Jealous Kiss

Title : Jealous Kiss | Author : Hunnee Pie | Main Cast : Oh Sehun, Jung Soojung, etc. | Length : Oneshoot | Genre : Romance, ーlittle bitーFluff. | Rating : PG-15

Disclaimer :

Ini hanya fiksi random hasil imajinasi amburadul Author, semua cast dan yang lainnya hanya Author pinjam untuk melengkapi alur cerita dan tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan dunia nyata ^^

.

Hunnee Pie’s present

.

Story Begin

.

“Aku haus dan aku butuh es krim!”

Es krim. Lagi?

Sehun menatap gadis yang sedang duduk tepat di sampingnya itu sebal, “Tidak, tidak boleh. Kita beli bubble tea saja.”

“Tapi aku tidak su—”

“—sekarang kau bahkan masih Flu, Soojung. Aku akan melarangmu untuk makan es krim selama hidungmu ini  masih berwarna merah muda.”

“Tapi—”

“—I’ll watching you!” Sehun mengacungkan telunjuknya tepat di depan wajah gadis itu.

Soojung—gadis itu—mendesah pasrah lalu menurunkan telunjuk Sehun dengan lesu, “Jahat!”

Sehun terkekeh kecil, “Aku akan membelikanmu bubble tea, oke? Tunggu di sini.”

Gadis itu tidak menjawabnya, dia malah memalingkan wajahnya dari Sehun. Pemuda itu menatap tingkah lucu—menurut dirinya—gadisnya ini sambil tertawa kecil, “Hanya sebentar.”

Soojung menggedikkan bahunya, berlagak tidak peduli. Ah~ Sehun semakin gemas saja dengan tingkah gadis ini.

Sehun mengacak rambut Soojung pelan sebelum akhirnya ia berdiri untuk yeah membeli dua gelas cup bubble tea untuk dirinya dan Soojung.

By the way, kantin kampus terletak di ujung koridor dan malangnya sekarang dirinya dan Soojung sedang berada di taman dekat lobi kampus. Huh. Mau tidak mau Sehun harus berjalan melewati beberapa kelas untuk sampai di kantin.

Oke, untuk Jung Soojungnya.

Untuk kesehatan Jung Soojungnya.

Sehun sudah bosan melihat gadis itu terus mengkonsumsi es krim padahal hidungnya sudah sangat memerah, gadis itu Flu setiap hari.

Es krim. Selezat itukah? Sehun mendecak pelan, menurutnya biasa saja.

Hanya krim manis berbau vanilla yang dingin. Itu saja, ‘kan?

Oke, Sehun mengakuinya. Sehun mengakui kalau es krimlah yang telah mempertemukan mereka berdua, mempertemukan dirinya dan Soojung hingga kini mereka sudah berpacaran… Sekitar 7 bulan Sehun rasa.

Benar.

Satu tahun yang lalu atau 7 bulan yang lalu? Entahlah, yang pasti saat dirinya dan Soojung masih dalam masa oreintasi untuk masuk ke Hyunggak University—kampus mereka saat ini—.

Saat itu seluruh siswa orientasi di minta untuk membawa es krim oleh kakak senior dan kebetulannya… Di kedai es krim dekat dengan lokasi fakultas hanya tersisa tinggal satu cup es krim lagi.

“Aku mohon, ijinkan aku mengambil es krim ini. Aku benar-benar harus kuliah di sini!”

“Ini adalah pesan terakhir dari Ayahku, dia pasti kecewa jika aku gagal masuk ke kampus hanya karena kalah berebut es krim denganmu.”

Sehun mengulum senyum manisnya, geli juga mengingat raut wajah Soojung yang sangat memelas kala itu.

“Oke, kita akan membaginya menjadi dua cup. Yang kita perlukan hanya cup bekas es krim seperti ini dan kakak senior tidak akan curiga.”

Pemuda itu kembali mengulum senyuman manisnya, “Beruntung aku sangat genius!”

Sehun menghentikan langkahnya, dia sudah sampai di kantin kampus.

Hey, Bung! Tidak bersama gadis es krimmu?”

Gadis es krim. Semua orang di kampus biasa memanggil Soojung seperti itu. Jujur saja, Sehun tidak terlalu suka dengan panggilan itu. Sedikit… Kekanakan menurutnya.

“Dia sedang di taman dekat lobi. Aku pergi untuk membeli minum.” Sehun memaksakan senyumnya, ia memang tidak pernah suka dengan Lim Jaebum.

“Soojung masih belum berubah ternyata, haha.” Jaebum menepuk pundak Sehun, “Dulu kami pernah melakukan ice cream kiss dan itu sangat manis.”

Huh? Sehun menatap kepergian Jaebum sebal, tangannya terkepal menahan emosi. Sial!

“Dulu kami pernah melakukan ice cream kiss dan itu sangat manis.”

Sehun mempercepat langkah kakinya. Sigh! Kenapa kata-kata Lim Jaebum masih saja terngiang-ngiang di telinganya?

“Ini benar-benar lezat!”

Sehun menghentikan langkahnya. Pemuda itu memutar bola matanya lalu bergegas—semakin—melebarkan langkah kakinya untuk segera sampai di taman tempat gadisnya terduduk sambil…

“Kau makan es krim?”

Gadis itu menyembunyikan mangkuk mungil itu ke belakang punggungya, “T-tidak…”

Jelas-jelas Sehun melihatnya. Omong-omong, di permukaan bibir gadis itu juga masih ada.

“Dulu kami pernah melakukan ice cream kiss dan itu sangat manis.”

Sehun menghela napas beratnya, “Di bibirmu.”

Soojung segera menyentuh bibirnya. Ah! Gadis itu menundukkan kepalanya saat ia merasakan krim dingin itu bersentuhan dengan telapak tangannya.

“Sehun, aku—”

“—aku bisa mencari gadis lain yang bisa mendengarkan kata-kataku. Nikmati saja es krimmu, aku ada kelas.”

Soojung menatap kepergian Sehun dalam diam. Maksudnya? Pemuda itu akan mencari gadis lain?

Soojung segera menahan tangan Sehun, “Apa maksudmu?”

“Jika kau tidak ingin mendengarkan kata-kataku lagi untuk apa kau menjadi kekasihku?”

Kening Soojung berkerut, “Maksudmu?”

“Bukan. Aku bukan seorang pria yang suka mengatur kehidupan kekasihnya, aku hanya ingin kekasihku sehat, itu saja.”

Deg

Soojung menundukkan kepalanya. Rasanya sakit sekali saat Sehun melepaskan genggamannya lalu berlalu meninggalkannya.

Berlalu meninggalkannya begitu saja.

“Jahat…”

—Jealous Kiss—

“Lesu sekali…”

Hm? Soojung hanya melirik Jieun sekilas, wajahnya di tekuk lucu lalu kembali fokus membenahi buku catatannya.

Jieun mengerutkan keningnya keheranan, “Tidak punya uang untuk mampir ke kedai es krim Tuan Byun? Aku akan mentraktirmu.”

Sigh! “Tidaaaaak! Bukan seperti itu, aku punya uang dan aku… sedang tidak ingin makan es krim.”

Jieun sudah selesai dengan bukunya. Gadis itu membelakakkan matanya terkejut, “Kau, oke? Sejak kapan kau menolak es krim? Gratis pula.”

Soojung semakin cemberut, “Sejak aku bertengkar dengan Sehun.”

Jieun mencubit pipinya, ini mimpi, ‘kan? “A—aww!” Gadis itu menatap Soojung masih dengan tatatap penuh keterkejutannya, “Oh My God, kiamat sudah dekat!”

“Apa?”

“Kalian segeralah berbaikkan.”

“Apa?”

“Insting ramalanku mengatakan jika kalian bertengkar, itu akan berakibat buruk. Untukmu dan untuk Sehun juga—”

“—oh, ya. Saya lupa untuk memberitahu kalian. Presentasi Basic Math akan di lakukan besok, karena lusa dan dua hari setelahnya saya ada tugas keluar kota.”

Huh?

“—untuk aku dan yang lainnya juga mungkin.” Lanjut Jieun.

—Jealous Kiss—

Soojung berniat untuk meminta maaf pada Sehun.

Yeah dia terpengaruh hasil ramalan Jieun dan oke, ini memang salahnya.

Mungkin sekarang pemuda itu sedang di lapangan basket. Setahunya, besok akan ada pertandingan melawan tim basket kampus lain.

Ia harus pergi ke lapangan basket dan meminta maaf pada Sehun.

Benar!

“Kebetulan kau tidak berniat untuk pergi ke kedai es krim. Kita pergi ke rumahku, ya?”

Hm? Soojung terbuyarkan dari lamunannya. Setelah beberapa detik hanya terdiam kikuk, gadis itu akhirnya menggelengkan kepalanya.

“Tidak mau? Jangan gila! Kau tidak dengar apa kata Mrs. Han tadi?”

Soojung tetap menggeleng—Oh yeah dengan ekspresi datarnya.

Jieun mendesah kesal, “Kau tidak akan kemana-mana, ‘kan? Kau bilang kau tidak akan pergi ke kedai es krim—”

“—aku memang tidak akan pergi ke kedai es krim! Aku mau menemui…” Kata-kata Soojung menggantung di udara, dia sedikit ragu.

“Menemui? Oh! Jangan bilang kalau kau akan menemui Sehun di lapangan basket dan meminta maaf kepadanya?”

Ah? Gadis ini sudah tahu? “Bagaimana bisa kau—”

“—Kemampuan meramalku semakin meningkat, Jung! Aku tahu apa yang ada di pikiranmu!”

Tidak mungkin!

“Kau baru saja berseru ‘tidak mungkin’ dalam hatimu. Hmmm kau meragukanku?”

Soojung menutup mulutnya. Benar juga, Jieun sudah banyak peningkatan. Ah tapi… “Lalu kenapa kau sangat terkejut saat Mrs. Han mengatakan kalau presentasi akan di laksanakan besok? Kau tidak bisa meramal yang satu itu, ‘kan?”

Jieun menghentakkan kakinya kesal, “Aku hanya bisa meramal seseorang yang jaraknya dekat denganku, tahu!”

Ohh… Soojung mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. Oh, ya! Tentang Sehun…

“Jangan melakukannya! Jangan lukai harga dirimu dengan mencoba meminta maaf lebih dulu pada Sehun. No! No! No!

Kedua bahunya menurun lesu, Soojung menatap Jieun malas. “Kenapa tid—”

“—Kemana harga dirimu, bodoh? Ah sudahlah, pokoknya sekarang kau harus pulang kerumahku.”

Soojung hanya bisa menggerutu pelan. Memberontak sekalipun ia tetap tidak akan bisa menghentikan tingkah Lee Jieun ーyang notebenenya sangat keras kepala.

—Jealous Kiss—

Sebenarnya percuma juga sih Soojung datang ke rumah Jieun.

Argh!

Jieun menggembungkan pipi chubbynya, “Please~ Bisakah kau letakkan ponselmu, Nona Jung?”

Hm? Soojung mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya kepada Jieun, “Memangnya kenapa?” Tanya gadis itu, dengan raut wajah datarnya.

Jieun memutar bola matanya, “Satu, karena kau sedang berada di wilayah kamarku. Dua, karena kita sedang mengerjakan tugas. Dan tiga! Karena di sini tidak ada sinyal, kau harus naik ke atap rumah untuk bisa menelpon atau mengirim sebuah pesan.”

Soojung terdiam sejenak. Ish ya ampun! Gadis itu mendengus kesal, “Aku selalu lupa kalau di rumahmu tidak ada sinyal. Yeah, kecuali di atap rumahmu itu.”

“Karena itu kerjakan saja tugasnya.” Jieun tersenyum sambil mengacungkan pensil yang terselip di jari-jari tangannya.

Soojung menggelengkan kepalanya, “Dalam setiap kelompok, yang perlu berpresentasi hanya satu orang dan itu adalah kau. Aku tidak perlu membantumu, ‘kan?”

“Tapi—”

“—lagipula aku juga lemah dalam pelajaran matematika.”

Argh! Jieun memutar bola matanya, terserah saja.

“Jieun…”

“Hm?” Sahut Jieun malas.

“Kau tidak ingin tahu aku dan Sehun bertengkar karena apa?”

Jemari milik Jieun berhenti bergerak, “Es krim?”

“Kau meramal lagi?”

Jieun menggeleng, “No! Kau sudah mengatakannya tadi. Alasan kau tidak sedang ingin makan es krim adalah karena kau sedang bertengkar dengan Sehun.”

Oh, benar. Soojung menganggukkan-anggukkan kepalanya lesu.

“Padahal aku tidak terlalu bersalah kok. Saat jam istirahat tadi siang aku kepanasan dan aku ingin makan es krim tapi Sehun melarangku. Sehun bilang kalau dia tidak memperbolehkan aku makan es krim karena aku sedang Flu. Jahat! Dia pergi untuk membeli bubble tea ke kantin dan aku memanfaatkan waktu itu untuk meminta tolong seorang mahasiswa untuk membelikan aku es krim—”

“—Dan saat kau sedang menyantap es krimmu kau ketahuan oleh Sehun?”

Soojung mengangguk, “Kenapa kau tahu?”

“Otakku genius dan aku sudah bisa menebaknya.”

Oke, terserah saja. Soojung mengerlingkan bola matanya, “Aku tidak bersalah ‘kan, Jieun?”

Ck, kau memang tidak pernah mau mengakui kesalahanmu.”

“Apa?”

“Jika kau mau pulang, kau boleh pulang sekarang.”

“Apa?”

“Kau benar-benar tidak membantuku sama sekali, Soojung.”

Soojung tertawa, “Baiklah, aku pulang! Kerjakan tugasmu dengan baik ya, Jieun!”

Hm, Jieun memutar bola matanya.

—Jealous Kiss—

“Aku tidak bisa hidup tanpamu… Sehun! Oh Sehun! Kenapa tidak menghubungiku, wahai kekasihku? Kau masih marah, ya?”

Soojung terus melantunkan nyanyian asalnya dengan tidak jelas. Busnya lama sekali, sih? Gadis itu kini mulai bermain dengan sepatunya, melepaskan tali sepatunya lalu mengingatkannya lagi. Terus seperti itu sampai punggungnya terasa pegal.

Ihh! Bosan sekali jika Sehun tidak disini!”

Benar. Sore ini tidak ada gurauan-gurauan konyol pemuda itu yang seperti biasa. Sore ini dia kesepian.

“Soojung?”

Hm? Soojung menoleh ke arah sumber suara. Seorang pemida berambut pirang dengan satu scoop es krim di tangannya, “Hai, Jaebum!”

Soojung menyapa pemuda itu dengan senyuman cerianya, “Kau baru pulang juga?”

“Aku mampir ke kedai es krim tadi.”

Oh… Soojung mengangguk-anggukan kepalanya tanda paham, “Masih suka mampir ke kedai es krim?”

Jaebum tersenyum kecil, “Ya, tapi suasananya berbeda. Tidak seperti saat masih bersamamu.”

Huh? Soojung tertawa, “Benar! Saat-saat masih SMA memang lebih menyenangkan!”

Maksudku saat masih menjadi pacarmu, bodoh!

Jaebum tertawa melihat tingkah polos gadis ini, “Kau mau?”

“Tentu sa—” Oh, tidak! Soojung sedang Flu.

“ーtentu saja tidak. Lihat hidungku, aku sedang Flu.”

Jaebum tertawa lalu menyentil hidung Soojung pelan, “Fisik seorang gadis memang lemah, hanya makan es krim saja mereka bisa sakit.”

Hey! Itu tidak benar, coba rasakan tinjuku ini!” Soojung meninju lengan Jaebum. Pemuda itu meringis kesakitan, tinju yang di layangkan gadis itu memang cukup kuat. Pemuda itu tertawa, “Kau mengajakku berperang, huh?”

Soojung tertawa lalu selanjutnya mereka malah saling tinju satu sama lain.

—Jealous Kiss—

Sehun sudah menunggu sekitar… Entahlah, semenjak pulang dari sekolah ia langsung pergi ke rumah Soojung. Dengan satu scoop es krim di tangan kirinya, dan resep obat Flu di tangan kirinya.

Pemuda itu menghela napas beratnya. Dia menyesal telah mengatakan kata-kata kasar itu pada Soojung tadi siang.

“Terima kasih, Jae.”

Sehun membulatkan iris matanya, “Tidak apa-apa, Jung. Cepat segera masuk! Udara di luar akan buruk untuk kesehatanmu. Semoga hubunganmu dengan Sehunmu segera membaik, ya~”

“Baiklah. Kau hati-hati di jalan, ya!”

Hm. Sehun tertawa pelan, apa-apaan ini?

Dia bahkan belum mengganti pakaiannya. Kolor basket selutut dengan hoodie hitamnya, ini cukup membekukan betisnya.

Oh, tidak! Ini bukan sesuatu yang penting untuk sekarang. Kenapa Soojung bisa pulang dengan mantan kekasihnya lah yang sekarang menjadi masalah.

“Bersenang-senang?”

Gadis itu memutar tubuhnya menoleh ke arah sumber suara,

“Sehun!!” Teriak gadis itu. Ia benar-benar senang bisa melihat pemuda itu.

“Ya, aku Sehun. Kau terkejut karena telah ketahuan berkencan dengan pria lain?”

Huh? Soojung memiringkan kepalanya, “Maksudmu?”

“Ini obatmu! Dan ini… Es krim…”

“—aku tidak makan es krim lagi, Sehun! Aku tidak akan makan es krim lagi. Tadi Jaebum mengajakku pergi ke kedai kopi dan aku jadi suka kopi, kopi tidak akan membuatku Flu.”

Sehun mendesis kesal, Lim Jaebum… Lagi?

“Jangan minum kopi!”

“Tapi—”

“—Pokoknya jangan!”

Soojung menekuk wajahnya, “Jahat… Kau ja—”

Sehun mengecup bibir gadis itu sekilas. “Aku tidak jahat. Kalau aku jahat, aku akan membiarkanmu terus makan es krim padahal kau sedang Flu. Kalau aku jahat, aku tidak akan merenung memikirkanmu selama latihan basket berlangsung tadi siang. Kalau aku jahat, aku tidak akan mampir ke apotik untuk membeli obat Flu dan membeli satu scoop es krim dan berniat untuk meminta maaf padamu. Kalau aku jahat, aku tidak akan peduli kau pergi dengan pria manapun. Kalau a—”

“—Akulah yang jahat.” Soojung menundukkan kepalanya.

“Aku tidak mendengarkan kata-katamu, aku egois, aku membuatmu marah, aku pergi dengan pria lain—”

“Ah, sudahlah. Kita tidak seharusnya seperti ini.” Sehun merengkuh tengkuk Soojung lembut, “Jung Soojung… Aku hanya tidak suka saat kau mengikuti apa yang di lakukan pria lain. Contohnya Lim Jaebum misalkan.”

“Jaebum adalah temanku—”

“—Di mataku dia adalah mantan kekasihmu. Sepertinya dia juga masih menyukaimu.” Sehun membuang muka sebal.

Soojung tertawa lalu kini kedua tangan turusnya bergerak untuk meraih kedua sisi pipi pemuda itu dan membuatnya kembali menghadap dan menatap matanya, “Tapi aku menyukaimu… Aku tidak menyukainya.”

Sehun tersenyum, “Tapi kau menyukai es krim.”

Um! Siapa bilang? Es krim telah membuatku jauh darimu. Aku membencinya!”

“Lalu kopi?”

“Kau sudah melarangku untuk tidak—”

“—lalu sekarang yang kau suka apa?”

Soojung mengerlingkan matanya, bertingkah seakan sedang berpikir. “Kau dan…” Telunjuk Soojung bergerak menyentuh permukaan bibir Sehun, “dan bubble tea—mu.”

Huh? Kening Sehun berkerut banyak, dia tidak mengerti.

“Ini bekas meminum bubble tea, ‘kan?”

Sehun mengangguk, memang benar.

“Biarkan aku merasakannya.”

Chu~

Apa ini benar-benar Jung Soojungnya?

Manis sekali.

Sehun membalas kecupan hangat gadis itu, “Kau bertingkah menggemaskan padahal sebenarnya kau itu agresif!”

Apa?

Soojung memandang pemuda itu tidak senang, “Kembalikan ciumanku!”

Sehun tertawa lepas sedangkan gadis itu masih setia dengan wajah jengkelnya.

“Jangan dekat-dekat dengan Lim Jaebum lagi!”

“Dia temanku—”

“—kau ingin mendapatkan jealous kiss?”

Huh? Jealous kiss?”

“Ya, seperti ini…” Sehun meraih pinggang ramping Soojung menarik tubuh mungil gadis itu mendekat padanya. Menghapus jarak antara keduanya.

Es krim dan resep obat Flu itu sudah tidak mereka pedulikan lagi—mereka sudah tergeletak di atas tanah.

Pemuda itu tersenyum manis sebelum akhirnya dia mulai mempertemukan bibirnya dengan bibir Soojung. Menekan ranum milik gadis itu dengan lembut dan lambat.

Jealous kiss? Mana ada sejarahnya ciuman konyol seperti ini? Soojung tersenyum —di sela tautan bibir mereka—, gadis itu mengalungkan kedua lengan turusnya ke leher putih Sehun dan membalas ciuman pemuda itu.

Oh yeah~ Sejarahnya baru saja di mulai.

|| END ||

Hai! Acha! Entah kenapa tapi aku malah pilih FF ini untuk jadi FF perdana—ku di blog ini,

Iyaa… Aku Author baru dan salam kenal yaa ^^ Aku Sestal + ChanLli Shipper —jadi jangan heran kalau Fanfic2 buatanku akan bercast—kan mereka. Hihi

Okay! Well, mind to review? 😉

10 thoughts on “Jealous Kiss

  1. Pingback: All My Love Is For You | INDO FANFICTIONS

  2. ffnya manis /? eh maksudnya kisah cinta sestal terlalu manis T.T 😀 *aduh jadi pengen ngasih jealous kiss kesooman/? -_- *apaini ?? abaikan !! anggap aje angin lalu T.T :v

    daebak (y)

  3. Njiirrrrr kenapa tor kenapa sestalnya manis bngett ishhhh. Yaa ampun jung soojungnya oh sehun, oh sehunnya jung soojung haahaaha. Ya ampun gue sampe meleleh bacanya macam es krim yg kena panas meleleh. Hahhahh

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s