[Ficlet] School Story: Cute Boy

school story

 

 

 

School Story: Cute Boy

 | Yang Min Soo | Kim Minseok (Xiumin EXO) & Shin Nana (OC) | Genre: Romance, School Life | Length: Ficlet | Rate: G |

Cast belong to god. Don’t be plagiarism, don’t bash, and i hope you like it, guys 🙂

Kim Minseok dianugerahi wajah Cute dan cantik. Bagaimana jika ia menyukai seorang gadis yang bahkan iri dengan wajah Cute miliknya?

Seorang laki-laki terlihat repot membawa buku tebal yang bahkan bisa dihitung lebih dari 1000 halaman. Dengan Nametag bertuliskan ‘Kim Minseok’, laki-laki itu segera berjalan menuju perpustakaan, dimana sang guru menunggu setumpuk buku yang ia bawa.

************

“oh! Terima kasih, Minseok-ah!” ucap Jo-sosaengnim, guru Matematika sekaligus guru paling cantik di sekolahnya. Sayang sekali, Jo-sosaengnim mengajarkan pelajaran yang paling Minseok benci.

“saya mau pergi dulu sebentar. Minseok-ah, tolong temani Nana sebentar, Ok?

“hai, Minseok-ah!” sapa seorang siswi cantik yang duduk tepat di sebelah Jo-sosaengnim.

Minseok hanya tersenyum canggung. Ia tak menjawab sapaan tersebut namun siswi cantik itu bisa mengerti lewat ssenyuman Minseok yang masih saja terlihat Cute. 

Shin Nana, gadis cantik nan polos yang sering bersama Jo-sosaengnim setiap jam istirahat. Kebetulan Nana memang payah dalam Matematika membuat gadis cantik itu harus belajar mati-matian bila tak ingin tinggal kelas. Sebenarnya baik Minseok dan Nana sama-sama membenci Matematika. Tetapi Minseok masih bisa mendapat nilai di atas 7 walaupun butuh perjuangan yang berat. Namun Nana, gadis itu seperti Phobia akan pelajaran menghitung tersebut. Pasalnya, Nana tak pernah mendapat nilai di atas 7. Bahkan mendapat nilai di atas 6 pun Nana sudah bersyukur akan hal itu.

“kau Cute, Minseok-ah! Aku iri padamu!” seru Nana sembari mencubit pipi Chubby milik Minseok.

Minseok hanya menghela napas, seakan kurang suka dengan perkataan Nana. Terkadang Minseok bertanya, kapan ia tidak dianggap seperti anak kecil? Sering kali teman-teman di kelasnya mencubit pipinya hingga merah lalu memanggilnya dengan sebutan Saeng.

Ayolah, bahkan hari ulang tahun Minseok termasuk paling tua di kelas. Sampai kapan ia harus menahan kesal saat ia dipanggil Cute, Chubby, and Beautiful? Minseok benar-benar laki-laki tulen! Ia lebih suka dengan sebutan Manly dibandingkan dengan Cute. Ia lebih suka dipanggil tampan daripada cantik. Kalau masalah pipinya, itu tak bermasalah menurutnya. Bahkan terkesan mengabaikannya.

“Minseok-ah, apa rahasiamu menjadi Cute dan cantik?” bisik Nana, mengingat mereka tengah berada di perpustakaan.

“berhentilah memanggilku Cute, Nana”

“tapi itu fakta, Minseok. Kau harus mensyukurinya”

Minseok kembali menghela napas berat. Seandainya Nana tahu betapa bencinya ia dengan sebutan itu. Ok, Minseok tak pernah membenci fisiknya yang Cute dan cantik secara bersamaan. Itu keturunan dari kedua orang tuanya. Tapi ia membenci teman-temannya yang terlalu berlebihan. Lagipula banyak orang yang Flower Boy kan?

Sebut saja teman sekelasnya, Xi Luhan. Ketua klub sepak bola itu lebih cantik dibanding dirinya. Bahkan Luhan selalu kalah setiap adu kekuatan dengan Minseok. Tapi mengapa selalu Minseok yang harus dipanggil Cute? Tidak adil kah bila Luhan juga dipanggil dengan sebutan yang sama?

Lagipula Minseok juga ketua dari klub Taekwondo. Ia juga menguasai beberapa beladiri. Tidak bisakah teman-temannya memerhatikan kalau dirinya benar-benar Gentle?

Aigoo, aku benar-benar iri dengan wajahmu, Minseok-ah. Kau cantik walaupun tanpa Double Eyelids. Kulitmu putih bahkan lebih putih dibandingkan denganku. Pipi Chubby mu benar-benar seperti Bakpao

Minseok merasa gerah mendengarnya. Sejak ia bertemu dengan Nana hingga sekarang, Nana terlihat tak pernah memandangnya sebagai laki-laki. Selalu saja memandangnya sebagai seorang gadis cantik.

Kapan Nana memandangnya sebagai laki-laki yang istimewa di mata dan hatinya?

“sudah cukup, Shin Nana”

“eh?”

Minseok meraih kedua tangan Nana, merasakan lembutnya kulit Nana. Merasakan kulit mereka yang saling bersentuhan.

“Min–Minseok-ah…”

“tidak bisakah kau memandangku sebagai seorang laki-laki?”

Wajah Nana memerah begitupun Minseok. Mereka saling memalingkan wajah, menyembunyikan wajah mereka yang sudah memerah tomat. Minseok yang sudah tak tahan dengan jantungnya yang berdebar layaknya ingin lepas dari tempatnya pun segera melepaskan genggamannya. Menaruh kedua tangannya di saku celananya.

“a–aku menyukaimu, Shin Nana” ucapan Minseok  makin membuat Nana gugup bahkan hingga menggigit ujung bibirnya sendiri.

Perlahan Minseok memberanikan diri menatap Nana. Ia pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal seraya tersenyum canggung, “aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu”.

Oh, jangan teruskan atau jantung Nana bisa meledak saat ini juga. 

“kau selalu menganggapku sebagai seorang gadis. Padahal aku laki-laki. Aku ketua beladiri dan tetap saja kau menganggapku sebagai seorang gadis”

“aku benar-benar tak menyukai itu, Nana”

Kini Nana memainkan pulpen miliknya. Memutar pulpen tersebut sebagai penghilang rasa gugup.

“jadi, bisakah kau tidak menganggapku sebagai gadis dan berhenti memanggilku dengan sebutan Cute? Aku sungguh tak menyukainya” pinta Minseok dengan mata yang memelas.

“siapa bilang aku menganggapmu seorang gadis?” pertanyaan Nana sontak membuat Minseok terkaget. Matanya membulat sempurna.

Nana memberanikan diri menatap kedua manik mata milik Minseok. Menelusuri tatapan polos milik Minseok. “aku tak pernah menganggapmu sebagai seorang gadis tapi aku tak menjamin dapat berhenti memanggilmu dengan sebutan Cute“. Minseok hanya mendesah kecewa. Ia memang tak memiliki hak untuk melarang Nana.

Seulas senyuman melengkung cantik di bibir Nana, membuat Minseok terperangkap akan pesonanya. “aku juga menyukaimu, Minseok-ah”.

“a–apa?!”

“aku juga menyukaimu, sejak lama”

Minseok tersenyum lega mendengarnya. Ternyata selama ini perasaannya tak bertolak belakang. Mereka saling menyukai, saling mengisi hati satu sama lain.

“dan kau tahu apa yang membuatku jatuh hati padamu?” tanya Nana, Minseok menggeleng polos.

Lagi-lagi Nana tersenyum manis, “Because you’re cute boy, Kim Minseok”.

END

25 thoughts on “[Ficlet] School Story: Cute Boy

  1. Pingback: [Ficlet] School Story: Wish | INDO FANFICTIONS

  2. Pingback: [Ficlet] School Story: Brave Confession | INDO FANFICTIONS

  3. Pingback: [Ficlet] School Story: Childish | INDO FANFICTIONS

  4. Pingback: [Ficlet] School Story: Sharp Mouth | INDO FANFICTIONS

  5. Pingback: [Ficlet] School Story: Smile | INDO FANFICTIONS

  6. Pingback: [Ficlet] School Story: Voice | INDO FANFICTIONS

  7. Pingback: [Ficlet] School Story: Trouble Maker | INDO FANFICTIONS

  8. Pingback: [Ficlet] School Story: Honest Boy | INDO FANFICTIONS

  9. Pingback: [Ficlet] School Story: Tutor | INDO FANFICTIONS

  10. Pingback: [Ficlet] School Story: Cold | INDO FANFICTIONS

  11. xiumin, fakta klo kmu cute dan unyu it gk bsa dtolak. toh fakt kluarga jga kn..jd terima aj sbg kelebihan yg dkasih tuhan utk kmu 😉

  12. Pingback: [Ficlet] School Story: Soccer Club | INDO FANFICTIONS

  13. ehem… *siapin microfon dulu*
    MINSOOOO……..
    ciyee yg bikin ttg minseok ciyeee…
    x)
    emg yah, school-life itu gak ada matinyaa..
    itu btw, kirain kakak, pertama nya, otak si xiumin and OC sama2 dodol, maka dari itu gak pulang gegara pljaran mat…
    eh ternyata, cuma si OC aja, lol x) #ngelusdada (untung si xiumin gak di nista disini) hihihihi 😀
    ciye happy ending nih yee 😀
    seneng deh kalo baca fic yg alhirnya happy ending, abisan ak gak jago bikin happy ending wkwk .

    anyway, nice fic sygs.. cuma, boleh gak kakak kasih saran? itu percakapannya sehabis tanda kutip baiknya pake huruf besar, karena sebelumnya sdh diakhiri dengan titik

    dan YES! aku bakal setia nungguin schoolboy versinya chanyeol, yuhuuu..
    eh, sm baekhyun juga deh. eh, jonginku yg item jg loh..
    aaahh… semuanya deh ! *lol* #maruk

    aduduh maaf ya buat komenan kakak yg panjangnya ngalahin gerbong kereta api pertamina…
    keep writing minsoo sygs!

    • wkwkwk, cie yang buat pacarnya sendiri #abaikan
      aku ga tega nistain pacarku sendiri kak ._. dan aku lagi ga galau sama baper jadi dapet idenya happy end 😀

      makasih banget kak udah ngasih saran, sejujurnya aku juga masih bingung loh nentuin huruf kapital sesudah tanda kutip ._. kakak cantik banget deh udah kasih tahu #peluk

      wkwkwk, chanyeol masih lama kak. habis ini abang Luhan, pokoknya urutan versinya lihat cover dan gilirannya searah jarum jam, ngerti kan kak? 😀

      gapapa, aku malah seneng banget kakak komen panjang, jadi aku juga bisa komen panjang # -___-
      gomawo ya kak sayang, udah komen sama baca 😀 ❤ ❤ ❤ #tebarkiss

      • ehem. INU KENAPA CHANYEOLKU DITENGAH2? SI JONGIN KENAPA DI BELAKANG? AMPUN DEH.. KYUNGSOOKU JUGAK MASIH LAAMAA BANGET GILIRANNYA, SAKIT AKU NAK, SAKIT #sakitjiwa #ditempelengminsoo

        btw, ini sesuai urutan usia yah? baru nyadar ..
        *kemudian kalem* *hormat sama luhan* *lantaran kalah tua*

        dan soal saran kakak itu tadi..
        kakak sendiri juga baru tahu kok, baru belajar, BARU BANGET.
        fiksi2 kakak aja masih acak adul, sampai sekarang.
        habis gimana yah… menulis dengan baik dan benar sungguh sangatlah sulit dilakoni.
        jadi, marilah kita belajar bersama, yuk…

        baiklah, kakak akhiri komenan kakak ini dengan cipokan.

        ditunggu seri yg lainnya yaaaahh….

        • huaaaah, ga aku tempeleng kok, cuma ditendang #anakkurangajar -___- *peace kak, peace 😀

          iya, emang sesuai umur, uri minseok kan duluan lahirnya, jadi harus duluan. sebenarnya sih mau ngacak, tapi malah ga sengaja bikin covernya sesuai umur -__-

          ayo kita belajar bersama! membuat ff lebih baik ^^ #semangatberkobar

          ok deh kakak cantik, aku juga akhiri komen ini, muach muach buat kakak #ini anak -__-

  14. Cie elah bang xiumin :v udeh jadian pan mereka?? Kalo udah gue mau minta PJ dolooo :v wks… Ficletnya seru… Dan gue juga rada benci kgak benci2 amat sih sama pelajaran math… -,- math bikin gue puyeng kdang kala. Kadang juga bikin gue seneng karena nemu jawabannya. Kadang bikin gue sedih.. Nah jadi math itu berbagai rasa campur2 jadi satu… #apaini oke lupakan apa yang gue omongin tentang math… Keep writing yow!! Di tunggu karya ficlet bagian member yang laen oke??

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s