Blind Date

Blind Date

Blind date by Scailis Sher || Main Cast(s):  Song Mino (Winner) & Hera Devereux. || Minor Cast(s):  Bobby  (iKON) || Genre(s):  Romance, slight!Fluff. || Point of View:  Third Person || Length: Ficlet || Rating: PG – 17 || Disclaimer: Song Mino and another real casts belongs to God. Original character belongs to your imagination and me. Plot is mine.

– Blind Date –

“Oh, percayalah padaku, hyung.”

Kim Jiwon atau yang lebih akrab disapa Bobby itu menyodorkan secarik kertas bertintakan sebuah alamat kepada Mino. Sedangkan yang lebih tua hanya bergeming, tidak yakin harus menikmati apa tidak ‘hadiah’ dari teman satu sekolahnya dulu.

Hyung, aku tidak akan memintamu melakukan blind date bersama gadis ini secara sembarangan. Ia teman baikku semasa di Virginia—tenang saja bahasa koreanya bagus.”

“Tapi—”

“Sekaligus menghilangkan kejenuhan kepada bossmu itu.”

Kemudian Song Mino mengingat wajah putih dihias hidung mancung dan iris sewarna biji kokoa, rambutnya coklat gelap jatuh hingga ke punggung. Cantik memang, wajahnya. Sikapnya? Jika ada yang lebih dingin daripada kutub utara itulah ia.

Sial. Ini semua gara-gara Kim Rachel—gadis lugu dan cantik—pergi. Tidak, tidak, ini karena Song Youngdo menculik gadis itu ke Eropa untuk Honeymoon dan bossnya bahkan tidak peduli sama sekali. Bossnya hanya peduli, jika ia memiliki asisten dan pekerjaannya berjalan lancar.

Mino sendiri tidak mengerti kenapa ia yang dipilih menjadi asisten gadis itu selama satu bulan penuh, padahal masih banyak yang lebih baik dari dirinya. Kalu begini, bisa-bisa setelah selesai ia menjadi pasien rumah sakit akibat stress berat.

Song Mino tidak menyukai tugas barunya, melahkan.

Song Mino juga tidak suka atasannya, Shim Hyeran.

Hyung.” Bobby melambaikan tangannya di depan wajah Mino. “HYUNG!”

“Baiklah. Berikan alamatnya!”

“Eh?”

“Kenapa?” Tangannya menarik secarik kertas itu dari genggaman Bobby. “Aku sudah menerimanya, kenapa kamu malah bingung?”

Bossmu cukup mengerikan ya, hingga kau bisa menerima blind date.”

“Kau harus merasakannya sendiri.” Ia segera menenggak cairan coklat yang tertinggal dari cangkirnya, mengisyaratkan pembicaraan mereka telah usai. “Tadi siapa namanya? Nomornya?”

“Hera. Hera Devereux. Nomornya bisa cari tahu nanti, hyung.”

Maniknya melirik secarik kertas itu sekali lagi.

Dress ungu selutut, belt hitam.

Ia memantapkan diri bahwa pilihannya tidaklah salah. Ya, melupakan tugas-tugas hinanya dengan melakukan hal yang sedikit gila (lebih tepatnya sangat tidak wajar untuk Mino) bisa di coba.

Langkahnya terbentuk secara perlahan memasuki cafe, pandangannya menilik keberadaan gadis bergaun ungu tersebut. Ia melangkah ke kanan, dan irisnya menemukan gadis itu di pojok ruangan. Tatapan si gadis menuju luar jendela, tidak mengetahui bahwa teman kencannya sudah tiba.

Mino kembali merajut langkah, kali ini sedikit lebih cepat. Lima langkah lagi, gadis itu menoleh. Pandangan mereka bertemu dan betapa terkejutnya perasaan mereka masing-masing.

Lelaki itu memandang manik sewarna biji kokoa, menatap gadis yang surai coklatnya tergantung hingga kepunggung, melihat wajah yang ia temui lima hari seminggu. Shim Hyeran. Atasannya duduk manis di samping kaca sambil memandangnya kaget.

Matanya tidak mungkin salah, itu memang Hyeran. Akan tetapi, cukup berbeda. Penampilannya tanpa blazer dan sepatu hak, hanya casual dress yang dipadukan dengan flatshoes krem. Make-upnya tidak semewah biasanya, bisa dilihat dari bibirnya yang tidak berwarna merah mencolok melainkan light pink.

Cukup menawan.

Tapi tunggu, kenapa ia begitu bodoh tidak pernah mencari nama asli bossnya? Padahal semua pegawai tahu bahwa Hyeran bukanlah kelahiran asli korea.

Sial.

Mungkin melakukan blind date memang ide buruk.

“Song Mino?” Suara Hyeran keluar terlebih dahulu. “Sedang apa disini?

Nadanya tetap tenang, tapi Mino tida pernah terbayang akan menikmatinya.

“Aku…,” matanya berkedip sambil memandang tanpa arah, “Hera?”

Hyeran mengangkat telapak tangannya mendekati mulut sementara lensa matanya membesar. “Bobby memintamu datang?”

“Y—yeah.” Secara kikuk ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Tawa pelan gadis itu menguar, sementara sel-sel otaknya berpikir bahwa dunia terlalu sempit untuk ditinggali. “Duduklah, kita akan berkencan bukan?”

“Ah, Miss—”

“Untuk hari ini aku adalah Hera, Mino-ya.” Ucapnya sambil melempar senyum.

Mino juga tidak tahu bahwa senyum Hye—Hera bisa lebih manis daripada gula.

Lelaki itu pada akhirnya duduk, membiarkan blind date ini tetap berjalan. Mereka memesan dua cangkir kopi, sepiring kentang goreng, dan sepiring cake.

Pembicaraan mereka awalnya canggung. Mino tetap tidak bisa mengatakan Hera dan imbuhan Miss sering mengawali ucapannya. Gadis itu tidak marah, ia hanya berkata “Hey.” kemudian mereka kembali berbagi kisah.

Kala berbicara mata mereka sering bertemu.

Mino tidak pernah tahu manik coklat gelap itu adalah tempat yang nyaman untuk tenggelam.

Kalau Mino melucu, Hera akan tertawa—bahkan ia hampir tersedak.

Mino baru mengetahui tawa gadis itu cukup menular.

Di akhir kencan mereka menerima waktu lain untuk bertemu.

Mino tidak menyangka Hera bisa merusak ritme jantungnya.

Mino tidak pernah bermimpi untuk jatuh cinta kepada gadis di kantornya.

Mino tidak menebak ia akan mengundang Hera kerumahnya.

Mino tidak berpikir akan merasa sedih jika ia tidak lagi menjadi asisten.

Ah, tidak apa mereka masih bisa bertemu di lain waktu.

Mungkin blind date bukan ide yang buruk.

Terimakasih untuk Bobby.

 

Oh.

Ia juga terkejut ketika ia berakhir melabeli Hera dengan kata,

Gadisnya.

– Blind Date –

Another FF yang gak tau kenapa aku ngerasa masih ada yang ganjel >.< Buat kedepannya mungkin aku bakal nyampah sama couple Mino – Hera ini hehehe, jangan bosen ya~

So, what do you think?

P.S: Ada yang baca Random Drabbles Winner? My friend made a sequel to Taehyun’s part (in English), you can check it here.

Advertisements

3 thoughts on “Blind Date

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s