(CHAPTER) Because Of You (1st)

dessy-ds-because-of-you

Poster By LAYKIM

Title : Because Of You (Chapter 1) || Author : DessyDS || Genre : Romance, Sad, Family, Friendship, School-life || Rating : PG – 16 || Leght : Chapter || Main Cast : Kim Nara (OC), Luhan & Kim Jong In || Other Cast : Fint It By Your Self ^^

Sudah pernah di post di My Blog

Disclaimers : Semua cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing.Kecuali LuGe punya Author juga XD kkkk

Author Note  :  Fanfiction chapter saya dengan judul baru. Kekeke Maaf jika masih ada kekurangan ataupun typo. Semua ini murni dari imajinasi saya. ^^ jika ada kesamaan dengan yang lain itu tidak kesegajaan.

Happy Reading! ^^

~~~~~~~~~~~~~~~

Nara POV

Hari senin yang membosankan dan mulai sekarang setiap hari itu akan menjadi hari yang membosankan bagi ku. Kenapa Namja yang aku benci bisa sekolah di sini? Oh ayolah… ini tidak lucu jika aku harus satu sekolah dengan dia. Kenapa harus dia si namja yang pernah menghianati persabatan kami? dan hei…Apa-apaan yeoja yang di sekolah ini bisa menjadikan dia sebagai idola.

“cih… ribut banget sih. Namja yang sok begitu kenapa bisa di puji-puji seperti itu” Ujar ku ke Hye Ri dan Jong In yang berada di samping ku. Hye Ri adalah sahabat ku semenjak sekolah di School Of Performing Arts, sedangkan Jong In adalah teman semasa kecil ku.

“oh ayolah Nara dia itu ganteng dan perfect. Jadi apa salah nya dia di puji seperti itu?” ujar Hye Ri yang dari tadi mengikuti keributan dengan yeoja lainnya

“mwo? Ganteng dan perfect? Oh ayolah Lee Hye Ri. Jong In oppa lebih ganteng dari dia.”

“ya! Kenapa kamu membandingkan dia dengan ku? Jelas dong aku lebih ganteng. Dia itu bukan ganteng, tapi CANTIK.” Ujar Jong In yang sudah males dengan keributan yang di buat para yeoja termasuk Hye Ri yang notaben nya adalah yeojachingu nya Jong In. ah aku tidak tau itu benar atau tidak yang penting mereka berhasil menutupi nya dari ku yang bisa membaca pikiran dan hati mereka.

Akhirnya aku dan Jong In memutuskan pergi dari neraka itu. Aku menarik tangan Hye Ri dari sana, karna aku melihat wajah Jong In sudah berubah drastis ketika mendengar Hye Ri mengatakan namja sok cool itu ganteng dan perfect.

“Nara a, apa yang membuat kamu benci dengan Luhan Hyung?” tanya Jong In tiba-tiba yang membuat ku terkejut

“hah… gk di sini dan gk di sana kenapa nama itu lagi yang aku dengar? Tidak bisa kah kamu jangan menanyakan dia lagi? Aku tau kamu sudah mengetahuinya kenapa aku membenci dia. Kita itu temenan dari kecil Jong In a.”

Disaat aku sedang berbicara dengan Jong In tiba – tiba ada yang menabrak ku. Aku pun hampir terjatuh karna tabrakan dia. Jika tidak ada Jong In yang menahan ku mungkin aku sudah terjatuh saat ini juga.

“awww…” isak ku

“Nara a… Gwenchana?” ujar namja yang menabrak ku

Suara ini? Apa aku salah mendengar nya? Suara yang paling aku benci ada di hadapan ku sekarang? Dan apa-apaan ini dada ku kenapa terasa sesak akan kehadiran dia.

“Nara a… Gwenchana?” ucap Jong In yang membuyarkan lamunan ku

“Gwenchana Jong In a. bisa kah kita pergi dari sini sekarang?”

“Ne kajja.”

Akhirnya aku, Hye Ri dan Jong In pergi dari tempat terkutuk yang ke dua.

Hah. Semenjak Luhan berada di sekolah ini setiap hari selalu saja ada cobaan. Dan 1 lagi semua yeoja yang sering meneriaki nama Luhan sekarang selalu menatap ku dengan tatapan akan ‘membunuh’ ku sekarang juga. Jika aku melihat nya terus-terusan itu akan membuat ku merinding.

Luhan POV

Sudah 1 minggu aku bersekolah di School Of Performing Arts. Aku merasa jijik jika dimana – mana para yeoja harus meneriaki nama ku. Apa mereka tidak pernah menjumpai namja seperti ku? Tapi aku senang bisa bersekolah di sini. Aku berterima kasih sekali Appa sudah memilih sekolah sebagus ini dan di sini juga aku bisa menjumpai teman masa kecil ku. Meskipun kami beda umur tapi mereka seangkatan dengan ku dan beruntung nya aku juga satu kelas dengan mereka. Yah mereka adalah Kim Jong In dan Kim Nara. Hubungan ku dengan Jong in baik – baik ajah. Tapi tidak dengan Nara. Mungkin dia masih marah dengan ku karna masalah waktu kami masih kanak – kanak dulu.

*Falshback*

Saat itu aku masih berumur 8 tahun, sedangkan Jong In berumur 7 dan Nara baru berumur 6 tahun. Kami sudah bersahabat dari kecil di karenakan keluarga kami itu adalah rekan bisnis. Suatu ketika aku dan Jong In bertengkar karena masalah kecil. Tapi ternyata Nara melihat pertengkaran kami dan aku tidak sengaja memukul Jong In yang sedari tadi mengatakan kalau dia itu akan membahagiakan nara setelah kami besar nanti. Aku tidak tau kenapa aku bisa memukul Jong In.

“Kai Oppa… Gwenchana? Ya! Luhan oppa, kenapa kamu memukul Kai oppa? Neo Nappeun namja. Aku membenci mu Luhan oppa. Jangan pernah mengganggap ku sebagai adik mu lagi.”

“Nara a Oppa gwenchana. Kamu tidak boleh seperti itu dengan Luhan Hyung. Ini semua Oppa yang salah. Luhan Hyung tidak salah Nara a. Dia hanya membela….” Ujar Jong In yang mencoba membela ku tapi ucapan Jong In terputus ketika Nara menarik tangan Jong In untuk masuk ke rumah Nara

Aku membeku di saat itu. Aku tidak bisa menjelaskan apapun ke Nara. Tidak lama setelah kejadian itu aku dan keluarga ku pindah ke Beijing. Mulai pada saat itu aku tidak pernah menghubungi Nara ataupun Jong In lagi.

*Flashback end

Waktu terus berjalan dan Nara tetap mengganggap Luhan seperti orang asing. Nara selalu mengacuhkan keberadaan Luhan meskipun Namja itu berusaha mendekati dia. Jika ada tugas kelompok dan dia satu kelompok dengan Luhan dia hanya akan membahas tugas nya dan setelah selesai dia akan pergi dari hadapan Namja itu. entahlah seorang Kim Jong In juga bingung dengan sikap sahabat nya itu. Kai hanya bisa menatap sendu akan kelakuan Nara. Selama Luhan bersekolah di SOPA Nara lebih sering menyendiri. Nara juga semakin menjauh dari Jong In dan Hye Ri. Hye Ri selalu mencoba menghampiri Nara, tapi tetap saja Nara mengganggap dia hanya seorang diri di tempat dia berada saat itu. Nara semakin membenci hidupnya ketika namja itu mucul lagi. Nara lebih sering mengurung dirinya di kamar nya atau pulang ke apartemen nya tanpa memberitahukan orang yang berada di rumah.

Semenjak munculnya Luhan 3 bulan ini Nara semakin kacau kelakuannya. Di sekolah ataupun dirumah dia akan bersikap seolah-olah dia hanya sendiri di dunia ini. Dia merasa tidak ada yang mengerti keadaan nya sekarang. Jika ada yang mendekati nara dan mencoba berbicara ke Nara, mereka selalu saja memohon untuk memaafkan Luhan. Setelah mereka selesai membicarakan itu Nara akan pergi meninggalkan mereka. Entahlah mungkin nasib nya akan sama dengan nasib Minno Oppa nya yang sekarang Nara sendiri tidak tau akan keberadaan Oppanya itu.

Nara meratapi nasib nya di kamar apartemen nya. Dulu di saat dia seperti ini selalu ada Kai di samping nya. tapi sekarang? Tidak! Nara menghindar dari Kai. Karna setiap Kai menemani dia, Kai akan selalu meminta Nara untuk melupakan kejadiaan waktu mereka kecil dan belajarlah untuk memaafkan Luhan. Selalu itu yang dikatakan Kai ke Nara. Tanpa Nara sadari cairan bening yang sedari tadi di tahan sudah turun membanjiri pipi nya dan Nara tersenyum kecut atas nasib nya saat ini. haruskah ini semua terjadi? Haruskah nasib nya seperti ini ketika Luhan kembali ke Seoul? Bisakah Luhan kembali saja ke Beijing dan tidak mengusik kehidupannya.

“ARRGGGG!!!!” jerit Nara ketika kepalanya kembali berdenyut cukup kencang.

Nara memijit pelipisnya perlahan supaya denyutan itu menghilang. Tapi nihil denyutan itu semakin menjadi dan semua mendadak gelap. Nara terjatuh di atas lantai kamar apartemen nya.

Jong In baru menerima telepon dari Eomma nya Nara dan dia menanyakan ke Jong In tentang keberadaan Nara sambil terisak. Nyonya Kim khawatir dengan anak perempuan nya itu. Selama 4 hari ini Nara tidak pulang ke rumah dan tidak pernah mengangkat panggilan dari Nyonya Kim. Nyonya Kim pernah ke apartemen Nara tapi nihil. kode apartemen sudah di ganti oleh Nara dan menurut seseorang yang kebetulan lewat tidak pernah ada yang datang ke apartemen itu. Jong In menenangkan Nyonya Kim. Setelah Jong In mematikan panggilan itu Jong In bergegas mengambil jaket dan kunci mobil yang berada di tempat tidur nya. wajah Jong In sekarang terlihat sedang mengkhawatirkan adik kesayangan nya itu.

Tujuan pertamanya adalah Sungai Han. Karna Jong In tau belakangan ini Nara selalu pergi ke Sungai Han ketika dia sedang memikirkan masalahnya. Tapi nihil. Jong In tidak menemukan Nara di sana. Jong In mencoba menghubungi ponsel Nara, tapi panggilan itu selalu operator yang menjawab nya. Jong In memukul stir mobil karna frustasi akan keberadaan Nara saat ini. akhirnya Jong In memutuskan untuk ke apartemen Nara, karna Jong In pernah mengikuti Nara dan mendapati Nara pergi ke apartemen nya. sesampai di apartemen Nara, Jong In berlari seperti sedang di kejar oleh seseorang. Dia tidak menanggapi pandangan orang yang sedang melihat dia dengan pertanyaan-pertanyaan aneh. Seperti “ apa namja itu kebelet ingin ke kamar mandi?” atau “apa namja itu lupa kode apartemen nya?”

Jong In tetap berlari menuju lift dan menuju ke lantai 12 tempat dimana apartemen Nara. Jam sudah menujukan pukul 10 malam dan lorong apartemen saat ini sangat sepi. Tidak ada satu orang pun. Jong In berjalan ke apartemen nomor 1221 setelah sampai Jong In memasukkan kode. Tapi seperti yang di bilang Nyonya Kim kode itu sudah di ganti oleh Nara. Jong in mencoba memasukkan angka kesukaan nara dan berhasil.

Jong In memasuki apartemen itu. Jong In selalu nyaman jika berada di sini, lampu di apartemen Nara akan otomatis hidup jika ada yang memasuki nya. setelah Jong In sampai di ruang tengah Jong In tidak melihat apapun. Tidak ada orang di sini, sepi dan apartemen Nara terlihat seperti beberapa hari yang lalu di saat dia berkunjung. Apartemen itu masih rapi dan bersih. Jong In tidak ingin ambil pusing atas hal itu.

Akhirnya Jong In memasuki kamar Nara dan Jong In terkejut ketika melihat Nara yang tergeletak tidak sadarkan diri di lantai. Jong In lari menghampiri Nara dan mengangkat Nara untuk di taruh di tempat tidur Nara. Jong In memakaikan selimut ke Nara. Jong In melihat wajah tenang Nara dengan tatapan sendu.

“Pabbo a. kenapa kamu melakukan semua ini eoh?” ucap Jong In sambil memegang pipi Nara

“kembalilah ke Nara yang dulu. Jangan buat Oppa khawatir nara a.” sambung Jong In masih dengan tatapan sendunya

Jong In berdiri dan berjalan keluar kamar. Setelah Jong In berada di luar kamar Jong In menelepon Nyonya Kim

“Yeoboseo Eommanim. Aku sudah menemukan Nara. Dia baik-baik saja. Lebih baik Eommanim beristirahat. Aku akan menjaga Nara.” Jong In berbohong demi kebaikan Nara dan Nyonya Kim. Jong In tau bagaimana reaksi Nyonya Kim jika mengetahui keadaan anaknya yang mengenaskan.

“Gomawo Jong In a. Maaf sudah merepotkan mu.”

“Chonmaneyo. Aku tidak merasa di repotkan. Aku sudah mengganggap Nara seperti adik ku sendiri. Eommanim tidurlah. Jagalah kesehatan mu. aku tidak ingin Nara semakin kacau jika dia tau kamu sakit.”

“ne… ne… ne…”

Akhirnya sambungan telepon itu terputus dan Jong In mengambil air hangat untuk mengompres Nara. Karna Jong In merasa adik kesayangan nya itu sedang demam.

Jam sudah menunjukkan pukul 5.30 KTS. Nara mengeliat ketika dia merasa ada sesuatu yang basah ada di kepalanya. Perlahan-lahan dia membuka mata nya dan dia bingung bagaimana bisa sudah berada di atas tempat tidur. Bukankah semalam dia berada di lantai? Ketika kepalanya pusing dan setelah itu semua berubah menjadi gelap. Hanya itu yang bisa Nara ingat. Tiba-tiba pintu kamar Nara terbuka dan menampakan Jong In yang sudah membawa nampan yang berisikan bubur, obat dan air putih. Nara menoleh ke arah pintu dan Nara terkejut ketika dia melihat Jong In yang sudah rapi dengan seragam sekolah nya. Nara mencoba mendudukkan dirinya.

“eoh… Nara kamu sudah bangun dari tidur panjang mu? kekeke” ucap Jong In mengganggu adik nya sambil menarukan nampannya ke nakas di dekat Nara

“eoh? Bagaimana Oppa bisa berada disini? Apa Oppa punya kekuatan teleportasi sehingga bisa masuk ke sini? Bukankah kode nya sudah aku ganti?”

“aigo… lihatlah seorang Kim Nara yang baru bangun dari tidur panjang nya sudah cerewet menanyakan banyak hal.”

“YA! Aku sedang tidak ingin bercanda.”

“Oppa tidak becanda. Oppa hanya bingung bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan konyol kamu. Oke Oppa akan jawab. Yang pertama Oppa berada di sini karena Eomma kamu menelepon Oppa malam-malam karna kamu tidak pulang selama 4 hari. Yang kedua Oppa bukan Kai EXO yang bisa melakukan hal konyol itu dan yang ketiga Oppa hanya menebak kode baru kamu. Lagian kode yang kamu gunakan itu sudah pernah kamu gunakan dulu sewaktu kamu kabur dari rumah. Apakah sudah puas Nona Kim?”

Nara hanya membuang nafas kasar mendengar jawaban Jong In. Dia merasa bodoh telah pulang ke apartemennya. Kenapa dia tidak beneran kabur dari sana? Dia bisa ke busan ataupun ke kota-kota terpencil di korea untuk menghindar dari semua itu. tapi Nara selalu memikirkan hal itu 2 kali. Dia memikirkan Eomma nya. dia tidak ingin membuat Eomma nya khawatir. ini masalah pribadi dia dan tidak ada sangkut paut nya dengan keluarga nya. ya, hanya Eomma Nara yang bisa membuat Nara tenang dan tidak melakukan hal-hal yang buruk.

Jong in yang merasa pertanyaan nya tidak di jawab menjadi kesal akan kelakuan adinya itu. selalu saja melamun jika di tanya.

“YA KIM NARA! Apa kamu akan terus melamun seperti itu?”

“eoh Oppa. Mian.” Ujar Nara yang terkejut akan panggilan Oppanya itu

“makanlah bubur dan obat ini. habis itu istirahat. Oppa akan kesini lagi setelah pulang sekolah. Jangan mencoba kabur KIM NARA!” ujar Jong In sambil menekankan kata akhirnya

“aku tidak ingin memakan itu. aku akan itu ke sekolah dengan mu Oppa. bukankah hari ini ada ulangan fisika?”

“jika kamu tidak mau memakan itu Oppa akan membawa kamu ke rumah sakit sekarang juga. Ulangan fisika di batalkan. Jadi beristirahatlah. Jikalau ulangan itu jadi mungkin Choi Songsangnim akan memaklumi keadaan kamu.”

“shiroe! Aku tidak ingin kedua-duanya. Aku hanya ingin ke sekolah.”

“dasar yeoja keras kepala. Untung Appa tidak menjodohkan kamu ke aku. Mungkin jika itu terjadi aku akan menjadi suami yang gila setelah 1 bulan menikah. Makanlah itu. habis itu kita berangkat ke sekolah. Jika kamu tidak memakan itu, Oppa tetap dengan pendirian Oppa. membawa kamu ke rumah sakit dan kamu tidak boleh pergi ke sekolah.”

“MWO? Aku juga tidak ingin di jodohkan dengan kamu KIM JONG IN PABBO! Untung saja di peraturan keluarga sesama marga KIM tidak boleh menikah. Kekeke Arraseo namja pabbo. Aku akan memakan ini. PUAS?!”

Jong In hanya tersenyum menanggapi sikap Nara. Ini lah yang Jong In inginkan. Seorang Kim Nara yang selalu tersenyum. Nara yang tidak memikirkan masa lalu nya terlalu keras. Nara yang selalu mengabaikan masalah yang menurut semua orang hal yang sepele. Jong In kangen akan Nara yang dulu. Bukan Nara yang sekarang. Tapi Jong In tau susah untuk mengubah seorang Kim Nara yang keras kepala.

Hanya seorang Kim Jong In yang bisa membuat Nara seperti itu. Entah sudah berapa kali mereka selalu seperti ini. terkadang yeoja yang ada di SOPA menatap iri ke dua insan ini. mereka selalu iri dengan perlakuan Jong In ke Nara. Karna hanya Nara yang beruntung bisa mendapatkan perlakuan hangat Jong In. sedangkan yang lain? Mereka akan mendapatkan perlakuan dingin Jong In. prinsip Jong In, jika ada yang mengganggu Kim Nara dan Lee Hye Ri mereka akan habis di tangan namja itu. maka dari itu namja di sekolah itu tidak ada yang berani mendekati mereka bertiga. Kecuali Chanyeol dan Sehun. Hanya 3 namja itu yang berani mendekati mereka. Sedangkan yeoja tidak ada 1 pun yang berani mendekati mereka.

Nara telah selesai dengan makanan yang di bawah oleh Jong In. tapi tidak dengan obat nya. Nara menyimpan obat itu tanpa sepengetahuan Jong In. Nara tau sedari tadi Jong In tidak memperhatikan Nara. Entah apa yang Jong In pikirkan sampai-sampai dia kebobolan atas perlakuan Nara. Itu lah yang Nara pikirkan.

“Oppa aku sudah selesai. Bolehkah aku mandi sekarang?”

“eoh? Mandilah. Oppa akan menunggu kamu di luar.” Lamunan Jong In tersadarkan karna panggilan Nara dan bodohnya Jong In dia tidak mengetahui senyuman mengejek Nara karna tidak memakan obat yang di berikan. Kekeke

Jangan ingatkan Jong In tentang obat itu. Jika di ingatkan maka Nara akan di ceramah dari apartemen nya sampai sekolah. Jika kalian tidak ingin melihat wajah membunuh dari Nara.

Mereka berdua keluar dari apartemen dan pergi kesekolah dengan mobil yang di bawa Jong In kemarin. Setelah sampai di sekolah mereka berjalan melalui koridor ke kelas. Tapi tangan seseorang menarik tangan Nara begitu kuat dan membawa Nara pergi dari sana. Jong In yang menatap hal itu hanya bisa terdiam. Jong In tidak tau harus melakukan apa. Akhirnya Jong In meninggalkan mereka dan pergi ke kelas sendirian.

Nara melihat namja yang membawa nya dengan tatapan sinis. Entah apa yang mau di lakukan namja itu terhadap nya. apa namja itu selalu ingin mengganggu kehidupannya?

TBC

Chapter 1 selesai ~ Kekeke Apa ada yang tau siapa yang menyeret Nara pergi? Next Chapter is coming soon. ^^

Advertisements

One thought on “(CHAPTER) Because Of You (1st)

  1. Isshh ishhh ishhh…Nara yaampunn kesian betul, itu si Luhan gimana sihh, adduhh ditunggu mext chap-nya!! HWAITING!!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s