Love Like A Fool [Chapter 10]

IMG_7449

Title : Love Like A Fool [Chapter 10]
Author : MeiKim
Length : Chapter
Genre : Romance, Angst, School-life
Cast : Park Ji Young (OC)
Oh Sehun as Sehun
Do Kyungsoo as Kyungsoo
Other Cast : Park Chanyeol (Ji Young Brother), Kim Minri, etc.
Disclaimer : also post at www.exokingdomfanfict.wordpress.com

This is REAL My Imagination. Don’t be a PLAGIAT! Happy Reading Chingudeul ^^

“Sehunnie gomawo, gomawo, gomawo, Sehuniiieeee”

YAA! Kajjima!”

Jiyoung POV End

Kyungsoo POV

Sudah beberapa bulan ini aku tak pernah berbicara lagi pada Jiyoung, ia semakin menjauhiku, ia selalu menghindar jika bertemu denganku. Ini adalah genap 4 bulan setelah aku bertemu Yewon lagi, dan selama ini pula aku jauh dari Jiyoung.

Mungkin Jiyoung marah padaku, aku seakan mempermainkannya, memainkan perasaannya. Namun aku sendiri tak tahu harus berbuat apa, aku tak tahu kenapa menjadi seperti ini.

Aku kembali bertemu Yewon, yeoja di masa laluku, cinta pertamaku. Ia adalah yeoja yang pertama kali membuatku jatuh hati. Ia berbeda dengan yeoja lainnya. Ia yeoja yang lembut, ramah, dan baik. Aku benar-benar mencintai Yewon. Ia membuatku sulit melupakannya, sampai aku bertemu Jiyoung.

Aku bertemu Jiyoung di tingkat 2 senior high school, dia adalah adik dari sahabatku, Chanyeol. Aku mengetahuinya jika ia ternyata menyukaiku. Aku selalu mengabaikannya karena aku masih tetap mencintai Yewon dan tidak bisa mengganti posisi Yewon dihatiku.

Namun, setelah aku mengenal Jiyoung dengan baik, ia persis sekali dengan Yewon. Memiliki hati yang lembut, dan Jiyoung sangat periang. Perlahan aku mulai menyukainya, aku seolah melihat sosok Yewon di dalam diri Jiyoung.

Aku memang sudah menyatakan bahwa aku menyukainya, namun aku belum siap meresmikannya bersama Jiyoung, aku hanya belum bisa melupakan Yewon sepenuhnya.

Tapi, di saat aku mulai ingin membuka hatiku untuk Jiyoung, aku kembali bertemu Yewon, semua usahaku selama ini untuk melupakan Yewon, sia-sia sudah. Semua memory tentang Yewon kembali teringat. Aku tidak bisa melupakannya, aku masih sangat mencintainya.

Aku dan Yewon kembali bersama, Yewon kembali padaku, walaupun kami belum resmi, tapi kami sudah seperti layaknya sepasang kekasih. Aku sangat senang kembali menjalani hari-hariku bersama Yewon seperti dulu. Tapi aku lupa akan Jiyoung. Aku lupa akan perasaan Jiyoung.

Aku sangat mencintai Yewon, tapi aku juga menyayangi Jiyoung. Entahlah, akupun tidak mengerti dengan perasaanku saat ini. Aku selalu gugup ketika Jiyoung melihatku sedang bersama Yewon, aku tidak mau dia terluka, namun pasti saat ini dia benar-benar terluka karena sikapku.

Mianhae, Jiyoung-ah. Aku belum berani mengatakannya padamu, aku belum berani menceritakan semua yang terjadi selama ini. Aku hanya takut menyakitimu, aku hanya takut kau menangis karenaku, aku tak bisa melihatmu menangis karenaku.

Aku tahu selama ini hatimu terasa sakit, kau menahan semua ini dihadapanku, aku tahu perasaanmu ketika melihatku bersama Yewon. Mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak berani mengatakannya padamu, Jiyoung-ah.

Yaa! Kyungsoo-yya” aku tersadar dari lamunanku, aku menatap pada Chanyeol yang memanggilku

“Hm..”

Wae? Mengapa kau akhir-akhir ini banyak melamun, eoh?”

Aniyoo..”

“Kyungsoo-yya.. bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?”

Mwoya?”

“Sebenarnya hubunganmu dengan Jiyoung itu bagaimana? Lalu bagaimana dengan Yewon?” ucapnya. Aku hanya menatapnya, entah apa yang harus kujawab

Mianhae, ini mungkin masalah pribadimu. Tapi aku khawatir dengan Jiyoung belakangan ini. Kau mungkin tahu bagaimana perasaan Jiyoung, aku hanya tidak bisa melihatnya seperti ini” sambung Chanyeol

Mianhae, Chanyeollie. Aku sudah menyakiti perasaan Jiyoung. Aku masih belum mengatakan yang sesungguhnya terjadi pada Jiyoung. Aku.. aku hanya masih takut”

Wae?”

“Aku hanya takut lebih menyakitinya, aku hanya takut ia menangis karenaku lagi”

“Lalu.. kau akan terus bertingkah seperti ini pada Jiyoung tanpa memberi penjelasan padanya?”

Molla.. aku masih belum siap”

“Lalu kau harus menunggu berapa lama lagi? Saranku, sebaiknya kau segera beri penjelasan pada Jiyoung. Agar kau dan Jiyoung tak terus seperti ini”

Ne.. chanyeollie. Gomawo atas masukanmu”

Mungkin apa yang dikatakan Chanyeol benar, aku harus segera memberikan penjelasan pada Jiyoung, aku tidak mungkin membiarkannya terus seperti ini.

“Menurutku, jika menyangkut soal cinta, pasti akan ada yang sakit dan ada yang senang dalam waktu bersamaan, kita harus memilih salah satunya bukan?”

Tiba-tiba saja aku teringat atas ucapan Jiyoung padaku, sebaiknya aku benar-benar harus menemui Jiyoung dan mengatakan padanya yang sesungguhnya, aku harus menjelaskan semua padanya.


Hari ini aku akan bertemu dengan Yewon, ia memintaku untuk menemuinya di cafe yang biasa aku kunjungi bersamanya. Aku segera mengganti pakaianku dan menuju mobilku, lalu menuju tempat yang Yewon janjikan.

“Kyungsoo-ah!” aku menatap pada Yewon yang memanggilku

“Kau sudah menunggu lama?” tanyaku

Aniyoo..”

“Ada apa kau memintaku kemari Yewon-ah?”

“Aku ingin membelikan sesuatu untuk Jiyoung, kau ini kan kenal dengan Jiyoung, kau pasti tahu apa yang ia suka bukan?”

“Ehh? u-untuk apa kau membelikan sesuatu untuk Jiyoung?”

Yaa! Kau ini bukan teman yang baik Kyungsoo-yya!”

“Apa maksudmu?”

“Hari ini Jiyoung berulang tahun, babbo! Kau tidak tahu itu?”

Mwo?! Ulangtahun?”

“Haish.. kau ini bagaimana sih. Aku, Minri dan Sehun berencana memberikan kejutan untuk Jiyoung nanti malam. Dan sepertinya oppa dan eomma-nya juga akan datang, kau harus menemaniku, eoh?”

Ne arrasseo

“Sebaiknya kita membelikan apa untuknya?”

Molla.. kau ini kan yeoja, kau pasti tahu apa yang disukai yeoja bukan?”

“Haish.. setiap yeoja itu kan berbeda selera”

“Yasudah beli saja yang kau suka, ia pasti akan menyukainya jika kau yang memberinya”

Jinjja? Bagaimana jika pakaian? Atau kosmetik? Atau tas mungkin?”

“Dia tidak terlalu suka berdandan”

“Hm.. arrasseo.. ah boneka saja bagaimana?”

“Sepertinya itu cocok, dia menyukai boneka”

Aigoo.. kau ternyata mengenalnya dengan baik Kyungsoo-ah”

Seharian ini aku menemani Yewon untuk berbelanja, membeli hadiah untuk Jiyoung, memberi keperluan untuk kejutan ulang tahun Jiyoung, membeli kue. Eottokkeh.. di hari ulang tahun Jiyoung, aku bersama Yewon lagi, hari ini dia akan tersiksa lagi karena melihatku bersama Yewon.

Yewon memang sangat menyayangi jiyoung, jiyoung sudah dianggap seperti adiknya sendiri, yewon sangat menyukai jiyoung yang kekanakan dan polos itu. aku tidak tahu harus berbuat apa lagi, aku benar-benar terjebak dalam situasi seperti ini.

Setelah usai, aku dan Yewon segera menuju sebuah cafe yang Yewon pesan untuk acara nanti malam. Sesampainya disana, aku melihat Minri dan Sehun yang sedang meniup balon dan mendekorasi ruangan itu.

“Sehun-ah, Minri-ah.. mianhae aku terlambat, aku harus membeli beberapa keperluan dulu” ucap Yewon

Gwaenchanna eonnie..” ucap Minri

“Bagaimana dengan Chanyeol dan eommanim? Kapan mereka akan datang?” ucap Yewon

“Sebentar lagi mereka datang noona, tadi aku sudah menghubungi Jiyoung eomma” ucap Sehun

“Ah begitu.. baiklah, sebaiknya aku membantu kalian agar cepat selesai. Yaa! Kyungsoo-ah! Cepat bantu Sehun” ucap Yewon padaku, aku hanya mengangguk dan segera membantu Sehun.

Nampaknya Sehun sangat dekat dengan nyonya Park, apa Sehun dan Jiyoung memang menjadi sangat dekat akhir-akhir ini? Atau bahkan mereka berkencan?

Tak lama, aku melihat Chanyeol dan nyonya Park datang, mereka membawa sebuah kotak besar, sepertinya hadiah untuk Jiyoung. Kami benar-benar sangat sibuk mempersiapkan pesta kejutan untuk ulangtahun Jiyoung

Akhirnya waktunya pun tiba, kami menunggu kedatangan Jiyoung. Kami segera mematikan lampu karena Jiyoung sudah hampir sampai ditempat ini.

“SURPRISE!!” teriak kami menyambut Jiyoung. Aku melihat Jiyoung sangat terkejut dan terharu atas kejutan yang kami berikan untuknya.

Minri membawakan kue ulangtahun Jiyoung dan meminta Jiyoung untuk meniupnya. Jiyoung segera meniupnya dan memotong kue itu

“Berikan first cake itu pada seseorang yang kau cintai, Youngie!” seru Minri

Aku menatap Jiyoung, ia juga menatapku, mata kami bertemu, tapi ia segera mengalihkan pandangannya dariku, ia membawa potongan kue itu dan berjalan entah menghampiri siapa, tapi ia melangkahkan kakinya menuju arahku, mungkinkah ia akan memberikannya padaku?

“Tentu saja untuk eomma!” ucap Jiyoung, ternyata ia menuju nyonya Park yang berdiri tidak jauh dari tempatku

Aku hanya menatap Jiyoung, apa jika semua ini tak terjadi, jika saja aku tidak bertemu Yewon lagi, apakah first cake itu akan Jiyoung berikan padaku?

Kyungsoo POV End

Author POV

“Young! Saengil chukkae hamnida! “ ucap Sehun

Ne Sehunnie, gomawo” jawab Jiyoung

Aigoo.. Sehunnie? Sejak kapan kau memanggilnya seperti itu? eoh? Atau jangan-jangan kalian…” goda Minri pada Sehun dan Jiyoung

Yaa! Kau ini bicara apa!” dengus Jiyoung

“Jiyoung-ah!” ucap Yewon dan segera memeluk Jiyoung

Eonnie!”

Chukkae! Ini hadiah untukmu”

Eonnie.. gomawo. Ini merepotkanmu”

Aniyoo.. ah.. Sehun-ah bisakah kau ambilkan fotoku bersama Jiyoung?” ucap Yewon pada Sehun

Ne noona” Sehun segera meraih ponsel yang diberikan Yewon

Yaa! Kyungsoo-ah! Kemarilah, kita berfoto bersama Jiyoung” ucap Yewon

Jiyoung yang mendengarnya benar-benar sangat terkejut, ia menatap Kyungsoo dan lalu mengalihkan pandangannya lagi. Saat ini ia dihimpit oleh Yewon dan Kyungsoo. Dadanya kembali terasa sesak, ia kembali berfoto bersama Kyungsoo, namun saat ini bukan hanya berdua dengan Kyungsoo, namun bertiga bersama Yewon.

Seusai acara, Jiyoung segera pulang bersama Chanyeol dan juga eomma-nya. Ia segera membawa hadiah-hadiah yang diberikan oleh teman-temannya menuju kamarnya. Ia membuka satu persatu hadiah itu, dia melihat sebuah kotak berwarna merah muda, sebuah kotak pemberian Kyungsoo.

Flashback

“Jiyoung-ah” Kyungsoo menghampiri Jiyoung yang sedang berdiri di balkon cafe

Ssunbae?” ucap Jiyoung terkejut

“Mengapa kau memanggilku seperti itu lagi?”

“Ah.. sunbae ada apa?” ucap Jiyoung mengalihkan pembicaraan. Kyungsoo menghela nafasnya dengan kasar

Igeo..” Kyungsoo memberikan kotak berwarna merah muda pada Jiyoung

“Hadiah ulangtahunmu” sambung Jiyoung

Gomawo sunbae” ucap Jiyoung, ia menatap Kyungsoo lalu mengalihkan pandangannya karena terasa tidak nyaman

“Kalau begitu sebaiknya aku ke dalam dulu” sambung Jiyoung

“Jiyoung-ah” ucap Kyungsoo menarik tangan Jiyoung

“Kau tidak memakai gelang itu lagi?” ucap Kyungsoo menatap tangan Jiyoung, ia tak melihat gelang yang berinisial namanya tak lagi terpasang di tangan Jiyoung

“Permisi sunbae!” ucap Jiyoung, ia menghempaskan tangan Kyungsoo lalu berjalan masuk untuk menemui teman-temannya

Flashback end

Jiyoung membuka kotak itu, ia melihat sebuah kalung, kalung berwarna silver yang berinisial namanya ‘PJY’. Jiyoung kembali merasakan dadanya sangat sesak, air mata menelusuk keluar membasahi kedua pipinya. Ia merindukan Kyungsoo, inisial nama itu mengingatkannya pada Kyungsoo.

Wae? Waeyo?! Kenapa kau seperti ini oppa? Kenapa kau tidak mengabaikan aku saja seperti sebelumnya? Kenapa kau harus datang lagi dan menemuiku? Kenapa kau mempermainkan aku? Hiks..”

Jiyoung kembali terisak ketika melihat selembar foto bersama Yewon dan Kyungsoo. Ia hanya ingin melupakan Kyungsoo, ia hanya tak ingin selalu merasa seperti ini jika bertemu Kyungsoo ataupun ketika mengingat Kyungsoo.


Hari ini Jiyoung dan Sehun akan pergi berlibur ke pulau Jeju bersama Minri dan Changmin, seperti biasanya, Minri yang meminta mereka untuk menemaninya. Ini adalah pekan liburan tingkat 3, sehingga mereka akan menghabiskan liburan di pulau Jeju.

YAA! OH SEHUN IRREONNAAA!” ucap Jiyoung meneriakki Sehun yang masih tertidur pulas diranjangnya.

Jiyoung mengetahui bahwa Sehun itu selalu sulit bangun pagi hari, apalagi jika hari libur. Walaupun dihubungi puluhan kali, Sehun akan sulit bangun. Maka dari itu Jiyoung memilih datang ke apartemennya untuk membangunkannya.

YAA! Irreonna babbo!!”

“Eung..”

Yaa! Yaa! Irreonna ppalliwa!”

“Young?”

“Haish.. kenapa kau tidur seperti orang mati, eoh?!”

“Sedang apa kau disini, eoh?!”

Aigoo.. babbo!” ucap Jiyoung memukuli Sehun

Yaa! Yaa!” sehun meronta karena dipukuli jiyoung

“Hari ini kita akan pergi ke Jeju. Irreonna ppalliwa!”

Mwo? Jeju? Omona! Aku lupa!”

“Haish! Cepat mandi!”

Ne..” Sehun segera menuju kamar mandinya untuk segera mandi

“Haish.. babbo!” dengus Jiyoung

Sambil menunggu Sehun yang sedang mandi dan bersiap-siap, Jiyoung segera menuju dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Sehun.

“Sehunnie!! Ppalliwaa!” teriak Jiyoung

Ne.. ne..” ucap Sehun menghampiri Jiyoung

“Cepat minum susumu”

Ne” Sehun segera minum susu yang dibuatkan oleh Jiyoung

“Makan ini” Jiyoung menyuapi roti pada Sehun

Ppalli nanti kita terlambat” sambung Jiyoung

Jiyoung dan Sehun segera bergegas bertemu Minri dan Changmin di Incheon, mereka tidak boleh telat, itu akan membuat Minri kecewa dan akan sangat kesal

“Minri-ah!” ucap Jiyoung

Yaa! Kenapa kalian lama sekali! Untung saja tidak telat” dengus Minri

Mianhae.. ini karena dia!” dengus Jiyoung

“Ya sudah kajja” ucap Minri

Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, mereka sampai di Jeju. Mereka segera menuju penginapan untuk menaruh barang-barangnya

“Ahhhh… Jejuuuu~” ucap Jiyoung

“Sehunniee! Kajja kita jalan-jalan!” sambung Jiyoung

“Nanti saja, aku mengantuk” ucap Sehun

“Haish.. kau itu sedari tadi tidur! Kajjaa!” ucap jiyoung menarik tangan sehun

“Pergi saja bersama Minri”

“Dia sudah pergi bersama Changmin!”

“Haish.. kau menyusahkan saja!”

Ppalli!” ucap Jiyoung menarik tangan Sehun

Mereka segera pergi berjalan-jalan menghirup udara segar dan pemandangan yang indah di pulau Jeju. Jiyoung sangat antusias saat berjalan-jalan, sedangkan Sehun berjalan gontai mengikuti langkah Jiyoung, ia hanya ingin tidur.

“Ahh.. ippeotta!” gumam Jiyoung

Yaa! Sebaiknya kita kembali, aku mengantuk”

“Kau ini sudah seperti zombie saja!”

Ppalli! Air nya akan membuatmu segar dan tidak mengantuk” Jiyoung terus menarik-narik tangan Sehun

Shirreoo! Aku duduk disini saja!” dengus Sehun

Jiyoung hanya tersenyum licik melihat Sehun, lalu ia pergi menjauhi Sehun dan bermain air di pantai, tubuhnya telah basah oleh air, ia melihat Sehun sedang terduduk dan memejamkan matanya, ia tertidur. Jiyoung segera berlari ke arah Sehun.

“Yaa! Yaa! Apa yang kau lakukan, babbo! YAA!” teriak sehun karena terkejut melihat Jiyoung yang memeluknya

YAA! Lepaskan! Pakaianku basah!” teriak Sehun

“Bagaimana? Segar bukan?” Jiyoung hanya tertawa geli melihat Sehun yang terus berusaha melepaskan pelukannya

YAA! Ini basah!”

“Kau sudah tidak mengantuk bukan? Hahahha”

“PARK JIYOUNG!” dengus Sehun, Jiyoung yang mengetahui Sehun geram dengan tingkahnya, ia segera berlari menjauhi Sehun.

Sehun segera berlari mengejar Jiyoung dan mengangkat Jiyoung membawanya menuju air. Jiyoung meronta saat Sehun mengangkatnya, ia tahu Sehun akan balas dendam. Sehun segera menghempaskan tubuh Jiyoung pada air pantai.

YAA! Hentikan Sehunnie!”

“Rasakan! Rasakan ini”

Yaa!” Jiyoung segera mendorong Sehun, dengan seketika Sehun jatuh terduduk dan tubuhnya sudah benar-benar basah terkena air pantai

“PARK JIYOUNG!” geram Sehun

Sehun dan Jiyoung terus saja saling membalas, mereka tenggelam dalam tawa, mereka terus bersenda gurau bersama.

“Ah chuwoyo” ucap Jiyoung mengelus-elus lengannya

Kajja kita kembali ke penginapan” ucap Sehun menarik tangan Jiyoung. Mereka segera menuju penginapan untuk mandi dan mengganti pakaian mereka

Aigoo.. kalian ini dari mana? Kenapa tidak mengajak kami, eoh?” ucap Minri

“Kau tadi pergi duluan bersama Changmin” dengus Jiyoung

“Haish.. Minri-ah, yeoja satu ini menyusahkan saja. Bajuku basah karenanya” dengus Sehun

Yaa! Dasar kau zombie!” dengus Jiyoung

“Hahaha kalian ini” Minri tertawa melihat tingkah Jiyoung dan Sehun

“Cepatlah kalian mandi dan ganti pakaian kalian, nanti malam kita akan pergi makan malam” sambung Minri

Ne” ucap Sehun dan Jiyoung

“Aku mandi duluan!” ucap Sehun

Ya! Aku dulu!”

Aniyo! Aku duluan!”

YAA! Sehunnie!!” teriak Jiyoung

Minri dan Changmin yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa.

Setelah usai mandi dan mengganti pakaian, Jiyoung, Sehun, Minri dan juga Changmin segera menuju sebuah tempat makan yang berada di pesisir pantai, yang menunjukkan pemandangan yang sangat indah.

“Setelah ini kalian akan kemana?” ucap Minri pada Jiyoung dan Sehun

Molla.. bagaimana dengan kalian?” tanya Jiyoung

“Kami akan berjalan-jalan” ucap Changmin merangkul Minri

Aigoo.. aigoo.. arrasseo” dengus Jiyoung

Setelah selesai makan Changmin dan Minri memilih untuk pergi lebih dulu meninggalkan Jiyoung dan Sehun.

“Haish.. dasar pasangan baru” dengus Jiyoung

Yaa! Kau ini kenapa. Kau iri dengan mereka?” ucap Sehun

Ani..”

Kajja kita jalan-jalan sekitar sini”

Ne

Sehun dan Jiyoung memilih untuk duduk di tepi pantai dan memandangi laut dihadapannya.

“Bagaimana dengan Kyungsoo sunbae?” ucap Sehun

“Hm?”

“Hubunganmu dengannya bagaimana?”

“Ya begini, aku memang tidak ada hubungan dengannya”

“Aku sudah berbicara dengannya?”

Aniyo.. apa yang harus aku bicarakan padanya? Aku tak memiliki hubungan dengannya, aku tidak berhak meminta penjelasannya”

“Ataukah dia sudah menjelaskan padamu?”

Aniyo..”

“Haish.. ia benar-benar mengabaikanmu” dengus Sehun

Gwaenchanna.. mungkin apa yang kau katakan waktu itu benar, hanya aku saja yang menaruh rasa padanya, sedangkan ia tidak”

“Sudahlah..”

“Aku benar-benar harus melupakannya, Sehunnie. Aku tidak mau menyakiti Yewon eonnie, dia sangat baik padaku, aku tidak mau menyakitinya. Lebih baik aku saja yang mengalah”

“Aku tak menyangka dengan jalan pemikiranmu. Ternyata kau bisa berfikir secara dewasa juga, eoh?” ejek Sehun

Yaa!”

Chuwoyo, pakai ini” ucap Sehun, ia segera menggantungkan mantelnya pada tubuh Jiyoung

Gomawo” ucap Jiyoung tersenyum pada Sehun


Esok harinya mereka berempat berencana untuk memainkan beberapa permainan yang memacu adrenalin di pantai. Sehun, Minri dan Changmin sangat antusias, tidak dengan Jiyoung. Jiyoung sangat takut dengan permainan seperti itu.

“Young, kita harus mencoba parasailing” ucap Sehun

Shirreoo! Kau saja, aku tidak mau”

Yaa! Wae? Itu menyenangkan”

Shirreoo! Kau ingin membunuhku, eoh?”

“Kau ini berlebihan sekali, kajja

Yaa! Sehunnie, andwae!”

“Ayolaaaah, kau harus mencobanya” Sehun terus menarik-narik tangan Jiyoung

Wae? Kenapa kau menarik Jiyoung seperti itu Sehun-ah?” ucap Minri

“Dia sangat penakut, Minri-ah, dia tidak mau mencoba parasailing” ucap Sehun

“Hahaha kau ini benar-benar lucu. Kau akan menyesal jika tidak mencobanya” ejek Minri

“Terserah, pokoknya aku tidak mau!!” dengus Jiyoung

Kajja, ppalli!” Sehun terus menarik tangan Jiyoung

Yaa! Oh Sehuuuun!!” dengus Jiyoung

“Mereka itu pasangan yang sangat lucu ya, chagi” ucap Changmin pada Minri

“Hm.. mereka berdua sangat cocok” ucap Minri tertawa melihat Sehun yang terus-menerus menarik Jiyoung

Sehun terus-menerus memaksa Jiyoung untuk menemaninya bermain parasailing, Jiyoung berkali-kali merengek karena enggan menaiki salah satu watersport yang ditakutinya itu. Namun kekuatan Jiyoung kalah dengan kekuatan Sehun, Sehun berhasil menarik Jiyoung untuk menaiki parasailing.

Andwae! Andwae!” rengek Jiyoung

“Ayolah, Young, ini akan mengasyikan. Kau harus mencobanya”

“Sehunnie andwae! Aku benar-benar takut, babbo!” rengek Jiyoung, ia terduduk dan enggan menaiki parasailing, tingkahnya seperti anak-anak.

Ppalliwa!” Sehun kembali menarik Jiyoung untuk siap-siap

“Sehunnie!” rengek Jiyoung

Hana.. dul.. set” ucap Sehun

“KYAAAAAAAAAA~” Jiyoung berteriak-teriak histeris karena ketakutan setengah mati, ia hanya memejamkan matanya, tak ingin melihat pemandangan indah dibawahnya

“WOHOOOOOO~” teriak Sehun antusias, ia terus tertawa karena mendengar rengekan-rengekan jiyoung yang ketakutan

Ahjushii!!! TURUNKAN AKUUUU! KYAAA~” rengek Jiyoung

“Yoooung! Lihatlah lautnya sangat indah!”

SHIRREOOOO!”

“Yaa! Tenanglah kau akan baik-baik saja!” ucap Sehun, ia menggengam tangan Jiyoung untuk membuat Jiyoung tak merasa takut lagi

“SEHUN AKU INGIN TURUN!”

Shirreo ini mengasikan”

“KYAAAAA~ eommaaaaaaa!!” Jiyoung kembali merengek, Sehun hanya kembali tertawa geli karena mendengar Jiyoung yang terus merengek seperti anak kecil

BYUUUUR~

“Huwaaaaaa!” Jiyoung kembali berteriak histeris karena baru saja ia terhempas kedalam air

Eomma.. eommaaaaa” rengek Jiyoung, Sehun yang mendengarnya langsung tertawa geli, ia melihatJ ketakutan, Sehun segera menggenggam tangannya dan membantunya naik ke atas speedboat

Eotte? Mengasyikan bukan?” ucap Sehun.

YAA!” Jiyoung memukuli Sehun tak henti-hentinya karena ia merasa takut setengah mati, jantungnya hampir saja copot karena ketakutan

Wajah Jiyoung sangat pucat, ia mabuk laut, kondisi seperti itu justru membuat Sehun kembali tertawa geli, ia baru melihat wajah Jiyoung yang ketakutan seperti itu.

“Bleeerrrggh~” Jiyoung berkali-kali merasakan mual ingin memuntahkan isi perutnya namun tidak bisa, ia mabuk laut

“Hahaha kenapa kau ini lucu sekali” ucap Sehun kembali tertawa

“Ah.. perutku mual sekali”

“Aku tahu caranya agar kau tidak mual lagi”

“Mwoya?”

“Kita harus mencoba ufo!”

SHIRREOO! Kau ingin membunuhku, eoh?!”

“Ayolah!” pintu Sehun

Shirreooo!”

Ppalli

YAAAAAAAAAAAAA!”

“Hahaha ne.. ne.. aku hanya bercanda” ucap Sehun. Ia segera menanggalkan handuk di tubuh Jiyoung agar membuatnya tetap hangat, tidak kedinginan.

“Tunggu disini” ucap Sehun

Sehun segera pergi meninggalkan Jiyoung entah kemana, tak selang beberapa menit, Sehun kembali membawa segelas coklat panas untuk Jiyoung

Igeo..”

Gomawo

“Aku ingin bermain waterski dulu, kau mau ikut?”

Shirreo!”

“Hahaha baiklah.. kau tunggu disini, eoh?”

Ne..”

Sehun segera berlari menjauh dari Jiyoung dan segera bermain waterski, watersport kesukaanya. Jiyoung hanya memperhatikan Sehun yang asik sendiri itu. Setelah selesai, Sehun segera menghampiri Jiyoung.

“Apa itu tidak menyeramkan?” ucap Jiyoung

Aniyoo.. itu mengasyikan. Kau harus mencobanya”

Shirreoo! Kau ingin membunuhku, eoh?”

“Kau ini berlebihan sekali hahaha”

Setelah asik bermain air, Jiyoung dan Sehun segera kembali ke penginapan untuk mandi dan mengganti pakaian mereka.

“Sehunnie.. aku lapar”

Kajja kita cari makan”

“Dimana Minri dan Changmin?”

Molla.. mereka belum pulang sepertinya”

“Haish.. jika mereka hanya pergi berdua saja mengapa mengajak kita”

“Sudahlah kau harus mengerti pasangan yang sedang asik berdua itu” ucap Sehun terkekeh

Arrasseo.. kajja

Sehun dan Jiyoung segera menuju tempat makan dan segera makan, Jiyoung makan dengan lahap, membuat Sehun kebingungan melihat Jiyoung yang makan seperti orang yang sangat kelaparan.

“Kau ini makan rakus sekali” dengus Sehun

“Sudah kubilang aku sangat lapar”

“Kau seperti tidak makan setahun saja”

“Berisik sekali!” dengus Jiyoung

“Kau ingin memakan makananmu tidak? Jika tidak akan kumakan” Jiyoung sigap mengambil makanan milik Sehun

Yaa! Kau ini! Ini milikku!”

“Haish.. kau makan sangat lamban”

“Kau ini aneh sekali” dengus Sehun

“Aahh.. kenyangnya” ucap Jiyoung mengelus-elus perutnya

“Jelas saja kau makan seperti raksasa”

“Haa…. sayang sekali besok kita sudah pulang, padahal aku masih ingin disini”

“Hm kau benar”

DRRT.. DRRT.. DRRT..

Suara ponsel berbunyi, Jiyoung segera melihat ponselnya, ternyata itu adalah suara dari ponselnya, ia terkejut ketika melihat nama siapa yang tercantum pada layar ponselnya

Yaa! Kenapa kau tidak mengangkat ponselmu, berisik sekali” dengus sehun

“Se-sehunnie..”

Wae?”

“Kyungsoo oppa menghubungiku..”

Mwo?!” Sehun segera mengambil ponsel jiyoung dan melihatnya, Jiyoung benar, nama Kyungsoo tertera di layar ponsel Jiyoung

Eottokkeh..” ucap Jiyoung

“Jangan diangkat”

Mwo?! Wae?”

“Jika setelah ini dia menghubungimu lagi, berarti ada hal penting yang ingin ia bicarakan padamu”

“Lalu jika tidak?”

“Mungkin ia hanya ingin berbasa-basi”

“Ah.. begitu ya?” ucap Jiyoung memandangi layar ponselnya

“Sehunnie! Ia menghubungi lagi!” seru Jiyoung

Eottokkeh..” sambung jiyoung

“Angkatlah” ujar sehun

“Haruskah?”

“Mungkin ada sesuatu yang penting”

“Baiklah”

Jiyoung menghela nafasnya dan segera mengangkat panggilan masuk dari Kyungsoo

“Ye-yeoboseyo?”

“….”

“Ada apa sunbae?”

“….”

“Be-besok lusa?”

“….”

“Memangnya ada apa?”

“….”

Molla. Tapi akan kuusahakan jika memang itu penting”

“….”

“Ne.. arrasseo”

Jiyoung segera memutuskan panggilan dari Kyungsoo dan menghela nafasnya kasar, ia merebahkan wajahnya pada meja dan melenguh.

Wae?” ucap Sehun

“Kyungsoo oppa…”

Wae?”

“Dia memintaku menemuinya”

“Kapan?”

“Besok lusa.. Eottokkeh? Apa aku harus menemuinya?”

“Untuk apa dia menemuimu?”

Molla.. dia tidak mengatakannya padaku”

“Kalau begitu temuilah dia. Mungkin ada sesuatu yang penting”

Arrasseoo..”

Ada apa? Kenapa Kyungsoo oppa menghubungiku lagi? Dan kenapa dia memintaku menemuinya esok lusa? Apa benar ada sesuatu yang penting. Baru saja aku berusaha untuk melupakannya, sekarang dia datang lagi dan memintaku untuk menemuinya. Eottokkeh.. batin Jiyoung,

 to be continued..

One thought on “Love Like A Fool [Chapter 10]

  1. Haduhh d.o ngpain lg sih ganggu jiyoung lg? Aa greget baca ff ini deh eon, pdhal udh tngah mlm, jd mls tdur gra2 pnsran sama klnjutan crtanya, aku lnjutin ya eon

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s