When The Wolfs Beside You [Chapter 8]

when the wolf beside you

Title : When The Wolfs Beside You [Chapter 8]
Author : MeiKim
Length : Chapter
Genre : Romance, Mistery, School-Life,
Cast : Park Hyo Ra (OC)
Kim Jongin as Kai
Kris Yi Fan as Kris
Other Cast : Oh Sehun, Kim Joonmyeon (SUHO), Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Do Kyungsoo (D.O), Xi Luhan, Tao, Kim Minseok (XIUMIN), Kim Jongdae (CHEN), Lay
Disclaimer : also post at www.exokingdomfanfict.wordpress.com

This is REAL My Imagination. Don’t be a PLAGIAT! Happy Reading Chingudeul ^^

 

Hyora POV

“kai-yya.. banguun”

Aku terus menerus menangis karena melihat kondisi kai yang seperti ini, dia tidak sadarkan diri, aku takut dia kenapa-kenapa, aku tidak mau kehilangan kai, sungguh aku benar-benar sangat takut.

“tenanglah hyora-yya” ucap chanyeol oppa berusaha menenangkanku

“oppa.. aku benar-benar sangat takut”

Chanyeol oppa hanya mengelus-elus punggungku, berusaha menenangkan aku yang sedari tadi menangisi keadaan kai yang seperti ini.

“kris hyung benar-benar keterlaluan, aku tidak habis pikir” ucap baekhyun

“sudahlah baekki, tenangkan dulu dirimu, jangan semakin memperkeruh suasana” ucap chanyeol

“bagaimana aku bisa tenang, yeolli! Kondisi kai seperti ini, sehun juga kesakitan dan lay hyung tidak bisa menyembuhkan mereka,  karena kondisi lay hyung yang tidak stabil. Aku takut terjadi apa-apa pada mereka” ucap baekhyun

“aku mengerti baekki, sudahlah tenangkan dulu dirimu. Kita harus berpikir tenang” ucap chanyeol

“chanyeol benar, kita harus tenang, kita harus menenangkan pikiran kita agar bisa berpikir jernih” ucap suho menengahi pembicaraan chanyeol dan baekhyun

“oppa.. aku takut terjadi sesuatu pada kai”

“tenanglah hyora.. kai adalah orang yang kuat, kau tidak usah khawatir” ucap suho

Aku hanya terus menatapi wajah kai, wajahnya yang penuh lebam, aku memegangi tangannya, tidak mau melepasnya, ini salahku, dia melindungiku sehingga menjadi seperti ini.

“hyora.. sebaiknya kau istirahat, kau boleh tidur dikamarku, aku yakin kau pasti sangat lelah” ucap baekhyun

“ani oppa.. aku ingin disini menemani kai”

“baiklah.. kalau kau butuh sesuatu, kau bisa temui aku dikamarku ne?” ucap baekhyun

“ne oppa, gomawo”

Satu persatu namja itu meninggalkan kamar kai, hanya tersisa aku yang menemaninya. Aku terus menatap wajah kai dan mengelus pipinya dengan lembut.

“kai, bangunlah. Aku mohon. Jangan seperti ini, kau membuatku takut, kai”

“kai.. mianhae.. kau jadi seperti ini. Aku mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, jangan pernah tinggalkan aku, kai. Jebal” Aku hanya terus menangis dan memegangi tangan kai, aku hanya ingin dia bangun, aku hanya ingin dia selalu berada disisiku.

Sepertinya waktu berjalan dengan cepat, aku terbangun dari tidurku, aku menatap sendu namja yang ada dihadapanku, dia masih belum sadarkan diri, dia masih tertidur, aku mengecup bibirnya dan segera berjalan keluar kamar kai.

BRUKK

“sehun!” aku melihat sehun yang terjatuh di anak tangga, aku segera berlari membantunya berdiri

“yaa! Kau ini jika sulit berjalan minta bantuan, bukan berjalan sendiri, sehun”

“hehe mianhae merepotkanmu, hyora”

“kau ini mau kemana? Biar aku bantu”

“aku ingin minum, aku haus sekali”

“baiklah aku ambilkan kau minum nanti, aku antar kau ke kamar dulu ne”

“ne..”

Aku mendudukannya di tepi ranjangnya, aku segera berjalan menuju dapur dan mengambil segelas air lalu kembali ke kamar sehun

“igeo..”

“gomawo, hyora-yya”

“hm.. bagaimana kondisimu? Apa sudah membaik?”

“beginilah, hyo. Rasanya badanku remuk sekali”

“beristirahatlah, agar kau cepat sembuh”

“ne..” aku mengambil gelas yang berada di tangan sehun dan menaruhnya diatas meja belajarnya. Aku melihat sebuah foto yang terpampang di meja belajarnya, foto sehun bersama ke-11 saudaranya.

“kyeopta..” gumamku

“mwo?”

“ani.. kalian sangat lucu disini. Nampak bahagia”

“hm.. memang, dulu kami selalu bahagia bersama, tidak seperti ini” aku hanya menatap sehun, tatapannya kosong seolah ia sangat sedih dengan kondisi seperti ini

“dulu.. kami selalu bersama, bahkan kami sulit terpisahkan. Tapi semuanya berubah begitu saja, hingga kacau seperti ini”

“aku yakin, kalian akan bersama lagi, sehun”

“aku harap begitu.. aku hanya ingin bersama hyung-hyungku lagi, aku merindukan suasana dulu, hyora”

“aku mengerti perasaanmu, sehun. Tapi, apa kalian tidak mencoba membujuk kris oppa untuk berdamai dengan kai?”

“sudah.. dan tidak akan pernah berhasil”

“wae?”

“kris hyung adalah seorang yang kuat pada pendiriannya. Dia tidak akan pernah menarik kata-katanya, dia selalu begitu. Dia tidak pernah percaya pada orang lain, dia akan percaya pada apa yang dilihatnya”

“begitu.. tapi aku yakin, suatu saat nanti masalah ini akan terselesaikan. Kau harus bersabar, sehunnie”

“ne.. gomawo hyora-yya”

“kalau begitu aku pulang dulu ne. Cepat sembuh eoh? Annyeong!”

“ne.. hati-hati dijalan hyora-yya” aku tersenyum padanya dan segera keluar meninggalkan sehun. Aku harus pulang, ini kulakukan agar kris oppa tidak marah dan melakukan hal-hal mengerikan lagi.

Tak lama aku sampai di apartemen kris oppa, aku membuka pintu masuk dan berjalan memasuki apartemennya. Suasananya sangat sepi, entahlah kemana namja itu pergi. Aku memilih untuk memasuki kamarku, aku terkejut melihat seorang namja yang tertidur di ranjangku, aku menghampirinya, aku melihat dia memegang sebuah foto, foto seorang yeoja, aku yakin itu adalah foto kekasih masa lalunya. Sepertinya dia merindukannya. Aku segera berjalan keluar dan memilih untuk ke dapur membuat makan malam. Mungkin dia akan lapar saat bangun tidur.

Setelah usai makan malam aku memilih untuk tidur di sofa ruang televisi, aku tidak mau mengganggu kris oppa yang sedang tertidur, aku juga tidak mungkin masuk ke dalam kamarnya dan tidur disana, rasanya sangat tidak sopan.

CKLEK

Aku mendengar suara pintu terbuka, aku memejamkan mataku pura-pura tertidur, aku masih sangat takut untuk menatapnya setelah kejadian beberapa hari yang lalu. Aku takut dia menyiksaku lagi, atau melakukan hal-hal yang sangat mengerikan padaku, aku masih takut. Aku mendengar suara langkah kaki yang makin lama makin mendekat.

“sejak kapan si bodoh ini ada disini, kenapa dia tidur disini.”

Seketika kris oppa mengangkat tubuhku, entahlah dia mau membawaku kemana, sepertinya kekamarku. Chakkaman.. bodoh? Seenaknya sekali dia berkata seperti itu. Jika aku tidak sedang berpura-pura tidur akan ku pukul namja menyebalkan ini.

“kenapa saat aku melihatmu, aku semakin merindukan seonaku. Kau sangat mirip dengannya, tingkahmu sama sepertinya. Kau selalu bersikap baik walaupun aku telah berulang kali menyakitimu, membuatmu tidak nyaman dan membuatmu menangis. Pantas saja kai sangat mencintaimu.. sama seperti aku mencintai seona”

Aku terkejut mendengar apa yang dikatakannya, sudah kuduga, dia pasti benar-benar merindukan gadis masa lalunya itu, aku merasa kasihan padanya, merindukan sosok yang tidak bisa ditemuinya lagi.

“mianhae, hyora. Tapi aku tetap harus menyelesaikan ini semua”

Aku mendengar suara pintu kamarku tertutup, sepertinya namja itu sudah keluar dari kamarku, aku membuka mataku, benar dugaanku, dia sudah tidak ada dikamarku lagi. Apa yang salah dengannya? Kenapa dia tiba-tiba bertingkah seperti ini, membuatku sangat bingung.

PRANGG

Suara itu mengejutkanku, suara gaduh apa itu? Perlahan aku membuka pintu kamarku dan berjalan pelan mencari sumber suara itu.

“ARGHHH!!”

Aku mendengar jeritan itu, ada apa dengannya? Kenapa dia menjadi seperti ini? Apakah dia memang seperti ini tanpa sepengetahuanku? Aku berjalan perlahan memasuki kamarnya, menghampiri namja yang sedang teruduk dilantai dan memegangi kepalanya itu frustasi. Aku melihat sebuah bingkai foto yang berada dilantai, sepertinya itu sumber suara yang tadi aku dengar, bingkai foto itu pecah, pecahan kaca berserakan dimana-mana.

“o-oppa?”

Dia tidak menyahutku, dia tetap terduduk dengan tangan yang masih memegangi kepalanya, entahlah dia kenapa, sangat aneh melihatnya seperti ini. Aku melihat foto yang berada dibingkai itu, aku melihat foto yang sama di kamar sehun, foto mereka ber-12 yang terlihat sangat gembira itu, tapi kenapa kris oppa seperti ini?

“oppa.. gwaenchannayo?”

“tinggalkan aku sendiri hyora”

Aku berjalan menghampirinya dan mengusap pelan lengannya, berusaha membuatnya tenang. Dia menatapku, apa dia menangis? Kenapa pipinya basah, aku yakin dia menangis. Aku memeluknya untuk menenangkannya, aku tidak tega melihatnya seperti ini. Seorang namja yang aku kenal sangat arogan, kasar, tak punya perasaan dan menyebalkan ini ternyata bisa juga menangis dan sangat rapuh seperti ini.

“kenapa kau bersikap baik padaku? Bukankah aku selalu kasar padamu?”

“m-mwo?”

“kenapa kau tidak membenciku?”

“Eommaku pernah bilang, jangan pernah buang waktumu dengan membenci seseorang, membenci lebih mudah dibandingkan dengan memaafkan bukan?”

“….”

“oppa sebaiknya kau tidur, ini sudah malam, biar aku yang membersihkan ini”

“ani.. temani aku”

“m-mwo?!”

“jebal”

“baiklah..”

Aku mendudukan diriku di ujung tempat tidurnya, dia meletakkan kepalanya dipangkuanku. Ternyata namja ini sangat manja, berbeda sekali dengan beberapa hari yang lalu, aku hanya tersenyum karena kelakuannya yang aneh seperti ini.

Sinar matahari menelusup masuk melalui celah-celah tirai jendela, membuatku terbangun dan membuka mataku perlahan. Aku terkejut melihat aku bukan tertidur dikamarku, aku melihat namja itu masih tertidur dipangkuanku, sepertinya semalaman aku tertidur dengan posisi duduk seperti ini, ini akan menyebabkan badanku sakit nantinya. Aku memindahkan kepala namja itu yang tertidur dipangkuanku secara perlahan agar tidak membangunkannya.

Hari ini adalah hari sabtu, berarti ini adalah hari libur. Aku berencana untuk kerumah kai, aku ingin menjenguknya, ingin memastikan keadaannya saat ini. Setelah aku beres membersihkan tubuhku, aku segera menuju dapur untuk menyiapkan sarapan dan segera pergi kerumah kai.

Sesampainya dirumah kai, suho oppa membukakan pintu dan tersenyum manis padaku.

“oppa.. bagaimana keadaan kai?”

“kai sudah bangun tadi pagi, hyora-yya” ucap suho

“mwo?! Jinjja?”

“hm.. cepatlah temui dia eoh?”

“ne oppa” aku segera berlari menuju kamar kai, aku sangat senang mendengar bahwa kai sudah bangun. Aku membuka pintu kamar kai, benar saja, aku melihatnya sedang duduk diranjangnya.

“kai-yyaaa!”

“mwo? Hyo-yyaa!” aku segera berlari dan memeluknya sangat erat, aku merindukannya

“bagaimana keadaanmu?”

“sudah lebih baik, hyo-yya”

“haishh.. kau membuatku khawatir, tau!”

“mianhae.. hyo-yya”

“hm.. kau sudah makan?”

“ani..”

“baguslah, aku membawa sarapan untukmu, makanlah”

“suapi aku..”

“yaa! Kau ini manja sekali”

“tanganku sakit hyo-yyaa.. kau tidak kasihan padaku eoh?”

“haishh.. ne arrasseo” tingkah kai benar-benar manja, sama seperti hyungnya, kris. Lucu sekali mereka berdua ini. Aku menyuapi kai layaknya menyuapi anak umur 5tahun. Aku tertawa melihat kelakuannya, aku merindukan namja ini, merindukan waktu bersama berdua dengannya seperti ini.

“aigoo.. romantis sekali kalian ini”

“hyung?” aku menatap seorang namja yang berdiri didepan pintu, tersenyum melihatku dan kai

“bagaimana keadaanmu kai?”

“sudah lebih baik, hyung”

“hyora bagaimana kabarmu?”

“baik oppa..”

“hm.. luhan hyung, bagaimana keadaan lay hyung? Apa dia baik-baik saja? Aku diberitahu sehun bahwa lay hyung juga terluka”

“keadaan dia belum membaik, kau tau sendiri dia sulit pulih dari lukanya, dia sedang berisitirahat dirumah”

“mianhae hyung”

“mwoya? Kenapa kau meminta maaf?”

“ini salahku sehingga lay hyung menjadi seperti ini”

“ani.. ini bukan salahmu kai, berhenti menyalahkan dirimu sendiri eoh?”

Aku hanya tersenyum melihat mereka berdua berbincang, kai dan luhan oppa. Aku sangat iri pada kai, dia memiliki saudara yang sangat menyayanginya, sedangkan aku tidak memiliki siapa-siapa, bahkan aku mempunyai appa, tapi seperti tidak memilikinya, dia selalu sibuk sendiri, melupakanku, entahlah aku tidak mengerti kenapa appa seperti itu.

“hyora, bagaimana kris?”

“mwo?”

“apa dia melakukan sesuatu padamu?”

“ani oppa. Kris oppa baik-baik saja.”

“jinjja? Apa kau tidak dilukai lagi oleh kris hyung?” ucap kai

“ani, kai. Kau lihat kan aku baik-baik saja?”

“coba aku lihat” kai mencubit kedua pipiku sambil tertawa

“yaa! Yaa! Lepaskan”

“diamlah aku hanya memastikan kau baik-baik saja” dia kembali tertawa melihatku meringis seperti ini

“yaa! Appo..” aku mengelus kedua pipiku akibat cubitan kai tadi

“hahaha kalian ini membuatku iri saja..”

“makannya cepat cari kekasih hyung”

“haish.. kau ini. Yasudah aku akan melihat keadaan sehun dulu ne.”

“ne hyung”

Aku melihat luhan oppa keluar dan secepat kilat aku segera memukul kai karena sudah mencubit pipiku, membuatku sakit

“yaa! Yaa! Kenapa kau memukulku. Yaa!”

“aku tidak bisa memukulmu tadi karena ada luhan oppa disini. Rasakan!”

“yaa! Appo.. hyo-yya! Yaa!” aku hanya menjulurkan lidahku mengejeknya, dia kembali mencubit kedua pipiku dengan gemas

“yaa! Appo kai! Yaa!”

“kau ini menggemaskan sekali hyo-yya”

“kai lepaskan! Yaa! Appo..”

GREP

Seketika dia memelukku sangat erat, membuatku sulit bernafas. Tapi entah kenapa aku menyukainya, membuatku merasa nyaman dipelukannya, aku membalas pelukannya, seakan tidak mau melepaskannya.

“saranghae..” ucap kai

“hm.. nado”

“berjanji padaku satu hal”

“mwo? Berjanji untuk apa?”

“berjanji jangan pernah tinggalkan aku, selalu ada bersamaku, bagaimanapun keadaannya”

“arrasseo.. aku berjanji untuk selalu bersamamu bagaimanapun keadaannya. Dan kau juga harus berjanji padaku eoh?”

“hm.. aku berjanji untuk bersamamu terus hyo-yya. Aku berjanji akan selalu menjagamu”

“kau harus segera memperbaiki hubunganmu dengan kris oppa, kai. Sebelum semuanya terlambat”

“apa maksudmu?”

“ani.. aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya tidak ingin kalian berdua menyesalinya nanti, lebih baik kau harus menyelesaikannya secepatnya, kai. Ini sudah 4tahun lebih bukan?”

“ne.. arra.. aku akan berusaha, hyo-yya” aku tersenyum dan memeluk kai lagi, aku berharap permasalahannya dengan kris oppa segera diselesaikan, karena aku tidak mau seperti ini terus, bertemu kai sembunyi-sembunyi dan selalu terjadi pertengkaran hebat diantara keduanya.

“kai aku harus pulang, hari sudah hampir gelap, aku tidak mau kris oppa marah lagi”

“hm ne.. hati-hati dijalan hyo-yya, mianhae aku tidak bisa mengantarmu”

“gwaenchanna, kai. Beristirahatlah eoh? Anyeong!”

Hyora POV End

Kris POV

Aku terbangun dari tidurku, aku tidak melihat sosok yeoja dikamarku, kemana dia? Apa dia sudah bangun dari tadi? sepertinya dia sudah bangun, karena ini sudah menunjukkan jam 12 siang, pasti gadis itu sudah bangun dari pagi. Aku berjalan keluar kamar mencari sosok gadis itu, aku membuka pintu kamarnya, tapi dia tidak ada dikamarnya, sepertinya dia pergi. Apa pergi menjenguk kai? Haish.. berani sekali jika dia menjenguk kai tanpa sepengetahuanku.

Aku berjalan menuju dapur, aku terkejut melihat ada makanan di meja makan, sepertinya hyora menyiapkannya untukku sebelum dia pergi. Aku hanya tersenyum dan berjalan menuju meja makan untuk menyantap masakan yang dibuat hyora.

Hari ini tidak ada yang kukerjakan, karena ini hari libur. Aku hanya berdiam diri di apartemenku tanpa pergi kemana-mana, aku hanya menonton televisi, aku sangat bosan. Aku membuka kamar hyora, aku hanya ingin melihat-lihat. Kamarnya sangat rapih dan juga bersih. Aku melihat beberapa foto yang berada di meja belajarnya, beberapa bingkai foto ditempeli sebuah kertas note, entahlah kenapa gadis itu melakukan hal konyol seperti itu.

Pandanganku tertuju pada foto seona yang berada di meja belajar hyora, ada sebuat note yang tertempel disitu. Aku menghampiri karena aku penasaran apa yang tertulis disana. Aku terkejut saat membaca kertas note itu

Seona eonni, kau tahu, hari ini kris oppa tertidur memeluk fotomu, sepertinya dia sangat merindukanmu dan dia sangat mencintaimu, semoga kau bahagia disana eonni..

Kenapa hyora menulis ini? Ternyata dia selalu memperhatikan hal-hal kecil seperti ini. Aku tersenyum melihatnya, dan aku penasaran melihat kertas note lainnya yang tertempel di berbagai benda di ruangan ini. Aku melihat sebuah note yang tertempel disebuah foto, foto hyora bersama seorang wanita paruh baya, itu sepertinya eommanya.

Eomma, bogoshipo. Hidupku sekarang sulit tanpa eomma, aku butuh eomma disisiku. Kau bahagia disana kan eomma? I love you to the moon and back, eomma.

Aku melirik foto lainnya, sepertinya masih sama, foto eommanya.

Terkadang seseorang yang sangat kita cintai tidak akan selalu bersama menemani, aku mengerti jika ada pertemuan akan ada perpisahan juga pada akhirnya.

Apa maksudnya ini? Aku teringat akan sosok seona, seolah kata-kata ini membenarkan apa yang aku rasa selama ini, tidak akan selalu bersama, benarkah akan selalu begitu?.. gumamku. Pandanganku terpaku saat melihat foto yang tidak asing bagiku, fotoku bersama ke-11 saudaraku, entahlah dia mendapatkannya dari mana.

Aku yakin kalian akan bisa bersama lagi, terkadang kalian harus merasakan pahit dulu sebelum merasakan bahagia bersama lagi. Bukankah lebih baik memperbaiki daripada memperkeruh keadaan? Hwaiting!

Haish.. kenapa gadis ini menulis hal yang tidak penting seperti ini. Bagiku semuanya sama saja, jika kejadian 4 tahun lalu tidak terjadi, aku juga tidak akan mungkin bertingkah seperti ini, bodoh.

Be a strong wall in the hard times and be a smiling sun in the good times, thank you for loving me, thank you for protect me, saranghae, kai

Aku melihat note itu tertempel di sebuah bingkai foto, foto hyora bersama kai. Haish.. menyebalkan sekali, aku segera mencabutnya dan membuangnya ke tempat sampah. Entahlah apa yang ku perbuat, aku hanya tidak suka melihat tulisan itu. Aku benar-benar tidak menyukainya.

“oppa?”

Aku terkejut dengan suara itu, aku membalikan tubuhku dan menatap gadis yang berada di depan pintu menatapku bingung

“oppa kau sedang apa disini?”

“ani.. aku hanya sedang melihat-lihat. Wae?”

“yaa! Kau tidak sopan oppa!”

“mwo? Apanya yang tidak sopan? Bukankah ini apartemenku?”

“haish.. aku lupa, oppa kau sudah makan malam? Aku membawa makanan untuk dimakan bersama oppa”

“hm kajja makan bersama”

“ne.. aku tunggu oppa di meja makan eoh?”

“ne..”

Hari ini aku makan malam bersama hyora, jarang sekali seperti ini, biasanya kami tidak makan bersama seperti ini. Rasanya ada yang aneh dengan diriku ini, kenapa biasanya aku selalu tidak perduli pada gadis ini, biasanya aku akan mengacuhkannya bahkan kasar padanya, tapi sekarang kebiasaanku lama-kelamaan menghilang, entahlah aku tidak tahu apa penyebabnya

“oppa, kenapa kau melamun? Makananmu tidak akan habis jika kau hanya menatapnya saja”

“mwo? Siapa yang melamun? Aku tidak melamun”

“cih.. sudah tau melamun masih aja menyangkal, dasar zombie menyebalkan”

“MWO?! Kau bicara apa tadi?!”

“ani.. aku tidak berbicara apa-apa”

“kau mengataiku zombie lagi eoh?!”

“ani.. aku tidak mengatakannya, oppa saja yang salah mendengar”

“YAA!”

“wae?”

“haish.. kau sudah sangat menyebalkan sekarang ya”

“what e-ver wleeee~” hyora menjulurkan lidahnya mengejekku

“yaa! Haish.. awas kau”

“makan makananmu oppa! Kau ini.. jika kau tidak mau makan biar aku yang menghabiskannya” dengan sergap hyora mengambil mangkuk milikku, aku segera menahannya agar tidak diambil olehnya

“yaa! Ini milikku, kenapa kau rakus sekali eoh?! Kau tidak lihat pipimu sudah seperti bakpao eoh?”

“jinjja? Tapi aku masih terlihat cantik bukan?”

“yaa! Kau ini kenapa! Pergilah bercermin. Haish.. kau ini percaya diri sekali”

“oppa.. aku sudah selesai makan, aku mengantuk, aku tidur duluan ne”

“ne..”

Aku melihatnya berjalan meninggalkan aku, aku hanya menatap punggungnya yang semakin lama semakin hilang dari pandanganku. Kenapa baru jam segini dia sudah tidur? Apa dia kelelahan? Memangnya dia dari mana? Entahlah, aku tidak mau menanyakan hal-hal konyol itu padanya. Aigoo.. kenapa lagi-lagi aku memikirkan gadis menyebalkan itu. Sepertinya aku sudah gila.

Hari demi hari aku jalani, tidak ada hal aneh-aneh yang kulakukan, bahkan biasanya aku ingin sekali membuat kai terluka saat aku dekat dengan hyora, aku tidak melakukannya. Entahlah, apa yang salah dariku, tapi akhir-akhir ini aku tidak bernafsu untuk melakukan hal aneh-aneh.

“hyung kau baik-baik saja?”

“wae?”

“ani, aku hanya aneh melihatmu belakangan ini”

“aneh bagaimana maksudmu, chen?”

“kau tidak seperti hyung yang kukenal akhir-akhir ini. Apa ada sesuatu terjadi padamu”

“ani.. memangnya kenapa?”

“aku melihat kau sangat tenang akhir-akhir ini, apa kau lupa dengan rencanamu?”

“ani.. tentu saja aku tidak melupakannya, aku hanya tidak ingin melakukan apa-apa dulu. Aku akan memberikan kejutan, tenang saja chen”

“hm arrasseo”

Tentu saja aku tidak melupakan rencanaku, aku akan mengakhirinya, segala yang sudah kulakukan tidak boleh berhenti begitu saja, apapun kondisinya tetap akan kuakhiri sesuai keinginanku.

Kris POV End

Hyora POV

Apa ada yang salah dengan kris oppa, namja menyebalkan itu? Kenapa tingkahnya akhir-akhir ini aneh sekali. Biasanya dia selalu mengasariku, bahkan jika dia melihat aku bertemu dengan kai biasanya dia akan sangat marah, tapi kenapa dia sekarang diam saja tak perduli? Benar-benar aneh. Apa dia sudah sadar bahwa selama ini apa yang dilakukannya itu keterlaluan? Baguslah jika memang dia sadar akan perbuatannya. Ini kesempatan yang bagus untukku, untuk apalagi, ya tentu bertemu kai.

“sehunnie!”

“hyora-yya?”

“apa kau melihat kai?”

“tadi aku melihatnya bersama luhan hyung, sepertinya ke cafetaria”

“oh begitu.. gomawo sehunnie”

“kau mau kesana?”

“ne”

“kalau begitu aku ikut denganmu, aku lapar”

“hahaha kau ini, baiklah. Kajja”

Aku berjalan dengan sehun menuju cafetaria, aku melirik kanan kiri mencari sosok namja yang aku maksud, aku memperhatikan satu persatu orang yang berada disini. Aku menemukannya, dia sedang tertawa asik bersama luhan oppa. Aku dan sehun segera menghampiri mereka.

“hyo-yya?”

“anyeong kai, anyeong oppa”

“anyeong hyora” ucap luhan dengan senyumannya yang khas, mungkin senyumannya ini akan membuat hati para gadis meleleh jika melihatnya, sayangnya aku lebih tertarik pada kai

“hyora, aku akan memesan makanan, apa kau mau menitip?”

“aku titip bibimbap dan lemon tea, ne?”

“arrasseo..”

“gomawo sehunnie”

“ne”

Tak lama setelah sehun memesan makanan, makanan yang dipesanpun datang. Aku segera menyantapnya karena aku sudah sangat lapar, tadi pagi aku tidak sempat sarapan karena aku bangun kesiangan.

“yaa! Pelan-pelan hyo-yya. Kau ini seperti sudah tidak makan bertahun-tahun” ucap kai

“kau ini cerewet sekali kai, makan ini!” aku menyuapi mulut kai yang sedang menganga itu, aku tertawa geli karena wajah kai saat ini sangat lucu

“yaa! Kau ini..” dia berbicara dengan mulut yang penuh makanan, membuatnya benar-benar lucu

“hahahaha.. kau ini lucu sekali”

“apanya yang lucu? Kau menyebalkan”

“kalian ini benar-benar membuatku sangat iri” ucap luhan

“jika kau iri, mintalah sehun untuk menyuapimu, hyung!” kai seketika tertawa karena omongannya tadi

“mwo? Kau mau aku suapi hyung?” ucap sehun

“yaa! Aku tidak mau disuapi olehmu, aku ini normal!” ucap luhan dengan nada kesal

“baiklah kalau begitu aku saja yang menyuapimu, oppa”

“YAA! Kau ini kenapa kau juga mau menyuapi luhan hyung eoh?!” ucap kai dengan nada yang kesal, aku berkata seperti itu hanya bercanda, aku hanya ingin melihat ekspresi kai jika aku berkata seperti itu

“mwoya? Kau ini kenapa kai? Hyora yang menawarkan untuk menyuapiku. Kenapa kau marah?” ucap luhan

“YAA! Kalian ini apa-apaan!” ucap kai

“wae? Aku hanya ingin menyuapi luhan oppa saja, kai.”

“SHIRREOO!” aku melihat kai melipat kedua tangannya di dadanya, dia mengerucutkan bibirnya, membuatnya terlihat sangat lucu

“aigoo.. kau ini pelit sekali kai” ucap luhan

“yaa! Kalian berdua memang menyebalkan”

“oppa makan ini, biarkan saja dia seperti itu” dengan seketika kai menutup mulut luhan yang sedang menganga dengan kedua tangannya. tingkahnya benar-benar seperti anak kecil.

“haishh.. kau ini kai!” ucapku

“igeo mwoya?! Kenapa kau membungkam mulutku” ucap luhan

“jangan suapi namja lain selain aku, hyo-yya!” ucap kai dengan nada yang kesal

“aigooo.. hyora-yya, sepertinya ada yang cemburu” ejek sehun

“ne sehunnie, sepertinya dia cemburu” ucapku sambil tertawa kecil

“ani! Aku tidak cemburu” jawab kai

“jinjja?! Kalau begitu aku boleh menyuapi luhan oppa?”

“shirreoo! Yaaa! Kau membuatku gila, hyo-yya!” kai seketika mencubit kedua pipiku dengan gemas

“jika kau melakukan itu lagi, akan kucium kau didepan semua orang!” ancam kai sambil terus mencubit kedua pipiku, luhan oppa dan sehun menertawai tingkah kai yang konyol ini. Bagaimana bisa dia bilang akan menciumku didepan saudaranya ini, dia memang namja gila

“yaa! Kai! Appo..”

“jangan lakukan itu lagi”

“aku hanya bercanda, pabbo!” aku tertawa melihat wajahnya, dia memang seperti anak kecil, benar-benar lucu

“kau ini seperti anak kecil kai, sangat lucu” ucap luhan sambil tertawa puas menertawai kai

“yaa! Hyung kenapa kau menertawaiku. Sehun! Kenapa kau juga tertawa?! Yaa!!”

Semua orang yang berada dibangku ini tertawa menertawai kai, saat dia cemburu seperti itu terlihat sangat lucu, tingkahnya sangat seperti anak kecil, menggemaskan.

“apa kau tidak apa pulang sendiri?” ucap kai

“gwaenchanna kai. Aku sudah biasa, kau tidak usah khawatir”

“mianhae, aku tidak bisa mengantarmu pulang. Aku hanya takut kris hyung melakukan sesuatu lagi padamu jika aku mengantarmu pulang”

“hm.. kau tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Aku akan mengabarimu saat aku sudah sampai eoh?”

“baiklah kalau begitu aku pulang duluan ne?”

“hm.. anyeong, kai-yya”

“anyeong chagi..”

“yaa! Jangan memanggilku dengan sebutan konyol itu”

CHU~

“saranghae, park hyora”

Sosok itu tiba-tiba menghilang. Apa-apan dia ini, seenaknya saja mengecup orang dan tiba-tiba menghilang, menyebalkan. Aku tersenyum kecil karena kelakuan kai tadi, walaupun seperti itu, tetap saja membuatku sangat senang. Aku berjalan menyusuri jalanan menuju apartemen kris oppa, perasaanku saat ini sangat berbunga-bunga.

BUGH

Badanku terjatuh ketanah begitu saja, punggungku sangat sakit, sepertinya ada yang memukul keras punggungku.

BUGH BUGH

Berkali-kali aku merasakan pukulan dengan benda keras pada tubuhku, aku tidak tahu siapa yang melakukannya. Aku hanya bisa terdiam menahan rasa sakit, aku tidak bisa berteriak karena untuk bergerak pun rasanya sangat tidak mampu. Sakit.. sangat sakit.. siapa yang melakukan ini padaku. Orang itu terus menerus memukulku, melemparku sesukanya, entahlah aku rasa aku tidak akan tahan. aku merasakan orang itu tepat memukul kepalaku, pandanganku kabur. Aku hanya bisa merasakan ada cairan yang mengalir dari kepalaku.

“kai…” aku hanya bisa menyebutkan nama itu, melenguh kesakitan, aku hanya berharap kai bisa mendengarku, mendengar suara yang mungkin orang yang sedang memukuliku saja tidak akan bisa mendengarnya. Aku sama sekali tidak bisa menggerakan tanganku, badanku sangat sakit, pandanganku semakin kabur, sekali lagi orang itu memukulku tepat dikepalaku, pandanganku menjadi gelap.

“HYORAAA!!!”

to be continued..

2 thoughts on “When The Wolfs Beside You [Chapter 8]

  1. Hm ffny mkind seru aj. Yg pling Menyeblkn nt pabbo d sni i2 Luhan oppa, npa cba dia g’mencritkn kejadian yg sbenrny pda kris. Zmwa ny kn pda taw klo luhan bsa bca fkirn, otomatis zmwa akn prcya kta”ny. V di mlah mlih untk zkedr membela kai nt menengahi tnpa mencritkn kenytaanny pda kris. Zbenr ny npa di mlih untk merhasiakn ny sih, Menyeblkn! Eh cpa 2h yg mkul hyora, nt cpa yg mggil nmany? Penasrn, d tgu next chapterny^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s