That’s Mannequin Is My Girl [Chapter 13]

That Mannequin Is My Girl

Title : That Mannequin, Is My Girl [Chapter 13]
Author : MeiKim

Poster by : LAYKIM @ IFA
Length : Chapter

Rating : PG-13
Genre : Fantasy, Comedy, Romance
Cast : Song Yoorin (OC)
Kim Jongin as Kai
Other Cast : Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kyungsoo, etc
Disclaimer : is REAL My Imagination. Don’t be a PLAGIAT! Happy Reading Chingudeul ^^

PREVIOUS CHAPTER :

| Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 |

What is the hardest in the world? But also the most beautiful. It is LOVE

***

**

*

— EARTH —

 

“AHH! Kenapa tidak bisa juga!” gerutu Luna

“Jangan memaksakan. Kondisimu hanya akan semakin memburuk saja jika kau terus berusaha menggunakan kekuatanmu itu” ucap Baekhyun

“Kau tidak mengerti! Aku harus segera kembali untuk menolong Yoorin. Dan aku juga harus menolong Kai yang keadaannya semakin hari semakin melemah” ucap Luna

“Ya, aku tau, aku mengerti, Luna. Tapi, jika kau terus memaksakan dirimu, kau tidak akan bisa pulih dengan cepat, dan kau tidak bisa melakukan apa yang ingin kau lakukan” ucap Baekhyun

“Tapi harus berapa lama lagi, ini sudah sebulan lebih dan kondisiku belum pulih. Kai yang keadaannya semakin memburuk dan Yoorin.. aku tak tahu keadaan dia bagaimana. Aku hanya takut Aludra memanfaatkannya” ucap Luna. Baekhyun menghela nafasnya berat dan mendudukan dirinya di samping Luna.

“Aku pun tak tahu apa yang harus ku lakukan, Luna. Aku sangat takut dengan kondisi Kai yang sekarang. Walaupun kadang sikapnya sangat menyebalkan, tapi dia adalah sahabatku yang terbaik. Aku tidak ingin kehilangannya. Dan jika dia sadar nanti dan mencari Yoorin, aku tak tahu harus mengatakan apa padanya” ucap Baekhyun

“Tunggu! Ini sudah berapa lama aku di bumi? Apa kau ingat?” tanya Luna tiba-tiba

“Hm.. sepertinya sekitar 4-5 bulan” jawab Baekhyun

“Ayolah.. yang lebih spesifik” tanya Luna

“Tunggu, kalau tidak salah saat kau datang kemari itu sewaktu libur sekolah. Berarti.. jika dihitung.. 4.. Ah! 5bulan lebih seminggu.” Ucap Baekhyun

“Kau yakin?” tanya Luna

“Hm.. aku yakin. Ini yang aku lihat dari kalenderku” ucap Baekhyun menunjukan kalender yang ada di ponselnya

“5bulan lebih seminggu?..” gumam Luna

“Astaga! Ini artinya waktuku hanya seminggu lagi!” ucap Luna panik

“Seminggu? Seminggu apa maksudmu?” tanya Baekhyun

“Waktuku untuk menyelamatkan Yoorin. Tepat seminggu lagi, akan terjadi supernova, itu akan membuat bintang baru, dan bintang baru itu adalah Capella. Saat itu juga Yoorin dan Sehun akan segera pergi dan menjadi generasi penerus disana, dan jika aku terlambat, Yoorin tidak akan pernah bisa kembali ke bumi, itu artinya dia tidak akan bisa bertemu Kai lagi” jelas Luna

“APA KAU BILANG?! SEMINGGU?!” ucap Baekhyun terkejut

“Itu mustahil. Bahkan kau belum pulih dan tidak bisa kembali ke tempatmu. Eottokkeh..” ucap Baekhyun panik

Sementara Baekhyun dan Luna memikirkan apa yang akan mereka lakukan. Chanyeol dan Kyungsoo terus bergantian menjaga Kai. Kondisi Kai semakin hari semakin memburuk. Tidak ada peningkatan dan tanda-tanda Kai untuk mengakhiri masa kritisnya. Teman-temannya sangat mengkhawatirkan Kai, bahkan mereka terkadang berpikir pesimis untuk Kai bisa mengakhiri masa kritisnya.

Hari ini, Kyungsoo dan Nayeon yang akan menjaga Kai. Kyungsoo benar-benar mengkhawatirkan Kai. Ia takut kehilangan sahabat dari kecilnya itu. ia tak menyangka bahwa Kai kembali diuji lagi dalam kehidupannya, dan sampai keadaannya seperti ini.

“Kai.. irreonna. Aku tak pernah melihatmu selemah ini” ucap Kyungsoo menatap Kai yang terbaring lemah

Oppa.. aku yakin Kai oppa akan segera mengakhiri masa kritisnya. Aku yakin Kai oppa itu kuat” ucap Nayeon

“Aku harap seperti itu, Nayeon-ah” ucap Kyungsoo

Oppa.. bagaimana dengan Yoorin eonnie? Apa dia akan kembali kesini?” tanya Nayeon

Molla. Tapi aku harap Yoorin bisa kembali kesini dan keadaannya baik-baik saja. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika Kai sudah sadar dan tidak ada Yoorin disisinya. Ia akan semakin rapuh” ucap Kyungsoo

“Aku juga berharap begitu, oppa” ucap Nayeon

— ANTARES —

“Kenapa kau muram seperti itu, My Queen?” tanya Sehun

“Berhenti memanggilku seperti itu, Sehun!” ucap Yoorin kesal

“Kau masih memikirkan manusia yang tidak abadi itu?” tanya Sehun

“Jangan menyebutnya seperti itu! Dia memiliki nama!” ucap Yoorin

“Aku tak perduli dia memiliki nama atu tidak. Yang jelas, kau sudah ada disini bersamaku, dan sebentar lagi kita akan jadi generasi penerus di Capella” ucap Sehun tersenyum puas

“Jangan harap, Sehun. Aku tidak akan pernah mau jadi pendampingmu! Kau sudah melanggar aturan, Sehun”

“Melanggar?” ucap Sehun dan tertawa dengan sangat puas

“Tidak akan ada yang mengetahuinya, Alhena. Semua sudah ada dalam kendaliku” ucap Sehun tersenyum licik

“Aku tidak akan membiarkan ini terjadi, Sehun. Aku akan membuktikan pada semuanya jika kau bersalah” ancam Yoorin

“Lakukan saja. Itu akan mustahil, My Queen” ucap Sehun. Ia segera mengecup singkat bibir Yoorin dan pergi meninggalkannya.

Yoorin benar-benar muak dengan tingkah Sehun yang angkuh dan bertindak semaunya. Hanya tinggal beberapa malam lagi, ia akan menjadi generasi penerus bersama Sehun. Ia terus mengurung dirinya dikamar, ia terus memikirkan Kai yang saat ini berada jauh dengannya. Ia mengkhawatirkan Kai dan juga Luna sahabatnya. Ia membutuhkan Luna, namun Luna tak bisa kembali ke Antares.

“Tuan putri, Alhena” suara itu membuat Yoorin tersadar dari lamunannya. Ia menatap seorang pelayan istananya yang masuk ke kamarnya

“Ratu Cassiopeia dan Raja Orion beserta anaknya sudah menunggu anda di ruang biasa”

“Terimakasih. Aku akan segera kesana” ucap Yoorin

Ia menghela nafasnya berat, ia tak menyukai Sehun, ia sangat membencinya. Yoorin segera mengganti pakaiannya dan segera menuju ruangan yang dimaksud pelayan tadi. sesampainya disana ia segera mendudukan dirinya di bangku tepat di hadapan Sehun.

“Selamat datang kembali, putri Alhena” ucap Orion. Yoorin hanya membalasnya dengan senyuman yang benar-benar dipaksakan

“Sebentar lagi kalian akan menjadi generasi penerus di Capella. Kita harus mempersiapkannya matang-matang” ucap Orion. Yoorin yang mendengarnya hanya terus menghela nafasnya dengan berat tiap kali mendengar tentang Sehun dan juga Capella.

Aludra pasti akan menjadi sang penjaga yang baik dan bijaksana” ucap Cassiopeia.

“Bolehkah aku mengatakan sesuatu, yang mulia?” ucap Yoorin

“Silahkan, Alhena” ucap Orion

“Aku tidak menginginkan ini. Aku tidak mau menjadi generasi penerus bersama Aludra” ucap Yoorin. Pernyataan Yoorin membuat Raja Orion dan Ratu Cassiopeia terkejut.

“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu, putri Alhena? Kau tidak bisa membatalkan rencana yang sudah kami buat selama berabad-abad” ucap Orion

“Tapi aku tidak menginginkannya. Aku tidak mencintainya, dan aku tidak menginginkan Capella. Aku hanya ingin kembali ke bumi” ucap Yoorin

“Kau tidak bisa, Alhena” ucap Sehun

“Aku bisa kembali jika kau mengungkapkan semuanya, Sehun!” ucap Yoorin mulai kesal

Alhena!” ucap Cassiopeia

“Yang mulia, Raja Orion. Aludra telah melanggar peraturan. Dia sudah melanggar apa yang tidak diperbolehkan. Dia sudah melukai makhluk bumi, dia sudah membuat keributan!” ucap Yoorin

“Apa yang kau katakan, putri Alhena?! Kau menuduh putraku?!” ucap Orion

“Aku tidak menuduh. Itu adalah kenyataan. Sehun telah melanggar peraturan yang dibuat. Ia harus dihakimi!” ucap Yoorin

“Dihakimi?! Apa alasan kau berkata seperti itu. aku tidak melihat apapun terjadi di bumi, dan Aludra tidak melakukan hal-hal yang melanggar” ucap Orion

“Itu karena Sehun yang menutupinya dengan kekuatannya. Ia yang menghapuskan kejadian yang sudah terjadi di bumi, agar siapapun tidak ada yang mengetahuinya” ucap Yoorin

Alhena sudah hentikan!” ucap Cassiopeia

“Dulu.. Ibu yang sudah membuangku ke bumi dan mengutukku. Ibu tak memberiku kesempatan untuk kembali ke Antares. Ibu yang memintaku untuk belajar menemui dan merasakan cinta. Tapi kenapa setelah aku menemukannya, Ibu kembali membawaku kesini?!” ucap Yoorin

Alhena!” ucap Cassiopeia

“Ini tidak adil, bu! Sungguh tidak adil” ucap Yoorin

“Hentikan Alhena! Kau sudah keterlaluan” ucap Sehun

“Kau bilang aku ini sebuah cincin kan? Cincin yang tak pernah melingkar di jemari, cincin yang selalu kesepian. Sekarang, cincin ini sudah menemukan jemarinya. Cincin ini sudah melingkar di jemari seseorang yang sangat dicintainya. Aku mencintai makhluk bumi itu! dia adalah jemariku!” ucap Yoorin pada Cassiopeia

“Dan Sehun sudah melukai makhluk bumi yang aku cintai itu” sambung Yoorin

“Kau sudah sangat keterlaluan, putri Alhena. Aku tidak menerima tuduhanmu pada putraku.” Ucap Orion

“Ratu Cassiopeia. Aku tau kau orang yang sangat bijaksana, aku ingin putri Alhena dikurung di Cygnus hingga waktu pergantian penerus tiba” ucap Raja Orion. Ratu Cassiopeia mengangguk dan segera memanggil beberapa pengawalnya untuk membawa Yoorin ke Cygus dan mengurungnya disana.

Para pengawal menyeret paksa Yoorin. Yoorin hanya bisa menangis tersedu-sedu, membuat para pelayan di istananya sangat iba. Karena sebelumnya Yoorin tak pernah menangis seperti itu dan selalu diperlakukan baik.

Kini Yoorin hanya bisa terus menangis tersedu-sedu, membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasa sangat iba. Namun mereka tak dapat melakukan apa-apa, ketegasan Raja Orion dan kebijaksanaan Ratu Cassiopeia tidak mungkin dapat mereka sangkal lagi.

Malam berganti malam, Yoorin terus menangis di dalam ruang kurungan di Cygnus. Ia merindukan Kai yang jauh dari bumi. Ia tak tahu apa yang terjadi dengan Kai saat ini. Ia tak bisa menghubungi Luna dari pikirannya, itu karena jarak mereka yang terlalu jauh dan Luna yang masih belum sepenuhnya pulih.

Alhena

Suara itu mengejutkan Yoorin. Ada seseorang yang memanggilnya, ada seseorang yang memberikan telepathy padanya. Yoorin memejamkan matanya untuk mendengar lebih jelas siapa yang memanggilnya.

Alhena

..

Alhena~

..

“Krystal?” gumam Yoorin

“Alhena!” ucap Krystal setengah berbisik di depan pintu ruangan Yoorin

“Krystal!” ucap Yoorin segera menghampiri Krystal yang terhalangkan oleh pintu

“Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja?” tanya Krystal

“Tolong aku, Krystal. Bantu aku keluar dari sini” ucap Yoorin

“Katakan apa yang terjadi, Alhena. Aku tak punya banyak waktu sebelum para penjaga itu menyadari aura ku disini” ucap Krystal

“Sehun yang membuatku terjebak disini. Ia membuat keributan di bumi, dan dia menghapuskan kejadian itu sehingga tak ada yang mengetahuinya. Tolong aku, Krystal. Aku ingin kembali ke bumi” ucap Yoorin

“Aku akan membantumu. Tapi kau tahu kan, aku tidak bisa berbuat banyak, Alhena” ucap Krystal

“Krystal, aku tidak ingin menjadi generasi penerus Capella bersama Sehun. Kumohon bantu aku mengungkap semuanya” ucap Yoorin

“Aku akan lakukan sebisaku, Alhena. Aku berjanji untuk membantumu. Aku harus segera pergi. Alhena” ucap Krystal yang kini Yoorin tak merasakan lagi ada aura Krystal disitu

Aku mempercayaimu, Krystal.. ucap Yoorin dalam pikirannya

Malam-malam berlalu, hari ini adalah tepat malam dimana supernova akan terjadi dan melahirkan bintang baru, Capella. Hanya tinggal menunggu beberapa saat lagi, Yoorin dan Sehun akan segera menjadi generasi penerus di Capella. Dan selama itu juga tak ada tanda-tanda kedatangan Luna. Dan Krystal pun tak memberi kabar pada Alhena. Alhena tak mengetahui Krystal ada dimana.

Yoorin tak bersemangat sama sekali. Ia terus menangis karena apa yang tak diinginkannya harus terpaksa dilakukannya. Ia tak ingin menjadi pendamping Sehun. Ia hanya ingin kembali ke bumi, ingin kembali bersama Kai dan menjalani hari-hari bersama Kai seperti sebelum ia kembali ke Antares.

Kai.. Aku berharap keadaanmu membaik. Maafkan aku tak bisa berbuat apapun untuk kembali bersamamu. Maafkan aku tak bisa menepati janji. Maafkan aku telah meninggalkanmu dan tidak kembali. Sepertinya keajaiban tak berada di pihak kita. Aku mencintaimu.. batin Yoorin

— EARTH —

Setelah hampir 8 bulan Kai terbaring lemah di rumah sakit dengan keadaan yang kritis, kini ia sudah terbangun dari tidur panjangnya dan sudah melewati masa kritisnya. Chanyeol dan Saemi yang hari itu menjaga Kai, segera memberikan kabar kepada teman-temannya karena Kai sudah tersadar dari tidur panjangnya. Chanyeol dan Saemi benar-benar senang karena Kai sudah berhasil melewati masa kritisnya selama 8 bulan terakhir ini.

“Kai.. akhirnya kau bangun juga” ucap Chanyeol tersenyum riang. Namun Kai tidak menjawabnya, ia masih menerka-nerka apa yang terjadi padanya dan dia berada dimana.

“Kau ingin minum, Kai?” tanya Saemi

“Aku dimana?” ucap Kai

“Kau dirumah sakit, Kai” jawab Chanyeol

“Kenapa aku disini?” tanya Kai

“Kau disini karena kejadian itu, Kai. Apa kau tak ingat?” tanya Saemi

“Kejadian? Kejadian apa? Apa sesuatu yang buruk terjadi padaku?” tanya Kai kebingungan

“Lalu dimana Joonmyeon, hyung?” sambung Kai. Saemi dan Chanyeol terkejut dengan pertanyaan Kai, mereka hanya saling menatap karena tak mengerti apa yang terjadi dengan Kai.

“Kenapa kalian diam saja? Katakan sesuatu!” ucap Kai. Chanyeol dan Saemi masih terdiam karena mereka kebingungan dengan pertanyaan-pertanyaan Kai

“Kalian berdua kenapa disini? Apa kalian berkencan? Dimana Kyungsoo dan Baekhyun?” tanya Kai

“Ada yang tidak beres” bisik Chanyeol pada Saemi. Chanyeol segera meninggalkan ruangan Kai dan menuju ruangan Jin uisa yang menangani Kai selama ini.

“Saemi, kemana Chanyeol pergi? Kalian benar-benar berkencan?” tanya Kai lagi

“Kai, ada apa denganmu? Kenapa kau bertanya seperti itu? aku dan Chanyeol sudah berkencan sejak lama, kau mengetahuinya. Dan kenapa sekarang kau bertanya hal bodoh seperti itu lagi?” ucap Saemi

“Sejak kapan? Kau tidak pernah memberitahuku.” Ucap Kai

“Kau ini kenapa! Tertidur selama ini apa membuatmu melupakan kami, eoh? apa jangan-jangan kau melupakan Yoorin juga?!” tanya Saemi

“Yoorin?” tanya Kai

“Siapa dia?” sambung Kai. Perkataan itu sontak membuat Saemi terkejut. Kai tak mengingat Yoorin? Kini Saemi benar-benar yakin bahwa ada yang terjadi pada Kai. Tak lama Jin uisa memasuki ruangan dan segera memeriksa keadaan Kai. Sedangkan Chanyeol dan Saemi keluar dari ruangan dan menunggu kedatangan Baekhyun, Kyungsoo dan Nayeon.

Berjam-jam mereka menunggu kehadiran ketiga temannya, akhirnya mereka semua berkumpul dan Chanyeol segera memberikan kabar yang ia sendiri tak tau ini kabar baik atau kabar buruk bagi yang lainnya.

MWO?!” ucap Baekhyun, Kyungsoo dan Nayeon bersamaan

“Kai hilang ingatan?!” tanya Baekhyun lagi

“Kejadian itu membuat Kai kehilangan memorynya dan juga dia tertidur dengan jangka waktu yang lama, sehingga ia benar-benar tidak bisa mengingat beberapa bagian terpenting yang sudah terjadi” ucap Chanyeol

“Dan dia tidak ingat Yoorin” ucap Saemi kecewa

“Bahkan dia tidak mengingat Yoorin?!” tanya Kyungsoo

“Hm.. ia bahkan menanyakan Joonmyeon hyung. Eottokkeh.. “ ucap Chanyeol melenguh

“Mungkin ini kabar baik jika dia tak mengingat Yoorin sama sekali, dan setidaknya ia tidak sedih jika Yoorin tak akan pernah kembali bersamanya disini. Tapi, jika dia tak mengingat mengenai kematian Joonmyeon hyung, mungkin inilah kabar buruknya, ia akan kembali dalam masa depresinya” ucap Kyungsoo

“Lalu apa yang harus kita lakukan oppa?” tanya Nayeon

“Apa kita harus mengatakan yang sebenarnya pada Kai?” tanya Chanyeol

“Tidak! Jangan” ucap Baekhyun

Wae?” tanya Chanyeol

“Kondisi Kai belum benar-benar pulih. Jika kau mengatakan kebenarannya pada Kai, kondisinya akan semakin memburuk. Lebih baik kita menunggu kondisinya membaik dulu, dan.. kita akan memberitahunya perlahan-lahan” ucap Baekhyun

“Kupikir, Baekhyun benar. Kita tidak bisa melihat Kai lebih lama lagi disini. Kim ahjushi akan semakin mengkhawatirkan Kai” ucap Kyungsoo

“Baiklah, kita sepakat untuk menyembunyikan ini dulu sementara” ucap Chanyeol dan djawab dengan anggukan oleh teman-temannya

Setelah mereka selesai berbincang, mereka segera menuju ruang rawat Kai untuk melihat keadaan Kai sekarang. Saat mereka memasuki ruangan itu, Kai menatap teman-temannya bergantian dengan tatapan yang kebingungan.

Neo?! Kapan kau kembali?” tanya Kai pada Nayeon

Yaa! jangan pergi seenaknya saja. Kyungsoo bisa gila karena kau tinggalkan” sambung Kai. Nayeon hanya terdiam dan tersenyum simpul karena tak tahu harus menjawab apa

“Sepertinya sudah banyak yang berubah. Berapa lama aku tertidur sehingga aku tak mengetahui ini?” tanya Kai

“8 bulan” jawab Kyungsoo

Mwo?! 8 bulan?! Selama itukah? Pantas saja aku tak mengetahui jika Saemi sudah berkencan dengan Chanyeol dan Nayeon sudah kembali” ucap Kai

“Istirahatlah, kau harus banyak istirahat agar cepat pulih” ucap Baekhyun

“Kapan aku bisa keluar dari sini? Aku bosan” ucap Kai

“Jika kau sudah benar-benar pulih” jawab Baekhyun

2 bulan berlalu setelah Kai keluar dari rumah sakit dan dinyatakan keadaannya sudah membaik. Ia kembali menjalani kehidupannya dengan normal, dan ia juga kembali pada kebiasaan buruknya, bermain yeoja. Ia tak mengingat apa yang sebelumnya terjadi padanya, ia tak mengingat bahwa ia sudah meninggalkan kebiasaan buruknya sudah sejak lama, ia tak mengingat bahwa ia sangat mencintai seorang yeoja yang berbeda dengannya, ia tak mengingat semua yang sudah terjadi.

Teman-temannya sangat mengkhawatirkan kondisi Kai. Terlebih, ia sudah mengetahui bahwa Joonmyeon sudah meninggalkannya sejak lama. Kini Kai kembali pada masa depresinya, ia setiap hari selalu pergi ke club dan pulang dalam keadaan mabuk berat. Kai benar-benar melupakan apa yang sudah terjadi sebelum ia masuk rumah sakit dan kritis.

Ternyata ini jauh lebih buruk dibandingkan ia kehilangan Yoorin. Ini semua seperti kembali mundur dari kehidupan Kai sebelumnya. Kai harus merasakan lagi apa yang sudah terjadi di masa lalunya. Teman-teman Kai yang lainnya selalu berusaha menguatkan Kai dan memberitahu perlahan-lahan tentang apa yang sudah terjadi selama ini padanya.

“Kyungsoo-yya” ucap Kai

“Hm..” jawab Kyungsoo

“Apa kau tau siapa gadis yang ada diponselku ini?” ucap Kai yang memperlihatkan ponselnya pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya menatap Kai tanpa menjawabnya

“Ini aneh. Rasanya gadis ini selalu hadir di mimpiku” ucap Kai

“Hey! Katakan sesuatu, kenapa kau diam saja!” dengus Kai

“Aku tau” jawab Kyungsoo singkat

“Siapa? Apa gadis yang selalu aku tiduri?” tanya Kai

“Tidak” jawab Kyungsoo singkat

“Bisa tidak kau jawab dengan jelas? Kenapa kau selalu menjawabnya dengan singkat?!” dengus Kai

“Dia Yoorin. Gadis yang tidak pernah kau tiduri, bahkan tidak pernah kau sentuh sama sekali, kau takut untuk melakukannya. Dan.. gadis itu, gadis yang sangat kau cintai” ucap Kyungsoo menghela nafasnya berat.

Jinjja?! Apa aku benar mencintai gadis ini? Aku rasa tidak.” Ucap Kai

“Kau berkata seperti itu karena tidak mengingatnya. Sudahlah, aku harus segera pergi, ada urusan yang harus ku tangani” ucap Kyungsoo segera berlalu

Hari-hari berlalu, Bulan pun berlalu. Kai tidak membaik, memorynya belum juga kembali, dan ia masih terjerumus pada kebiasaan buruknya. Bahkan, sekarang lebih buruk, ia selalu bertindak sesuka hatinya tanpa memperdulikan orang lain.

Setelah kelulusan sekolah 6bulan yang lalu, kini Kyungsoo disibukkan dengan pekerjaan di perusahaannya, ia sekarang menggantikan posisi ayahnya di perusahaannya. Nayeon pun bekerja di perusahaan yang sama dengan Kyungsoo, kini Nayeon menjabat sebagai sekertaris pribadi Kyungsoo, membuat hubungan mereka semakin dekat dan semakin serius. Kini keluarganya sudah merestui hubungan Kyungsoo dan Nayeon, tak perduli lagi akan latar belakang keluarga Nayeon, karena Kyungsoo terlihat lebih bahagia jika berada bersama Nayeon.

Sedangkan Chanyeol kini bekerja di perusahaan keluarganya, ia menjalankan perusahaan yang ada di bidang entertainment. Dia memiliki perusahaan agensi yang melahirkan bintang-bintang baru dan berkualitas. Sedangkan Saemi kini memliki sebuah butik fashion yang terkenal di Seoul. Dan hubungan mereka? Tentu saja sama halnya seperti Kyungsoo dan Nayeon, bahkan mereka akan segera bertunangan.

Dan, Baekhyun? seperti yang sudah diketahui. Ia menjadi calon dokter seperti keluarganya. Kini ia masih menempuh pendidikan di Universitas terbaik di Korea. Sebentar lagi ia akan menjadi Dokter yang profesional seperti Ayah, Ibu dan Saudara-saudaranya. Tentunya, dokter yang cerewet.

Lalu, Kai? Mungkin semua sudah tau apa yang tejadi pada Kai. Kehidupannya tidak membaik, sekarang ia mengurusi perusahaan ayahnya. Ia sudah mulai berhenti sedikit demi sedikit dengan kebiasaan buruknya, walaupun terbilang masih sering ia pergi ke club dan meniduri yeoja sesuka hatinya.

Author POV END

Kai POV

“Apa sebenarnya yang tidak aku ingat? Apa sebenarnya yang sudah terjadi padaku? Kenapa rasanya ada sesuatu yang mengganjal. Kenapa rasanya sangat aneh”

“Kau siapa? Kenapa kau bahkan ada di mimpiku, bahkan saat aku terbangun dari masa kritisku, kau berada di mimpiku sebelumnya”

Kai.. Aku berharap keadaanmu membaik. Maafkan aku tak bisa berbuat apapun untuk kembali bersamamu. Maafkan aku tak bisa menepati janji. Maafkan aku telah meninggalkanmu dan tidak kembali. Sepertinya keajaiban tak berada di pihak kita. Aku mencintaimu..

“Bahkan aku masih ingat apa yang gadis ini ucapkan saat di mimpiku. Kenapa rasanya seperti sebuah perpisahan? Memang dia ini siapa? Dia mau kemana?”

Aku memandang lagi foto yang ada diponselku. Fotoku bersama seorang gadis. Ini tidak hanya satu, tapi ini sangat banyak.

“Jika dia memang kekasihku, lalu dimana dia? Lalu kenapa dia meninggalkan aku?”

“AH! Sudahlah, memikirkan ini rasanya sangat pusing”

Aku segera menaruh ponselku di atas meja kerjaku. Aku merebahkan tubuhku di atas sofa. Entah rasanya ada yang hilang, ini rasanya seperti aku kehilangan sebagian hidupku, terasa ada ruang yang hampa, yang aku sendiri tidak tahu apa.

Apa yang sebenarnya terjadi padaku? Bahkan aku tak mengetahui bahwa Joonmyeon hyung sudah pergi meninggalkan aku. Dan Jihyun noona juga sudah pergi meninggalkanku. Apa lagi yang terjadi dan aku tidak mengetahuinya? Kenapa aku bisa seperti ini? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya? Bahkan aku tak mengingat kejadian yang menimpaku sehingga aku bisa tertidur selama 8 bulan bertahan dalam masa kritisku.

Bahkan aku tak tahu bagaimana Saemi bisa berkencan dengan Chanyeol, dan bagaimana Nayeon bisa kembali dan kembali bersama Kyungsoo. Kenapa aku tidak bisa mengingat semua ini! Kenapa aku melupakan sebagian ingatanku.

Aku menjalani hari-hariku seperti biasanya, rasanya sangat hambar, tak ada yang berbeda, selalu berjalan seperti ini. Apa sebelum aku melupakan sebagian ingatanku, hidupku terasa menyenangkan?

“Jongin, mari makan bersama” suara itu menyadarkanku dari lamunanku. Aku menatap seseorang yang memasuki ruanganku, dia ayahku. Kenapa rasanya aneh sekali, Aboeji sangat jarang memintaku untuk makan bersamanya, dan sekarang dia melakukannya.

Aku segera mengambil jasku dan pergi makan sianga bersama aboeji. Aku melihat senyuman selalu terukir diwajahnya. Ini tak biasanya. Sejak kapan hubunganku membaik dengannya? Setahuku ia masih selalu mengabaikanku.

“Kenapa tumben sekali aboeji mengajak makan siang bersama?” tanyaku

“Sudah waktunya untukku memulai ini dari awal. Aku ingin memperbaiki hubunganku dengan anakku sendiri” jawabnya

“Maafkan ayah. Selama ini selalu mengabaikanmu dan sibuk dengan pekerjaan di perusahaan. Semenjak kepergian Joonmyeon, ayah takut kehilanganmu juga. Tadinya ayah berpikir, jika ayah terus bekerja dan menghasilkan banyak uang, itu akan membuatmu bahagia karena bisa membeli apapun yang kau inginkan, kau bisa menikmati apapun yang kau sukai dengan uang hasil kerja kerasku, aku hanya ingin membuatmu bahagia, Jongin.”

Aku hanya menatapnya tak percaya, aku hanya bisa terdiam tak menjawab perkataannya. Ini rasanya seperti mustahil ketika ayahku sendiri meminta maaf dan mengakui semuanya dihadapanku.

“Aku tersadar saat aku jatuh sakit dan terbaring dirumah sakit berbulan-bulan. Saat itu ayah berpikir, mungkin ayah tak akan lagi bisa bertemu denganmu, mungkin itulah akhir dari kehidupanku. Namun, selama aku dalam masa kritis, ayah selalu bertemu dengan seorang gadis, mungkin rasanya setiap hari. Gadis itu membawa ayah menjauh dari ruang gelap sangat gelap, ia berbicara padaku untuk memperbaiki hubungan denganmu, ia mengatakan bahwa kau menyayangiku, dan ia ingin aku segera sembuh dan memperbaiki apa yang sudah terjadi di masa lalu, dan saat itu juga aku terbangun dan keadaanku berangsur-angsur pulih. Mungkin ini aneh, aku tak mengenal bahkan bertemu dengan gadis itu saja belum pernah. Tapi karenanya itulah, aku ingin memperbaiki hubunganku denganmu, sebagai seorang ayah dan anak”

Oke, ini aneh. Apa yang terjadi pada ayah, terjadi padaku juga. Selama aku tertidur dalam masa kritisku, aku juga selalu bertemu dengan seorang gadis, gadis yang berada di dalam foto di ponselku. Gadis yang aku tak tahu siapa dan kenapa dia selalu ada dalam mimpiku, mungkin gadis yang sama dalam mimpi ayah.

“Maukah kau memulai semuanya dari awal lagi, Jongin? Aku akan berusaha menjadi ayah yang baik bagimu, dan memberikan kasih sayang seorang ayah pada anaknya sampai penghujung usiaku?”

Aku menatapnya, mungkin ini sudah saatnya aku menemukan kebahagiaan yang hilang dari hidupku selama ini. Aku tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapannya. Aku segera memeluk ayahku dengan sangat erat. Ya.. mungkin hanya dialah yang aku punya selain sahabat-sahabatku saat ini. Aku harus memaafkannya, dan aku harus merubah hidupku kedepannya.

Mungkin sejak saat itulah hubunganku dan ayah semakin baik. Mungkin jika Joonmyeon hyung dan Jihyun noona ada disini, semuanya akan terasa lebih bahagia. Ya, aku sudah mengetahui semuanya. Aku dan Jihyun noona adalah saudara. Eomma menikah dengan aboeji hanya karena kontrak dan keperluan perusahaan. Namun, aku yakin semua ini sudah berjalan seperti seharusnya dan aku akan menerimanya dengan lapang dada. Aku tidak boleh membenci eommaku sendiri, entah dorongan dari mana, sepertinya aku pernah mendengar seseorang mengatakan bahwa aku tak boleh membenci eomma ku sendiri, karena ini bukan sepenuhnya salah eomma, ini hanya karena aku yang tak bisa menerima kenyataan.

Aku berharap Joonmyeon hyung dan Jihyun noona tenang dan hidup bahagia disana. Karena disini aku juga akan hidup bahagia bersama aboeji, aku ingin membuatnya bahagia dan aku bertekad untuk melupakan semua masa laluku yang kelam.

Dan gadis yang tak kukenali itu.. mungkin aku harus mengucapkan terimakasih padanya. Karena secara tidak langsung, ia telah membuat hubunganku dan aboeji menjadi membaik, kini aku dan aboeji hidup harmonis selayaknya ayah dan anak. Jika aku diberi kesempatan untuk bertemu gadis yang tak kukenali itu, aku ingin mengucapkan banyak terimakasih padanya.

Kai POV End

Author POV

Baekhyun kini sedang terduduk di sebuah bangku, menatap air pada sungai Han yang begitu tenang. Ia menghirup udara yang sangat segar, sekedar untuk menghilangkan beban pikirannya.

“Rasanya aneh jika aku berpikir seperti ini. Rasanya aneh jika aku merasakan hal itu” gumam Baekhyun. ia menghela nafasnya berat berkali-kali.

“Apa Luna sudah hidup bahagia disana? Bersama Yoorin? Terkadang aku merindukan berdebat dengannya. Bahkan jika aku mengingat ia pernah mengubahku jadi seekor tikus, aku selalu tertawa tanpa disadari. Bahkan kepergian Luna saat itupun tak mampu membawa Yoorin kembali kesini. Apa ini? Aku merindukan Luna? Ayolah! Apa yang kau pikirkan Baekhyun!” gerutu Baekhyun

“Oke!! Aku merindukannya!” dengus Baekhyun

“Ah aku mulai gila!” ucap Baekhyun lagi. Ia segera bangkit dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu. ia berjalan menyusuri jalan dan terus mengumpat seperti kebiasaannya.

“BAEKHYUN!” tiba-tiba saja seseorang berteriak menyerukan namanya. Ia mengedarkan pandangannya dan mencari sumber suara itu. pandangannya tertuju pada seseorang yang berdiri tak jauh darinya, seorang yeoja bertubuh mungil, rambutnya panjang berwarna coklat, kulitnya putih, dan ia yakin ia mengenalinya.

Annyeong!” ucap yeoja itu tersenyum sangat manis pada Baekhyun. Baekhyun hanya diam terpaku seolah tak percaya akan yang dilihatnya

“Hey, jangan bilang kau lupa padaku?” ucap yeoja itu lagi

“Yoorin?!”

 

 ro be continued..

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s