[Ficlet] Partner : Fluff

tumblr_n5xmddmMtV1tytphso1_400

Title : Partner | Sub-title : Fluff | Cast : Oh Se Hoon (EXO), Yoon Bo Ra (Sistar) | Genre : AU, Fluff |Rating: G | Duration : Ficlet series | Other cast : Seo Yu Na (AOA) | Scripwriter/Author : Lee Yong Mi / Reshma | Summary : Bo Ra tak bisa menjelaskan situasinya sekarang.

Action | Fantasy | Surrealism | Established Romance | Bromance | Angst | Crime | Sci-Fi | Thriller | Hero Gets The Girl | Love / Hate | Horror | Family | Tragedy | Supernatural | Mystery

Sorry for any typo(s)

Um … namaku Bo Ra. Tunggu sebentar, aku sedang bingung untuk menjelaskan di situasi apa aku terjebak sekarang. Ah, perangkaian kalimat ini hampir membuatku gila!

Jadi, aku sedang menikmati hari yang menenangkan sejak matahari memutuskan untuk tidak menyilaukan mataku di pagi hari sampai detik dimana aku menyesap espresso sembari menghirup udara segar setelah rintik-rintik hujan dari langit berhenti untuk turun. Tiba-tiba saja, di hadapanku telah berdiri sesosok laki-laki yang sudah kukenal sejak aku masih dalam kandungan.

Baiklah, kalimat terakhir itu bohong. Aku baru mengenalnya ketika umurku menginjak enam tahun.

“Halo, Bo Ra noona,” ia menyapa dengan senyum yang tak bisa kuartikan. Anggap saja ia sedang berusaha untuk menebar pesona di hadapanku—yang sangat kusesali, ia melakukan tindakan yang percuma.

“Sedang apa kau disini?” bukannya menjawab sapaan, aku justru melontarkan pertanyaan tak bermutu. Hah, salahkan otakku yang sedang berhenti melakukan fungsinya ini!

“Tidak ada,”—jawaban apa pula itu?!—“aku sedang menunggu seseorang. Kurasa ia akan tiba sebentar lagi, jadi aku memutuskan untuk berbincang denganmu sejenak.”

“Tentunya kau tahu apa makna ‘sejenak’, Tuan,” balasku seraya melirik pada arloji manis yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. “Kalau kau tak keberatan, aku harus pergi sekarang.”

Kedua mata bulatnya—yang sering kujuluki sebagai mata hamster—segera menatapku terkejut.

“Kenapa kau terburu-buru seperti itu, noona? Bahkan espresso-mu masih tersisa setengah!”

Ya, ya. Apa kau perlu tahu alasannya, Tuan Sok Tampan?

“Ada urusan yang harus segera diurus dan aku tak mau—“

“Oh, dia datang!”

Dengan santainya, ia meninggalkanku untuk bertemu dengan … perempuan lain … lalu pipi mereka bersentuhan….

CUKUP! Lebih baik aku pulang saja!

“Pelayan!” panggilku dengan suara nyaring agar telinga laki-laki busuk itu bisa mendengarnya. “Aku minta bill—“

“Mohon maaf, Nona Bo Ra. Anda belum diperkenankan untuk meninggalkan cafe ini.”

Apa lagi ini? Pelayan ini memintaku untuk tetap disini sementara tak jauh dari tempatku duduk, aku harus melihat adegan mesra dari teman semasa kecilku yang sedang menggenggam tangan perempuan lain?

Yang benar saja.

Oke, aku akui bahwa aku menyukainya.

“Ambilkan bill sekarang sebelum aku—“ belum sempat aku melanjutkan kalimatku, lampu di dalam cafe padam secara mendadak. Aku tidak panik, namun menunggu sampai mataku membiasakan diri dalam kegelapan ini sungguh membuang-buang waktu saja. Ah, mungkin aku bisa pergi tanpa membayar minumanku!

Test.”

Suara dalam itu membuat niatku untuk pergi entah melayang kemana. Lampu sorot berwarna oranye segera menyala dengan sinar yang tertuju ke atas panggung kecil di dalam cafe dan menyoroti seorang …

SE HOON?

“Em, hai,” ia menyapa kami semua dengan senyum awkward-nya itu. “Hari ini, aku ingin melakukan sesuatu untuk seorang perempuan yang sangat berarti di dalam kehidupanku. Perempuan itu kini bersama kita juga di dalam cafe ini—“

Tunggu, Se Hoon ingin melakukan sesuatu untuk perempuan—ah, jelas sekali bahwa perempuan yang ia maksud adalah perempuan yang tadi melakukan kontak fisik berlebih dengannya. Sudahlah, Bo Ra. Lebih baik kita pulang sekarang.

“Bo Ra noona, aku melamarmu sekarang.”

Apa? Sepertinya telingaku mulai mendengar hal aneh. Apa hanya aku seorang yang mendengar bahwa Se Hoon menyebutkan namaku tadi?

“Yuna noona hanya kakak sepupuku,” ucapnya lagi dan aku melihat perempuan itu melambaikan tangannya dengan senyum cerah ke arahku. “Kau tidak perlu merasa cemburu padanya.”

Hah! Siapa yang cemburu? Aku tidak mungkin cemburu melihat kalian yang bertingkah laku seperti sepasang kekasih yang telah terpisah selama tujuh tahun, Musta!

“Jadi, Bo Ra noona….”

Tunggu, sejak kapan laki-laki ini telah berada di hadapanku?

Sejak kapan ia membawa sebuah kotak kecil berwarna merah?

Sejak kapan ia berlutut?

“Maukah kau menikah denganku?”

Sepertinya aku adalah perempuan paling bahagia di dunia sekarang, karena tanpa sadar kepalaku bergerak ke atas dan ke bawah berulang kali.

FIN

Author’s Note :

Ini adalah akhir dari series Partner!

Terima kasih banyak kepada para readers yang telah merelakan waktunya untuk mengikuti keseluruhan series ini :’) Tanpa kalian, apalah arti author yang hanya manusia biasa.

Last, comment please?

12 thoughts on “[Ficlet] Partner : Fluff

  1. kak yongmi👋 ini apa. kok aku potek. tapi aku seneng. harusnya bora digantikan oleh bekey agar sehun lebih bahagia /tampar sajha ini anak/. tapi kayak biasa yha keyen sangadhh lah💕💕 makin lopek lopek ih sama qaqa. ngerjain sesuatu mesti ajha jadi keren😢😢😢 bila ada waktu senggang, sudikah anda membuatkan saya ff ber pairing sehunXbekey?

    /kumenghilang sjha/

  2. Woaaahh so sweettt, bora-nya udh membara aja sehun cium pipi ma cwe lain, aahh so sweet bgt dehh critanya daebakkk!!!

  3. yongmiiiisssssyuuu..
    ahhahaa.. ini apa2an sih sehun sengaja banget bikin cemburu gitu.. ahaahah.btw bora + sehun ini bak kopi susu yang nikmat untuk disesap… haha x)

    aku ijin stalking partner series yg lain yaah.. muah!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s