[FREELANCE] LUCKY (3rd)

lucky-dessyds

LUCKY (Chapter 3)

Title                            :           LUCKY (Chapter 3) , recent chapter clik HERE

Author                        :           DessyDS

Genre                         :           Romance, Sad, Family, Friendship, Drama

Rating                         :           PG – 16

Leght                          :           Chapter

Main Cast                   :

  • Kim Nara
  • Luhan

Other Cash                :           Temukan sendiri. OK ^^

Poster by : loyalslatte http://indofanfictionsarts.wordpress.com/

Disclaimers                :           Semua cast milik Tuhan dan orang tua masing – masing. Kecuali LuGe punya Author juga XD kkkk

Author Note : Semua cerita ini murni dari pemikiran saya sendiri. Jika ada kesamaan itu tidak kesengajaan. ^^ so don’t be siders and plagiator.

Fanfict ini juga sudah di post di blog pribadi saya : http://lugedeerff.wordpress.com

<br /><!--more-->

.

.

“Ya Eomma, Apa yang kamu katakan kepada mereka?” ujar Nara yang berbisik di telinga eomma nya

“Oh Nara… kamu sudah pulang? Bagaimana kencan mu dengan Minho? Dan dimana Minho sekarang?” ujar eomma Nara yang mengalihkan pertanyaan Nara

Chapter 3

“ah kencan nya? Menyenangkan eomma. Minho oppa sudah pulang karna dia masih ada urusan.”

“ah begituhkah? Padahal eomma mau mengobrol dengan dia.” Ujar Eomma Kim

“apa yang eomma ingin katakan kepada dia? Apa Eomma akan menyuruh dia menjaga Nara lagi?”

Nyonya Kim tidak menjawab pertanyaan Nara. Sebenarnya Nyonya Kim sengaja mengatakan hal itu. Nyonya Kim hanya ingin melihat ekspresi Luhan yang mungkin sudah berubah menjadi dalam mood yang tidak baik. Ya disaat Nyonya Kim dan Luhan sedang mengobrol Luhan selalu menanyakan tentang Nara. Maka dari itu Nyonya Kim ingin memastikan apa luhan benar – benar menyayangi Nara atau tidak.

“Eonnie maukah kamu mengajari aku berenang lagi?” ujar Hana yang masih dalam gendongan Nara

“Berenang? Akh… Eonnie hari ini malas berenang hana a. Tanya lah ke Minno oppa.”

“Minno oppa sedang mencoba mendekati Sunny Eonnie.”

“Mwo? Jeongmal?” ucap Nara yang kaget akan pembicaraan Hana

“Ne. Lihat saja siapa yang sedang ada di sana.” Ujar Hana sambil menunjuk ke arah Minno dan Sunny

Saat itu juga kejahilan Nara keluar. Dia menghampiri mereka berdua dan mencoba memisahkan mereka dengan memberikan Hana ke Minno. Tapi kejahilan dia di larang oleh halmoni Nara yang sudah mengetahui akan kejahilan Nara.

Luhan POV

“Berkencan? Nara berkencan dengan Minho? Benarkah? Apakah dia tidak bisa membaca pikiran Minho seperti apa yang dikatakan Baekhyun?”

Hanya itu yang berada di pikiran ku saat ini. Apa aku menyerah saja? Aku harus bertanya kepada siapa sekarang? Aku sendirian di tempat ini. Baekhyun? Jangan bertanya tentang dia. Jika dia ada kesempatan berkencan dengan Taeyeon Noona pasti dia melupakan semua orang yang ada di sini. Kai? Dia sudah bermain dengan keponakan Nara yang kembar 3. Hah… bolehkah aku berlari dari kenyataan ini. Ayolah luhan dia hanya jalan – jalan dengan Minho. Mereka tidak berpacaran.

“Oppa… apa yang kamu pikirkan? Kenapa dari tadi kamu bengong?” ujar Nara yang tiba – tiba menghampiri ku

“Oh… Nara… eobso. Aku tidak memikirkan apa – apa.” Ujar ku yang berbohong kepada Nara

“Geotjimal oppa. Aku tau kamu dari tadi bengong di sini sendirian. Apa kamu tidak ingin bercerita ke aku?”

“ah eobso Nara a. bagaimana………..” belum selesai aku berbicara ponsel Nara berbunyi

“ah mian oppa.”

Nara pergi meninggalkan ku dan mengangkat ponselnya. Aku tidak sengaja membaca siapa yang menelepon dia. Minho. Yah dia yang menelepon Nara. Aku juga melihat Nara yang terlihat seperti bahagia mengangkat panggilan dari Minho. Setelah melihat itu dada ku terasa sesak dan sakit. Apa aku cemburu?

Nara POV

Argh! Kenapa dia harus menelepon ku di saat aku sedang berusaha membaca pikiran Luhan oppa? Apa dia cocok aku jadikan sebagai pengganggu? Dan parahnya lagi setelah aku mengangkat panggilan dari Minho oppa, wajah Luhan oppa berubah menjadi dalam mood yang tidak baik. Apa dia cemburu? Tapi masa sih? Luhan tidak terlalu tau tentang ku. Tapi tunggu, kenapa aku tidak bisa membaca pikiran dia? Apa dia yang di maksud oleh halmoni? Tidak adakah yang bisa membantu ku sekarang? Dan apa–apaan ini dada ku terasa sesak dan sakit. Oh ayolah, siapapun bantu aku. Kenapa halmoni hanya memberikan aku tentang ciri – ciri dari namja itu. Aku selalu bingung jika di suruh melihat ciri – ciri dari orang yang di katakan halmoni. Akhirnya aku menghampiri Luhan Oppa yang wajah nya masih belum bisa aku artikan. Entahlah, aku juga bingung dengan kehidupan ku yang seperti ini.

“Oppa, kenapa oppa begong lagi? Ah iyah tadi oppa mau menanyai ku apa?”

“Ah ani nara. Gwenchana. Ah masalah itu lupakan saja.”

Aku mencoba membaca pikiran dia. Tapi apa ini? Kenapa tidak bisa? Apa karna aku kelelahan makanya tidak bisa membaca pikiran dia? Tapi itu tidak mungkin.

“Nara a Gwenchana?” tiba – tiba halmoni yang sedari tadi di dekat kolam renang kini sudah di samping ku

“Gwenchana halmoni.”

“Jika kamu kelelahan beristirahat lah. Luhan-nie, bisa kah kamu mengantarkan uri Nara ke kamar nya?”

“ah Ne halmoni.”

Akhirnya Luhan oppa membawa ku ke kamar ku yang berada di lantai 3. Kami tidak menaiki tangga, melainkan lift yang ada di rumah mewah milik keluarga ku. Tapi tunggu, kenapa halmoni menyuruh Luhan oppa yang mengantar ku? Biasanya dia akan menyuruh Minno oppa untuk mengantar ku dan satu hal lagi halmoni itu tidak akan membiarkan namja manapun masuk ke kamar ku. Apa ini? Apa ada yang bisa memberitahuku? Kenapa aku jadi tidak bisa membaca pikiran dari halmoni? Apa dia menutup nya? Setelah sampai di kamar aku duduk di tempat tidur ku dan sekarang semua pertanyaan itu beradu didalam pikiran ku. Ah Sudahlah lebih baik aku tidur.

Author POV

Luhan memandang wajah Nara seperti ingin menerkam wajah itu. Ani bukan menerkam melainkan ingin mencoba bibir Nara yang tipis itu. Mungkin Luhan sudah gila bisa berpikiran seperti itu. Yah Luhan memang masih berada di kamar nara. Ntah kenapa Luhan ingin menjaga Nara yang terlihat kelelahan itu. Untungnya kamar Nara aman dan tidak ada yang bisa masuk satu orang pun. Jika ada yang bisa masuk berarti orang itu tau kode kamar Nara. Sedangkan Kim Family yang tau kode Nara hanya Halmoni Nara. Jika yang lain sudah mengetahui Nya akan di ganti langsung oleh Nara. Tiba – tiba ponsel Luhan berbunyi, setelah Luhan lihat ternyata dari Baekhyun

~~~~

<em>From : Baekhyun</em>

<em>“Hyung aku dan kai akan pulang duluan. Kata halmoni kamu lagi men jaga Nara, jadi kami duluan yah. Jagalah Nara. Selagi besok kita tidak ada jadwal jadi bersenang – senanglah. Hwaiting! kekeke”</em>

<em>~~~~

Luhan hanya tersenyum melihat pesan itu. Lalu Luhan menaruh ponsel nya di meja nakas dekat dia duduk sekarang. Luhan merasa ngantuk ketika menunggu Nara yang sedang tidur. Akhirnya luhan tidur di sofa yang tidak jauh dari tempat tidur Nara. Luhan tidak menyadari kehadiran Kim Halmoni yang ada di pintu. Kim Halmoni sengaja berada di pintu karena tidak ingin mengganggu mereka. Setelah Kim Halmoni melihat Luhan yang tertidur juga akhirnya Kim halmoni turun ke taman lagi.

Nara POV

Aku berusaha untuk bangun. Tapi kenapa kepala ku masih terasa pusing? Aku memandangi sekitar kamar ku dan aku mendapati Luhan Oppa yang tertidur di sofa kamar ku.

“Kenapa dia masih disini dan tidur disini? Apa halmoni tidak melarang nya?” batin ku

Aku mencoba berjalan ke arah Luhan Oppa. Aku ingin membangunkan dia, tapi ketika aku melihat baby face milik nya aku mengurungkan niat ku. Tanpa sadar aku tersenyum melihat itu.

“apa dia orang yang di maksud halmoni? Tapi apa dia benar – benar bisa menerima kelebihan ku ini?” batin ku

Aku mencoba memegangi pipi nya. Yah aku memang mencoba untuk membangunkan dia. Tapi bukannya bangun dia malah semakin nyenyak tertidur. Dan ini kenapa detak jantung ku seperti ini? Dia memegang tangan ku yang masih berada di pipi nya. Aku hanya tersenyum dengan kelakuan dia. Aku merasa nyaman berada di samping nya. Apa ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama?

“Nara a… kamu sudah bangun?” ujar nya yang membuat ku sadar akan lamunan ku

“ah ne oppa. Mian aku telah mengganggu tidur mu.”

“ah anio, kamu tidak mengganggu ku. Apa kamu sudah bangun dari tadi? Apa keadaan kamu sudah baikan?”

“hmm… ani aku baru bangun juga. Aku sudah baikan oppa.”

“ah baguslah kalau begitu. Pabbo a. Kenapa kamu berusaha mau membaca pikiran oppa jika tidak bisa eoh?” ujar nya yang membuat ku terkejut

“Mwo? Bagaimana oppa bisa tau hal itu?”

“aku mengetahui kelebihan kamu itu dari Baekhyun dan aku tau jika kamu tidak bisa membaca pikiran ku itu dari kelakuan kamu yang sedari tadi ingin membaca pikiran ku dan halmoni sudah menceritakan semuanya kepada ku.” Ujar nya sambil memegangi pipi ku dan tersenyum

“Oppa mohon ke kamu jangan pernah lagi mencoba membaca pikiran oppa. Oppa tidak ingin terjadi apa – apa sama kamu. Arra?” ujar nya yang kali ini dengan senyum yang akan mematikan orang jika kamu tidak melakukan permintaan nya

“Arraseo oppa. Tapi kenapa oppa masih di sini? Bukan kah ini sudah malam?”

“apa kamu mengusir oppa?”

“Ne? Anio, aku hanya bertanya oppa. Apa perkataan ku seperti mengusirmu?”

“ne. perkataan mu seperti mengusir ku.”

“Ah. Mian, tapi apa besok oppa tidak mempunyai kegiatan?”

“Eobso Kim Nara. Oppa akan menginap di sini malam ini.”

“Mwo? Menginap? Apa kamu akan tidur di sofa ini lagi?” aku terkejut mendengar perkataan dia

“Ne oppa menginap disini. Wae? Apa tidak boleh? Ani oppa tidak akan tidur di sofa ini lagi, melainkan oppa akan tidur bersama mu di tempat tidur itu.”

“Mwo? Andwae! Tidur lah dengan Minno oppa.”

“Shireo! Oppa akan tidur di sini dan menjaga mu. Lagian oppa sudah mendapatkan izin dari halmoni untuk menginap disini.” Ujar nya dengan seringaian dia yang seperti serigala maybe dan itu berhasil membuat ku merinding

“Terserah mu saja oppa. Jika kamu tidak mau aku yang akan pindah dari sini.” Ucap ku sambil meninggalkan nya menuju kamar mandi

Aku mandi dan setelah selesai aku keluar dengan handuk yang masih melekat di kepala ku. Aku keluar dari kamar mandi dan melihat di sekeliling kamar ku sudah tidak ada siapa pun. Kemana luhan oppa? Apa dia di jemput oleh manajer nya karna besok ada jadwal dadakan? Ah semoga saja benar begitu.

“apa kamu mencari ku Chagi?” Tiba – tiba seseorang memelukku dari belakang

TBC

Selesai juga chapter 4. Huehehehe kecepetan yah alurnya? Dan kayaknya makin enggak jelas ceritanya. :’) mohon masukannya readers. Kalau banyak yang komen pasti lebih cepat di lanjut. huehehe

Advertisements

2 thoughts on “[FREELANCE] LUCKY (3rd)

  1. Pingback: LUCKY (8th) | INDO FANFICTIONS

  2. Pingback: LUCKY (7th) | INDO FANFICTIONS

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s