I Want A Ice Cream!

9OXMrZF

I Want A Ice Cream!

Rating: PG-13 // Length: Ficlet // Genre: Romance and slice of Marriage Life

Starring with Shin Min Ran {you/oc} and Kim Min Seok {exo-m}

A story written by Sung Soo Hee, but the image as cover goes to google.

A/N: Well, gak mau bicara banyak soalnya udah stuck banget sama presentasi sejarah yang materinya gak dapet-dapet sama mata udah setengah melek. Entah kenapa pengen post ini di sini, ff ini adalah req dulu dari temen dan udah di-publish di FP dan di blog pribadiku. Aku sebenarnya post ini karena nanti kalian pasti akan tahu apa yang terjadi dengan ff ini //senyumgaje// Dan untuk Oh Se Hun’s Drabble Series, entahla aku terlalu moody sekarang dan bakal sibuk KW untuk beberapa hari ke depan. Jadi, lihat saja nanti.

Sorry for typo, post it without editing! Feel free for reading, but if you can leave some feedback please. Thank you so much!

자기, 지금은 아이스크림을 먹고 싶어!

Ada sesuatu yang aneh. Minran merasakan sesuatu bergerak di perutnya dan ia tiba-tiba menginginkan sesuatu sekarang. Minran membuka matanya yang masih berat. Yeoja itu lalu mengarahkan tangan kanannya untuk mengusap matanya yang masih mengantuk.

Minran menggeliat lagi. Yeoja itu lalu mengerjapkan matanya beberapa kali. Manik mata yeoja itu menatap namja yang tidur di sampingnya dengan pulas. Yeoja itu hanya bisa mengulas senyum kecil saat menatapnya. Minran segera duduk. Yeoja itu mengusap matanya sejenak sebelum menatap perutnya yang sedikit berisi karena sudah mengandung selama 3 bulan.

Yeoja berambut cokelat panjang itu lalu merapikan helaian rambutnya dengan jarinya. Setelahnya ia mendongak dan mendesah panjang. Minran lalu mengusap perutnya lembut.

“Kau lapar heung, baby?” ucapnya lembut.

Yeoja itu lalu mengusap perutnya pelan. Minran memejamkan matanya lalu mengangguk-anggukan kepalanya, “Arraseo. Eomma juga lapar karenamu, baby. Arraseo. Kita makan es krim sekarang nebaby?“

Yeoja itu menarik sudut bibirnya dan menoleh menatap jam kecil di nakas di sampingnya. Manik matanya menyipit mengamati pergerakan jarum. 12.56. Yeoja itu lalu mengusap perutnya lembut. Apa pun yang terjadi ia dan baby harus bisa makan es krim sekarang.

Minran menoleh. Kedua manik matanya menatap suaminya yang tertidur pulas. Manik mata namja berambut cokelat itu terpejam dengan nyenyaknya. Minran menarik napas sejenak. Sedikit tak tega membangunkan suaminya. Tapi di sisi lain ia dan baby ingin makan es krim. Minran memperhatikan suaminya, Kim Minseok. Dengan menarik napas panjang ia lalu menyentuh bahu suaminya.

Yeoboya,” rengeknya.

Minseok menggeliat sejenak. Beberapa detik setelahnya namja itu lalu kembali memejamkan matanya dengan pulas. Minran mendengus. Yeoja itu sekarang menggoyangkan lengan Minseok.

Minseok kembali menggeliat. Namja itu membuka sebelah matanya kecil lalu memejamkan matanya kembali dengan cepat. Dan Shin Minran yang kini berubah menjadi Kim Minran itu hanya mengerucutkan bibirnya menatap tingkah suaminya. Yeoja itu kembali menggoyangkan lengan Minseok. Kali ini sedikit brutal.

Yeobo ireona ppali!“

Minseok menggeliat. Ia bergumam sesuatu pelan. Setelahnya ia membalikan tubuhnya lalu menarik selimutnya tinggi hingga menutup wajahnya. Minran hanya bisa mendengus lalu mengerucutkan bibirnya melihat tingkah Minseok.

Yeoja itu lalu menarik lengan Minseok dan mengguncangkanya. Kali ini lebih brutal dari aksinya tadi. Minseok hanya menggeliat dan kian mengeratkan cengkramanya pada selimutnya. Minran mendesah. Menggerang kesal karena tingkah suaminya itu.

Yeoja itu segera berdiri di atas kasur perlahan. Setelah bisa berdiri dengan tegak, Minran mendelik Minseok. Yeoja itu mendengus pelan. Lalu diayunkan kaki kananya ke udara hingga—

BRUK!

“YAA! Appoyo!“

Dan seorang Kim Minseok jatuh ke pinggir kasur dan menghantam lantai. Minseok membuka matanya. Dengan buru-buru ia berdiri dan menatap istrinya yang tengah berdiri di atas ranjang dan berkacak pinggang padanya. Minseok mendengus dan mengusap kepalanya yang menghantam lantai terlebih dahulu.

Waeyo chagi? Kenapa kau menendangku?” ucap Minseok masih sedikit kesal.

Minran mengerucutkan bibirnya seraya melipat kedua tanganya di depan dadanya. “Karena kau tidak bangun jadi kuntendang saja,” balasnya.

Minseok mendesah panjang. Namja itu lalu menggaruk kepalanya, “Arraseo. Mianhae Minran-ie chagi. Cha, sekarang katakan ada apa?”

Minran tersenyum setelahnya. Yeoja itu lalu duduk di samping Minseok. “Aku mau es krim,” ucapnya.

Ye?” Minseok menaikan kedua alisnya. Es krim? Minseok segera menoleh ke jam di nakas. 01.03. Ingin es krim jam 1 malam? Minseok tak habis pikir sekarang.

“Aku dan baby mau es krim sekarang Kim Minseok!”

Minseok meringis saat mendengar Minran berseru kencang di sampingnya. Yeoja itu kini tengah melipat kedua tanganya di depan dada dengan bibir yang kian mengerucut. Minseok mendesah. Ah iya, ini permintaan anak pertama mereka.

Minseok menggaruk kepalanya. Namja itu menatap Minran yang tengah kesal padanya Setelahnya ia menarik napas panjang. “Arraseo, arraseo. Aku akan mengambilkanya. Tunggu ne?“

 “Tapi yeobo.”

Minseok yang baru berdiri dan mengenakan sandalnya langsung menoleh ke arah Minran. Namja itu menaikan sebelah alisnya, “Ye?“

“Es krim yang di kulkas kan habis sejak kemarin lusa.”

Dan Minseok terasa dilempar sebuah batu bata sekarang. Minran hanya memiringkan kepalanya menatap Minseok. Yeoja itu lalu tersenyum dan mengedipkan matanya ke Minseok.

“Tolong kau belikan sekarang ne yeobo? Aku dan baby sangat mau es krim sekarang,” ucapnya.

Dan Kim Minseok hanya bisa menganggukan kepalanya. Namja itu mendesah panjang sebenar. Ia meraih jaket hitamnya dan dikenakanya segera untuk menutup piyama cokelat tuanya. Minseok lalu berjalan keluar kamar tergesa, meninggalkan Minran yang tersenyum padanya.

Minseok melewati ruang tengah yang sepi. Ia menatap jam yang menunjukan pukul 1 malam lebih sedikit. Dan ia hanya bisa mendesah panjang hingga ia keluar dari rumahnya. Minseok mengeratkan jaketnya. Namja itu segera mempercepat langkahnya menuju ke sebuah mini market yang tak jauh dari rumahnya.

Minseok mendongak. Langit masih hitam, bahkan bintang-bintang masih bersinar dengan terang. Dan kini ia diharuskan membeli es krim ke mini market yang syukurnya buka selama 24 jam di dekat rumahnya.

Minseok mendorong pintu masuk mini market. Sudah sampai? Ia sudah mengatakan jika mini market-nya dekat dengan rumahnya bukan? Hanya jarak lurus selama beberapa menit ia akan sampai. Keadaan mini market sepi, hanya ada seorang kasir yang tengah memainkan ponselnya dan mengabaikan Minseok yang masuk.

Minseok melangkah mendekat ke lemari es berisi es krim. Namja itu segera membuka pintunya dan mengambil beberapa es krim dengan berbagai rasa. Setelahnya Minseok membawa es krim itu ke kasir.

Annyeong Minseok hyung.”

Minseok hanya bisa tersenyum menatap penjaga kasir itu. Namja berambut hitam itu segera melakukan tugasnya menghitung jumlah harga es krim yang dibeli Minseok.

“Kau shif malam Tao-ya? Apa kau tak mengantuk?” tanya Minseok pada penjaga kasir itu.

Tao mendongak. Menatap Minseok lalu mengangguk, “Ah, nde hyung. Jika hari Selasa aku dapat shif malam. Setelahnya aku shif siang seperti biasanya. Tentu saja mengantuk hyung, tapi besok aku bisa tidur sepuasnya. Oh ya hyung, totalnya 89.000 won.”

Minseok mengangguk. Namja itu lalu mengambil dompetnya dan memberikan beberapa lembar won ke Tao. Setelahnya ia mengambil plastik berisi es krimnya dan segera berjalan keluar.

Tao tersenyum menatap Minseok. “Hyung!” Tao memanggil Minseok. Minseok menoleh ke arahnya dengan alis naik. Tao tersenyum pelan, “Susah ya jika istri sedang mengidam?”

Minseok hanya tersenyum. Ia menyangga pintu dengan tangan kanannya dan tangan kirinya membawa plastik berisi es krim, “Kau akan tahu jika sudah menikah nanti Tao-ya. Sudah ne, hyung buru-buru.”

Dan setelahnya Kim Minseok segera melesat pulang cepat. Apa pun yang terjadi ia harus segera sampai di rumah dalam waktu. Ia tak ingin es krimnya meleleh atau pun Miran menendangnya lagi karena terlalu lama menunggunya membeli es krim. Karena itu ia berlari sekarang.

Minseok membuka pintu rumahnya tergesa lalu menguncinya cepat. Setelahnya namja itu melesat ke kamarnya. Minseok membuka pintu kamarnya. Ia menatap istrinya yang memeluk guling dan kini tengah menatapnya seraya mengerjapkan matanya.

Minseok menarik napas panjang. Namja itu lalu duduk di tepi ranjang dan tersenyum kecil.

Cha, kau mau es krim apa chagi? Vanilla? Stroberi? Cokelat? Atau yang lainya? Aku membelikanmu semua rasa yang ada.”

Minran tersenyum. Yeoja itu menatap isi plastik yang dibawa suaminya. Setelahnya Minran mendongak menatap Minseok, “Vanilla yeobo.”

Minseok tersenyum. Dengan sabarnya ia mengambil satu es krim dalam mangkuk rasa vanilla dan memberikanya ke istrinya. Minran tersenyum. Yeoja itu segera menatap Minseok dan mengarahkan sebuah kecupan di pipi namja itu.

Gomawo yeobo.”

Minseok tersenyum. Ia lalu mengusap pipinya pelan. “Ini demimu dan baby, Minran-ah,” balasnya seraya berdiri, “aku ke dapur menyimpan semua ini , ne?“

Minran mengangguk. Setelahnya Minseok menghilang saat pintu kamar mereka tertutup. Miran segera membuka tutup es krimnya dan mulai melahapnya. Yeoja itu lalu mengusap perutnya.

Appa-mu sangat sayang padamu kan baby?” bisiknya lirih di akhiri kekehan kecil.

Fin

4 thoughts on “I Want A Ice Cream!

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s