[Ficlet] Aufhörendes Schlagen

Stop beating

Aufhörendes Schlagen by Scailis Sher (@scailissher)|| Main Cast(s):  Kang Seungyoon (Winner) & Han Mirae (OC) || Minor Cast(s):  – || Genre(s):  Romance, sad. || Point of View:  Third Person || Length: Ficlet || Rating: PG – 15 || Disclaimer:  Kang Seungyoon and another real characters belong to the company, their self and God. Original character and plot are mine.

– Aufhören des Schlagen –

Pintu kayu itu berderit kala dibuka, Kang Seungyoon mematung sesaat di depan pintu. Frekuensi detak jantungnya membesar, iris matanya menjadi lebar, rasa kaget itu tidak bisa dihindari. Seorang gadis dengan dress putih selutut duduk di kusen jendelanya dan tanpa rasa bersalah ia hanya mengayunkan kaki.

Setelah rasa shocknya sedikit menghilang, ditutup pintu di balik punggungnya. “Apa yang kamu lakukan disini? Bagaimana kalau mereka melihatmu?”

“Mereka tidak akan peduli, dasar pelupa.”

Ah, iya Seungyoon lupa.

“Tapi tidak perlu merusak soreku juga, Mirae-ya.” Seungyoon menatap gadis itu dengan tampang masam, kemudian berjalan menuju lemari di pojok kamar.

“Kamu sendiri yang bilang aku boleh masuk kesini kapan saja,” balas Mirae. “Lagipula kenapa masih disini? Kekasihmu pasti sudah menunggu di sana.”

“Jas ini rasanya kurang nyaman, aku ingin menggantinya.”

“Kenapa tidak jas yang waktu itu aku belikan?” Kepala gadis itu miring ke kanan sambil memandang lugu. “Katamu nyaman.”

Mata yang dari tadi terlalu fokus dengan seluruh koleksi jasnya, kini menatap Mirae. Pandangannya seolah bertanya, apa aku boleh memakainya? Dan Mirae menjawab dalam diam, kenapa tidak?

Sujurus kemudian lengan lelaki itu melemparkan navy suit ke atas kasur, menutup lemari, lalu berdiri di depan cermin setinggi 1,5 meter. Kesepuluh jarinya mulai membuka kancing jas dan memakai jas yang baru. Setelah merasa rapih, ia memandang pantulan dirinya.

Lima jarinya bergerak di antar helaian rambut. “Bagaimana? Apa aku tampan?”

Tidak ada jawaban untuk tiga detik, hanya ada tawa ringan milik seorang gadis. “Oh, kamu tahu jawabannya, tidak perlu bertanya.”

“Maaf, untuk pertanyaan retorisnya.” Ia berhenti menilai diri, kali ini berhadapan dengan Mirae, “aku hanya ingin memastikan diriku belum berubah di matamu.”

Lagi-lagi sebuah tawa menjadi pendahulu jawaban, “bahkan setelah jantungku berhenti berdetak, dirimu masih sama.”

Mendengar itu, ada sensasi tersendiri untuk Seungyoon, menyenangkan tapi memiliki rasa sakit. Ia tidak melanjutkan percakapan itu, alih-alih mencari dasi untuk menghindar.

“Menurutmu,” tangannya mengangkat dasi berwarna hitam dan coklat, “dasi dan penjepit seperti apa yang cocok untukku?”

Untuk ketiga kalinya dalam hari ini, Seungyoon mendengar tawa seorang gadis. “Pertanyaan retoris lagi, bodoh.” Gadis itu menapakkan kakinya di lantai, berjalan tanpa suara, “kamu selalu tahu aku suka dasi burgundy tanpa penjepit untuk navy suit ini.”

Seungyoon membentuk huruf O dengan mulutnya, kemudian mengambil dasi sesuai deskripsi gadis berambut coklat itu. Ia sudah menaikkan kerah dan melingkarkan dasi saat gadis itu mengambil alih. “Biar aku saja, Mirae.”

“Dan hasilnya akan berantakan, kemampuanmu memakai dasi itu buruk.” Kedua lengan mungil gadis itu mulai menarik, menyimpul, melonggarkan, dan merapikan. Kurang dari lima menit dasinya telah tersimpul rapih. “Begini bagus.”

Mirae melempar senyum.

Bukannya menjawab atau berterima kasih, Seungyoon malah menggenggam kedua lengan Mirae. Kalau waktu bisa berhenti, ia ingin menghentikannya saat ini, saat terakhir ia bisa menatap gadis itu.

Tidak akan pernah bisa ia membohongi dirinya sendiri. Gadis itu masih menjadi candu untuknya, Mirae tetap berhasil membuatnya tak berpikir logis, Han Mirae masih memiliki sebagian hatinya. Entah kapan hal itu akan berubah.

“Kamu tahu? Kamu pasti tahu, aku mencintaimu.” Ucapnya pelan.

“Gadis itu pasti sudah menunggu,” Mirae berusaha membebaskan tangannya, “pergilah, aku tidak akan mengganggumu lagi setelahnya.”

“Tidak akan pernah bisa aku lupa akan semua yang kamu berikan,” ia memberikan jeda selama dua detik, “karena memori indahnya telah tertanam di setiap sel otakku dan rasa sakit telah melekat di jiwaku.”

“Maaf, aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk hal itu.” Desahan singkat keluar dari mulutnya, “tidak ada manusia yang berhasil menipu takdir, termasuk kita.”

“Layaknya kita tidak bisa menipu takdir, aku tidak bisa menipu rasa sayangku.”

Selepas kalimat itu, bibir mereka bertemu.

Walaupun Mirae tidak merasakan hangat dan sentuhan dari bibir Seungyoon, ia berhasil dibuat terkejut, bahkan setelah ciuman itu berakhir. Matanya tidak berani mencari manik Seungyoon, ia hanya menatap lantai. “Maaf.”

“Tidak apa,” Seungyoon mengelus pipi Mirae lembut, “bukan salahmu kalau kami yang bernapas–aku–tidak bisa bersama yang telah tiada.”

“Pergilah, kebahagianmu pasti akan datang.”

Kemudian mereka berbagi senyum terakhir sebelum kata perpisahan terucap.

– Aufhören des Schlagen –

Katanya mau bubar dari dunia maya untuk sementara Sher (Talk to my self), parahlah malah ngubek-ngubek Trello + WordPress LOL, tapi aku sedang lelah eh malah keinget FF ini, jadi yasudah aku post aja XD

 Aufhörendes Schlagen (German) means Stop Beating in english. Why Germany? Kalo punya temen bisa bahasa Jerman kita manfaatkan saja 😉 hahaha. Gak tau ada typo apa enggak ya LOL, kasih tau aku please kalo ada. Daaan… Aku harap kalian gak bingung sama siapa dan apa sebenernya Han Mirae disini.

Mind to review?

P.S. KALIAN YANG SUKA LAGI BALLAD PERLU DOWNLOAD ALBUM NYA XIA JUNSU – FLOWER, gak bisa move on dari album ini…

4 thoughts on “[Ficlet] Aufhörendes Schlagen

  1. iya.. kirain semacam kunti bersaudara tapi nyata nya bukan yah.. ah asumsiku payah memang #hahaaa
    itu junsu beneran suami loh, kita bakal nikah ntar.. ntar, kalo mimpi kaka udh kelar.. hahaa..
    kk seneng deh ad yg suka junsu jg, hbs kdg merasa asing sendiri punya bias junsu, hahaa…

  2. hai shere… aku mau ngerusuh lg di lapak kamu *semoga gak bosen*

    dari awal, aku udh nebak yg aneh2, yakni… si mirae ini udh tiada, abisan… manusia mana yg tiba2 masuk rumah org tanpa permisi.? apalagi ada dialog begini: “bahkan setelah jantungku
    berhenti berdetak, dirimu masih sama.”

    tapi.. ada jg hal2 yg bikin aku tetiba galau plus membelokkan asumsi ketika mirae menapakkan kakinya ke tanah (?), nah, tapi nyampe ending keyakinan kalo si mirae ini semacam temannya mbak kunti, mulai balik lg..

    hehehe.. nice job dear :* pake bahasa jerman segala pulak, kirain bahasa uzbeskistan itu tadi *oke ini ngaco*

    lastly…
    itu, makasih ya kamu udh promosiin albumnya calon suami aku *bow bareng junsu*

    • Enggak bosen kok kak hahaha, tenang aja kak 😀
      Iya, emang sengaja menaruh segala macam hints dari awal kalo Mirae tuh cuman cewek masa lalunya Seunyoon. Kan gak semua hantu (well, aku bingung nyebut Mirae apa) itu melayang-layang gak jelas LOL.
      Abis jusul aslinya Stop Beating itu spoiler abis, terus temenku ada yang bisa jerman ya… dimanfaatkan saja hahaha.
      YA AMPUN KAK SUAMI APA!? Btw albumnya enak :”””

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s