[FICLET] Too much

image

Tochterqua present
Starring by Baekhyun and you

“Min yu-ssi”

Direrumputan yang luas,mereka–Min yu dan Baekhyun sedang tidur diatas rumput itu dibawah sinar matahari yang terik.Tidak peduli nantinya kulit mereka akan menjadi gelap.

Mereka hanya menikmatinya.

“Iya?”

Perempuan cantik blasteran cina-korea ini,menikmati suara kicauan burung yang sedari tadi melewati langit yang mereka lihat.

“Aku sangat menyukaimu,Min yu. Bahkan ini tidak bisa dipungkiri lagi,karena ini terlalu banyak.”

Min yu mendudukkan tubuhnya,menunduk melihat Baekhyun yang masih terlentang diatas rumput. Hembusan angin menyebabkan rambut panjang Min yu berterbangan menutupi setengah dari wajah cantiknya.

Min yu tersenyum. Yang membuat Baekhyun merasakan detak jantungnya yang semakin berdetak tak karuan.

“Baekhyun-ah bangun!”

Baekhyun kembali ke dunia nyata.


Baekhyun duduk diujung dekat jendela bus,melihat jalanan yang penuh dengan kendaraan-kendaraan yang sibuk dipagi hari. Baekhyun mengendus dan menyandarkan kepalanya dijendela.

Siapa yang tidak kesal,ketika seseorang membangunkan ketika sedang mimpi indah,apalagi ketika mimpi itu akan sampai kepuncak cerita.

Baekhyun merasakannya. Ketika ibunya membangunkannya padahal sebentar lagi iya akan mendengar jawaban dari orang yang ia cintai.

Walau hanya didalam mimpi.

Iya,ia tau itu hanya mimpi. Tapi,hanya didalam mimpi itulah ia bisa bicara dengan Min yu dengan leluasa,melihat Min yu tersenyum kepadanya,bahkan ia bisa menyatakan perasaannya tanpa ada rasa malu sedikitpun.

Bus berhenti dihalte dekat sekolah Baekhyun. Iapun turun dari bus dan berjalan pelan ke arah sekolah. Sambil memasukkan tangannya kesaku celana ia berjalan sambil menunduk.

“Baek!”

Baekhyun menoleh kebelakang,melihat Chanyeol yang sedang melambaikan tangan kearahnya. Lalu menghampirinya.

“Bisakah kau tersenyum untuk pagi ini saja? Wajahmu sangat asam kalau seperti itu”

Baekhyun menatapnya dengan datar.

“Bagaimana kau bisa menarik perhatian Min yu kalau tersenyum saja kau tidak mau”

Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata yang berbinar.

“Y… Ya! Kenapa wajahmu seperti itu?” Chanyeol menjauhkan kepalanya dari hadapan Baekhyun.

“Thanks bro” lalu Baekhyun menjauh dari pandangan Chanyeol.


Setelah mencari kemana-mana akhirnya Baekhyun mendapatkan Min yu diruang klub musik. Min yu seperti sedang memikirkan sesuatu sambil menekan tuts-tuts piano.

Seperti ada yang sedang berdiri dipintu, Min yu mengalihkan pandangan dari piano ke arah pintu.

Baekhyun sempat terkejut karena Min yu melihatnya. Tapi setelahnya Baekhyun tersenyum semanis mungkin baginya untuk Min yu,membuat Min yu yang melihatnya dengan wajah yang kebingungan.

“Kamu! Kenapa masih berkeliaran waktu jam pelajaran. Kau mau bolos ya? Sini kau!”

Sekitar dari 100 meter dari Baekhyun, seorang guru sedang marah-marah sambil menyuruh Baekhyun ketempatnya membuat Baekhyun berdecak kesal lalu melarikan diri.

Rencananya gagal.

Chanyeol melihat Baekhyun dengan pandangan bingung,pasalnya sedari tadi Baekhyun hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya,lalu mengacak-ngacak rambutnya berulang kali seperti orang frustasi.Membuat Chanyeol tidak selera memakan makanannya lagi.

“Ya! Kau kenapa lagi?”

Baekhyun melihat Chanyeol dengan wajah cemberut. Chanyeol menghembus nafasnya kasar.

“Apa kau mau mendengar saran dariku?”

Baekhyun menunduk,lalu mengangguk pelan.

“Kalau kau memang pria sejati,kau seharusnya menyatakan perasaanmu padanya. Bukan malah menunggu seperti ini. Baek,dari kamus lelaki tidak ada yang namanya lelaki menunggu perempuan. Dan kau mau jika dia sudah ada yang punya? Sampai kapan kau menunggu? Sampai aku bisa berpacaran dengan Dara 2ne1?”

Baekhyun bergidik ngeri. Chanyeol menepuk bahu Baekhyun.

Think again baek”


Suara deru ombak memecahkan keheningan dipantai yang dihuni dua manusia itu.

“Sunset disini sangat indah ya baek”

Baekhyun tersenyum mendengarnya. Ia sangat senang hari ini. Ia bisa melihat wajah sempurna Min yu dengan jarak dekat.

“Iya,indah. Tapi ia tidak bisa mengalahkan keindahanmu”

Min yu melihat sunset sambil tersenyum. Ketika mendengar perkataan Baekhyun,ia langsung mengalihkan pandangan ke Baekhyun dengan wajah yang sulit diartikan. Lalu tertawa malu,menampakkan semburat merah yang tidak terlalu tampak karena sinar matahari senja.

“Kalau seperti ini, kita seperti sepasang kekasih ya”

Min yu berhenti tertawa seketika.

Baekhyun terbangun dari mimpi indahnya karena suara deringan dari handphonenya.

Oh shit!” Kesal Baekhyun,lalu mengangkat telepon dengan gerakan kasar.

“Ada apa?” Tanya Baekhyun untuk diseberang telepon.
Baekhyun-ah
Dengan mendengar suaranya Baekhyun tau bahwa yang meneleponnya ini Chanyeol. Dengan mata yang masih tertutup Baekhyun membalas dengan gumaman.
Besok aku ingin menyatakan perasaanku kepada Ahra,menurutmu aku memberikannya bunga atau sebuah lagu?”
Sebelumnya boleh aku bertanya sesuatu?”
Tentu saja”
“Apa kau meneleponku ditengah malam ini hanya untuk mendengar jawaban dari pertanyaan yang sangat tidak penting itu?”
Iya… hey itu penting bagiku”
“Oke,aku tutup teleponnya”

Lalu Baekhyun melempar handphonenya kearah kasur dengan sembarangan. Ya, Baekhyun sangat kesal sekarang. Kenapa harus diwaktu yang tidak tepat dia terbangun? Dia mengacak rambutnya frustasi.

Ini tidak adil.

Baekhyun membatin. Lalu menutup muka dengan kedua lututnya. Tanpa ia sadar setetes air jatuh dari matanya.

Jika kalian belum tau kisah Baekhyun sebenarnya, kalian pasti mengatakan bahwa Baekhyun adalah pria yang cengeng. Ya,kalian bisa mengatakannya seperti itu. Sesudah kalian mendengar betapa mirisnya kisah percintaan yang Baekhyun rasakan.

flashback
Di sebuah sekolah dasar,seorang anak lelaki sedang duduk sendirian dipohon sambil tersenyum melihat seorang gadis yang sedang bermain-main dengan semangat. Seorang gadis yang berambut hitam pekat,bermata indah,dan senyum yang manis yang membuat lelaki kecil itu menyukainya sejak pertama kali melihatnya. Bahkan semenjak pertama kali bertemu sampai sekarang Baekhyun kecil ini tetap tidak berani berbicara ataupun hanya menyapa gadis cantik itu.

Waktu sudah berlalu. Baekhyun sudah menjadi remaja,ia sudah memasuki sekolah menengah pertama. Ia sudah menjadi lebih jenius,tampan,dan disukai banyak guru dan murid. Tapi,hanya gara-gara satu masalah. Ia menjadi lemah.

Cinta

Ya,hanya satu kata itu yang membuat si jenius menjadi lemah. Membuat seorang Baekhyun tidak tau menyelesaikan masalahnya. Hanya karena gadis yang ramah dan baik hati itu,ia bisa kehilangan kata-kata,jantungnya seperti hilang,dan pikirannya kosong seketika.

Hanya karena Shin Min Yu.

Sahabat Baekhyun sudah membujuknya untuk menyuruh berbicara dengan Min yu. Tapi ia menolaknya. Ia benar-benar pengecut. Bahkan sudah 2 tahun Baekhyun mengenalnya,tapi ia benar-benar tidak pernah mau mencoba untuk berkenalan atau berbicara. Sahabatnya baru kali ini melihat pria sepengecut ini.

Bahkan,ketika hari kelulusan sekolah menengah pertamapun mereka belum pernah berbicara,bahkan bertatapan mukapun belum. Baekhyun hanya berdoa semoga mereka bisa satu sekolah di senior high school.

Dan Tuhan masih mempercayai kesetiaan Baekhyun.


Keringat bertetes diwajah tampan Baekhyun, hela-helaan napas tanda lelah datang dari bibirnya. Kakinya berlari sekencang yang ia bisa dan perlahan berhenti didepan gerbang high school yang sudah tertutup, Baekhyun menopang tangannya kelutut lalu beristirahat sejenak.

Dia terlambat karena tadi malam,semenjak bangun dari mimpi ia tidak bisa tidur lagi. Karena terlalu banyak memikirkan tentang Min yu.

Min yu. Min yu. Min yu.

Hanya itu yang Baekhyun pikirkan tadi malam,hingga bangun telat paginya.

Setelah sudah bisa mengatur nafasnya dengan normal,ia menyadari bukan hanya dia yang ada disitu. Ia melihat seorang gadis melihat gerbang sekolah dengan cemas,dari tadi ia menggigit bibir bawahnya tanda takut. Lalu sedikit menjinjitkan kakinya agar melihat keadaan dalam sekolah.

Dengan keadaan takut seperti itu saja Baekhyun merasa terpesona. Seorang gadis cantik yang selama 5 tahun ini Baekhyun sukai ups ralat yang ia cintai. Yang membuat Baekhyun merasa seperti orang gila karena terlalu banyak menyukai seseorang seperti ini.

Dari tadi Baekhyun tidak bisa melepas tatapannya dari gadis yang ada disampingnya ini. Ia ingin melihatnya sampai ia bisa bosan,dia juga tidak tau kapan itu benar-benar terjadi.

Karena merasa ada yang melihatnya, Min yu memandang kearah Baekhyun lalu menatapnya dengan wajah cemas.

Baekhyun-ssi bagaimana kita bisa masuk? Apa kau pernah terlambat sebelumnya? Aku benar-benar takut”

Dan Baekhyun benar-benar tidak bisa bergerak lagi setelahnya.

——————————–fin

Ada yang tau gak aku buat apa? Serius deh,kenapa cerita yang aku buat aneh-aneh ya? Fufufu~
Jangan komplin pls. Sedih liat ni cerita,kenapa absurd bgt:” Daripada terbengkalai mendingan dipublish aja,yaa walaupun gak ada yang baca wkwk. Kalau udh bca komennya jangan lupa tu yaa.
Cupcup:*

http://tochterqua.wordpress.com

One thought on “[FICLET] Too much

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s