[Series] Eomma: Save Me

myungsoo

Ibu, bisakah kau melindungiku?

WoohyunMyungsoo – Hoya – Sungjong – Sunggyu – Sungyeol – Dongwoo

[792words]

EOMMA: SAVE ME

Myungsoo berjalan tertatih-tatih menelusuri sepanjang gang yang gelap dan sunyi. Salah satu tangannya memegang perutnya yang terasa sakit sekali, sementara tangan yang lainnya meraba-raba tembok di sepanjang gang sebagai pegangannya. Sesekali ia terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah dari dalam mulutnya. Bahkan hidungnya juga.

Oh, ternyata telapak tangannya juga berdarah. Entah karena apa.

Myungsoo berbelok begitu tiba di depan pagar kayu yang tinggi menjulang. Dengan sisa tenaganya ia mendorong pintu kayu tersebut. Sedikit berderik saat akhirnya pintu itu terbuka.

Myungsoo kembali berjalan tertatih-tatih menuju rumahnya. Kali ini sedikit menyeret kakinya karena tangannya tidak mendapatkan pegangan untuk menyeimbangkan tubuhnya.

“I-ibu…” panggilnya dengan suara parau yang terdengar lemah tak berdaya. “Ibu…”

Tubuh Myungsoo ambruk di tangga teras rumah. Tubuhnya sudah benar-benar lemas sekali hingga ia sudah tak sanggup lagi untuk melangkahkan kakinya. Ia hanya berteriak lemah memanggil nama ibunya sambil merintih kesakitan. Rasa sakit semakin melilit perutnya. Dan sekujur tubuhnya.

Pintu rumah terbuka beberapa menit kemudian.

“OMO~ Myungsoo~a!” pekik ibunya tertahan. Wanita tua itu segera berlari mendekati anaknya yang tampak tak berdaya di anak tangga.

Ibunya mengangkat kepala Myungsoo yang tampak kusam dan penuh darah di bagian bawah wajahnya. Myungsoo menatap ibunya dengan tatapan lemah.

“Ibu…”

“Myungsoo~a, apa yang terjadi?” tanya ibunya panik. Tangannya mengusap-ngusap darah kering di sekitar wajah Myungsoo.

Myungsoo memaksakan diri untuk duduk. Kedua tangannya yang sudah terasa lemas sekali ia paksakan untuk meraih kedua tangan ibunya dan menggenggamnya erat. Tatapannya begitu dalam hingga menusuk manik mata ibunya.

“Ibu, bisakah kau melindungiku?”

* * *

Esok paginya, Myungsoo terbangun dengan tubuh remuk redam. Ia terduduk di atas kasur dan memperhatikan sekujur tubuhnya yang memar.

“Apakah kau berkelahi?”

Myungsoo mengangkat kepala dan melihat ibunya masuk ke kamarnya sambil membawa sebaskom air dingin. Myungsoo menggeser pantatnya, memberikan tempat untuk ibunya duduk.

Ibunya duduk di sebelah Myungsoo dan mengkrompes tubuh Myungsoo yang memar dengan kain basah. Myungsoo memperhatikan ibunya yang mengobati tubuhnya dengan telaten dan penuh kasih sayang. Ada perasaan bersalah yang meliputi dirinya saat melihat ibunya.

Myungsoo meraih tangan ibunya hingga gerakan tangan ibunya terhenti. Ibunya menatap Myungsoo dengan tatapan bertanya.

“Maafkan aku, Ibu.” lirih Myungsoo. Matanya berkaca-kaca.

“Lelaki berkelahi itu sudah biasa.” Ibunya hanya tersenyum.

Myungsoo menggigit bibir. Ia merengkuh tubuh kurus ibunya, seiring dengan airmata yang mengalir turun dari pelupuk matanya. “Aku takut, Ibu. Tolong lindungi aku.”

GDOR! GDOR! GDOR!

Tiba-tiba saja pintu rumahnya digedor keras dari luar. Membuat Myungsoo dan ibunya terlonjak kaget. Mata Myungsoo membelalak hingga rasanya ingin meloncat keluar. Dadanya bergemuruh ketakutan. Dan energinya seperti tersedot semua oleh rasa takut sehingga ia merasa tubuhnya benar-benar lemas.

“Siapa yang datang pagi-pagi begini?” kata ibunya sambil membenahi diri sebelum beranjak bangun untuk membukakan pintu.

“Ibu.” Myungsoo mencekal tangan ibunya saat hendak berdiri. Ibunya menoleh dan melihat Myungsoo tengah menatapnya dengan tatapan memohon yang bercampur dengan airmata yang menggenang di pelupuk mata. Kristal hangat itu baru turun membasahi pipinya saat ia berucap lirih, “Lindungi aku. Kumohon.”

* * *

Myungsoo memberontak sambil berteriak dengan suara yang menyayat hati. Di sebelah kanan dan kirinya, dua lelaki berseragam polisi menyeret tubuh Myungsoo untuk keluar rumah. Myungsoo berusaha untuk berjongkok dan memeluk tiang rumahnya, berusaha keras agar kedua polisi tersebut tidak membawanya pergi. Ia berusaha menahan tangis. Ia berteriak, namun yang terdengar malah teriakan pilu yang amat sangat mengiris hati ibunya.

“Ibuuu! Ibuuu!” teriaknya dengan suara parau yang terdengar amat begitu pilu.

Myungsoo melihat ibunya menangis. Berusaha untuk mengejar polisi yang menyeret tubuh Myungsoo. Berusaha untuk menarik lengan salah satu polisi agar tidak membawa Myungsoo pergi.

“Jangan bawa anakku. Anakku tidak mungkin membunuh. Anakku bukan seorang pembunuh.” teriak ibunya.

Myungsoo melihat ibunya dengan tatapan bersalah yang bercampur dengan airmata. “Ibu…”

Tatapan ibunya beralih pada Myungsoo. Ibunya menatap Myungsoo dengan perasaan campur aduk. Tangannya bergerak untuk memukul dada anaknya. Satu pukulan. Dua pukulan. Lalu berkali-kali. Bibir bawahnya tergigit dan airmatanya semakin deras mengalir.

“Kenapa kau melakukan hal itu, Myungsoo? Kenapa?”

Myungsoo menundukkan kepala. Ia menangis. Benar-benar merasa bersalah. “Maafkan aku, Ibu…” isaknya.

“Ibu tidak pernah mengajarimu melakukan hal itu, Kim Myungsoo! Kenapa kau melakukannya?” tanya ibunya dengan suara parau. Tangannya masih memukul dada anaknya.

Mata Myungsoo membelalak saat kedua polisi di sebelahnya mendadak kembali menyeret tubuhnya keluar rumah. Ibunya terkejut dan hendak menahan lengan polisi tersebut lagi, tapi mendadak tubuhnya terasa lemas dan ia terjatuh disana. Hati Myungsoo seperti tersayat dalam saat melihat ibunya terjatuh dan terbatuk-batuk sambil terisak. Ia menolehkan kepalanya berkali-kali menatap ibunya. Meneriaki nama ibunya dengan suara parau. Dengan teriakan pilu.

Sampai Myungsoo dibawa masuk ke dalam mobil yang menggiringnya ke tahanan, lelaki itu masih berteriak dengan suara pilu memanggil nama ibunya. Memohon perlindungan. Memohon permintaan maaf. Sementara ibunya memukul-mukul dadanya dengan perasaan campur aduk sambil menyebut nama anaknya berkali-kali.

Setelah mobil tersebut membawa Myungsoo pergi, ibunya semakin sulit bernapas. Hingga akhirnya ia pingsan disana.

Kim Myungsoo, Anakku, maafkan Ibu yang tidak bisa melindungimu…

– F I N –

NEXT SERIES: CLUBBER BOY featuring LEE HOYA

9 thoughts on “[Series] Eomma: Save Me

  1. Pingback: [Red Velvet-Series] APPA: Haid – INDO FANFICTIONS

  2. Pingback: [Red Velvet-Series] APPA: Gwaenchana – INDO FANFICTIONS

  3. Pingback: [Series] Eomma: Blind | INDO FANFICTIONS

  4. Pingback: [Series] Eomma: Just Believe | INDO FANFICTIONS

  5. Pingback: [Series] Eomma: Dirty Work | INDO FANFICTIONS

  6. Pingback: [Series] Eomma: Girl | INDO FANFICTIONS

  7. Pingback: [Series] Eomma: Clubber Boy | INDO FANFICTIONS

  8. Ohhh…. Kasihan ibunya… Kenapa di sini ibunya jadi tersiksa melulu sih -,- dohh jadi nyesek dah gue… Emak? Mana emak?? /pulang kampung/ huaaa….. Gue jadi kangen emak gue di rumah elah -,- makk maafin anakmu mak kalo gue suka minta uang jajan berlebihan/? Oke gue jadi curcol gini.. Hmmm ini saatnya untuk bilang… KEEP WRITING TAPI JAN SAMPEK TANGAN LU KRITING/? wks :v

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s