[SERIES] LOVE EQUATION : HYUK

tumblr_inline_naai52BhOW1r0r3oc

Your birthday comes only once a year
How could I forget?

I’m sorry I couldn’t express my heart for all this time
I guess I was too shy to say I love you

NNNNNLEOKENRAVIHONGBINHYUK

LENGHT : 1400++ words ((ficlet))

hildaajung’s storyline

^^^^^

THE STORY IS MINE!! SPECIAL FOR VIXX COMEBACK 2015. KEEP SUPPORT OUR DORKY BOYS

                   Entah apa yang membuat Sanghyuk terlalu sibuk, pagi ini ia sudah mengelilingi pasar untuk mencari sesuatu. Ia hanya berjalan dan mencari sendiri tanpa siapapun. Sanghyuk seperti sedang mempersiapkan banyak hal namun tidak ada yang mengetahui hal ini. Saat dalam perjalanan pulang handphone nya berdering sekali, namun Sanghyuk mengabaikan. Handphone itu berdering lagi, Sanghyuk melihat layar dan terpampang jelas dilayar handphone tersebut menunjukkan nama kekasihnya “Eunha” namun sama sanghyuk masih mengabaikan deringan itu, setelah melihat siapa yang menelepon Sanghyuk melemparkan handphone nya ke kursi disamping yang kebetulan kosong. Sanghyuk melaju dengan cepat menuju rumahnya.

Sesampai dirumah, setelah menurunkan semua barang yang ia beli dari pasar Sanghyuk duduk dikursi ruang tengah sambil menggenggam handphonenya. Dahi sanghyuk tiba – tiba menkerut dan kedua matanya terbuka sempurna. Ia membaca ulang pemberitahuan yang ada dilayar handphonenya.

12 missed call. 10messages from Eunha

Sanghyuk membuka satu persatu pesan tersebut.

To Sanghyuk :

Angkat teleponku.

Sanghyuk-ssi, kau dimana??

Angkat.

YAA!!! Apa yang kau lakukan!

Kau dimana?

Sanghyuk????

YAA!!!

Ada yang ingin aku bicarakan.

Kau tidak menjemputku??

Kau sibuk??

Sanghyuk hanya tersenyum melihat pesan yang dikirmkan Eunha padanya, ia sama sekali tidak berniat untuk membalas tapi kali ini ia akan menelepon seseorang yang sudah mencarinya dari tadi. Sanghyuk menyentuh layar handphone nya dan mencari nama Eunha di kontak. Belum sempat Sanghyuk menekan tombol hijau tiba – tiba handphone-nya berdering lagi, telepon ini dari Eunha dengan cepat Sanghyuk mengangkatnya.

“Hall—-“ Belum sempat Sanghyuk menyapa suara nyaring dari sebrang telepon terdengar.

Sanghyuk-ssi??? Itu kau?? Darimana saja. Kau mengabaikan panggilan dariku, dan kau mengabaikan pesan dariku. Apa kesibukanmu hari ini??” tanya Eunha berturut.

“Ya! Eunha.. Kau meyakiti telingaku.” Kata Sanghyuk tanpa menjawab apapun.

“Kau sibuk??” Tanya Eunha pelan sekarang.

“Iya, aku sibuk. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan.” Jawab Sanghyuk dengan santainya. Aku sedang mengerjakan rencanaku untuk ulangtahun mu. Eunha. Kata Sanghyuk dalam hatinya sambil tersenyum melihat poto dirinya dan Eunha di meja ruang tengah ini.

“Kalau begitu baiklah. Aku tutup teleponnya.” Balas Eunha pasrah. Sanghyuk hanya mengangguk pelan ditempatnya, ia sangat mengerti eunha. Gadis ini bukanlah tipe pemarah apalagi pemaksa. Jika sanghyuk memberi alasan sibuk atau ada kegiatan lain yang dilakukannya Eunha hanya bisa menerima dan menunggu Sanghyuk menyelesaikan pekerjaannya. Sikap Eunha seperti ini membuat Sanghyuk makin mencintai gadis yang sudah 4 tahun dikenalnya ini dan sudah 2 tahun menjadi resmi menjadi kekasihnya. Biarpun dengan sikap seperti itu Sanghyuk percaya bahwa Eunha hanya memiliki dirinya dan tak akan meninggalkan dirinya.

Setelah sambungan telepon itu benar – benar terputus Sanghyuk meninggalkan handphone-nya dikursi dan beranjak menuju barang – barang yang ada dikamarnya. Sekarang ia hanya memikirkan bagaimana ia harus menyelesaikan dan menata ruangan ini menjadi indah dengan barang banyak seperti ini. Sanghyuk sama sekali tidak meminta bantuan siapapun. Tanpa berpikir panjang Sanghyuk bergegas menuju barang – barang tersebut, ia terlihat bersemangat mengatur semuanya. Tempelan didinding yang ia gunting sendiri, balon yang ia tiup sendiri dan disusun dengan rapi disetiap sudut ruangan. Ia juga mengganti bantal kursi dengan warna biru dan menyusunnya rapi. Saat Sanghyuk fokus pada pekerjaannya suara bel rumahnya berbunyi, menandakan ada seseorang yang datang. Sanghyuk menghentikan pekerjaannya dan keluar menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang.

“Orderan kue.” Kata seseorang dibalik pintu. Sanghyuk langsung menggenggam gagang pintu dan membuka pintu tersebut. Seorang pelayan kue tersenyum padanya sambil mengarahkan kotak yang lumayan besar, Sanghyuk hanya menerima dan menutup pintu itu kembali. Sanghyuk menuju dapur dan meletakkan kotak tersebut ke meja makan, ia hanya membiarkan kue itu terletak disana tanpa melihat bagaimana bentuknya. Sanghyuk meninggalkan dapur dan masuk kedalam kamarnya untuk melanjutkan kegiatannya tadi yang terputus.

^^^^^

Jam sudah menunjukkan pukul 05:55 sore. Sanghyuk berhenti dari aktivitasnya dan terduduk dilantai kamarnya. Ia melihat sekeliling kamar yang sudah berubah, warna biru langit mendominasi ruangan ini. Disetiap sudut terdapat balon warna biru langit pula. Hanya satu warna. Didinding tertempel nama lengkap Eunha dan umurnya yang sekarang. Sanghyuk tersenyum melihat hasil kerjanya yang ternyata tidak buruk dan tidak memalukan. Sanghyuk beranjak dan memilih untuk membersihkan tubuhnya karena malam ini akan ada acara spesial.

Setelah mandi Sanghyuk duduk diruangan tengahnya seperti biasa. Ia baru mengingat kembali handphone-nya yang sudah sejak tadi ia tinggalkan. Ia memeriksa handphone tersebut dan tak ada satupun pemberitahuan dari Eunha hanya pemberitahuan dari temen – temannya melalui twitter. Sanghyuk hanya tersenyum. Ia kali ini benar ingin menghubungi Eunha.

“Hallo..” Sapa Sanghyuk.

“Hai…” Jawab Eunha singkat.

“Apakah kau sudah makan?” Tanya Sanghyuk.

“Sudah.” Jawab Eunha.

“Percakapan seperti apa ini. Apa kita baru sehari pacaran.” Batin Eunha

“Apakah malam ini kau ada kegiatan Eunha-ssi??” Tanya Sanghyuk lagi, ditempat duduknya Sanghyuk hanya bisa menahan ketawanya.

“Tidak ada. Kenapa?” Jawab Eunha dengan ekspresi wajah kesalnya, ia hanya menahan amarahnya. Andai saja Sanghyuk berada didepannya sekarang mungkin Sanghyuk sudah ia pukuli.

“Kau tak ingat ulangtahunku. Sesibuk itukah?” Pertanyaan Eunha yang tidak diungkapkannya.

“Kalau begitu bersiaplah, aku akan menjemputmu. Temani aku makan malam.” Kata Sanghyuk lagi memulai rencananya. “Cepat Eunha, aku sudah dijalan menuju rumahmu.” Sambung Sanghyuk lagi. Eunha hanya bisa geram dan menggigit bibir bawahnya.

“Lakukan sesuka hatimu!” lagi – lagi Eunha hanya berbicara didalam hatinya. Eunha mengikuti perintah Sanghyuk untuk bersiap – siap. Setelah mereka mengakhiri teleponnya Eunha menuju lemari untuk memilih pakaian yang harus digunakannya malam ini. Sedangkan Sanghyuk baru bersiap menuju mobilnya, ia barusan berbohong dengan mengatakan dia sudah dalam perjalanan.

^^^^^

Setelah menjemput Eunha dirumahnya, Sanghyuk kembali memutar mobilnya kearah rumahnya. Suasana mobil yang begitu hening. Hanya suara radio yang terdengar didalam mobil tersebut, sesekali Sanghyuk melirik kearah Eunha yang daritadi memasang muka kesalnya. Terlihat amarah yang dipendam oleh Eunha dari raut wajanya malam ini, Sanghyuk mengetahuinya tapi ia enggan untuk meminta maaf terlebih dahulu. Seketika Eunha sadar ini adalah jalan rumah Sanghyuk, baru ia berani mengeluarkan suaranya.

“Kita mau kemana?” Tanya Eunha sambil menatap kearaha Sanghyuk.

“Ada sesuatu yang tinggal. Aku harus mengambilnya.” Jawab Sanghyuk santai, mereka sudah sampai digerbang kompleks rumah Sanghyuk. Sanghyuk memarkirkan mobilnya tepat didepan rumahnya dan ia menyuruh Eunha untuk menunggu didalam mobil.

Sanghyuk masuk kedalam rumahnya langsung menuju dapur, ia mengeluarkan kue dalam kotak tersebut dan memasangkan lilin diatasnya. Ia membawa kue tersebut kedalam kamarnya dan meletakkan disalah satu meja kosong di tengah – tengah ruangan. Ia menyalakan api lilinnya dan memotret beberapa kali kue tersebut. Sanghyuk hanya mengerjakannya dengan santai, dia tak terlalu memikirkan Eunha yang sedang menunggunya didalam mobil. Setelah semuanya selesai, Sanghyuk menuju pintu keluar dan menatap Eunha yang sedang menatapnya juga dari dalam mobil, Sanghyuk melambaikan tangannya untuk menyuruh Eunha turun dan datang kepadanya. Ekspresi muka kesal itu membuat Sanghyuk tersenyum kemabali.

Lambaian tangan Sanghyuk tidak sia – sia karena Eunha memang turun dan menuju kearahnya.

“Jangan pasang ekspresi seperti itu. Jangan marah. Aku menyiapkan sesuatu untukmu.” Kata Sanghyuk ketika Eunha sudah berada dihadapannya. Sanghyuk membuka kode bahwa malam ini ia sudah menyiapkan sesuatu untuk Eunha. Keduanya masuk kedalam rumah milik Sanghyuk, seketika Eunha ingin menjauh dari lelaki yang dari tadi membuatnya kesal Sanghyuk menahan tangannya.

“Tutup matamu sekarang.” Kata Sanghyuk dengan senyuman khasnya.

“Kau tak usah memberiku kejutan, aku sedang unmood malam ini.” Balas Eunha. Sanghyuk hanya tersenyum dan ia berdiri dibelakang Eunha dan menutup mata gadis itu dengan kedua tangannya.

“Jalanlah lurus.” Sambung Sanghyuk sambil menahan ketawa dibelakang kepala Eunha. Saat ini mereka benar – benar sudah berada dalam ruangan yang sudah Sanghyuk sulap menjadi ruangan spesial. Sanghyuk melepas pelan tangannya dari mata Eunha dan membiarkan gadis itu melihat ruangan yang didominasi warna biru ini.

“Happy Birthday, Eunha. Happy Birthday, Eunha. Hapy Birthday.” Sanghyuk bernanyi sambil menepuk kedua tangannya dari tempat ia berdiri. Sanghyuk tersenyum.

“Ini kesibukanmu?” Tanya Eunha sambil membalikkan badannya kearah Sanghyuk, sudah terlihat Eunha akan menangis, matanya mulai berair namun ia masih tetap tersenyum.

“Jangan menangis, bodoh. Hari ini ulangtahunmu.” Jawab Sanghyuk pelan sambil mendekat kearah Eunha. Sanghyuk memeluk Eunha dan mengusap rambut panjang milik Eunha. “Kau belum berterimakasih padaku.” Sambung Sanghyuk, kalimat itu benar – benar membuat Eunha menangis dan memisahkan diri dari Sanghyuk.

“Tiuplah lilinnya dan buat permintaan dihari ulangtahunmu.” Kata Sanghyuk yang sudah berada didepan kue ulangtahun. Eunha menuju meja yang diatasnya terdapat kue ulangtahun tersebut, ia tersenyum pada Sanghyuk dengan airmata yang masih menempel dipipinya. Ia menutup kedua matanya dan meniup lilin itu secara perlahan. Ketika lilin itu mati Sanghyuk menepuk tangannya lagi dengan kuat.

“Aku sama sekali tidak berpikir kau mempersiapkan kejutan ini.” Kata Eunha membuka pembicaraannya. Seketika Sanghyuk melihat kearah Eunha yang sedang memotong kue dihadapannya. Sanghyuk hanya tersenyum kembali, jika dihitung tak akan ada angka yang menunjukkan berapa kali Sanghyuk tersenyum hari ini. Eunha meletakkan potongan kue dipiring dan berjalan menuju Sanghyuk, ia mengarahkan sendok yang berisi kue kearah mulut Sanghyuk sambil tersenyum.

^^^^^

Tidak beberapa lama beberapa teman dari keduanya datang mengunjungi rumah Sanghyuk, memang sianganya Sanghyuk sudah mengundang temannya dan teman dekat Eunha untuk merayakan ulangtahun ini bersama – sama. Mereka sekarang berkumpul dalam ruangan itu dan bernanyi, bersenang – senang serta mengabadikan moment malam ini dengan berpoto – poto. Ketika sedang asik dengan aktivitas masing – masing Sanghyuk melirik kearah Eunha yang memang daritadi sudah memperhatikan dirinya. Sanghyuk berbicara pelan kepada Eunha, terlihat sangat jelas dari bibir Sanghyuk apa yang ia katakan. Eunha mengerti dan hanya mengangguk, keduanya tersenyum bersama dan melanjutkan pesta malam ini.

FIN–

Author’s note : Alhamdulillah sudah menyelesaikan fanfiction series Love Equation VIXX.

Asli awalnya ini dibuat bertujuan untuk memeriahkan comeback vixx 2015 dengan target bakalan selesai ketika mereka memenangkan acara musik pertama, tapi target hanyalah target karena mereka sudah 8x menang series ini juga belum selesai. target diubah menjadi ketika mereka Goodbye stage :’) tapi target hanyalah sekedar target lagi, kenyataannya mereka Goodbye stage gak juga kelar /gatau deh apa masalahnya gakelar/

tapi alhamdulillah series ini kelar di hari ini tanggal 25/03/2015. D-3 nya VIXX Live Fantasia Utopia \=D/

mau dibuat review gaksi? ya dibuat ajha ya, bagi yang mau baca ajasi review kecil – kecilan. oke.

Judul Love Equation yang kalau diartikan ke bahasa menjadi “Persamaan Cinta” series ini samasekali ga memiliki hubungan antara satu dengan yang lain, gak berhubungan juga dengan arti lagu secara aslinya. series ini asli terbentuk cuma gegara mood hildaajung yang lagi baik. jadi arti lagu dan para member gak ada kaitan ceritanya sama sekali, hanya saja sedikit mengarah kejudul, ya Persamaan Cinta. tau dong what is Cinta?? mari kita bongkar per-membernya :

NNNNN : NNNNN disini karakternya sangat mencintai Sojin, sesibuk apapun Sojin dengan usaha dan pekerjaan barunya NNNNN tetap memaklumi dan mengerti. NNNNN tidak pernah marah ataupun kesal karena sikap Sojin yang sering mengabaikan dirinya, sampai akhirnya NNNNN membuktikan kalau dia akan selalu berada didekat Sojin kapanpun Sojin butuhkan :’) sweet ya mama-Cha ini hahaha

KEN : Ken disini karakternya menjadi seorang idola, ia terkadang memang lelah menjadi idola karena waktunya yang selalu hilang begitu saja. ia juga tidak senang menjadi idola karena ia harus merelakan waktu yang seharusnya ia gunakan bersama Dohee hilang begitu saja karena kegiatan artisnya, tapi Ken juga ga se-egois itu untuk meninggalkan dunia yang selama ini ia idamkan, ia ngomong baik – baik kepada Dohee tentang dunianya sekarang dan alhamdulillah/? Dohee bisa mengerti :’) dewasa ya cute main vocal ini hahaha

RAVI : Ravi disini karakternya sedih banget yaiyalah gimana gak sedih coba, dia berusaha untuk melanjutkan hubungannya dengan Seolhyun dan menentang keras ayahnya karena ia mencintai Seolhyun tapi ternyata Seolhyun itu adalah adiknya sendiri, anak dari ayahnya bersama wanita lain. sama ayah beda ibu mereka disini. Seolhyun dan ayahnya mengetahui hal tersebut tapi Ravi engga. Ayahnya mengatur banyak cara untuk mereka berpisah, Seolhyun juga udah mengatakan kepada Ravi untuk menyerah tetapi Ravi-nya terlalu kuat dan terlalu polos karena cinta :’) Stay strong Lava-ya hahaha

LEO : Leo disini karakternya pendiam sama kayak aslinya, karena pendiamnya semua apa yang ia rasakan dipendamnya. disini ceritanya Leo memiliki rasa lebih dar sekedar saudara kepada Lyn, sedangkan Lyn mencintai lelaki lain yang terlalu cuek dengan dia. sampai akhirnya Lyn nangis gegara perasaan yang ia pendam sama lelaki cuek itu terdengar oleh Leo. niatnya sih ingin mencari tahu apa yang sedang terjadi pada Lyn eh ternyata Leo-nya baper sendiri membaca notebook milik Lyn. ya penasaran ya kenapa baper? baca dulu coba hahaha

HONGBIN : Hongbin disini karakternya romantis habis, ini jalan ceritnya fluff. disini Hongbin masih belum percaya kalau calon istrinya adalah seorang Jiyeon/? sampai akhirnya mereka vitting baju pengantin dan photoshoot bersama pun Hongbin belum percaya kalau ia akan menikahi wanita yang selama ini membuatnya tersenyum. di series Hongbin sama sekali gapunya konflik apapun. ah pokoknya Hongbin romantis banget :’)

HYUK :Hyuk disini karakternya badboy/? badboy dalam arti apa? iya badboy evil gajelas gitu bisanya cuma bikin kesal pasangan saja. disini karakter Hyuk sedikit cerewet dan pemberani. seperti kita ketahui aslinya Hyuk itu Manly banget kan ya jadi dalam series ini begitu juga, tak ada kesan imutnya sama sekali biarpun dia seorang maknae, yang ada mah sifat sifat ngeselin minta ditonjok/? Hyuk berhasil membuat kejutan untuk ulangtahun Eunha, ia menghias dan mempersiapkannya sendiri ya sifat ngeselinnya disini disengaja biar Eunha gak merasa Hyuk menyiapkan sesuatu. Hyuk bisa ajade ah :’) HAHAHA

sekian review-nya. semoga mengerti ya dimana letak “Persamaan Cinta” dari masing – masing cerita ^^

2 thoughts on “[SERIES] LOVE EQUATION : HYUK

  1. Aiih, Hyuk romantisnyaaa :3
    Akhirnyaaa selesai juga series-nya, selamat kaak 😀 aku suka deh karakter Hyuk disini, cuek tapi perhatian. Aaaaak~ Hyuk oppa saranghaaeeee ❤
    hihihi, nice fic kak! Keep writing ^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s