(CHAPTER) LUCKY (5th)

lucky-dessyds

Title                            :           LUCKY (Chapter 5)

Author                        :           DessyDS

Genre                          :           Romance, Sad, Family, Friendship, Drama

Rating                         :           PG – 16

Leght                          :           Chapter

Main Cast                   :

  • Kim Nara
  • Luhan

Other Cash                :           Temukan sendiri. OK ^^

Poster by : loyalslatte http://indofanfictionsarts.wordpress.com/

Fanfict ini juga sudah di post di :

 https://lugedeerff.wordpress.com

Disclaimers  :           Semua cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing.

Author Note : Semua cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Jika ada kesamaan itu tidak kesengajaan. ^^ so don’t be siders and plagiator.

Happy Reading! ^^

~~~~~~~

Prev

 “Oppa. waeyo?” ujar Nara yang menghampiri Luhan

“…………………” Luhan tidak ingin menjawab petanyaan dari Nara. Luhan memilih membelakangi Nara

“Chagiya, kamu harus berkenalan dengan ahjussi yang pemarah dan cemburuan ini. otte?” ujar Nara yang beralih ke baby Eunho

Nara mengendong baby Eunho dan membawa nya ke hadapan Luhan. Luhan yang menyadari ada bayi di sana hanya bisa membelalakan mata nya. Luhan kaget ketika ada bayi di rumah itu. apakah dia anak Nara? Semua pertanyaan-pertanyaan mulai beradu di otak Luhan. Dia tidak bisa berkata sepatah katapun.

~~~~~~~

Chapter 5

“N…Nugu Nara a?” ujar Luhan terbata-bata

“Kim Eunho. dia adalah Aegi yang di tinggal orang tua nya karna kecelekaan. Dia adalah salah satu anak yang tinggal di panti asuhan JL.”

“apa dia yang tadi kamu temui?” ucap Luhan sambil mengambil Eunho dari gendongan Nara

“Ne. itu dia. Kekeke Apa kamu masih cemburu? Ah.. aku baru mengetahui jika LuGe cemburu dengan anak bayi seperti ini.”

Luhan tidak menjawab pertanyaan Nara. Dia sudah terbuai dengan Baby Eunho yang bermain dengannya. Nara yang melihat itu hanya tersenyum. Entahlah. Entah apa yang membuat Nara senang melihat adegan itu. dia merasa jika Luhan sudah seperti seorang ayah yang menyayangi anaknya.

“Kajja oppa kita turun.” ajak Nara yang cemburu dengan sikap Luhan

Akhirnya Luhan, Nara dan baby Eunho turun ke taman belakang untuk bergabung bersama yang lainnya. Baby Eunho masih berada di gendongan Luhan. Semenjak Baby Eunho berada di antara mereka berdua, Nara menjadi seperi tidak di anggap oleh Luhan. Nara tersenyum dan ada perasaan cemburunya ketika melihat perlakuan Luhan ke Baby Eunho.

Semua tamu yang di taman rumah Nara bersenang-senang. Ada yang menikmati makanan yang sudah tersedia, ada yang bermain air dan ada juga yang mengobrol santai. Tamu yang berada di taman Nara sebenarnya semua dari kalangan artis. Acara ini memang Haraboeji Nara yang membuat nya. Haraboeji Nara juga mengenal banyak artis korea. Jadi dia mengundang teman artis lamanya untuk ikut bergabung.

Halmoni Nara yang menyadari ke tiga orang itu menghampiri dan berusaha untuk mengambil Baby Eunho dari gendongan Luhan. Tapi Luhan tidak ingin melepaskan Baby Eunho dari gendongannya. Begitu juga Baby Eunho, ketika Halmoni berhasil menggendongnya dia akan menangis. Halmoni Nara hanya bisa mengulas sebuah senyuman. Dia berpikir ini adalah awal yang baik buat mereka. Nara yang melihat senyuman Halmoni nya juga mengulas senyuman, karna dia tau apa yang dipikirakan oleh Halmoninya.

Semua tamu tertuju pada tangisan Baby Eunho. Mereka terkejut ketika Baby Eunho yang berhenti menangis ketika di gendongan Luhan. Member EXO yang melihat itu hanya bisa ber’oh’ ria. Chanyeol yang melihat itu menjadi mempunyai rencana jail. Tapi sayangnya dia harus melakukan nya sendiri hari ini. Baekhyun tidak bisa menemaninya karna dia sedang sibuk berkencan. Chanyeol memutar bola mata nya risih ketika melihat kedua insan itu.

Chanyeol berjalan kearah Nara dan Luhan. Sudah ada rencana jail yang mengililingi otak nya. Chanyeol mengajak Nara menjauh dari Luhan. Karna Chanyeol tau Luhan akan marah jika Nara tidak di sebelahnya. Apalagi disaat ada di rumah Nara. Tapi keadaan nya sekarang berbeda. Luhan tengah di sibukkan dengan Baby Eunho, jadi Luhan pasti tidak menyadari jika Nara dia bawa. Nara yang mengetahui akal jail dari Chanyeol hanya mengikuti nya. Nara juga ingin melihat ekspresi Luhan ketika di tinggal Nara.

Mereka berjalan meninggalkan Luhan dan Baby Eunho di balkon. Luhan tidak menyadari kepergian Nara. Kai tidak sengaja melihat itu ingin menghampiri Luhan dan memanasi Hyung nya itu. Chanyeol dan Nara berada di lapangan basket yang berada di rumah Nara. Luhan yang menyadari kehadiran Kai menoleh ke arah Kai. Dan dia baru sadar jika Nara tidak ada di sampingnya.

“ahhhh… Kyeopta.” Kai yang gemas dengan Baby Eunho dan berusaha membawa Eunho ke gendongan nya

“eoh Kai. Apa kamu tau Nara dimana? Bukankah tadi dia disini?”

“Nara? Ah… Nara tadi di ajak Chanyeol Hyung pergi.”

“Yak! Chanyeol membawa Nara kemana?”

“Nan molla. Hyung kamu membuat Baby Eunho kaget. Kenapa kamu menjerit seperti itu?”

Baby Eunho sudah berada dalam gendongan Kai karna baby Eunho sendiri yang merangkak ke arah Kai. Mungkin bayi itu kaget dengan suara Luhan yang tiba-tiba menjerit itu.

“ah… Eunho a, mianhe. Ahjjusi tidak bermaksud buat kamu takut. Ahjjusi hanya mencari Eomma kamu yang tiba-tiba menghilang.”

Eunho yang mengerti hanya memberikan Luhan senyumannya.

“Kyaaaa… Yeppeo a.” jerit Kai ketika melihat senyuman dari Baby Eunho. Kali ini Baby Eunho tidak kaget dengan teriakan Kai. Mungkin dia sudah terbiasa dengan teriakan mematikan dari kedua Ahjjusinya itu.

Nara dengan Chanyeol sedang bermain basket di lapangan basket milik Nara. Nara sudah sering bermain basket dengan member yang lain. Terutama Luhan, dia sering bermain basket one by one dengan Luhan. Tentu saja ada hukuman untuk yang kalah. Kali ini Nara menang unggul dengan Chanyeol skor sementar 3-1 yang dimenangi oleh Nara. Tentu saja Chanyeol ingin mengalahkan Nara. Tapi namja itu selalu kalah cepat dengan kecepatan tangan Nara.

“Slam Dunk!” ucap Nara yang belum lelah dengan permainan basket itu

Chanyeol hanya mengerutu tidak jelas. Dia menjadi menyesal mengajak Nara bermain basket.

Luhan mencari Nara yang menghilang bersama Kai dan Baby Eunho. Sebenarnya Kai tidak ingin ikut dengan Luhan, tapi Hyung nya itu memaksa Kai untuk ikut. Karna menurut Luhan namdongseang nya salah karna disaat Nara pergi dia tidak memanggil Luhan. Kai yang mengigat kata-kata itu memutar bola matanya malas. Jika tidak ada Baby Eunho mungkin Kai sudah lari bergabung dengan member lain.

Luhan mendengar suara Nara yang berasal dari lapangan basket. Luhan segera melangkahkan kaki nya. Luhan terdiam ketika melihat yeoja nya yang sudah bercucuran keringat dan membaut wajah nya tampak berkilau. Jika Luhan sudah melihat Nara dengan keadaan seperti itu Luhan jadi ingin segera membawa dia ke kamar Nara. Errr! Dasar namja pervert. Kai yang melihat tingkah Luhan hanya bisa memutar bola matanya malas. Karna dia tau apa yang dipikiran Hyung nya.

Jangan lupa Kai, kau juga namja pervert seperti Hyung mu itu.

Luhan berjalan menghampiri Nara dan Chanyeol yang masih asik dengan permainan mereka. Luhan dengan sigap mengambil ahli bola yang berada di tanggan Nara. Luhan mendribel bola itu.

“Two by One. Jika kalian berdua kalah kalian harus memasak makanan yang enak untuk ku malam ini. jika aku kalah kalian boleh meminta apapun kepadaku. Aku akan memberikan kalian 3 permintaan. 1 orang 1 permintaan dan 1 permintaan kalian boleh menggunakannya bersama.” Ucap Luhan sambil mendribel bola nya.

“Oke! Siapa takut!” Nara memberikan seringaian nya ke arah Luhan. Sedangkan Chanyeol memutar bola matanya malas dengan kelakuan 2 manusia yang ada di hadapannya. Tapi mau tidak mau Chanyeol harus mengikuti permainan itu karna sudah ada permintaan yang melintas di otaknya.

Skor sementara 4-3 dan yang memenangkan ini adalah tim Nara dan Chanyeol. Dari ke 4 skor itu Chanyeol hanya memasuki bola itu 1 kali. Sisanya Nara yang memasukinya. Permainan yang mereka mainkan semakin panas dengan Kai yang menjadi wasitnya. Baby Eunho sudah berada di troli karna dia sudah tertidur sejak permainan itu dimulai. Beberapa tamu yang berada di taman belakang sudah berada di lapangan basket. Hanya beberapa member exo dan snsd yang merada di lapangan itu.

Akhirnya permainan basket Two by One sudah berakhir. Pemenang kali ini Kim Nara dan Park Chanyeol. Skor akhir adalah 5-4. Mungkin kali ini Luhan mengalah untuk kemenangan gadis nya. Nara berjalan kearah Kai yang sedang membawa handuk dan air minum. Sebenarnya barang bawaan itu akan Kai berikan ke Chanyeol. Tapi sebelum Chanyeol mengambilnya, Nara sudah terlebih dahulu mengambil itu. Kekeke

“Gomawo oppa untuk handuk dan air minum nya. Kekeke” ujar Nara yang sudah berjalan menuju troli Baby Eunho.

“Yak Kim Nara! Itu Kai membawakan untukku. Bukan untuk mu.” Jerit Chanyeol yang berada di belakang Nara

“Ah oppa, apa kamu tega melihat keringat ku yang keluar? Aku sudah memenangkan pertandingan itu supaya kita tidak memasak untuk Luhan oppa. Tapi kenapa kamu tega sekali eoh? Handuk dan air minum yang seperti ini saja kamu ributkan.” Ujar Nara sedikit kesal dengan sikap Chanyeol

Nara akan merasa mood nya kacau dan kesal jika dia sedang kelelahan seperti sekarang. Chanyeol yang melihat wajah kesal Nara bergidig ngeri di karenakan ketika Nara seperti itu Nara terlihat akan menerkam mangsanya secara hidup-hidup. Chanyeol membungkam mulutnya rapat-rapat dan mematung di tempatnya berdiri. Luhan dan Jong In yang melihat itu hanya bisa tertawa ketika melihat tingkah Chanyeol.

Acara di taman belakang rumah Nara akhirnya selesai pukul 5 sore. Semua tamu Nara sudah pulang ke rumah masing-masing kecuali beberapa member exo yang masih bertahan termasuk Luhan, Kai dan Chanyeol. Tentunya kalian masih ingat kan tentang perjanjian yang diberikan Luhan tentang pertandingan basket itu. Tentang 3 permintaan.

Nara, Luhan, Chanyeol dan Kai sedang duduk sofa di ruang kerja Nara. Sedangkan yang lain sudah balik ke dorm mereka. Hanya tersisa ke tiga namja itu. Nara yang memangku Baby Eunho tidak terlalu fokus ke tiga namja yang berada di depannya. Dia terus bermain bersama baby eunho. Sedangakn Luhan yang melihat hal itu hanya bisa memutar bola mata nya malas. *kamu merasakan apa yang Nara rasakan tadi LuGe*DevilLaugh*

Chanyeol dan Kai yang melihat itu menguap karna memang mereka berdua membutuhkan tidur sekarang juga. Apalagi mengingat besok ada kegiatan untuk member EXO-K, sedangkan EXO-M besok tidak ada jadwal apapun.

“Bagaimana Hyung. Apa kamu sudah siap dengan permintaan kami?” ujar Chanyeol yang sudah malas dengan keheningan di sana

“eoh. Katakan saja apa kamu kamu dan permintaan untuk kalian berdua.” Ujar Luhan mantap

“Arrasoe. Permintaan ku akan aku simpan sampai di dorm nanti. Tapi kalau permintaan aku dengan Nara sudah kami pikirkan tadi. Bagaimana Nara-a, apa kita katakan sekarang juga?”

“eoh. Katakanlah oppa. Bukankah tadi kamu mengatakan kamu yang akan menjelaskan semuanya?” ujar Nara sambil menatap menganguk mantap ke arah chanyeol

“begini hyung. Kemarin itu kamu pernah mengatakan kepadaku jika kamu akan mengundurkan diri dari member EXO kan? Nah permintaan kami berdua itu……”

“JANGAN KELUAR DARI EXO.” Ucap Nara dan Chanyeol bersama

“kamu harus tetap di EXO Hyung! Itu permintaan aku dengan Nara.” Dan itu mendapatkan angukan mantap dari Nara dan Kai yang mendengarkan pembicaraan ketiga orang itu

“Tapi……”

“TIDAK ADA TAPI-TAPIAN OPPA.” Hardik Nara yang mengetahui apa maksud dari Luhan

Luhan hanya bisa membungkam bibirnya rapat-rapat. Ya itu memang sudah rencananya ketika konser EXO berakhir dia juga akan mengundurkan diri dari EXO. Dia memang sudah menceritakan ke Nara. Sebenarnya pertama sekali Nara merasa baik-baik saja. Tetapi setelah mendengar cerita dari Chanyeol dan Kai, Nara menjadi berubah pikiran tentang keputusan namjachingu nya.

“Arraseo. Aku akan memikirkannya lagi. Tapi apapun keputusan ku aku mohon kalian bisa menerima nya.” Ujar Luhan dengan wajah yang sudah menunduk. Dia tidak berani menatap ke tiga orang yang berada di depannya.

Nara yang akan melayangkan protesnya tiba-tiba di urungkan karna Baby Eunho tiba-tiba menangis karna mengantuk. Nara permisi ke tiga namja itu untuk masuk ke kamar nya terlebih dahulu. Nara hanya berpesan jika mereka ingin pulang suruh Han ahjjusi untuk mengantarkan dan permisi ke halmoni Nara. Karna Nara tidak akan keluar dari kamar lagi.

Akhirnya Chanyeol dan Kai memutuskan untuk balik ke dorm. Karna mereka lelah akan aktivitas hari ini. Luhan yang besok tidak ada kegiatan memutuskan untuk tetap menginap di rumah Nara. Sebenarnya Chanyeol dan Kai kecewa dengan jawaban Hyung nya itu. Mereka tidak ingin hal yang sama terjadi lagi. Mereka ingin semua tetap seperti ini. Cukup satu ajah yang keluar. Jangan di tambah satu lagi. Itulah yang berada di pikiran Chanyeol sekarang.

Luhan memasuki kamar Nara dan Luhan mendapatkan Nara yang sedang berdiri di dekat meja kerja nya yang berada di kamar Nara. Sedangkan Baby Eunho sudah tertidur di tempat tidur king size milik Nara. Luhan memeluk Nara dari belakang. Mencium aroma mint yang sudah Luhan hafal dari dulu. Aroma yang membuat dia tidak bisa terlepas dari yeoja ini. Luhan semakin mengeratkan lingkaran tangannya dipinggang gadis nya. Menumpukan dagunya di bahu Nara. Mata Luhan terpejam dengan damainya.

Nara yang merasa berat ingin mencoba membalikkan badannya. Tapi pelukan Luhan semakin erat seperti tidak ingin yeoja nya melihat wajah kusut nya. Ya semenjak mendengar permintaan dari Nara dan Chanyeol pikiran Luhan seperti ingin pecah. Di satu sisi dia tidak ingin mengecewakan mereka berdua. Tapi disisi lain dia tidak ingin terus tersiksa di kandang harimau seperti ini. Dia bingung apa yang dipikiran Nara sehingga yeoja itu merubah keputusannya. Dia juga tidak tau apa yang dikatakan Chanyeol dan Kai sampai-sampai yeoja nya bisa berubah pikiran seperti ini.

“Oppa waeyo? Apa kamu memikirkan sesuatu?”

Luhan hanya menjawabnya dengan gumaman. “biarkan seperti ini dulu ne?” lanjut Luhan yang masih ingin bermanja-manja dengan gadisnya itu.

Nara yang merasakan sesuatu meremas telapak tangan Luhan yang juga ikut menggenggam tangannya. Ia menggigit kecil bibirnya dan berusaha menahan sesuatu disana. Nara sudah tidak merasakan Luhan menumpukan dagunya disana. Yang ia rasakan adalah Luhan sudah menyibakkan rambut panjangnya kesamping dan bibir pria itu yang mulai menyentuh permukaan kulit lehernya. Luhan lupa bagaimana ia mengendalikan keinginannya. Semua yang ada digadis itu, Luhan menginginkannya.

Luhan ingin sedikit ‘bermain’ dengan yeoja nya malam ini. Luhan melepaskan sentuhan bibirnya dengan leher gadis itu. Membalik tubuh kecil perempuan itu dan membawa tatapan matanya dalam menembus iris coklat milik Nara. Semakin lama, nafas keduanya saling bertemu. Luhan mempersempit jarak mereka. Sebelah tangan Luhan sudah bertengger manis dipinggang gadis itu. Sedangkan tangan sebelahnya lagi menuntun tengkuk gadis itu.

Luhan yang memulainya dengan sentuhanlembut. Lumatan-lumatan kecil yang bisa membuat gadis itu merasa melayang. Nara lupa bagaimana caranya ia bisa berfikir secara jernih. Semua sentuhan yang Luhan ciptakan selalu membuatnya berfikir dibawah garis normal. Nara menyukainya. Ia juga membalas dan membuat Luhan tersenyum disela-sela aktivitas mereka.

Mereka sudah merasakan hawa panas disekujur tubuh mereka. Terutama Luhan. Namja itu sudah tidak bisa berpikir jernih lagi. Nara yang mengetahui jika Luhan sudah tidak bisa terkendali akhirnya mengakhiri pertautan bibir mereka. Mereka sama-sama mencari oksigen ketika tautan itu sudah terlepas. Nara selalu menyadarkan Luhan jika permainan mereka sudah membuat Luhan tidak bisa berpikiran jernih lagi. Dia tidak ingin sesuatu hal terjadi dengan mereka. Dia akan memberikan seluruhnya ketika waktu nya tiba dan waktu itu hanya di saat malam pertamanya dengan namja yang benar-benar sudah menjadi suaminya.

Matahari pagi saat ini sangat mengganggu kedua insan yang sedang tidur di sebuah kamar yang bisa di katakan luas seperti sebuah apartemen. Tentu saja mereka berdua malas untuk membuka mata nya. Yeoja itu masih lelah karna semalaman begadang dikarnakan demam Baby Eunho yang semakin tinggi dan itu membuat Baby Eunho selalu menangis. Nara baru menutup matanya 3 jam. Dan sekarang matanya terasa berat jika harus beraktivitas. Belum lagi semalam permainan basketnya dengan Luhan dan Chanyeol. Sedangkan Luhan, namja itu malas membuka mata nya dikarenakan hanya hari ini dia bisa bermalas-malasan. Besok dia sudah harus kembali ke aktivitasnya.

“Huaaaaaaaaa……” Tiba-tiba rengekan Baby Eunho membangunkan Nara yang masih di alam mimpinya. Untungnya Nara tidak jatuh karna teriakan histeris dari bayi yang berada di sebelahnya. Nara mendudukan dirinya dan menyenderkan badannya di dasbord tempat tidur. Dia mengambil Baby Eunho ke dalam gendongannya. benar saja Baby Eunho berhenti nangis dan tersenyum ketika melihat wajah dari wanita yang dia kira adalah Eomma nya.

Nara mengurungkan niatnya untuk mencoba memarahi Baby Eunho. Dia selalu terhipnotis jika sudah melihat senyuman dari Baby Eunho. Sebenarnya Baby Eunho sudah bangun dari 10 menit yang lalu. Dia mencoba membangunkan kedua orang yang di sampingnya. Tetapi tidak ada yang bangun. Alhasil dia menggunakan cara menangisnya dan itu berhasil.

“Kamu mencoba membangunkan Eomma eoh?”

Seperti mengerti dengan perkataan Eommanya baby eunho bergumam menjawab pertanyaan itu

Ah, jangan lupakan namja yang masih tertidur pulas di sebelah Nara. Ya dia adalah Luhan. Namja itu masih tertidur dengan tenang. jeritan Baby Eunho yang cukup kuat itu tidak mempan untuk pendengarannya. Nara yang melihat kesampingnya hanya bisa mengelengkan kepalanya.

“pa…pa…pa…” ujar Baby Eunho yang masih dalam gendongan Nara

“Eoh. Kamu mencoba memanggil Appa? Belajarlah memanggil Eomma.” Ucap Nara ke Baby Eunho yang mengeliat kecil di pelukannya

Nara mencoba membangunkan namja yang berada di sampingnya dengan menaruh Baby Eunho di badannya. Ya namja itu memang mengeliat kecil dalam tidurnya. Tapi mata namja itu terlalu berat untuk di buka.

“Eoh… Eunho a Ahjjusi masih mengantuk. Kamu bermainlah dulu dengan eomma.” Ujar Luhan masih dengan mata yang tertutup

Nara yang mengetahui jika namjachingunya masih kelelahan akhirnya menyerah untuk membangunkannya. Nara mengambil Baby Eunho dan membawanya menuju kamar mandi untuk memandikan Baby Eunho.

Hari sudah semakin siang. Wajah Luhan tiba-tiba murung dan terlihat kesal. Tetapi Nara tidak menyadari itu, karna sedari tadi Nara di sibukkan dengan pembuatan soal ujian untuk mahasiswanya. Luhan baru saja menerima pesan dari Nyonya Lu yang berada di Beijing jika dia harus mengakhiri hubungannya dengan Kim Nara dan pulang ke Beijing secepatnya untuk bertunangan dengan yeoja yang sudah di tetapkan oleh Nyonya Lu. Bisa dibilang Luhan telah di jodohkan oleh Nyonya Lu.

Ya Hubungan mereka yang sudah berjalan 1 tahun itu memang tidak dapat persetujuan dari Mama nya Luhan. Mereka hanya dapat persetujuan dari Tuan Lu yang notabennya adalah rekan bisnis Yeye nya Nara. Luhan hanya membuang nafas kasar setelah membaca  pesan dari Mama nya. Dia tau jika Mama nya tidak mengizikan dia berpacaran dengan yeoja korea. Tapi menurut Luhan seorang Kim Nara itu tidak seperti apa yang dipikirkan oleh Mama nya. Nara bukan yeoja korea, meskipun dia punya keturunan korea dari Haraboeji nya. Tapi Nara masih ada keturunan Beijing dari Yeye nya. Yeye Nara berasal dari Beijing dan mempunyai perusahaan di Beijing. Dia hanya membuka cabang di korea supaya dia tidak bolak balik antara korea dan Beijing.

Tapi apakah salah jika Luhan mencari jalan hidupnya sendiri. Luhan semakin emosi ketika pesan dari Mama nya terus saja masuk. Dia memukul wastafel secara kasar dan itu menimbulkan bekas luka yang cukup parah. Luhan sengaja berada di kamar mandi supaya Nara tidak melihat wajah kacaunya.

Mungkin setelah ini Nara akan memarahinya karna luka di tanggannya. Ya pemikirannya itu berhasil membuat Luhan memperlihatkan senyuman nya. Jika dia memikirkan yeojanya itu akan sangat melegahkan.

Luhan keluar dari kamar mandi dan melihat Nara sudah menyelesaikan tugasnya dan meninggalkan laptopnya. Luhan melihat Nara yang sedang duduk di tempat tidur nya sambil membaca sebuah novel. Luhan yang merasa di acuhkan berjalan menuju tempat tidur Nara dan tidur di paha Nara. Luhan melingkarkan tangannya di pinggang yeoja nya dan membenamkan wajahnya di perut yeoja itu. Oh tentu saja itu adalah tempat favorit nya dan dia selalu berhasil membuat seorang Kim Nara terkejut karna sikapnya.

“Eoh ge. Waeyo?” ujar Nara sambil mengusap lembut kepala Luhan

Luhan tidak menjawab pertanyaan Nara. Nara tau jika Luhan sedang banyak pikiran. Jika Luhan mempunyai banyak pikiran dia akan menjadi manja ke Nara. Dan salah satu sikap Luhan adalah seperti ini.

“Ge waeyo? Gwenchana?” tanya Nara yang bingung dengan sikap namja nya itu

Luhan hanya menjawabnya dengan gumaman. Nara hanya mengulas senyuman mendengar itu. Nara membiarkan Luhan tidur di tempat nya. dia tidak ingin mengusik Luhan. Belakangan ini Namja itu terlihat murung dan memikirkan sesuatu hal. Tetapi ketika Nara menanyakannya Luhan tidak akan mengatakannya. Dia hanya akan mengatakan kalau dia baik-baik saja dan bisa menyelesaikannya sendiri.

TBC

Hai… Hai… Hai…

aku membawa lanjutan Lucky. kalau waktu itu masih freelance tapi sekarang beda. hehehe

yah semoga ajah masih ada yang nunggu nih FF yah. RCL please guys. :’)

 

Advertisements

2 thoughts on “(CHAPTER) LUCKY (5th)

  1. Pingback: LUCKY (8th) | INDO FANFICTIONS

  2. Pingback: LUCKY (7th) | INDO FANFICTIONS

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s