[Ficlet] Partner : Fantasy

BaXXbW7CAAE8WPH

Title : Partner | Sub-title : Fantasy | Cast : Huang Zi Tao EXO, Kim Hyo Jung (Hyorin) Sistar | Genre : AU, Fantasy, Angst, Riddle |Rating: G | Duration : Ficlet series | Other cast : – | Scripwriter/Author : Lee Yong Mi / Reshma | Summary : Mereka hanyalah dua makhluk yang sama namun berbeda.

Author’s Note :

Short update, happy reading!

PS : Sorry for any typo(s)

“Api tidak akan menyakitimu.”

“Tapi kau tahu dengan jelas bahwa aku hanya bisa tenang disaat ada air di sampingku—jauhkan api itu! Kau menyebalkan.”

Ia tertawa melihat bagaimana perempuan di hadapannya itu berusaha untuk menghindari api unggun. Tubuh kecil perempuan itu segera merapat ke arahnya sebelum ia menjerit karena angin yang membawa api tersebut mendekati mereka. Ia kembali tertawa, namun kali ini lebih kuat sehingga sang perempuan memukul pundaknya kesal.

Tentu saja, apalah arti tenaga perempuan disini?

“Oke, oke. Noona tahu dengan jelas bahwa kalau tidak ada api, maka kita akan mengalami kegelapan total disini,” ucapnya seraya melirik ke arah pohon-pohon besar yang mengelilingi mereka, “Kalau aku mematikan apinya—“

“Diamlah. Aku sedang berusaha untuk menerima kenyataan bahwa api harus tetap ada dan mulutmu berbicara lebih banyak daripada ibu-ibu yang sedang arisan.”

Lagi, ia tertawa, “Aku hanya mengeluarkan belasan kosakata, namun noona sendiri mengeluarkan dua puluhan. Siapa sekarang yang sedang arisan?”

I hate you.

I love you too.

Keheningan menyambut mereka berdua, menyelimuti seakan dia berhasil menenangkan hati yang sedang gelisah.

“Pernahkah kau terpikir akan kehidupan ini?”

Pertanyaan yang meluncur dari bibir sang perempuan membuat keheningan berlari menjauh dari mereka. Sang laki-laki memiringkan kepalanya, menatap lurus pada sisi kanan wajah perempuan itu.

“Sejak awal, bukankah semuanya sudah salah? Aku kabur dari rumah, kau juga kabur dari rumah. Kita bertemu disini sebagai dua makhluk yang sama, namun jati diri kita ternyata berbeda. Kalau orang tua kita masing-masing mengetahui hubungan ini—“

“Maka jelas sekali kita berdua akan menghadapi akhir yang tak bahagia,” potong laki-laki itu cepat. Ia mengusap surai rambut dari sang perempuan, membuat perempuan itu terdorong sedikit ke belakang, “Noona takut menghadapinya?”

Ia menggigit bibir, “Bukannya aku takut, tapi … aku tak pernah melanggar peraturan sejauh ini. Sekarang cinta selalu tabu di antara semua makhluk, sehingga sulit untuk menemukan cinta tak tabu yang memiliki arti sebenarnya….”

“Mengapa noona harus mencemaskan hal-hal sederhana?”

“Ini tak sesederhana itu.”

“Sudah kubilang,” sang laki-laki kini merapikan rambutnya, “noona bisa cepat tua jika terus memikirkan hal-hal aneh.”

“Berhenti menghindari topik ini!”

Perempuan itu menjauhkan dirinya, menatap sang laki-laki tajam. Sudah cukup semua yang ia lakukan untuk mengalihkan perhatiannya.

“Kau menghindari ini selama tiga bulan,” ucap sang perempuan dengan nafas tersengal. Detik kapan saja air matanya siap untuk jatuh, “Kau tak tahu bagaimana aku memikirkan orang tuaku di rumah! Mereka hanya berdua dan anak satu-satunya justru pergi, meninggalkan mereka hanya untuk seseorang yang bahkan tak ia ketahui apakah orang itu mencintainya atau tidak! Bagaimana kau bisa setenang ini sementara disana, di balik hutan ini, semua orang yang berhubungan dengan kita sedang mencari kita berdua?!”

Kalimat-kalimat tersebut cukup menusuk, dan detik berikutnya ia menangis. Di hadapan sang laki-laki, ia tak bisa lagi menahan sakitnya. Kerinduan itu menyiksa, namun ia berusaha untuk melupakannya dengan cara terbodoh yang pernah ada.

Noona—“

“Apa lagi yang mau kau katakan?!” bentaknya kesal—atau lebih tepatnya berusaha untuk menutupi seberapa besar sakit yang ia rasakan, “Aku tidak mau mendengarmu lagi—aku mau pulang! Aku tidak mau pergi meninggalkan orang tuaku lagi—“

Noona—“

“Coba kutanya satu hal,” ucapnya di sela air mata yang terus mengalir, “Apa kau pernah … sekali saja dalam tiga bulan ini, merindukan rumahmu?”

“Hyorin noona!”

Suara yang cukup keras itu membuat Madeline terbungkam. Ia melihat bagaimana laki-laki di hadapannya itu perlahan berubah.

“Kalau noona memang tidak mau berada disini lagi, mengapa noona tidak pulang? Kembalilah pada orang tua noona. Noona tak perlu mengingat semua yang terjadi disini. Hapus saja semua ingatan noona itu dan kembalilah.”

Hyorin membulatkan matanya.

“Tiga bulan ini aku menghindar hanya karena aku tak mau kau pergi,” ucap sang laki-laki yang lagi-lagi tertawa, namun tawa itu mulai terdengar menyakitkan, “dan noona masih mempertanyakan apakah sosok di hadapanmu ini mencintaimu atau tidak?”

Ia berbalik, melangkah meninggalkan Hyorin yang mulai tersadar apa yang baru saja ia lepaskan.

Di bawah sinar bulan purnama, Tao telah pergi dan tak akan kembali.

 

FIN

Guess the riddle~ Chu :*

10 thoughts on “[Ficlet] Partner : Fantasy

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s