HURT (CHAPTER 12)

IMG_1216

Title: Hurt

Length: Chaptered

Genre: Romance, Slight Angst, OC.

Cast:

Anna Choi (Choi Ji Eun) as OC

Park Chanyeol as EXO Chanyeol

Kim Jongin as EXO Kai

Wu Yi Fan as Kris

Other Cast:

Ariel Choi (Choi Eun Ri) as Anna Choi Sister

Oh Sehun as Sehun EXO

Byun Baekhyun as Baekhyun EXO

Kim Junmyeon as Suho EXO

Do Kyungsoo as D.O EXO

Kim Jongdae as Chen EXO

Kim Minseok as Xiumin EXO

Zhang Yixing as Lay

Huang Zi Tao as Tao EXO

Luhan as Luhan 

 

A/N: This story really fresh from oven (read:my brain). All of cast belong to God. Poster made by me.

Disclaimer: This story just a fiction. Already posted in my blog here

Please do not plagiarize

DO NOT TAKE ALL OF IDEAS FROM THIS FANFIC!

Previous chapter: prologue l 1st l 2nd l 3rd l 4th l 5th l 6th l 7th l 8th l 9th l 10th l 11th

Sebelumnya:

Anna, Chen dan Baekhyun sama-sama beranjak menuju manajer mereka masing-masing. “Ya, aku tidak menyangka kau bisa seperti ini,” ucap Chen.

“Sebenarnya, aku lebih baik dari ini, hanya saja kalian yang tidak mau—“

“Bagaimana kami ingin mendekatimu? Tatapan mu saja seolah-olah ingin memakan kami satu persatu,” Baekhyun memotong pembicaraan Anna.

Anna tidak terlalu menghiraukan kedua omongan lelaki konyol itu karena dirinya mulai lapar. “Terserah kalian mau berbicara apa, aku akan langsung menemui manajer Cha, sampai bertemu,” pamit Anna meninggalkan Chen dan Baekhyun yang masih merasa heran dengan perubahan sikap Anna.

Chapter 12

Jika benar ini hanya mimpi, aku ingin selamanya tinggal di mimpi indah ini

“Oke, sesi foto selanjutnya kita akan menggunakan model Xiumin, Lay, Tao dan Anna. Disini kalian akan fokus dengan sponsor tas dan sepatu. Kalian mungkin seperti mahasiswa baru dengan jurusan teater dan seni. Lakukan improvisasi sebisa dan semampu kalian, semua mengambil tempat, semangat semua hanya tertinggal 2 sesi lagi setelah ini!” produser Kim dan tim sama-sama mulai mengambil tempat untuk sesi foto berikutnya.

Anna bersama Xiumin, Tao dan Lay sama-sama mengambil tempat di lapangan sekolah. Baik Anna dan ketiga dari member EXO tersebut masih sama-sama belum tahu dengan apa yang akan mereka lakukan pada sesi foto ini.

“Hai, aku Anna! Senang bertemu dengan kalian! Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik,” Anna membuka pembicaraan dengan mengenalkan dirinya.

“Hai, aku Lay. Senang juga bertemu denganmu, benar semoga kita bisa bekerja sama dengan baik dan—“

Tao memotong pembicaraan Lay yang belum selesai, “Halo Anna! Aku Tao, kau tahu aku kan? Aku lah yang paling tampan diantara mereka semua, dan aku—“

“Halo Anna! Aku Xiumin. Jangan terlalu dengarkan maknae yang terlalu narsis, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya,” Xiumin berhasil menghentikan pembicaraan Tao yang mulai membanggakan dirinya.

Anna melihat tiga dari mereka terlihat sangat lucu. Melihat Lay yang sangat tenang, Tao yang sangat narsis dan Xiumin yang terlihat dewasa. Ketiga dari mereka dalam satu grup yang sama tetapi memiliki sifat yang sangat berbeda. Tentunya perbedaan mereka adalah hal sangat unik dan lucu dari yang Anna lihat. Anna hanya bisa tertawa kecil melihat sikap mereka bertiga.

“Lihat dirimu mulai tertawa bersama kami, sangat lucu,” ucap Lay terdengar sangat jujur. Anna kembali menutup kedua mulutnya saat mendengar ucapan Lay.

“Lay seharusnya kau jangan menggodanya, lihat dia kembali terdiam,” Xiumin menegur Lay.

“Tidak, bukan apa-apa, hanya saja aku terkejut mendengar ucapan Lay tadi, serius,” Anna kembali tersenyum.

Meskipun produser Kim belum mengarahkan Anna, Xiumin, Tao dan Lay untuk mulai, tetapi melihat perkenalan singkat antara Anna dengan tiga member EXO tersebut cukup menarik perhatian produser Kim. Mereka benar-benar terlihat seperti mahasiswa baru yang saling berkenalan.

“Baiklah, kalian tetap di posisi tersebut, dengan tas berada disisi tangan kalian yang kosong, dan kalian boleh berbicara apa saja sesuai dengan improvisasi, lakukan sealami mungkin,” produser Kim mulai mengarahkan.

“Kau terlihat baik secara dekat,” Xiumin kembali membuka pembicaraan. “Benar sekali hyung, aku juga sangat senang, melihat Anna Choi dengan dekat seperti ini,” lanjut Tao tidak lupa mengedipkan matanya.

“Ya maknae! Kau jangan mulai lagi!” sebelah tangan Xiumin yang kosong memukul ringan kepala Tao.

“Yang tua dengan yang muda tolonglah berhenti berkelahi,” Lay mulai bersuara. Baik Tao dan Xiumin berhenti dan melihat Lay tidak percaya. Lay tidak terlalu menghiraukan tatapan heran dari Xiumin dan Tao. Lay hanya melihat Anna sembari tersenyum. Anna melihat lesung pipi Lay yang dalam saat lelaki itu tersenyum.

“Wah! Lesung pipimu dalam juga,” telunjuk Anna hampir menyentuh wajah Lay. Anna kembali menarik telunjuknya yang hampir menyentuh pipi Lay, namun dengan sigap Lay menarik pergelangan Anna hingga telunjuk Anna menyentuh lesung pipi Lay.

“Bagaimana? Aku lucu bukan? Lay bertanya dengan nada dan raut wajah yang sangat polos. Anna tidak bisa menyembunyikan lagi senyumnya saat telunjuknya benar-benar menyentuh lesung pipi Lay dan saat mendengar lelaki itu bertanya dengan suara yang sangat lucu.

Xiumin dan Tao melihat tingkah laku Lay hanya bisa membeku ditempat mereka. Bagi Xiumin dan Tao melihat tingkah laku Lay terhadap Anna adalah suatu hal yang baru.

“Lay, ada apa dengan mu?” tanya Xiumin heran.

“Benar hyung, ada apa dengan mu?” Tao kembali bertanya.

Anna kembali tertawa setelah mendengar pertanyaan dari Xiumin dan Tao. Anna dengan pelan menjauhkan telunjuknya dari wajah Lay.

“Ada apa dengan kalian, apa kalian ingin aku mencongkel wajah kalian?” Anna kembali memainkan jari telunjuk di depan wajah Xiumin dan Tao secara bergantian.

“Congkel saja kalau kau mau,” Tao memajukan wajahnya hingga menyentuh telunjuk Anna. Tidak terlalu lama telunjuk Anna berapa di wajah Tao karena telapak tangan Xiumin langsung mencium wajah Tao dan menjauhkan wajah Tao dari telunjuk Anna. “Dasar maknae genit!” Xiumin terdengar kesal dengan Tao.

“Aku harap kau bisa mengerti dengan kami semua, tetapi tetap saja diantara mereka aku yang paling lucu bukan?” ucap Xiumin tidak ingin kalah dengan Tao. Awalnya Anna melihat Xiumin adalah seseorang dewasa, tetapi ternyata Xiumin memiliki sisi yang lucu.

“Iya, kalian benar-benar lucu dan menyenangkan,” ucap Anna berharap dapat menyenangkan hati lelaki konyol yang sedang berdiri dihadapannya.

“Baiklah, cukup dengan sesi kalian! Semua terlihat bagus dan alami dan postur tubuh kalian yang tidak lupa untuk berbicara memindahkan posisi tas dan gerakan kecil di kaki kalian yang cukup menunjukan sepatu dan tas milik sponsor juga terlihat menarik. Kita kembali beristirahat 10 menit sembari menunggu Anna dengan riasan baru. Karena kita masih menggunakan lapangan , sesi foto selanjutnya yaitu pasangan Anna dan Jumyeon Kim,” produser Kim kembali memberitahu sesi foto berikutnya.

Anna, Xiumin, Lay dan Tao kembali berjalan dari lapangan. “Yah, sayang sekali sesi foto kita sekarang hanya sebentar,” ucap Lay terlihat murung.

“Bukannya kita masih ada sesi foto lagi?” tanya Tao. “Iya! Aku rasa ini bukan sesi foto pertama dan terakhirnya,” lanjut Xiumin.

“Aku pikir juga  begitu, bukankah produser Kim sudah memberitahu kita kalau sesi foto kali ini random, maklum saja hari ini adalah pertama sesi foto, wajar kalau sesi foto diambil secara acak,” Anna kembali berbicara. Tentu saja bagi Xiumin, Lay dan Tao kalau kalimat sebelumnya adalah kalimat terpanjang yang pernah dia dengar dari seorang Anna Choi.

“Aku setuju! Benar apa yang Anna bilang. Tetapi Anna, kau tidak lelah hanya menjadi satu-satunya model di proyek ini?” Lay penasaran dengan Anna yang tidak berhentinya dengan sesi foto.

“Tidak. Bahkan aku pernah melakukan yang lebih dari ini saat baru memulai karir model, bagiku sesi foto kali ini menyenangkan karena menggunakan konsep yang berbeda dan ringan,” Anna menjawab pertanyaan Lay. Lay, Xiumin dan Tao hanya mengangguk mendengar Anna.

“Aku harap sesi foto yang berikutnya lebih menyenangkan,” Xiumin terdengar tidak sabar dengan sesi foto berikutnya.

“Aku juga berharap begitu, aku tinggal dulu ya, 10 menit terlalu cepat untuk berganti rias, sampai jumpa,” Anna berlari kecil meninggalkan Xiumin, Tao dan Lay.

“Bukankah dia terlihat lebih ceria hari ini?” ujar Lay yang merasakan perubahan sikap Anna.

“Benar, aku pikir juga begitu,” jawab Xiumin dan Tao bergantian.


10 menit berlalu dan Anna siap dengan riasan barunya. Anna kembali terlihat memakai turtleneck dan coat panjang. Begitu juga dengan Suho terlihat sangat tampan dengan kemeja abu-abu polos dan coat panjang.

“Sesi foto kali ini kita menggunakan suasana dan cuaca seperti sesi foto dengan Chanyeol tadi, tetapi kali ini kita hanya fokus dengan jenis coat yang Anna dan Suho pakai. Improvisasi saya kembalikan dengan kalian sesuai dengan tema dan konsep yang telah kalian baca yaitu kalian adalah sahabat kerja yang dekat, semua mengambil tempat,” produser Kim kembali mengarahkan tim.

“Anna, kau tetap semangat ya, masih tersisa 1 sesi lagi hingga bagian mu selesai,” produser Kim menyemangati Anna sebelum kembali ke monitor.

“Terima kasih produser Kim,” jawab Anna sebelum beranjak ke lapangan.

Anna dan Suho kembali mengambil posisi di lapangan. Suho tentunya melihat bagaimana sesi foto sebelumnya yang berjalan lancar dengan member lainnya dan tentunya dirinya berharap bisa melakukan sesi foto dengan baik juga.

“Halo Anna, saya Suho, leader EXO, aku berharap kita berdua dapat menghasilkan foto dengan baik,” Suho membuka pembicaraan dengan Anna terlebih dahulu.

“Halo Suho, aku juga berharap yang sama,” jawab Anna. “Jadi, kita adalah teman satu kantor?” Anna tidak mengerti kenapa dirinya berbasa-basi tidak penting.

Suho mendengar Anna seolah gadis itu lupa ingatan hanya bisa tertawa. “Benar, aku adalah teman kantor mu disini, bagaimana kalau kita mulai dengan kita menyibukan diri untuk menyusun artikel tentang sekolah ini, kau setuju?” tanya Suho.

“Bagus juga. Aku senang kau mulai bergerak duluan,” Anna setuju dengan ide Suho.

“Aku yang bergerak duluan?” Suho terlihat mengerutkan keningnya. Anna tertawa kecil melihat kerutan di kening Suho sebelum menjawab pertanyaan lelaki itu, “Benar, sebelumnya mereka bingung harus bergerak seperti apa dan aku yang harus memulai semuanya, tetapi kau berbeda,” Anna mencoba menjawab penasaran Suho.

“Aku mengerti maksudmu. Ya, mungkin saja karena leader dan harus membiasakan diri untuk bisa bergerak pertama kalinya. Resiko menjadi leader mungkin?” Suho merasa setuju saat mendengar jawaban Anna.

“Kau pasti lelah tetapi juga nyaman dengan mereka,” ujar Anna dengan suara yang kecil. Suho kembali heran dengan kalimat yang baru saja yang dia dengar dariAnna.

“Kau terlihat sangat mengerti, apa kau juga salah satu penggemar kami? Atau kau tahu informasi tentang kami? Aku tahu aku berbicara tidak masuk akal, hanya saja—“

“Bukan, aku bukan fans mu tentunya, hanya saja dengan mendengar cerita singkatmu, dan sikap mereka selama sesi foto, beberapa dari mereka lucu dan aneh, aku bisa merasakan apa yang kau rasakan,” Anna memotong pembicaraan Suho sebelum lelaki itu berbicara lebih jauh.

“Benar, mereka memang humoris, aku memang lelah dengan lelucon mereka, kau sangat benar tentang kami,” Suho mengangguk setuju dengan ucapan Anna.

‘Benar, bagaimana aku tidak tahu seluk beluk kalian karena hanya cerita kalian yang selalu aku dengar dari mulut almarhumah adikku,’ batin Anna menahan perasaannya.

Dari kejauhan, produser Kim melihat Anna dan Suho berjalan kecil dengan ekspresi wajah yang serius tetapi tidak begitu menegangkan. Untuk kesekian kalinya produser Kim senang dengan improvisasi Anna dan Suho.

Suho dapat melihat wajah Anna yang mulai serius, tetapi tidak begitu tegang. Melihat Anna terdiam, Suho mencoba menjalajahi wajah Anna dengan pandangannya. Ada perasaan janggal di hati Suho. Tentu saja bukan Suho yang jatuh cinta dengan Anna, melihat Anna bagi Suho mengingatkan dirinya akan seseorang dulu yang pernah dia lihat. Tidak tahan dengan penasarannya, Suho memberanikan diri untuk bertanya.

“Anna, apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Suho kembali membuka suaranya.

Mata Anna membesar saat mendengar Suho. Anna tentunya tidak ingin salah satu dari mereka mengingat apapun tentang Anna dan masa lalu Anna. Hanya saja Anna belum siap dengan semua itu.

“A-aku, tid-tidak tahu,” jawab Anna terbata-bata.

“Tidak usah tegang dan takut begitu. Jangan terlalu pikirkan pertanyaan ku tadi. Mungkin aku salah lihat,” Suho kembali mencairkan suasana. Anna kembali tersenyum saat mendengar Suho yang tidak terlalu memperdulikan pertanyaannya tadi.

“Baiklah, sesi kalian berakhir. Semua tim di mohon mulai berpindah ke aula teater karena kita sesi foto akan di ambil di aula teater. Bagi tim dan model yang sudah selesai dengan tugas silahkan beristirahat dan jika ada yang ingin berkeliling di sekolah ini, juga di persilahkan. Tiga puluh menit lagi menjelang sesi foto terakhir untuk hari ini. Semangat semua,” ucap produser Kim sebelum berlalu bersama tim menuju aula teater.

“Akhirnya, sesi foto terakhir untuk hari ini!” Anna terlihat sangat lega dengan sesi foto yang akan berakhir untuk hari itu.

“Benar, kau bekerja sangat keras hari ini,” ucap Suho salut dengan Anna.

“Iya, sebenarnya menyenangkan sesi foto hari ini, tidak terlalu berat, masih menggunakan pakaian sehari-hari tidak terlalu menuntut, aku tidak tahu kenapa bisa terdengar melelahkan,” Anna mengangkat kecil bahunya.

“Apa kau terlalu menikmati sesi foto hari ini bersama kami? Tunggu—, tidak juga! Saat sesi foto bersama Chanyeol kau terlihat kesulitan, benarkah?” tanya Suho.

Anna menutup kedua mulutnya dan tidak berani menjawab pertanyaan Suho. Anna juga tidak tahu alasan kenapa dirinya kesulitan saat sesi foto bersama Chanyeol.

“A-aku… ha-hanya—“

“Anna, ayo kita ganti riasanmu, Suho kita duluan ya,” manajer Cha menarik Anna.

Bye Suho, sampai bertemu nanti,” Anna pamit sembari menjauhkan langkahnya dari Suho. Anna langsung memeluk manajer Cha saat langkahnya sudah jauh dari Suho.

“Ada apa tiba-tiba—“

“Terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku,” Anna mengeratkan pelukannya.

“Apa maksudmu?” tanya manajer Cha terlihat sangat heran.

“Tidak, tidak ada apa-apa. Manajer Cha setelah aku berganti rias, aku hanya langsung bermain ke aula teater ya?” tanya Anna.

“Baiklah, aku akan menemui disana kalau begitu, aku akan ke tim Nylon dulu ya,” manajer Cha meninggalkan Anna di ruang tata rias.


“Cukup melelahkan, tetapi cukup menyenangkan juga sesi foto hari ini,” ujar Sehun sembari meregangkan ototnya yang merasa tegang.

“Lelah apanya? Kau  hanya melakukan 1 kali sesi,” balas Kyungsoo. Tentu saja seharunya Kyungsoo yang berbicara seperti itu karena dirinya lah yang lelah melakukan semua sesi foto dengan lengkap untuk hari itu.

“Kyungsoo hyung, kau bisa berbicara seperti itu karena kau sudah tidak memiliki tugas apalagi, bagian mu sudah selesai, tapi kenapa kau tidak terlihat lelah?” Sehun penasaran dengan Kyungsoo yang merasa biasa saja setelah sesi foto berakhir.

“Selesai apanya, masih ada beberapa sesi di negara lain yang belum kita lakukan, di Amerika kita tidak hanya melakukan sesi foto di New York, belum juga untuk Nylon Korea dan sesi foto untuk grup, dan—“

“Kyungsoo-ya, kau membuat kami menjadi semakin lelah dengan ucapanmu,” ucap Baekhyun memotong pembicaraan Kyungsoo.

“Kalian hanya kurang menikmati sesi foto hari ini, makanya kalian merasa lelah,” ujar Kyungsoo. “Bukan kurang menikmati, hanya saja kau sudah mengenal gadis itu dengan dekat, apa karena kalian sama-sama serius dan kalian bisa dekat seperti itu, atau karena—“

“Kalian diamlah, kalian sudah melakukan semuanya tetapi tidak dengan ku,” suara Kai terdengar sangat lelah karena menunggu sesi  fotonya adalah yang terakhir.

“Tetapi setidaknya gadis itu sudah mulai terbuka, apa hanya aku yang merasa aneh dengan perubahan sikap gadis itu,” Xiumin tentunya merasa lega sendiri karena sudah berbicara dengan Anna.

“Benar sekali, kau benar hyung,” satu persatu member EXO setuju mendengar ucapan Xiumin. Tetapi satu orang yang tidak membuka suaranya sama sekali saat semua temannya membicarakan Anna. Chanyeol tidak tahu kenapa dirinya tidak bisa ikut dalam pembicaraan tentang Anna Choi. Suho tentunya merasa janggal saat melihat voice of EXO yang biasanya terdengar lebih cerewet hanya bisa terdiam hari itu.

Langkah Suho mendekat dengan Chanyeol, lalu Suho menjatuhkan dirinya disebelah Chanyeol. Suho merangkul pundak Chanyeol dengan lengan sebelah kirinya, “Chanyeol, kau kenapa hanya diam hari ini? Ada yang salah? Apa kau tidak enak badan? Atau jangan-jangan merasa tidak enak saat sesi foto mu tidak berjalan lancar dengan Anna? Apa kau dengan gadis itu belum berbicara banyak? Tidak apa-apa Chanyeol-ah, kau hanya perlu bersabar dan—“

“Aku ke toilet dulu hyung,” Chanyeol berlalu meninggalkan Suho dan member EXO lainnya. Semua yang berada di ruangan mengerutkan keningnya saat melihat sikap Chanyeol yang terlihat sangat berbeda hari itu.

“Kenapa dengan Chanyeol hyung?” tanya Sehun heran.

“Benar sekali, kenapa dia sangat diam hari ini?” Lay ikut penasaran.

“Aku setuju, apa dia sariawan?” lanjut Xiumin.

“Mungkin suasana hati Chanyeol hanya sedang tidak baik,” ujar Kyungsoo.

“Mungkin saja benar kata grandpa kita benar, karena aku lihat sesi foto Chanyeol dengan Anna memang tidak berjalan sempurna,” Chen ikut setuju dengan ucapan Suho sebelumnya.

“Apa-apaan kau menyebutku grandpa, Chen—“

“Aku bahkan tidak mengerti dengan Chanyeol, semalam dia tersenyum tidak jelas dan tidak banyak bicara, dan sekarang dia hanya diam, aku heran apa benar dia kerasukan setan di hotel tempat kita menginap,” ujar Baekhyun terdengar tidak masuk akal.

Semua member EXO mengalihkan perhatiannya terhadap Baekhyun dan melihat Baekhyun heran. Baekhyun menutup kedua mulutnya, lalu terdiam dan membeku di kursinya.

“Ada apa dengan tatapan kalian, aku hanya meracau,” ujar Baekhyun dengan suara yang pelan. Satu persatu member EXO kembali menyibukkan diri mereka dan tidak terlalu memperdulikan Baekhyun.

Hanya satu orang yang tidak terlalu menghiraukan Baekhyun, Kai. Lelaki itu hanya terdiam, Kai tentunya merasa janggal dengan Chanyeol. Namun perasaan janggal Kai bukan hanya karena sesi foto Chanyeol dengan Anna yang berjalan tidak lancar, perasaan janggal Kai sudah ada saat melihat tatapan Chanyeol yang berbeda saat melihat cara lelaki itu menatap Anna. Tetapi Kai sendiri tidak ingin menyimpulkan sendiri apa arti dari perasaannya yang janggal tersebut sebelum ada gerak-gerik Chanyeol yang mulai berubah terhadap Anna.


Langkah Chanyeol menjauh dari ruangan yang penuh dengan suara membicarakan Anna Choi. Bukannya Chanyeol marah atau tidak suka dengan Anna, tentunya sebagai manusia yang memiliki hati, Chanyeol merasa cemburu saat Anna tidak terbuka dengan dirinya tetapi gadis itu terbuka dengan orang lain. Kaki Chanyeol pun berhenti tepat di depan pintu aula teater. Tanpa menunggu lama, Chanyeol langsung memasuki aula teater. Terlihat aula tersebut masih kosong, karena tim sendiri masih belum mulai bergerak di aula teater. Tatapan Chanyeol jatuh pada sebuah piano yang terletak disisi kiri panggung teater. Langkah Chanyeol kembali berjalan menuju piano. Saat langkah Chanyeol berhenti di depan piano, dengan langsung Chanyeol duduk lalu membiarkan jarinya bermain diatas tuts piano, Chanyeol memainkan lagu kesukaannya Maybe – Yiruma, berharap perasaannya ikut larut dalam permainannya.


Anna selesai dengan riasan dan berniat untuk bermain di aula teater sebentar sebelum sesi foto terakhir untuk hari itu. Dengan gaun putih polos, Anna terlihat cantik hari itu. Anna memang tidak sabar untuk bermain di aula teater, Anna berniat untuk mengingat masa SMA nya dan membiarkan dirinya tenggelam bersama memori masa SMA nya. Anna yang masih ingat dengan sekolah lamanya, melanjutkan langkah ke pintu samping aula teater agar dirinya bisa sampai di aula teater dengan cepat. Perasaan senang Anna pudar saat melihat seorang lelaki sedang bermain piano disisi panggung teater. Mendengar permainan indah lelaki tersebut, Anna hanya bisa terdiam dan terpaku ditempat dia berdiri. Anna mendengarkan permainan piano lelaki itu dan membiarkan perasaannya mengikuti. Dengan perlahan dan tidak sadar, langkah Anna berjalan kecil menuju piano.

Chanyeol selesai bermain piano, sembari pendengarannya menangkap bunyi sepatu yang sedang melangkah menujunya. Chanyeol melihat Anna sedang berjalan menujunya. Dengan gaun putih, rambut hitam Anna yang tergerai, gelang silver kecil yang melingkar di pergelangan tangan Anna, Chanyeol melihat Anna seolah gadis itu adalah bidadari. Sebut saja Chanyeol seorang pemimpi yang terlalu puitis, karena semenjak dirinya bertemu Anna lah, Chanyeol mulai berani bermimpi tentang seorang peri yang akan menemani kehidupannya.

Anna tidak sadar kenapa kakinya melangkah dekat dengan Chanyeol. Langkah Anna semakin dekat dan dekat dengan Chanyeol hingga Anna benar-benar berada di depan Chanyeol. Anna melihat Chanyeol sudah berganti pakaian dengan kemeja putih. Anna merasa dirinya jatuh dengan sosok Chanyeol yang bermain piano dengan indah tadi hingga lelaki itu berdiri dan menyambutnya dalam diam.

Kaki Anna sedikit menginjit, lalu  Anna mengalungkan lengannya di leher Chanyeol. Detik berikut pun berubah antara Chanyeol dan Anna saat wajah Anna mendekati wajah Chanyeol lalu mengecup bibir lelaki tersebut.

Chanyeol terpaku saat merasakan bibir lembut Anna menyentuh bibirnya. Chanyeol merasa perlu meyakinkan dirinya apa ini mimpi atau bukan, jika benar ini mimpi, Chanyeol tentu tidak ingin terbangun dari mimpi indah ini, apa benar bibir gadis ini baru saja menyapa bibirnya, apa sebenarnya arti dibalik sikap gadis ini. Chanyeol berniat membalas ciuman Anna, tetapi Chanyeol masih belum yakin. Tepat saat Chanyeol akan membalas ciuman Anna, saat itu pula Anna menjauhkan bibirnya dari Chanyeol.

“Semalam, aku bermimpi kau mencium bibirku,” suara pelan Anna terdengar sangat lembut di telinga Chanyeol.

Chapter 12 nya udah yah sist. Gak bosan aku mau bilang makasih buat RCL, kemarin aku sakit pada bilang gws, jadi bikin aku sembuh dan semangat buat nulis ff ini (setelah pikir-malas-makan-pikir lagi-YAUDAH LAH NULIS AJA) yah i don’t even know why am i so lazy lately 😦

Yap, chapter ini gak ada short/full karena yang sesi foto dari main cast gak terlalu kelihatan yah dan hari kedepan bakal sibuk sama les gitar, les piano, nyupir, tidur, ngajar, dan lain-lain, yang berarti aku gak bisa update hurt tiap sebentar karena nulis hurt ini butuh mikir kuat bukan bermaksud lebay makanya tiap aku gak bisa posting hurt aku selalu selipin cerita lainnya (dan berharap kalian suka dan respon sama ff aku yang lain tp gak maksa loh yah sist). Boleh tanya dan penasaran kapan next chapter bakal keluar, tetapi bersabarlah! Aku nulis ff ini based on my brain, apa yang aku ingat dan apa yang mau aku tulis, langsung aku tumpahin, makanya banyak teaser cerita yang terbengkalai di ff aku. Jadi kalau aku nulis pasti aku posting kok.

AKU JUGA BERHARAP KALIAN MASIH MAU TINGGALIN KOMENTAR (SEKALIGUS FEEDBACK) WALAUPUN AKU GAK PROTEK FF INI YAH SIST KU SEMUA ❤

Oke, abaikan kecerewatan ku, aku gak bisa terlalu cerewet di komentar krn kesibukan di dunia nyata, tetapi bagaimana pun aku tetap berusaha untuk menjadi author&teman yang baik untuk kalian sist semua :’)

I think that is all, I hope you like it! See you! Xoxo~~~

ps: Drowned by love me right they’re just getting hoter and hoter asdfghjkl 😉

more stories from me? check this out!

85 thoughts on “HURT (CHAPTER 12)

  1. Huahahahaaaaaaa anna knp bsa ub2 gtu??? Ya ampun pasti si chan sk bgt tuhhhhh. Tp syg eman nih ftonya. Q kepo gmna wjhnya anna. Pasti cntk bgt kan??? Q sk bgt fto2 mjlh/ftn sesi mjlh. Bgs bgt pasti aplg dri amerika. Pasti bgs bgt.
    Q blm bca full ver. 10 ama 11 nih stiap mau minta pasti lpa.
    Hbs ini sprtnya q minta lwt email. Hehe mian chapter ini bru comment.
    See ya….

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s