Ficlet Series—Wonderful Day

joyhyuuuk

Ficlet Series—Wonderful Day

Park Je Woo’s present

VIXX Hyuk and Red Velvet Joy

Romance//Teenage

 

Bisa dibilang, Park Sooyoung adalah orang yang paling tidak bisa bangun pagi.

Walaupun jam wekernya bekerja, berbunyi seakan terjadi kebakaran, namun Sooyoung tetap tidak bisa bangun pagi. Akibatnya, ya, sekarang ini. Seperti yang kalian telah perkiraan, Sooyoung terlambat—lagi. Ugh, kapan dia tidak terlambat? Terakhir gadis itu tak terburu-buru seperti ini adalah saat ia SD kelas akhir.

Dengan roti di mulutnya, Sooyoung berlari dengan se kencang ia bisa. Matanya tak lepas dari bus sekolah dan tangannya melambai.

“PAK! TUNGGU!” serunya saat ia berhasil menelan kuat rotinya. Walaupun sakit di tenggorokannya tetapi ia tidak peduli. Pak sopir juga tidak peduli dan hanya menjalankan bus dengan cepat.

“Aish!” dengusnya kesal. Ia menetralkan napasnya lalu kedua matanya menangkap suatu objek yang sangat membuatnya berseri-seri.

“Hei! Aku pinjam sepedamu, ya?” katanya pada seorang gadis cilik yang membawa sepeda. Anak itu tidak tau apa-apa dan hanya memberikan sepedanya. Sooyoung tersenyum manis lalu menaiki sepeda tersebut dengan cepat.

CKIT!!!

Sooyoung mengerem menndadak karena tiba-tiba sepeda itu tidak terkendali. Ia langsung menuruni sepeda dan melihat apa ada yang salah dengan sepeda tersebut.

Ternyata bannya bocor.

“Aahhh!”

Sooyoung berteriak dengan kesal. Ia mengacak rambutnya sebal. Dengan malas, ia berjalan menuju sekolahnya dengan meninggalkan sepeda itu.

“Aish! Benar-benar! Hei! Kendalikan mobilmu dengan baik!” seru Sooyoung saat sebuah mobil melintas dan genangan air mengenai seragamnya.

Akhirnya Sooyoung sampai di sekolahnya. Ia hanya tertawa kecil melihat wajah garang satpamnya. Dengan cepat, gadis itu berjalan menuju kelasnya. Ia masih bisa menghela napas panjang karena guru belum datang namun teman-temannya memandang aneh Sooyoung. Dengan rambut kusut  dan seragam kotor, Sooyoung mungkin terlihat seperti singa.

“Ini.”

Sooyoung mendongak ketika sebuah suara terdengar di gendang telinganya. Ia terkejut melihat Sanghyuk—ketua kelasnya, memberikan sapu tangan padanya. Dengan gengsi yang tinggi, Sooyoung menerimanya. Dalam hati ia mengutuk dirinya. Bagaimana bisa ia menjadi seorang yang sangat  memalukan di depan orang yang ia sukai?!

“Te-terima kasih…” ucap Sooyoung dan langsung berjalan menuju bangkunya. Ia membersihkan seragamnya dengan sapu tangan yang tadi Sanghyuk berikan. Wajahnya menjadi memerah. Dadanya berdegup cepat. Bahkan senyumnya mengembang ketika mengingat Sanghyuk memberikan sapu tangannya pada Sooyoung.

“Selamat pagi anak-anak, silahkan mengumpulkan tugas kalian.”

Anak-anak di kelas tersebut—termasuk Sooyoung, mulai mencari buku di tas masing-masing. Ketika semuanya telah mengumpulkan buku tugas mereka, hanya Sooyoung yang tengah sibuk mencari buku tugasnya.

“Buku tugasku kemana, ya…” gumamya sambil terus mencari. “Apa aku lupa membawanya?”

“Park Sooyoung, kau belum mengumpulkan buku tugasmu.” Ujar Jung songsaenim. Sooyoung menoleh.

“Maaf. Sepertinya bukuku tertinggal…” kata Sooyoung sambil memejamkan matanya.

“Kenapa sering sekali seperti ini?! Silahkan keluar kelas, sekarang.”

Gertakan Jung songsaenim langsung disanggupi Sooyoung. Ia menahan kuat-kuat malunya saat keluar kelas. Oh, kenapa hari ini Sooyoung sangat sial?

Sooyoung berhenti di taman belakang sekolah. Ia menunduk.

“Kenapa aku bodoh sekali?” katanya pada dirinya sendiri.

Tap Tap Tap

Sooyoung menoleh dan terkejut melihat seorang pemuda yang berjalan kearahnya. Ia mengambil tempat disebelah Sooyoung. Mata gadis itu mengerjap.

“S-Sang… Sanghyuk?” panggilnya. Sanghyuk tersenyum. “Kenapa kau tidak masuk ke kelas?” lanjut Sooyoung.

“Aku lupa membawa tugasku.” Jawab Sanghyuk pendek. Jantung Sooyoung berdegup cepat lagi.

“Ah, ayo kita berjalan-jalan!” seru Sanghyuk sambil mengulurkan tangannya. Sooyoung membalas uluran tangan Sanghyuk lalu keduanya berjalan-jalan di sekitar sekolah.

Demi Tuhan, Sooyoung rela jika setiap hari ia mengalami nasib seperti ini jika endingnya akan bersama Sanghyuk.

Sanghyuk memandang punggung Sooyoung yang menjauh dan keluar dari kelas. Ia menghela napas.

“Anak itu…” gumamnya. Ia memandang buku tugasnya yang ada di tangannya. Lalu, Sanghyuk menaruh bukunya kembali kedalam tas. Ya, ia memilih untuk tidak mengumpulkannya.

“Han Sanghyuk, kau juga tidak mengumpulkan tugasmu? Cepat keluar!” seru Jung songsaenim. Sanghyuk langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.

“Sooyoung… Sooyoung. Apakah aku harus menjadi jam wekermu?” gumamnya sambil berjalan kearah taman belakang sekolah.

 

—kkeut.

4 thoughts on “Ficlet Series—Wonderful Day

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s