Omen

CYMERA_20141005_100239

Arin Yessy

Omen

| Kim Myungsoo, Park Jiyeon, Kai & Sehun | Ficlet | PG-15 | Tragedy |

Happy Reading

Laki-laki bertuxedo hitam itu keluar dari banley sport yang sengaja ia parkirkan di depan sebuah mansion mewah yang berdiri tegak di pinggiran kota pelabuhan Ibiza.
Raut kegembiraan terlukis dari wajah tampannya. Betapa tidak? Ia sangat merindukan istri dan kedua putera kecilnya yang beberapa waktu ini tak ia temui semenjak atasannya menaikkan pangkatnya dan menambah tanggung jawabnya sebagai pimpinan sebuah batalyon yang bertugas di bawah naungan United Nations. Mungkin sudah setahun ini ia tak bertatap muka dengan mereka sejak natal tahun lalu hingga kini musim telah berganti di tahun berikutnya.

Ia meletakkan semua tas yang ia bawa dan hanya meninggalkannya di balik pintu rumah. Laki-laki itu lebih tertarik untuk menemukan kedua buah hatinya dan istri yang paling ia cintai.

“Jiyeon… “

“Kai..”

“Sehun”

Myungsoo memanggil satu persatu orang-orang terkasihnya dan mencari ke seluruh ruangan di dalam rumah peristirahatan mereka. Sebenarnya mansion ini belum lama di miliki oleh keluarga mereka, tiga tahun lalu tepatnya myungsoo membelinya dari seorang pengusaha berkebangsaan Perancis. Dan keluarganya hanya tinggal sementara di sini untuk menemani putera mereka menghabiskan libur sekolahnya. Namun setahun ini, istri dan kedua puteranya menempati tempat ini untuk waktu yang lama. Kondisi politik di amerika yang sangat kacau membuat myungsoo selalu khawatir pada keselamatan mereka. Hingga dengan menggunakan visa yang baru, ia dan keluarganya bisa tinggal di spanyol dalam jangka waktu lima tahun.

“Kai..?” myungsoo membuka perlahan pintu kamar putera pertamanya berniat untuk menganggetkan kai yang bisa saja tengah bersembunyi di suatu tempat untuk memberinya kejutan.

Namun tak ada seorang pun di sana. Hanya saja kamar puteranya sangat berantakan dengan buku-buku dan mainannya yang berserakan di seluruh penjuru ruangan. Tak berbeda jauh kondisinya dengan kamar sehun yang ia datangi sebelumnya.

“Jiyeon, kau di mana sayang?”

Laki-laki itu menyerah mencari di dalam rumah dan memutuskan untuk mencari mereka di halaman sekitar. Mungkin mereka tengah memetik buah berry di kebun.

“Jiyeon.. Sayang, aku pulang..” sebuah senyuman terlukis indah di wajah tampannya ketika manik matanya menangkap sosok sang istri yang tengah duduk di atas gazebo yang menghadap tepat ke arah kolam ikan di belakang mansion mereka.

“Kau sudah pulang?” Jiyeon beranjak berdiri dan menghampiri suaminya. Di tatapnya lekat-lekat wajah myungsoo seakan ia tak mengenali wajah suaminya sendiri.

“Kenapa? Kau tak senang aku datang?”

“Bukan..”

Wanita itu menenggelamkan tubuhnya dalam dekapan myungsoo. Cukup lama mereka tak saling berkata-kata satu sama lain dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“Dimana kai dan sehun?”

“Mereka sedang sekolah”

Laki-laki tampan itu melepaskan pelukan mereka dan menatap penuh selidik ke arah sang istri.

“Ini hari sabtu, dan tidak ada sekolah yang buka di hari sabtu..”

“Jangan khawatirkan tentang anak-anak kita, mereka telah tenang di sana” masih dengan ekspresi datar jiyeon menatap suaminya. Tak nampak sedikitpun beban dalam kalimatnya yang membuat otak myungsoo berpikir dua kali lebih cepat untuk menyimpulkan bahwa istrinya bersikap sangat aneh hari ini.

Kolam ikan yang luasnya tak seberapa itu menyita perhatian laki-laki yang berpangkat kopral itu. Di hampirinya gazebo yang terletak di luar garis batas kolam dan sebuah pemandangan yang menjelaskan tingkah aneh istrinya tersaji di depan matanya.

“Kai, sehun!!!!” pekik laki-laki itu sambil terjun ke dalam kolam yang kini airnya telah berwarna merah sebagian.

“Noo!!!!” di raihnya kedua sosok putera kecilnya yang mengapung di atas air kolam. Bibir mereka pucat pasi dan tak nampak tanda-tanda kehidupan dalam diri keduanya.

Laki-laki itu menangis se jadi-jadinya. Kedua puteranya bahkan belum genap berumur sepuluh tahun dan ia harus melihat keduanya kehilangan nyawa dan ia sebagai ayah tak mampu untuk melindungi kedua jagoan kecilnya. Bagaimana bisa ia menyelamatkan semua orang di negara konflik sedangkan ia sendiri tak dapat menyelamatkan darah dagingnya dari ibu mereka sendiri.

“Aku membunuh kedua puteraku untuk menyelamatkan mereka”

“Apa maksudmu?” dengan air mata yang masih bercucuran, myungsoo menatap tajam ke arah wanita yang masih berstatus sebagai istrinya itu yang kini tengah berjongkok di pinggir kolam.

“Kau pembunuh puteraku park jiyeon!”

 

END…

Holla, ini fic tragedy pertama yang aku buat. Sumpah aku gemeteran juga nulisnya. Ide ceritanya aku ambil dari salah satu adegan filmnya Leonardo de Caprio, tapi aku lupa judulnya apa -___-” dan aku rubah di beberapa bagian. Tapi sumpah aku kalau liat scene aslinya itu rasanya campur aduk banget. Antara takut, marah, pengen nangis., karena aktingnya leonardo de caprio itu keren bangetttt! Bedanya di film anaknya tiga orang, dua cewek dan satu orang cowok dan semuanya di tenggelamkan di kolam setelah di bunuh sama ibunya. Tapi masalahnya aku lupa judulnya apa , readers ada yang tahu?
Comment atau tidak, terserah kalian yah.. Karena ini cuma ficlet, jadi nggak ada kelanjutannya lagi..
Have a nice day all,,

Posted from WordPress for iOS

18 thoughts on “Omen

  1. tega betull,mgkin gangguan jiwa ya jiyeonnya.kayaknya q jg pernah nonton tu film tapi cuma sepintas gak tau jg judulnya apa?

  2. Jiyeon sadis ! Tega sekali dia bunuh anaknya sndiri. Entahlah mski komen apa lagi..bingung..
    Aku butuh sequel , ingin tahu apa yg akan dilakukan Myungsoo trhadap Jiyeon..
    Dtggu ya…hehhe^^

  3. Aaaa~ Unnie, serem tauuu u,u
    Aku kaya kenal itu film cuma juga lupa judul XD Hehehet :’v
    Btw, Jiji kok giyu sih.. Mana Sehun ama Kai langsung koit tanpa ngemeng lagi :’3

  4. aku ga tau thor 😀 ya ampun jiyeon serem bnget thor, dia bnuh sehun sma kai alasannya apa tuh thor? Hhihi meskipun rada serem, tpi aku suka sm ffnya thor 😉

  5. oh kayaknya pernah baca novel terjemahan yg kayak gini juga kalu g salah tu judulnya luka cinta andrea.. lupa juga sih.. kalau filmnya malah belum tau…kalau tau judulnya share ya thor..

  6. Ngeri wehh O.o

    Sebenere aku rada bingung alasannya Jiyeon ngebunuh Sekai, biar apa kak?? Tapi ini bikin aku merinding, bener. Baca di siang aja kek gini apalagi pas tengah malem -,- penulisannya keren, kayak biasa :3 Jiyeonnya juga gregetin banget masa XD

    Ditunggu karya keren selanjutnya yaa.. semangaat♥

    • Aq jg bingung alasannya kenapa? #plakk.. Ssoalnya klo d ceritain di storynya entar jadi puanjaaanggg banget -___-”
      Gomawo ya saeng atas pujiannya, beneran aq fly to sky sekarang 😀 *bow

Leave Your Comments Juseyo ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s