(CHAPTER) LUCKY (8th)

lucky

Poster by Ychvn

Title : LUCKY (Chapter 8) || Author : DessyDS || Genre : Romance, Sad, Family, Friendship, Drama || Rating : PG – 17 || Leght : Chapter || Main Cast : Kim Nara (OC) & Luhan || Other Cash : Find By Yourself ^^

Disclaimers                  :           Semua cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing.

Author Note : Semua cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Jika ada kesamaan itu tidak kesengajaan. ^^ so don’t be siders and plagiator.

Prev part : 1st | 2nd | 3rd | 4th | 5th | 6th | 7th 

Happy Reading! ^^

~~~~~~~

Luhan sudah sampai di Beijing Capital International Airport. Luhan mengecek ponsel nya berharap Mama ataupun Baba nya mengirimkan nya pesan jika salah satu dari mereka akan menjemputnya. Tapi itu hanyalah harapan dari Luhan.

Nyonya Lu hanya mengirimkan pesan ke Luhan jika tidak ada yang bisa menjemputnya. Tuan Lu sedang ada pekerjaan dan Nyonya Lu tidak bisa menjemput karna sedang tidak enak badan. Akhirnya Luhan mencari taksi untuk mengantarnya pulang. Luhan ingin cepat-cepat sampai rumah. Supaya dia bisa menghubungi Nara dan menghilangkan Jetleg nya.

Nara, Tuan Kim, Baby Eunho serta sektretaris Kwon sudah berada dipesawat yang akan membawa mereka menuju Beijing. Baby Eunho sudah tidur dengan nyaman di baby box yang di sediakan oleh pesawat yang mereka tumpangi.

Nara sedari tadi mencoba untuk memejamkan matanya. Mengingat dia kurang tidur di karenakan dia bangun terlalu pagi. Selain itu dia juga memikirkan apakah Luhan baik-baik saja menaiki pesawat sendirian? Apakah Luhan tetap meminum obat tidur nya? Entahlah Nara khawatir akan hal itu.

Nara menoleh ke Tuan Kim dan melihat Tuan Kim sedang melihat-lihat sebuah proposal tentang perusahaan yang akan mengajukan penarikan saham.

Ye bolehkah aku melihat proposalnya?” Ujar Nara yang penasaran dengan isi dari proposalnya

Tuan Kim hanya menyodorkan proposal itu ke Nara

“JY Company? Hmm… kenapa mereka mengajukan ini Ye?”

“Itu karna perusahaan kita 2 bulan ini pendapatannya turun 10% Nara-a” jelas Tuan Kim

“Hanya 10% dan mereka mengajukan penarikan saham? Daebak! Apakah perusahaan mereka pendapatannya selalu tetap ataupun naik?”

“Ani. Yang Yeye tau pendapatan perusahaan mereka tidak selalu tetap. Seketaris Yeye hanya mengatakan jika CEO dari perusahaan itu memang selalu bisa bermain gelap dalam bisnis.”

“Bolehkah aku menangani hal ini? Setelah turun dari sini kita langsung mengadakan rapat bersama mereka dan Yeye hanya boleh melihat dan jangan memotong pembicaraan aku dengan dia. Bagaimana Ye?”

“Hmm… jika mau kamu seperti itu maka silahkan. Yeye akan dengan senang hati memberinya.” Ujar Tuan Kim

Nara hanya memperlihatkan senyum seringaiannya.

Luhan sudah berada di rumah nya sejak 30 menit yang lalu. Dia langsung memasuki kamarnya. Sudah lama dia tidak berada di kamar ini dan dia kangen akan suasana hangat dari kamar ini.

Nyonya Lu mengetuk pintu kamar anaknya dan ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh anak satu-satunya itu. Nyonya Lu khawatir akan kesehatan anaknya sehabis menaiki pesawat.

“Lu, bagaimana perjalanan kamu? Apa kamu masih memakan obat tidur?” Ujar Nyonya Lu dengan wajah khawatir

“Perjalannya baik-baik saja Ma. Aku tidak memakan obat tidurnya. Nara melarang aku memakan obat tidur lagi.”

“Hmm… begitukah? Apakah kau benar-benar mencintai Nara?”

“Kenapa Mama menanyakan hal yang seperti itu? Jelas saja aku mencintai Nara. Jika aku tidak mencintai aku tidak akan bertahan sampai di sekarang Ma.”

“Bukankah kau memcintai Nara hanya karna Nara tidak bisa melihat masa lalu mu dan mendengar pikiran mu Lu? Jujur lah nak.”

“Tidak Ma. Aku mencintai Nara dengan tulus. Tidak ada hal yang seperti itu. Apa Mama sudah merestui hubungan ku dengan Nara?”

“Eoh? Tidak. Mama tidak pernah mengatakan jika Mama merestui hubungan kalian. Mama hanya ingin tau alasan kamu. Mama tetap akan menjodohkan kamu dengan anak teman Mama. Dan Mama yakin kamu tidak bisa menolah wanita ini Lu. Kamu pernah dekat dengan dia dulu. Istirahat lah Lu. Jika tidak ada halangan mungkin gadis yang akan Mama kenalkan dengan kamu akan datang sore nanti.”

Luhan hanya bisa membungkam mulutnya ketika mendengar perkataan dari mama nya.

Disisi lain,,,,

Setelah menempuh perjalanan 1 jam lebih akhirnya Nara dan Yeye nya sampai di Beijing Capital International Airport. Seorang pria paruh baya berjas hitam berjalan ke arah Kim Si Wan dan Nara. Nara yang tidak tau siapa pria itu hanya membungkuk hormat.

Ni Hau Ma Lu Min Xiang?” Sapa Kim Si Wan dengan ramah

Nara yang melihat itu hanya bisa tersenyum. Nara tau jika pria paruh baya itu bukanlah seorang pengawal dari Yeye nya melainkan sekretaris ataupun wakil CEO dari KN Company.

Wo Hen Hau Xiān Shēng.” Ujar Lu Min Xiang sambil tersenyum

“Apakah ini adalah Kim Nara Xiān Shēng?” Tanya Lu Min Xiang yang menatap Nara

“Ah ye. Dia adalah Kim Nara. Nara a perkenalkanlah dirimu dengan calon mertua mu.” Ujar Kim Si Wan menatap Nara

Nara yang masih belum bisa mencerna perkataan dari Yeye nya. Yah.. dia masih tidak menyangka jika pria paruh baya di depannya sekarang adalah Baba nya Luhan.

Nǐ hǎo Lu Shu Shu.” Ujar Nara sambil membungkuk badannya.

Setelah berlama berbasa basi akhirnya mereka menuju KN Company untuk melaksanakan rapat yang telah di rencanakan.

At KN Company’s

Gedung dengan 10 tingat berkaca itu terlihat sangat mewah. Banyak pekerja berlalu lalang untuk melakukan sesuatu. Ada juga yang sedang fokus pada pekerjaan mereka. Nara salut ketika melihat hal itu.

Tidak ada satupun dari pekerja itu yang hanya santai ataupun mengobrol yang tidak jelas. Well… Nara berpikir hal ini tentu saja akan mereka lakukan mengingat Presdir dari perusahaan itu sedang berada di perusahaan itu.

Ketika mereka melewati pekerja-pekerja itu mereka akan membungkuk hormat kepada Nara dan Yeye nya. Mereka hanya tersenyum merespon hal itu. Jangan menanyakan tentang keberadaan Baby Eunho dimana. Nara sendiri juga tidak tau Tuan Lu-Baba Luhan- membawa anak angkat nya itu kemana. Semenjak turun dari mobil Baby Eunho sudah berada dalam gendongan Tuan Lu. Dan anehnya lagi Baby Eunho sama sekali tidak mengangis.

Nara dan Tuan Kim akhirnya sampai di  ruang rapat. Belum ada siapapun di dalam sana. Nara menduduki kursi kebesaran Tuan Kim. Sedangkan Tuan Kim dan sekretaris Kwon duduk di samping kiri Nara.

Tidak sampai sepuluh menit CEO dari JY Company sudah memasuki ruang rapat tersebut. Lee Joonhyun menduduki kursi yang berada di sampin kanan Tuan Kim. Nara yang mengetahui jika CEO dari JY Company sudah memasuki ruangan tersebut berdiri menyapanya.

Anyong Haseyo Lee Sajangnim. Senang bertemu dengan mu lagi Lee Sajangnim Ujar Nara dengan senyum seringaiannya

“An..Anyong Kim Nara Sajangnim.” Sapa Lee Joonhyun dengan gugup

Tuan Kim dan sekretaris Kwon hanya bisa menatap bingung kedua insan yang dihadapan mereka. Seorang Kim Nara yang berwibawa dan seorang Lee Joonhyun yang menatap-seperti- takut kepada Kim Nara. Entahlah. Mereka terlalu susah untuk mendeskripsikan tatapan mata kedua insan tersebut.

“Lebih baik kita membicarakan permasalahan yang dibuat oleh sekretaris Kwon. Apakah ada masalah dengan perusahaan ini Lee Sajangnim?” ujar Nara dengan senyum lembutnya

“Hmm… tentu saja mempunyai masalah. Jika tidak saya tidak perlu repot-repot untuk datang ke Beijing kan Kim Nara Sajangnim?” Ujar Lee Joonhyun dengan tegas

“Ahhh… seperti yang saya baca dalam proposal tersebut seperti masalah yang kalian ajuhkan adalah masalah yang sangat sepele. Bukan begitu Lee Sajangnim?”

“Tidak… aku tidak ingin mengganggap penurunan pendapatan dari sebuah perusahaan adalah hal yang sepele. Sudah dua bulan ini KN Company pendapatannya menurun hingga 10%. Apakah itu hal yang bisa di anggap sepele Kim Sajangnim?”

“Hal seperti penurunan pendapatan dalam sebuah perusahaan itu adalah hal yang sangat sepele Tuan Lee. Bukankah pendapatan dari JY Company juga sedang mengalami masalah dalam keuangan? Bukankah begitu Sekretaris Byun? Saya salut kepada anda ketika anda melamar pekerja di perusahaan saya.” Ujar Nara dengan seringaiannya

Ruangan itu mendadak menjadi panas dikarenakan perdebatan dua insan ini. Dan tentu saja semua yang berada di ruangan itu terkejut akan perkataan Nara. Terlebih lagi Tuan Kim. Tuan Kim sedari tadi mencerna perkataan dari cucunya itu.

“Saya akan dengan senang hati mengembalikan saham kalian. Tapi saya tidak akan begitu saja memberikan saham itu Tuan Lee. Bagaimana jika kita melakukan kesepakatan?”

“M…Mwo? Kesepakatan yang seperti apa Kim Sajangnim?”

“Hah… sebenernya saya malas berurusan dengan anda lagi. Anda pasti tau apa yang saya minta dari perusahaan anda jika anda menarik saham tersebut. Lagian KN Company tidak seperti apa yang berada di pikiran anda. Jika anda membangun sebuah perusahaan hanya untuk bermain-main lebih baik anda melihat dulu siapa yang anda percayakan untuk memegang saham anda Tuan Lee.” Cecar Nara

“Saya tau jika anda tidak mengetahui saya ini adalah cucu dari Kim Si Wan. Mungkin jika anda tau anda tidak akan gegabah dengan ingin mengambil saham itu kembali.” Lanjut Nara sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing

CEO dari JY Company hanya bisa membungkam mulutnya setelah mendengar penuturan dari Nara. Yah.. dia tau betul apa yang akan Nara lakukan jika dia benar-benar menarik saham itu. Cukup sekali dia merasakan 50% saham nya dipermainkan oleh seorang Kim Nara. Mungkin jika dulu dia tidak memohon kepada Nara untuk berhenti mempermainkan sahamnya dia sudah bangkrut sekarang. Dan tidak ada lagi JY Company di Korea selatan.

Apakah setelah dia memohon kepada Nara maka perusahaannya akan maju? Tentu saja tidak. Sudah banyak investor yang lari karna hal itu. Nara di kenal sebagai CEO yang handal dalam mengurus perusahaan. Banyak perusahaan yang ingin merekrut Nara sebagai CEO. Tapi Nara menolak mentah-mentah hal itu.

Sombong? Tidak… jangan mengatakan Kim Nara sombong. Dia hanya berpikir untuk apa dia menjadi CEO di perusahaan lain sedangkan Yeye nya memiliki perusahaan yang bisa dia kelola. Atau dia juga bisa membuka cabang perusahaan nya lagi.

Well, seorang Kim Nara memang sangat beruntung mempunyai kelebihan seperti itu. bisa di katakan sempurna untuk perempuan muda seperti dia.

“Kenapa tidak menjawab saya Tuan Lee? Apa saya perlu memberi anda waktu untuk berpikir lagi?” ujar Nara sartakis “Hah… jika begitu saya akan memberikan anda waktu selama 3 hari untuk memikirkannya. Anda tidak perlu jauh-jauh datang ke Beijing lagi. Anda bisa mengutus Tuan Byun untuk mengirimkan berkas yang anda pilih.”

“Hmm.. mungkin hanya itu saja yang ingin saya katakan. Rapat hari ini selesai. Dan senang bekerja sama dengan anda Tuan Lee.” Ujar Nara dengan seringaiannya

Lee Joonhyun membungkuk hormat dan keluar dari ruangan tersebut. Sedangkan Sekretaris Byun membungkuk dan tersenyum hangat kepada Kim Nara. Nara hanya membalas senyuman itu dengan senyum tulusnya.

“Yak Kim Nara! Bisa kamu menjelaskan apa yang terjadi barusan eoh?” Cecar Kim Si Wan

“apa yang harus aku jelaskan Yeye? Bukankah rapat ini telah selesai dan kamu lihat sendiri kan Ye rapat tadi? Atau jangan-jangan Yeye tidak melihatnya?”

“Yak!”

“Akh… Wae Ye?”

“kamu benar-benar memiliki perusahaan di Korea?”

“Yes! Bukankah skretaris  Kwon mengetahui itu?” Nara berujar dengan wajah datarnya

Skretaris Kwon hanya mengangguk menyetuji perkataan dari Nara. Dia memang mengetahuinya. Tapi Nara selalu menyuruhnya untuk tidak memberitahukan perusahaan itu kepada keluarganya.

“Yak! Kalian berdua menyembunyikan ini berapa lama eoh?”

“Kira-kira dua tahun yang lalu Ye. Hehehe” Ujar Nara dengan wajah tanpa dosa

Kim Si Wan sudah akan mencecar cucu nya itu. Tapi tidak jadi dikarenakan mendengar suara Baby Eunho dan Nara yang sudah tidak ada di depannya. Salahkan Tuan Lu yang datang tidak tepat.

Kedua insan yang sedang duduk di ruang tamu sebuah rumah mewah itu hanya bisa terdiam dan merasa canggung satu sama lain. Tidak ada satupun suara yang mereka keluarkan. Sudah satu jam sejak pertemuan itu berlangsung. Yah… seperti yang di katakan oleh Nyonya Lu jika perempuan yang akan dijodohkan dengan Luhan akan datang sore ini.

Gadis yang bernama Tan Ing Sia itu sudah duduk di samping Luhan dengan tenang. Tidak ada suara yang keluar dari mulut gadis itu.

“Aigooo.. kenapa kalian sedari tadi diam saja eoh?” ujar Nyonya Lu yang menghampiri kedua insan itu “Lu, apa kamu senang bisa bertemu kembali dengan Ing Sia?” cecar Nyonya Lu kepada Luhan

Luhan hanya bisa membungkam mulutnya setelah mendengar perkataan dari Mama nya. Tentu saja Luhan senang bisa bertemu lagi dengan cinta pertamannya. Pikirannya mengatakan jika hal itu benar-benar saja. Tapi tidak dengan hatinya. Tanpa Luhan sadari Nyonya Lu kembali meninggalkan mereka menuju kamarnya. Nyonya Lu sengaja melakukan itu supaya kedua insan itu mempunyai privasi.

Ni Hau Lu? bagaimana dengan Korea dan aktifitas kamu Lu?” Ujar Tan Ing Sia dengan pelan

“Hmm… seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja. Aku merasa betah tinggal di Korea. Untuk aktifitas semua lancar-lancar saja. Bagaimana dengan kau? Apa kau melanjut kuliah S2?”

“apa itu karna Kim Nara makanya kamu betah di korea? Tidak. Aku tidak melanjut kuliah ku. Aku sekarang sedang bekerja di KN Company.”

“KN Company? Apakah itu adalah perusahaan yang di pegang oleh Baba ku?”

“Hmm.. kau benar Lu. Kenapa kau tidak melepaskan dunia peridolan mu dan bantu Baba mu menjalankan perusahaan nya Lu? Yah meskipun itu bukan perusahaan Baba kau setidaknya kau bisa membantu Baba kau disana.”

“Aku belum kepikiran akan hal itu.”

Kedua insan itu lama kelamaan memasuki obrolan mereka. Mereka tidak merasa secanggung tadi lagi. Di pikiran Luhan sekarang tidak ada seorang Kim Nara lagi. Toh Nara sedang tidak ada di sana. Jadi Luhan pikir itu baik-baik saja. Lagian mereka berdua hanya melakukan obrolan dan bukan melakukan hal yang tidak-tidak.

Tapi Luhan salah besar ketika dia memikirkan hal itu. Nara bersama Yeye dan Tuan Lu sedang berjalan menuju rumah Luhan. Sebenarnya Nara ingin pulang ke rumah dan mengistirahatkan diri dirumah. Nara juga merasa kasian jika melihat wajah Baby Eunho yang seperti nya kelelahan. Tapi Nara tidak bisa membantah perkataan dari Yeye nya. Disisi lain dia juga tidak enak dengan Baba nya Luhan.

Mereka sudah berada di depan pintu Luhan. Luhan ingin membuka pintu itu ketika mendengar bunyi bel. Tapi Mama nya menahan Luhan. Akhirnya Luhan kembali duduk.

“Ge,apa kamu benar-benar tidak ingin menerima perjodohan ini? Apa kamu benar-benar sudah melupakanku?”

Nyonya Lu terbelalak kaget ketika melihat didepan pintu sudah ada suaminya dan Tuan Kim. Tentu saja dia mengenal Tuan Kim. Dia tidak buta jika tentang orang-orang yang berada di perusahaan itu. Tapi bukan itu yang membuat dia kaget. Melainkan Kim Nara yang tersenyum hangat kearahnya.

Ni Hau Ma Gu Ma?” ujar Nara dengan sopan

“H…Hau. Apakah kamu Kim Nara?”

“Ah Ye. Aku adalah Kim Nara cucu dari Kim Si Wan Yeye.”

“masuklah. Luhan ada didalam.” Nyonya Lu mengigit bibirnya gugup ketika mengetahui itu

Tentu saja Nara tau apa yang dipikirkan oleh Mama nya Luhan. Kalian tidak melupakan kan jika Nara bisa mendengar pikiran orang lain. Nara memasuki rumah itu dengan santai sambil mengendong Baby Eunho.

Luhan terkejut ketika mendengar perkataan gadis itu. Ini yang Luhan takutkan.

Duì bù qǐ Ing Sia-a. Aku……”

Ing Sia membungkam Mulut pria itu. Tidak. Dia tidak ingin mendengar penolakan dari cinta pertamanya. Pria yang telah berhasil merebut hatinya. Sebenarnya mereka berpisah adalah permintaan Luhan ketika pria itu berada di Seoul. Luhan tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh seperti itu. Tidak ada yang ingin melepaskan pertautan itu.

Di tempatnya ia berdiri layaknya patung. Hatinya seperti terpukul dengan sesuatu yang tajam. Sakit. Sangat sakit. Matanya seakan buta dan tidak bisa melihat apa yang ia lihat. Mungkin jika tidak ada Mama nya Luhan yang menahan tangan dan kaki Nya bayi yang berada dalam gendongannya sudah akan jatuh saat itu juga.

TBC

Haiiii masih ada yang nunggu ini? Semoga ajah ada deh yah. Jangan lupa RCL guys. Semoga chapter ini tidak mengecewakan dan tidak membosankan. Untuk chapter ini bener-bener males banget ngetiknya. Sebenernya tau sih FF ini akhirnya akan gimana. Tapi susah ajah gitu nunggapin kata-kata nya. Apalagi belakangan ini buntuh banget sama ide cerita. T_T

Yah semoga ajah untuk chapter selanjutnya gk gini lagi. Hehehe Dan satu lagi untuk chapter terakhir akan aku protect. Bukan berarti FF nya berisi NC. Enggak kok. Aku akan memprotect semua ff aku jika sudah chapter terakhir. ^^ Dan bukan berarti juga ff ini udah mau end yh. Kyknya sih masih panjang. Hehehe

Oke males basa basi. Blm tentu ada yang baca. So sampai jumpa di chapter selanjutnya!

Advertisements

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s