[FICLET] Surprise

[Super Rookies 2014 SERIES] Surprise

Title Surprise || Scriptwriter Viato Charni (Prev: Park Seohee

[GOT7] Wang Kayee aka Jackson Wang & [Red Velvet] Kang Seulgi || Romance || T || Ficlet

Poster by blackid22 @ HSG

.

Kata Jae-Bum, salah satu usaha memperkuat hubungan asmara adalah kejutan.

.


.

Kata Jae-Bum, salah satu usaha memperkuat hubungan asmara adalah kejutan. Berkat petuah darinya itulah mengapa aku sekarang berada di depan pintu rumah bertingkat dua dengan cat dinding warna kuning muda. Hari Minggu yang merupakan waktu bermalas-malasan—khusus saat ini—aku justru telah mempertampan diriku sejak jam tujuh pagi. Dan setelah yakin aku cukup memesona, aku berangkat dan tiba pukul delapan lebih duapuluh menit.

Sesampainya di tujuan, aku memandangi lama bangunan itu. Aku tak punya rencana, tak tahu harus apa, hanya paham hari ini aku akan datang ke rumahnya, rasanya mau kabur, berniat ingin berbalik, lalu pulang rumah dan tidur lagi. Tapi betapa memalukannya diriku kalau Jae-Bum tahu aku tak berhasil menyelesaikan misiku. Nanti laki-laki itu pasti berkoar yang tidak-tidak. Nyali Jackson ternyata tak sebesar omongannya—begitu mungkin.

Aku beralih pada diriku. Memastikan penampilanku tak ikut berantakan seperti otakku. Dan ekspektasiku tepat, dengan kodratku sebagai lelaki menawan, gayaku tetap seluarbiasa yang seharusnya. Hembusan napas lolos dari mulutku, berharap pula kegugupan yang melingkupiku ikut menguap. Aku tepuk dadaku dua kali, lalu seulas senyum terbentuk di bibirku seolah menjadi penyemangat.

“Ayo, Jackson! Tak ada yang perlu ditakuti!” kataku.

Masih agak ragu itu jelas, tapi daripada membeku di luar, lebih baik memencet bel dan dipersilakan masuk tuan rumah. Tidak ada respon yang kuterima, sehingga keningku menanggapi dengan kerutan. Kemudian menyesal. Karena bisa saja garis-garis di kening itu mengurangi pesonaku.

Untuk percobaan yang kedua aku tak ragu-ragu lagi. Kutekan tombol bel itu dan sekali lagi menunggu cukup lama. Aku mulai berpikir untuk pulang lantaran jeda waktu membuatku berasumsi bahwa tiada siapa-siapa di dalam. Namun detik selanjutnya pintu dibukakan dan mengenyahkan proposisiku.

“Sia—“

“Selamat pagi, Seul-Gi!” salamku, memotong tanya gadis yang kupanggil. Dari lakonnya, kuyakin dia baru mengakhiri istirahat malamnya. Aku sedikit merasa bersalah, tapi merasa beruntung juga. Kapan lagi momen seperti ini datang? Momen melihat wajah bangun tidur pacar.

Dia mengerjap berkali-kali, agaknya masih berpikir kalau hadirku adalah bagian mimpinya. Dan ketika maniknya membulat, aku percaya kesadaran perempuan itu telah pulih seutuhnya. Secepat kilat ia menyembunyikan rautnya dengan telapak tangan.

“Seul-Gi, selamat pa—“

“Kenapa datang tiba-tiba, sih?!”

Lho? Ini bukan reaksi yang kubayangkan. Sepasang alisku naik dan aku kelimpungan. “Tidak boleh? Kenapa?”

“Tidak saja! Pokoknya tidak boleh! Harusnya bilang-bilang dulu kalau mau datang!”

Kok gitu?”

Gak usah protes!”

Waduh! Aku kelabakan, kemudian menghirup udara banyak-banyak—menyerap kesabaran. Seul-Gi memang perempuan cantik. Juga manis. Tapi terkadang bisa jadi sadis. Dan sering kali aku yang tersakiti.

“Tangannya minggir dulu, muka kamu kehalangin, tuh.” Aku putuskan untuk mengganti topik. Seraya tanganku berusaha membebaskan wajah Seulgi dari tangkupan tangannya, aku dapati dia justru melawan dan mempertahankan posisi tangannya.

“Tidak mau!”

Aku memberengut. Datang ke rumah tidak boleh, lihat wajahnya sebentar tidak boleh. Maunya apa!

Kok pelit?”

“Kalau aku tidak mau, ya tidak mau!”

Aku mendesis gemas. Penolakan mentah-mentah darinya justru mendorongku untuk sedikit memberi paksaan. Beruntung aku terlahir sebagai laki-laki perkasa. Tenaga Seul-Gi tak imbang untukku. Lantas dengan menarik tangannya rada kuat, wajahnya kini terlihat.

Aku menang.

Hampir aku bersorak dalam hati tetapi segera kuurungkan. Seul-Gi menunduk dan riak mukanya kacau. Apa tangannya sakit karena aku lalu dia menangis? Yang bisa kutangkap ialah: mata merah dan wajah basah.

Astaga!

Seul-Gi menangis.

“K—kok na—nangis?”

Sempat kudengar isakan kecil darinya. Ya Tuhan, apa yang aku lakukan!

“Kamu baik-ba—“

Seul-Gi menginterupsiku. Dia memelukku. Lalu aku semakin kalang-kabut. Demi apapun aku tidak mengerti apa dan kenapa. Apa tenagaku tadi berlebihan, apa tangannya jadi sakit, kenapa dia menangis, kenapa dia mendekapku. Oh tolonglah, Seul-Gi. Aku tak pintar menerjemahkan maksud perilakumu.

“Jangan lihat,” kata gadis itu. Aku diam saja, karena sungguh belum paham. “Jangan lihat wajahku,” lanjutnya.

Lho? Kenapa?”

“Aku tidak pantas dilihat.”

“Hah, kamu bergurau.”

“Serius!” Seul-Gi memukul lengan kiriku tanpa ada tanda-tanda ingin melepaskanku dari peluknya. Aku berharap dia tidak melakukannya kalau boleh jujur.

“Kamu cantik, Sayang.”

“Tidak kalau pagi hari.”

“Ti—“

“Makanya kubilang tidak boleh.” Seul-Gi menyela ketidaksetujuanku.

Maafkan otakku yang tak langsung tanggap, tapi aku benar-benar tidak tahu apa maksud ucapannya. “Seul-Gi, aku bingung.”

“Jackson—kamu tidak boleh datang ke rumah tanpa bilang-bilang dulu. Apalagi di pagi hari.”

“Alasannya?”

“Perempuan mana yang mau menunjukkan pemandangan buruk untuk pacarnya,” ujar Seul-Gi lalu memukul lenganku lagi. “Jackson bodoh! Bukan wajah berantakan khas bangun tidur yang ingin kupamerkan padamu. Semestinya kamu tahu kalau aku mau selalu tampil cantik di depanmu! Dan karena kamu tiba-tiba mengunjungiku, aku malah memperlihatkan pemandagan buruk itu!”

Aku mengerjap. Menelaah—oh, begitu ternyata. “Padahal kamu juga cantik waktu pagi.”

Seul-Gi berdecih dan kurasakan kekesalannya berkumpul di tangannya dan dia menghadiahiku satu pukulan lagi di lengan. “Pokoknya jangan buat kejutan kayak gini lagi!”

Kejutan memang tak selalu sukses membuat pujaan hatimu berbunga-bunga. Mungkin juga dia akan marah-marah padamu, mengumpatmu, atau bahkan menamparmu. Tapi ini bisa membantumu untuk menggali lebih dalam lagi tentang siapa dan bagaimana dirinya. Dan bisa saja, kau dapat bonus sepertiku: dipeluk lama oleh kekasih. Membahagiakan, bukan?

“Iya, iya. Tidak akan, kok,” sahutku.

Mungkin, akan kupersembahkan kejutan lain untuknya di lain kesempatan.

.

tumblr_nhniz8au2x1r7savjo5_500

Cr gif: to the owner

.


.

halo semuaaaa~

aku datang bawa pairing jackson-seulgi hohoho

maapkan klo jackson sama seulgi yg kalian cintai jdi nista begini /.\

silakan tulis tanggapan/kritik (yg membangun)/saran di kolom komentar 🙂

see ya next fiction!

Advertisements

12 thoughts on “[FICLET] Surprise

    • uwahh makasih bnyk 😀
      bakal dibuat kok 🙂 tpi ga janji bakal cepet hehe :V
      btw, aku udh prnah buat taehyunxwendy walaupun cma drabble kkk~

  1. aww so sweet XD xixixi, aku juga sebenernya suka sama jacksonXyoungji._. tp jacksonXseulgi juga gapapalah XD sama-sama 94liner juga walaupun tuaan seulgi beberapa bulan hehehe._. btw, ff ireneXminonya masih ditunggu lho :3 xixixi, udah ah. terus berkarya yaaa 😀 hehehe tbh, aku suka ff kamu :3 XD

    • Kita samaan nih wkwk ‘_’)/
      Ditunggu ya ff minoXirene-nya^^ scptnya kok 😉
      Sippo deh, makasih dukungannya~ jdi lbh smgt hihi
      Uwaaa makasih udh suka ff aku >,< pdhal aku ga pede tiap mau publish, tpi ttp aja dipublish wkwk :v

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s