[Ficlet] Wanna be Yeol

wanna be yeol

Wanna Be Yeol

aibamui Present

.

PG +13 || Exo’s Park Chanyeol and OC’s Kim Hayeon || Romance, Friendship

.

.

Park Chanyeol. Kau tau kau sangat tampan?

Jika saja aku terlahir sebagai laki-laki, aku ingin sepertimu.

The story begun!

.

.

Semua menatap Hayeon aneh ketika ia mencoba untuk tenang hari ini. Baginya sama sekali tidak ada hal aneh ataupun menakjubkan dari dirinya hari ini. Apa anehnya Hayeon ketika memakai hoodie hitam kesayangannya, celana jeans, sebuah kaus longgar dan jaket hitam. Oh ya.., style rambut barunya juga kelihatan biasa saja.Langkah Hayeon berhenti ketika kakinya berhasil sampai dikedai Paman Lee. Seorang pengusaha kedai ramyun.

“Selamat malam Paman!,” sapa Hayeon dengan senyum merekah.

“Selamat malam juga Hayeon.”, jawab pria paruh baya itu sambil tersenyum pada Ha-Yeon.

Manik mata Ha-Yeon berkeliaran mencoba mencari sosok yang menjadi alasan ia datang kemari.

“Mencari Chanyeol ya?,” tanya Paman Lee pada pelanggan setianya itu.

“Hehehe.., Ya begitulah Paman, dia ada janji pada-ku,” jawab Hayeon sambil nyengir.

Paman Lee jelas paham betul kebiasan Hayeon. Jika ia datang kemari dengan wajah secerah itu dia pasti akan mengajak Park Chan-Yeol – keponakanya untuk jalan-jalan. Tapi kalau dia kesini wajah suntuk, dia pasti Cuma makan (sekaligus nge-bon).

“Chanyeol tadi pulang kerumahnya…”, jelas Paman Lee hati-hati. Ia tidak ingin telingaya yang sudah berusia hampir se-abad itu tiba-tiba mengiung karena suara teriakan Hayeon.

“HA!??,” Nah, benarkan dia berteriak?

“Hey, tenanglah beberapa menit lagi dia akan sampai,” jelas Paman Lee sambil menghidangkan semangkuk ramyun untuk seorang pelanggan.

Benar saja. Sesosok pria jangkung-pun turun dari bus. Siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol. Hayeon yang meliht sosok Park Chanyeol langsung melesat dan kini ia berdiri didepan sosok yang ia cari-cari sedari tadi itu.

“Kau janji, soal itu kan?,” tanya Ha-Yeon sambil menyipitkan matanya.

“Tentu saja.,” jawab Chanyeol tenang.

“Jadi ayo!,” tanpa meminta persetujuan dari Chanyeol terlebih dahulu ia segera menarik tangan milik pria itu. Mengajaknya pergi.

“Tapi- heuh… dasar,” keluh Chan-Yeol.

Dikejauhan, Paman Lee hanya bisa tersenyum melihat mereka berdua. Menjadi sebuah pemandangan yang lazim memang ketika Hayeon memaksa Chanyeol untuk memenuhi janji abal-nya. Memang Chanyeol tak pernah serius dengan janji-nya pada Hayeon.

.

.

“Aishh.. lepaskan tanganku!,” teriak Chanyeol sambil berusaha melepas tanganya.

“Baik, aku lepaskan….,” ucap Hayeon sambil melepaskan genggaman tanganya.

“Kau marah?”

“Tidak. Aku hanya minta kau menepati janjimu!”

Chanyeol menghembuskan napasnya berat. Sebetulnya dia tidak begitu menyukai permintaan konyol Hayeon. Tapi apa daya, dia sudah terlanjur berjanji pada Hayeon.

.

.

Park Chan-Yeol kau sungguh bodoh, ucapnya dalam hati merutuki dirinya sendiri. Tentu saja, bagaimana tidak? Pakaian yang dibeli Hayeon semua merek terkenal plus terkemuka. Dan itu tentunya sangat mahal.

Hayeon membeli berbagai macam kaus dan celana yang menurutnya sama dengan milik Chanyeol. Chanyeol bahkan tidak mengerti jalan pikiran gadis setengah gila itu. Ya, tentu saja Hayeon gadis. Kalau dia pria orang-orang tidak kan menatapnya aneh seperti yang ada bukan? Dia kan suka pakai pakaian pria.

Pergilah mereka berdua ke kasir setelah Hayeon puas berbelanja. Penjaga kasir itu menunjukkan sebuah nota yang berisi uang yang harus ia bayar. Ya ampun, itu banyak sekali. SYUTT… dalam sekejab uang disaku Chan-Yeol raib.

“Sudah puas nona Kim?,” tanya Chan-Yeol dengan penuh penekanan pada lawan bicaranya.

“Belum, kau masih punya satu janji pada-ku!,” Heuuhh… sudah kuduga. Seketika itu juga lemas raga seorang Park Chanyeol.

.

.

Chanyeol melirik Hayeon yang tengah melahap ramyun buatan Paman Lee. Hahaha.. Hayeon minta ditraktir makan Bulgogi sebenarnya, tapi berhubung dompet Chanyeol sudah kosong ia sengaja berhutang pada Paman Lee. Sebenarnya Ha-Yeon itu cantik ucap Chan-Yeol dalam hati. Benar juga, sebenarnya Hayeon itu cantik, sayangnya dia kurang menjaga kecantikan wajahnya itu.

“Yeol,”panggil Paman Lee padanya.

“Hmm..”

“Kau suka padanya bukan?,” sontak Chanyeol terkejut dengan apa yang Paman Lee katakan.

“Ti-tidak,” jawab Chanyeol gagap. Kenapa musti gagap sih? Aku kan memang tidak suka pada gadis gila itu. Keluh Chanyeol dalam batinnya.

“Kalau begitu duduk disampingnya,” suruh Paman Lee.

“A-apa?”

“Kau tidak suka padanya bukan?,” Chanyeol langsung mengangguk mantap mendengar pertanyaan Paman Lee.

“Jadi duduklah!,” suruh Paman Lee.

Chanyeol yang sedang grogi-pun mencoba duduk dengan normal disamping Hayeon. Chanyeol sendiri bingung, mengapa ia bisa nervous begini? Apa mungkin dirinya memang suka pada Hayeon? Itu bisa saja benar. Sayangnya, otak Chanyeol menolak keadaan.

Tiba-tiba Hayeon merangkul Chanyeol, membuat pria jangkung itu menelan ludah. Hayeon tersenyum manis sekali. Seketika itu, wajah Chanyeol langsung berubah menjadi merah.

“Paman!”, panggil Hayeon pada Paman Lee sambil tetap merangkul Chan-Yeol.

“Kami mirip bukan?”

“MIRIP!!? TIDAK! MANA MUNGKIN!!??”, teriak Chan-Yeol yang sedang kaget. Paman Lee-pun terkekeh kecil melihat kelakuan Chanyeol yang makin hari makin aneh saja.

Hayeon menatap Chanyeol nanar. Sekali lagi Chanyeol menelan ludah. Hayeon dengan kasar melepas rangkulanya dari leher Chanyeol. Ia-pun kembali melanjutkan makannya.

.

Setelah ramyun-nya habis….

.

“Park Chanyeol. Kau tau? Kau sangat tampan,” ucap Hayeon sambil menatap wajah Chanyeol.
“A-apa maksudmu?,” ucap Chanyeol, sambil tergagap (lagi).
“Jika saja aku terlahir sebagai laki-laki, aku ingin sepertimu,” lanjut Hayeon.
Chan-Yeol terdiam. Mencoba mencerna maksud dua kalimat yang keluar dari mulut Hayeon barusan. Park Chanyeol. Kau tau? kau sangat tampan. Jika saja aku terlahir sebagai laki-laki, aku ingin sepertimu. Chan-Yeol menghela napas. Telah ia temukan maksud dari kata-kata Hayeon barusan.
Oh, dia ingin menjadi seorang pria.
Sepertiku.

.

.

fin

2 thoughts on “[Ficlet] Wanna be Yeol

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s