[Ficlet] Partner : Hero Gets The Girl

881ec7166fcf0267e9b5d28be66effa4

Title : Partner | Sub-title : Hero Gets The Girl | Cast : Park Chan Yeol EXO, Lee Hye Ri Girl’s Day | Genre : AU, Fluff, HGTS (Hero Gets The Girl) |Rating: G | Duration : Ficlet series | Other cast : – | Scripwriter/Author : Lee Yong Mi / Reshma | Summary : Kadang kita tak tahu kapan cinta itu datang….

Author’s Notes :

Maaf menghilang secara mendadak /.\ Tapi author kembali lagi sekarang :3

Selamat menikmati~~

“Aku sudah bilang kalau kau tidak boleh mendekatinya, bukan?”

Perempuan mana yang tak terganggu jika ada seorang laki-laki yang terobsesi dengan diri mereka?

Itulah yang kini dirasakan oleh perempuan berpipi chubby dan berkacamata itu. Rambutnya yang sepanjang bahu selalu menjadi mainan di kedua jari sang laki-laki yang kerap mengikutinya setiap kali ia pulang dari sekolah.

“Kau tidak mempunyai hak untuk melarangku,” perempuan bermata coklat itu memberanikan dirinya untuk ‘mengusir’ sang laki-laki secara tak langsung, “Aku harus pulang sekarang dan kau juga seharusnya—“

“Jadi kau mengusirku?!”

Laki-laki berbau alkohol itu mulai menahan pergelangan tangannya, mencengkeram seakan benda tersebut hanyalah benda tak bertulang. Sang perempuan meringis akibat rasa sakit yang segera menjalar ke tangannya tersebut.

Seperti yang kita ketahui, umumnya tenaga perempuan tak memiliki arti dibandingkan oleh tenaga laki-laki. Dengan satu tarikan saja, ia telah berhasil dibawa oleh orang mabuk itu ke arah yang berlawanan dari arah rumahnya. Ketakutan mulai menghampiri, bahkan bertambah ketika ia dibawa sejauh sepuluh langkah dari tempatnya tadi berdiri—

“Tunggu.”

—ah, siapa tadi yang berbicara?

Pandangan perempuan itu tertutup poni sehingga ia tak bisa melihat dengan jelas, namun ia bisa mengetahui bahwa ada seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Tsk! Apa lagi yang kau mau, Chan Yeol?”

Kedua matanya membulat mendengar nama yang begitu familiar.

“Lepaskan ia. Kau tak berhak melakukan itu padanya.”

Kali ini telinganya yang menangkap suara yang sangat ia kenali.

“Jangan ganggu aku! Kau sama sekali tak berhak untuk menghentikanku!”

“Kalau begitu kita sama, bukan?” Chan Yeol balik bertanya. Alis tebalnya saling bermain, membentuk sebuah gelombang yang berkelanjutan, “Kau tak memiliki hak untuk memaksa perempuan itu dan aku tak memiliki hak untuk melarangmu. Jadi, kesimpulannya adalah kau harus membiarkan ia pergi dan aku pun akan pulang tanpa mencampuri urusanmu.”

“Bedebah!” bukannya tenang, laki-laki tanpa nama itu justru meledak. Ia menepis kasar tangan sang perempuan yang tadi ia genggam, lalu dengan penuh kemarahan ia melangkah menghampiri Chan Yeol. Tangannya kini mengcengkeram kerah baju laki-laki beralis tebal itu, “Berhenti mengguruiku! Kau hanya membuatku marah—“

Buak!

Uh, pukulan itu sepertinya cukup sakit.

“Maaf, tanganku tergelincir,” ucap Chan Yeol dengan alasan yang tak masuk akal, “dan aku orang yang cukup bodoh, sehingga aku bisa tergelincir dua kali atau lebih. Apa kau mau melihatnya?”

Laki-laki itu segera menerima pesan tersirat bahwa wajah mulusnya—yang sebenarnya tak bisa dibilang mulus karena banyak jerawat terdampar disana—akan kembali mendapat pukulan keras. Ia bergegas melarikan diri, meninggalkan Chan Yeol yang tampak puas sementara perempuan yang berdiri dengan jarak lima meter dari diri Chan Yeol menghela nafas lega.

Sayang, ia tak memenuhi kriteria seseorang yang segera mengucapkan terima kasih setelah diberi bantuan. Karena itulah ia segera melangkah melewati laki-laki itu untuk segera mencapai rumah yang hangat dan nyaman.

“Tunggu dulu.”

Langkahnya terhenti. Ia menoleh sedikit ke arah Chan Yeol yang sedang tersenyum.

“Apa kau menyukaiku?”

Wajahnya merona dengan cepat. Kalau saja hari itu tidaklah gelap, mungkin Chan Yeol bisa melihat seberapa merah rona di pipinya.

“Jawab saja!” laki-laki berambut hitam pekat itu kini mengalungkan lengannya pada leher sang perempuan, “Karena aku juga menyukaimu.”

E—eh….

“Haruskah aku mengantarmu pulang?” tanya Chan Yeol seraya menuntun perempuan itu ke arah yang benar, “Lagipula, kau tidak akan menolak, bukan?”

Ugh, laki-laki itu!

Harus ia akui bahwa apa yang Chan Yeol katakan memang benar, sebesar apa pun ia mencoba untuk menolaknya.

Hah, akhirnya kisah asmara Hye Ri berada di jalan yang benar.

 

FIN

30 thoughts on “[Ficlet] Partner : Hero Gets The Girl

  1. Pingback: [FF REVIEW] Partner : Hero Gets The Girl by leeyongmi | Indo Club Review

  2. yongyong.. maap ya baru komen skrg, sbnernya udh baca drtd pagi sih x) *digemplang*
    yoong… ini kenapa chanyeolku yg serampangan jd manly2 songong begindang ?
    aku terharu looh *peluk chanyeol*
    jadi ini proyek fluff yg km bilang susah? sukses tauk.. cukup sukses membuat hatiku kempas-kempis ngebayangin chanyoel dgn kelakuan macem gitu… huakakakakak x)
    great job dear ({})

  3. halo kak!! hehe masih inget aku nggak(?????????)
    ini lucu heheheh aku juga kebetulan suka sama hyeri soalnya dia cute bgtttttt wkwkw dan klop banget dipasangin sama chanyeol di cerita kaya gini. imutttttttt hheheheheh

  4. Halo kak, udah lama gak main ke ff kakak >,< dan ini walaupun endingnya udah ketauan dari judul tapi tetep aja suka, efek Chanyeol yang baik abis itu semena-mena tapi unyu itu XD
    Keep writing ya kak 😀

    • halo adekku :3
      wahaha, jelas banget ini endingnya ketahuan xD tapi mau gimana lagi? jarang banget yg bikin ff genre gini (atau sering sih, cuma gatau ff dia masuk ke genre ini xD)
      kkk, karena chanyeol hanyalah sesosok lelaki yang disukai banyak perempuan, harap dimaklumi kalau kamu juga jatuh cinta dengannya(?) /apa ini/
      makasih ya udah baca + komen ❤

      • Mungkin sering kak, tapi kakak gak sadar, terus kalo di tulis genrenya HGTG langsung ketauan endingnya jadi mungkin gak kakak tulis hahaha. Tapi yang penting sih genre fluffnya yang emang fluffy sampe bikin guling-guling XD
        Aku udah jatuh cinta dari lama sama Chanyeol dan kakak gak perlu menyadarkan kenyataan aku rebutan sama banyak cewek :””” jadi sedih #abaikan.

        • yupyup, aku aja baru tau ada genre ini xDxD
          cieee yang guling-guling :3 /lempar chanyeol/
          it’s okay it’s love dek, aku juga tau bahwa hati leo bukanlah untukku :”

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s