. Hyung akan menikah dengan Song uisa” ucap Kai segera merangkul Yoorin

Yaa!” ucap Yoorin, ia segera melepaskan rangkulan Kai

“Saat kita menikah nanti, kau sudah harus sembuh dan datang ke pesta pernikahan kami, eoh?” ucap Kai

“Hm.. ne hyung” ucap Youngmin

Begitulah kehidupan Yoorin dan Kai, Yoorin yang disibukkan dengan pasien-pasiennya dan Kai yang disibukkan dengan pekerjaan-pekerjaan diperusahaannya. Sesibuk apapun mereka, namun mereka tak pernah seharipun tidak bertemu, mereka selalu meluangkan waktu untuk bertemu. Dan mereka berencana untuk segera menikah.

Chanyeol dan Saemi sudah menyusul Kai terlebih dahulu. Satu tahun setelah kepergian Taehyung itu, Saemi dan Chanyeol melangsungkan pernikahan mereka. Mereka benar-benar pasangan yang serasi. Chanyeol yang sangat mencintai Saemi, begitu pula dengan Saemi. Bahkan mereka berencana untuk segera memiliki anak, ya sebenarnya yang menginginkannya Saemi. Chanyeol masih belum siap nampaknya menjadi seorang ayah.

Sedangkan Kyungsoo dan Nayeon mereka sudah bertunangan. Kini mereka berdualah yang paling sibuk diantara yang lainnya. Karena sekarang mereka jarang menetap di Seoul, Kyungsoo harus mengurusi perusahaannya di Inggris dengan ditemani Nayeon. Karena pekerjaannya yang masih menumpuk dan belum terselesaikan, mereka menunda rencana mereka untuk menikah, sampai pekerjaannya benar-benar selesai.

Baekhyun dan Luna? Tentu saja mereka sekarang sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Awalnya memang mereka saling membenci, tapi dari kebencian itulah akhirnya tumbuh cinta diantara hati mereka. Saat mereka bersama, terkadang mereka selalu terlihat seperti pasangan yang tidak romantis, mereka selalu saja berdebat dengan hal-hal yang tidak penting. Tapi, mereka juga terkadang terlihat menjadi pasangan yang benar-benar lucu, seperti pasangan anak-anak, mereka sama-sama cerewet, sama-sama tidak mau diam, dan banyak lainnya kesamaan yang mereka miliki. Ya, walaupun mereka masih malu-malu untuk mengakui bahwa mereka kini berkencan.

LOVE is not how we forget, but how we forgive. LOVE is not what we see, but what we understand. And LOVE is not what we hear, but what we feel. No matter what happens, Love will find their own way

~ THE END ~

Advertisements

One thought on “That’s Mannequin Is My Girl [Chapter 16-END]

  1. ngebut komen di siniiii

    lalala akhirnya end jugaaa~ dan btw Sehunku? Sehunku mana? Dia dimana? Aku dimana? Kita sedang apa? Oke abaikan.

    Entah mengapa di fanfict ini aku jatuh cinta pada Sehun.

    Loh, bukannya main castnya Kai?

    Entah. Aku falling in love with Sehun. Pas dia mau jemput Alhena apalagi~ Ughhh aku gabisa diginiinnnnn

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s