My Future & Generation [Chapter 11]

main1

Nealra present My Future & Generation

Ryu Hwayoung, Park Jiyeon, Krystal Jung, Bae Suzy, Sulli Choi

and

EXO(Xi Luhan, Oh Sehun), Teen Top(L.Joe, CAP, Ricky Yoo), SISTAR(Kang Soyu, Kim Dasom), SHINee(Lee Taemin, Onew), Infinite(Kim Sungkyu, Lee Sungyeol), SNSD(Im Yoona), T-ARA(Qri Lee), Ha Jiwon, Girls Day(Kim Yura), F(X) (Luna Park), AS(No Eyoung), Choi Jiwoo, JYJ(Kim Jaejoong), Yoo Joosang, LC9(Park Hyungjin/Eden)

Special Bang Sunwoo(B1A4 Baro), Lee Narun(A Pink Naeun)

Romance,Friendship,Family,Angst,AU//Chaptered

Previous Chapter 1 |2 |3 |4 |5 |6 |7 |8 |9| 10

Also read Daddy & Baby(Boys Version)

~~

Who knows the future?

Nealra

~My f&d~

                Sehun mengantar Krystal pulang. Mereka mengobrol cukup lama sampai Krystal mengajukan sebuah permintaan “Aku hanya ingin kau membuatku dan Luhan putus” Sehun amat kaget sampai motor yang dikemudikannya hampir menabrak pembatas jalan.

Sehun menghentikan motornya “Apa maksudmu?”

“Aku tak ingin bertengkar dengan Suzy hanya karena Luhan. Lebih baik mereka bersama, toh Luhan juga terlihat lebih bahagia bersama Suzy”

“Bohong” satu kata keluar dari mulut Sehun. Krystal turun dari motor. Ia berdiri di hadapan Sehun “Aku tidak berbohong”

“Kau punya alasan lainkan? Alasan tentang dirimu”

Mendengar itu, Krystal menunduk, ia mengangguk pelan “Aku memang punya alasan sendiri. Tapi, bisakah kau membantuku tanpa mengetahui alasan itu?” Sehun menggeleng.

~My f&d~

            CAP mengunjungi Hwayoung hari ini. Ia bahkan menemani Baro sampai tertidur, baru dia pulang. Saat ia keluar, ia berpapasan dengan Krystal di teras.

CAP melangkah keluar sambil tersenyum.

“Minsoo sunbae!” Suara itu terdengar familiar, tapi panggilan itu seakan sudah menghilang dari muka bumi ini. CAP memutar kepalanya. Seorang namja sedang duduk di atas motor sambil memegang helm.

Namja itu mendekati CAP. CAP tak berkomentar sama sekali.

“Bagaimana kabarmu, hyung?” tanya namja itu.

“Baik, seperti yang kau lihat. Kenapa kau memanggilku dengan sebutan ‘hyung’? Sungguh dipertanyakan, Oh Sehun”

Sehun tertawa kecil “Aku baru sadar kalau tak ada gunanya aku marah padamu. Lebih baik hubungan kita kembali seperti dulu. Saat aku masih memanggilmu ‘hyung’ ” CAP menatap Sehun, ragu “Aku tidak salah dengar?”

“Kau tidak salah dengar, hyung” CAP tersenyum.

Ekspresi Sehun lebih serius “Sebenarnya, aku ingin memberitahukanmu sesuatu, hyung”

“Apa?”

“Ini mengenai Dasom. Dasom mengatakan semuanya padaku. Perasaannya padamu bukan karena Donghyun hyung lagi, tapi memang karena dirinya. Karena dia mencintaimu, hyung” ucap Sehun, begitu tajam.

“Dia tidak mengerti yang namanya cinta dan simpati” bantah CAP.

“Aku yakin, hyung. Aku sangat mengenal Dasom. Tatapannya saat mengatakan itu pada, benar-benar tanpa kebohongan. Dia benar-benar mencintaimu”

“Kenapa kau mengatakan ini padaku? Bukankah kau menyukai Dasom?”

“Aku memang menyukainya. Karena itu, aku tidak mau dia terpuruk. Walau dia tidak mencintaiku lagi, tapi aku berharap dia bisa mengenangku sebagai mantan yang baik” Sehun kembali ke motornya. Dijalankannya mesin motornya, lalu melaju menembus dinginnya malam Februari.

CAP terpaku. Ia ingat permintaan terakhir Donghyun padanya “Tolong jagalah, Dasom. Hanya kau yang bisa kupercaya”

~My f&d~

            Perpustakaan baru saja selesai ditutup. Onew dan Jiyeon berjalan beriringan keluar dari perpustakaan.

“Aku berharap penggantimu itu bisa bekerja sebaik kau” seru Onew. Jiyeon tersenyum “Kalau sebaik aku, berarti pekerjaannya buruk”

“Ya! Kau itu sudah lebih dari cukup. Tidak pernah malas-malasan”

“Baiklah. Terserah sunbae saja. Pokoknya setelah aku melahirkan dan bayi ini sudah bisa ditinggalkan, aku akan kembali bekerja”

“Tidak masalah,kok. Ingat! Bayimu juga butuh perhatian”

“Ne, sunbae”

“Kalau begitu, sampai jumpa. Aku akan menjengukmu kalau kau melahirkan” Onew melambaikan tangannya. Jiyeon balas melambaikan tangan.

Tiba-tiba, Jiyeon merasa perutnya sakit. Ia terjatuh. Onew yang belum terlalu jauh segera membantu Jiyeon. Onew segera membawa Jiyeon ke rumah sakit.

~My f&d~

Luhan menjemput Krystal, disaat yang bersamaan Krystal baru saja akan pulang diantar oleh Sehun. Luhan tampak tidak suka melihat Sehun, begitupula dengan Sehun.

Krystal beralih ke arah Luhan, sedang Sehun sudah lebih dulu menjalankan motornya. Luhan menatap Krystal tidak suka “Kenapa kau tidak pernah memberitahuku kalau Sehun adalah anak dari Jiwoo immo?”

“Walau begitu, kau sudah tahu dari Suzy, kan?” Krystal balik bertanya, dengan tatapan yang sama. Luhan mengangguk “Aku memang sudah mengetahuinya dari Suzy. Itulah kenapa aku kecewa padamu. Kenapa tidak kau memberitahukannya secara langsung padaku? Bahkan kau sering diantar olehnya?”

“Memangnya, apa yang akan kau lakukan kalau aku mengatakannya? Apa ada yang akan berubah? Dia juga sama sekali tidak jahat padaku….”

“Tidak jahat? Dia bisa saja melukaimu?” Luhan menghembuskan nafasnya berkali-kali. Ia tampak benar-benar kesal.

“Sehun tidak jahat padaku. Kaulah yang jahat padaku!” Bentak Krystal. Luhan tak mengerti “Sehun sudah merusak otakmu!”

“Kau yang merusak otakku. Kau yang berselingkuh dengan Suzy” Krystal tak dapat menahannya lagi, air matanya mengalir sempurna. Luhan terpaku. Ekspresinya seperti pencuri yang baru saja tertangkap basah.

“Kita putus!” ucap Krystal,lemah. Luhan menunduk, ia tak tahu harus berkata apa.

“Jangan membuat Suzy sakit. Cukup aku yang kau sakiti”

Luhan mengangkat kepalanya perlahan “Krystal~” Krystal mengangguk “Aku merestui kalian berdua. Jagalah Suzy dengan baik”. Mereka berdua terdiam untuk beberapa saat.

“Kembalilah~ Aku ingin sendiri” seru Krystal, lemas. Luhan berusaha menolak tapi ia tidak ingin menyakiti Krystal lebih dari ini “Baiklah. Cepatlah pulang”

Krystal berjalan sendiri dengan lemas. Beberapa kali lampu kendaraan yang lewat menyinari wajah Krystal yang telah basah oleh air mata. Langkah Krystal tertahan saat melihat seorang namja di atas sebuah motor sedang tersenyum padanya “Air mata itu adalah air mata terakhir karenanya, kan?” tanya namja itu lalu menghampiri Krystal.

Krystal mengangguk “Ini adalah air mata terakhirku untuknya” Namja itu menghapus air mata Krystal dengan kedua ibu jarinya.

“Sehun~” gumam Krystal. Namja itu, Sehun menarik Krystal ke dalam pelukannya “Aku sudah membantu agar hubunganmu dan Luhan berakhir. Tapi, aku masih ingin terus berada di sampingmu dan membantu dalam segala hal” Krystal melepas pelukannya, dilihatnya mata Sehun yang sesekali bersinar oleh lampu kendaraan yang lewat. Sehun mendekatkan wajahnya, sehingga dia dapat melihat wajah Krystal dengan jelas “Dulu, aku paling benci merayakan yang namanya valentine. Bagiku, valentine tidak ada artinya. Tak ada keajaiban seperti yang orang-orang katakan…”Sehun menggantukan kalimatnya sejenak.

“Tapi, hari ini menjadi hari valentine pertama yang dapat kupercaya. Tuhan menurunkan sebuah keajaiban untukku…. Seorang yeoja yang dapat mengeluarkanku dari keterpurukan dan yeoja yang paling mengerti aku” Wajah Sehun semakin mendekat, dan berhenti saat bibir mereka berdua saling bertautan.

Dringg… Dringg… Refleks mereka melepaskan diri. Krystal segera mengkat telepon yang sempat mengganggu kebersamaannya dengan Sehun itu. Mata Krystal membulat setelah mendengar orang di seberang berbicara. Krystal mematikan sambungan teleponnya. Ia menatap Sehun dengan panik “Jiyeon unnie, masuk rumah sakit. Ketubannya pecah”

~My f&d~

            Sulli keluar dari kamarnya untuk minum. Ia menatap Hwayoung, sedikit bingung “Kenapa unnie masih ada di sini? Bukannya unnie ada kencan dengan CAP. Dan… Mana Suzy unnie?”

“CAP tadi menelponku dan berkata kalau keluarganya masuk rumah sakit jadi dia harus menemani keluarganya itu. Dan Suzy baru saja keluar. Dia bilang ada sesuatu yang mendadak. Tapi, dia tidak bilang masalah apa” Jawab Hwayoung.

“Tapi, hari ini kan hari valentine sekaligus menjadi kencan pertama unnie setelah unnie melahirkan” Sulli merasa sangat disayangkan. Hwayoung hanya mengangguk.

Tiba-tiba, terdengar suara mobil dari luar “Mungkin itu CAP. Bisa jadi dia hanya ingin membuat kejutan” girang Sulli.

Mereka berdua berjalan keluar rumah dengan harapan yang tinggi. Dan… Orang itu adalah Taemin “Sulli, Hwayoung, aku kemari karena ada keperluan penting dengan Luhan. Tapi sepertinya, dia tidak ada di rumah, iya kan?” Hwayoung mengangguk “Dia memang belum datang sejak dia pergi menjemput Krystal. Mungkin mereka langsung berkencan. Hari ini kan hari valentine”

Tiba-tiba, terdengar suara telepon rumah. Hwayoung buru-buru masuk, menyisakan Taemin dan Sulli yang salah tingkah sendiri.

“Lama tidak bertemu, Sulli” ucap Taemin. Sulli hanya mengangguk-ngangguk.

“Bagaimana keadaanmu?” Taemin berusaha membuat suasana mencair

“Baik, baik. Bagaimana denganmu?” tanya Sulli, balik.

“Baik juga”

Hwayoung keluar dari rumah dengan terburu-buru dengan tas di tangannya “Jiyeon, Jiyeon, ketubannya pecah. Dia ada di rumah sakit sekarang” Sulli dan Taemin sama terkejutnya.

“Taemin, kau bisa kan mengantar kami ke rumah sakit? Susah mendapat kendaraan umum malam-malam begini di sini. Kita juga tidak bisa menunggu Luhan” Tanya Hwayoung. Taemin mengangguk cepat “Masuklah!”

~My f&d~

            Di dalam ruangan itu terdengar jelas erangan Jiyeon dan suara teman-temannya memberi semangat “Ayo, Jiyeon, kau bisa!” ucap Krystal, yang merelakan tangannya diremas kuat oleh Jiyeon. Sulli yang awalnya tidak berani masuk ke dalam ruangan bersalin kini, tidak takut lagi, ia memberanikan diri “Unnie, terus, unnie!” Sedang, Hwayoung berusaha menormalkan napas Jiyeon yang sama sekali tidak teratur.

Di luar ruangan, ada lima orang namja yang menunggu dengan cemas, terlebih Joe yang sesekali melirik ke ruangan bersalin, untuk memastikan keadaan Jiyeon. Taemin menghampiri Joe “Hyung, tenanglah~ Kau tidak boleh panik seperti itu” Joe mengangguk, kecil. Ia lalu menarik napasnya, tapi ia masih tetap merasakan sesak. Kini, Sungkyu yang menghampiri Joe “Kendalikan dirimu. Kau bukan orang yang mudah panik”

Jiyeon sendiri masih berusaha dengan sekuat tenaga. Tapi, begitu sulit. Ingatan saat proses aborsi dulu kembali muncul di otak Jiyeon. Jiyeon benar-benar tak tahan “Eomma~ Appa~” Erangnya.

“Jiyeon, kau bisa” Hwayoung memberi semangat. Tapi, Jiyeon benar-benar tak kuat lagi “Se-Seung-ho~” Jiyeon pingsan. Semua menjadi panik.

“Dok, bagaimana ini?” tanya Hwayoung, panik. “Operasi sesar”

Peralatan segera disiapkan. Dan Jiyeon dibawa ke ruangan operasi. Semua menunggu dengan cemas di luar ruangan operasi.

Bersamaan dengan itu, Suzy dan Luhan sampai di rumah sakit “Bagaimana keadaan Jiyeon?” tanya Suzy. “Dia sedang operasi sesar” Jawab Hwayoung. Krystal sempat melirik mereka berdua, tapi Krystal segera menampik pikiran buruknya “Ingat Krystal! Kau sudah merestui mereka”. Luhan juga melihat Sehun duduk di kursi tunggu “Apa mereka datang bersama? Berhenti! Berhentilah mengurusi Krystal. Kau sudah melepaskannya”

“Oh ya, mana Joe? Apa dia tidak datang karena mereka masih marahan” tanya Suzy yang merasa janggal tanpa kehadiran Joe yang merupakan pacar Jiyeon. Semua orang ikut tersadar. “Tidak! Tadi, dia pergi entah kemana setelah Jiyeon dibawa ke ruang operasi” Jawab Sungkyu.

~My f&d~

            Joe menatap pantulan dirinya di cermin “Operasi sesar? Bagaimana dengan biayanya? Benar! Aku memang tidak punya biaya untuk pernikahan tapi aku harus mengusahakan untuk biaya operasi ini. Aku tidak boleh mengecewakan Jiyeon untuk kedua kalinya”

Joe menunduk, ia menyadari sesuatu “Tapi, bagaimana caraku mendapat uangnya. Aku tidak punya barang-barang berharga untuk digadaikan, aku juga terlalu banyak mengutang di rentenir, meminjam di bank pun tak mungkin” Joe mengacak rambutnya frustasi. Ia berteriak sambil memukulkan tangannya ke wastafel.

Tiba-tiba, terlintas sebuah pemikiran gila di otak Joe “Aku bisa melakukannya. Aku sudah sering melakukan hal itu dulu”

Joe keluar dari rumah sakit. Ia berjalan di sekitar jalan besar rumah sakit. Joe merapatkan jaket dan topi yang digunakannya. Ia memasuki sebuah toko emas. Karena sudah malam, toko itu sepi. Joe berjalan ke arah kasir. Ia menodongkan sebuah pisau “Cepat keluarkan!” Ancam Joe dengan suara yang diberat-beratkan.

Si kasir amat ketakutan. Dibukanya brankas penyimpanan uang, tapi sebelum dia menyerahkan uang itu kepada Joe, Dorr… Sebuah peluru melumpuhkan kaki Joe. Joe berbalik sekilas. Ada beberapa polisi yang ternyata baru kembali dari rumah sakit.

“Tangkap dia!” Perintah salah satu polisi itu. Joe tak dapat berpikir jernih lagi. Pikirannya melayang-layang. Kakinya begitu sakit, tapi hatinya juga sakit kalau-kalau Jiyeon tak ingin menemuinya karena tidak menepati janji untuk tidak melakukan pekerjaan haram itu.

~My f&d~

            Operasi berjalan lancar. Bayi Jiyeon dapat terselamatkan. Sekarang, bayi Jiyeon dipegang oleh Hwayoung karena Jiyeon belum sadar.

“Aku harus pulang dulu. Sudah cukup lama aku meninggalkan Baro di tetangga. Tidak enak merepotkan mereka” Ucap Hwayoung. Suzy mengambil alih bayi perempuan itu dari tangan Hwayoung.

Hwayoung meminta Luhan untuk mengantarnya pulang. Mereka berjalan bersama melewati kamar-kamar rawat yang berjejer di sepanjang lorong.

“Ada sesuatu yang terjadi antara kau, Krystal, Suzy, dan Sehun kan?” tanya, Hwayoung. Awalnya Luhan terkejut “I-itu… Aku dan Krystal baru saja putus” Hwayoung mengangguk-ngangguk “Karena kedekatanmu dengan Suzy?”.“Iya. Bisa juga karena kedekatan Sehun dan Krystal”

“Siapa yang meminta putus?”

“Krystal” Jawab Luhan, singkat.

“Sepertinya, Krystal sudah mulai dewasa” gumam Hwayoung. Luhan menatap Hwayoung, tak mengerti. Hwayoung tak merespon.

Langkah mereka berdua terhenti, saat melihat CAP keluar dari salah satu kamar rawat. Hwayoung buru-buru menghampiri CAP “Keluargamu juga dirawat di rumah sakit ini” CAP sedikit tergagap menjawab iya “Tapi, siapa yang masuk rumah sakit? Kenapa kau ada di sini?”

“Jiyeon melahirkan. Dia baru saja selesai operasi sesar” Jawab Hwayoung, sambil sesekali mencoba melihat ke dalam kamar rawat itu.

Pintu kamar rawat itu terbuka, CAP gelagapan. Sedang Hwayoung dan Luhan terkejut bukan main “Di-dia, wanita bernama Dasom itu kan?”Orang yang membuka pintu itu, Dasom ikut terkejut melihat Hwayoung dan Luhan.

“Dia adalah keluargamu? Karena dia? Dia?” Hwayoung tak dapat menahan emosinya. Ia memilih berlari menjauh. Luhan mengejar Hwayoung.

~My f&d~

            Mata Jiyeon terbuka perlahan. Ia mendengar begitu banyak suara yang silih berganti.

“Joe masuk kantor polisi?”

“Iya. Dia tertangkap basah memaksa kasir di toko emas untuk memberikannya uang”

“Tapi, dia melakukannya untuk membayar uang rumah sakit Jiyeon”

“Betapa bodohnya dia. Kita bisa mengumpulkan uang untuk membayar biayanya. Kenapa dia harus memilih jalan itu?”

Air mata Jiyeon mengalir sempurna. Teman-temannya yang ada di situ menyadari hal itu “Jiyeon, kau sudah bangun? Kenapa kau menangis?” tanya Krystal, panik. Jiyeon menangis terisak “Joe! Mana Joe?”

“Joe ada di kantor polisi sekarang” Jawab Suzy, pelan. Tangisan Jiyeon makin menjadi-jadi. Hwayoung segera memeluk adik beberapa bulannya itu.

“Unnie, tenangkan dirimu, kau harus memberikan ASI pertama untuk bayi kecilmu” Ucap Krystal. Tangis Jiyeon terhenti. Diedarkannya pandangannya untuk mencari bayi kecilnya. Suzy menggendong bayi kecil itu lalu memberikannya pada Jiyeon.

“Kyeopta~” gumam Jiyeon dengan wajah yang berseri-seri, berbeda jauh dari ekspresinya saat bangun tadi. Yang lain pun dapat tersenyum bahagia.

“Namanya Lee Naeun” gumam Jiyeon.

“Jadi, unnie sudah lebih dulu memberikannya nama?” tanya Sulli. Jiyeon mengangguk, raut wajahnya sedikit murung “Sebenarnya, nama ini pemberian Joe” Tak ada yang berkomentar.

Hwayoung pamit pergi untuk membeli beberapa keperluan. Sedang, Krystal dan Suzy kembali ke rumah untuk mengambil pakaian ganti. Sulli sendiri keluar karena Taemin memanggilnya.

Jiyeon menatap lekat bayi kecilnya yang sedang pulas “Naeun~ Naeun, uri ttal~”

Pintu berderit menandakan seseorang membuka pintu. Tampak Sungkyu dengan senyum manisnya. Jiyeon segera teringat akan Joe. Dibaringkannya Naeun di sampingnya, lalu menatap Sungkyu dengan cemas “Sungkyu, Joe! Kau bisa kan mengeluarkan Joe. Aku mohon, tolong bantu dia!”

Sungkyu tersenyum kecut “Aku sudah pulang dari kantor polisi. Untungnya, dia hanya terkena denda. Aku sudah mengeluarkannya. Dan, kau tidak perlu khawatir dengan biaya rumah sakit, aku sudah membayarnya” Jiyeon merasa lega “Terima kasih”

Pintu kembali terbuka, menampakkan Joe dengan tongkat dan kaki yang terbalut. Jiyeon menatap Joe, bahagia sekaligus cemas. Joe menghampiri Jiyeon dan segera memeluk kekasihnya itu dengan lembut.

“Mianhe, Jiyeon. Aku tidak bisa menepati janjiku. Aku hanya bisa mengecewakanmu” Ucapnya sambil menatap mata Jiyeon. Air mata Jiyeon mengalir “Gwenchana. Kau sudah menepati janjimu, akan membahagiakanku”

Di sisi lain, Sungkyu hanya bisa memperlihatkan senyum dipaksakannya. Ia pun berlalu tanpa berniat mengganggu dua orang yang saling mencintai itu.

Jiyeon memperlihatkan Naeun pada Joe “Naeun manis, bukan?” Joe mengangguk “Semanis ibunya”

Terdengar suara lengkingan bayi. Tapi, bukan Naeun yang menangis. “Baro! Baro menangis!” Joe buru-buru menggendong Baro untuk menenangkannya. Tangisan Baro pun terhenti. Joe dan Jiyeon saling bertatapan lalu tertawa.

~My f&d~

            Pembicaraan Sulli dan Taemin lebih didominasi oleh keheningan. Kedua anak muda itu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Banyak hal yang ingin diungkapkan tapi banyak juga yang ingin ditutupi.

“Mungkin, aku harus segera kembali. Jiyeon unnie sendiri saja di kamarnya” Sulli bangkit dari duduknya. Tapi, Taemin segera meraih tangan Sulli “Tunggu! Aku masih ingin mengatakan sesuatu” Sulli kembali duduk.

Taemin kembali berucap “Pasti ada begitu banyak hal yang sudah Qri nuna katakan padamu. Begitu juga terhadapku. Dia mengatakan banyak hal. Tentang ini dan tentang itu. Padahal aku belum sempat menyatakan perasaanku yang sesungguhnya padamu…” Taemin menatap mata Sulli “Aku menyukaimu Choi Sulli. Aku sudah tertarik padamu, sejak pertama kali melihatmu”

Sulli terdiam. Ia sangat ingin mengatakan bahwa perasaannya juga sama, tapi bukan itu yang mereka berdua inginkan. Mereka lebih memilih segera mengakhiri hubungan ini.

“Aku tak meminta kau menjawabnya. Aku hanya ingin membuat ini jelas. Jadi, kau tak akan merasa marah saat nuna ku mengatakan hal yang tidak jelas padamu” Lanjut Taemin. Sulli mengangguk mengerti

~My f&d~

            Krystal dan Suzy bertugas untuk mengambil baju ganti, popok dan makanan milik Baro, sekaligus selimut yang sudah lebih dulu dipersiapkan untuk Naeun. Mereka segera berpencar untuk menemukan letak barang-barang itu.

“Apa tidak sebaiknya kita makan sekarang saja di sini, daripada merepotkan yang di rumah sakit” Saran Suzy. Krystal mengangguk “Boleh juga”

Suzy lalu memasak ala kadarnya. Mereka makan berdua.

“Terima kasih” gumam Suzy. Krystal mengangkat kepalanya “Kenapa?”

“Terima kasih karena tidak marah padaku. Terima kasih karena merelakan dia untukku. Dan yang paling penting, terima kasih karena mempercayaiku” Suzy tersenyum tipis.

“Sekarang ini kita jauh dari keluarga. Siapa lagi yang dapat kita percaya selain kita sendiri” Krystal balas tersenyum.

TBC

Wah udah chap 11. Ga nyangka MFG bisa bertahan sampai sejauh ini 🙂

Sebentar lagi end loh. So, keep wait

Dan author sangat-sangat berterima kasih pada readers yang udah komen di chap sebelumnya…

Di chap ini jangan lupa komen yah ^^

Advertisements

5 thoughts on “My Future & Generation [Chapter 11]

  1. Pingback: My Future & Generation [Chapter 12] | INDO FANFICTIONS

  2. laahh… krystal luhan putus? gk apa sih pgn liat sehun krystal jg xD
    itu joe knp jd maling T—-T
    sunggyu, yg sabar ya ntar dpt yg lbh caep lg…
    makin2 ya kejadiannya >_<
    bentar lg kelar ffnya? ahh T—-T

    • iya, krystal Luhan putus. Joe sendiri kan ga ada pilihan lain. Dan cinta bertepuk sebelah tangannya Sungkyu memang menyedihkan.
      FF ini emang sebentar lagi finish jadi tetep nunggu yah 🙂

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s