12시 30분

hildajung

Author : hildaajung

Cast :

  • EXO Sehun
  • F(x) Krystal

Genre : Romance, Sad

Lenght : OneShot

Rating : PG-15

Disclaimer : Semua Cast disini kepunyaan Tuhan Yang Maha Esa.

Poster, thanks to l.joo//bekey @ Indo FF Arts

Summary : “Maafkan aku, karena kesalahan yang pernah kau buat aku harus menjauh darimu”

Pagi ini matahari bersinar dengan terangnya, Soojung terbangun dari tidurnya. Dia mengharapkan sesuatu yang terjadi kemarin adalah hanya mimpi buruk dalam tidurnya, namun ia merasa sesuatu yang memang sudah lain dari dirinya saat ini. mungkin kejadian itu memang sudah berakhir namun bayangan kejadian itu masih sangat pekat dipikirannya. Ia masih sangat mengingat detail tentang apa yang terjadi kemarin. Seorang pria yang sangat ia percayai mampu mengkhianti dirinya dengan cara yang dianggapnya sangat tidak wajar.

Soojung sadar ia tidak punya hak untur mengatur hidup sesorang yang belum mempunyai hubungan sah dengannya, namun seharusnya pria itu mengerti posisi nya saat ini yang sedang menjadi kekasihnya. Kejadian yang telah terjadi memang memiliki kenangan tersendiri. Soojung berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menemui Sehun lagi mulai saat ini.

Ya! Sehun. Dia adalah kekasih soojung, yang sekarang lebih tepatnya adalah mantan kekasih soojung. Sehun dan Soojung sudah berpacaran selama satu tahun. Sehun mempunyai alasan sendiri mengapa tiba – tiba ia memilih Soojung menjadi kekasihnya. Alasan ini sebenarnya tidak masuk akal, namun Sehun mengiyakan karena takut dianggap pecundang oleh teman – temannya. Sehun memberanikan diri maju terlebih dahulu dan berani menjamin dia takkan kalah dalam hal ini.

Flashback

“Oke Sehun! Kau harus mendapatkannya.” Teriak seseorang dalam sebuah gudang sekolah.

“Aku pasti bisa!” Jawab Sehun lantang.

“Bukan hanya sebulan atau dua bulan.” Kembali seseorang itu berteriak.

“Aku mengerti.” Jawab Sehun lagi .

“Jika kau berhasil, kami akan berikan paket itu untukmu.” Kata mereka lagi. Sehun hanya mengangguk mengerti. Dia tau ini sebuah kesalahan, tapi jika ia menolak sesuatu yang buruk akan menghampirinya.

Sehun tidak begitu mengenal Soojung, mereka hanya dipertemukan di kumpulan paduan suara sekolah. Sehun tidak mengerti apa maksud teman – temannya memilih Soojung sebagai bahan taruhan sebuah paket itu. Mungkin, karena Soojung adalah seseorang yang dikenal pintar namun sangat pendiam, teman – temannya sering menyapanya dengan julukan “cupu”. Sehun tau itu dan Sehun berpikir itulah alasan kasar mengapa teman – temannya memilih Soojung. Belum pernah ada kabar Soojung memiliki seorang kekasih karena kepribadiannya yang begitu pendiam. Sehun kebingungan untuk cari cara agar ia bisa berteman dekat dengan Soojung dan akhirnya menjadi sepasang kekasih.

Hari ini adalah jadwal latihan untuk paduan suara yang akan tampil pada festival school yang akan diadakan 2 minggu lagi. Semua murid yang mengikuti paduan suara tersebut telah berkumpul pada aula gednung sekolah termasuk Sehun dan Soojung. Sehun memperhatikan Soojung dari jauh yang sedang memegang selembaran kertas dan menghapal bait pada bagiannya. soojung kelihatan memang selalu sendiri di saat – saat seperti ini. Sehun tanpa berpikir panjang menghampiri tempat Soojung berada.

“Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Sehun pada Soojung sambil duduk disebelahnya.

“Ah, aku hanya menghapal bait punyaku.” Jawab Soojung santai.

“Bagaimana dengan persiapannya?” Tanya Sehun kembali.

“Aku tidak ada persiapan apa – apa.” Jawab Soojung singkat, kali ini ia melihat Sehun dan tersenyum padanya. Senyum itu, berhasil membuat Sehun terdiam sejenak.

“A…mmm.. Namamu?” Tanya Sehun sambil terbatah.

“Kau kenapa? Hehe…” Jawab Soojung sambil sedikit tertawa. “Namaku Soojung, siswi kelas II.B.” Sambung Soojung lagi.

“Aku Sehun.” Balas Sehun sambil mengulurkan tangannya dan Soojung membalasnya.

“LATIHAN HARI INI DIMULAI!” Teriak mentor mereka dan semua siswa mengambil barisan yang telah ditentukan.

“Aku kesana duluan, karena bagianku ada didepan.” Kata Soojung sambil tersenyum lagi pada Sehun dan meninggalkannya.

Sehun nampaknya mendapatkan tempat pada Soojung, respon dari Soojung ke dirinya mampu meyakinkannya kalau ini sangat mudah untuk dilakukan. Kali ini Sehun mendekati masih dengan sebuah niatan buruk dengan teman – temannya.

“Progress apa yang kau daptkan Sehunnie?” Tanya Lay sebagai ketua kelompok ini.

“Aku sudah berkenalan dengannya.” Jawab Sehun.

“Hanya itu? Ini sudah 3 hari setelah perencanaan. Hahaha” Sambung Suho sambil tertawa merendahkan Sehun.

“Lakukan dengan bertahap Sehunnie.” Kata Tao sambil berbisik pada Sehun agar yang lain tidak kedengaran dan Sehun dengan cepat mengangguk dan tersenyum pada teman yang sangat dekat dengannya di kelompok ini.  Semuanya bubur dari gudang sekolah ini kecuali Sehun dan Tao yang masih duduk ditempatnya masing – masing.

“Kau kenapa mendukungku melakukan ini?” Tanya Sehun penasaran.

“Apa yang aku bisa lakukan?” Tanya Tao tanpa menjawab pertanyaan Sehun.

“Apapun.” Kata Sehun. Tao melirik temannya itu dan mendekatinya.

“Dari awal kita masuk kedalam kelompok ini adalah sebuah kesalahan. Apa yang kita pikirkan saat ingin bergabung?” Tanya Tao pada Sehun dengan serius.

“Aku tidak tahu.” Jawab Sehun.

“Dan sekarang kita tertahan, harus mengikuti keinginan mereka. Sejak awal jika kita bisa mengetahui tentang mereka mungkin kita tidak ada disini.” Sambung Tao.

“Tao-ya,,, kenapa kau malah mengeluh?” Tanya Sehun sambil menatap Tao.

“Kau yang memulainya! Jika kau mau aku tak berkomentar maka lakukanlah apa yang sudah kau iyakan!” Balas Tao dengan lantang dan pergi meninggalkan Sehun dari ruangan tersebut. Tidak lama Sehun melompat dari bangkunya dan berjalan keluar, namun tidak jauh dari pintu gudang itu ia berpas – pasan dengan Soojung.

“Apa yang kau lakukan didalam sana?” Tanya Soojung mulai menyapa Sehun.

“Ah,,, bukan apa – apa. Kau mau kemana?” Tanya Sehun lagi.

“Kesana.” Tunjuk Soojung pada sebuah kursi dihalaman belakang sekolah mereka. Sehun mengikuti arah tangan Soojung dan mengangguk.

“Kalau begitu,,, Ayo.” Kata Sehun. Soojung heran dengan apa yang dimaksud Sehun namun lelaki itu sudah duluan berjalan menuju bangku yang ada ditaman itu. Mereka berdua duduk bersamaan dibangku itu.

“Seberapa sering kau kesini?” Tanya Sehun.

“Tidak sering, jika aku ingin berkonsentrasi saja dengan tugasku. Dan kau, seberapa sering kau berada di gudang itu?” Tanya Soojung lagi.

“Hahaha… hanya saat – saat tertentu.” Jawab Sehun singkat.

“Kau sangat suka membaca nampaknya.” Kata Sehun yang memperhatikan 3 buku dipegang oleh Soojung. “Bagaimana kalau aku mengajakmu kesebuah cafe yang menyediakan taman baca juga.” Tambah Sehun.

“Memang ada cafe seperti itu?” Tanya Soojung heran.

“Ada. Aku sering mengunjungi cafe itu, namun aku tidak membaca disana.” Jawab Sehun.

“Baiklah.” Balas Soojung sambil tersenyum.

“Bagaiman dengan jadwalmu hari ini? Apakah nanti malam ada acara?” Tanya Sehun.

“Ah,,, aku tidak ingin waktu malamku diganggu.” Kata Soojung sambil menggigit bibir bawahnya. Sehun memperhatikan, ia menelan ludahnya pelan. “Gadis ini, ternyata jika dilihat dari dekat sangat cantik.” Pikirnya.

“Sehunnniieee.” Sapa Soojung.

“Ah, maafkan aku. Cafe tersebut hanya buka dari jam 4 sore, banyak orang yang berkunjung kesana jika malam hari.” Jelas Sehun.

“Bagaimana jika sore hari saja?” Tawar Soojung pada Sehun.

“Bukannya jadwalmu sampai sore hari?” Tanya Sehun memastikan.

“Tidak setiap hari. Di hari rabu aku pulang jam 4.” Balas Soojung.

“Kalau begitu, Ayo hari rabu saja.” Kata Sehun sambil melihat jam ditangannya.

“Baiklah.” Jawab Soojung singkat.

“Sampai bertemu hari Rabu. Aku pergi dulu karena kelasku akan segera dimulai.” Kata Sehun sambil berdiri menghadap Soojung. Soojung tidak menjawab dan hanya mengangguk pelan dan memperhatikan gerak jalan Sehun tersebut.

^^^^^

-2 bulan kemudian-

Soojung tersenyum pada ponsel yang ada ditangannya. Ini sangat jarang terjadi pada Soojung selama ini karena ia terkenal sebagai perempuan yang tidak mudah bergaul dengan siapapun.

“Kau kenapa?” Tanya Luna teman sebangku Soojung.

“Ah,, tidak apa – apa.” Jwab Soojung cepat dan masih memperhatikan handphone nya.

“Sangat aneh.” Kata Luna dengan pelan namun Soojung mendengarnya.

“Ya! Luna.. apa yang kau katakan…. mm kau mengenal Sehun?” Tanya Soojung pada Luna.

“Tidak, yang aku kenal hanyalah Kai. Dia sangat tampan dan banyak orang yang menginginkan jadi pacarnya.” Jawab Luna sambil memuji sosok Kai.

“Hmm… aku malah tidak mengenal Kai.” Jawab Soojung dengan muka cemberut.

“Soo….Soojunggggiee..” Teriak Luna sambil memukul pundak Soojung. “Itu… ituu Kai.” Sambung Luna dan kali ini menunjuk kearah jendela kelas mereka dan Soojung mengikuti arah tangan tersebut. Terlihat Kai berjalan didepan kelas mereka bersa…ma. Tunggu!.

“Luna, kau yakin dia Kai?” Tanya Soojung dengan muka yang sangat terkejut.

“Ya! Ganteng bukan? Kau jangan menyukainya juga.” Gertak Luna pada Soojung.

“Lalu yang bersama dia siapa?” Tanya Soojung lagi.

“Soojungie, mereka adalah segerombolan lelaki yang derajatnya diatas kita. Ah,, maksudku mereka adalah siswa diposisi high class kecuali tiga orang. Yaitu, Tao, Xiumin dan Se…” Luna diam sejenak dan menatap Soojung. “Bukankah yang kau maksud tadi Sehun?” Tanya Luna dan Soojung hanya mengangguk.

“Ada hubungan apa kau dengannya?” Tanya Luna dengan sangat penasaran.

“Tidak ada apa – apa. Kami hanya berteman.” Balas Soojung

“Oh baiklah.” Kata Luna pasrah.

“Kau belum melanjutkan informasinya, Luna!” Kata Soojung dengan sedikit berteriak.

“Ya, begitulah. Tao, Xiumin dan Sehun bukan diposisi dibawah, namun diantara yang lainnya mereka dibawah. Kau tau Tao adalah anak dari CEO salah satu perusahaan di China namun Suho adalah anak pemilik taman bermain yang terkenal di Seoul. Dibandingkan mereka semua kita yang sebagai anak dari pegawai inilah yang terendah.” Kata Luna menjelaskan.

“Tapi dandanan mereka tidak seperti itu.” Kata Soojung pelan dan kembali menatap layar handphone nya. Tiba – tiba handphone itu berdering dan Soojung dengan cepat membukanya.

From Sehun :

Bisakah kita pulang sama hari ini?

To Sehun :

Baiklah.

Sehun menunggu di depan gerbang sekolah bersama motor besarnya. Sudah jam 03:00 tapi Soojung belum juga keluar. Ia meng-gas motornya dan tiba – tiba Soojung berteriak dari belakang sambil berlari “Sehuuunnniie”.

“Apakah kau niat meninggalkanku? Huft.” Kata Soojung sambil mengatur nafasnya.

“Tidak. Aku hanya ingin memutarkan honda ini agar lebih dekat kesana dan membuatmu tidak berlari.” Kata Sehun sambil senyum pada Soojung. Soojung hanya memperhatikan dan senyum kembali pada Sehun dan ia langsung naik ke motor Sehun itu.

“Kita mau ke…” Belum sempat Soojung melengkapkan kalimatnya Sehun langsung memotongnya. “Ikuti saja.” Dan Soojung hanya mengangguk. Tidak lama mereka sampai disebuah taman yang sangat Soojung kenali, baru saja taman ini menjadi sasaran pembicaraannya sama Luna pagi tadi.

Mereka memilih duduk dibawah pohon rindang yang akan melindungi mereka dari sinar matahari.

“Udara yang sangat sejuk.” Kata Soojung.

“Iya, sangat sejuk.” Sambung Sehun sambil memperhatikan Soojung.

“Bagaimana bisa anak pemilik taman ini berada satu sekolah denganku.” Kata Soojung dengan pelan dengan menarik nafasnya namun pernyataan itu terdengar oleh Sehun.

“Denganmu?” Tanya Sehun heran.

“Ya! Bukankah kau tahu kalau pemilik taman ini adalah ayahnya Suho oppa? Ah aku tidak tau berapa penghasilannya sehari jika setiap harinya orang mengunjungi sebanyak ini.” Jelas Soojung.

“Kau mengenal Suho?” Tanya Sehun heran. Seorang Soojung yang terkenal kurang pergaulan mengetahui salah satu anggota kelompoknya.

“Tidak. Hanya ini yang aku tahu.” Jawab Soojung sambil tersenyum.

“Sooojunggiieee..” Sapa Sehun lembut.

“Hmm?” Panggilan itu membuat Soojung menghadap Sehun.

“Kau… maukah… Ah tidak.. Ah apakah aku harus membukanya dengan kata – kata indah.” Sehun bingung dan menggaruk kepalanya. Soojung hanya diam terheran dan ia melihat Sehun dengan lekat.

“Hmm baiklah, aku merasa nyaman denganmu, sejak awal kita berkenalan terkadang senyummu membuatku lupa diri. Kurasa pendekatan ini sudah cukup, dan sekarang…. would you be mine Soojungie?” Kata Sehun sambil berlutu dihapdan soojung yang sedang duduk dibangku. Soojung heran tapi dia sudah bisa menebak apa yang diinginkan Sehun dari awal.

“Bagaimana ini?” Tanya Soojung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Maksudmu?” Tanya Sehun heran.

“Bagaimana aku memulainya bersamamu. Aku mau. Hehe” Kata soojung sambil mengangguk dan tersenyum pada Sehun yang sekarang sudah berdiri dihadapannya dan mengeluarkan setangkai bunga dari belakang punggungnya.

Sehun sebenarnya sangat panik jika ini ketahuan, karena sekarang ada seseorang dari kelompoknya sedang merekam moment ini. Sehun telah melihat seseorang itu dan dia sudah pergi ketika Sehun sedang memberikan bunga pada Soojung. Mulai hari ini dia resmi menjadi kekasih soojung dan artinya juga dia berhasil mendapatkan soojung, taruhan ini berhasil dan ia tidak perlu mengawatirkan apapun lagi. Ini akan baik – baik saja karena saat ini dia memang sudah menjatuhkan hatinya pada Soojung.

^^^^^

Sehun mencintai Soojung karena kesalahannya. Ia sekarang benar – benar mencintai perempuan yang sedang dihadapannya sekarang. Dia tidak peduli apakah temannya sudah memberi paket itu atau belum namun yang ia mampu ia pikirkan sekarang adalah perempuan yang sedang dihadapannya tersebut.

“Kau mengapa memandangiku seperti itu?” Tanya Soojung pada Sehun yang tidak berhenti menatapnya.

“Aku tak percaya kau ada disini sekarang.” Balas Sehun sambil tersenyum.

“Haha.. kau terlalu berlebihan.” Kata Soojung sambil menyirup minumannya.

“Aku sangat ingat awal kita berkenalan, kau menolak ajakanku pada malam hari karena kau tak ingin waktu malammu terganggu.” Jelas Sehun.

“Itu sangat berbeda. Pada saat itu aku sangat fokus pada sekolahku, dan kali ini biarpun aku tak percaya bahwa minggu depan adalah malam perpisahan sekolah.” Kata Soojung.

“Happy Anniversary 1 years Sehunnie.” Kata Soojung sambil mengeluarkan catatan kecil dari dalam tasnya. Ia langsung membacakan.

Dear Sehunnie,

Tak terasa ini telah setahun kita bersama. Aku tak pernah berpikir akan seperti ini jadinya. Doaku selalu memnginginkan kebersamaan kita seperti jarum jam pada pukul 12:00. Sangat dekat, tidak ada jarak dan tidak ada penghalang. Terimakasih sehunnie~~~

Sehun hanya tersenyum mendengarnya dan gilirannya memberikan hadiah perayaan satu tahun hubungan mereka. Ia telah menyiapkan sebuah gaun indah berwarna putih untuk Soojung.

“Kau harus menggunakannya pada perpisahan sekolah nanti.” Kata sehun sambil memberi kotak hadiah tersebut. Soojung hanya mengangguk.

Seminggu kemudian, hari ini adalah malam perpisahan sekolah mereka. Perayaan tersebut diadakan disebuah hotel milik keluarga besar Chanyeol. Semua siswa memakai pakaian seperti yang sudah ditetapkan. Semuanya kelihatan seragam dan sangat indah termasuk Soojung yang datang bersama Sehun malam itu. Keduanya masuk menjadi perhatian banyak mata, karena biasanya Sehun hanya berkumpul dengan teman – temannya dan Soojung biasanya pergi sendiri karena sifatnya yang sangat pendiam.

“Bergabunglah bersama temanmu, aku kesana sebentar.” Kata Soojung sambil tersenyum pada Sehun.

“Baiklah.” Jawab Sehun lalu meninggalkan Soojung dan berjalan kearah teman – temannya.

“KAU MENANG, SEHUNNIE.” Teriak Baekhyun saat melihat Sehun berjalan kearah mereka.

“Baekhyun-hyung… suaramu terlalu besar.” Kata Tao memotong duluan.

“Kita semua perlu bicara.” Kata Lay dengan tenang sebagai ketua kelompok ini. semuanya mengerti dan mereka beranjak ke salah satu ruangan dekat wc agar seseorang tidak mendengarkan mereka.

“Baiklah, kau berhasil Sehun!” Kata Lay membuka pembicaraan.

“Terimakasih. Bahkan aku sudah melupakan permainan ini.” Kata Sehun santai.

“Sekarang Sehun mencintai Soojung dengan tulus.” Kata Chen yang mengerti kalimat Sehun.

“Hari ini aku akan menyerahkan paket yang kau inginkan selama 2 tahun terakhir. Tapi, dengan satu syarat.” Kata  Lay. Sehun  heran dan tak menjawab, semua temannya dalam ruangan itu juga terdiam.

“Kau harus memutuskan hubunganmun dengan Soojung malam ini juga.” Kata Lay masih dengan sangat santai.

^^^^^

Setelah Soojung selesai mengabadikan moment bersama teman – temannya malam ini dia mencari keberadaan Sehun sekarang. Karena, Sehun tidak ada ditempat awalnya. Soojung mengelilingi seluruh ruangan namun ia juga tidak menemui Sehun. Berkeliling cukup lama membuat Soojung kedinginan dan memilih ke wc untuk memperbaiki dandanannya dan sejenak mencari kehangatan. Jalan menuju wc sangat gelap, sepertinya bukan ini wc yang disediakan untuk acara namun petunjuk itu mengarahkan kalau wc berada disebelah sini. Soojung terus melanjutkan jalannya menuju wc sesuai petunjuk jalan. Langkah kakinya berhenti disalah satu ruangan yang terang, terdengar suara sangat ribut dalam ruangan ini.

“Kau harus mematuhi apa yang aku katakan!” Kata Lay dengan lantang. Mendengar kalimat itu sebenarnya Soojung tidak ingin melanjutkan untuk mendengarnya lagi. Tapi…

“Sekarang aku benar mencintainya!” Teriak seseorang dari dalam ruangan itu juga. Suara itu, Soojung snagat mengenal suara itu. Ia berhenti lagi dan berdiri tepat di depan pintu ruangan.

“Sejak awal, kau hanya menginginkan paket ini. kau mendapatkannya dan sekarang tinggalkan dia maka paket ini akan berada ditanganmu!” Teriak Lay lagi.

“Kau ambil saja paket itu, aku tidak menginginkannya lagi.” Balas Sehun.

“Kau,,,,,” Satu pukulan mendarat pada muka Sehun, ia tidak membalas dan kali ini kelompok tersebut terpecah. Hanya ada Tao dan Xiumin pada pihak Sehun, teman – temannya yang lain berlari kearah Lay tanpa ada alasan apapun.

“Aku sudah memenangkan taruhan ini! dan aku berhak untuk apapun yang aku lakukan sekarang. Kau lihat!” Teriak Sehun. Diluar Soojung mendengar dengan sangat jelas. Sehun yang mengucapkan kata ‘Pertaruhan’ tersebut. Soojung tidak sanggup berdiri sempurna sekarang, badannya berkeringat dan dingin. Ia melupakan kalau saat ini dia sedang men’guping’ pembicaraan seseorang. Soojung tidak sengaja menjatuhkan badannya pada pintu yang mengakibatkan pintu itu berbunyi.

“Kurasa seseorang mendengarkan kita.” Kata Kai dengan cepat dan ia memastikan keluar, ia hanya melihat bayangan seorang perempuan dengan gaun putih dan rambut terurai. Sehun saat itu langsung bisa memastikan siapa, dan ia dengan cepat berlari dari dalam ruangan dan meninggalkan semua teman – temannya.

“SEHUN!!” Teriak Tao.

Sehun sampai didepan panggung dengan kostum yang sangat berantakan. Ia langsung menghampiri gerombolan anak II.B yang ia kenal.

“Apakah kalian melihat Soojung?” Tanya Sehun pada teman – teman Soojung.

“Tidak. Coba kau tanya Luna.” Kata seorang teman sambil menunjuk Luna. Sehun langsung menghampiri seseorang yang bernama Luna tersebut.

“Apakah kau melihat Soojung?” Tanya Sehun cepat.

“Ah, dia memilih pulang cepat karena sedang tidak enak badan. Kulihat dia sedang sakit, karena badannya berkeringat dan tiba – tiba dingin. Aku sudah menelepon taksi untuknya.” Kata Luna menjelaskan.

“Terimakasih.” Hanya itu yang keluar dari mulut Sehun. Tidak berpikir panjang ia langsung menuju parkiran dan mengambil hondanya untuk menemui Soojung dirumahnya.

Dengan kecepatan tinggi Sehun melaju kearah rumah Soojung, kali ini prediksinya sangat kuat jika Soojung lah yang mendengar percakapan mereka tadi. Dia ingin menjelaskan semua dari awal tentang apa yang didengar Soojung tadi. Sesampainya didepan rumah Soojung, Sehun melihat semua lampu sudah mati termasuk lampu kamar Soojung. Ia menelepon ke nomor Soojung namun tiba – tiba nomor itu tidak aktif.

Lampu kamarnya memang sudah mati, namun Soojung belum tertidur. Ia masih menyalakan laptopnya dan mencari tiket untuk berangkat ke Jeju besok pagi sekali. Ia menekan nomor ibunya pada telepon rumah karena handphone yang ia punya sengaja tidak ia aktifkan.

“Bu, aku akan mengunjungimu besok di Jeju. Aku berangkat jam 07:02” Kata Soojung lewat sambungan telepon.

“Kau sudah libur?” Tanya ibunya.

“Sudah, malam hari ini adalah perpisahan sekolahku. Aku baru saja pulang.” Kata Soojung sambil mencoba tersenyum dengan kenyataannya hatinya sangat sakit.

“Baiklah. Kau hati – hati.” Sambung ibunya. Soojung menutup gagang telepon itu dengan pelan dan berjalan kekamarnya untuk beristirahat.

^^^^^

 

Pagi ini matahari bersinar dengan terangnya, Soojung terbangun dari tidurnya. Dia mengharapkan sesuatu yang terjadi kemarin adalah hanya mimpi buruk dalam tidurnya, namun ia merasa sesuatu yang memang sudah lain dari dirinya saat ini. mungkin kejadian itu memang sudah berakhir namun bayangan kejadian itu masih sangat pekat dipikirannya. Ia masih sangat mengingat detail tentang apa yang terjadi kemarin. Seorang pria yang sangat ia percayai mampu mengkhianti dirinya dengan cara yang dianggapnya sangat tidak wajar.

Ia menghela nafasnya panjang dan mendorong kopornya masuk kedalam mobil pagi – pagi sekali.

“Kita mau kemana Nona?” Tanya supir pribadi keluarga Jung.

“Ketempat Ibu. Jeju Island.” Jawab Soojung sambil tersenyum pada pak supir tersebut.

“Nona berapa hari disana?” Tanya asisten pribadi keluarga Jung.

“Sepertinya akan lama, karena ini adalah masa liburanku. Hehe.” Jawab Soojung sambil tertawa dan masuk ke mobilnya. Pak supir menjalankan mobilnya setelah asisten itu membuka gerbang utama rumah keluarga Jung.

“Pak berhenti sebentar.” Kata Soojung sambil mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya.

“Bi…” Teriak Soojung dari dalam mobil. “Tolong, berikan buku ini kepada seorang lelaki yang mencariku setelah kepergian ini.” Sambung Soojung sambil tersenyum. Dan pak supir melajukan mobilnya kembali.

Benar! Tidak beberapa lama mobil Soojung hilang dari pandangan Bibi Ten, seseorang datang menyapanya.

“Selamat Pagi.” Kata lelaki itu yang kelihatan belum melakukan apa – apa setelah bangun.

“Pagi.” Jawab Bibi itu.

“Soojungnya ada?” Tanya Sehun langsung.

“Iya, baru saja pergi dan menitip ini untuk lelaki yang mencarinya nanti.” Jelas Bibi tersebut sambil mengulurkan sebuah buku pink, dengan cepat Sehun mengambilnya.

“Dia kemana?” Tanya Sehun lagi.

“Ke station subway menuju Jeju.” Balas Bibi itu dan Sehun langsung meng-gas motornya dan berlalu meninggalkan rumah Soojung.

Sehun melaju dengan kecepatan tinggi, karena ia tau keberangkatan pertama via busway menuju Jeju adalah jam 07:00 dan sekarang jam ditangannya menunjukkan pukul 06:50 dengan jarak lebih kurang 15 menit. Sehun tidak peduli rambu lalu lintas pagi ini dia terus saja menerobos jalanan yang ada dan hanya memikirkan harus sampai pada station itu tepat waktu.

Dengan kecepatan tinggi pun Sehun tidak bisa memastikan ia akan bertemu Soojung atau tidak. Setelah memarkirkan hondanya ditempat parkir ia berlari menuju terminal keberangkatan. Terdengar banyak panggilan dari ruang informasi membuat Sehun makin cemas karena ia tidak bisa bertemu dengan Soojung. Peluit pertama berbunyi, subway pertama berjalan dan tv monitor menjelaskan jika keberangkatan pertama telah jalan. Sehun sadar, didalam subway yang jalan itu ada seorang wanita bernama Soojung yang masih membutuhkan penjelasan dari dirinya. Seorang wanita yang tersakiti karena dirinya. Seorang wanita yang seharusnya ia jaga. Namun, semuanya terlambat ketika Soojung memilih untuk pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan apapun dari dirniya.

Sehun terduduk di sebuah kursi ruang tunggu. Dia tidak punya alasan mengapa berada dikursi ini tidak ada seseorang yang ditunggunya. Ia mebuka buku yang berwarna pink yang sejak tadi dipegangnya.

Dear Sehunnie~~

Tak terasa ini telah setahun kita bersama. Aku tak pernah berpikir akan seperti ini jadinya. Doaku selalu memnginginkan kebersamaan kita seperti jarum jam pada pukul 12:00. Sangat dekat, tidak ada jarak dan tidak ada penghalang. Terimakasih sehunnie~~~

Itu kalimatku yang pertama ku kasih untukmu. Kurasa aku salah. Aku tidak berpikir jika jam akan selalu bergerak. Tak selamanya jarum pendek dan panjang pada jam bersatu. Satu sama lain akan berpisah. Awalnya aku menginginkan hubungan kita seperti jarum jam pada pukul 12:00. Namun, aku tidak pernah berpikir jarum panjang itu akan meninggalkan angka 12 tersebut. ia akan berjalan terus dan terus tanpa henti. Kini mungkin hubungan kita seperti jarum jam pada pukul 12:30. Aku tak menginginkannya, namun kurasa saat ini aku sedang sangat sakit. Aku tidak ingin bertemu denganmu seperti jarum panjang pada jam sedang menunjuk angka 6. Awalnya salahku karena menginginkan pukul 12:00. Maafkan aku tak minta penjelasanmu, aku akan kembali ke Seoul dengan segera karena kota itu adalah kotaku.”

Aku mencintaimu, Sehunnie. Ini sangat sakit.

Sehun menutup buku tersebut dan meletakkannya ke bangku kosong yang ada disampingnya. Ia tidak tahu ingin berbicara apa lagi. Ini sudah berakhir.

To Be Continue…..

Author Note’s : Halloo~~ hildaajung comeback in this month 😀 ini fanfiction baru dibulan baruuu.. terinspirasi banget sama lagu BEAST yang terbaru itulooh~ tapi konflik dalam fanfict ini asli tak sengaja terfikir hehe. semoga memuaskan.

untuk squel ‘May I?’ lagi on-going yaaa~~ jadi dimohonkan sabar :*

tetap stay ya, comment, like nya ditunggu banget looh^^

terimakaseeeeeh

3 thoughts on “12시 30분

  1. Pingback: [Sequel 12시 30분] No More! | INDO FANFICTIONS

    • hallo mei 🙂 makasih ya kamu stay banget sama ff aku?
      oh iya? masasih gantung hehe maaf ya, tapi karena kamu minta sequel aku penuhi deh. bentar ya aku cari artworker buat posternya ^^

      makasiih ya ^^

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s