[Ficlet] Bewilder

bewilderBewilder

Block B Pyo Jihoon (PO) | OC Ginny
Ficlet (788 words) | School lifeslight! Romanceslight! Fluff | T

“There are certain things one can’t keep away from, the pull of love towards someone you never thought you would fall for.” -Malfatti

Ginny menempelkan kapas yang telah dicelupkan kedalam cairan antiseptik ke dahi dan sudut bibir Jihoon. Pemuda itu hanya meringis saat benda cair dingin tersebut menyentuh wajahnya yang babak belur. “Sakit Gin,” protesnya.

“Kau sih nekat berbuat macam-macam dengan Jiho sunbae dan gengnya,” Ginny balas mengomel. “Lagipula Hoon, apa yang kau lakukan sampai Jiho sunbae beserta gengnya tega memukulimu?” tanyanya sambil meletakkan kapas yang ia pegang kedalam sebuah baskom kecil berisi cairan antiseptik.

Jihoon menghela napas berat. Sebenarnya ia enggan menceritakannya kepada Ginny mengenai kejadian malang yang menimpanya barusan. Jihoon terlalu malu.

“Ayolah Hoon,” desak Ginny sambil menggoyang-goyangkan pundaknya.

Akhirnya Jihoon bersedia untuk menceritakan kronologi bagaimana bisa ia berakhir babak belur dipukuli oleh Jiho sunbae dan gengnya, meskipun dengan sedikit ogah-ogahan. “Jadi Gin, tadi saat aku berjalan di koridor sesudah makan siang, aku melihat seseorang murid perempuan tengah berdiri didepan lokermu.”

Kedua manik Ginny melebar kala mendengar cerita Jihoon. Agaknya ia jadi penasaran mendengar Jihoon menyebutkan ada seorang siswi yang berdiri didepan lokernya.

“Ah maafkan aku Gin, aku tidak tahu siapa dia,” jawab Jihoon, seakan-akan bisa menerka apa yang ada dipikiran Ginny.

“Lanjutkan ceritamu.”

Jihoon mengangkat sebelah kakinya keatas kursi kemudian melanjutkan ceritanya. “Dia membawa sebotol pilox dan hendak mencorat-coret lokermu. Jadi aku berlari kearahnya kemudian melemparkan botol pilox itu.”

Ginny mengerjap-ngerjapkan kedua maniknya. “Lalu… bagaimana bisa kau berakhir babak belur hanya karena melemparkan sebotol pilox?”

Pemuda bertubuh jangkung dan berkulit seputih porselen tersebut terpaksa harus menahan diri untuk tidak menjepit bibir Ginny dengan jarinya lantaran gadis itu terus-menerus menyela ceritanya. “Gin, biarkan aku bercerita hingga selesai, oke?” selanya. Sekali lagi ia menghela napas kemudian berkata, “Aku tidak tahu kalau siswi itu pacarnya Jiho sunbae.”

Tawa Giny langsung meledak, memenuhi tiap sudut ruang kelas yang kebetulan sudah tak berpenghuni sejak beberapa jam yang lalu.

Sambil menahan malu akibat ditertawai seperti itu, Jihoon berusaha terus melanjutkan ceritanya. “Mungkin dewi fortuna tidak sedang berada disampingku. Tepat setelah aku melempar botol pilox sialan itu, Jiho sunbae dan gengnya lewat dan menyaksikan apa yang baru saja terjadi.”

“Kemudian kau dipukuli? Malang sekali nasibmu,” ucap Ginny susah payah disela-sela tawanya.

“Jangan tertawa Gin. Itu tidak lucu,” protes Jihoon.

Ginny mengatur napasnya perlahan-lahan, berusaha untuk menahan tawa yang terus-menerus mendesak untuk keluar. Setelah tawanya benar-benar berhenti, ia kembali mengajukan pertanyaan kepada Jihoon. “Lalu, kenapa kau tidak melawan?”

Jihoon terdiam sejenak. Kedua irisnya menatap kearah jendela. Semburat oranye sudah mulai bermunculan di cakrawala. Dengan pelan ia menjawab, “Karena aku bukan aku yang dulu.”

Ada jeda sejenak setelah Jihoon menjawab pertanyaan Ginny barusan. Suasana menjadi hening. Yang terdengar hanyalah suara angin yang berhembus juga kicauan burung yang hendak kembali ke rumahnya setelah seharian mencari makan.

“Ah, aku mengerti,” gumam Ginny pelan. Kemudian dengan sigap ia memasukkan peralatan P3K yang tercecer diatas meja kedalam kotaknya.

“Ngomong-ngomong Gin,” ucap Jihoon memecah keheningan, “Apa kau mempunyai masalah dengan seorang siswi disini?”

Sambil memasukkan beberapa buku kedalam ransel, Ginny dengan enteng menjawab, “Well..Hidupmu tidak akan tenang jika kau mantan anggota gangster. Benar kan, Hoon?”

Jihoon tersenyum kecut mendengar pernyataan Ginny barusan. Ia sudah lama tidak membahas hal-hal yang berhubungan dengan gangster dan tetek bengeknya. Pemuda itu menatap Ginny kemudian berkata, “Kau tahu, jika saja tidak ada aturan bodoh tersebut, aku pasti akan tetap berada didalam geng.”

 “Jangan bodoh,” ledek Ginny pada Jihoon.

“Aku serius,” kilah Jihoon. “Sejak masuk kedalam geng, aku jadi semakin pandai berkelahi dan uang sakuku juga bertambah. Aku senang berada didalam geng, meskipun aku sering keluar masuk kantor polisi sih..”

“Lalu kenapa kau keluar?”

“Jangan pura-pura tidak tahu deh, Gin. Alasanku keluar kan sama sepertimu.”

Ginny tertawa kecil sekaligus tersipu. Jihoon kini berhasil membalik keadaan. Ia sedang terpojok.

Jihoon melanjutkan kata-katanya. “Kau pasti ingat peraturan nomer tujuh. Setiap anggota dilarang—“

“—jatuh cinta satu sama lain. Oke, aku paham Jihoon,” sela Ginny.

Kini giliran Jihoon yang menertawakan Ginny, melihat wajah gadis itu sudah semerah lobster rebus. “Jangan salah tingkah seperti itu Gin. Kau malah terlihat lucu.”

Dalam hati gadis itu sudah beribu-ribu kali melontarkan kalimat cacian pada pemuda didepannya tersebut. Pyo Jihoon sialan!

Tiba-tiba suara Jihoon menyeruak ditengah pikiran Ginny yang sedang berkecamuk. “Ayo pulang, sudah sore. Kau tidak ingin berpapasan dengan para gangster dibelokan dekat rumahmu kan?”

Seketika Ginny tersadar bahwa ada hal yang lebih buruk dibandingkan berduaan dengan seorang Pyo Jihoon. Ugh.. Ia tidak ingin sampai dirumah dengan pakaian compang-camping yang robek sana-sini.

“Kau benar Jihoon,” ucap Ginny sambil menyambar tas ranselnya dan berjalan keluar dari kelas.

Ditinggal seperti itu, Jihoon langsung berteriak kemudian berlari menyusul Ginny. “Hey Ginny, tunggu aku! Aku harus selalu berada disampingmu untuk melindungimu!”

Ginny malah mempercepat langkahnya saat mendengar suara bass Jihoon yang menggelegar disepanjang koridor. Lantas sebuah ide terlintas didalam benaknya. Ia tertawa kemudian berlari menjauhi Jihoon seraya berkata, “Yang terakhir keluar dari gerbang berarti mentraktir es krim!”


A/N:

 Sebenarnya fic ini udah lama nongkrong di draft. Gara-gara 1st anniversary event jadi baru bisa ngepost sekarang 😀 Sebenernya agak ragu sih mau ngepost apa nggak soalnya cast-nya Block B, takut nggak banyak yang tahu.

Bonus pic of Pyo Jihoon. Kenapa kamu bisa manly dan menggemaskan disaat yang bersamaan mz kenapa ;; Bias di Block B bisa-bisa pindah huhu 😦

po-1

Anyway diriku merindukan Block B OT7 😦
Terimakasih sudah membaca 😀

10 thoughts on “[Ficlet] Bewilder

  1. Waaaaaa gak nyesel aku jalan-jalan ke tags mu americadoo. Akhirnyaaa NEMU FF PYOOOOOOOO

    Emang sih si pyo ini bias wrecker banget T_T aku aja dr suka Kyung kini cintanya beralih sedikit pada pyo *apalah ini maafkan aku curhat*

    Dan untuk ff nya, mereka udah pacaran apa masih pedekate gitu sih? Aduhlah aku kurang ngeh dibagian itu tapi teteup lah unyu bgt pyo mau out dr geng buat seorang cewek :’)

    Nice ff! ^^

    • WAH KOK SAMA KAK:”) biasku di block b dulu park kyung, gara-gara bastarz jadinya si pyo:””) jadi ceritanya mereka saling suka tapi nggak pacaran gitu kak ehe

      • Nah kan emang pas bastarz dikeluarin itu tuh bikin hati terombang-ambing/? bgt :’) bbomb sama ukwon juga makin kece pas promosi bastarz :’)

        Duh pyo sama ginny pacaran aja udah mah gausah malu-malu gitu wkwkwk XD eh lil bit tips, kalo mau bikin pairing sibling pyo jihoon sama pyo hyemi ninemuses. Mereka unyu banget kalo disatuin :3

          • Iya lah lumayan banyak dibandingkan waktu promosi blockb :”
            Yap samasama ^^ tapi si pyo bersaudara/? ini jadi kakak-adek yak wkwkkw kalo jd lover kasian ceweknya, si jihoon kelewatan bgt cengengesannya/? lol XD

  2. PYO! YA AMPUN ADA YANG BUAT FANFICNYA :”)

    Anak Block B emang pas banget jadi geng nakal, tapi aslinya lucu-lucu hahaha. Ini simple tapi manisnya masih kerasa, dan Pyo yang setengah kode pas ngomong aama Ginny, suka X)

    Keep writing kak! 🙂

  3. Aku tahu member Block B, kok, tapi aku nggak tahu kalau nama aslinya P.O itu Pyo Jihoon XD

    Aaaah, aku suka banget. Awal baca ceritanya penasaran setengah mati mau dibawa ke mana ceritanya. Dan ternyata, ada fakta kalau mereka sama-sama mantan anggota geng. Waaah. Ginny cewek, kan (pertanyaan macam apa ini *tendang*)? Wkwkwk. Asik banget anak perempuan masuk geng XD

    Dan waktu Jihoon cerita dia ngelempar pilox, aku kira tuh pilox bakal kena kepalanya Jiho. Ternyata cewek yang mainan pilox itu ceweknya. Hmmm, pantas .___.

    • Syukurlah ada yang tau x)
      Iyaa Ginny cewek xD Abisnya PO lucu banget sih dibuat anggota geng, tapi yang unyu-unyu gitu. Terimakasih udah mampir buat baca 😀

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s