[FICLET] Sorry

Sorry

BTS’s Jeon Jungkook
Lovelyz’s Jung Yein
Ficlet | Hurt | Teen
“Maafkan aku, tapi aku tidak bisa, oppa.
logo's

Uri mannallae naega jigeum hal mari isseo
Uri mannaja mureobol ge isseu-
Ne, yeoboseyo?” Yein dengan cepat mengangkat panggilan ponselnya itu. Yein mengangguk-angguk tidak jelas saat mendengarkan suara seorang yang berada di seberang sana.
Arraseoyo Oppa, aku tunggu di tempat biasa.” Yein menutup panggilan itu dan segera bersiap-siap. Dengan cekatan dia memilih pakaian-pakaian yang cocok di musim semi ini. Merasa telah selesai, Yein segera berjalan ke arah halte dekat rumahnya. Sementara itu, Jungkook sudah sampai di cafe tempat pertemuannya dengan Yein. Ia duduk dengan kegelisahan di atas bangku café. Bibir bawahnya di gigit lembut, ekspresi matanya menunjukkan bahwa ia sedang gugup sekarang.
“Apa yang harus aku katakan?” gumamnya. Otaknya masih terus berputar, menyusun kata-kata yang akan ia ucapkan ke Yein nanti.
“Kenapa otak ini tidak mau berpikir?” keluhnya. Jungkook sudah gugup setengah mati saat ia melihat Yein memasuki café. Sebisa mungkin ia menyembunyikan rasa gugupnya itu.
A..anyeong Yein-ah.” sapa Jungkook gugup. Yein tersenyum, membalas sapaan Jungkook.
Annyeong Oppa! Maaf jika aku telat.” Jungkook mengangguk. Perasaannya sudah tenang sekarang. Tinggal menyusun kata-kata yang harus ia ucapkan kepada Yein.
“Yei-“
Oppa, aku izin ke toilet dulu, ya.” Jungkook menghela nafas pelan. Kenapa Yein harus izin di saat-saat seperti ini? gerutunya. Jungkook meneguk Lemon Tea nya berkali-kali sambil menunggu Yein datang dari arah toilet.
“Permi-“
“Yein-ah, eh maaf, aku kira temanku.” Sial. Salah orang. Jungkook merutuki dirinya dan pikirannya yang sedang tidak fokus itu.
Oppa,” Jungkook menoleh. Yein kembali. Raut wajah Jungkook terlihat cerah. Bahkan mengalahkan cerahnya sinar lampu café.
“Ada apa memanggilku kesini?” tanya Yein to-the-point. Kembali Jungkook terdiam, menghela nafasnya pelan, dan menyusun kata-kata yang akan ia ucapkan.
“Yein-ah,” digenggamnya tangan Yein. Yein nampak bingung dengan perlakuan Jungkook.
“Aku, aku menyukaimu, tidak, aku mencintaimu, sejak pertama kali kita bertatapan mata di perpustakaan kota. Aku tidak tahu alasannya apa, karena menurutku cinta tidak membutuhkan alasan. Yein-ah, ini yang pertama bagiku. Kaulah yang pertama kali menempatkan diri di hatiku. Nona Jung, maukah kau jadi gadisku?” Yein tersentak. Hal seperti ini bukan yang pertama kali bagi dirinya. Hanya saja, ini dari seorang Jeon Jungkook. Namja popular yang sangat digemari banyak siswi-siswi sekolah Yein. Namja yang sudah Yein anggap sebagai kakaknya sendiri. Tidak lebih, hanya seorang kakak.
Oppa,” lirih Yein. Jungkook hanya bisa menatap Yein, meminta jawaban dari yeoja yang ia cinta ini.
“Maafkan aku, tapi aku tidak bisa, oppa.
Wae?” Jungkook membulatkan matanya mendengar jawaban Yein.
“Aku..aku hanya menganggapmu sebagai seorang oppa yang menyanyangi adiknya. Selain itu aku sudah memiliki seorang kekasih.” DEG. Hati Jungkook hancur. Hanya sebagai kakak? Sudah memiliki kekasih? Kata-kata itu terngiang terus-menerus di dalam otak Jungkook.
“Siapa?”
“Choi Junhong sunbae.” lirih Yein. Ditundukkan kepalanya dalam. Merasa bersalah dengan Jungkook. Jungkook menatap Yein yang ada di depannya. Genggaman tangan mereka melemah.
Oppa, aku harus pergi, maafkan aku.” Jungkook tidak membalas perkataan Yein. Bahkan menatap wajahnya saja tidak. Yein mengerti dengan sikap Jungkook sekarang. Dengan perlahan dia meninggalkan café tersebut dan berjalan pulang ke rumahnya. Jungkook terdiam. Menatap Yein dari dalam café. Bahkan wajah yeoja itu tetap terngiang-ngiang di pikirannya. Namun perkataan Yein dengan cepat mengisi kepala Jungkook. Membuat laki-laki itu kembali termenung.
“Kenapa tidak bilang sejak awal Yein-ah? Sakit sekali saat mengetahuinya. Bahkan kau memberi tahu saat aku sedang menyatakan cinta kepadamu.” Gumam Jungkook. Jungkook berjalan ke arah trotoar. Pikirannya tidak fokus. Yang ia pikirkan hanya Yein, Yein, Yein, dan Yein.
BRUK
Saranghae Yein-ah.” Lirihan Jungkook mengiringi teriakkan dan kerumunan orang-orang. Dengan perlahan, matanya menutup. Darah dari dalam tubuhnya mulai habis. Dan nafasnya melemah.
END˙
ANYUNG!
Ini FF, aku terinspirasi dari
lagu nya Lovelyz ‘Hi’ dan BTS ‘I Need You’.
Maaf kalau kurang nyes, karena aku bikinnya terlalu terburu-buru.
Semoga enjoy membaca FF ku ini.
[I need your response anyway, please comment on comment box]
Siapa disini nge-pair mereka?? Berarti kita sama*ajos

One thought on “[FICLET] Sorry

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s