Dear, Mom

cover

sudah pernah saya post di blog pribadi klik the cover 🙂

Cast: Lee Ahn Soo (You,OC), Lee Mi-Soo (your mom, OC) ||Genre: Family, Psychology, Angst, Drama || Rating: General, Teen || Length: 1,008 Word

Story Line and cast is mine =) Don’t be a plagiarism

All Right Reserved © Athena

Menyesal, kata pertama yang diucapkan setelah semuanya terjadi dan terlambat.

Dirimu tengah terduduk di padang rumput. Sang bayu yang dengan asiknya meniup rambut-rambut emas milikmu. Wajahmu menengadah, tatapan kosong menatap matahari tenggelam. Ingatanmu berputar kembali di masa lalu. Ketika orang yang disebut dengan lumbung kasih sayang pergi di tengah heningnya malam.

Perasaanmu kacau. Kau menyesal. Apa yang ibumu katakan itu benar. Dirimu terlalu terbawa oleh kesenangan dunia, foya-foya dan instan.

“ingat lah pada Tuhan, nak. Semua yang instan didunia ini tidak baik. Harus ada usaha dan upaya yang diiringi dengan doa”

Ingatanmu mencuat ketika dirimu pulang tengah malam. Ayahmu juga sudah mendahuluinya puluhan taun lalu. Ibumu memarahimu saat itu. Kau masih dibawah kesadaran karena minuman keras. Kau berkata, menyesal karena telah lahir dari rahim seorang ibu yang miskin. Kau, belum menyadari jika ibumu adalah orang yang kaya-akan kasih sayang.

“aku sudah muak dengan kehidupan ini. Mengapa aku tidak mati saja bu?”

Ibumu kembali menenangkanmu saat itu. Ibumu juga sangat tidak percaya. Perubahan sifat putrinya mencapai tiga ratus enam puluh derajat ketika ibumu memilih untuk hidup sederhana. Ahn-Soo yang pekerja keras kini berubah menjadi seorang pemalas.

“belajarlah, mimpimu masih panjang. Masa depan mu masih cerah. Mengapa kau menghabiskan masa mudamu dengan cara seperti ini?”

Ingatan yang berbeda kembali mengekor. Saat ibumu menjemput di bar. Siang yang seharusnya kau gunakan untuk belajar di universitas. Kau belum mengerti apa arti waktu yang sesungguhnya. Kau yang dulunya cerdas, berpendidikan dan cantik kini telah berkamuflase menjadi lebih buruk.

“ibu tidak mengerti gaya anak muda masa kini. Ibu kuno! Hanya menyuruhku belajar dan terus belajar. Ibu tidak menyayangiku!”

Jawaban kasar saat itu terus keluar dari bibir manis milikmu. Pikiranmu berubah menjadi kekanak-kanakan. Kau masih ingat, saat itu kau mendorongnya keluar dan tetap melanjutkan foya-foya dengan kawanmu.

“asalkan kau tahu. Anak yang sukses adalah anak yang berbakti dan menurut pada orang tuanya”

Kemarahan ibumu untuk kali ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Tetapi, ibumu belum mencapai titik keputus asaan untuk mendidikmu menjadi gadis yang baik. Dia ingin kau lebih darinya. Kau berpikir sekali lagi ibumu tidak menyayangimu.

“tumbuhlah menjadi gadis yang cerdas, mandiri, berpendidikan dan sukses dikemudian hari nak”

Malam itu, ibumu menyelimutimu. Mengusap puncak kepalamu dengan seluruh rasa sayang yang ibumu miliki. Kau belum tertidur saat itu. Dia mematikan lampu kamar mu, menyisakan cahaya bulan yang menerangi kamarmu. Ibumu meninggalkanmu agar bisa kau tertidur nyenyak saat ini. Kau membalikkan badanmu lantas menangis dibawah selimut. Kau menyadari sesuatu, ibumu menyayangimu.

“apakah kau sudah membahagiakan ibumu?”

Kawan sebangku mu, menanyakan itu saat dosen menyatakan ujian praktek akan dilaksanakan minggu depan. Dirimu baru terfikirkan akan hal itu. Apakah kau sudah membahagiakan ibumu? Kau hanya bersikap kasar pada ibumu. Kau tidak pernah membalas rasa sayang darinya. Kau hanya berkata menyesal telah lahir dari rahimnya.

“ibu? Apakah ibu sudah makan malam? Mari kita makan malam bersama”

Kau pulang ke rumah secepat mungkin yang kau bisa. Tidak mendengar jawaban apapun dari kamar ibumu. Kau berinisiatif mengeceknya. Ibumu tertidur dengan senyum yang menjadi make up diwajahnya. Selimut yang menutupi tubuh ibumu hingga dadanya. Kau mendekati tubuhnya. Mendekapnya. Kau merasa ada yang berbeda. Kulitnya dingin, wajahnya pucat, nafasnya tak terdengar begitu juga dengan detaknya.

Menyesal, kata pertama yang diucapkan ketika semua sudah terjadi dan terlambat.

Malam itu kau menyesal. Kau berkata kasar padanya. Kau tidak pernah mengerti bagaimana isi hatinya yang sebenarnya. Kau berubah. Kau bukan Lee Ahn Soo yang dulu. Ibumu menyayangkan dirimu yang berubah. Instan, itu tidak menyenangkan. Tidak ada usaha tentu saja tidak ada pengalaman.

Baru sekarang kau menyadarinya. Kau bodoh. Kau ingin memutar waktu. Kau ingin kembali diwaktu ibumu masih bernafas. Tapi kau bukan Penguasa Waktu. Kau tidak berhak mengatur waktu. Sekali lagi kau baru menyadari sesuatu yang penting. Waktu yang paling berharga. Kau berjanji saat itu untuk tidak menjadi gadis yang nakal.

Apapun yang kau lakukan, itu tidak akan bisa membuat ibumu bernafas kembali. Ibumu telah kembali kepada-Nya. Sesuatu yang Ia ciptakan, harus kembali kepada-Nya. Itu hukum kehidupan yang tidak pernah bisa diubah oleh manusia. Kau berlutut, menangis dan terus berjanji akan berubah. Kau melupakan Tuhan mu, selama beberapa tahun silam.

Ibumu benar. Dia menyuruhmu untuk tetap ingat kepada Tuhan. Kau harusnya bergantung pada Tuhan bukan dengan kesenangan duniamu. Kau menyukai segala yang instan, kau melupakan usaha. Sebelumnya, kau belum pernah terbayang bagaimana rasanya kehilangan ibumu. Kau belum berfikir hingga kesana.

Kau belum pernah mencuci kakinya. Kau belum pernah memeluk tubuhnya yang memberikan dekapan hangat. Kau belum pernah mencium punggung tangannya. Sebegitu durhakanya kah kau?. Kembalilah berpikir, kau memiliki banyak kesalahan dengan ibumu. Kau bahkan tidak pernah mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

Pada esoknya, ibumu di kebumikan. Manusia dengan baju hitam terus berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa dan menghembuskan beberapa harapan untuk ibumu disana. Tidak begitu banyak orang yang datang. Kau menyadari sesuatu lagi, kau kurang bersosialisasi.

Kau hampir terjerumus kedalam keputus asaan. Beruntung masih ada seseorang yang menarikmu dari lubang itu. Orang yang mendorongmu terus untuk belajar dan belajar. Untuk menggapai masa depan yang cerah. Walaupun, seseorang itu sekarang hanya hadir dalam mimpi dan ilusimu. Bukan dalam kehidupan nyatamu.

Kau menyadari semua yang terpenting dalam hidup ketika ibumu telah bersama-Nya. Dulu, kau tidak terpikirkan bagaimana jika nantinya ibumu tiada. Kau bahkan juga tidak berpikirkan bagaimana jika kau tidak membahagiakan ibumu nanti. Kau merasa iri dengan kawan mu yang dibebaskan untuk melakukan apa saja tapi pada akhirnya kawan mu tidak bisa menggapai mimpinya.

Semua yang ibumu katakan benar. Ibumu sudah pernah melaluinya. Lantas mengapa kau tidak mendengarkannya? Mengapa kau tidak pernah merasa kasihan padanya yang telah mati-matian mendidikmu?. Setelah semuanya terlambat kau terus berkata seharusnya-seharusnya-dan seharusnya.

Dear mom,

Aku berjanji akan membahagiakanmu walaupun kau sudah lebih dahulu mendahuluiku. Aku menyesal akan semua perkataan ku. Aku ingin menjadi pengendali waktu saat itu, tetapi itu tak lebih dari imajinasi. Aku ingin kembali di masa itu. Aku berjanji akan menjadi Lee Ahn-Soo yang dulu. Cerdas, mandiri, berpendidikan dan ceria. Aku akan menggapai masa depanku setinggi mungkin. Aku akan mewujudkan semua harapan-harapanmu. Untuk menjadi putri kecil yang membanggakan bagimu. Terimakasih ibu, aku sangat bersyukur pada Tuhan karena aku telah dilahirkan dari rahim seorang ibu yang kaya. Kaya akan kasih sayang dan cintanya. Aku harap kau sudah tenang disana, Terimakasih atas segalanya. – Lee Ahn-Soo

Fin.

jumpa lagi xD ini gak tau dari mana ide ceritanya tinggal ada langsung ketik saja. jangan jadi pembaca gelap dan mohon hargai karya saya, dengan meninggalkan jejak setelah membaca. oiya kalo mau dijadikan renungan sekalian juga gak papa/?. Reviewnya jangan lupa yap ‘-‘)b Gomawo /bow/

Athena

3 thoughts on “Dear, Mom

  1. Kak Athens ficnya mesti nusuk bangett. Nyeseeekk T.T aduh ini bener jadi renungan sekalian. Kadang aku juga kasaran sama mama gegara disuruh les malah guling gulingan di kasur T.T

    Good job kak Athens! Semangat ya buat fic lainnya~

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s