1st Anniversary – STAY TOGETHER [Chapter-2]

REQ JENK LANA - STAY TOGETHER

 Poster by Laykim @ Indo Fanfictions Arts

STAY TOGETHER [Chapter-2]

It’s Hurt For Me, But It’s Lucky For You!

Written by . Dessyds

Main Cast .

Baekhyun (EXO)

Joy (RED VELVET)

Woohyun (INFINITE)

Yuna Kim (THE ARK)

Support Cast .

Irene (RED VELVET)

Genre .

Romance, Angst, Family, Drama

Length.Multi-Chapter

Rated. PG

Writers .

Alana, DessyDS, Zulfhania, Alifially, Shynim, Sashka, Eshyun

Disclamer||

This FF is presented for Indo Club Anniversary

Storyline in this chapter is mine

DON’T PLAGIAT!

Happy Reading

~~~~~~

Joy masih berjalan menuju halte bus. Gadis itu tersenyum miris akan kelakuan Baekhyun. Memang sudah biasa jika Baekhyun melakukan hal ini kepada Joy. Gadis itu ingin mencakar ataupun mencincang Baekhyun jika melihat pria itu. Apalagi mengingat alasan Baekhyun yang akan menjemput Yuna. Oh… Joy benar-benar tidak menerima hal itu. Terlalu sakit bagi Joy menerima ini semua.

Joy menaiki bus yang akan mengantarnya ke SNU. Memang tidak mudah bagi orang seperti Joy memasuki Perguruan Tinggi seperti Seoul National University. Joy hanyalah seorang anak yatim piatu yang beruntung mempunyai IQ yang tinggi sehingga dapat masuk ke SNU dengan beasiswa. Joy lebih memilih keperawatan karna dia ingin meneruskan profesi Ibunya yang dulu adalah seorang perawat. Selain itu dia juga ingin membantu dalam merawat sesama nya. Yah meskipun sampai sekarang Joy masih takut dengan jarum suntik tapi hal itu tidak membuat Joy menyerah. Semua hal itu bisa berubah kapanpun jika kau berniat melakukan pekerjaan itu.

Sebenarnya Baekhyun juga berkuliah di SNU tapi Baekhyun memilih bidang permusikan dan dia sedang dalam masa kuliah akhirnya. Begitupun Yuna, meskipun gadis itu sekarang adalah model terkenal tapi gadis itu mengambil jurusan bisnis di SNU. Meskipun mereka bertiga kuliah di satu universtitas tetapi pertemuan mereka di kampus sangat jarang terjadi. Mengingat Baekhyun sudah berada di kelas akhir dan Yuna yang super sibuk dengan jadwal nya menjadi seorang model. Joy juga tidak terlalu berharap untuk bisa bertemu dengan kedua orang itu.

Joy sudah sampai di SNU dan berjalan memasuki gerbang universitas itu. Beruntung nya Joy masih ada waktu sekitar 20 menit sebelum dia memasuki kelasnya. Joy berjalan ke taman belakang untuk menenangkan pikirannya sejenak.

Pikirannya melayang ke kejadian satu jam yang lalu. Ketika Baekhyun menerima panggilan dari Yuna dan dengan seenak hati pria itu menyuruh Joy untuk pergi sendiri.

“Hah…” Joy membuang nafasnya kasar.

Gadis itu lelah jika harus terjebak seperti ini terus. Joy tidak ingin mempunyai perasaan yang seperti ini.

Semua ini berawal ketika orangtua Joy meninggal dan Baekhyun selalu berada di sebelah Joy. Pria itu selalu memperhatikan Joy, selalu berada di samping Joy, selalu bisa membuat Joy tersenyum di kala itu. Apalagi orang tua Baekhyun dengan tangan terbuka ingin mengangkat Joy sebagai anak mereka. Tapi Joy menolak hal itu. Bukan karna perasaan nya terhadap Baekhyun tapi memang karna Joy tidak ingin membuat repot orang tua Baekhyun.

Maka dari itu Joy mati-matian belajar supaya mendapatkan beasiswa dan Joy melakukan pekerjaan paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Joy bukanlah gadis yang boros. Semua hasil kerja itu selalu dia tabung. Dia hanya takut jika suatu saat nanti ada kejadian yang mendesak maka dia bisa memakai uang yang telah dia tabung.

Joy mengeleng-gelengkan kepalanya. Menepis semua pikirannya yang mengingat kejadiaan 5 tahun yang lalu itu. Joy memutuskan untuk memasuki kelas paginya.

Dan tanpa Joy sadari ada seseorang yang memandang Joy dengan tatapan sendu. Entahlah. Tidak ada yang tau arti dari tatapan itu. Pria itu adalah Nam Woohyun. Pria yang diam-diam menyukai Joy.

Baekhyun sudah sampai di depan rumah Yuna. Baekhyun turun dari mobilnya dan memasuki pekarangan rumah yang luas. Sudah biasa bagi Baekhyun melihat rumah yang seperti ini. Rumah nya sendiri juga sangat besar seperti istana dongeng. Baekhyun menekan bel rumah itu dan terdengar suara orang berjalan.

“Eoh… Baekhyunnie.” Ujar wanita paruh baya yang Baekhyun kenal adalah Nyonya Kim, Ibu dari Yuna Kim

“Anyong Haseyo Eommonim.”  Ujar  Baekhyun dengan sopan

“Anyong Baek a. Kau semakin tampan Ne.”

“Hahaha… Eommonim bisa saja. Ah iyah, apakah Yuna sudah selesai?”

“Ah.. Jadi kau kesini untuk menjemput Yuna? Aigooo… anak itu memang selalu merepotkan kau Baek. Tunggulah sebentar lagi Baek. Dia sedang bersiap-siap.”

“Yuna tidak merepotkan ku Eommonim. Malah aku senang bisa menjemput Yuna. Ne, aku akan menunggu nya.” Ujar Baekhyun sambil tersenyum

Tidak butuh waktu lama gadis yang ditunggu oleh Baekhyun sudah menuju ruang tamu dimana ada Baekhyun disana.

Anyong Oppa. Apa kau sudah lama?” Ujar Yuna

“Tidak. Aku baru 10 menit menunggu mu. Sudah selesai? Bagaimana jika kita berangkat sekarang? Bukankah kau punya pemotretan 20 menit lagi?”

“Ah iyah. Kajja Oppa kita berangkat.”

Banyak yang mereka bahas ketika mereka berada di mobil. Baekhyun selalu mengungkit kedekatan mereka ketika dia dan Yuna waktu kecil. Dan saat ketika mereka sering bersama. Memang pertemuan kedua insan ini sangat jarang terjadi. Mengingat Baekhyun yang sibuk dengan tugas akhirnya dan Yuna yang sibuk dengan dunia permodelannya dan juga kuliah nya.

Tidak terasa Baekhyun dan Yuna sudah sampai di tempat yang pemotretan. Ketika Yuna akan turun Baekhyun menahan lengan Yuna.

“Nanti siang aku akan menjemputmu disini. Kita akan makan siang bersama. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu.”

“Hmm.. Baiklah kalau begitu Oppa. Sampai jumpa nanti siang.” Yuna memberikan senyum terbaik nya ke Baekhyun dan Baekhyun suka dengan hal itu

Joy masih berkutat dengan buku-buku keperawatan milik perpustakaan. Ya… Joy memilih ke perpustakaan kampusnya setelah jam pelajaran nya selesai. Gadis itu tidak sendiri, ada Woohyun yang menemani nya.Tapi perbincangan antara dua orang gadis membuat fokusnya Joy ke buku-buku itu menjadi hancur.

“Ah iyah, tadi aku melihat Baekhyun Sunbae dengan Yuna Sunbae berada di café depan kampus kita.” Ujar seorang gadis yang Joy kenal bernama Irene

“Benarkah? Apa yang mereka lakukan berdua? Apa mereka sudah menjadi sepasang kekasih?” Timpal seorang gadis yang tidak Joy ketahui namanya itu

“Aku tidak mendengar apa yang mereka bicarakan. Yang aku tau mereka adalah sepasang kekasih. Tapi hal itu sangat dirahasiakan oleh Baekhyun Sunbae maupun Yuna Sunbae. Jika hal itu benar aku akan sangat mendukung hubungan mereka.”

“Aku juga akan sangat mendukung mereka. Mereka terlihat sangat cocok.”

Joy yang tidak sengaja mendengar pembicaraan itu menjadi mendongokkan kepalanya. Seolah-olah dia tertarik dengan pembahasan itu. Tapi dilain sisi Joy merasa seperti ada sebuah pisau yang menancap pada hatinya. Dadanya terasa sesak. Seperti diremas. Gadis itu tersenyum miris.

Woohyun menatap Joy dengan tatapan sendunya lagi. Pria itu ingin memeluk Joy dan menenagkan gadis itu. Tapi dia tidak bisa. Mengingat selama ini Joy selalu menganggapnya hanya sebagai “Kakak”nya dan tidak pernah lebih dari itu.

“Joy-a… Gwenchana?” Ujar Woohyun sambil mengusap tangan Joy

“Eoh…Gwenchana Oppa.” Ujar Joy memberikan senyum-terpaksa- kepada pria itu

Pria itu tau jika Joy menyukai Baekhyun. Woohyun tidak suka jika melihat Joy yang memperlihatkan senyum terpaksanya dan wajah terpuruknya kepada pria itu. Woohyun tidak bodoh. Pria itu bisa membaca semua nya dari gerak gerik Joy. Dia sudah mengenal Joy dari sejak mereka kecil.

Woohyun bukanlah pria kaya seperti Baekhyun. Pria itu juga seorang anak yatim piatu. Tapi Joy lebih beruntung bisa merasakan kasih sayang orangtua nya selama 15tahun. Sedangkan Woohyun? Pria itu hanya bisa merasakan kasih sayang orang tuanya selama 5tahun. Miris memang. Tapi itu semua takdir Tuhan dan Woohyun tau itu.

Pria itu tidak menyalakan orangtuanya ataupun Tuhan yang telah mengambil orangtuanya dan merebut kasih sayang orangtua nya sejak kecil. Tidak. Hanya orang bodoh yang merasa seperti itu.

Selama ini Woohyun mendapat banyak kasih sayang. Meskipun Woohyun tidak memiliki orangtua tapi dia masih mempunyai orang-orang yang menyayanginya.

Woohyun bersyukur bisa mengenal keluarga Joy. Dia mendapatkan kasih sayang dari keluarga hangat itu. Selama ini Woohyun hidup di panti asuhan yang berada di dekat rumah Joy. Woohyun sering menghabiskan waktu sorenya di rumah Joy Ataupun sebaliknya. Woohyun juga sangat sering mengikuti keluarga Joy bertamasya ataupun piknik.

Tapi semenjak Woohyun berumur 17 tahun dia mencari sebuah apartemen kecil untuk ditinggal. Dia tidak ingin menyusahkan ibu panti asuhan. Selama ini Woohyun selalu menolak orangtua angkat. Karna Woohyun benar-benar tidak ingin menyusahkan orang lain. Dan Woohyun selalu berusaha mandiri.

Seperti inilah hasilnya. Woohyun bisa mengambil jurusan kedokteran dan mungkin beberapa bulan lagi dia akan lulus. Jika tidak ada halangan dia akan melanjutkan pendidikan nya itu. Woohyun sama seperti Joy, masuk ke SNU dikarenakan beasiswa. Woohyun juga dikenal dengan IQ yang tinggi. Semua dosen di SNU selalu membanggakan kemampuan Woohyun. Tapi hal itu tidak membuat seorang Woohyun sombong.

Woohyun dikenal dengan pria yang ramah dan baik. Banyak gadis yang mengangguminya. Bukan hanya keramahannya, wajah Woohyun juga tidak kalah tampan dengan Baekhyun.

Woohyun menyanyagi gadis disebelahnya seperti menyayangi orangtua nya sendiri. Woohyun benci Baekhyun. Karna pria itu Joy menderita. Karna pria itu gadisnya selalu memasang wajah murung. Woohyun benci hal itu. Dia lebih menyukai wajah tersenyum Joy dari pada wajah sedih gadis itu.

Woohyun juga merasakan apa yang dirasakan oleh Joy. Rasanya sangat sakit ketika orang yang kau cintai mencintai orang lain dan lebih memperhatikan orang lain ketimbang kita yang mencintai orang itu.

“Joy-a Kajja.” Ujar Woohyun sambil menarik tangan Joy

Joy yang tidak tau apa-apa hanya mengikuti Woohyun yang menariknya.

@Screat Cafe

Baekhyun dan Yuna berada di sebuah café. Mereka menempati tempat yang didekat kaca jendela dan berada di pojok ruangan itu.

Sudah setengah jam mereka berada di sana dan sudah banyak pembahasan yang mereka bicarakan. Suasana cafe saat ini kebetulan sangatlah ramai. Mengingat ini adalah jam makan siang dan kebanyakan mahasiswa SNU yang sedang kosong pelajaran duduk di cafe itu.

“Ah iyah Oppa… Tadi bukankah kau ingin mengatakan suatu hal kepada ku?” Ujar Yuna mengingatkan Baekhyun tentang perkataan nya pagi tadi

“Eoh… Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu.”

“Yuna a, kita sudah menjalin hubungan selama 2 tahun. Dan aku ingin hubungan kita bukan hanya sebatas kekasih. Jadi maukah kau bertunangan dengan ku?” Ujar Baekhyun dengan gugup

Lagu You Are Not Alone yang dinyanyikan oleh Michael Jacson sedang diputar di café yang terlihat dua insan berbeda jenis itu sedang bercengkrama. Terkadang gadis nya bisa tersenyum dengan manisnya, dan bisa juga mengerucutkan mulutnya lucu. Begitu juga dengan prianya. Mereka terlihat sangat cocok jika bersama. Tapi sayangnya hanya sang pria lah yang mempunyai perasaan itu.

Joy dan Woohyun berada di kedai es krim yang sangat sederhana. Woohyun memutuskan mengajak Joy ke kedai es krim dikarenakan Joy sangat menyukai es krim dan es krim dapat menenangkan pikiran kita yang sedang kacau.

Woohyun selalu suka senyum tulus dari seorang Joy. Dia benci ketika Joy menunjukkan senyum terpaksa nya. Jika Joy sudah menunjukkan senyum terpaksa maka Woohyun sudah tahu siapa penyebabnya.

“apa kau tidak bekerja hari ini Joy?”

“aku harus tetap bekerja Oppa. Aku harus mencukupi kebutuhan ku sendiri. Lagian aku juga berencana akan pindah dari rumah keluarga Byun. Aku tidak ingin terus membebani keluarga Byun.” Ujar Joy dengan wajah sendunya

“Jika begitu Oppa akan mengantar mu nanti. Disebelah apartemen Oppa ada yang kosong. Jika kau mau Oppa bisa menemui pemilik apartemen itu Joy. Kau tidak perlu takut untuk biaya apartemen. Oppa bisa membantumu.”

“aku bisa pergi sendiri Oppa. Aku tidak ingin merepoti mu. Benarkah? Jika begitu aku akan membicarakannya pada Bibi Byun. Tidak. Aku bisa membiayai nya sendiri Oppa. Uang yang berada ditabungan ku sangat cukup dan warisan dari orangtua ku juga sangat melebihi kebutuhanku.”

“Tidak ada penolakan Joy. Baiklah. Oppa tunggu kabar darimu Chagi.”

Joy hanya memutar bola matanya malas. Woohyun selalu memanggilnya dengan sebutan Chagi ketika Joy masih kecil. Joy merasa sangat beruntung memiliki Woohyun. Hanya Woohyun satu-satunya orang yang bisa mengerti keadaannya. Yah meskipun Woohyun terkadang sangat plin plan. Pria itu juga selalu sering berubah-ubah sifat. Dan itu sangat menyebalkan bagi Joy.

Jam sudah menunjukkan pukul 8.30KST dan Joy baru sampai dikediaman keluarga Byun. Sudah biasa bagi seorang Joy pulang pukul 8.30KST. Mengingat toko mainan tempatnya bekerja tutup pada pukul 7.30KST. Joy disambut hangat oleh Nyonya Byun. Sebenarnya Nyonya Byun sudah melarang Joy untuk bekerja. Tapi Joy adalah gadis yang keras kepala dan susah untuk dilarang. Nyonya Byun menyayangi Joy seperti menyayangi anaknya sendiri.

Nyonya Byun mengetahui jika Joy menyukai anak laki-laki nya. Tapi dia menutupi hal itu dari siapapun. Dia tidak ingin ada yang tersakiti jika mereka tahu kebenarannya. Nyonya Byun selalu menatap sendu kearah Joy jika gadis itu baru pulang kerja ataupun Joy sedang bersantai dengan Baekhyun.

Wanita paruh baya itu tau seperti apa perasaan Joy kepada anaknya. Wanita itu tidak bisa dibohongi. Dia selalu melihat ada tatapan lain dari mata Joy ke Baekhyun. Sebenarnya Baekhyun juga mempunyai perasaan yang sama. Tapi Nyonya Byun tau anaknya selalu menepis hal itu. Nyonya Byun sangat tau bagaimana perasaan Baekhyun terhadap Yuna maupun Joy. Obsesi Baekhyun menjadi pianis terkenal telah membutakan hati seorang Baekhyun. Dan Nyonya Byun sangat sakit mengetahui fakta itu. Dia tidak ingin anaknya menjadi terpuruk di kemudian hari.

Nyonya Byun sudah pernah merasakan hal yang sama. Apa yang dialami oleh Joy dan Baekhyun pernah dia alami. Tapi sayangnya akhir dari cerita kehidupan Nyonya Byun adalah Happy Ending. Dan perlu diingat, Tuan Byun tidak akan dengan gampangnya menerima Joy menjadi menantunya.

Entahlah takdir dan permainan dari Tuhan tidak akan pernah ada yang bisa menebaknya.

Baekhyun memasuki kamar Joy dan mendapati Joy sedang berkutat dengan buku-bukunya. Baekhyun menghempaskan tubuhnya  di atas tempat tidur Joy. Dia mencium aroma mint pada kamar dan kasur itu. Aroma mint adalah aroma parfrum yang dipakai oleh Joy. Entah bagaimana lama kelamaan Baekhyun jadi menyukai aroma itu.

Joy mengetahui jika Baekhyun berada dikamarnya. Joy tidak menyapanya ataupun memperdulikan pria yang dengan seenaknya meniduri kasur orang lain. Joy membenci hal itu. Tapi mau bagaimanapun ini adalah rumah Baekhyun dan itu sudah menjadi hak Baekhyun. Apapun yang berada di rumah ini adalah milik Baekhyun juga. Termasuk kamar yang ditempati oleh Joy.

Baekhyun merasa diabaikan oleh Joy dan Baekhyun membenci hal itu. Baekhyun jadi berpikir jika Joy masih marah dengannya karna masalah tadi pagi. Tapi bukankah Baekhyun sudah biasa dengan hal itu? Apa Joy cemburu dengan Yuna? Ah tidak mungkin Joy cemburu dengan Yuna. Seperti bomerang yang memasuki pikirannya terus menerus dan itu membuat Baekhyun pusing memikirkannya.

“Yak Joy!” Pria itu beranjak dari kasur Joy dan menutup buku yang sedang dibaca oleh Joy

Joy memejamkan matanya sebentar. Dia benci jika Baekhyun selalu sesuka hatinya melakukan sesuatu.

“wae Oppa? Ada perlu apa? Bisa tidak kau tidak menggangu belajarku satu hari saja?” ujar Joy dengan sartakis. Gadis itu masih sangat kesal dengan Baekhyun.

“Kau mempunyai IQ yang tinggi Joy. Jadi belajar hanya alasan untukmu.”

Joy hanya bisa menghela nafas kasar. Gadis itu tidak bisa menolak jika Baekhyun sudah membahas masalah IQ.

“Maaf untuk tadi pagi.”

“Lupakanlah.”

“Kau tau tadi aku sudah mengatakan semuanya kepada Yuna.“ ujar Baekhyun dengan wajah berseri-seri

“Ma…maksud Oppa?” Joy belum bisa mencerna perkataan Baekhyun

“Aku sudah mengatakan kepada Yuna jika kami akan secepatnya bertunangan. Dan Yuna menerima itu Joy. Aku hanya menunggu persetujuan dari Appa dan Eomma. Dan kau harus membantu ku Joy.” Ujar Baekhyun dengan senyuman yang paling disukai oleh Joy

DEG

“be… benarkah?” ujar Joy dengan suara seperti bisikan, tapi suara itu masih bisa di dengar oleh Baekhyun

Oppa… bisakah Oppa keluar sekarang? Aku ingin melanjutkan belajarku. Besok aku ada ujian Oppa.” Ujar Joy dengan suara lirihnya

“Kau mengusirku? Kau tidak ingin mengucapkan selamat kepada ku Joy?” Ujar Baekhyun masih mempertahankan senyumannya

“Tidak. Aku hanya benar-benar ingin belajar. Selamat Oppa. Aku harap kalian bahagia.” Ujar Joy dengan senyum yang dipaksakan

Joy melihat jari Baekhyun dan cincin pemberian Joy belum ada di jari-jari Baekhyun. Joy merasa kecewa akan hal itu. Baekhyun yang melihat reaksi Joy hanya bertanya-tanya. Tapi pria itu diam saja dan tidak melakukan apapun terhadap Joy. Akhirnya Baekhyun memutuskan untuk keluar.

Setelah Baekhyun keluar, Joy mengunci pintu kamarnya. Joy bersandar di pintu itu dengan air mata yang jatuh. Joy menutupi mulutnya dengan punggung tanggan nya. Dia tidak ingin ada yang tahu jika dia sedang menangis. Joy merasa seperti ada sebuah pedang yang menancap pada hatinya. Dadanya terasa sesak. Dia memukul-mukul dadanya. Dia tidak memikirkan hal ini akan menyakitinya terlalu jauh.

Tanpa Joy sadari ada seseorang yang mendengar tangisan itu. Nyonya Byun. Wanita paruh baya itu mendengar semua percakapan anaknya dengan Joy.

Jam masih menunjukkan pukul 7 pagi dan Yuna sudah berada di rumah kediaman Byun. Gadis itu ingin memberikan surprise kepada pria yang semalam melamarnya. Pria yang dikenal sangat periang dan dikagumi banyak orang. Pria yang bernama Baekhyun bisa membuat dirinya berbungga-bungga. Bermimpi indah ketika dia tidur. Dan itu semua sangat susah di deskripsikan oleh Yuna.

*Flashback @Screat Cafe

Baekhyun dan Yuna berada di sebuah café. Mereka menempati tempat yang didekat kaca jendela dan berada di pojok ruangan itu.

Sudah setengah jam mereka berada di sana dan sudah banyak pembahasan yang mereka bicarakan. Suasana cafe saat ini kebetulan sangatlah ramai. Mengingat ini adalah jam makan siang dan kebanyakan mahasiswa SNU yang sedang kosong pelajaran duduk di cafe itu.

“Ah iyah Oppa… Tadi bukankah kau ingin mengatakan suatu hal kepada ku?” Ujar Yuna mengingatkan Baekhyun tentang perkataan nya pagi tadi

“Eoh… Aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu.”

“Yuna a, kita sudah menjalin hubungan selama 2 tahun. Dan aku ingin hubungan kita bukan hanya sebatas kekasih. Jadi maukah kau bertunangan dengan ku?” Ujar Baekhyun dengan gugup

“Apa kau bercanda Oppa?” ujar Yuna masih tidak percaya

“Tidak Na-ya. Aku serius. Aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius.” Ujar Baekhyun sambil menyodorkan sebuah cincin

Yuna yang melihat itu tidak bisa berkata apapun lagi. dia tidak menyangka Baekhyun akan melamarnya hari ini. Oh ayolah selama ini Yuna sangat mencintai Baekhyun. Meskipun pria itu sangat susah di tebak.

“Na-ya, maukah kau menjadi yang terakhir untukku dan menjadi ibu dari anak-anak ku suatu hari nanti?”

Gadis itu bungkam dengan sikap Baekhyun. Gadis itu hanya mengangguk tanda meniyakan pilihannya. Terlalu susah baginya menjawab pertanyaan Baekhyun.

Yuna akan sangat mengingat tanggal itu. Tanggal 15-05-2015.

*Flashback End*

Yuna tersenyum-senyum mengingat kejadian semalam. Gadis itu terlalu senang sengan pengungkapan Baekhyun kepadanya. Sampai-sampai perkataan Baekhyun masih tergiang-giang di kepalanya.

“Yuna a, fokuslah ke wortel mu. Jangan melamun dan tersenyum seperti itu terus.”

Yah… Yuna dan Nyonya Byun berada di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Byun. Gadis yang di peringatkan hanya memberikan cengiran kuda nya. Nyonya Byun yang melihat Yuna hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak bisa mendeskripsikan hatinya sekarang. Tapi Nyonya Byun benar-benar merasa  tidak tega melihat Joy. Nyonya Byun sangat yakin jika Joy akan menjadi salah satu orang yang akan tersakiti disini. Jika wanita paruh baya itu terus diam seperti ini maka akhir dari cerita ini semua akanlah menjadi kenangan dan mungkin wanita itu akan menutup buku hariannya karna kebodohan Baekhyun, anak keduanya itu.

Gadis itu terkejut ketika ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya. Dan mencium pipinya sekilas. Dia tau siapa itu. Baekhyun. Pria yang membuat jantungnya memompa tidak jelas. Yuna merasa perutnya seperti ada kupu-kupu yang berterbangan. Pipinya bersemu merah.

Gadis itu sangat malu dengan kelakuan prianya. Oh ayolah disana masih ada Nyonya Byun. Wanita paruh baya itu hanya mendecak kan lidahnya dan menggelengkan kepalanya.

Sedangkan seorang gadis yang tidak jauh dari sana hanya bisa menatap sendu kejadian itu. Terlalu lelah untuknya mengeluarkan air mata nya lagi pagi ini. Tatapan mata gadis itu tidak sengaja bertemu dengan mata Nyonya Byun. Wanita paruh baya itu lagi-lagi menatap sendu kearah Joy. Joy tidak tahu arti dari tatapan itu.

“Oh.. Joy kau sudah bangun sayang?” ujar Nyonya Byun dengan ramah

Joy hanya mengangguk menjawab pertanyan Nyonya Byun. Terlalu malas hanya sekedar mengatakan ‘iyah’.

“Duduklah Joy. Sarapannya sebentar lagi akan selesai dan kita akan sarapan bersama.”

“Tidak Bi, aku ada kuliah jam 8 pagi, jadi aku harus berangkat sekarang.” Tolak Joy dengan halus

“Makanlah dulu sayang. Bibi tau kau tidak makan dari kemarin malam. Nanti penyakit asam lambung mu akan kumat Joy. Dan Bibi tidak ingin melihat mu terbaring di rumah sakit lagi.” Ujar Nyonya Byun menghapiri Joy. Wanita paruh baya itu memberikan senyum tulus kepada Joy. Wanita itu tau gadis yang berada di depannya sedang berbohong.

”Aku akan makan dikantin kampus nanti Bi. Aku benar-benar harus pergi sekarang Bi.” “Karna aku tidak ingin melihat lebih jauh lagi kemesraan dua insan yang berbeda ini Bi.” Ujar Joy dalam hati  dengan wajah memelasnya

Nyonya Byun melihat kearah Baekhyun. Dan dia harus menelan kekecewaan karna anaknya itu sudah asik dengan kegiatannya bersama Yuna. Akhirnya Nyonya Byun hanya mengangguk menyetujui permintaan Joy. Wanita itu tidak ingin Joy semakin tersakiti semakin dalam lagi. Dan sebenarnya semua ini tidak boleh terjadi. Jika nyonya Byun boleh jujur dia lebih suka Baekhyun dengan Joy dari pada dengan Yuna. Tapi sekali lagi takdir dan permainan Tuhan tidak akan ada yang mengetahuinya.

Sebelum Joy benar-benar meninggalkan dapur kediaman keluarga Byun, gadis itu menoleh lagi ke arah Baekhyun dan berharap pria itu akan menyapanya. Tapi Joy harus menelan salivanya pahit. Tidak ada sapaan. Yang ada dia melihat tawa Baekhyun dan Yuna yang bermain dengan tepung. Dan sepertinya Joy akan menerima tawaran Woohyun.

Pria dengan kemeja putih dan jas dokter terlihat sangat gagah. Semua gadis-gadis yang berada di depan koridor menyapanya. Dan pria itu hanya membalasnya dengan senyuman. Pria itu berjalan ke atap atas kampus sambil membawa dua kotak susu. Pria itu adalah Woohyun. Dia terlihat terburu-buru. Entah siapa yang akan di jumpai oleh pria itu.

Pria itu mengedarkan pandangan nya ketika dia telah sampai di atap gedung kampus itu. Pria itu tersenyum ketika matanya menangkap sosok gadis yang di carinya. Seorang gadis dengan rambut yang di kuncir kuda itu sedang duduk di sebuah bangku yang membelakangi Woohyun.

Woohyun berjalan mendekati gadis itu. Tapi kakinya mendadak kaku ketika mendengar isakan dari gadis itu.

“Joy…” Ujar Woohyun sambil menepuk pundak Joy

Joy yang merasa kaget menghapus air matanya dengan cepat. Gadis itu tersenyum ketika mengetahui pria yang di hubunginya beberapa menit itu sudah sampai. Dan gadis itu merasa bersalah telah mengganggu waktu laboraturium pria itu. Tapi Joy merasa senang, disaat dia terpuruk seperti ini Woohyun akan menemaninya.

Woohyun menarik Joy kedalam pelukannya. Tidak. Dia tidak ingin melihat gadis yang dia sayangi menangis.

“Uljima…” ujar Woohyun yang menenangkan Joy. Gadis itu masih sesegukan begitu berada dipelukan Woohyun

Woohyun tidak perlu bertanya lagi gadis yang berada di pelukannya kenapa. Karna hanya satu orang yang bisa membuat Joy menangis selain orangtua nya. Seorang pria yang bernama Byun Baekhyun. Woohyun juga sudah mendengar tentang Baekhyun yang melamar Yuna di café depan kampus mereka.

Woohyun mengepalkan tanggannya. Dia ingin menghajar Baekhyun sekarang juga. Dia tidak suka gadis yang dia sayangi menangis. Apalagi gadis itu menangisi pria yang tidak memiliki perasaan. Ani. tapi pria yang tidak peka terhadap sekitar. Dada Woohyun terasa seperti tercabik. Dia benar-benar marah. Pria itu mencoba menahan emosinya. Mungkin jika Baekhyun berada di hadapannya sekarang maka Woohyun sangat yakin wajah bak malaikat milik Baekhyun akan hancur ditanggannya.

Woohyun yang merasa Joy sudah tenang berada dalam pelukkannya akhirnya melepaskan pelukan itu. Woohyun menghapus bekas air mata Joy lalu mengecup kedua mata gadis itu. Hal itu sudah biasa Woohyun lakukan ketika Joy menangis. Joy tersenyum ketika Woohyun melakukan hal itu. Senyum yang disukai oleh Woohyun atau siapapun yang melihat itu. Senyum tulus dari seorang Joy.

Woohyun membawa gadis itu duduk di bangku yang di duduki oleh Joy. Woohyun mengeluarkan susu strawberry kesukaan Joy. Dan Joy menerima itu dengan mata berbinar. Woohyun menarik Joy dalam pelukannya. Pria itu mencium aroma mint yang menjadi candunya sejak kecil. Woohyun membiarkan kepala Joy bersandar pada dadanya.

Joy dan Woohyun sama-sama merasakan kehangatan. Tapi sayangnya Joy tidak menyadari hal itu. Sedangkan Woohyun selalu berharap suatu saat nanti Joy tidak lagi mengganggap nya sebagai kakak melainkan sebagai pria yang di cintai gadis itu. Seperti gadis itu mencintai Baekhyun.

Woohyun juga berharap takdir Tuhan berpihak kepadanya saat ini. Dia iklas jika Tuhan mengambil orangtuanya. Tapi dia selalu berdoa agar Joy menjadi miliknya. Dan tanpa siapapun yang tau jika Woohyun sudah mengklaim Joy adalah mikinya. Bukan milik Baekhyun ataupun milik orang lain. Tapi Joy adalah miliknya. Dan selamanya akan seperti itu. Perasaan yang Woohyun rasakan bukan sekedar obsesi tapi Woohyun benar-benar mencintai Joy. Dia ingin membahagiakan Joy dengan seluruh tenaga dan kemampuan yang dia bisa. Dan kita lihat saja takdir yang Tuhan kehendaki bagaimana. Manusia hanya bisa menjalani.

Dan tanpa mereka sadari seseorang tengah memperhatikan mereka dari pintu atap gedung itu. Pria itu tersenyum. Tersenyum sangat tulus. Pria itu adalah Baekhyun.

To Be Continued….

Yuhuuuu… maaf jika jalan ceritanya ngelantur dan gk jelas. dan maaf jika moment baek dan yuna sedikit. aku mencoba mendeskripsikan hubungan woohyun dan joy di sini. meskipun agak gk jelas. tapi yah seperti ini lah. sudah kebiasaan bagi seorang Dessy menuliskan alur yang kecepetan.

maaf kalau feelnya gk dapet. *bow* jangan lupa komen guys. itu sangat berarti untuk para author disini. 🙂

dan semangat Zulfhania untuk next chap dan untuk para authir kelompok 6.

and Happy Birthday buat Fanfiction Indo. semoga kedepannya makin rame yah. dan semoga ajah sih siders cepet musnah dari WP ini ya. *evillaugh*

Advertisements

8 thoughts on “1st Anniversary – STAY TOGETHER [Chapter-2]

  1. ya ampun baekhyun kau ternyata tersenyum tulus pada joy dan wohyun? ahh senyum tulus itu untuk joy yang sudah Ada untuk dilindungi oleh wohyun atau senyum tulus untuk apa? ahh entahlah yang tahu hanya penulis semata kekekkek 😀

  2. annyeong.. mian aku baru sempet baca hehehe. aduh aku bingung harus comment gimana hehe. jujur ini agak kecepetan dan berbeda dengan chapter pertama. chapter pertama, woohyun dan joy itu menggambarkan orang yang jauh dr aktivitas sosial dan mereka menikmati kehidupannya sendiri, dan di chapter kedua ini mereka saling lebih terbuka satu sama lain dan bahkan dengan sosialnya. Ya, itu yang aku rasain hehe. Yang kedua, di chapter pertama sepertinya bibi byun agak cuek ya sama joy dan seperti tidak mengetahui kalau joy suka dengan baekhyun, tp di chapter kedua ini menceritakan sebaliknya. Hehe aku agak bingung aja. But, aku agak lega.. Joy udah nggak semenyedihkan chapter pertama hihi. Akhirnya dia punya seseorang yang peduli dengan dia. Fighting!

  3. Mian aku baru mampir, hahaha..Dessy..aq janji komentarnya di sini, kan. /iya/
    Aq sih seneng -seneng aja dengan progresnya. Ini bikin aq nyesek/anggap aja aq Joy/ Joy emang terlihat sbg cewek yg berusaha untuk tegar, itu satu2 nya kelebihan dia, yg antinya kayaknya bikin Baekhy menyesal. Yuna and Bakehyun seperti yg udah diperkirakan pasti akan tunangan dan Woohyun belum berani melangkah lebih jauh untuk Joy.
    Narasinya menjelaskan dengan detail, tapi agak kebanyakan. Secara kseluruhan semua mengena. Oke, untuk selanjutnya …Zulfa.fighting !

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s