[Ficlet] ’12

twelve‘12

Taehyung BTS, Jimin BTS & Jungkook BTS || Horror, Crime || PG-17 || 900+ words

zulfhania, 2015

Peraturan penting di kamar asrama no. 12:

DILARANG KELUAR DARI PINTU KAMAR LEWAT DARI JAM 12 MALAM! JANGAN LECEHKAN PENGUMUMAN INI! NYAWA TARUHANNYA!

“Apa-apaan ini?”

Mata Jungkook menyipit membaca kertas pengumuman yang tertempel di depan pintu calon kamar asramanya yang baru. Tangannya yang memegang sebatang lolipop kembali di masukkan ke dalam mulut, lalu merobek kertas tersebut menjadi serpihan-serpihan kecil.

“Sampah.” ujarnya.

Jungkook membuka pintu kamar nomor 12 itu. Iris hitamnya membulat begitu melihat dua orang lelaki —seorang sedang merapikan kasur dan seorang lagi sedang memasukkan pakaian ke dalam lemari— di dalam ruangan. Dua lelaki itu menatap Jungkook dengan tatapan canggung, sementara Jungkook menatap mereka dengan tatapan tidak suka.

“Kalian siapa?” tanya Jungkook, judes.

Lelaki yang sedang memasukkan pakaian ke dalam lemari segera berdiri dan tersenyum canggung pada Jungkook. “Oh, halo, aku Taehyung. Kelas 1-2.”

“Aku Jimin. Kelas 1-2.” sahut lelaki yang lain, yang baru saja selesai merapikan kasur. “Kau siapa?”

Alih-alih menjawab, Jungkook malah balas bertanya. “Sedang apa kalian di kamarku?”

Taehyung dan Jimin sama-sama bertukar pandang dengan bingung, lalu kembali memandang Jungkook dengan canggung.

“Kami akan menjadi teman sekamarmu.” kata Taehyung.

Jungkook mendengus tidak suka mendengar perkataan Taehyung. Tampaknya ia tidak suka berbagi kamar dengan oranglain. Ia menarik kopernya masuk ke dalam kamar, lalu menutup pintu kamar.

“Namamu siapa?” tanya Jimin ketika Jungkook melangkah mendekati kasur yang kosong di sudut kamar.

“Jungkook.”

“Halo, Jungkook. Kuharap kita bisa menjadi teman dekat.” kata Jimin.

Jungkook berhenti melangkah. Melirik Jimin dan Taehyung dengan tajam, lalu mendengus lucu. “You wish!

——————-

Jungkook membuka matanya yang terpejam dan melepas earphone-nya saat mendengar suara cekikikan dari kasur sebelah. Merasa terganggu.

Di kasur sebelah, Taehyung dan Jimin tidur tengkurap di atas kasur, membaca sebuah majalah yang terbuka dengan lebar di depan mereka sambil tertawa cekikikan. Jungkook melirik mereka dengan tatapan risih sekaligus tidak suka.

“Aisssh!”

Taehyung dan Jimin menoleh dan mendadak terdiam melihat Jungkook menatap mereka dengan tatapan (nyaris) membunuh. Jungkook turun dari kasurnya dan beranjak keluar kamar.

“Hei, Jungkook, kau mau kemana?” tanya Taehyung, bangun dari tidur tengkurapnya.

“Mencari angin. Kalian berisik.” kata Jungkook, hendak membuka pintu kamar.

Taehyung segera berlari mendekati Jungkook dan menahan pintu kamar dengan tangannya.

“Jangan keluar.” kata lelaki itu.

Jungkook membalas tatapan Taehyung dengan remeh. “Memangnya kenapa?”

“Pukul 12 malam, pintu ditutup.”

“Lalu?”

“Ini sudah lewat dari pukul 12 malam. Tidak ada yang boleh keluar. Taruhannya adalah nyawa. Teman sekamarku yang dulu pernah menjadi korban.”

“Kau takut?”

“Apa?” Air muka Taehyung berubah tidak suka.

Jungkook mendengus lucu. “Kau takut dengan pengumuman sampah itu.”

Jungkook menyingkirkan tangan Taehyung dari pintu dan membuka pintu kamar. Sebelum melangkah keluar kamar, ia sempat melempar tatapan remeh pada Taehyung dan Jimin. “Pengecut.”

Pintu kamar dibanting. Tepat saat itu, seluruh lampu asrama mendadak mati dan terdengar suara jeritan ketakutan dari seluruh penghuni asrama.

Beberapa menit kemudian, lampu kembali menyala dan lagi-lagi terdengar suara jeritan dari lorong asrama lantai 2, tepatnya di dekat kamar nomor 12.

“AAAAAA~!!!”

Bergegas, Taehyung dan Jimin keluar dari kamar menghampiri sumber suara. Disana, beberapa teman asramanya sudah berkumpul. Mengelilingi seorang lelaki yang terkapar tak bernyawa di lantai lorong dengan tubuh bersimbah darah. Lehernya terbelah dalam, uratnya keluar, darah mengucur ke lantai dengan deras.

Dan lelaki itu adalah Jungkook.

———————

“Jungkook adalah korban ketiga setelah Hoseok dan Namjoon.” kata Taehyung, mengelap cutter perak di tangannya dengan selembar kain.

“Kudengar pengurus asrama sudah mendapatkan murid baru yang akan dimasukkan ke kamar ini.” sahut Jimin, menggesekkan cutter perak di tangannya pada dinding tepat di sebelah kasurnya.

“Kapan dia datang?”

“Mungkin malam ini.”

Taehyung menoleh pada Jimin yang duduk di atas kasur. “Kau sudah menempel ‘kertas itu’ di pintu kamar, kan?”

“Tentu saja sudah. Dia akan menjadi korban selanjutnya.”

“Benar.” Taehyung tersenyum miring. Matanya mengkilat merah saat menatap cutter di tangannya. Terbayang saat cutter ini menggorok sadis leher Hoseok, Namjoon, dan Jungkook pada tengah malam yang telah lalu.

“Siapa suruh dia ditempatkan di kamar sial nomor 12 milik kita berdua ini.” tambah Taehyung, tersenyum menyeringai, nyaris tertawa setan membayangkan siapa yang akan datang.

Tepat saat itu, pintu kamar diketuk. Taehyung segera bergegas menyimpan cutter di dalam lemari, lalu dilanjutkan dengan memasukkan pakaian dari dalam koper ke dalam lemarinya. Sedangkan Jimin menyimpan cutter-nya di balik bed cover, lalu dilanjutkan dengan merapikan kasurnya.

Pintu kamar terbuka. Seorang lelaki dengan tangan memegang koper berdiri di bingkai pintu, menatap Taehyung dan Jimin dengan tatapan canggung.

“Apakah kalian penghuni kamar ini?” tanya lelaki itu.

Taehyung segera berdiri dan tersenyum canggung pada lelaki itu. “Benar. Halo, aku Taehyung. Kelas 1-2.”

“Aku Jimin. Kelas 1-2.” sahut Jimin, setelah selesai merapikan kasur. “Kau siapa?”

Lelaki itu tersenyum canggung pada Taehyung dan Jimin. “Halo, aku Seokjin.” ujarnya, terdengar ramah.

“Halo, Seokjin. Kuharap kita bisa menjadi teman dekat.” kata Jimin.

Senyum canggung Seokjin berubah malu-malu. “Oh, tentu saja.” ia lalu menutup pintu kamar dan melangkah mendekati kasurnya sambil menarik koper.

“Omong-omong, kertas pengumuman apa yang tertempel di depan pintu kamar kita?” tanya Seokjin.

Taehyung dan Jimin tidak langsung menjawab. Mereka malah saling bertatapan dengan senyuman mematikan yang tersungging di bibirnya.

‘Itu kertas pengumuman kematianmu, Seokjin.’ jawab Taehyung dan Jimin di dalam hati.

END


Malem minggu disuguh fic menegangkan seru kali ya hihi.. gimana reviewnya? ini ide numpang lewat pas sore tadi, langsung aja diketik dan jadii dalam waktu berapa jam. Mohon reviewnya ya ^^

20 thoughts on “[Ficlet] ’12

  1. Aduh, Jimin sama V jadi psikopat ini mah. Aduh aduh aduh. Mungkin kalau aku jadi temen sekamar mereka berdua, betah sih nggak keluar kamar. Tapi, gimana kalau misalkan ada keadaan darurat dan mengharuskan keluar kamar di jam segitu? Brrr(?) ;A;

    Eh, tapi itu kayaknya si Jimin sama V yang mancing Jungkook biar keluar kamar. Mungkin mereka punya 1001 cara membuat orang-orang keluar kamar di jam 12? Wkwkwk. Tapi aku penasaran banget sama alasan di balik kelakuan mereka berdua. Huhuhu.

    Keep writing! XD

    • kalo kamu yg sekamar sama mereka, kayaknya kamu bakal dipancing sama mereka buat keluar kamar lebih dari jam 12 malem deh, jadi hati hati kalo sekamar sama mereka, mereka udah psikopat akut *eh :v
      haha masih kurang jelas motif mereka kenapa /eh, emang aku gak ngejelasin kok/ hihi mungkin nanti di sekuelnya kujelasin
      makasihyaaa udah sempetin baca dan komen ^^

  2. aku mau teriak 😦
    kenapa 95liner jadi pembunuh huhu :”
    gamauuuuuu, jungkoookk kenapa mati ;A;
    tapi masih bersyukur sih ga ada yoongi /btw beneran ga ada kan?/
    nice fic ❤

  3. serem ah takut ._.
    btw gimana cara ngebunuhnya dek??
    bikin kepo tapi endingnya, ya udah. udahan-_-
    keep writing yap!

    • ciyee yg takut /apasihzul-.-
      haha kurang jelas ya kak endingnya /garukgaruktembok/ bunuhnya pake cutter itu kak, digorok lehernya hehe
      iya ini endingnya maksa, rencana ada sekuelnya sih, tapi, mm~ /kabur/
      okeeey, makasih kak hildaa udah sempetin baca dan komen ^^

  4. taehyung kuu… jimin kuuuu…
    nista sekali kalian nak jadi pembunuh..
    kirain ini ada unsur2 mistiknya.. nyatanya taehyung sama jimin toh.. ga nyangka. haha..
    nice fic zulfaa, keep writing♥

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s