My Future & Generation [Chapter 12]

main1

Nealra present My Future & Generation

Ryu Hwayoung, Park Jiyeon, Krystal Jung, Bae Suzy, Sulli Choi

and

EXO(Xi Luhan dan Oh Sehun), Teen Top(L.Joe, CAP), SISTAR(Kang Soyu), Infinite(Kim Sungkyu dan Lee Sungyeol), SHINee(Lee Taemin), SNSD(Im Yoona), T-ARA(Qri Lee), BEAST(Dongwoon), Girl’s Day(Kim Yura), F(X)(Luna Park), After School(No Eyoung), Choi Jinhyuk

Special Bang Sunwoo(B1A4 Baro), Lee Narun(A Pink Naeun), Oh Minwoo(Boyfriend Minwoo)

Romance,Friendship,Family,Angst,AU//Chaptered

Previous Chapter 1 |2 |3 |4 |5 |6 |7 |8 |9| 10 |11

Also read Daddy & Baby(Boys Version)

Who knows the future?

Ayhu Park

~My f&d~

1 Month Later…

Jiyeon kembali tinggal di villa. Joe yang dalam proses pengobatan terhadap kakinya selalu menemani Jiyeon di villa. Tapi sekarang, dia sudah sembuh total dan akan memulai pekerjaannya seperti dulu lagi. Walau begitu, dia berjanji akan meluangkan waktu untuk melihat Jiyeon. Tapi, Jiyeon sendiri tidak yakin akan hal itu. Dia beranggapan kalau Joe akan begitu sibuk dengan lemburnya.

Krystal berhenti dari pekerjaannya mengingat kandungannya yang sudah menginjak 8 bulan. Sehun menyempatkan diri untuk menemani Krystal di tengah hari-harinya menjadi mahasiswa baru.

Suzy sendiri juga sudah berhenti bekerja karena pekerjaan kantin begitu berat sedang usia kandungannya sudah lebih dari 7 bulan. Ia juga takut terjadi sesuatu yang buruk pada bayi kembarnya yang masih rawan. Untungnya ada Luhan yang selalu menemani Suzy. Teman-teman yang lain juga tidak terlalu mempermasalahkan hubungannya dengan Luhan mengingat Krystal baik-baik saja.

Hanya Sulli lah yang bertahan pada pekerjaannya. Dia merasa pekerjaannya ini tidak berat. Jadi, dia tidak ingin berhenti bekerja. Kisahnya sama Taemin tidak berjalan mulus. Setelah begitu lama tidak bertemu dengan Taemin, mereka bertemu lagi di rumah sakit. Lalu setelahnya, mereka kembali tidak bertemu hingga sekarang.

Hwayoung dan CAP sama tidak jelasnya seperti Taemin dan Sulli. Semenjak kejadian di rumah sakit, Hwayoung tak ingin menghubungi CAP lagi. CAP sendiri juga tidak pernah menghubungi Hwayoung. Alhasil, tak ada kejelasan diantara mereka.

~My f&d~

            Sungkyu berjalan pelan hendak memasuki warnetnya. Sempat diliriknya papan nama warnetnya ‘SKS’ yang berarti ‘SungKyuSoyu’. Sungkyu hanya bisa tertawa kecil.

“Kim Sungkyu!” Sungkyu berbalik.

“Choi Jihyuk, lama tidak bertemu~”

Sungkyu dan namja bernama Choi Jihyuk itu mengobrol sesaat lalu namja itu pamit pergi.

Sungkyu memasuki warnetnya. Dilihatnya Sulli sedang melamun “Choi Sulli!” gumam Sungkyu sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Sulli. Sulli mengerjapkan matanya seolah baru sadar dari dunia yang begitu jauh.

“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Sungkyu lalu mengambil tempat di samping Sulli. Sulli menggeleng sebagai jawaban.

“Bukan hanya kali ini kau melamun tapi sudah hampir sebulan. Sebenarnya apa yang terjadi, katakan saja! Daripada kau simpan, dan hanya akan jadi boomerang”

Sulli kembali menggeleng “Benar-benar tidak ada apa-apa”

Pintu warnet terbuka menampakkan Soyu dengan wajah yang berseri-seri “Aku kembali” teriaknya lalu berlari kepelukan Sungkyu.

“Bagaimana? Apa kau merindukanku selama ini? Apa kau sudah kapok dan tidak akan begitu lagi?” tanya Soyu semangat. Sungkyu mengangguk “Benar. Semuanya benar”.

Mereka berdua lalu keluar dari warnet. Menyisakan keheranan bagi Sulli “Kalau mereka sudah baikan. Bagaimana dengan yeoja itu. Selingkuhannya Sungkyu. Apa dia akan tetap berselingkuh walau dia sudah baikan dengan Soyu?” Sulli mengendikkan bahu untuk dirinya sendiri

~My f&d~

            Luhan merasa sangat gelisah sedari tadi mendengar ocehan para gadis tentang Suzy.

“Suzy-suzy itu sudah tidak bekerja lagi kan?”

“Iya. Dia cuti hamil. Dasar pelacur”

“Sudah pasti dia pelacur. Mana bisa semuda itu sudah hamil besar. Dasar penggoda”

Ingin rasanya Luhan melabrak gadis-gadis itu, tapi yeoja harus berhadapan dengan yeoja, namja harus berhadapan dengan namja. Kantin juga sangat ramai, tidak mungkin dia tiba-tiba membuat keributan.

“Kita pergi saja kalau kau memang tidak kuat!” Taemin berdiri dari tempat duduknya. Tapi, Luhan tak bergerak sedikitpun. Membuat Taemin geram “Baiklah. Biar aku yang melabrak mereka” Sebelum itu, Luhan ikut berdiri dan menahan Taemin. Ia berbalik, tapi….

Yeoja itu, Im Yoona dengan pakaian casualnya tanpa seragam setelah beberapa bulan lalu resmi menjadi mahasiswa “Ocehan kalian itu membuat telingaku sakit. Bisa tidak kalian itu tidak menjadi polusi suara. Mulut kalian pasti sudah sangat kotor. Harus kurobek-robek dulu mungkin supaya bisa didaur ulang….”

“Aku tahu nama kalian. Kau! Kim Yura! Park Luna! Dan No Eyoung! Kalau kalian berbuat macam-macam lagi. Kupastikan mulut kotor itu benar-benar robek” Ancam Yoona, mengakhiri. Ia lalu berbalik pergi disusul Sehun dan Sungyeol di belakangnya.

Ketiga yeoja yang baru saja kena semprot tadi gemetar ketakutan. Mereka berlari cepat meninggalkan kantin diiringi seruan penghinaan dari yang lain.

Taemin dan Luhan kembali duduk. Taemin menatap Luhan dengan tanda tanya “Bukannya mereka sudah lulus, kenapa harus kesini lagi?”

“Biasanya mereka memang harus mengurus beberapa hal lagi di SMA” Jawab Luhan santai. Taemin mengangguk, kemudian melanjutkan “Tapi, aku tidak tahu bagaimana sekolah kita ini tanpa Yoona sunbae. Pasti mulut yeoja-yeoja di sini akan menjadi polusi suara besar-besaran” Luhan mengangguk, diiringi tawa kedua sahabat itu.

~My f&d~

            Soyu dan Sungkyu datang melihat keadaan Jiyeon. Soyu sangat penasaran ingin melihat Naeun. Dan setelah memiliki kesempatan melihat bayi kecil itu, Soyu tak berkedip sedikitpun, tak ada niatan darinya untuk beralih dari tempatnya sekarang.

Sementara Soyu sibuk dengan Naeun, Sungkyu mengajak Jiyeon untuk berbicara di luar. Mereka memulai dengan pembicaraan biasa lalu masuk pada pembicaraan inti “Soyu sudah kembali. Tak ada alasan lagi kita memiliki hubungan tersembunyi ini” kata Sungkyu dengan tatapan lurus menatap pohon rindang yang tumbuh di jalan sebelah.

“Aku juga merasa Joe telah kembali seutuhnya padaku” Angguk Jiyeon. Sungkyu beralih menatap Jiyeon “Seandainya kau tahu, perasaan ini masih begitu besar padamu, tapi bagaimanapun perasaanmu tak akan pernah berubah terhadapku, hanya sebuah simpati” erang Sungkyu dari hati kecilnya.

“Tapi, kau tenang saja, kita masih tetap teman. Tanganku terbuka lebar untuk membantumu” Sahut Sungkyu, membuat seulas senyuman di bibir Jiyeon “Aku tahu kau adalah orang yang baik, Sungkyu”

Mereka berdua tersenyum bahagia menatap mentari yang merah padam kembali ke peraduannya, sama seperti perasaan Sungkyu pada Jiyeon, yang suatu saat akan muncul kembali dengan sendirinya.

~My f&d~

            Luhan mengajak Suzy untuk keluar membeli persiapan bayi Suzy nanti, sambil membicarakan masalah nama anak itu, masalah Taemin dan Sulli, masalah Krystal dan Sehun, dan banyak lagi yang akan berganti topik setiap beberapa menit setelahnya. Dan pembicaraan itu terjadi di foodcourt mall tempat mereka membeli persiapan bayi.

“Luhan, kira-kira nama yang tepat untuk bayi ini apa?” tanya Suzy sambil mengelus perutnya.

“Bagaimana aku bisa menjawabnya kalau dalam dua bulan nanti, kau benar-benar akan berselingkuh dengan dua bayi kecil itu. Kau tidak akan memperdulikanku lagi” ucap Luhan dibuat-buat dengan manjanya, membuat Suzy gemas melihat tingkah kekasih yang sempat mempertaruhkan persahabatannya itu “Ya. Aku akan berselingkuh dengan dua pria ini” angkuh Suzy masih mengelus perutnya.

Luhan tersenyum lalu menggeser sedikit kursinya sehingga bisa lebih dekat dengan Suzy “Benarkah? Benarkah?” tanya Luhan, manja. Suzy hanya bisa cekikikan melihat tingkah namja yang merupakan cinta pertamanya dari enam tahun lalu itu.

Luhan kembali membetulkan posisinya “Tapi, baiklah, aku tetap akan memberikan nama pada bajingan-bajingan kecil yang akan merebut kekasihku ini” Suzy tersenyum “Nama yang bagus apa yah?”

“Bagaimana kalau Hyunwoo dan Hyunsik?” Saran Luhan. Suzy berpikir sebentar “Jangan Hyunsik, itu mirip dengan nama kakak Jiyeon, Hyungsik”

“Kalau begitu, kau berikan nama buat adiknya. Yang lebih tua akan bernama Hyunwoo”

Suzy berpikir keras “Taehyung. Bagaimana?”

“Hyunwoo dan Taehyung? Bagus juga” Luhan mengangguk-ngangguk.

Suzy teringat akan sesuatu dan mengubah isi pembicaraan mereka “Taemin? Pasti terjadi sesuatu diantara Taemin dan Sulli” Luhan mengangguk “Aku juga yakin akan hal itu. Bahkan aku sempat menduga mereka akan jadian, tapi tiba-tiba, Taemin seakan dipaksa menjauhi Sulli oleh keadaan”

“Aku sudah menduga. Kai dan Taemin sangat mirip, pastilah mereka akan sama-sama mencampakkan Sulli. Kasihan Sulli” gumam Suzy, sedikit teringat masa lalu. Luhan tertarik pada nama tak dikenalnya itu “Kai? Siapa dia? Mantan kekasih Sulli, yah?” Suzy mengangguk “Awalnya, aku sama sekali tak pernah berpikir, Kai akan melakukan itu pada Sulli di saat kami semua sedang terpuruk. Tapi, yang paling buruk dari semua itu, karena dia tidak ingin bertanggung jawab, padahal harapanku begitu besar terhadapnya”

“Tidak semua namja dapat dipercaya”

“Padahal, diantara semua pacar-pacar kami, Kai lah yang paling dekat dengan kami, karena dia adalah sepupu Hwayoung. Dan dia bisa dengan mudah mendekati Sulli karena dia sepupu Hwayoung, tapi, karena dia sepupu Hwayoung, dia mengancam balik akan memberitahukan rahasia kehamilan Hwayoung pada keluarganya kalau-kalau Hwayoung tetap memaksa Kai untuk bertanggung jawab. Kai benar-benar tidak bisa dimaafkan” Suzy bercerita dengan menggebu-gebunya. Luhan menepuk-nepuk bahu Suzy “Sudahlah. Toh semuanya sudah berlalu”

“Kau tahu, ini pertama kalinya aku menceritakan hal ini pada orang lain. Dulu, kami begitu tertekan, bahkan untuk mengingatnya saja sungguh memilukan, tapi kali ini aku sudah lupa rasa sakit itu, aku hanya ingin mencaci maki siapapun yang pantas dihina”

“Kau bilang, kalau Taemin mirip dengan Kai, mantan kekasih Sulli. Lalu, bagaimana denganku? Apa aku mirip mantan kekasihmu yang dulu?”

Air muka Suzy sedikit berbeda mengingat perpisahannya yang begitu menyedihkan dengan Tao “Tidak. Kalian sangat berbeda. Dari segi fisik ataupun sifat sangat berbeda” Suzy memaksakan senyumnya walau cairan bening mendesak meminta keluar dari mata hitam miliknya. Suzy refleks membuang wajahnya. Sama seperti Luhan yang ikut refleks memeluk Suzy.

Suzy berangsur sadar dari kepedihan masa lalunya, dan melanjutkan apa yang masih terpendam di otaknya “CAP memiliki kemiripan dari segi fisik dengan Kris, tapi, sifat mereka cukup bertolak belakang. Berbeda dengan Joe dan Seungho. Mereka begitu mirip, dari segi fisik maupun sifat, walau mereka memiliki pandangan yang berbeda karena mereka hidup di lingkungan yang berbeda. Bahkan sejak awal, kami sedikit sangsi melihat hubungan Joe dan Jiyeon. Kami sudah siap jika Jiyeon akan kembali dengan tangisan karena Joe, tapi untungnya, hal itu tidak terjadi. Jiyeon sendiri tak pernah bercerita bagaimana hubungannya dan Seungho berakhir. Dia hanya berkata pernah aborsi, selebihnya tak dia ceritakan”

“Pasti semuanya berat untuk kalian” Luhan kembali menepuk bahu, Suzy.

“Oh ya, tidak bisa kah kau dan Sehun berbaikan. Aku dan Krystal selalu merasa sulit berada di tengah-tengah kalian” Suzy menatap Luhan, berharap.

“Aku selalu berusaha untuk berbaikan dengannya. Tapi, hatinya sudah berubah menjadi sekeras batu. Dia tidak punya hati nurani lagi”

“Mungkin kau kurang tulus”

“Aku sudah berusaha setulus mungkin” Bantah Luhan, lagi

“Kau tahu, aku sangat berharap kalian bisa berbaikan” Setelah mengucapkan kalimat itu, Suzy menyeruput minuman yang sempat terlupa karena pembicaraan sengit mereka itu.

~My f&d~

            Hari ini hari Sabtu, Taemin pulang sekolah seperti biasa. Qri sudah menunggu di rumah karena dia tidak full-day di klnik hari sabtu ini. Taemin langsung saja masuk ke dalam kamarnya tanpa basa-basi terlebih dahulu.

Sudah beberapa bulan ini, hubungan kakak-beradik itu begitu kaku. Taemin sudah setuju untuk mengikuti kata kakaknya yang berimbas pada kerenggangan hubungan mereka.

Taemin keluar dari kamarnya untuk mengambil air. Dilihat sejenak kakaknya sedang mengganti-ganti channel. Taemin berjalan ke arah kakaknya, berbicara lurus “Kalau noona berniat mengunjungi Jiyeon. Ajak aku juga” Lalu, kembali ke kamar.

Selalu seperti itu hubungan mereka. Tak sehangat yang dulu lagi. Qri benar-benar merasa telah kehilangan sosok adiknya yang selalu mengganggunya dengan canda tawa itu. Taemin sendiri juga tak dapat menemukan sosok kakaknya yang hangat dan pengertian.

~My f&d~

            Hari itu, malam minggu yang selalu dinantikan oleh pasangan. Tapi, Berbeda dengan Sehun yang baru saja kembali dari rumah sakit. Ia memasuki pegadaian yang kosong dengan lemas. Tubuhnya jatuh begitu saja di atas sofa, seakan tubuh itu tak bernyawa.

Perlahan mata yang memiliki aegyosal tanpa double eyelids itu berkaca-kaca, sampai cairan bening mengalir perlahan menyusuri pipi namja bermarga Oh itu.

Sehun mengerang tak pasti. Dia butuh seseorang di sampingnya sekarang juga. Perlahan, Sehun meraih HP-nya lalu menghubungi Krystal. Yang di sebelah langsung mengangkat telepon. Sehun terdiam, walau Krystal sudah berkali-kali berkata “Halo! Halo! Sehun!” Begitu sulit rasanya untuk mengucapkan sepatah kata pun.

Krystal tampak khawatir. Ia terus berkata “Sehun! Sehun, kau ada di sana? Sehun, apa yang terjadi?”

“Krystal~” Akhirnya, Sehun dapat mengeluarkan suaranya. Krystal sedikit lega, walau rasa khawatirnya masih membuncah.

Sehun mulai terisak. Isakannya terdengar jelas di telinga Krystal. Tentu saja, Krystal begitu panik “Sehun, kenapa? Apa yang terjadi? Kau bersama siapa sekarang? Kau dimana?” Berturut-turut pertanyaan itu menjadi tanda kekhawatiran Krystal yang menjadi-jadi. Tapi, Sehun masih tak menjawab.

“Sehun! Sehun! Kau dimana? Aku akan segera kesitu” ucap Krystal masih dengan nada paniknya plus sedikit rasa bingung.

“Tidak perlu~ Tetaplah disitu. Aku tidak ingin kau melihatku menangis, tapi aku juga tidak ingin menangis sendiri seperti ini. Tolong jangan tanyakan alasannya, sekarang, jika sudah waktunya, aku pasti memberitahukannya padamu. Tetaplah disitu, seolah kau sedang menemaniku” ucap Sehun perlahan. Krystal terdiam. Dia menuruti permintaan Sehun, tetap disitu mendengar isakan Sehun.

~My f&d~

April 2014

Waktunya makan siang. Di jam seperti ini, Sungkyu akan menggantikan Sulli untuk menjaga warnet sementara Sulli makan siang di minimarket tempat Soyu bekerja. Sulli bukan hanya makan tapi juga bercerita panjang lebar dengan Soyu.

Saat ini, Sulli baru saja selesai makan. Ia berjalan ke arah warnet sebelum sebuah panggilan mengentikan langkah Sulli “Krystal melahirkan. Dia sedang dibawa ke rumah sakit sekarang” Sulli menjadi panik, dan dengan tidak disangkanya, Sulli mendapati Taemin yang baru saja akan masuk ke mobilnya.

“Taemin! Lee Taemin!” Panggil Sulli. Taemin berbalik, ekspresinya menampakkan keterkejutan. Sulli buru-buru menghampiri Taemin “Bisa kau mengantarku ke rumah sakit. Krystal unnie akan melahirkan” Taemin cukup terkejut mendengar berita dari Sulli itu. Ia lalu mempersilahkan Sulli masuk dan segera melajukan mobilnya.

Selama perjalanan, Sulli begitu panik dan tidak sabaran untuk segera sampai. Taemin beberapa kali melirik Sulli dengan tatapan yang entah mengartikan apa.

“Kau tidak memberitahukan informasi ini pada Sungkyu dan Soyu?” tanya Taemin, canggung dengan suasan hening. Sulli seakan tersadar. Dia melupakan hal penting itu “Benar. Aku akan segera menghubungi Sungkyu”

Setelah menghubungi Sungkyu, Sulli menyimpan HP di saku. Ia melirik Taemin sejenak “Apa yang kau lakukan tadi?” tanyanya. Taemin gelagapan, ia tidak tahu harus menjawab apa “Melihatmu. Aku hanya bisa melihatmu dari jauh” Itulah kenyataannya, tapi “Baru selesai kerja kelompok. Kebetulan rumah temanku di daerah situ” Bohong Taemin.

Mereka sampai di rumah sakit, proses persalinan masih berlangsung. Sulli segera masuk ke dalam ruangan bersalin. Sudah ada Jiyeon, Hwayoung dan Suzy yang menemani Krystal di dalam. Sedang di luar, ada Luhan yang menggendong Baro, Taemin yang baru saja datang, Joe dengan Naeun di gendongannya, dan Sehun dengan nafasnya yang memburu karena baru saja sampai di rumah sakit. Tidak lama setelahnya, Sungkyu dan Soyu juga tiba. Soyu segera mengambil Naeun dari tangan Joe.

Beberapa menit berlalu, terdengar suara lengkingan bayi. Semua yang ada di luar dengan refleksnya berdiri atau menegakkan badan mereka. Dokter keluar. Sehun segera masuk dengan tidak sabarannya.

Hwayoung, Jiyeon dibantu suster sedang membersihkan bayi kecil yang memiliki rambut hitam lebat itu. Sehun tersenyum melihat itu. Ia beralih melihat ibu sang bayi. Krystal tak dapat melepas senyumnya walau peluh sepenuhnya membasahi tubuhnya. Sehun mendekati Krystal, bersamaan dengan bayi berselimut yang ditidurkan di samping Krystal untuk diberikan ASI pertama seorang ibu.

Setelah beberapa saat berlalu, teman-teman yang lain juga mulai masuk. Ruangan itu menjadi sesak, tapi Krystal tak merasa keberatan sama sekali.

“Teman-teman semua, terima kasih karena sudah begitu baik padaku. Aku sudah menyiapkan nama untuk bayi ku. Nama yang kuberikan untuknya adalah Minwoo. Oh Minwoo” Krystal berucap. Sesaat, Hwayoung, Suzy, dan Jiyeon saling berpandangan. Mereka sedikit flashback.

~My f&d~

            Baro sudah berumur sekitar 4 bulan, sedang Naeun memasuki 2 bulan. Sebelumnya, mereka belum pernah diperiksakan ke dokter anak. Dan hari ini, Hwayoung dan Jiyeon berniat mengecek kesehatan anak mereka itu. Hanya mereka berdua yang pergi. Joe sendiri sedang sibuk kerja.

Mereka telah sampai di klinik dokter anak terdekat. Karena klinik ini adalah satu-satunya klinik dokter anak yang ada di daerah ini, klinik ini akan selalu penuh setiap harinya. Hwayoung dan Jiyeon menunggu untuk diperiksa oleh dokter Son Dongwoon.

Baro mendapat giliran pertama. “Dia baik-baik saja. Kemampuan motoriknya juga terasah dengan baik. Check up seperti ini perlu untuk melihat perkembangan Sunwoo” ucap Dokter Son Dongwoon. Hwayoung mengangguk.

Selanjutnya, Jiyeon. Sama seperti Hwayoung, dokter berkata kalau Naeun dalam keadaan sangat sehat.

Mereka berdua pulang dalam keadaan lega mengetahui bahwa bayi mereka baik-baik saja. Walau mereka sempat mendapat cacian dari ibu-ibu yang juga ada di sana, karena mereka terlalu muda untuk menjadi seorang ibu.

~My f&d~

            Hari ini menjadi hari terakhir Sulli bekerja di warnet. Soyu mengunjungi Sulli di warnet. Mereka berbincang layaknya wanita-wanita yang hobi bergosip ria.

“Apa kau tahu kalau Taemin selalu datang kesini pada jam istirahat tepat setelah kau selesai makan?” tanya Soyu. Sulli menggeleng, bingung.

“Menurutku, dia datang melihatmu tapi tidak berani menyapamu. Dasar dia pecundang” Caci Soyu. Sulli tak berkomentar. Ia berusaha mencerna baik-baik kata demi kata yang dilontarkan Soyu.

“Taemin selalu datang kesini melihatku?” tanyanya sendiri dalam hati. Ia semakin bingung menghadapi Taemin. Jelas-jelas, Taemin berkata untuk mengikuti semua permintaan kakaknya, tapi kenapa dia masih selalu datang melihat Sulli.

Apa Taemin masih mencintai Sulli, seperti Sulli mencintai Taemin? Sulli begitu berharap akan ada keajaiban.

~My f&d~

            Minwoo baru saja tertidur ketika Sehun datang berkunjung. Krystal menemui Sehun. Mereka saling menyapa seperti biasanya. Tiba-tiba, Krystal teringat saat Sehun menangis di telepon. Ingin rasanya Krystal menanyakan hal itu, tapi Sehun berkata akan mengatakannya jika waktunya memang sudah tepat.

“Siapa saja yang ada di rumah?” tanya Sehun, memecah kesunyian. Krystal berpikir sebentar, berusaha untuk mengingat-ngingat “Hanya ada Suzy. Itupun dia ada di sebelah bersama Luhan” Sehun mengangguk-ngangguk.

“Sehun~”

Sehun menatap Krystal, bingung “Ada apa?”. “Kau tahu, aku berharap kau bisa berbaikan dengan Luhan” ucap Krystal, pelan dan tiba-tiba sekali menurut Sehun.

Cukup lama Sehun terdiam, lalu berucap dengan ketusnya “Sampai matipun, aku tidak akan pernah memaafkannya” Krystal menarik nafas dalam “Benarkah tidak bisa? Sebegitu bencinya kah kau ?”

“Sangat benci. Tolong jangan mengungkit masalah ini lagi, Krystal” Sehun membuang wajahnya. Dia menjauhi mata Krystal yang dalam keadaan seperti ini dapat menyesatkannya.

“Tapi…” Ucapan Krystal dipotong oleh Sehun “Berhentilah, Krystal Jung” Sehun berdiri, lalu melangkah meninggalkan villa yang sudah sembilan bulan lamanya Krystal dan kawan-kawan jadi tempat untuk berteduh.

~My f&d~

Beberapa hari lalu, setelah mengantar Sulli ke rumah sakit. Taemin tak dapat dengan mudah melupakan gadis itu. Dia terlalu mencintai Sulli. Dia tak peduli lagi dengan kekurangan Sulli yang amat terlihat jelas. Yang dia tahu, cintanya pada Sulli begitu besar. Dan semakin kakakanya melarang hubungan mereka, dan semakin besar pula rasa Taemin pada Sulli.

Taemin merasa tak kuat lagi. Ia akan mengatakan semuanya pada Qri. Walau harus melawan keluarga, ia akan tetap melakukannya.

“Nuna, aku ingin bicara”

“Bicara apa? Katakan saja” Qri mempersilahkan walau, mata dan tangannya masih sibuk dengan berkas-berkas, karena mereka sedang berada di kamar kerja Qri.

“Aku minta maaf, Nuna~” Ucap Taemin pelan, teramat halus. Qri masih tetap fokus pada berkas-berkas “Minta maaf? Apa yang kau bicarakan?”

Taemin menarik nafasnya, lalu menghembuskannya dengan cepat “Aku… Aku benar-benar mencintai Sulli, nuna” Seketika, tangan Qri yang sibuk membolak-balikkan berkas terhenti. Ditatapnya adik satu-satunya itu dengan serius “Jangan bercanda, Lee Taemin” Qri mencoba selembut mungkin.

“Aku tidak bercanda, nuna. Semakin nuna menekanku maka semakin besar keberanianku untuk mencintai Sulli” Taemin menatap kakaknya, sayu walau ada titik keyakinan di mata namja yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA itu. Qri mengusap wajahnya, letih, “Aku tidak ingin membicarakannya lagi. Kau sudah membuat keputusan. Sebaiknya, kau kembali ke kamar untuk belajar. Kau sudah kelas 3 SMA”

“Nuna, aku serius!” Bentak Taemin

TBC

Finally, the next chapter is the last chapter for season 1…. Horay!!!!

Author sangat sangat berterima kasih pada readers yang udah komen di chap chap sebelumnya. Karena tanpa good readers seperti kalian, FF ini mungkin masih numpuk di draftnya author ^^

Also,  thankfull my friend, Ella, Chikita, Ditha, and Aini!!!

Advertisements

8 thoughts on “My Future & Generation [Chapter 12]

  1. wahh kisah nya bener2 memilukan , dan kisah asmara mereka jg rumit ..
    udah 9 bulan aja mreka d jeju , apa keluarga mereka gk nyariin ya?
    dan masih pnasaran ma cerita mreka yg blum jelas kyk gmna ma namja mreka sebelumnya ..
    pnasarann mau end ajaa
    next dtunggu thor , fighting
    mian baru koment thor

  2. Waaahh, gak kerasa next chapter udah end, tpi ff author keren penasaran ama kelanjutan hubungan mereka
    Lanjut thor,. Hwaiting!!
    BTW aku readers baru, salam kenal:D

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s