Mean of My Family

cmean-of-my-family-by-athena

Mean of My Family © 2014, Athena

.

“… ibu dan ayah harus tahu ada tiga hal yang tak dapat dibeli dengan uang”


Aku tersenyum ketika kaki ku melangkah mulai memasuki ruang makan. Ada Ayahku yang selalu disibukkan dengan ponselnya, ada juga ibuku yang tanpa bosan bersua dengan layar laptopnya. Ini sudah menjadi rutinitas pagi di rumahku. Ah, hampir saja aku lupa, pun di ruang makan ini ada aku yang seperti makhluk gaib. Kedatanganku sering tak mereka sadari.

“hari ini hari kelulusan ku―” Suaraku tak terdengar oleh mereka rupanya. Semua sibuk dengan bisnis, kekuasaan, ego dan pertarungan konyol.

“―aku harap kalian bisa meluangkan waktu untuk datang ke pengumuman kelulusan” Tak ada sahutan satu pun. “baiklah, aku pergi!”

“kali ini pengumuman untuk siswa berprestasi selama tiga tahun terakhir” Jantung Minho berdegup lebih cepat beberapa kali. Aliran darahnya berdesir cepat. Harap-harap cemas nama Minho akan muncul sebagai siswa berprestasi pertama. Keinginannya terkabul Minho naik ke atas podium untuk memberikan sedikit pidato dan menerima piagam penghargaan.

Dengan teliti, mata bulatnya menelusuri setiap wali kawan-kawannya tak sedikit pun lensanya menangkap objek yang diinginkannya. Ibunya dan ayahnya. “saya ucapkan banyak terimakasih kepada guru-guru dan kawan-kawan ku. Juga untuk kedua orang tuaku yang saat ini belum atau bahkan tak dapat hadir dalam pengumuman kali ini”

Minho membungkuk lantas disambut tepuk tangan dari para wali murid, guru dan rekannya. Kakinya melangkah munuruni podium dan kembali duduk di kursi yang telah disediakan untuk para siswa. Kali ini pengumuman untuk ‘Siswa dengan nilai ujian tertinggi’, Minho kembali maju ke atas podium sebagai pemegang nilai tertinggi pertama. Nilai rata-rata ujiannya adalah Sembilan koma tujuh delapan.

Jarum pendek arloji milik Minho sudah menunjukan pukul sebelas, yang artinya acara akan selesai beberapa jam lagi. Kali ini adalah pengumuman terakhir sekaligus terpenting yang paling ditunggu-tunggu bagi semua siswa. Pengumuman untuk siswa teladan selama di sekolah tingkat menengah. Ratusan siswa menelan kekecewaan, karena Choi Minho maju kembali sebagai pemegang utama siswa teladan.

Hampir semua guru dan karyawan mengucapkan selamat atas prestasi yang didapat oleh kerja keras Minho selama ini. Ponselnya berdering, tanda pesan masuk dari ibunya. Maaf, ibu tidak bisa datang karena secara tiba-tiba ada rapat dewan direksi. Minho sudah muak dengan semuanya.

Setelah acara pengumumannya benar-benar selesai, Minho berjalan menuju rumah dengan menenteng tiga trophy yang paling berharga di sekolah tingkat menengahnya.

“aku tak yakin apakah kau dapat mengubah sifat kedua orang tuaku―” Minho berbicara pada trophy itu. “―lebih baik kita lihat saja nanti” Senyum optimisnya muncul begitu saja diraut wajah tampannya.

Mungkin saja dewi fortuna tidak memihak kepadanya karena barusan saja piagamnya menghambur ke tengah jalan raya. Matanya menangkap piagam itu, buru-buru kakinya melangkah ke tengah jalan sebelum piagam berharganya itu terlindas oleh sebuah mobil. Senyum kemenangannya luntur ketika semuanya mulai gelap dan sepi.

Perlahan kelopak mata Minho terbuka, samar-samar pula cahaya mulai masuk ke dalam retinanya. Dilihatnya Choi Sooyoung―ibunya―yang sedang memandang layar laptop, dan Choi Siwon―ayahnya―yang sedang berbicara dengan seseorang menggunakan oktaf yang cukup tinggi melalui ponsel.

“mengapa kalian disini? Bukankah kalian sangat sibuk sehingga tak dapat menghadiri pengumuman kelulusan ku?” Fokus mata Sooyoung berpindah, menatap anak tampan satu-satunya dalam keluarga Choi. “Choi Minho!” Bentak sang ayah.

“bahkan ketika aku sedang dirawat dirumah sakit seperti ini, kalian masih mengacuhkan ku? bahkan ayah membentakku tadi?”

“mencoba mengertilah, Minho! Kau sudah dewasa, kau harusnya bisa paham akan keadaan orang tuamu!” Kemarahan Siwon sudah mencapai ubun-ubun dikepalanya, tak dapat lagi ditahan.

“awalnya aku mencoba mengerti, kalian mengacuhkanku sehingga aku terlihat hanya sebuah bayangan. Kalian hanya mementingkan ego, materi, kekuasaan dan pertempuran konyol!”

Sooyoung hanya diam, dia tidak akan ikut campur dalam hal yang seperti ini. Bahkan sempat beberapa kali, kegusaran nampak diwajahnya hingga Sooyoung mengusap wajahnya selama beberapa kali.

“jangan bercanda Minho, ibumu dan ayahmu seperti ini demi kebahagiaanmu dimasa mendatang!”

“ayah baru saja mengatakan kebahagiaan? Kebahagiaan masa depan lah yang membuat rasa sakit ku semakin menumpuk di masa sekarang―”

“Choi Minho!”

“―bahkan predikat siswa dengan nilai ujian tertinggi, siswa teladan pertama, peringkat satu berturut-turut sejak kelas satu, dan siswa berprestasi. Kerja kerasku bahkan tak dihargai sama sekali di keluarga ini, tak ada satupun dari kalian yang mengucapkan selamat atau kau adalah anak yang baik atau mengusap puncak kepalaku, bahkan memelukku. Semuanya hanya memori lama”

Minho terisak.

“ibu dan ayah harusnya tahu ada tiga hal yang tak dapat dibeli dengan uang. Kebahagiaan, kasih sayang dan arti sebuah keluarga. Beberapa rekan sekelasku menanggap ku sempurna karena fisik dan kinerja otakku. Mereka mengatakan iri kepadaku, seharusnya mereka menyesal telah mengatakan iri padaku. Sebaliknya, aku iri kepada mereka yang mendapat kehangatan, kasih sayang dan cinta dari sebuah keluarga. Tetapi aku? Aku kedinginan dikeluarga ini. Dimana lagi aku bisa mencari kehangatan?”

Hati Siwon dan Sooyoung mencelos. Keduanya menarik Minho dalam dekapan hangat. Dekapan kasih sayang yang selama ini Minho impikan, pelukan hangat dari ayah dan ibu yang seharusnya sejak dulu ia dapatkan. “Maafkan ayah dan ibu nak” Sooyoung mengeluarkan kalimat yang sudah sewajibnya ia ucapkan sejak dulu.

Fin.

Keluarga berarti sebuah hubungan antar manusia yang terikat oleh kehangatan, kasih sayang dan cinta. Sesuatu seperti rumah, tempat berteduh jika terik matahari menyombong atau hujan dengan badai yang besar. Seseorang seperti membantumu berdiri ketika terjatuh atau tempat berpegangan saat melompat agar tak terlalu tinggi.

Special fic for Mother’s day! Selamat hari ibu semuanyaaa dan tolong reviewnya’-‘b

Athens

15 thoughts on “Mean of My Family

  1. ATHENSSSSS!!!!!! TANGGUNG JAWAB!! MATA AKU UDAH BANJIR! HUHUHU :”””””

    Canda, hehe :3 Yaampun ini genre family yang menguras emosi! Aku gak nangis, tapi air mata mengalir/? Bikos aqoeh gak tahan sama masalah keluarga kek gini:”(

    Dan yah, orang tua sekarang emang mulai banyak yang kayak gitu ya. Kan kesian Minho, duhduh, sama aku aja yuk, Min, nanti aku peyuk koq :’3 ((mulai gila-_-))

    Ini bagus pake banget! Pemilihan kata dan alurnya teope begete decc ;3 Oh ya, maaf lohya, itu huruf awal di tiap dialog emang sengaja kecil? Karena yang aku tau, harusnya pake kapital. Iya gak?.-.

    Ah! Pokoknya semuanya bagus(y) I dunnow mau ngomong apa lagi, just..
    NICE JOB, BABE! Keep writing eaps (~’o’)~

    Salam cintahh,
    Nilam

  2. ATHENSSSSS!!!!!! TANGGUNG JAWAB!! MATA AKU UDAH BANJIR! HUHUHU :’v

    Canda, hehe :3 Yaampun ini genre family yang menguras emosi! Aku gak nangis, tapi air mata mengalir/? Bikos aqoeh gak tahan sama masalah keluarga kek gini:”(

    Dan yah, orang tua sekarang emang mulai banyak yang kayak gitu ya. Kan kesian Minho, duhduh, sama aku aja yuk, Min, nanti aku peyuk koq :’3 ((mulai gila-_-))

    Ini bagus pake banget! Pemilihan kata dan alurnya teope begete decc ;3 Oh ya, maaf lohya, itu huruf awal di tiap dialog emang sengaja kecil? Karena yang aku tau, harusnya pake kapital. Iya gak?.-.

    Ah! Pokoknya semuanya bagus(y) I dunnow mau ngomong apa lagi, just..
    NICE JOB, BABE! Keep writing eaps (~’o’)~

    Salam cintahh,
    Nilam

    • Halo, nilam! AKU HARUS TANGGUNG JAWAB APA INI FIKSI YANG AKU BILANG KENA WB:”” AKU SEDIH:”

      Setelah sekian lama akhirnya angst aku berhasil, berhasil berhasil horee’-‘)r widirit *apasi*

      Iya, kebanyakan mikirin materi gak mikir si anaknya gimana kan aku syedih:” /? Minho punya Sulli ((minsul ship attack)) h0h0:3

      Iya bener, tentang masalah huruf kapital engga juga udah di kritik sama kak tita tapi kalo mau nyunting kepepet males duh:”) iya bener

      Cizeeh, makasih yangek kamu juga yap♡

      Xoxo,
      Athens♥

  3. Kak Atheeeeenssss!!!!! :”””” /dateng sambil nangis geret geret jinwoo/

    Sumpah moodku buruk banget hari ini, tak kira ini fic ngefluff gitu gegara liat foto cover Minho yg senyum tipis gitu :”” eeh taunyaaaa. Huhuhu nangissss

    Hehe. Kasian juga kalo ada anak yg kurang kasih sayang gini. Kak Athens bikin iri ih ceritanya bisa ngefeel banget di hati X”( hehehehe betewe harusnya anaknya Suho dong biar jadi keluarga holang kaya gitu hehehehehe /ketawa apa ini/

    Pokoknya semangat buat karya lainnya ya kak Athens! Happy mothers day ❤

    • Halo, bekey!

      Pertamaa, makasih ya sudah mau baca dan ribet ribet komen:”)

      Maap yaa, soalnga aku juga gatau ketikan ku bakalan jadi kaya gini xD sampe nangis? Beneran? Padahal ini fic bikinnya ngebut, gak mateng diksi amburegul pula:””)

      Biasanya kan gituㅡtapi ga semua, kalo kaya banget biasanya duit dapet banyak tapi kurang kasih sayang._. Ah iya, aslinya aku mau pake si suho tapi ntar malah bicarain rakjel /g.

      Okee, kamu juga ya keey. Happy mother’s day too

      Xoxo,
      Athens♥

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s