That Hello

That Hello.

1313words.

Pairing; Do Kyungsoo EXO and Song Hayee (OC)

School-life, Romance.

By rthds

Disclaimer; Do Kyungsoo’s belong to God, and his parents, and Song Hayee. LOL kidding guys. And Song Hayee’s belong to me. And this story too. Happy reading!

Readable for any ages.

Notes; sudah pernah di post di blog ini. So if you’ve seen this fanfiction, its not a plagiarism. But If you’ve read it, trust me this one has different ending. Hmmm, you can say this uhm…, second version?

Please support me by giving some reviews. Thankies!

———

 

Rambut kucir kuda itu mengayun seirama dengan lompatan-lompatan kecil dan senandung riang yang keluar dari bibir seorang anak perempuan berusia duabelas tahun itu. Hari ini hari pertama ia mengenakan seragam sekolah menengah pertama. Setelah menamatkan setengah usianya untuk duduk dibangku sekolah dasar. Ia bukan tipe siswi pendiam bukan pula siswi heboh. Bukan seorang kutu buku tapi ia gemar membaca. But trust her, it’s all about romance novels. Alasannya sederhana. Cerita romantis yang disuguhkan benar-benar manis.

Dan juga, ia sedang jatuh cinta. Dihari pertama ia masuk sekolah menengah pertama.

Jatuh cinta pada pertama kali melihat seorang bocah lelaki hal yang biasa, bukan? Dan tolonglah, ini tahun 2014! Anak berusia duabelas tahun jatuh cinta itu hal yang biasa. Mereka bukan hidup dizamanmu.

Dan gadis itu jatuh cinta pada pandangan pertama dengan teman seangkatan-nya. Maksudnya orang yang seangkatan dengannya. Karena mereka tidak berteman. Belum. Gadis itu memiliki kulit bewarna putih pucat karena ia tipe anak rumahan. Bukan karena paksaan orang tua-nya. Tapi karena dirinya sendiri yang begitu. I hate people. Yah begitulah yang diucapkannya jika dipaksa bermain keluar rumah.

Gadis dengan tinggi 140cm itu termasuk kedalam list siswi mungil dikelas. Dan ia mendapatkan gelar siswi mungil dihari pertamanya sekolah! Dan satu berita menyedihkan yang membuatnya sedikit bersedih, bahwa Do Kyungsoo –nama bocah lelaki yang disukainya- bukan teman sekelasnya.

Do Kyungsoo, bocah laki-laki berusia duabelas tahun dengan mata bulat, berambut hitam dan poni yang lucu, khas anak-anak. Tingginya mencapai 160cm dan termasuk kedalam siswa tampan dan tubuh atletis karena tingginya melebihi tinggi teman-temannya yang lain. Dan ya, dia dikelas 1-2.

Suasana kelas 1-4 sangat ricuh dan menghebohkan. Guru terlambat masuk adalah surganya murid-murid yang belum cukup sehari duduk dibangku sekolah menengah pertama. Beberapa sudah langsung akrab dengan teman barunya dan janjian untuk hang out sepulang sekolah. Beberapa lagi masih malu-malu sambil melirik-lirik kecil ke arah teman yang ingin diajaknya berkenalan, hanya saja terlalu malu untuk memulai. Dan segelintir anak-anak yang mungkin memiliki prinsip I hate people malah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Bermain dengan gadget, mendengarkan dengan headphone padahal tidak memutar satupun lagu. Hanya saja benci diganggu, dan seorang siswi dengan kacamata frame hitam yang menggantung nyaman dihidungnya masih asik membaca novel, bahkan sejak pertama kali sampai dikelas.

“Song Hayee?” guru Park sedang mengambil absen. Dan nama Song Hayee sudah dipanggilnya dua kali.

“Apakah tidak ada disini yang bernama Song Hayee?” guru Park menaikkan beberapa oktaf suaranya. Selang beberapa detik, tangan kurus dengan kulit putih pucat itu teracung lamban. Ragu-ragu.

“Iya saya Song Hayee, songsaenim.” suaranya terdengar bergetar. Takut dihari pertamanya ia sudah membuat gurunya marah.

“Kenapa baru menyahut sekarang? Ah, sudahlah, karena ini hari pertamamu akan aku maafkan.” guru Park melanjutkan mengambil daftar hadir murid-muridnya. Dan siswi yang bernama Song Hayee hanya bisa bernafas lega. Syukurlah.

***

Hari ke enam sekolah dan tidak menunjukkan sedikitpun tanda-tanda bahwa ia bisa berkenalan secara legal dengan Do Kyungsoo. Well, ia sudah memata-matai Do Kyungsoo sejak lima hari terakhir.

Sekolah dimulai pukul 9 tapi seorang Do Kyungsoo sudah sampai disekolah pukul 7 pagi hanya untuk bermain basket bersama teman-temannya. Yang mengharuskan seorang Song Hayee untuk pergi sekolah pagi hanya untuk melihat Do Kyungsoo bermain basket. Karena ia tidak akan bisa melihat anak laki-laki itu dikelas.

Saat istirahat, Do Kyungsoo hanya membeli sekotak susu pisang dan roti dengan lelehan coklat yang kental didalamnya. Lalu menghabiskannya di bangku seberang perpustakaan. Setelah menghabiskannya, ia masuk ke perpustakaan. Beberapa detik setelah ia menginjakkan kakinya dalam perpustakaan ia sudah terhanyut dalam lautan buku-buku tentang dewa-dewi Yunani kuno. Tidak seperti kebanyakan siswa yang membaca sambil duduk, Do Kyungsoo malah lebih senang membaca sambil berdiri, menitipkan setengah badannya untuk rak buku bertingkat empat yang sepertinya kesepian.

Waktu istirahat dihabiskannya dalam perpustakaan dan setelahnya kembali ke kelasnya. Tapi aneh-nya ia menghabiskan sepuluh menit sebelum jam masuk untuk berjalan-jalan mengelilingi sekolah. Dan kembali ke kelas.

Pulang sekolah, Do Kyungsoo akan mengendarai sepedanya dan melaju dengan cepat. Hanya sampai segitu saja pengamatan Song Hayee tentang Kyungsoo. Ia tidak tahu apakah anak laki-laki itu belajar dengan serius dikelasnya, atau bermain-main, apakah ia mengerjakan semua latihan dengan benar, apakah sepulang sekolah ia langsung pulang atau malah keluyuran. Song Hayee belum mengetahuinya.

***

Sebulan sejak ia memata-mati Kyungsoo, Song Hayee mulai bosan dengan kegiatannya. Tidak ada yang berubah. Semuanya sama. Persis. Kegiatannya. Waktunya. Semuanya. Tapi niatnya untuk benar-benar bisa berkenalan atau sekedar Kyungsoo tahu akan keberadaannya, benar-benar bisa membunuh rasa penasarannya.

Hari ini, sebulan lebih dua hari sejak pertama kali ia melihat Kyungsoo. Dan ya, Song Hayee sedang dalam menjalankan tugas memata-matainya. Selalu sama.

Eh, tunggu dulu. Hari ini, Kyungsoo sedikit aneh. Ia ke kantin dan membeli jajanan favoritenya masing-masing dua. Satunya lagi untuk siapa? Pikir Hayee penasaran setengah mati. Ingin menanyai langsung. Tapi dia malu parah. Akhirnya ia berdamai dengan batinnya untuk menunggu dan melihat sendiri. Untuk siapa susu pisang dan roti cokelat itu akan berpindah tangan.

Kyungsoo duduk ditaman yang mengarah ke rumah bunga. Dan meletakkan jajanannya di sampingnya. Dan ia tidak duduk ditengah bangku. Tapi ditepi, seperti menyisakan tempat untuk seseorang yang sampai saat ini masih misteri bagi Hayee. Kyungsoo duduk dibangku yang mengarah ke rumah bunga yang dibelakangnya ada tumbuhan yang rimbun yang entah apa namanya.

Mengendap-endap, Hayee berjinjit untuk sampai dibelakang tumbuhan rimbun itu. Berharap ia bisa mendengar suara Kyungsoo kalau-kalau ia bergumam sendiri. Lama menunggu. Hayee mulai bosan. Ia mengintip sedikit-sedikit tapi Kyungsoo tidak bergeming sedikitpun. Masih menoleh-noleh seperti mencari seseorang. Bahkan susu pisang favoritenya pun terabaikan begitu saja.

“Aku tahu kau dibelakang tumbuhan rimbun ini, ayo kesinilah, Song Hayee.”

Hayee membelalakkan matanya dan menutup mulutnya dengan erat dengan kedua tangannya. Tidak menyangka bahwa Kyungsoo menyadari keberadaannya, dan lebih membahagiakan, seorang Do Kyungsoo yang tampak tidak peduli dan selalu acuh tahu namanya. Nama lengkapnya!

Kyungsoo berdiri dan mengintip ke belakang tumbuhan rimbun yang menyembunyikan badan mungil Hayee. Kyungsoo mengintip sambil tersenyum lebar. Memamerkan deretan gigi-gigi mungil yang tersusun rapi. Kyungsoo mengulurkan tangannya. Dengan ragu-ragu, Hayee menyambut tangan itu dan berdiri sambil membalas senyum Kyungsoo kikuk.

“Aku tahu selama ini kau sudah memperhatikanku sejak sebulan yang lalu. Aku sengaja berangkat sekolah lebih pagi dan bermain basket bersama teman-temanku setiap pagi agar kamu bisa melihat betapa lincahnya aku menari bersama bola basket.” Kyungsoo lagi-lagi tersenyum. Sambil menuntun Hayee untuk duduk dibangku taman tadi. Ia mengambil jeda sejenak lalu kembali melanjutkan.

“Aku sengaja hanya kekantin untuk membeli sekotak susu pisang dan roti coklat agar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghabiskannya. Karena selama ini aku selalu menghabiskan waktu istirahatku diperpustakaan untuk memandangmu diam-diam. Aku sengaja membaca tidak sambil duduk agar kamu bisa melihatku dari luar perpustakaan. Kamu selalu memandangku dari jauh. Aku sengaja berkeliling sekolah sebelum kembali ke kelas karena sekolah kita kebanyakan kaca, jadi aku bisa melihat bayangmu walau hanya terpantul kaca.”

“Lalu dikelas, aku mulai menerka-nerka apa yang kau lakukan dikelasmu. Apakah kau berteman dengan baik. Apakah kau memiliki teman, karena aku melihatmu selalu sendiri. Dan menghabiskan waktu mu hanya untuk mengikutiku. Jadi aku memutuskan untuk mencari tahu tentangmu. Siswi mungil yang bukan pendiam tapi sekali mengobrol, senyumnya yang menawan tidak pernah tinggal.”

Hayee benar-benar terpana. Kyungsoo tahu dirinya. Selama ini Kyungsoo sudah menyadari keberadaannya. Kyungsoo menjelaskan semua kegiatannya disekolah dengan baik. Dan semua yang dilakukannya untuk dirinya. Seorang Song Hayee yang hanya berani melihat dari kejauhan tanpa pernah berani mendekat.

“Terima kasih Kyungsoo-ssi,” suara Hayee benar-benar bergetar saat ini.

“Panggil aku ‘Kyungsoo-ya’ Hayee,” potong Kyungsoo lembut. Hayee mengangguk. Air mata terharunya benar-benar sudah menumpuk dimatanya. Pandangannya buram. Kyungsoo tersenyum dan menyodorkan sekotak susu pisang dan roti cokelat favoritenya kepada Hayee.

“Aku menunggumu lama untuk menghabiskan ini denganku.”

Entah perasaannya saja, atau memang kenyataan yang seperti itu. Hari itu Hayee merasa Kyungsoo tersenyum sangat lebar dan manis sekali. Bahkan orang yang melihatnya bisa merasakan kebahagiaan dibalik senyumnya dan ikut tersenyum. Kyungsoo benar-benar anak laki-laki yang baik.

***

Sejak saat itu. Kyungsoo dan Hayee menjadi teman yang dekat. Sangat dekat. Tidak, maksudku menjadi sahabat yang saling menyimpan perasaan cinta. Hanya saja mereka memutuskan untuk saling memberi label sahabat.

 

fin

6 thoughts on “That Hello

  1. Pingback: Messages and Jealous | INDO FANFICTIONS

  2. Pingback: First Date | INDO FANFICTIONS

  3. Wah.. Wah.. Apa ini wah.. Wkwkwkw… Cerita2 jaman2 gue banget dah… :’v jadi kangen sama kakak kelas yang atu itu wks.. Kenapa jadi bernostalgi gini :v udah ya.. Pokoknya cerita lu bikin gue nostalgia. Keep writing ye

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s