[Ficlet] Partner : Established Romance

bts-j-hope-15

Title : Partner | Sub-title : Established Romance | Cast : Jung Ho Seok (J-Hope) BTS, Kang Ji Hyun (Soyou) Sistar | Genre : AU, Established Romance, Fluff(?) |Rating: G | Duration : Ficlet series | Other cast : – | Scripwriter/Author : Lee Yong Mi / Reshma | Summary : Ia dijodohkan dan wow, ia menyukainya.

Author’s Note :

WAHAHAHA KOK UPDATE INI TELAT YA /DIGAMPAR/

Ehehe maafin author ya, maklum pengalaman pertama bikin genre ER ini 😦 Maaf ya kalau tidak sesuai dengan prediksi D: Hope you like this fic and happy reading ^^ Sorry for any typo(s)

“Jadi dia adalah calon suamimu nanti.”

Pernahkah terpikir oleh kalian bahwa perjodohan itu nyata?

Maksudku, seperti yang di kisah klasik bahwa orang tua akan memperlakukan anaknya seperti Siti Nurbaya (?) pada zaman dahulu kala—menjodohkan sang anak—namun kali ini dalam versi yang lebih modern.

Perjodohan yang terjadi karena kedua pihak keluarga ingin menyatukan nama mereka, sehingga satu-satunya cara adalah dengan menjodohkan anak mereka.

Kata lainnya : menjadikan anak-anak sebagai tumbal.

Jadi, perikatan ini telah terbentuk sejak aku lahir—eum, sekitar 22 yang lalu. Ibuku baru saja menceritakannya, sekaligus memperkenalkan calon suamiku yang kini duduk di hadapanku dengan jarak sekitar tiga meter. Yang memisahkan kami berdua hanyalah sebuah meja.

Mengenai calonku itu … hm, tidak banyak yang bisa kukatakan. Wajahku termasuk cukup untuk masuk kategori tampan, namun sedari tadi aku sedikit takut karena ia menatapku seakan aku adalah pembunuh berantai keluarganya—abaikan kalimat ini karena kalimat tersebut ialah diksi penghias saja.

Oh, masih ada berita mengejutkan lainnya. Aku dan calonku itu berjarak sekitar dua tahun—dimana ia baru berumur dua puluh tahun saat ini. Sedikit bersyukur karena orang tua kami tidak memaksa pernikahan secara langsung, melainkan sekitar lima tahun lagi.

Yang berarti, umurku baru 27 tahun disaat aku akan menikah!

Siapa pun, tolong aku!!

“Ji Hyun-ah, kau mendengar kami, bukan?”

Suara Ibuku segera menyadarkanku dari alam pikiran yang telah melayang ke sembarang arah. Aku tersenyum seraya meminta maaf karena kehilangan fokus. Calon mertuaku tampak tak senang, namun aku melihat seulas garis  melengkung tipis terbentuk pada bibir calon suamiku.

Wow.

Maksudku, WOW.

Oke, sepertinya aku harus menarik perkataanku sebelumnya. Salahkan naluri perempuan yang selalu tersipu di hadapan laki-laki tampan!

“Kalian mungkin bisa pergi kencan berdua,” saran Ayahku yang membuat mataku melebar. Bagaimana mungkin Ayah dengan begitu mudahnya memintaku untuk pergi dengan dia?

“Mungkin itu bukan ide yang buruk.”

ASTAGA DIA BERBICARA! INI PERTAMA KALINYA AKU MENDENGAR DIA BERBICARA DAN—ASTAGA, ASTAGA!!

Tentu saja kalian mendengar suara hatiku. Adalah tabu bagi seorang perempuan untuk menunjukkan perasaannya secara terang-terangan.

“Bagaimana menurutmu, Ji Hyun?” tanya Ibuku lembut. Aku segera menunduk, berpura-puramalu untuk melihat wajahnya.

“Aku menurut saja,” jawabku pelan, hampir seperti berbisik namun semuanya masih dapat mendengar suaraku. Calon mertuaku pun tersenyum lebar dan tanpa menunggu waktu lagi mereka mengusir kami berdua. Biasanya aku akan menggerutu, namun ego seorang wanita terlalu besar sehingga aku hanya memasang senyum terbaikku di depannya.

“Woah, sungguh. Berhentilah tersenyum karena kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan.”

Senyumku memudar dengan cepat. Aku menyadari bahwa wajahnya terlihat bosan, berbeda jauh dengan senyum yang tadi kulihat di dalam rumah.

“Kau adalah perempuan kesekian yang terperangkap dalam pesonaku, Nona,” ia berujar seraya tertawa menyebalkan, “Sayang sekali aku tak berpikir untuk menghentikan perjodohan ini dulu. Sekarang aku baru menyesalinya.”

Kata-kata tersinis yang pernah kudengar! Rasanya aku ingin mencabik bibir laki-laki ini agar ia tak perlu berbicara lagi!

“Kurasa ada baiknya jika aku kembali masuk dan mengatakan apa yang baru saja kudengar di hadapan kedua orang tua kita,” oke, aku sedikit bingung darimana keberanianku datang untuk mengucapkan hal seperti ini, “Jadi aku permisi.”

Belum sempat aku berbalik, ia telah menahan tanganku terlebih dahulu. Kedua mata kami bertabrakan, membuat hormon wanitaku yang tak tahu diri itu mengendalikan tubuhku lagi.

Uh, wajahku memanas!

“Oke, oke. Maafkan atas kata-kataku yang kurang sopan—“

Kurang sopan? Itu sangat tak sopan bagiku!

“—mari kuganti. Aku tak ingin membatalkan perjodohan ini karena aku tertarik padamu. Bagaimana? Kau menyukainya?”

Seberapa tingkat cassanova dari laki-laki ini? Ia pandai merangkai kata rayuan!

“Kau benar tertarik padaku atau ada hal lain yang berada di pikiranmu?” tanyaku yang membuat ia tertawa kecil. Terlalu manis!

“Sungguh, aku hanya tertarik padamu,” jawabnya dan ia menatap arloji yang melingkar di tangan kirinya, “Ups, sepertinya hari sudah mulai malam. Apa kau ingin tetap berkencan denganku atau kembali ke dalam dan berhadapan dengan orang tua yang membosankan?”

Ia cukup lucu, “Kurasa aku memilih pilihan yang pertama, dan mengutip perkataanmu tadi,mungkin itu bukan ide yang buruk, Ho Seok.”

Lagi, ia tertawa, “Oke. Mari kita masuk ke dalam mobil, Tuan Putri.”

Oh, aku benar-benar terjerat dalam pesona makhluk ini! Tapi tetap saja, menjaga image adalah keahlian nomor satu yang harus dimiliki oleh setiap orang. Aku benar, bukan?

 

FIN

Ficlet apa ini ;____; /merasa gagal/

Advertisements

4 thoughts on “[Ficlet] Partner : Established Romance

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s