Obvious

Obvious.psd

Obvious

EXO’s Chen, EXO’s Lay, and EXO’s Tao

In

Mystery . Crack . PG . Ficlet

 

“Dengarkan saja, nanti juga berakhir.”

 

Riddle is contained in this fiction.

ghivorhythm’s comeback

©2014

 

Pada awalnya, Jongdae dan Yixing tak mengira bahwa akan jadi begini ceritanya. Si ‘Tetangga’ super kaya, yang konon katanya melarikan diri dari rumahnya, tiba-tiba saja datang ke apartmen Jongdae dan Yixing hanya dengan berbekal boneka panda super besar tengah malam. Kalian tahu? Te-ngah ma-lam! Tepat ketika nyawa Jongdae hampir seutuhnya tersedot ke alam mimpi dan sedetik sebelum Yixing akan memejamkan matanya.

Pasti kalian penasaran ‘kan tentang si ‘Tetangga’ ini? Sebut saja dia Huang Zitao. Oh, maksudku nama lengkapnya adalah Huang Zitao.

“Mau apa kau?” Jongdae berucap sambil mengucek matanya, tak serta merta rela waktu berharganya berkurang karena Tao, begitulah si ‘Tetangga’ ini kerap kali disapa, menjadi tamu tak diundang di apartemennya.

“Jangan kejam begitu, hyung.”

Tao lantas duduk di sofa ruang tengah, Jongdae yang masih mengumpulkan nyawanya hanya mampu menguap sebelum akhirnya Yixing membuka pembicaraan.

“Ada apa tengah malam begini kau kemari?” Setidaknya Tao harus bersyukur karena Yixing terlalu sabar menghadapi dirinya.

“Memangnya tidak boleh?”

“Oh, man! Ini tengah malam Zitao, kalau mau berkunjung seharusnya kau lihat jam dulu.” Jongdae tak lagi menggunakan filter pada mulutnya, semua ia ucapkan demi mendapatkan kembali waktu yang jarang sekali ia dapatkan.

“Jongdae..” Yixing hanya mampu menengahi.

“Maaf, hyung. Tapi, aku tak punya tujuan lain selain ke sini.” Raut wajah Tao berubah, menyesal dan tak enak hati. Oh, Jongdae memang ahli dalam mengacaukan hati orang lain.

“Jangan pikirkan Jongdae, sekarang katakan saja apa masalahmu?”

Tao mengeratkan pelukannya pada boneka panda yang ia bawa itu. Dari wajahnya terlihat bahwa ia tengah menimbang-nimbang apakah ia perlu bicara pada Yixing dan Jongdae atau tidak. Dan sepertinya…

Hyung, apa kau punya susu?”

Bahkan Jongdae hampir meraih pisau tertajam yang ada di dapur jika tak ditahan Yixing. 20 menit terlewatkan begitu saja hanya demi kalimat seperti itu? Ya, ampun. Jongdae tak habis pikir bila Yixing masih saja sabar.

“Kau bisa ambil di lemari pendingin. Jangan suruh aku karena kau sudah besar.” tutur Yixing.

Tubuh jangkung Tao beranjak, meninggalkan Yixing dan Jongdae di ruang tengah.

“Sebenarnya dia mau apa, sih?” Jongdae berbisik, masih kesal namun cukup penasaran. Yang ditanya hanya mengangkat bahu, kemudian menyandarkan tubuh di sofa.  “Apa masalahnya sampai datang tengah malam begini ke apartemen kita?”

“Bisakah kau diam dan dengarkan saja? Sepertinya dia sedang menghadapi hal berat. Kau tahu ‘kan kalau dia kabur dari rumah? Wajar saja jika kita menjadi satu-satunya tempat tujuannya.”

Kini Jongdae yang mengangkat bahu lantas menghela napas. Lalu, sosok Tao kembali bergabung dengan mereka setelah mengambil segelas susu. Tao tak langsung meminumnya, hanya menaruh di sofa table kemudian meraih boneka pandanya.

“Jadi, kau mau menceritakan sesuatu pada kami atau tidak?” tanya Jongdae sembari melipat kedua tangannya di dada.

Tao menundukkan wajahnya, kembali menimbang-nimbang. Entah mengapa Yixing merasa ada yang tak beres dengan Tao. Sedang Jongdae malah merasa kalau Tao ingin mengajaknya berkelahi dengan mempermainkan kesabarannya.

“Maukah kalian menolongku?”

Yixing dan Jongdae saling bertukar pandang. Tak memprediksi bila Tao meminta bantuan mereka.

“Bisa kalian bicara pada kedua orang tuaku? Karena aku tak bisa.”

 

Detik itu juga, Jongdae menelan ludah.

 

 

END

 

p.s: Ulalala~ Akhirnya kembali nulis juga setelah beberapa bulan ga sempet menelurkan apa-apa gara-gara UAS dan ngurusin redaksi ((mulai beralasan))

Well, ini pertama kalinya nulis riddle dan aku rasa ini cukup mudah, hehe ((maaf juga kalo riddle nya gaje pisan)). Ngga jago ngeriddle aku. Ya, pokoknya inti dari riddle-nya adalah tentang si Tao ini dan apa sih yang bikin si jongdae ampe nelen ludah?

Silakan yok dijawab~ Mari mari~

6 thoughts on “Obvious

  1. Penjelasannya kenapa merindingin banget sih lg malem2 gini…………… *peluk jongdae*

    Serius aku ga kepikiran lho kalo tao nya udah mati. Aku kira dia ada masalah apa gituu, tapi ga kepikiran kalo dia itu– ah sudahlahhhh

    Aku sukaa gaya bahasanya, dan juga cerita nya (yang bikin aku takut gegara penjelasannya) Semangat nulis yaaaa ;D

  2. Hmmm mungkin….. Karena orang tua tao kan udah meninggal, soalnya tadi yang di sebut cuma si tetangga yang kaya, dan tetangga kayanya itu tao -,- bener kgak?? Gue merasa aneh jawab itu… Moga2 bener -,-

    • hai, hai~ Oke, jadi begini:
      Tao yg dateng ke apartemen Jongdae Yixing ini cuma arwahnya aja. Cuma, si Jongdae Yixing belom ngeh kalo si Tao udah mati. Pas awal, Tao bilang Jongdae Yixing satu-satunya tujuan dia, soalnya mereka tuh bisa ‘ngeliat’, makanya Tao minta bantuan mereka buat ngomong ke orang tuanya dia. Nah, pas bagian terakhir aku nulis kalo si Jongdae ini nelen ludah. Itu gara-gara dia baru nyadar kalo Tao yg ada di depan dia adalah arwah,
      Hoho, okeyy segitu aja penjelasan dari aku~ Makasih banyak loh kak udah baca dan komentar~

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s