[Ficlet] Sehun’s Sun-smile

Sehun’s Sun-smile

Story by. Little Maknae

Cast: OC, Oh Sehun || Genre: Fluff, Romance || Length: Ficlet || Rate: Teen

Poster by. Alicia Diana Teresa @ HSG

.

Karena Sehun punya senyum sehangat dan secerah sinar matahari dimusim panas.

.

2014 © Little Maknae

***

Tidak ada yang memulai pembicaraan sejak Sehun menarik dan membawaku kerooftop lima menit yang lalu. Ini adalah salah satu kebiasaan kami setelah bel pulang sekolah berbunyi.

Suasana menjadi canggung sejak beberapa hari ini. Sehun mengajakku duduk di sebuah bangku panjang dekat dinding pembatas sana. Karena hanya tempat itu yang tampak teduh. Dia tahu kalau aku tak terlalu suka ketika sinar matahari langsung mengenai kulitku. Dia teman yang baik.

Dan aku baru tahu bahwa perasaan terhadap teman baik itu bisa berubah. Sehun telah mengubahnya menjadi perasaan…cinta―mungkin?

Beberapa hari yang lalu, dia memberiku sebuah pernyataan. Dia bilang, dia suka padaku. Dia juga bilang bahwa dia sayang padaku. Melebihi rasa suka dan sayang terhadap teman baik. Aku tidak bodoh untuk mengerti ucapannya. Ditambah lagi dengan permintaan agar aku mau menjadi pacarnya. Aku hanya diam waktu itu. Lidahku terlalu kelu untuk digerakkan. Lalu Sehun mengatakan, “Jawabnya nanti saja, ketika kau yakin dengan perasaanmu. Tapi…jangan terlalu lama, ya.” Dia tertawa kecil saat diakhir kalimat.

Aku melirik kearah Sehun. Tak ada yang dilakukan olehnya selain bernafas dan melihat kedua ujung sepatu merahnya yang bergerak gelisah. Aku beralih memandang awan cumulus saat ada gejolak aneh dalam diriku―yang tak kutahu pasti apa artinya itu.

Sehun adalah orang baik hati. Dia cerdas dalam pelajaran biologi―aku sering menyontek padanya dan dia akan menyontek padaku saat pelajaran matematika. Sikapnya selalu manis, mengingatkanku pada lollipop milik adik sepupuku. Cara bicaranya selalu lembut seperti kain sutera. Dia penenang yang baik karena punya senyum sehangat sinar matahari dimusim panas. Sebagai bonus; wajahnya tampan, bahunya tegak, dan tingginya sangat lebih dari cukup.

Tak ada alasan untuk tidak menyukai Oh Sehun.

“Sepi sekali, ya.” Ini suara Sehun. Saat kulihat, ternyata dia sedang menengadah sambil menyipitkan matanya. Bias matahari sedikit memantul pada wajahnya; dia memesonaku dengan itu.

“Hm.” Gumamku. Setelahnya, ada segerombol keluarga burung melintas disertai cicitannya.

Lalu hening lagi.

Aku kembali pada pikiran tentang perasaanku pada Sehun. Barangkali aku juga menyukainya. Karena rasanya sangat nyaman ketika berada didekatnya. Rasanya tenang ketika melihat senyumnya meski dalam radius lebih dari lima meter. Rasanya senang ketika dia berbicara lembut padaku. Dan rasanya mendebarkan ketika menatap wajahnya dalam keheningan.

“Yoon.” Panggil Sehun.

“Apa?”

Sehun berdeham kecil. “Bagaimana dengan pernyataanku waktu itu?” tanyanya. Aku tahu dia akan bertanya tentang ini, cepat atau lambat. Lalu kudengar dia berkata lagi dengan suara yang lebih rendah dari sebelumnya, “Ini sudah hampir seminggu.”

“Bukan hampir, tapi memang sudah satu minggu.” Koreksiku.

“Itu lebih parah.” Katanya. “Jadi bagaimana? Mau tidak, jadi pacarku?”

“Pacar, ya…” gumamku. Aku menunduk. Tatapanku tertuju pada bekas luka di lututku. Itu beberapa bulan yang lalu dan Sehun membantuku mengobatinya. Aku tersenyum kecil. Sudah kukatakan bahwa Sehun itu baik.

“Kalau tidak mau juga tidak apa-apa, kok.”

“Eh? Aku mau!” sahutku. Sehun menoleh padaku. “Aku mau kok, jadi pacar Sehun.”

“Benarkah?” Tanya Sehun. Aku mengangguk denagn malu-malu. Lalu dia memelukku. “Terimakasih, Yoon. Sudah mau jadi pacarku.”

Aku terus tersenyum sampai Sehun melepas pelukannya.

“Yoon.”

“Apa?”

“Umm…bibirku gatal melihat pipimu.”

“Eh? Ada yang salah dengan pipiku? Atau kaumau aku menggaruk bibirmu?”

“Tidak, bukan itu. Aku ingin mencium pipimu. Biasanya itu dilakukan oleh orang yang baru berpacaran.”

“Tapi, aku takut dimarahi ibu jika kaumenciumku.”

“Begitu, ya.” Sehun mengusap dagunya. “Kalau begitu, kita pulang sekarang saja. Aku akan meminta ijin pada bibi untuk menciummu. Bagaimana?”

“Ide bagus! Ayo!”

Sehun merangkulku dan kami melangkah bersama. Saling melempar senyum yang sesekali berganti menjadi tawa ringan.

Aku akan belajar menyukai sinar matahari.

Karena hangat dan cerahnya akan mengingatkanku pada sosok pacar baruku, Oh Sehun.

FIN

What the thing i’ve wrote?
Maaf, gak maksud bikin Sehun jadi rada mesum gitu—re: dialog mendekati ending—.
Sebenernya ini mau aku post waktu valentine. Tapi pas dibaca ulang, kok malah gak ada unsur valentine nya. Batal deh jadinya -_-

5 thoughts on “[Ficlet] Sehun’s Sun-smile

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s