First Sight

FS_副本

Alicellion’s Storyline

̅̅̅̅

∞ First Sight [Ficlet] ∞

̅

Starring : Kim Jongdae and OC

̅

Romance, FriendShip.

[Ficlet, Oneshoot]

General / PG –13

My blog

̅

NATURALY STORY FROM MY MIND. NO PLAGIATOR AND STEAL MY IDEA STORY !

≈Happy Reading !!≈

**

Semua murid kelas XI A3 diam dan kembali ke tempat duduk masing –masing. Bahkan dari mereka yang sedari tadi duduk di meja atau mereka yang hanya sekedar duduk sambil memainkan uno cards di meja. Kini sudah rapih dan bersih.

Langkah sepatu high heels yang sudah di hafal oleh para siswa –siswi itu semakin mendekat ke pintu kelas mereka. Namun, kali ini ada yang berbeda. Bukan, bukan soal kenapa wali kelas mereka memasuki kelas tapi soal kenapa di samping guru muda dengan style 90-an itu berdiri gadis cantik dengan rambut gerai coklat bergelombang  jatuh sebahu.

“Bukankah kelas kalian sedang ada pelajaran ? Kenapa hanya terdapat kalian semua, dimana Jung Hyesun songsaeng ?

Junmyun –selaku ketua kelas –berdiri sambil mengangkat tangannya, “Guru Jung meninggalkan tugas.”

“Ada halangan ?”

Junmyun mengangguk, “Rapat penting dengan Bagian sekertaris sekolah ssaem.”

“Baiklah, aku membawakan teman baru untuk kalian. Dia pindahan dari Busan, dia akan menjadi teman baik kalain selama kalian bersekolah disini. Jangan mencoba untuk mengadakan pembullian ataupun apapun. Konsekuensi tentang pencabutan nama dari sekolah tetap berlaku.”

Lalu guru itu tersenyum pada gadis di sampingnya, “Perkenalkan dirimu nak.”

Gadis itu membungkuk, “Anyeong hasimnika. Shin Sooyoung, imnida.”

Satu persatu murid itu dengan ramah membalas, dengan senyum atau bahkan lambaian tangan. Tak terkecuali, 3 pemuda populer di sekolah itu. Jongdae, Junmyun, dan Baekhyun. Anggota band sekolah yang selalu membawa harum nama Anyang High School. Di ikuti dengan beberapa anggota dari kelas lain yaitu, Chanyeol, Xiumin dan Lay.

“Kau bisa duduk di dekat EunSeol atau di dekat Zelo.”

Lalu gadis itu membungkuk 90° pada guru itu dan mendekati seorang gadis yang tersenyum padanya sedari tadi. Ia mendorong kursinya kebelakang dan menaruh tasnya di atas meja lalu menatap gadis yang sedari tadi menatapnya dengan senyum.

“Halo, perkenalkan namaku Choi EunSeol.”

“Senang bertemu denganmu, aku Sooyoung.”

oOo

Hari ini semua murid sedang menyiapkan musik pilihan untuk pelajaran Seni. Salah satunya bagian kelompok Jongdae, dan Baekhyun. Entah lagu manis mana seperti apa yang akan di buat oleh dua orang pemuda itu. Minggu lalu, semua gadis dari luar kelas maupun di dalam berteriak histeris saat mereka berdua menyanyikan lagu Count On Me milik Bruno Mars.

Lalu semua mata tertuju pada gadis yang menggendong satu ransel dengan menenteng gitar putih. Rambut coklatnya terlihat kusut, mungkin beberapa hal yang tengah di bicarakan oleh para siswa adalah, soal apa dia bisa melampaui ujian musik hari ini ?

“EunSeol !”Baekhyun berseru ketika gadis dengan rambut lurus hitam kecoklatan mengekor di belakang Sooyoung. Kali ini EunSeol membawa keyboard, ia menepuk bahu gadis di depannya. EunSeol langsung menggandeng tangan gadis itu menuju bangku mereka dan mengabaikan seruan Baekhyun.

“Sooyoung, Kau akan menyanyikan lagu kemarin ?”

“Ada  masalah ?”

“Tidak hanya saja …”

“Choi EunSeol benar –benar. Aku memanggilmu dan kau tidak menghiraukanku !”

EunSeol mendesah sebal, “Itu hanya reflek Byun, aku ingin bicara sebentar dengan …”

“Ada hal penting !”

EunSeol bungkam, menatap Baekhyun kesal. Ia segera beranjak menuju keluar kelas di ikuti Baekhyun yang mengerjarnya sambil meminta maaf. Sedangkan gadis yang akan membuka buku catatannya itu hanya menggelengkan kepala.

“Shin Sooyoung !”

Gadis itu menelengkan kepala ke arah kanan bangkunya, “Oh, Jongdae.” Ia menutup bukunya, “Ada masalah ?”

Jongdae menggeleng, “Aku hanya ingin tahu lagu apa yang akan kau nyanyikan.”

“Aku akan menyanyikan lagu tahun 80-an.”

“Bukankah itu terlalu sulit ?”

Sooyoung menggeleng sambil menaikkan bahu, “Aku tidak peduli.”

“Jika kau mau ayo ikut ke club musik kami !”

“Kau tidak menilai suaraku terlebih dahulu ?”

“Bukankah nanti kau akan bernyanyi ?”

oOo

Semua orang menatap gelisah ke depan, soal raja musik di kelas ini sudah pasti semua akan menunjuk Jongdae, Baekhyun, dan Junmyun. Beserta Soojung, EunSeol, Jiyeon, lalu siapa lagi. Mungkin semua akan mendapat gelengan dari guru berlesung pipit dengan eyesmile yang masih tampak alami di wajahnya.

“Shin Sooyoung, silahkan.”

Gadis di depan yang sudah duduk sambil memposisikan gitar pada pangkuannya itu menarik nafas lalu menghembuskannya. Kali ini ia di uji tentang bakat suara dan keahlian gitarnya, senar mulai di petik dan membentuk nada.

(Lizzie C – Everlasting Love)

Need a love to last forever, need a love to last forever.

 

Hearts gone astray deep in her, when they go. I went away just when you needed me so.

You won’t regret, I’ll come back begging you. Won’t you forget ? Welcome love, we once knew.”

Gitar yang di petik semakin cepat membuat semua anak bersorak ria dan bertepuk, termasuk dengan Jongdae dan Baekhyun. Lalu Sooyoung tersenyum sambil melanjutkan nyanyiannya,

Open up your eyes, then you’ll realize.

Here I stand with my everlasting love.

Need you by my side, boy, to be my pride.

You’ll never be denied, everlasting love.

From the very start, open up your heart.

Feel the love you’ve got, everlasting love.

 

When life really flows, no one really knows.

There’s someone left to show, the way to lasting love.

Like the sun it shines, endlessly it shines.

You always be mine, an eternal love.

Whenever love went wrong, ours would still be strong.

We’d have our own, everlasting love.

 

Need a love to last forever. Need a love to last forever.”

Lalu petikan dari tangan lentik Sooyoung berhenti dan menunduk berterima kasih pada semua yang sudah bertepuk tangan untuknya. Tatapannya bertemu dengan Jongdae, pemuda itu bertepuk tangan sambil membulatkan mulut. Lalu setelah sadar gadis itu menatapnya, ia menaikkan alis.

Seakan mengerti kode, gadis itu mengangguk. Setelahnya ia tersenyum dan menatap ke guru keseninan kelasnya yang juga tersenyum menatapnya, “Baiklah, sekarang kita semua tahu bakat murid baru ini. Katakan padaku nak, kau bersedia bergabung dengan grup musik sekolah.”

“Tentu saja, Lee Songsaengnim.”

oOo

“Jongdae cepat !”

“Baekhyun kau bisa berjalan normal tidak !”

“Aku terlalu exited dengan hal ini Jongdae !”

“Aku saja tidak peduli.”

Bahu Xiumin dan Baekhyun merosot, Jongdae baru saja mengakatan ia menyukai seseorang gadis. Sudah 3 bulan setelah Jongdae putus dengan Sena, ia menjadi lebih pendiam. Bukan karena ia masih mencintai Sena atau apa. Hanya saja, ia tidak suka dengan gadis yang hanya menganggap enteng dirinya.

“Jongdae…”

Xiumin mengeluarkan gaya aegyo-nya membuat Baekhyun tersenyum datar dan Jongdae yang bergerak mundur menjauh. “Aku akan pergi bermain basket, jika kalian masih ada masalah cari saja aku di –“

“Jongdae hanya katakan siapa gadis itu pada kami.”

“Baekhyun, aku bilang aku hanya tertarik bukan berarti aku cinta, suka, atau apapun itu. Aku hanya ingin menjadi temannya.”

“Bohong ! Kau ingin menjadi temannya, lalu teman baiknya, lalu kau ingin menjadi kekasihnya. Jongdae aku ini pria sama sepertimu.”

“Tapi aku bukan pria ahli cinta Xiumin.”

Baekhyun dan Xiumin diam, lebih baik diam dan menggeleng. Karena menghadapi Jongdae lebih sulit dari pada menghadapi perempuan dingin. Karena Jongdae memang benar –benar pemuda yang kaku akan romantisme.

oOo

Sooyoung terdiam di klub musik sambil memainkan asal piano di sudut ruangan sambil memutar –mutar kursi lalu menyentuh asal tuts setiap menghadap ke piano. Ia bosan, tentu saja. Tuan Lee menyuruh dirinya dan EunSeol membuat lagu yang indah untuk musim panas nanti, camping kelas 12 semakin dekat dan bahan untuk lagu mereka sama sekali belum terbentuk di kepalanya.

“Sooyoung kau kah itu ?”

Sooyoung berhenti dan memutar badan menghadap pintu lalu tersenyum, gadis ini memang sering memeberi senyum sebelum berbicara. “Ya. Apa kau yang tengah berdiri disana itu Jongdae ?”

“Kau benar.”

Lalu terlihat Jongdae dengan pakaian basket yang masih lengkap dengan bola basket dan keringat yang masih meneter dari dahi, dan di sekitar telinganya. Rambutnya terlihat setengah basah karena keringat, bahkan nafasnya masih belum stabil.

“Kau ini bermain basket atau lari marathon ? Ambil nafas dua detik lalu hembuskan selama dua detik, seterusnya hingga nafasmu teratur.” Ujar Sooyoung sambil kembali memutar –mutar kursinya kembali, lalu saat ia berbalik ia mendapati Jongdae menatapnya penuh tanda tanya. “Kenapa diam ? cepat lakukan,”

“Apa benar akan berhasil ?”tanya Jongdae ragu lalu mendapat anggukan cepat dari gadis berambut coklat dengan gelombang jatuh itu.

“Mau ku iringi dengan piano ?”

Jongdae mengangguk tak yakin lalu gadis itu lalu mendapat tanda kutip gadis itu untuk menarik nafas. Wajahnya lucu sekali, andai saja Jongdae seperti Baekhyun. Mungkin ia langsung tertawa lepas melihat wajah gadis itu.

Lalu gadis itu berputar dengan kursi selama dua putaran dan menekan tuts piano sambil menghembuskan nafas. Begitu seterusnya hingga 4 kali, dan Jongdae sudah bernafas teratur dengan senyum mengembang.

“Aku tidak berbohong kan ?” ujarnya dengan tawa jenaka, memperlihatkan gigi putih yang terbaris rapi. Jongdae tertawa pelan menanggapi dengan mengangguk, “Kudengar kau bisa bermain piano dengan handal. Aku masih pemula, aku hanya bisa memainkannya tanpa nada. Bisakah kau mengajariku soal kunci dalam piano ini ?”

Jongdae mengangguk, “Tapi tidak untuk hari ini. Sudah mulai petang, kau tidak ingin di tangkap hantu bukan ?”

“Apa ? Memangnya hal seperti itu masih bisa dipercaya ?”Ujarnya sambil tertawa.

Jongdae menyipit, “Kau memang menyebalkan. Lihat ke depan piano perhatikan selama lima detik jika ada bayangin di penyangga piano maka kau bisa memelukku jika takut.”

Sooyoung mengerjap pelan lalu tersenyum, “Ucapkan saja kau mau mengambil kesempatan di dalam kesempitan.”lalu ia menghadap kan dirinya pada bayangan piano di depan.

“Satu.”

“Dua.”

“Tiga.”

“Empat.”

“HA !”

“AAA !”

Jongdae tertawa saat gadis itu melompat ke dalam pelukannya, “Lihat, siapa sekarang yang mengambil kesempatan di dalam kesempitan.”

Gadis itu segera bangkit sambil mendecih kesal dan memungut tasnya yang ada di atas keyboard. Gadis itu pergi dengan menghentakkan kaki ketika sudah keluar dari klub musik. Anehnya, gadis itu melihat dua orang pemuda yang setidaknya ia mengenal mereka.

Baekhyun dan Xiumin yang pergi ketika melihat Sooyoung keluar dari ruangan dengan gelagapan dan ponsel yang masih menyala bagian light flash-nya. Apa ada yang salah pada dirinya ?

oOo

Jongdae menarik headphone dari telinganya ketika sebuah tepukan dipundaknya membuatnya ingat satu hal. Si jahil Baekhyun sudah datang, jadi ia lebih memilih mematikan Ipod-nya dan kembali membaca komiknya.

“Oh jadi Sooyoung..”Suara Baekhyun terdengar menggelikan di telinganya. Apalagi Junmyun yang sudah duduk di hadapannya dengan senyum misterius. Lalu Jongdae menutup komiknya dan menatap ke seluruh sudut kelas. “Kau ini sedang mencari apa ? Shin Sooyoung belum datang,”

BRAK

Kursi yang sempat digunakan sebagai tempat pijakan Baekhyun terjatuh bersamaan dengan Baekhyun yang terjungkal tak jauh di samping kursi itu. “Kalian ini sebenarnya sedang berbicara apa ?”

“Baekhyun dan Xiumin mampir kerumahku kemarin malam,” Junmyun menggeram lucu membuat Jongdae mengulum senyum kecut –menahan mual –dihadapan Junmyun.

“Lalu ?”sahutnya sambil ikut tersenyum. Lalu terdengar kursi di bangkitkan kembali dan Baekhyun mulai duduk disamping Jongdae. Baiklah, Jongdae benar –benar pemuda yang sulit di artikan bahkan menurut Baekhyun sendiri. Atau, Baekhyun yang memang tidak bisa memperlakukannya dengan tidak absurd ?

“Baekhyun merekam sebuah music video, ah tidak. Tepatnya, trailler film kehidupan,”Junmyun menaikkan alis memandang Baekhyun yang sedang tersenyum miring pada Jongdae.

Jongdae menyerngit, “Apa maksudmu ?”

“Bunyi piano kunci G, Ting, selama empat kali dengan memutar kursi lalu pada akhirnya kalian berpelukan setelah Sooyoung berteriak. Woah, Jongdae aku benar –benar penasaran apa yang membuat gadis itu berteriak. Apa kalian …”

“Baekhyun tutup mulutmu dan bersihkan otak mesummu,”

Baekhyun tersenyum, “Astaga pemuda ini akhirnya ingat. Jadi benar kan ? Perempuan yang kau maksud kemarin di depanku dan Xiumin itu Shin Sooyoung ?”

“Sudah akui saja,”Desak Junmyun.

Jongdae membuka kembali buku komik slam dunk-nya dan kembali membaca dalam diam, “Ya.”

Baekhyun dan Junmyun membulatkan mulut sambil melebarkan mata dan saling menatap, mereka langsung berdiri dan sontak saling bergandengan tangan menuju keluar kelas. Jongdae tahu pasti mereka akan datang ke kelas Xiumin, Lay, dan Chanyeol untuk membicarakan sesuatu yang luar biasa abstrak dimata Jongdae.

Kali ini ia sudah menggali lubangnya sendiri, maka Jongdae harus berhati –hati dengan Baekhyun dan Chanyeol.

.

.

.

.

“Shin Sooyoung !”

Sooyoung berhenti sambil menengok ke belakang, tangannya yang sedari tadi sibuk menggenggam tali tas kini ia jatuhkan di samping kedua tubuhnya. “Ya EunSeol ?”

“Selamat !”

“Atas apa ?”

“Untuk dua minggu ke depan.”

Kali ini Sooyoung benar –benar tidak habis fikir dengan gadis itu, kadang ia normal seperti biasa atau tidak bisa dibaca seperti saat ini.

oOo

Sooyoung sempat tidak bisa tidur karena hal ini, ya. Jongdae memberinya pesan bahwa ia diminta datang ke klub untuk berlatih piano, sedangkan hari ini bukan hari latiha mereka. Well, ini bukan pertama kalinya Jongdae membuat troll, dan tertawa setelah gadis ini menuruti perlakukan Jongdae.

Tapi ini aneh, ia sempat berkata. Jangan lupa untuk tetap menjadi manis !

Sebenarnya tidak menjadi masalah jika gadis itu menjadi bahan kejahilan Jongdae, Sooyoung bukan tipe gadis pemarah. Hanya saja hari ini ia sangat aneh, benar –benar aneh. Bahkan saat istirahat Jongdae benar –benar tidak mengajak gadis itu berbicara.

Ia sampai.

Sampai di depan club musik dan mulai membuka pintunya, dan. Ia, hanya mendapati Chanyeol dan Baekhyun yang sedang latihan. Mereka juga hanya menaikkan alis menatap Sooyoung dengan tanda tanya. “Ada apa ?”

“Dimana Jongdae ?”

Baekhyun menatap Chanyeol dengan senyum misterius dan hanya disahuti Chanyeol dengan anggukan, ada apa sebenarnya ?

“Aku dan Baekhyun baru saja akan pulang, kau tetap akan mencari Jongdae kan ? Tunggu saja, mungkin 15 menit lagi dia akan kembali dari rumah sepupunya. “Lalu Chanyeol segera memasukkan gitarnya kedalam tas dan menaruhnya di dekat keyboard.

“Chanyeol kau tidak membawa pulang –“

“Ah, aku menitipkannya padamu. Jongdae bilang, dia akan meminjam gitarku.”

“Kami duluan Sooyoung.”

Gadis itu mengangguk –angguk dan berjalan kedalam sambil melihat sekeliling. Gelap, apa mereka semua saat bermain tidak pernah menyalakan lampu. Benar –benar aneh. Tapi tunggu, untuk apa Jongdae meminjam gitar Chanyeol. Bukannya mereka akan belajar piano hari ini ?

“Eh, Sooyoung. Kau sudah datang.”Jongdae menaruh 2 buah bingkisan makanan china di atas piano.

“Gitar Chanyeol ada di belakangmu.”ujarnya sambil menggunakan dagunya untuk menunjuk gitr dibelakang pemuda itu.

“Astaga bocah itu benar –benar.”Keluh Jongdae dan kemudian, “Ah, aku hampir saja lupa. Aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu.”

“Apa itu ?”

Keduanya duduk di bawah sambil menatap satu sama lain, lalu Jongdae meraih gitar Chanyeol. Dan memainkannya perlahan, “Ikuti aku bernyanyi, oke ?”

Gadis itu mengangguk dengan santai dan kembali fokus pada tangan Jongdae yang bermain gitar, kali ini Jongdae membuka suara lagi sebelum bernyanyi. “Dongmulwon –I Choose to love you. Kau tahu kan ?” lalu Sooyoung kembali mengangguk untuk kesekian kalinya.

Nae ttaegeoun ipsuri neoui, budeureoun ipsure dakil wonhae.

Nae sarangi neoui gaseume jonhaejidorok.

Ajikdo naui maeumeul moreugo isseotdamyeoneun.

I sesang geu nuguboda, neol saranghagaesseo.”

Sooyoung juga tidak tahu apa ini Jongdae, tapi hatinya bergetar begitu Jongdae berkata Neol saranghagaesseo. Dengan senyuman yang Sooyoung yakini belum pernah dilihatnya. Lalu secara refleks ia melanjutkan nyanyian Jongdae, masih dengan petikan gitar Jongdae. Dan, masih dengan Jongdae yang menyanyi.

Neol saranghagesseo eonjaekkajina.

Neol saranghagesseo jigeum I sungancheorom.

I sesang geu nuguboda, neol saranghaesseo.

 

Neol saranghagesseo eonjaekkajina.

Neol saranghagesseo jigeum I sungancheorom.

I sesang geu nuguboda, neol saranghaesseo.”

Jongdae segera menaruh gitarnya, dan memeluk gadis itu. Entah bagaimana yang dirasakan Jongdae kali ini. Ia bahkan baru mengenal gadis itu tidak lebih dari 3 bulan, tapi bagaimana ia bisa jatuh cinta secepat itu ?

Bahkan saat ia akan menjadikan Sena sebagai kekasihnya saja ia berfikir berkali –kali dan benar –benar butuh waktu setidaknya setengah tahun untuk yakin. Apa ini yang disebut cinta pandangan pertama ?

I love you, no matter what.”

—FIN—

ENDING YEYEYEYE, UDAH SIAP 3 SEQUEL NEH ANE ! AYO KOMEN BIAR ANE POST JUGA :8

WELL MAKASIH SUDAH BACA DAN SAYA BENER –BENER BERTERIMA KASIH SAMA READER YANG UDAH MAU KOMENTAR. THE BEST DAH {}

Menulis komentar gak sulit kan ? Kasih aja respect, suka, ping, komen tanda (y) atau setidaknya bilang A. itu saja udah bikin saya plong, karena itu artinya ada reader yang suka sama cerita saya.

Tapi, kalo gamau komen ya. Tuhan punya caranya sendiri untuk mengingatkan ya ._./

Sampai ketemu untuk post lainnya !{}

2 thoughts on “First Sight

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s