[Ficlet] Let It Rain

LET IT RAIN | by: siluetjuliet | Ficlet: ±600w| BirthdayFic

cast: Jung Hoseok (BTS), OC

 Rating: General | Genre: Childhood, Fluff, slight!Comedy

Rules : no plagiarism !

.

 “The best thing we can do when it’s raining is–to let it rain.”

.

“Selamat ulang tahun, kak Hoseok! Aku menyukaimu!” Gadis kecil bertubuh tambun menutup matanya rapat-rapat sambil menyodorkan sekotak hadiah yang dihiasi pita besar berwarna biru. Sebenarnya, ia tidak terlalu punya nyali untuk memberikan hadiah pada Hoseok–yang notabene merupakan kakak kelasnya di kelas lima. Tadinya, ia ingin menitipkan hadiah itu lewat teman sekelasnya, Jungkook–sepupu Hoseok. Tapi Jungkook enggan, jadi, gadis itu tak punya pilihan.

“E–eh, ini benar untukku?–” Laki-laki di hadapannya menggumam, suaranya terdengar asing. Gadis itu, membuka matanya sangsi.

“–Namaku Park Jimin loh, Jung Hoseoknya di sebelah sana.” Untaian tawa menggema, berasal dari puluhan bibir siswa yang berada di lorong sekolah saat ini.

Ugh!

Gadis itu malu bukan kepalang. Bukannya meminta maaf, ia malah menjatuhkan kotak hadiahnya di lantai begitu saja kemudian melesat pergi dari sana.

Napasnya menderu, tak tahu sudah seberapa jauh ia berlari. Gerbang sekolah bahkan tak nampak lagi.

Aroma tanah menguar, rintik hujan menetes. Semakin lama semakin banyak air yang tumpah dari langit. Hujannya, semakin deras.

Sederas tangis gadis kecil bertubuh tambun yang baru saja berniat bunuh diri, tapi tidak jadi, karena takut mati.

Gadis gempal itu tak mampu lagi berlari, ia kini berjongkok di tepian jalan, meratapi nasib. Rencananya mengungkapkan rasa sukanya pada Hoseok benar-benar gagal sudah. Tidak seperti drama picisan yang sering ibunya tonton setiap malam. Hidup, ternyata tak semulus itu, gadis ini menyadarinya, sekarang.

Apalah ia? Hanya sobekan kecil pada sepatu bola milik Hoseok yang terabaikan. Siapalah dia? Hanya seorang gadis cilik yang duduk di bangku kelas empat dengan lemak-lemak yang mencuat di tubuhnya dan membuat seragamnya sempit. Mengerikan.

Ia bukan siapa-siapa, bahkan tragisnya, Hoseok tak mengetahui siapa namanya. Ia hanya gadis pendiam yang menyukai seorang Jung Hoseok yang periang.

Pasti, Hoseok membencinya setelah ini. Karena, secara tidak langsung, gadis itu turut andil dalam mempermalukan harga diri sendiri, dan harga diri orang lain–Hoseok.

Sekarang, seluruh penjuru sekolah sudah tahu, bahwa ada seorang gadis yang menyedihkan, menyukai seorang Jung Hoseok.

Tangisnya makin deras, meski tersamarkan oleh buliran air hujan. Ia tak lagi peduli, jika setelah ini ia mengalami demam tinggi, atau bahkan kejang-kejang. Toh, hatinya sudah terlanjur sakit juga.

Eh–apa hujannya sudah berhenti?.

Gadis itu terdiam dari isakkannya, ketika ia menyadari bahwa tak ada air lagi yang turun dan membasahi tubuhnya.

Ia terperangah ketika–

“Kenapa hujan-hujanan? Tidak bawa payung, ya?”

–Hoseok telah berdiri disisinya, menggenggam sebuah payung yang mampu melindungi tubuh mereka berdua dari serangan air hujan.

“Rumahmu dimana? Biar aku antar.” Hoseok menawarkan. Gadis itu buru-buru berdiri dan menggeleng kuat.

“Ti–tidak perlu.” Ujarnya parau, masih meyisakan isak yang belum kelar.

“Baiklah, kalau begitu–“ Hoseok melangkah meninggalkannya. Dalam hati, gadis itu mengumpat, kesal setengah mati oleh tingkah Hoseok. Tapi, bukan salah Hoseok juga sih, gadis itu sendiri yang menolak ajakannya untuk pulang bersama.

Gadis itu merutuki diri karena ia menyangka bahwa Hoseok benar-benar meninggalkannya sendirian.

Tapi–

Hoseok membuatnya terkejut dua kali lipat, saat ia melihat Hoseok membuang payung itu ke serampangan ke atas tanah, membiarkan dirinya basah begitu saja. Hoseok memutar badannya, untuk memandang wajah gadis yang memberinya–hadiah salah alamat–tadi.

“Kalau tidak mau berbagi payung denganku, kita berbagi hujan saja.” Ujar Hoseok disertai senyuman secerah sinar mentari pagi. Begitu menghangatkan.

Kaki kecilnya berlari riang, menggapai tangan mungil milik si gadis buncit dan mengajaknya berlari bersama menembus hujan.

Dan gadis itu, sudah benar-benar berhenti menangis. Malah, sekarang ia kerepotan, karena ia lupa bagaimana caranya berhenti tersenyum.

.

18.02.2015

When it rains, I share my umbrella.

If you don’t need one, i share the rains.

.

-END-

Author’s blablas:

Selamat ulang tahun Jung Hoseok x).

Tante sayang kamu, nak!

btw, maapkeun tante nak, ini fic maksa banget buat jadi birthday fic, dipaksain nyelip aja deh tuh ucapan selamet ulangtaun. hahaaa, sebodo amat lah~ tante teteup dipihakmu selamanya, nak hoseok. *kemudian hoseok semaput*

11 thoughts on “[Ficlet] Let It Rain

  1. AKU SUKA QUOTES TERAKHIRNYA XD Kayaknya itu harus dipenjem kapan-kapan buat bikin ff hahaha. Tapi ceweknya awalnya kasian banget :”” terus kenapa kadonya malah ditinggal buat Jimin LOL. Tapi gak apa-apa lah ya, kan at the end gegara ujan malah jadi deket :3
    Nice fanfic kak, manis tapi kadar yang aku suka, gak cheesy banget ♡

  2. J-hope ulang tahun ye… -,- yah.. Gue kgak beli kado elah.. Gue kasih permen bekas nenek gue mau kgak ya?? /mikir/ kelamaan mikir… Oke2.. Lucu2 gue suka2.. Itu kalo beneran ada kejadian itu pasti malunya setengah mateng dah.. Wks.. Oke dah.. Keep writing yow…

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s