[Ficlet] Sometimes

Sometimes-Alart-Pis

Title ||  Sometimes

Author || Alana

Cast ||  Xaverius  and  Theodara Josephine  ( all OC )

Genre ||  ?

Length || Ficlet

Rated || G

 

Disclaimer ||  I Own This Story !

 

 

 

Larut ..

 

Mungkin menjelang pagi. Antara bayangan yang menangkap tubuhku atau aku yang terhempas di keharuman aroma citrus dan tembakau di dada bidangnya. Aku masih bisa merasakan kulit kecoklatannya menyentuh pipiku. Beruntung sekali karena sebagian kancing kemejanya terlepas tiga karena kutarik….tadi. 

 

Hhh…! Kalau aku tersenyum,…mungkin karena aku begitu mencintai kesan yang selama ini hadir di sana.

 

Seksi

 

Rasanya begitu bahagia. Kenapa air mataku mengalir…

 

“Xaverius…!”  bisikku..gumamku

 

Dan sepasang blue ocean itu jatuh di jiwaku. Kutepuk pipinya, namun dia diam saja. Akutidak mendapatkan kesan indah di sana… kenapa terasa perih.

 

 

 

Tubuhku terasa ringan di atas tanah. Dan semua bergerak seperti berputar. Bukan aku yang berjalan, namun postur setinggi hampir dua meter ini yang dengan lengan kokohnya membopongku hingga aku berada nyaman di atas kelembutan wewangian electric rose. Parfum yang setiap hari kusemprotan di atas sepreiku.

 

“Tidurlah !”  tone bariton yang membagi sukmaku menjadi beberapa bagian itu seperti semakin menenggelamkan aku dalam gambaran yang lembut. Semua tampak terbang. Sebagian berubah bentuk menjadi besar berwarna warni. Dan sebagian lagi menjadi bayangan yang meliak liuk dalam dimensi dan gelombang yang beraneka ragam.

 

Ouh….

 

“Kamu mabuk berat, Josephine… !”  ucapnya lagi sambil mengusap kepalaku dan merapikan selimut.

 

Aku tidak bisa menjangkau tubuhnya. Tanganku menggapai lengannya …dia menjauh lagi.

 

“Fery…oh bukan ….Xaverius…aku menunggumu tadi !” teriakku …lalu senyab. 

 

Namun

 

 

Langkah kakinya mengahampiriku lagi. Lalu bagian tepi ranjangku bergerak menurun seiring berat tubuhnya yang tertambat di sana. 

 

Dia belum pergi

 

Seandainya aku bisa menghujaninya dengan amarah… 

 

“Please..jangan menungguku! Kau tau apa pekerjaanku!”  ujarnya datar atau terkesan dingin. 

 

Aku menangis di bawah kesadaranku yang terendam Moonsparkle. Akan kujelaskan jika aku bisa mengingat lagi , terdiri dari apa saja minuman yang sesaat lalu meracuni darahku itu.

 

“Aku selalu menunggumu…”  gumamku lagi

 

Kali ini sepi

 

Tidak ada jawaban. Dia pergi atau menghilang…atau melenyabkan dirinya dari hadapanku.

 

 

Dan gelap

 

 

Theodora Josephine….

 

Namaku diteriakkan berkali-kali… mataku terbuka

 

Terang..

 

Cahaya lembut ke keperak-perakan menyentuh kelopak mataku. Silau. Apa harinya menjadi baru ? 

 

Tidak ada kebisingan apapun. Kenyataannya aku memang sendiri. Apakah aku bisa mengumpulkan nyaliku untuk membuktikan eternity yang sepertinya menjadi barang rongsokan dalam pengertian hatinya.

 

Aku masih melihat bayangannya di setiap sudut tempat ini…

 

Fery…oh tidak ..sepertinya aku harus memanggilnya Xaverius kembali. Dia bukan laki.laki bagian dari lembaran hidupku lagi.pekerjaanku

 

Aku tergelak berkali-kali..ketika aku menyadari bahwa aku telah menyewa seorang laki-laki yang selama ini hidup bersamaku. 

 

Kalau saja aku bisa menghitam bersama malam, atau menjadi tranparant seperti air jernih…. tapi aku bukan sebuah perumpamaan. Aku sebentuk manusia yang mempunyai hati, darah… meskipun jiwaku terkadang menjadi keruh karena kehidupan, aku masih mengingat norma hidup yang menghidupiku…kadang-kadang

 

Dari kesemuanya, yang pernah dia katakan padaku, sebelum aku nyaris mengutukinya dengan semacam sarkasme mematikan, aku tersentuh oleh sebuah kalimat yang membuatku selalu menangis. Bukan karena kata-kata itu menyakitiku, namun terlebih kata-kata itu sanggub membuatku tidak bergerak untuk beberapa jam di sikap dudukku menatap langit malam..waktu itu.

 

“Josephine , aku tidak ingin cintaku menyakitimu…”

 

Orang bodoh mana yang mengatakan kalimat sebodoh itu. Aku tergelak..

 

Fery… 

 

Terkadang akupun merasa bodoh, kenapa aku bisa begitu merasa yakin bahwa dia akan berubah. Apa aku terlalu menuntutnya banyak…

 

Cahaya mentari semakin manis membius ragaku. Akan kuabaikan semua yang membawa hidupku dalam kekosongan. 

 

Aku tidak sependapat bahwa aku adalah mentari yang tidak bisa memberikan kehangatan. Paling tidak aku akan mengusahakan diriku menjadi bintang yang akan memberikan arah dalam kehidupannya. Aku tidak bisa membiarkan dia berada dalam kegelapan yang sama, paling tidak kami bisa keluar dari kegelapan ini….bersama-sama.

 

 

fin

a/n

 

Kenapa pake OC ?  karena berharap ga banyak yang baca. Ini semacam curhatan. 

One thought on “[Ficlet] Sometimes

  1. uehem. aku baca btw.
    no komen deh.. karena sifatnya curhatan. x)
    ((lah ini ngapa komen bec)) #plak
    sudahlah.. josephinee c3mUn9uDh 3aaK~ #plakplakplak

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s