1st Anniversary – STAY TOGETHER [Chapter 4]

REQ JENK LANA - STAY TOGETHERSTAY TOGETHER [Chapter-4]

Tell Me What is Love, is it like Time and Fallen Leaves

Written by. alifially

Poster by Laykim © Indo Fanfictions Arts

Main Cast .

Baekhyun (EXO)

Joy (RED VELVET)

Woohyun (INFINITE)

Yuna Kim (THE ARK)

Genre . Romance, Angst, Family, Drama

Length. Multi-Chapter

Rated. PG

Writers .

Alana, DessyDS, Zulfhania, alifially, Shynim, Sashka, EShyun

Disclamer ||

This FF is presented for Indo Club Anniversary

Storyline in this chapter is mine

DON’T PLAGIAT!

Previous:

Chapter 1: The Story Begin | Chapter 2: It’s Hurt For Me, But It’s Lucky For You | Chapter 3 : She’s Your Fiance, and then Who Am I to You?

Recommended songs when you read this fic

Tell Me What is Love

Ini adalah milikku

Katakan padaku apa itu cinta

“Baekhyun Oppa memakai cincin pemberianku untuk dijadikan kalung.”

Woohyun mengetuk-ngetukkan sebelah jari telunjuknya pada kemudi. Rencana awalnya untuk mengajak Joy bersenang-senang hari ini tidak semulus dengan apa yang dipikirkannya. Joy mengabaikannya sejak setengah jam yang lalu. Bahkan ia yakin dalam lima menit ke depan mereka sampai di Lotte World, Joy masih akan tetap mengabaikannya. Ia kembali melirik Joy yang ada di sampingnya. Pandangan gadis itu membeku ke depan. Tetapi Woohyun sangat yakin gadis itu tidak sedang mengamati betapa mulus jalan raya hasil kerja keras penata kota, “Sampai kapan kau akan diam?” Woohyun berkata lirih. Ia tidak yakin Joy akan menjawabnya. Bahkan untuk mendengarnya saja ia tidak yakin. Ia kembali fokus pada kemudinya.

“Menurutmu, cinta itu apa?” Woohyun menaikkan alis. Ia menolehkan kepalanya ke arah Joy dengan cepat. Beruntung lampu sedang merah. Jika tidak, ia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah terkejut Joy membuka suara.

“K-kau bertanya apa?”

Joy membalas tatapan Woohyun, “Menurutmu, cinta itu apa?” Woohyun mengerutkan dahi. Raut wajah Joy tidak dapat ia tebak. Hal ambigu berputar-putar di pikirannya. Joy sedang membicarakan cintanya kepada Baekhyun atau Joy sedang menuju tahap membuka hati untuk Woohyun?

“Maksudmu?” tanya Woohyun perlahan.

.
.
“Woohyunssi, lampu sudah hijau. Bukankah kau ingin cepat kita bersenang-senang?”
Dan detik itu juga Woohyun sadar, Joy tidak membicarakan cinta untuk dirinya. Tetapi cinta untuk orang lain. Ah, seharusnya Woohyun sadar. Tidak secepat itu Joy bisa merubah perasaannya pada Baekhyun. Seharusnya Woohyun tahu itu, “Ya, mari kita bersenang-senang hari ini.” Woohyun tersenyum tipis dan melajukan cepat kemudinya.

Time and Fallen Leaves

Aku berjalan melangkahi semua kenangan-kenangan ini dengan kaki telanjang

Di atas dedaunan yang berjatuhan

Aku membiarkan mereka pergi, tapi aku tidak melupakan mereka

Baekhyun menghempaskan napasnya ke udara. Kepulan kabut putih yang keluar dari mulutnya menyebar bebas. Musim gugur baru saja tiba dan ia baru saja ditinggal adiknya untuk bersenang-senang dengan orang lain, “Kau terlihat khawatir.” Yuna menatap tunangannya lekat, “bukankah kau bilang tadi ingin menikmati awal musim gugur bersamaku? Seharusnya kau terlihat bahagia. Tidak memancarkan raut wajah seperti itu.” Yuna mengerucutkan bibirnya.

Baekhyun terkekeh, “Mian, hanya saja Joy baru pertama kali kencan dengan seorang pria. Bagaimana aku tidak khawatir?”

“Aah~” Yuna menganggukkan kepalanya mengerti, “tidakkah kau melihat wajahnya tadi? Ia terlihat begitu senang dengan pakaian cantik yang membalut dirinya. Kau tidak perlu khawatir. Aku yakin pria yang sedang bersamanya adalah pria yang baik-baik.” Yuna mengaitkan lengannya pada lengan Baekhyun.

“Begitukah?” tanya Baekhyun tak yakin.

Yuna kembali mengangguk mengiyakan, “Tentu saja. Lagipula kau sedang bersamaku sekarang. Seharusnya kau bisa melupakannya sejenak.”

Baekhyun menaikkan alis, “Melupakannya, ya?” kemudian ia menatap dedaunan kuning yang berjatuhan di hadapannya. Dulu ketika ia dan Joy masih sekolah, ia selalu menikmati awal musim gugur bersama. Joy menyukai musim gugur dan musim dingin. Keduanya memiliki suhu hampir dan menyerupai lemari pendingin yang ada di rumah mereka. Mungkin karena itu Joy memiliki sifat yang agak dingin.

Oppa, ada apa? Kau tersenyum sendiri.”

Baekhyun menatap Yuna sejenak, “Ani, kau terlihat begitu cantik membuatku ingin tersenyum.” bohong Baekhyun. Ia kembali tersenyum tipis. Mengingat bagaimana ia memeluk Joy dalam kehangatan mantelnya ketika angin musim gugur yang menggelitik datang.

“Aku membiarkan mereka pergi. Tetapi tidak. Aku tidak melupakan mereka.”

Tell Me What is Love

Kau, sosok yang tak pernah mencintaiku

Semua yang kuinginkan hanyalah tuk hidup disampingmu

Tak pernah sedikitpun kuhapus dirimu dari pikiranku

“Aku ke toilet dulu.” Joy beranjak dari kursinya. Tawa masih tergambar jelas di bibirnya. Ia cukup bersenang-senang hari ini. Woohyun bisa melihat itu dengan jelas. Joy bahagia bersama dirinya.

Ok.” Woohyun memberikan tanda dengan telunjuk dan jempolnya membentuk bentuk lingkaran, “aku akan menjaga barang-barangmu disini.”

Gomawo, Woohyunssi.” Joy beranjak dari kursinya.

Woohyun menatap Joy berjalan hingga gadis itu mengantri di depan pintu toilet. Ia kembali menikmati sandwich yang ia beli tadi bersama Joy ketika tiba-tiba ponsel Joy yang ditinggalkan tergeletak di meja di hadapannya bergetar. Tidak hanya sekali. Getaran itu disusul dengan beberapa getaran yang lain. Woohyun melirik apakah Joy sedang mengamatinya. Tidak, tentu saja. Kemudian ia meraih ponsel Joy yang belum berhenti bergetar.

Baekhyun menelepon gadis itu.

Woohyun mendecakkan lidah, “Beruntung kau menelepon saat Joy tidak sedang disini. Jika ia disini, mungkin kau akan menghancurkan atmosfer yang sedang kami ciptakan.” Woohyun menekan tanda merah pada layar ponsel Joy.

Satu pesan muncul di layar ponsel Joy.

From : Baekhyun

Kau dimana? Apakah kau baik-baik saja? Kau pergi dengan siapa? Kau belum menjelaskan padaku pergi dengan siapa.

Woohyun menyeringai. Ia membalas pesan singkat dari Baekhyun.

To : Baekhyun

Kau tak perlu tahu. Karena aku sangat bersenang-senang disini.

Kemudian setelah ia mengirimkan pesan singkat itu, ia menghapus seluruh riwayat telepon dan pesan Baekhyun yang tidak diketahui Joy. Ia meletakkan kembali ponsel itu ke tempat semula.

Dari kejauhan, Woohyun dapat melihat kedatangan Joy masih dengan garisan tawa di bibirnya, “Mungkin Joy memang tak pernah mencintaiku. Tetapi biarkan hari ini saja ia bersenang-senang denganku. Karena Tuhan tahu, aku tidak akan menghapus dirinya dari pikiranku.” gumam Woohyun pelan.

Time and Fallen Leaves

Waktu berlalu seperti air yang mengalir

Kemudian aku membangun bendungan dengan nama kenangan

Yang berisi kenangan – kenangan takan terlupakan

Itulah alasan kenapa setiap hari aku menatap ke langit

Oppa, kau melamun.” senggol Yuna kepada tunangannya. Baekhyun menolehkan kepalanya cepat, “ah benarkah?”

Yuna mengerutkan dahi, “Kau tidak biasanya seperti ini. Wae? Ada sesuatu yang mengganggumu?”

Baekhyun menatap Yuna lekat, “Aku..” “Aah, kau masih mengkhawatirkan Joy?” tebak Yuna tepat sasaran. Baekhyun terkekeh sejenak, “Kau pintar menebakku.”

Yuna tersenyum, “Kau kakak yang baik. Teleponlah dia.”

Baekhyun menaikkan alis, “Aku? Menelepon Joy?”

Yuna mengangguk, “Tentu saja. Agar kau tidak khawatir lagi.”

“Ah baiklah.” Baekhyun meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Joy.

.

.

.

“Dia menolak teleponku.” Baekhyun menghela napas.

“Hmm.. cobalah hubungi dia lewat pesan text?”

Baekhyun menoleh, “Aku tidak salah memilih calon istri.” kemudian ia mengacak rambut Yuna pelan.

Yuna tergelak, “Tentu saja.”

.

.

“Dia bersenang-senang.”

“Uhm? Nugu? Joy?”

Baekhyun mengangguk, “Ia membalas pesanku dan ia mengatakan bahwa ia sedang bersenang-senang. Sepertinya ia sedang tidak ingin diganggu.”

“Kalau begitu jangan khawatir. Tersenyumlah.” Yuna meraih pipi baekhyun dan menariknya perlahan. Ia meminta pria itu tersenyum untuknya, “kau lebih pantas jika tersenyum, Tuan Byun.”

Baekhyun tersenyum. Yuna sukses membuatnya tersenyum. Ia meraih tangan Yuna yang berada di pipinya dan memasukkan tangan keduanya yang saling bertautan ke dalam saku mantelnya, “Tidakkah kau merasa kedinginan?”

“Ah, dulu aku sering melakukan ini bersama Joy. Melakukannya dengan orang lain mengapa terasa berbeda?”

Yuna meremas pelan tangan Baekhyun dalam genggamannya, “Kau sudah membuatku merasa hangat.”

“Bahkan kata-kata manis dari Yuna tidak semanis apa yang dikatakan Joy—tunggu, apa yang kau pikirkan Byun Baekhyun?! Yuna adalah calon istrimu. Kau harus lebih nyaman dengannya dibandingkan dengan Joy!”

“Kau kembali melamun.” Yuna mengerucutkan bibir.

Baekhyun lagi-lagi menaikkan alis, “Ani. Aku mengagumi ukiran indah ciptaan Tuhan di hadapanku.”

“Eish.” Yuna memukul dada Baekhyun pelan, “kau terlalu mengada-ada.”

Baekhyun hanya terkekeh. Ia mengalihkan pandangannya menatap langit, “Langit musim gugur terasa indah.” “Namun ada yang hilang.”

Tell Me What is Love

Mengapa kau terus saja mengesampingkanku?

Apa karena keegoisan hatiku yang semakin bertambah?

Tak ada jalan bagiku untuk keluar dari pemikiran-pemikiran ini

Inikah apa yang mereka sebut cinta?

Joy terkejut melihat dedaunan berguguran di hadapannya, “Musim gugur sudah tiba?”

Woohyun menolehkan kepalanya pada Joy kemudian mengangguk, “Hm. Aku sudah menyadarinya sejak tadi. Kau baru saja menyadarinya?”

Joy ikut mengangguk, “Aku rasa aku sangat bersenang-senang hari ini hingga–ah! Woohyunssi! Aku harus pulang!”

Wae? Kenapa terburu-buru? Hari bahkan belum gelap.” Woohyun menyesap kopi panasnya.

“Aku.. hanya harus segera pulang.  Kumohon.” Joy memohon pada Woohyun, namun raut wajah itu tetap datar.

“Kau tidak sepertu berniat memohon padaku.”

Joy melengos, “Ugh, apakah aku harus melakukan aegyo atau puppy face kepadamu?”

“Mungkin itu lebih baik.”

Ya! Apa kau gila? Aku tak pernah melakukan itu sebelumnya dan tidak akan pernah melakukan itu.”

“Kalau begitu, pulanglah sendiri.”

Mwo?” Joy menatap Woohyun sebal. Ia mengalihkan pandangannya dan menggigit bibirnya, “Haruskah aku melakukan itu?” gumamnya pelan.

“Tentu saja! Jika kau ingin pulang dengan nyaman tanpa harus berdiri di dalam bus.” Woohyun terkekeh pelan melihat wajah sebal Joy.

“Oke! Err.” Joy mengambil napas, “Woohyunssi, antarkan aku pulang ya?” Joy memohon dengan manja. Woohyun yang melihatnya menaikkan sebelah alis, “Woohyunssi… tidak terdengar seperti memohon.”

Joy kembali melengos, “Arrasseo, arrasseo!” ia menarik napasnya kembali, “O-oppa, antarkan aku pulang..” Joy menggigit bibir. Suara manjanya terdengar menjijikkan di telinganya sendiri. Saat itu juga, Woohyun tergelak, “Kau benar-benar berbakat dalam hal ini, Joy!”

Joy mencibir, “Terserah. Cepat antar aku pulang.”

Woohyun beranjak dari kursinya dan memberikan sebelah tangannya ke arah Joy, “Kajja.”

Untuk yang kesekian kalinya Joy melengos. Ia mendahului Woohyun menuju ke mobil yang sebelumnya ia tumpangi.

*

Gomawo.” Joy membuka pintu mobil Woohyun dan hendak keluar mobil itu sebelum Woohyun menarik lengannya, “apa lagi? Aku sedang terburu-buru.”

Woohyun tersenyum tipis, “Aku tidak akan melupakan panggilan terakhirmu padaku. See you.” Woohyun melepas tangannya dari lengan Joy. Membiarkan Joy memasuki rumahnya tanpa meninggalkan satu pesan untuk Woohyun.

*

“Bibi Byun! Dimana Baekhyun Oppa?” segera setelah Joy masuk ke dalam rumah, ia menanyakan Baekhyun pada Bibi Byun.

“Oh Joy, kau sudah di rumah. Tadi.. ia pamit kepadaku untuk menikmati awal musim gugur..” “Gomawo, Bibi Byun.” tanpa menunggu kalimat Bibi Byun selesai, Joy kembali melesat keluar rumah mencari Baekhyun.

Bibi Byun yang tengah menyiapkan makan malam tersenyum tipis, “Baekhyun bersama Yuna, Joy sayang.”

*

Berulang kali Joy mencoba menghubungi nomor Baekhyun. Namun nomor itu tidak aktif, “Mianhae, Baekhyun Oppa. Ayolah aktifkan ponselmu.” Joy berlari menuju tempat dimana Baekhyun biasa menikmati awal musim gugur bersamanya. Seperti tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya, keduanya tahu bahwa Joy sangat menyukai musim gugur dan musim dingin. Maka dari itu mereka berjanji akan selalu menikmati awal musim gugur dan jatuhnya salju pertama di awal musim dingin bersama.

Joy sampai di tempat. Ia terengah-engah memegang kedua lututnya. Ia mencoba mengedarkan pandangannya. Namun ia tidak menemukan Baekhyun.

Baekhyun Oppa!” teriak Joy. Namun tidak ada balasan. Ia kembali berlari mencari Baekhyun namun tetap tidak menemukannya, “Aish, Baekhyun Oppa. Dimana kau berada? Jangan coba-coba kau menjailiku!” Joy kembali meraih ponselnya dan mencoba menghubungi ponsel Baekhyun. Hasilnya tetap sama. Ponsel Baekhyun tidak aktif.

Ia kembali berjalan menyusuri jalanan yang mulai dipenuhi dedaunan kuning yang berguguran. Joy tersenyum. Ia menyukai suasana seperti ini. “Andaikan Baekhyun Oppa cepat aku temukan, sekarang pasti aku…” Joy mendongakkan kepalanya. Seketika tatapannya berubah. Ia menatap nanar pemandangan di depannya. Kakinya bergetar.

.

.

.

Apakah dunia sudah berakhir?

Atau waktu telah terhenti?

.

.

.

Baekhyun dan Yuna saling bertatatapan penuh dengan kasih sayang, “Jadi, sekarang kau mengesampingkanku?” ia mampu melihat Baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Yuna, namun ia tidak mampu melihat pemandangan itu. Ia membalikkan badan dan menekan dadanya. Air mata sudah tidak bisa ia tahan. Baekhyun menghancurkan apa yang ia sukai sekejap dalam pandangan mata. Joy memukul-mukul dadanya keras, “Seperti inikah rasanya cinta?”

-TBC-

Iya.. iya aku tau ini kependekan T_T

annyeong.. aku hanya bisa menyelesaikan ff estafet ini sampai disini. Maafkan karena kependekkan. Aku bukan spesialisasi (?) chaptered. Aku biasa nulis ficlet dibandingkan oneshoot/chaptered hahaha.

Dan maafkan juga kalau tidak nyambung dengan chapter sebelumnya :” aku sangat sibuk ini itu semenjak kuliah, jd tidak terlalu update saat diskusi :” jeongmal mianhae

dan untuk pembaca lain, jangan lupa komennya hehe

author selanjutnya Shynim silakan dilanjutkan. oh ya nb : alifially tidak dituliskan Alifially. itu terasa ganjil :”

Last! Happy Anniversary indo fanfictions!!

Advertisements

7 thoughts on “1st Anniversary – STAY TOGETHER [Chapter 4]

  1. Aq baru sempet nengokin blog, eh ternyata..eh ternyata sudah jedul ini sambungannya. Aq tersentuh sekali denga istilah kenangan itu. Woohyun oh Woohyun…bener bener bikin aku jatuh cinta karakter woohyun di sini. Kenapa tidak sama Baekhyun? Karena dia sudah disukai oleh duayeoja, jdi percuma kalau aq latah suka sama dia juga.

    Oh jadi beginilah Baekhy… Kebersamaan memang mengukir banyak kisah. Percaya. Biar dibilang sedih , susah bahkan bahagia meski semu, tetap menghadirkan kenangan. Ya, pada intinya ini memang lebih pendek, tapi tidak mengecewakan. Good job lah! Oke next..fighting !

  2. OH MY! Cepet banget udah dipos!
    Astaga, ini ini ini~ Baekhyuuuuun >_< jadi dia mulai menyadari perasaan kehilangannya pada joy. Yaampun Baek pilih satu dong, udah punya Yuna kok masih mikirin si Joy sih.. udah deh mending kamu sama aku aja :v /abaikan/
    Duh, gak nyangka banget kalo kamu bakal pos secepat ini, nice fic, tutur katanya juga udah rapi. Good job! ^^
    Semangat untuk yang selanjutnyaaaaa~! \m/

    • Aku pikir malah telat hahaha. Kadang namja kaya gitu sih. Ga bisa milih satu yeoja, makanya banyak namja playboy /ga <<sok tau *pengalaman* 😒
      Hehe makasi ya, fighting for next author!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s